cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Faktor Individual dan Struktural pada Kepuasan Kerja Bidan Era Jaminan Kesehatan Nasional Raafiah, Amalia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.23915

Abstract

Abstrak Jaminan Kesehatan Nasional telah berjalan kurang lebih empat tahun, namun Praktik Mandiri Bidan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Kota Semarang mengalami penurunan, pada tahun 2017 sebanyak 95 PMB dan menurun menjadi 85 PMB di tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor individual dan struktural pada kepuasan kerja bidan era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei s.d. Juli tahun 2018 di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang dengan 4 orang informan utama dan 3 orang informan triangulasi. Instrumen yang digunakan diantaranya panduan wawancara mendalam, alat perekam dan buku catatan. Data dianalisis menggunakan metode perbandingan tetap. Hasil menunjukkan bahwa faktor individual pada kepuasan kerja bidan adalah nature of work, pencapaian nilai dan motivasi, sedangkan faktor struktural pada kepuasan kerja bidan adalah supervisi, rekan kerja, komunikasi dan keadilan. Simpulan penelitian ini adalah tingkat kepuasan kerja bidan cukup puas pada era JKN.  Abstract Jaminan Kesehatan Nasional has been running for at least four years, but Independent Practices Midwife who collaboration with BPJS Kesehatan in Semarang City has declined, from 95 IPM in 2017 to 85 IPM in 2018. The objective of this research was to figure out individual and structural factors of Midwife’s job satisfaction in Jaminan Kesehatan Nasional era. This research was occurred on May until July 2018 in Ngaliyan Sub-district, Semarang City, this research was a case study with descriptive qualitative research using in-depth interview technique. Informants in this study amounted to 7 people with 4 main informants and 3 triangulation informants. The instrument used was an in-depth interview guide, a tape recorder and a notebook. Data were analyzed with constant comparative method. Result showed that individual factors of midwife’s job satisfaction were nature of work, value attainment and motivation, and structural factors of midwife’s job satisfaction were supervision, co-worker, communication and equity. Conclusion of this research was a phase of midwifes’s job satisfaction were enough in JKN era.  Keyword : Job Satisfaction, Midwife, JKN
Program Pelayanan Voluntary Counseling And Testing (VCT) di Puskesmas Risqi, Nisrina Dwi; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.23942

Abstract

Abstrak Data Puskesmas Duren menunjukkan jumlah kunjungan Voluntary Counseling and Testing  (VCT) mengalami penurunan dalam tiga tahun dari 2015 hingga 2017. Pada tahun 2017 adanya kesenjangan antara jumlah kelompok wanita pekerja seksual dan lelaki suka lelaki yang ada di Kecamatan Bandungan dengan jumlah kunjungan VCT pada populasi kunci tersebut serta belum mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran program pelayanan VCT di Puskesmas Duren. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri dari 11 dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia di Puskesmas Duren. Sudah tersedianya dana dan standar operasional prosedur pelayanan VCT. Kegiatan sosialisasi layanan VCT sudah dilakukan. Pelaksanaan VCT belum sesuai dengan pedoman serta jumlah kunjungan VCT mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir dan belum mencapai target yang telah ditetapkan. Simpulan penelitian ini adalah gambaran program pelayanan VCT di Puskesmas Duren belum berjalan baik.  Abstract Data from Duren Primary Health Center showed for the number of VCT visited decreased in three years from 2015 to year 2017. In 2017 there was gap between the number of women sex worker groups and men who were in Bandungan with their number of VCT visited. The purpose of this research was to know the description of VCT program in Duren Public Health Center. This research was conducted in May 2018. This type of research was descriptive qualitative. Research informants consisted of 11 selected by purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews and observation. The results showed the lack of availability of facilities and infrastructure and human resources. Availability of funds and standard operational procedures were sufficiented. Socialization of VCT have been carried out. VCT implementation has not been in accordance with guidelines, the number of VCT visited has decreased in the last three years, and has not reached the targets. The conclusions of this study was the description of the VCT program have not gone well.  Keyword : Program, VCT, Primary Health Care
Faktor Lingkungan dan Perilaku terhadap Kejadian Demam Tifoid Prehamukti, Anggit Aprindrian
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.24275

Abstract

Abstrak Demam tifoid di Kota Semarang, khususnya wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan tahun 2016 sebesar 423 kasus dan meningkat 57,5% di tahun 2017 sebesar 736 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kejadian demam tifoid di wilayah Kerja Puskesmas Ngaliyan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Sampel sebesar 34 kasus dan 34 kontrol dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik dengan perangkat SPSS. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku jajan di rumah makan (p=0,006), perilaku jajan di pedagang kaki lima (p=0,001), dan kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum makan (p=0,029) dengan kejadian demam tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Ngaliyan. Variabel yang berkontribusi kuat untuk menduga kejadian demam tifoid adalah perilaku jajan di pedagang kaki lima (p=0,008). Simpulan penelitian, terdapat hubungan antara perilaku jajan di rumah makan dan pedagang kaki lima, serta kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dengan kejadian demam tifoid.  Abstract Typhoid fever in the city of Semarang, especially in the work area of Ngaliyan Health Center 2016 by 423 cases and increased 57.5% in 2017 of 736 cases. The aim of this study is to determine factors were the most associated with the incidence of typhoid fever in Ngaliyan Health Center. This research was carried out in July 2018 and unmatched case control study. Samples were 34 cases and 34 controls using purposive sampling technique. The instrument used a questionnaire and observation sheet. Data were analyzed with chi square test and logistic regression with SPSS. Results showed there were relationship between snacking behavior in restaurant (p=0,006), snacking behavior in street vendors (p=0,001), and the habit of washing hands with soap before eating (p=0,029) with the incidence of typhoid fever. Variable was the most contributed is snacking behavior in street vendors (p=0,008). Conclusions of the study, there was a relationship between snack behavior in restaurants, street vendors, and washing hands with soap habits before eating with the incidence of typhoid fever. Keyword : Typhoid, Snacking Behavior, Personal Hygiene
Maya Index dan Karakteristik Lingkungan Area Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Dewi, Annisa Arum Kartika; Sukendra, Dyah Mahendrasari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.24699

Abstract

Abstrak Pada tahun 2017 IR DBD sebesar 124,3 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara maya index dan karakteristik lingkungan area rumah dengan kejadian DBD di daerah endemis DBD Kelurahan Kadipiro Kota Surakarta. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian case control.  Sampel sebesar 45 kasus dan 45 kontrol dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengukuran dan lembar observasi, kuesioner, roll meter dan dokumen rekam medik. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan semua variabel penelitian dan secara bivariat dengan uji chi-square dan perhitungan Odds Ratio(OR). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018. Hasil penelitian ini adalah maya index (p=0,408), keadaan TPA terbuka (p=0,036), ventilasi rumah tanpa kawat kassa (p=0,135), keberadaan pakain yang menggantung (p=0,021), kepadatan hunian (p=0,168), jarak antar rumah (p=1,000), keberadaan pekarangan kosong (p=0,047), keberadaan tempat minum unggas (p=1,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara keadaan TPA terbuka, keberadaan pakaian menggantung, keberadaan pekarangan kosong dengan kejadian DBD.  Abstract In 2017 the dengue fever was 124.3 per 100,000 population. The purpose of this study is to determine the relationship between the maya index and environmental characteristics of the home area with the incidence of DHF in endemic area of DHF Kadipiro Surakarta. Type of research was analytic observasional with research design case control.  Samples of 45 cases and 45 controls by sampling technique that is purposive sampling. The instruments used are measurement sheets and observation sheets, questionnaires, roll meters and medical record documents. Data were analyzed univariat to describe all research variables and bivariate with test chi-square and calculation Odds Ratio. The study was conducted in May-June 2018. The results of this study were maya index(p=0.408), open landfill conditions(p=0,036), homeless house ventilation(p=0,135), the existence of hanging clothes(p=0,021), occupancy density(p=0,168) distance between homes(p=1,000), the existence of empty yard(p=0,047), existence of poultry drinking place(p=1,000). The conclusion, there is a relationship between the open landfill conditions, the existence of hanging clothes, the existence of empty yard with the incidence of DHF.  Keyword : DHF, Home Environment, Maya Index
Tekanan Panas, Konsumsi Cairan, dan Penggunaan Pakaian Kerja dengan Tingkat Dehidrasi Ariyanti, Sheila Mufida; Setyaningsih, Yuliani; Prasetio, Diki Bima
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.25095

Abstract

Abstrak Pekerja di lingkungan panas dapat terpapar dehidrasi. Selain lingkungan kerja yang panas dehidrasi dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi cairan, penggunaan pakaian saat bekerja dan riwayat penyakit yang dimiliki.Pekerja pandai besi Desa Hadipolo terpapar panas dari lingkungan kerja berkisar antara 30oC –35oC dan mengalami tanda-tanda dehidrasi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7-15 April 2018.Tujuan penelitian menganalisis hubungan tekanan panas, konsumsi cairan dan penggunaan pakaian saat bekerja dengan tingkat dehidrasi pada pekerja pandai besi di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini ada hubungan antara tekanan panas (p value = 0,036), konsumsi cairan (p value = 0,021), penggunaan pakaian saat bekerja (p value = 0,020) dengan tingkat dehidrasi. Analisis secara multivariat diperoleh hasil kategori konsumsi cairan dengan p value = 0,016 dan kategori penggunaan pakaian saat bekerja dengan p value = 0,017.  Kesimpulan dari penelitian ini variabel yang paling berperan terhadap tingkat dehidrasi yaitu kategori konsumsi cairan kategori dan penggunaan pakaian saat bekerja.  Abstract Workers in hot environments can be exposed to dehydration. In addition to a hot dehydrated work environment, it can be caused by a lack of fluid consumption, the use of clothing at work and the history of the disease. Blacksmith workers in Hadipolo village are exposed to heat from the work environment ranging from 30oC -35oC and experiencing signs of dehydration. The study was conducted on April 7-15, 2018. The purpose of the study was to analyze the relationship between heat stress, fluid consumption and clothing usage while working with the level of dehydration in blacksmith workers in Hadipolo Village, Jekulo District, Kudus Regency. this research is an observational analytic study with cross sectional approach. The results of this study there is a relationship between heat stress (p value = 0.036), fluid consumption (p value = 0.021), use of clothing at work (p value = 0.020) with the level of dehydration with. Multivariate analysis obtained results of fluid consumption category with p value = 0.016 and clothing usage category while working with p value = 0.017. The conclusion of this study is the variable that most plays a role in the level of dehydration, namely the category of consumption of liquid and clothing usage category while working  Keyword : Dehydration, Blacksmith, Heat Pressure, Work Clothes
Pengetahuan Pengaruhi Sikap dan Tindakan Mahasiswa terhadap Program Pencegahan Thalassemia di Indonesia Tursinawati, Yanuarita; Fuad, Wijayanti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.25407

Abstract

Abstrak Pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik oleh tenaga kesehatan seperti dokter dalam upaya strategi pencegahan thalassemia sangat diperlukan, karena dokter yang berperan sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan mahasiswa kedokteran tentang pencegahan thalassemia. Penelitian dengan pendekatan cross sectional study ini melibatkan 96 mahasiswa angkatan tahun I s.d IV, di Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Semarang antara bulan April-Juni 2018. Analisis pengetahuan, sikap, tindakan terhadap thalasemia menggunakan kuesioner. Skor tiap angkatan dibandingkan dengan uji Kruskal wallis, hubungan antara skor sikap, tindakan dengan pengetahuan diuji dengan regresi linier sederhana. Sebanyak 42,7 % mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik, mayoritas memiliki sikap yang positif (72,9%), tindakan yang baik (91,7%). Sebagian besar (70,8%) memiliki rencana untuk memeriksakan status karier thalassemia, namun lebih memilih menunda pemeriksaan sampai saat akan menikah (58,3%). Terdapat hubungan yang signifikan (P=0,023) antara sikap dengan pengetahuan dan antara tindakan dengan pengetahuan (p=0,039). Mahasiswa memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik tentang pencegahan thalassemia serta tingkat pengetahuan mempengaruhi sikap dan tindakan mahasiswa.  Abstract Adequate knowledge, attitudes and practice by health workers such as doctors in thalassemia prevention strategies are needed, because doctors as informers to the public. This study aims to determine knowledge, attitudes and practice of medical students about thalassemia. This study was a cross sectional study involving 96 students from grade year I to IV, at the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Semarang between April-June 2018. Analysis of knowledge, attitudes, practice against thalassemia used a questionnaire. The score of each grade was compared using Kruskal Wallis, relationship between attitude, practice with knowledge was analyzed with simple linear regression. A total of 42.7% of students had good knowledge, the majority had a positive attitude (72.9%), good practice (91.7%). Most (70.8%) had plans to check thalassemia career status, but prefered to postpone until get married (58.3%). There was a significant relationship (p = 0.023) between attitudes with knowledge and between practice with knowledge (p = 0.039). Students have good knowledge, attitudes and practice and level of knowledge influences their attitudes and practice. Keyword : Knowledge, Attitudes, Practice, Thalassemia
Perilaku Merokok pada Remaja Umur 13-14 Tahun Mirnawati, Mirnawati; Nurfitriani, Nurfitriani; Zulfiarini, Febriana Maya; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.26761

Abstract

Abstrak Merokok masih menjadi masalah kesehatan di kalangan remaja. Diperkirakan dari 70 juta anak Indonesia, 37% diantaranya adalah perokok. Remaja adalah tahap dimana masih mencari jati diri, ingin mencoba hal baru, dan mudah terpengaruh terhadap lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candirejo pada Bulan Desember 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain studi crossectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 30 sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 14 (46%) adalah perokok. Alasan merokok dikarenakan pengaruh teman, serta keinginan ingin mencoba. Umur pertama kali merokok yaitu sebanyak 2 (7%) remaja mulai merokok sejak SD umur 10 tahun, sebanyak 8 (27%) remaja laki-laki mulai merokok sejak SMP umur 13-14 tahun, dan 1 (3%) orang remaja mulai merokok sejak SMA umur 16 tahun. Simpulan penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi remaja merokok diantaranya jenis kelamin, teman sebaya, lingkungan sekitar dan hasrat ingin mencoba. Abstract Smoking is still a health problem among teenagers. It was estimated that from 70 million Indonesian children, 37% of them are smokers. Teenagers were in the stage still looking for identity, want something new, and easy to tell the environment. This research was conducted in Candirejo Village in December 2017. The purpose of this research was to know the behavior of smoking in adolescent. The type of this research was quantitative descriptive with crossectional study design. The sample was 30 samples with simple random sampling technique. The instrument used a questionnaire. The results showed that as many as 14 (46%) are smokers with priority seizures due to friend integration, as well as usability. The first time smokers were as many as 2 (7%) teenagers started smoking since elementary school age 10 years, as many as 8 (27%) of teenagers started smoking since junior age 13-14 years, and 1 (3%) teens start smoking since high school is 16 years old. The conclusions of this study are the factors that affect teenagers, peers, the environment and other desires. Keyword : Behavior, Smoking, Teenagers
Youth Centre Model Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja di Daerah Tinggi Kehamilan Berisiko Azinar, Muhammad; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.26801

Abstract

Abstrak Jumlah kasus kematian ibu di kabupaten Kendal pada tahun 2015 sebanyak 23 kasus, tahun 2016 19 kasus, dan tahun 2017 naik menjadi 25 kasus. Desa Singorojo adalah desa yang dalam 3 tahun terakhir memiliki trend kenaikan kasus kehamilan risiko tinggi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Youth Centre Model dalam meningkatkan pengetahuan sikap remaja di daerah kehamilan berisiko tinggi. Penelitian ini dirancang dengan desain pre-eksperimental research dengan one group pretest-posttest design yang dianalisis secara kuantitatif. Populasi penelitian adalah remaja di desa Singorojo kabupaten Kendal. Sampel ditentukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menujukkan edukasi sebaya yang dilakukan oleh Kader Youth Centre yang telah diberi pelatihan telah mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja khususnya terkait seksualitas dan kehamilan berisiko tinggi (p value 0,001). Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya pendewasaan usia perkawinan melalui perubahan sikap remaja (p value 0,002). Simpulan menunjukkan Youth Centre dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada siswa remaja.  Abstract The number of maternal mortality cases in Kendal district in 2015 reached 23 cases, in 2016 were 19 cases, and in 2017 were 25 cases. Singorojo village was a village that in the last 3 years had a significant upward trend in cases. This study aimed to determine the effectiveness of the Youth Center Model in increasing the knowledge of the attitudes of adolescents in high risk pregnancy areas. This study was designed with a pre-experimental research design with one pretest-posttest design group analyzed quantitatively. The study population was adolescents in Singorojo village, Kendal district. Sampling technique used purposive sampling. Data analysis was used a different test and Wilcoxon test. The results of a complete peer education study conducted by Youth Center Cadres who had been given training had been able to improve adolescent health knowledge with high sexuality and pregnancy (p value 0.001). In addition, it could also increase teenagers' awareness of the importance of marriage awareness for adolescent girls (p value 0.002). Conclusion showed that Youth Center can increase knowledge and awareness of adolescent students. Keyword : Youth Centre, Knowledge, Atitude, Risky Pregnancy
Kebiasaan Sarapan pada Mahasiswa Aktif Putra, Alman; Syafira, Dhea Nur; Maulyda, Salma; Afandi, Alfan; Wahyuni, Sri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.26803

Abstract

Abstrak Di Provinsi Jawa Tengah terdapat status gizi kurang sebanyak 7,5 %, status gizi normal sebanyak 53,1 %, status gizi gemuk sebanyak 28,1, dan status gizi obes sebanyak 11,2 %. Asupan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi. Asupan salah satunya dapat dipenuhi dengan sarapan. Dalam penelitian ini menggunakan sampel Mahasiswa Semester 1-7 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Ngudi Waluyo yang berjumlah 77 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan Mahasiswa Pogram Studi Kesehatan Masyarakat memiliki status gizi normal sebanyak 57 responden (74 %). Kebiasaan sarapan terdapat lebih banyak frekuensi sarapan responden 43 (56 %) jarang melakukan sarapan. Lebih banyak 64 responden (83 %) melakukan sarapan sebelum pukul 09.00. Sedangkan responden melakukan sarapan setiap pagi sebanyak 38 (49 %) hampir sama dengan responden melakukan sarapan hanya saat sebelum melakukan aktivitas sebanyak 39 (51 %).  Abstract In Central Java Province, there are less than 7.5% nutrition status, 53.1% normal nutrition status, 28.1 obese nutrition status, and obesity nutrition status of 11.2%. Intake of one of the factors that affect nutritional status. One intake can be filled with breakfast. In this study used a sample of Students Semester 1-7 Ngudi Waluyo Community Health Studies Program which amounted to 77 people. The type of research used is descriptive qualitative research with cross sectional research design. From the results of the research, it can be seen that overall Student Pogram Studies Public Health has normal nutritional status as much as 57 respondents (74%). Breakfast habits are more frequent breakfast 43 respondents (56%) rarely do breakfast. More 64 respondents (83%) did breakfast before 09.00. While respondents do breakfast every morning as much as 38 (49%) almost the same as the respondent to do breakfast just before the activity as much as 39 (51%). Keyword : Breakfast, Nutrition Status, Student
Pola Asuh dan Peer Group terhadap Konsep Diri Remaja tentang Perilaku Seksual Najib, Najib
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.26931

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan yang penuh dengan permasalahan. Salah satu permasalahan pada remaja yang berisiko adalah masalah perilaku seksual remaja. Faktor yang memengaruhi perilaku reproduksi remaja diantaranya adalah faktor keluarga dan pergaulan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orangtua dan peer group terhadap konsep diri remaja tentang perilaku seksual pada siswa SMK. Jenis penelitian ini survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Responden penelitian ini adalah siswa/siswi dan orangtua SMK Negeri di Kota Semarang sebanyak 387 orang dan diambil dengan purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan Peer group Buruk (73,8), Pola Asuh orangtua Otoriter (57,9%), dan Konsep Diri Baik (68,3). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan Peer group dengan konsep diri remaja tentang perilaku seksual di SMK Negeri di Kota Semarang (P= 0,009;C=0,134), 35,5% konsep diri Buruk dengan peer group yang buruk. Ada hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan konsep diri remaja tentang perilaku seksual di SMK Negeri di Kota Semarang (P=0,003;C=0,153), 37,9% pola asuh otoriter mengakibatkan konsep diri yang buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua dan peer group berhubungan dengan konsep diri remaja terkait perilaku seksual.  Abstract The period for the future of individual transition is full of problems. One of the problems in adolescents who are at issue is the problem of adolescent governance. Factors that influence adolescents are family factors and teenage relationships. This study aimed to determine the effect of parenting and peer grouping on adolescent self-concept about sexual behavior in vocational students. This type of research was analytic survey with cross sectional research design. Respondents of this study were 387 public vocational high school students in Semarang City and taken by purposive sampling. Bivariate analysis used Chi Square test. The results showed the Poor Group (73.8), the Authoritarian Asuhahulu Pattern (57.9%), and the Good Self Concept (68.3). Statistical test shows that there is a relationship between Peer group and adolescent self-concept in Semarang City State Vocational High School (P = 0.009; C = 0.134), 35.5% Bad self concept with poor peer group. There is a relationship between parenting and self-concept in state vocational schools in the city of Semarang (P = 0.003; C = 0.153), 37.9% authoritarian parenting that is bad. This study concluded that parenting and peer group were related to sexual concepts.  Keyword : Parenting, Youth Development, Adolescent Sexual Behavior

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue