cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Lingkungan Nugrahany, Alfina Dewi; Rahayu, Sri Ratna; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.18339

Abstract

Abstrak Kecamatan Bergas merupakan kecamatan yang memiliki angka prevalensi tuberkulosis paru yang meningkat yaitu dari 38/100.000 penduduk menjadi 40,47/100.000 penduduk pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial yang ditinjau dari faktor demografi dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Berdasarkan analisis spasial, faktor demografi yang mempengaruhi kejadian TB paru  di wilayah kerja Kecamatan Bergas yaitu kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah yang tinggi, ketinggian wilayah, dan area buffer zone radius 2 km keberadaan industri. Simpulan penelitian ini yaitu kasus TB paru lebih banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah tinggi, ketinggian wilayah rendah dan buffer zone radius 2 km dari industri.  Abstract Bergas was a sub-district that had an increased prevalence of pulmonary tuberculosis, which was from 38/ 100,000 population to 40.47/ 100,000 population in 2016. This study was conducted in 2017 and aims to analyze the incidence of pulmonary TB spatially in terms of demographic factors and environment in the work area of ​​Bergas Public Health Center, Semarang Regency. This research was an explanatory research used cross sectional design. Data analysis used univariate analysis and spatial analysis. Based on spatial analysis, demographic factors that influence the incidence of pulmonary TB in the work area of ​​Bergas Subdistrict were high population density, high house density, area height, and buffer zone area of ​​2 km radius of industrial presence. The conclusions of this study were that pulmonary TB cases were more common in areas with high population density, high house density, low altitude areas and a buffer zone of 2 km radius from the industry Keyword : Spatial Analysis, Pulmonary TB, Demographic Factors, Environment
Personal Hygiene Kejadian Enterobiasis Siswa Sekolah Dasar Negeri Anjarsari, Mei Devi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.18872

Abstract

Abstrak Enterobiasis adalah penyakit akibat infeksi cacing Enterobiosis vermicularis yang menyerang anak-anak. Prevelansi kecacingan di indonesia masih sangat tinggi yaitu 60%-80%. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian enterobiasis pada siswa sekolah dasar negeri di desa klampok. Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel 38 orang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Data analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian enterobiasis diantaranya mencuci tangan setelah buang air besar menggunakan sabun p=0,00, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan menggunakan sabun p=0,03, kebiasaan mandi menggunakan sabun p=0,003, kebiasaan memotong dan menjaga kebersihan kuku p=0,041, kebiasaan buang air besar di sembarang tempat p=0,001 dan intensitas mengganti celana dalam per hari p=0,000. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian enterobiasis pada siswa sekolah dasar negeri klampok 1 dan klampok 2 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.  Abstract Enterobiasis was an infection of enterobiosis vermicularis worm effect disease which particularly affects children. In addition, worm prevalence Indonesia was 60%-80%. This research had done in 2017 and aimed to identify the relationship between personal hygiene and enterobiasis at student of elementary school in Klampok. This research used analytical survey with cross sectional design and with 38 sample using technique simple random sampling. Questionnaire was used research instrument. Analysis data used a chi-square test. Results indicate that the factors association between personal hygiene with enterobiasis incidence were hand washing by soap after having defecation p=0,00, hand washing habit with soap before eat p=0,03, take a bath with soap p=0,003, nail cutting habit and keep it clean have p=0,041, habit of having defecation in random place p=0,001 and intensity of underwear changing each day p=0,000 and correlated enterobiasis. It was concluded that there was association between personal hygiene with enterobiasis incidence among students of elementary school in Klampok Village Godong District, Grobogan Regency.  Keyword : Enterobiasis, Personal Hygiene, Elementary Student
Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Tes HIV Arianty, Talyta Desy
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.20033

Abstract

Abstrak Pada tahun 2016 tercatat dari 1309 ibu hamil di Puskesmas Bandarharjo, hanya 456 ibu hamil yang mengakses layanan tes HIV. Pada bulan maret 2017 sebanyak 395 ibu hamil, namun yang mengakses layanan HIV hanya 231 ibu hamil. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang pada bulan Oktober-November 2017. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam melakukan tes HIV. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel incidental sampling, yang dilakukan pada bulan oktober-november 2017. Besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 195 ibu hamil dengan teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik menunjukan hubungan signifikan pada variabel pekerjaan (0,049), sikap (0,001), dukungan petugas kesehatan (0,001), akses layanan (0,01), norma subyektif (0,002). Hasil dari 10 variabel, yang berhubungan dengan perilaku tes HIV adalah pekerjaan, sikap, dukungan petugas kesehatan, akses layanan, dan norma subyektif. Kesimpulan dari penelitian ini yakni terdapat hubungan antara variabel sikap, dukungan petugas kesehatan, pekerjaan, akses layanan dan norma subyektif.  Abstract In 2016 recorded from 1309 pregnant women at Bandarharjo Health Center, only 456 pregnant women accessed HIV testing services. In March 2017 as many as 395 pregnant women, but accessed HIV services only 231 pregnant women. This research was conducted at the Bandarharjo Health Center in Semarang City in October-November 2017. The aim of the study was to determine what factors influence the behavior of pregnant women in conducting an HIV test. This study used a cross sectional method with incidental sampling sampling technique, which was conducted in October-November 2017. The sample size was 195 pregnant women with univariate and bivariate analysis techniques. Statistical test results showed a significant relationship on job variables (0.049), attitudes (0.001), health worker support (0.001), service access (0.01), subjective norms (0.002). The results of the 10 variables that related to HIV testing behavior are work, attitudes, health worker support, service access, and subjective norms. This study concluded that there were a relationship between attitude variables, health worker support, employment, service access and subjective norms.  Keyword : Behavior, Pregnant Women, HIV Test, Prevention, AIDS
Penerapan Sistem Manajemen Kebakaran di Laboratorium Praktik Teknik Mesin Purnamasari, Ariesta; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.20365

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat kerja yang berpotensi mengalami kebakaran. Oleh sebab itu, sistem manajemen kebakaran perlu diterapkan di sekolah. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan sistem manajemen kebakaran berdasarkan Kepmen PU No.11/KPTS/2000, Kepmen PU No.10/KPTS/2000, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Kep.186/Men/1999, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.04/Men/1980, Standar Nasional Indonesia 03-1746-2000 NFPA 1300 tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah gambaran penerapan sistem manajemen kebakaran di laboratorium praktik teknik mesin SMK N 2 Surakarta. Hasil analisis gambaran penerapan sistem manajemen kebakaran di laboratorium praktik teknik mesin SMK N 2 Surakarta menunjukkan 35 % sesuai dengan Kepmen PU No.11/KPTS/2000, Kepmen PU No.10/KPTS/2000, Pemermenaker No. Per.02/Men/1983, Permenaker No.Kep.186/Men/1999, Permenaker No.Per 04/Men/1980, Standar Nasional Indonesia 03-1746-2000, NFPA 1600 tahun 2016 yaitu kebijakan manajemen 30%, organisasi proteksi kebakaran 30%, APAR 90%, hidran 45%, petunjuk arah evakuasi 30%, manajemen keadaan darurat 100%. Dari berbagai aspek yang diteliti hanya terdapat 2 aspek yang memenuhi peraturan yang dibandingkan.   Abstract The school was workplace that could potentially experience a fire. Therefore, sistem prevention and fire mitigation needs to be applied at school. The research was conducted in 2017 which aims to know the description application management sistem of fire based on PU Kepmen No. 11/KPTS/2000, Kepmen PU No. 10/KPTS/2000, regulation of the Minister of labour no.Kep.186/Men/1999, regulation of Minister labour no. Per.04/Men/ 1980, Indonesia national standard 03-1746-2000 10, NFPA 72, NFPA 101 as well. The type research was qualitative descriptive. The object study was overview application of fire management system in laboratory practices employed machine SMK N 2 Surakarta. The results in SMK N 2 Surakarta showed 35% in accordance with Kepmen PU No. 11/KPTS/2000, Kepmen PU No. 10/KPTS/2000, Pemermenaker 02/MEN/1983, no. Permenaker 186/Men/1999, Permenaker No. Per 04/Men/1980, SNI 03-1746-2000, NFPA 1300 tahun 2016 was 30% management policy, 30% fire protection organization, 90% APAR, 45% hydrant, 30% evacuation direction 30%, 100% emergency management. From the various aspects studied there are only 2 aspects that meet the regulations compared.
Efektivitas Biaya Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Wardani, Ayu Pramudita; Witcahyo, Eri; Utami, Sri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.20763

Abstract

Abstrak Biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik hingga semester I tahun 2017 telah mencapai Rp 12,7 trilliun atau 24,81% dari total biaya rumah sakit. Jumlah peserta Prolanis Puskesmas Karangduren sebanyak 46 peserta dengan RPPRB sebesar 92,60% dan Patrang sebanyak 45 orang dengan RPPRB sebesar 42,96%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas biaya Prolanis pada Puskesmas Karangduren dan Patrang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan September 2017 sampai dengan Oktober 2017. Data diperoleh dengan studi dokumentasi dan wawancara pada penanggung jawab Prolanis, bagian keuangan JKN dan tata usaha. Hasil penelitian menunjukkan input Prolanis pada Puskesmas Karangduren dan Patrang yakni ketersediaan SDM dan dana untuk Prolanis yang tidak keluar, serta kegiatan home visit belum terlaksana karena tidak adanya dana untuk transport petugas dan kurangnya SDM home visit. Hanya peserta Prolanis Puskesmas Patrang dengan riwayat hipertensi telah mencapai indikator 75%. Simpulan penelitian ini adalah efektivitas biaya Prolanis Puskesmas Karangduren lebih efektif dibandingkan Puskesmas Patrang.  Abstract The cost was spent  for catastrophic disease until first semester of 2017 have reached Rp 12.7 trillion or 24.81% of the total cost hospital. The amount participants of Prolanis Karangduren  primary health care was  46 participants with RPPRB of 92.60% and  Patrang was 45 participants  with RPPRB of 42.96%. The purpose of this study was to analyze the cost effectiveness of Prolanis at Karangduren and Patrang primary health care. The study was a  descriptive design. This study was conducted from September until October 2017. Data was collected by documentation and interview of Prolanis officer, finance JKN and administration staff. The results showed Prolanis input on Karangduren and Patrang  primary health care were  the availability of human resources and the fund that do come out,, and home visit activity had not been done yet. Only Prolanis participants of Patrang primary health care with the history of hypertension has reached 75% indicator every month. The cost effectiveness Prolanis Karangduren primary health care more effective was compared to Patrang primary health care. Keyword : Prolanis, Program, Cost Effectiveness
Lingkungan Fisik yang Mempengaruhi Keberadaan Kapang Aspergillus sp. dalam Ruang Perpustakaan Lestiani, Diah Putri; Pawenang, Eram Tunggul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.21226

Abstract

Abstrak Perpustakaan adalah salah satu ruangan yang berpotensi mengalami polusi udara dalam ruang oleh kapang patogen Aspergillus sp. Angka kejadian aspergillosis di dunia dilaporkan sebanyak 13.456 kasus pada kurun waktu 2006–2015, meningkat 38,2% dari periode sebelumnya. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan fisik dengan keberadaan kapang Aspergillus sp. dalam ruang perpustakaan di lingkungan Universitas Negeri Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan desain cross sectional. Besar sampel yang ditetapkan adalah 13 dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan diantaranya adalah kuesioner, lembar observasi, termometer, higrometer lux meter, dan media PDA. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan, uji mann whitney, dan uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value suhu (p=0,591), kelembaban (p=0,153), intensitas cahaya (p=0,242), sistem ventilasi (p=0,231), kepadatan ruangan (p=0,013), dan sanitasi ruang (p=0,293). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kepadatan ruang dengan keberadaan kapang Aspergillus sp. dalam ruang perpustakaan di lingkungan Universitas Negeri Semarang.  Abstract Library was one of room that has potential indoor pollution by Aspergillus sp. as patoghenic mould. Incidence of Aspergillosis in the world reported was 13,456 cases in the period 2006-2015, increased 38.2% from the previous period. This research was conducted in 2017, with objective to determine association between physical environmental factors with the presence Aspergillus sp. in the library room at Universitas Negeri Semarang. The type of this research was analytic observational with cross sectional design. The sample size was 13 with purposive sampling technique. The instrumens used were questionaire, observational sheet, thermometer, hygrometer, luxmeter, and PDA medium. Data were analyzed by independent sample t test, mann whitney test, and fisher test. The result showed that p value of temperature (p=0,591), humidity (p=0,153), light intensity (p=0,242), ventilation system (p=0,231), density of the room (p=0,013), and room sanitation (p=0,293). The conclusion of this research was there was association between density of the room with the presence of Aspergillus sp. mould in the library room at Universitas Negeri Semarang.  Keyword : Physical Environmental, Presence of Aspergillus sp., Library
Kejadian Preeklampsia pada Ibu Bersalin Muzalfah, Renita; Santik, Yunita Dyah Puspita; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.21390

Abstract

Abstrak Preeklampsia merupakan salah satu 3 penyebab utama kematian ibu di Kabupaten Brebes tahun 2016 (34,90%). Puskesmas Sirampog merupakan salah satu penyumbang kejadian preeklampsia tinggi di Kabupaten Brebes tahun 2016 yaitu 50 kasus, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini dilaksanan pada tahun 2017 dengan tujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian preeklampsia pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan case control. Sampel yang ditetapkan sebesar 35 kasus dan 35 kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur (p value= 0,016), usia kehamilan (p value= 0,014), pemeriksaan ANC (p value= 0,031), riwayat hipertensi (p value= 0,026), pendapatan keluarga (p value= 0,030), riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal (p value= 0,028) dengan kejadian preeclampsia pada ibu bersalin. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara umur, usia kehamilan, pemeriksaan ANC, riwayat hipertensi, pendapatan keluarga, dan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin.  Abstract Preeclampsia was one of the 3 main causes of maternal mortality in Brebes regency in 2016 (34,90%). Sirampog public health center was one contributed to the high incidence of preeclampsia in Brebes in 2016 with 50 cases, an increased from previous year. This research was conducted in 2017 with the purpose was to determine the factors of preeclampsia in maternal mother. This type of research was an analytical survey with case control design. The samples of this research are 35 cases and 35 controls used purposive sampling technique. Data were analyzed by chi square test. The results showed that there was a associated between age (p value=0,016), gestational age (p value=0,014), ANC (p value=0,031), history of hypertension (p value=0,026), family income (p value=0,030), and history of hormonal contraceptive used (p value=0,028) with preeclampsia in maternal mothers. The conclusion of this study there was a association between age, gestational age, ANC, history of hypertension, family income, and history of hormonal contraceptive used with the incidence of preeclampsia in maternal mothers.  Keyword : Preeclampsia, Maternal, Immunologic
Penyebab Kecelakaan Kerja PT. Pura Barutama Unit Offset Anwar, Mahfud; Sugiharto, Sugiharto
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.21514

Abstract

Pura Barutama Unit Offset Kudus merupakan perusahaan yang bergerak dibidang percetakan. Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada unit offset tahun 2016 sebanyak 11 kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 yang bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada PT. Pura Barutama Unit Offset Kudus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu sejumlah 11 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji univariat dengan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden yang mengalami kecelakaan kerja memiliki umur ≥ 30 tahun (81,82%), tingkat pendidikan rendah (54,54%), masa kerja ≤ 5 tahun (54,54%), tingkat pengetahuan rendah (54,54%), dan aman dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (54,54%). Simpulan dalam penelitian ini adalah responden dengan golongan umur ≥ 30 tahun, memiliki tingkat pendidikan dasar, masa kerja ≤5 tahun, tingkat pengetahuan rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadi kecelakaan kerja. Abstract Pura Barutama Kudus was a company engaged in printing. In 2016 there were 11 work accident cases on offset units. This research was conducted in 2017 which aimed to determine the factors causing work accidents at PT. Pura Barutama Unit Offset Kudus. This study uses quantitative descriptive method with cross-sectional approach. The samples quantity on this study uses total sampling technique, there were 11 respondents, and the instruments that use in this study are questionnaire and observation sheets. The data analyzed by univariat test on table and narration forms. The result of the analysis showed the respondents who got workplace accidents were ≥ 30 years old (81,82%), low education level (54,54%), ≤ 5 years working period about (54,54%), low knowledge level (54,54%), and were safety used APD (54,54%). The conclusions in this study were respondents with age groups ≥ 30 years old, had a basic education level, years of service ≤ 5 years, low education level for high work accidents.  Keyword : Cause, Work Accidents, Offset Unit
Manajemen Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Vitriyana, Igadhini; Budiono, Irwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.22761

Abstract

Abstrak Berdasarkan data Pamsimas, Desa Tajungsari menunjukkan data dari total jumlah kepala keluarga 1.866 telah memiliki jamban sehat permanen sebanyak 1.106 kepala keluarga, jamban sehat semi permanen sebanyak 395 kepala keluarga, jamban sehat sharing 248 kepala keluarga dan Open Defecation Free sebanyak 117 kepala keluarga, Performance sarana air minum berkelanjutan sebesar 44,26% dan Performance kesehatan sebesar 85,94%. Data warga penerima manfaat sebesar 5.989 jiwa dengan akses sanitasi air minum sebesar 269 kepala keluarga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi manajemen pelaksanaan program Pamsimas di Desa Tajungsari. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan belum seluruh warga terlibat dalam proses koordinasi, belum adanya keterlibatan perempuan, komunikasi diantara tim pelaksana masih kurang dan belum adanya kesepakatan mengenai pemberian gaji kepada tim pelaksana serta kurangnya sumber daya manusia pada tim pelaksana. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat kekurangan pada proses koordinasi, diperlukannya motivasi berupa edukasi kepada tim pelaksana, serta proses komunikasi dan pengarahan sudah berjalan baik.   Abstract Based on Pamsimas data, total number of families in Tajungsari village were 1.866 which 1.106 families had permanent healthy toilet, 395 families had semi permanent healthy toilet, 248 families had sharing healthy toilet, and 117 families had Open Defecation Free. Performance of sustainable drinking water was about 44,26% and the performance of health was 85,95%. Local people who got benefit from this were 5.989 people with the access of drinking water were 269 families. This research was conducted on March 2018. This research has aimed to evaluate management implementation of Pamsimas. The method of this research was qualitative with case study. This research showed that not all of people have been involved in the coordination process, there was no involvement of womens, comunication between the team was less and have not yet a deal about the their salaries plus the lack of human recources. The conclusion of this research was deficiances in the coordination process, needed of motivation and education to implementation team plus commmunication, direction process had been well.  
Penerapan Alat Pelindung Diri Tangan pada Pekerja Bagian Produksi Arpian, Irfan David
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.22804

Abstract

Abstrak PT Putra Albasia Mandiri adalah pabrik produksi kayu lapis yang memiliki 400 pekerja, di tempat ini ada 6% kecelakaan kerja pada tahun 2016-2017 yang direkap secara triwulan, kecelakaan kerja terbanyak terjadi pada bagian produksi yaitu sebanyak 5% kasus kecelakaan kerja seperti iritasi mata, terjepit, dan terkena gergaji. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui penerapan APD tangan di PT Putra Albasia Mandiri Temanggung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jumlah informan sebanyak enam responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan dokumentasi, serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian didapatkan gambaran APD tangan di PT Putra Albasia Mandiri sudah menerapkan APD tangan sebesar 75% yang sesuai dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor PER.08/MEN/VII/2010 pasal 7 ayat 2, faktor pendukung menggunakan APD tangan adalah ketersedian SDM seperti tenaga K3, ketersediaan alat pelindung tangan, kenyamanan, peraturan, dan pengawasan. Simpulan penelitian ini yaitu penerapan APD tangan pada pekerja di PT Putra Albasia Mandiri Temanggung yaitu sebesar 75%.  Abstract PT Putra Albasia Mandiri was a plywood production plant with 400 workers, in this place there were 6% of work accident in 2016 - 2017 which a quarterly recap, in the most self-made production part of 5% of accident cases such as work eye irritation, cuffs, and exposed chainsaws. This research has been done in February 2018 and the purpose of this research to know application of PPE hand in PT Putra Albasia Mandiri Temanggung. The research method used qualitative research, the number of informants was six respondents, the research instrument used interview and documentation guidance, and the examination of data validity used triangulation of source and technique. The result of the research showed that PPE hand in PT Putra Albasia Mandiri had applied PPE Hand equal to 75% according to the Regulation of Minister of Manpower and Transmigration Year 2010 Number PER.08 / MEN / VII / 2010 Article 7 paragraph 2, supporting factor used PPE hands were availability of human resources such as K3 personnel, the availability of hand protective equipment, comfort, regulation, and supervision. The conclusion of the research was hand PPE implemantation in the workers in PT. Putra Albasia Mandiri Temanggung was  75%. Keyword : PPE, Worker, Production

Page 10 of 97 | Total Record : 963


Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue