cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2023): July 2023" : 15 Documents clear
Karakteristik dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Petugas Rekam Medis RSUD Wangaya Denpasar Wirajaya, Karma Maha; Tunas, I Ketut
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.53201

Abstract

Karakteristik individu memiliki hal yang penting dalam pembentukkan kepuasan kerja pegawai rumah sakit. Selain karakteristik individu, faktor lain yang turut mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi pegawai tersebut. Perilaku pegawai dalam bekerja pada dasarnya bertujuan untuk mencapai kepuasan sehingga perlu diperhatikan hal-hal yang mampu memotivasi pegawai tersebut. Berdasarkan hasil observasi diperoleh masih ada petugas rekam medis yang kurang puas terhadap kebersihan lingkungan dan beban kerja yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karakteristik dan motivasi terhadap kepuasan kerja petugas rekam medis di RSUD Wangaya Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yakni bulan Mei sampai bulan Juli 2021. Berdasarkan analisis secara bivariat, karakteristik tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja denga nilai p masing masing >0,05 sedangkan motivasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja dengan nilai p=0,044 (<0,05). Berdasarkan hasil analisis dengan regresi logistik menunjukkan bahwa karakteristik dan motivasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Karakteristik dan motivasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja petugas rekam medis di RSUD Wangaya Denpasar.
Daya Terima Cookies Daun Bangun- bangun sebagai Makanan Tambahan Fungsional Ibu Menyusui Mardiana, Mardiana; Yulinato, Yulianto; Asifah, Fitria Nur; Hanifah, Tasya; Safitri, Wanda
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.60529

Abstract

Air Susu Ibu mengandung zat gizi yang baik pada bayi dan melindungi bayi dari infeksi karena mengandung zat imunologik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima cookies daun bangun-bangun sebagai makanan tambahan fungsional ibu menyusui. Jenis penelitian rancangan acak lengkap (RAL) non factorial. Metode pengumpulan data meliputi uji organoleptik dengan analisis uji friedman, untuk mengetahui formula terpilih dari 30 panelis, kemudian dilanjutkan analisis uji proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji friedman rangking rata-rata tertinggi dari penilaian uji organoleptik dengan skala hedonik dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna yang disukai panelis adalah cookies P1, dengan penambahan tepung terigu 90 gram dan tepung daun bangun-bangun 10 gram. Hasil uji proksimat didapatkan kandungan energi 250,94 kkal (per 100 gram), protein 9,27%, lemak 20,01%, dan karbohidrat 33,77%. Dari hasil analisa, kandungan kadar karbohidrat dan energi masih kurang dari Standar Nasional Indonesia. Cookies daun bangun-bangun dapat diterima sebagai makanan tambahan fungsional ibu menyusui dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh pemberian cookies terhadap ibu menyusui.
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sebagai Upaya Meningkatkan Zero Accident Di Lingkungan Pendidikan Sekolah Dasar (Studi Kasus di SD Negeri 01 Sastrodirjan) Alyarizqina, Hasna; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.60986

Abstract

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2021 mencapai 5.953 kasus, dengan rincian kasus pemenuhan hak anak 2971 kasus, dan perlindungan khusus anak 2982 kasus. Berdasarkan data kekerasan anak dari Kementrian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang menurut kategori usia korban pada tahun 2021 sebanyak 238 kasus kekerasan anak di Jawa Tengah sedangkan di Kota Semarang terjadi sebanyak 22 kasus kekerasan anak. Sehingga dari kasus tersebut diperlukan adanya penerapan sekolah aman yang komprehensif. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan K3 sekolah dasar di SD Negeri 01 Sastrodirjan Kabupaten Pekalongan.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 10 indikator, SD Negeri 01 Sastrodirjan Kabupaten Pekalongan sebanyak 1 indikator (10%) sudah sesuai, 8 indikator (80%) ada tidak sesuai, 1 indikator (10%) tidak ada di sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi K3 sekolah dasar pada operasional di SD Negeri 01 Sastrodirjan Kabupaten Pekalongan belum siap. Saran yang diberikan meliputi dari standar bangunan yang dilengkapi sistem keselamatan, perencanaan dan peningkatan fasilitas pendukung K3 Sekolah aman. Kata kunci: K3 Sekolah Dasar, Sekolah Siaga Bencana, Zero Accident Abstract Based on data from the Indonesian Child Protection Commission in 2021 it reached 5,953 cases, with details of cases of fulfilling children's rights 2971 cases, and special protection for children 2982 cases. Based on data on child abuse from the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, Central Java Province and Semarang City, according to the victim's age category, in 2021 there were 238 cases of child violence in Central Java, while in Semarang City there were 22 cases of child violence. So from this case it is necessary to implement a comprehensive safe school. The purpose of the study was to determine the application of K3 in elementary schools at SD Negeri 01 Sastrodirjan, Pekalongan Regency. The type of research used in this study was descriptive qualitative research. Data analysis with data reduction, presentation of conclusion data and verification. The results showed that of the 10 indicators, SD Negeri 01 Sastrodirjan Pekalongan Regency as many as 1 indicator (10%) was appropriate, 8 indicators (80%) were not appropriate, 1 indicator (10%) was not in school. The conclusion of this research is that the implementation of K3 in elementary school operations at SD Negeri 01 Sastrodirjan, Pekalongan Regency is not yet ready. The suggestions given include building standards equipped with a safety system, planning and improving K3 support facilities for safe schools. Keywords: K3 Elementary School, Disaster Preparedness School, Zero Accident
The Perbedaan Tiga Kategori Aktifitas Fisik pada Status Obesitas dan Non Obesitas Toar, Jilly; Telew, Agisteivie; Lumenta, Griceria
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.61369

Abstract

Prefalensi Obesitas tertingi di Indonesia yaitu Provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah 31,2%. Salah satu Faktor terjadinya obesitas yaitu gaya hidup yang kurang aktif ataupun aktivitas fisik yang kurang. Obesitas selalu dikaitkan dengan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran perbedaan 3 kategori aktivitas fisik pada status obesitas dan non obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan menggunakan data katagorik tidak berpasangan. Sampel penelitian ini berjumlah 190 sampel dengan pembagian sampel 95 status obesitas dan 95 status non obesitas. Analisis data menggunakan analisis data univariat. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden berumur 17-25 tahun (2,6%), 26-35 tahun (37,8%), 36-45 tahun (30%), 46-55 tahun (24,2%), 56-65 tahun (5,3%). Jumlah responden jenis kelamin perempuan 108 rsponden (56,8%) dan laki-laki 82 responden (43,2%). Aktivitas ringan 3 responden (1,6%), aktivitas sedang 122 responden (64,2%) aktivitas berat 65 responden (34,2%). Jumlah aktivitas ringan dengan status obesitas 3,2% sedangkan non obesitas 0%. Aktivitas sedang dengan status obesitas 67,4% sedangkan non obesitas 61,1%. Aktivitas berat dengan status obesitas 38,9% sedangkan non obesitas 29,4%. Kesimpulannya rata-rata masyarakat desa klabat memiliki perilaku aktivitas fisik sedang yang dipengaruhi oleh jenis pekerjaan dan kemudahan-kemudahan dalam melakukan aktivitas seperti alat bantu pekerjaan maupun kemudahan dalam menggunakan alat transportasi. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Obesitas
Literature Review: Dampak Stunting terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Laily, Linuria Asra; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.63544

Abstract

Abstrak Indonesia tergolong dalam negara dengan prevalensi stunting tinggi. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%, angka ini menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018. Meskipun demikian, masalah kesehatan ini memiliki dampak serius pada perkembangan dan pertumbuhan anak yakni dapat menyebabkan tidak optimalnya proses tumbuh kembang yang irreversible. Penelitian bertujuan menghimpun informasi untuk mengetahui hubungan kejadian stunting pada tumbuh kembang anak. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review dengan Meta-analisis. Dilakukan dengan mengambil artikel dari jurnal nasional maupun internasional melalui database electronic Pubmed dan Google Scholar dalam rentang waktu 2012-2022 kemudian dianalisis dengan software Openmee. Hasil analisis dilakukan pada 8 artikel jurnal terpilih menunjukkan bahwa stunting memiliki hubungan dengan variabel tumbuh kembang anak yakni motorik halus, motorik kasar, bahasa dan komunikasi, serta sosial emosional masing-masing memiliki p-value (p<0,001; p<0,001; p<0,001; p=0,002). Dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara stunting dengan proses tumbuh kembang anak. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia, sehingga dibutuhkan perhatian dalam penanggulangan stunting. Kata Kunci: Stunting, Status Gizi, Pertumbuhan, Perkembangan Abstract Indonesia is classified as a country with a high prevalence of stunting. Based on the results of the 2021 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the stunting prevalence rate in Indonesia was 24.4%; this figure decreased by 6.4% from 30.8% in 2018. Nonetheless, this health problem has a serious impact on the development and growth of children, which can lead to non-optimal growth processes that are irreversible. The research aims to collect information to determine the relationship between stunting and child development. This study is a meta-analysis of a systematic literature review. This was done by taking articles from national and international journals through the Pubmed and Google Scholar electronic databases in the 2012–2022 period and then analyzing them with the Openmee software. The findings of an analysis of 8 selected journal articles show that stunting has a relationship with child growth and development variables such as fine motor, gross motor, language and communication, and social-emotional, each of which has a p-value (p 0.001, p 0.001, p = 0.002). It can be concluded that there is a significant correlation between stunting and child development. This can lead to a decrease in the quality of human resources, so attention is needed when tackling stunting. Keyword: Stunting, Nutritional Status, Growth, Development
Strategi Penanggulangan Kasus Positif COVID-19 di Asia Tenggara: Systematic Review Utami, Annisa Novanda Maharani; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.63883

Abstract

Abstrak Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di Asia Tenggara sampai dengan 13 Desember 2022, terdapat sebanyak 35.458.772 dan 363.819 kematian akibat COVID-19. Negara anggota ASEAN dengan jumlah kasus tertinggi adalah Vietnam dengan jumlah kasus sebanyak 11.521.022 dan negara dengan angka kematian tertinggi akibat COVID-19 adalah Indonesia sebanyak 160.287 kematian. Tingginya jumlah kasus COVID-19 harus dihadapi dengan melakukan berbagai upaya untuk menanggulanginya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait strategi pemerintah pada negara-negara di wilayah Asia Tenggara dalam menanggulangi COVID-19, sekaligus sebagai acuan bagi peneliti berikutnya dalam menentukan strategi keberlanjutan guna menciptakan suatu program penanggulangan yang efektif. Penelitian ini merupakan systematic literature review dengan alur PRISMA sebagai pedoman dalam pengumpulan artikel, kemudian dianalisis dengan teknik meta-sintesis. Pemerintah dari setiap negara di wilayah Asia Tenggara telah menentukan kebijakan yang sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan oleh WHO dan ASEAN terkait penanggulangan COVID-19, diantaranya kebijakan lock down, social distancing, karantina, perluasan cakupan vaksinasi, testing, surveilans, mengoptimalkan pemberdayaan dan pelibatan masyarakat, serta penguatan sistem kesehatan dan sistem kesehatan berbasis digital. Abstract The number of confirmed cases of COVID-19 in Southeast Asia as of December 13 2022, there were 35,458,772 and 363,819 deaths due to COVID-19. The ASEAN member country with the highest number of cases is Vietnam with 11,521,022 cases and the country with the highest death rate due to COVID-19 is Indonesia with 160,287 deaths. The high number of COVID-19 cases must be faced by making various efforts to overcome them. This article aims to provide an overview regarding the government's strategy for countries in the Southeast Asian region in tackling COVID-19, as well as a reference for future researchers in determining a sustainability strategy to create an effective response program. This research is a systematic literature review with the PRISMA flow as a guide in collecting articles, then analyzed using meta-synthesis techniques. The governments of each country in the Southeast Asian region have determined policies that are in accordance with the strategies set by WHO and ASEAN regarding the handling of COVID-19, including policies on lock down, social distancing, quarantine, expanding the scope of vaccination, testing, surveillance, optimizing empowerment and involvement community, as well as strengthening health systems and digital-based health systems.
Determinan Diabetes Melitus Tipe II di Posbindu PTM Puskesmas Pegandon Kabupaten Kendal Tengah Sarifah, Mar'atul; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.63923

Abstract

Abstrak Prevalensi kejadian diabetes melitus (DM) di Kabupaten Kendal sebesar 2,3%. Puskesmas Pegandon menjadi puskesmas dengan prevalensi kejadian DM tertinggi di Kabupaten Kendal yaitu sebesar 3%, namun determinan kejadian DM di Kabupaten Kendal belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian diabetes melitus Tipe II di pos pembinaan terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) wilayah kerja Puskesmas Pegandon. Desain penelitian adalah cross-sectional, dengan menggunakan data sekunder Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Pegandon, besar sampel sebanyak 95 orang dan analisis statistik menggunakan chi-square, fisher exact dan regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan faktor yang berhubungan terhadap kejadian DM tipe II di Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Pegandon yaitu Riwayat keluarga p<0,01 (PR:6,577, 95%CI: 2,416-17,906), Aktivitas Fisik p<0,01 (PR: 5,546, 95%CI: 1,865-16,495), Konsumsi Buah dan Sayur p<0,01 (PR: 6,889, 95%CI:2,085-22,756), Lingkar Perut p<0,01 (PR:8,032, 95%CI: 2,839-22,720), Obesitas p<0,01 (PR: 4,547, 95%CI: 1,780-11,617), dan Hipertensi p<0,01 (PR: 5,851, 95%CI:2,240-15,284). Jenis Kelamin dan Usia, tidak berhubungan karena memiliki nilai p>0,05. Hipertensi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian DM tipe II di Posbindu PTM wilayah kerja puskesmas Pegandon dengan nilai sig=0,003, wald=9,123, dan PR=9,699; 95%CI=2,221-42,368. Abstract The prevalence of diabetes mellitus (DM) in Kendal Regency is 2.3%. The Pegandon Health Center is the health center with the highest prevalence of DM in Kendal Regency, which is 3%, but the determinants of DM incidence in Kendal Regency are not known with certainty. This study aims to determine the determinants of the incidence of Type II diabetes mellitus at the integrated development post (Posbindu) for Non-Communicable Diseases (PTM) in the working area of ​​the Pegandon Health Center. The study design was cross-sectional, using secondary data from Posbindu PTM in the working area of ​​the Pegandon Health Center, a sample size of 95 people and statistical analysis using chi-square, fisher's exact and logistic regression. Based on the results of statistical analysis, it was found that factors related to the incidence of type II DM in Posbindu PTM in the working area of ​​the Pegandon Health Center, namely family history p <0.01 (PR: 6.577, 95% CI: 2.416-17.906), Physical Activity p <0.01 ( PR: 5.546, 95%CI: 1.865-16.495), Fruit and Vegetable Consumption p<0.01 (PR: 6.889, 95%CI:2.085-22.756), Abdominal Circumference p<0.01 (PR:8.032, 95% CI: 2.839-22.720), Obesity p<0.01 (PR: 4.547, 95% CI: 1.780-11.617), and Hypertension p<0.01 (PR: 5.851, 95% CI:2.240-15.284). Gender and Age are not related because they have a p-value> 0.05. Hypertension is the most dominant factor associated with the incidence of type II DM in Posbindu PTM in the working area of ​​the Pegandon Health Center with sig = 0.003, wald = 9.123, and PR = 9.699; 95%CI=2,221-42,368.
Karakteristik Ibu Hamil dengan Kejadian Kehamilan Risiko Tinggi Ratnaningtyas, Meiska Anggita; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.64147

Abstract

Abstrak Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan dengan risiko lebih besar dari biasanya dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan, baik bagi ibu ataupun bayinya. Berdasarkan laporan rekapitulasi register ibu hamil Pokja IV Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Pongangan tahun 2021, ditemukan kejadian kehamilan risiko tinggi sebanyak 9 orang dan mengalami peningkatan menjadi 12 orang di tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian kehamilan risiko tinggi sebagai acuan tindakan preventif bagi Kelurahan Pongangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling sehingga diperoleh sampel penelitian sebesar 52 ibu hamil. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat, analisis bivariat, analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil (p=0,008), tingkat pendidikan (p=0,002), KEK (p=0,037), kadar Hb (p=0,004) dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di wilayah Kelurahan Pongangan. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa kadar hemoglobin menjadi peluang terkuat untuk menduga kejadian kehamilan risiko tinggi. Abstract A high-risk pregnancy is a pregnancy that has a greater risk for both mother and baby causing illness or death before or after delivery. Based on the report on the recapitulation of pregnant women's registers from Working Group IV Family Empowerment and Welfare Team in Pongangan Village in 2021, 9 high-risk pregnancies were found and had increased to 12 in 2022. Purpose of this study was to determine factors associated with cases of high-risk pregnancies as a reference for preventive action for Pongangan Village. Research is a quantitative study with an analytic observational design and a cross-sectional approach. This study used total sampling involving 52 pregnant women. Data in this study were analyzed by using univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis. Results indicated that there was a significant relationship between age of pregnant women (p=0.008), education level (p=0.002), KEK (p=0.037), Hemoglobin levels (p=0.004), and cases of high-risk pregnancies in Pongangan Village. The results of logistic regression test showed that hemoglobin level was strongest chance to predict high-risk pregnancies.
Pengetahuan, Sikap, Sarana dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Fadhilah, Rizky Zidni; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.64641

Abstract

ABSTRAK Di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar, pengelolaan sampah menjadi permasalahan yaitu terdapat (41,2%) masyarakat yang tidak melaksanakan pengelolaan sampah dengan baik, kontribusi sampah terbesar berasal dari rumah tangga dengan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan dari 4 Kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar yaitu 800kg- 10.000 kg per hari. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana dengan perilaku pengelolaan sampah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dari penelitian ini berjumlah 92 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Analisis univariat menunjukan bahwa masyarakat dengan pengetahuan baik 65 orang(67%), sikap baik 47 orang (51,1%), ketersediaan sarana yang memadai 51 orang(55,4%), dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah yang buruk 50 orang(54,3%). Analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,027), sikap (p=0,035), ketersediaan sarana (p= 0,044) dengan perilaku masyarakat. Saran bagi pihak Puskesmas untuk meningkatkan program penyuluhan masyarakat tentang pengelolaan sampah di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar. ABSTRAC In the work area of ​​the Karanganyar Health Center, waste management is a problem, namely there are (41.2%) people who do not carry out waste management properly, the largest contribution of waste comes from households with the amount of waste generated from 4 Sub-Districts in the Working Area of ​​the Karanganyar Health Center, namely 800kg - 10,000 kg per day. The research objective was to identify the relationship knowledge, attitudes, and availability of facilities with waste management behavior. This research is a type of quantitative research with a cross sectional design. The sample of this research is 92 respondents. The research instrument is a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results of the univariate analysis showed that 65 people (67%) had good knowledge, 47 people (51.1%) had a good attitude, 51 people (55.4%) had adequate facilities, and 50 people had bad behavior in waste management. (54.3%). The results the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge (p=0.027), attitude (p=0.035), availability of facilities (p=0.044) and people's behavior. Suggestions for the Puskesmas to improve community outreach programs about waste management in the Working Area of ​​the Karanganyar Health Center.
Stunting among Children under Five in the Area of Sekaran Primary Healthcare Center, Semarang City Hikmah, Mamluatul; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.64661

Abstract

Abstrak Pada 2021 prevalensi stunting Indonesia adalah 24,4%, di atas ambang batas prevalensi stunting yang ditetapkan WHO yakni 20%. Pada September 2022, prevalensi stunting di Puskesmas Sekaran adalah 3,27% lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting Kota Semarang pada September 2022 yaitu 1,61%. Merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan nested case-control yang dilaksanakan di Puskesmas Sekaran pada September-Desember 2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil reading diagnostic stunting pada penimbangan balita bulan September 2022, data ANC (K1), dan data persalinan di Puskesmas Sekaran. Sampel berjumlah 85 kasus dan 85 kontrol yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan terjadinya stunting pada balita (0-59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Sekaran. Hasil uji statistik menunjukkan p-value untuk usia balita adalah p=0,009 dan panjang badan lahir adalah p= 0.0001, sehingga dapat disebutkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia balita dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting. Abstract In 2021 Indonesia's stunting prevalence was 24.4%, above the stunting prevalence threshold set by WHO, which is 20%. In September 2022, stunting prevalence at the Sekaran Primary Healthcare Center was 3.27% higher than the stunting prevalence in Semarang City in September 2022 which was 1.61%. This is an analytic observational study with a nested case-control design that was carried out at the Sekaran Primary Healthcare Center in September-December 2022. The data used is secondary data from stunting reading diagnostic September 2022, ANC (K1), and maternal delivery data. The sample consisted of 85 cases and 85 controls which were analyzed univariately and bivariately. This study aims to determine factors associated with the incidence of stunting in under-five children (0-59 months) in the Sekaran Primary Healthcare Center. Statistical tests showed p-value for children’s age is p=0,009 and birth length is p= 0.0001, so it can be said that there is a significant relationship between children’s age and birth length with the incidence of stunting.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue