cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Anisah, Siti Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37007

Abstract

Abstrak Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) adalah pelayanan kesehaan yang ditujukan dan dapat di jangkau oleh remaja serta berkesan menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai, menjaga rahasia, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatan remaja, serta efektif, efisien dan komprehensif dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Pelaksanaan PKPR di Puskesmas Muntilan I belum berjalan baik dikarenakan kurangnya sumber daya manusia dan dana. Partisipasi remaja dalam pelaksanaan program PKPR di Puskesmas Munttilan I juga masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program PKPR di Puskesmas Muntilan I. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas belum memiliki target program yang spesifik, sumber daya manusia belum mencukupi dan merangkap pekerjaan di progrm lain, ruang konseling kurang tertutup, dan sumber dana belum mencukupi untuk mengembangkan kegiatan. Puskesmas belum memiliki struktur organisasi untuk program, pelaksana menunjukkan sikap penerimaan terhadap program, serta komunikasi antar organisasi pelaksana sudah baik. Akan tetapi partisipasi remaja dalam implementasi program masih rendah, meskipun sudah mendapatkan dukungan dari sekolah dan dinas kesehatan. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, PKPR
Program Pemberian Makanan Tambahan pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Rohmah, Laelatul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37052

Abstract

Abstrak Ibu hamil adalah kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan diantaranya kekurangan gizi. Kekurangan gizi pada ibu hamil banyak terjadi di negara-negara berkembang yang meliputi kurang energi kronis (KEK) maupun kekurangan zat gizi mikro. Ibu hamil dengan KEK dapat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan janin serta dapat menyebabkan keguguran, bayi berat lahir rendah (BBLR), kematian neonatal, anemia pada bayi dan asfiksia intra partum. Bayi yang lahir dalam kondisi BBLR mempunyai risiko gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya serta mengalami kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK di Puskesmas Karanganyar Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan sasaran program pemberian makanan tambahan ditujukan bagi ibu hamil yang terdeteksi memiliki lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm dan diprioritaskan bagi ibu dengan kondisi ekonomi rendah . Ibu hamil yang memiliki ukuran LILA dibawah 23.5 cm (KEK) berjumlah 17 orang dan ibu hamil yang mendapatkan makanan tambahan (MT) berupa biskuit sejumlah 20 orang. Evaluasi program PMT adalah pendistribusian PMT belum optimal, kurangnya kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan makanan tambahan tidak dihabiskan oleh ibu hamil. Abstrack Expectant mothers are vulnerable groups of health problems including malnutrition. Nutritional deficiencies in pregnant women are widely occurring in developing countries that include less chronic energy (KEK) and micro-nutritional deficiencies. Pregnant women with KEK can have an effect on the process of fetal growth and can cause miscarriage, low birth weight babies (BBLR), neonatal death, anaemia in infants and intra partum asphyxia. Infants born in BBLR conditions have a risk of disruption in growth and development and malnutrition. This research aims to evaluate the program of feeding additional food in pregnant women with KEK in the Puskesmas Karanganyar Semarang. The results of this study show the target of additional food program aimed at pregnant women who have been detected to have a upper arm circumference (LILA) of < 23.5 cm and prioritized for mothers with low economic conditions. Pregnant women who have the size of LILA below 23.5 cm (KEK) amounted to 17 people and pregnant women who get additional food (MT) in the form of biscuits a number of 20 people. Evaluation of PMT Program is the distribution of PMT not optimal, lack of awareness of pregnant women to conduct health screening and additional food is not spent by pregnant women.
Tarif Rumah Sakit dengan Tarif INA-CBGs Pasien Rawat Inap Agiwahyuanto, Faik; Widianawati, Evina; Wulan, Widya Ratna; Putri, Rizqi Basuki
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.37117

Abstract

Endemic diseases which have quite a high prevalence are cases of DHF. In Indonesia alone DHF numbered 68,407 cases in 2017. The average DHF patient in the RSUD K.R.Tong Wongsonegoro Semarang City was 5.45%. The aim of the study was to analyze differences in hospital rates with INA-CBGs rates in inpatients of DHF cases in the RSUD K.R.T. Wongsonegoro Semarang City in 2018. The type of this research is descriptive analysis, researcher describes difference in hospital tariffs with the rates of INA-CBGs in the RSUD K.R.T. Wongsonegoro, Semarang City. The method used is observation on the index of DHF cases. The subjects in this study were 73 respondents and data analyze using univariate. The results showed that the length of stay and severity level can affect the variation of hospital rates, but the INA-CBGs rate results will remain the same according to the treatment class and severity level even though hospital rates vary. With the difference in higher hospital rates, the management section coordinates the hospital tariff setting and the hospital organization section proposes to increase the INA-CBGs rate to BPJS.
Program Antenatal Care Terpadu dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Fatahilah, Fatahilah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37214

Abstract

ABSTRAK Antenatal Terpadu adalah pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada ibu hamil, setiap kehamilan dalam perkembangannya mempunyai resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program antenatal terpadu di Puskesmas Rowosari 02 Kabupaten Kendal.Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni s.d Agustus 2019. Jenis metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan utama berjumlah 8 orang yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan 2 informan triangulasi. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen berupa pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tenaga bidan yang ada belum sesuai dengan ketetapan Kemenkes RI. Sarana dan prasarana yang ada telah mencukupi dan memadai untuk pelaksanaan pelayanan antenatal terpadu. Sumber dana yang masih belum tercukupi. Pelaksanaan pelayanan antenatal terpadu telah melaksanakan standar 10T seperti yang ditetapkan oleh Kemenkes RI, hanya saja adanya perencanaan target dan standar operasioanal yang kurang jelas dan menjadi kendala dalam pencapaian target kunjungan ibu hamil dalam program antenatal terpadu di Puskesmas Rowosari 02 Kabupaten Kendal. ABSTRACT Integrated Antenatal is a comprehensive and quality antenatal service that is given to pregnant women, where every pregnancy in its growth has risks. The purpose of this study was to find out the implementation of the integrated antenatal program at Rowosari Health Center 02, Kendal Regency. This research was conducted at 8 June until Agustus 2019. This research method type is qualitative research. The main informants were totally 8 people selected based on purposive sampling techniques and 2 triangulation informants. The data was collected by instruments in the form of in-depth interview guidelines, observation sheets, and documentation.The results showed that the total of midwives was not appropriate with the provisions of the Indonesian Ministry of Health yet. The facilities and infrastructure were sufficient and adequate for the implementation of integrated antenatal services, but the funding source was still insufficient. The implementation of integrated antenatal services has carried out the 10T standard as specified by the Indonesian Ministry of Health, but there were only unclear target planning and operational standards which became an obstacle in achieving the target of visiting pregnant women in the integrated antenatal program at Rowosari Health Center 02, Kendal Regency.
Penatalaksanaan Program Pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant Komalasari, Wiwid; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37527

Abstract

Abstrak Multidrug Resistance Tuberculosis TB (atau TB MDR) adalah salah satu jenis resistensi bakteri TB terhadap minimal dua obat anti TB lini pertama, yaitu Isoniazid dan Rifampicin yang merupakan dua obat TB yang paling efektif. Pengobatan TB Resistan Obat ditetapkan menjadi bagian dari program Pengendalian TB nasional. Total kasus Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Kota Semarang dari tahun 2014 s.d tahun 2018 sebanyak 165 kasus. Dikaitkan dengsan proporsi kejadian TB MDR pada kasus TB Baru dan TB Kambuh di tahun 2018 terdapat 71 kasus baru TB MDR. Angka kesembuhan kasus TB Kota Semarang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir tidak pernah mencapai target nasional, yang tertinggi sebesar 65% CR di tahun 2017, yang terendah sebesar 64 % di tahun 2013. Rata-rata pencapaian CR pertahunnya baru sebesar 18,32% di bawah target CR nasional. Puskesmas Bandarharjo merupakan salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah melaksanakan program pengendalaian TB MDR. Pasien yang terdata pada tahun 2019 sebanyak 10 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan program pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan oktober sampai dengan novemver 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan program pengendalian TB MDR di Puskesmas Bandarharjo sudah dilaksanakan dengan baik tetapi belum maksimal. Hal ini dilihat dari kurangnya tersedia sarana dan prasarana yang mendukung, serta tidak adanya penyuluhan yang diberikan kepada petugas TB dan PMO. Abstract Multidrug Resistance Tuberculosis TB (or MDR TB) is one type of TB bacterial resistance to at least two first-line anti-TB drugs, namely Isoniazid and Rifampicin which are the two most effective TB drugs. Drug-resistant TB treatment is determined to be part of the national TB Control program. Total cases of Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) in Semarang City from 2014 to 2018 were 165 cases. Associated with the proportion of MDR TB cases in New TB and Kambuh TB cases in 2018 there were 71 new MDR TB cases. The cure rate of Semarang City TB cases in the past 5 (five) years has never reached the national target, the highest of 65% CR in 2017, the lowest of 64% in 2013. The average annual CR achievement is only 18, 32% below the national CR target. The Bandarharjo Health Center is one of the first-level health facilities that has implemented an MDR TB control program. There are 10 patients recorded in 2019. The purpose of this study was to determine the management of the Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) control program at the Bandarharjo Health Center in Semarang City. The type and design of the study used in this study is qualitative descriptive. The study was conducted from October to November 2019. The results showed that the management of the MDR TB control program at the Bandarharjo Puskesmas was well implemented but not yet optimal. This can be seen from the lack of available supporting facilities and infrastructure, as well as the lack of counseling given to TB and PMO officers.
Keikutsertaan Masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Nasional Kesehatan Mandiri Lestari, Nugraheni Puji
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37781

Abstract

ABSTRAK Jumlah masyarakat yang belum mengikuti program BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Bonang pada tahun per Juli 2019 sebanyak 15.863 orang. Cakupan keikutsertaan di Puskesmas Bonang 2 masih belum memenuhi standar dari BPJS Kesehatan yakni cakupan Universal Health Coverage (UHC) per 1 Januari 2019 adalah 95%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dalam keikutsertaan masyarakat dalam BPJS Mandiri di Puskesmas Bonang 2 Demak. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebesar 96 responden dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data analisis dengan menggunakan uji chi-square. Waktu penelitian ini pada bulan Nopember – Desember 2019. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan (p=0,005), sikap (p=0,036), perilaku (p=0,006), persepsi (p=0,001), dan dukungan keluarga (p=0,001). Sedangkan umur (p=0,368), jenis kelamin (p= 1,000), dan situasi ekonomi (p=0,535) tidak berhubungan. Simpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, sikap, perilaku, persepsi, dan dukungan keluarga berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bonang 2. ABSTRACT The number of people who have not yet joined the BPJS program in the Work Area of ​​the Bonang Puskesmas in the year as of July 2019 is 15,863 people. Coverage of participation in Bonang Health Center 2 still does not meet the standards of the Health BPJS that is Universal Health Coverage (UHC) coverage as of 1 January 2019 is 95%. The purpose of this study was to determine the factors related to community participation in BPJS Mandiri in Bonang Health Center 2 of Demak. This type of research is an observational analytic cross-sectional design. The sample in this study amounted to 96 respondents using purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using chi-square test. The time of this study was in November - December 2019. The results showed that there was a relationship between the level of knowledge (p = 0.005), attitude (p = 0.036), behavior (p = 0.006), perception (p = 0.001), and family support (p = 0.001). While age (p = 0.368), gender (p = 1,000), and economic situation (p = 0.535) are not related. The conclusion in this study is the level of knowledge, attitudes, behavior, perceptions, and family support related to community participation in BPJS Health in the work area of ​​Bonang Health Center 2.
Early Warning System pada Perubahan Klinis Pasien terhadap Mutu Pelayanan Rawat Inap Hidayat, Dian Indriani; Agushybana, Farid; Nugraheni, Sri Achadi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.37842

Abstract

ABSTRAK Early Warning System (EWS) pada perubahan klinis pasien merupakan sistem informasi asuhan pasien untuk mendukung pengambilan keputusan klinis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan keluaran klinis sebelum dan sesudah penerapan EWS terkait tingkat penggunaan sistem di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif. Data diambil dari audit tingkat penggunaan EWS dalam 19.810 sampel rekam medik pasien rawat inap dan dari data statistik rumah sakit. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan yang baik dari EWS di RS X hanya sebesar 22,81%. Belum didapatkan perbedaan signifikan Net Death Rate (NDR) dan Length of Stay (LOS) pasien sesudah penerapan EWS (p=0,862 and p=0,105; CI 95%). Peningkatan aktivasi Kode Biru dan penurunan admisi HCU yang signifikan sesudah penerapan EWS (p=0,001 dan p=0.038; CI 95%) berkebalikan dari hasil yang diharapkan. Penurunan signifikan admisi ICU sesudah implementasi EWS (p=0,013; CI 95%), dikaitkan dengan rendahnya tingkat penggunaan EWS di RS X, masih dapat disebabkan oleh faktor lain diluar EWS. Tanpa penerapan EWS yang baik, dampak positif terhadap mutu pelayanan rawat inap belum dapat tercapai. ABSTRACT Early Warning System (EWS) in patient clinical change is a patient care information system to support clinical decision making. The study aimed to compare patient outcomes before and after EWS implementation according to system usage level in X Hospital. The study was an analytic comparative research. Data collected from EWS usage level audit in 19,810 samples of inpatient medical records and hospital statistic data. The result showed that proper usage of EWS in X Hospital ward was 22.81%. There was no significant difference about Net Death Rate and patient length of stay in X hospital (p=0,862 and p=0,105; CI 95%). Significant increase of Code Blue activation and decrease in HCU admission after EWS implementation (p=0,001 and p=0,038; CI 95%) was contrary to the expected results. A significant decrease in ICU admission after EWS implementation (p=0,013; CI 95%), related to low proper usage of EWS in X Hospital, can be caused by factors other than EWS. Without a good EWS implementation, positive impact to hospital ward service quality cannot be reached. Keywords: Hospital Service Quality; Inpatient; Early Warning System
Pengetahuan terkait Usaha Pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia Syakurah, Rizma Adlia; Moudy, Jesica
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.37844

Abstract

ABSTRAK COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan dunia.WHO resmi menyatakannya sebagai suatu pandemi pada 11 Maret 2020. Secara global sampai dengan 15 April 2020, kasus terkonfirmasi mencapai 1.991.275 kasus yang tersebar di 205 negara dan 2 transportasi internasional, dengan 127.147 kematian. Besarnya angka kejadian COVID-19 disertai oleh luasnya informasi mengenai penyakit ini, tetapi masih banyak terdapat disinformasi dan misinformasi di masyarakat yang berujung dengan kepanikan berlebihan dan penolakan dalam mengikuti rekomendasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaran pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap usaha pencegahan COVID-19 serta hubungan di antara variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 1096 dari seluruh Indonesia melalui kuesioner online yang disebarkan sejak 5 Februari 2020 hingga 22 Maret 2020. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p=0,000) dan pengetahuan dengan tindakan individu (p=0,000). Usaha pencegahan COVID-19 dipengaruhi pengetahuan masyarakat Indonesia. Pemberian pengetahuan yang spesifik, valid, dan tepat sasaran dapat meningkatkan perilaku usaha pencegahan masyarakat terhadap infeksi COVID-19. ABSTRACT COVID-19 had become a global health problem. WHO officially stated this disease a pandemic on March 11, 2020. Globally up to April 15, 2020, there were 1.991.275 confirmed cases in 205 countries and 2 international transportation, with 127.147 deaths. The magnitude of the COVID-19 incidence was accompanied by extensive information about the disease, but there were still a lot of disinformation and misinformation in the community which resulted in excessive panic and refusal to follow government recommendations. This study aimed to assess the description of knowledge Indonesia people about prevention efforts COVID-19 infection and the relationship between variables. This study used an observational analytic method with cross-sectional study design. There was a significant relationship between knowledge with attitudes (p = 0,000), and knowledge with actions individual (p = 0,000). COVID-19 prevention efforts were influenced by knowledge Indonesia people. Providing specific knowledge, valid, and on target was able improve the behavior of community prevention efforts about COVID-19 infection. Keywords: COVID-19, knowledge, attitude, action
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Ichsan, Chadori
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37888

Abstract

ABSTRAK Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan salah satu program dari agenda ke-5 Nawa Cita, dengan tujuan yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Menurut Aplikasi Keluarga Sehat per 3 Oktober 2018 jumlah keluarga yang telah dikunjungi oleh tim pelaksana PIS-PK sebanyak 17.651.605 keluarga atau hanya 26,80% dari jumlah keluarga di Indonesia. Hal tersebut masih jauh dari target cakupan kunjungan keluarga nasional yang menargetkan 100% cakupan kunjungan keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview). Informan dipilih secara purposive sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data disajikan melalui uraian singkat (narasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa kekurangan dalam hal input, proses, maupun output PIS-PK. Diantaranya persiapan yang kurang matang, kurangnya sarana prasarana, hingga pelaksanaan intervensi yang belum maksimal. Saran dari penelitian ini yaitu baik puskesmas ataupun diinas kesehatan setempat dapat melakukan persiapan dengan matang dan menyediakan sarana prasarana yang memadai sehingga baik pelaksanaan maupun pelaporan dapat berjalan dengan baik. ABSTRACT The Healthy Indonesia Program with the Family Approach (PIS-PK) is one of the programs from the 5th agenda of Nawa Cita, with the aim of improving the quality of life of Indonesian people. According to the Healthy Families Application as of 3 October 2018 the number of families visited by the PIS-PK implementing team was 17,651,605 families or only 26.80% of the number of families in Indonesia. This is still far from the target coverage of national family visits which target 100% coverage of family visits. This type of research is qualitative research. Data retrieval techniques using in-depth interviews (indepth interview). Informant is chosen purposive according to research needs. Data is presented through a brief description (narrative). The results showed that there were still some shortcomings in terms of PIS-PK inputs, processes and outputs. Among the less mature preparations, lack of infrastructure, to the implementation of interventions that have not been maximized. The advice of this research are that both puskesmas or local health offices can prepare properly and provide adequate infrastructure so that both implementation and reporting can run well.
Program Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Chomaerah, Siti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.37932

Abstract

ABSTRAK Penemuan kasus Tuberkulosis di Kota Semarang dari tahun 2016 sampai 2018 mengalami peningkatan. Keberhasilan pengobatan Kota Semarang selama 5 tahun terakhir belum mencapai target nasional (90%). Capaian terendah penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan TB yaitu Puskesmas Purwoyoso (9,65%) dan Puskesmas Karangmalang (5,31%). Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi pelaksanaan program P2TB di Puskesmas berdasarkan Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga November 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi Puskesmas Purwoyoso dan Puskesmas Karangmalang belum menyeluruh dan jumlah media komunikasi yang digunakan belum mencukupi. Jumlah kader TB terlatih di kedua wilayah Puskesmas masih terbatas. Pelaporan di kedua Puskesmas masih terhambat oleh provider. Peran serta masyarakat di kedua wilayah Puskesmas belum optimal. Simpulan penelitian adalah kegiatan penanggulangan tuberkulosis, sumber daya, sistem informasi, koordinasi, jejaring kerja dan kemitraan sudah dilaksanakan sesuai dengan pedoman pengendalian tuberkulosis tetapi peran serta masyarakat belum sesuai dengan pedoman. ABSTRACT The discovery of Tuberculosis cases in Semarang City from 2016 to 2018 has increased. The successful treatment of Semarang City for the past 5 years has not yet reached the national target (90%). The lowest achievement of case finding and the success of TB treatment were Puskesmas Purwoyoso (9.65%) and Puskesmas Karangmalang (5.31%). The purpose of study was to evaluate the implementation of the P2TB program at the Puskesmas based on Tuberculosis Control Guidelines 2016. The type of research was qualitative with descriptive methods. The study was conducted in September to November 2019. The results showed that the socialization of two Puskesmas was not comprehensive and total of communication media used was insufficient. Total of TB cadres trained is limited. Reporting in both Puskesmas still hampered by providers. Community participation in the two Puskesmas areas is not optimal. The conclusion of the research is tuberculosis prevention activities, resources, and information system, coordination, networking, and partnership implemented accordingly with tuberculosis control guidelines but community participation is not in accordance with guidelines. Keywords: Evaluation, P2TB Program, Puskesmas

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue