cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Penerapan Simulasi Evakuasi Kebakaran di Sekolah Luar Biasa Wijayanti, Aprilia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.37967

Abstract

ABSTRAK Diseluruh dunia hanya 20% penyandang disabilitas bisa menyelamatkan diri, dan di Indoneisa sendiri diperkirakan jumlah anak–anak disabilitas dari usia 2–17 tahun sebanyak 1.904.298 atau 2,52% dari total populasi usia 2-17 tahun.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap siswa SLB Negeri Semarang sebelum dan sesudah diberi simulasi evakuasi kebakaran.Jenis penelitian ini kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–postest. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari–Febuari di SLB Negeri Semarang. Teknik pengambilan sampling dengan Probability Samplingdan teknik sampel Disproportionate Startified Random Sampling. Populasi sebanyak 545 siswa dan sampel minimal 85 siswa dan penambahan 20% untuk drop out. Instrumen yang digunakan kuesioner pre tes-pos tes dengan analisi data menggunakan uji paired T tes dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa SDLB, SMPLB, SMALB A,B,C,D mengalami peningkatan signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberi simulasi evakuasi kebakaran. Tidak mengalami peningkatan signifikan antara pengetahuan dan sikap pada siswa SMPLB-B. ABSTRACT Around the world only 20% of people with disabilities can save themselves, and in Indonesia alone it is estimated that the number of children with disabilities from the age of 2-17 years is 1,904,298 or 2.52% of the total population aged 2-17 years. The purpose of this study is to find out increased knowledge and attitudes of Semarang State SLB students before and after being given a fire evacuation simulation. This type of research is quantitative pre-experimental with one group pretest-posttest design. This research was conducted in January-February in Semarang State SLB. Sampling technique with Probability Sampling and Disproportionate Startified Random Sampling technique. The population was 545 students and the sample was a minimum of 85 students and an additional 20% to drop out. The instrument used was a pre-test post-test questionnaire with data analysis using the paired T test and Wilcoxon. The results showed that SDLB, SMPLB, SMALB A, B, C, D students experienced a significant increase in knowledge and attitudes before and after being given a fire evacuation simulation. Did not experience a significant increase between knowledge and attitudes in SMPLB-B students.
Determinan Selisih Biaya Riil dan Tarif INA CBG’s pada Pasien Jantung Koroner Nisa, Bunga Ifatun; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.37998

Abstract

AbstrakJantung koroner adalah penyakit akibat gangguan fungsi jantung dimana otot jantung kekurangan suplai darah disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Kasus jantung di RSUD Tugurejo tahun 2019 sebanyak 339 pasien dan menghabiskan biaya INA CBGs sebanyak Rp. 2.386.990.000. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan biaya riil dengan tarif INA CBGs, dan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya riil. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari sampai Februari 2020. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method, dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 85 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpulan data dan pedoman wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis one sample t-test, dan uji anova. Hasil uji statistik (p=0,00) terdapat ketidaksesuaian antara total biaya riil dan tarif INA CBGs Faktor-faktor yang berpengaruh adalah usia, tingkat keparahan, kelas perawatan, lama hari rawat, dan jumlah prosedur. AbstractCoronary heart disease is a disease due to impaired heart function where the heart muscle lacks blood supply due to the narrowing of the coronary arteries. Heart cases in Tugurejo District Hospital in 2019 were 339 patients and cost the INA CBGs Rp. 2,386,990,000. The purpose of this study is to determine the difference in real costs with INA CBG rates, and the factors that affect real costs. This research was conducted from January to February 2020. This study was an mixed method, with a cross sectional approach. A sample of 85 patients. The instrument used was the data collection sheet and interview guidelines. Data were analyzed using descriptive analysis, one sample t-test analysis, and ANOVA test. Factors influencing were age, severity, care class, length of stay, and number of procedures. Statistical test results (p = 0.00) there is a mismatch between total real costs and INA CBG tariffs.
Keikutsertaan Masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Nasional Mandiri Darmayanti, Laila Dwi; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.38011

Abstract

Abstrak Cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional di Kelurahan Susukan pada awal tahun 2020 sebanyak 68,13%. Dibandingkan dengan desa lain diwilayah kerja Puskesmas Kalongan, Kelurahan Susukan memiliki cakupan kepesertaan JKN terkecil. Perlu adanya peningkatan cakupan pada jenis peserta JKN non PBI mandiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam JKN mandiri. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 104 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square dan uji fisher (α=0,05) dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (RP=4,8; 95% CI=2,1-10,7), tingkat pengetahuan (RP=1,6; 95% CI=1,1-2,2), pekerjaan (RP=1,8; 95% CI=1,2-2,7), tingkat pendapatan (RP=2,2; 95% CI=1,6-2,9), informasi (RP=2,6; 95% CI=1,5-4,5), dan dukungan sosial (RP=1,9; 95% CI=1,5-2,7) berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam JKN mandiri. Saran penelitian ini adalah untuk memperluas penyebaran informasi tentang program JKN. Melalui sosialisasi maupun media informasi lain yang tepat dan rutin. Abstract ` Coverage of membership in The National Health Insurance program in the Susukan Village in early January 2020 was 68,13%. Compared to other villages in the working area of Kalongan primary healthcare, The Susukan Village has the lowest coverage. There needs to be an increase in the coverage of independent JKN participants. The purpose of this study was to determine the factors associated with community participation in independent JKN. The research was unmatched cross sectional study. Samples were 104 peoples using purposive sampling technique. The instrument used was structured questionnaire. Data were analyzed with chi square test and fisher test using SPSS. Results showed that level of education (RP=4,8; 95% CI=2,1-10,7), knowledge level (RP=1,6; 95% CI=1,1-2,2), profession (RP=1,8; 95% CI=1,2-2,7), income level (RP=2,2; 95% CI=1,6-2,9), information (RP=2,6; 95% CI=1,5-4,5) and social support (RP=1,9; 95% CI=1,5-2,7) related to community participation in independent JKN. This research suggestion is to expand information dissemination. Trough socialization and other information precisely and regularly.
Dukungan dan Persepsi terhadap Perilaku Pencegahan Komplikasi Kehamilan Sriatmi, Ayun; Jati, Sutopo Patria; Budiyanti, Rani Tiyas
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.38056

Abstract

ABSTRAK Tidak semua ibu peserta Kelas Ibu Hamil (KIH) melakukan praktik pencegahan komplikasi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Ada kesenjangan persepsi dengan belum optimalnya praktik pencegahan komplikasi. Tujuan penelitian melihat pengaruh faktor dukungan dan persepsi terhadap perilaku pencegahan komplikasi peserta KIH. Merupakan studi kuantitatif berdesain cross-sectional. Populasi peserta KIH di Kota Semarang dengan sampel 120 orang. Pengumpulan data melalui wawancara, selanjutnya dianalisis secara parsial dan simultan dengan rank-spearman test dan regresi logistik berganda. Persepsi berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan praktik. Dukungan fasilitator berkorelasi dengan pengetahuan dan sikap, namun tidak dengan praktik. Dukungan keluarga/masyarakat hanya berkorelasi dengan praktik. Sikap secara simultan dipengaruhi dukungan fasilitator dan pengetahuan (OR=1,444 dan OR=1,226), sedangkan praktik dipengaruhi dukungan keluarga/masyarakat (OR=2,239), persepsi (OR=1,540) dan dukungan fasilitator (OR=0,692). Sikap bukan pembentuk langsung praktik, karena lebih ditentukan persepsi yang terbentuk dari keikutsertaan KIH dan dukungan fasilitator. Persepsi dan dukungan mempengaruhi perilaku pencegahan komplikasi kehamilan. Dukungan keluarga/masyarakat adalah faktor pengaruh dominan sekaligus faktor penguat. Melalui sosialisasi, pendampingan dan konseling dari tenaga kesehatan, serta penguatan dari keluarga/masyarakat dapat meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi kehamilan. ABSTRACT Not all mothers participating in Antenatal-Classes practiced the prevention of pregnancy complications according to the health worker’s advice. There was perception gap with the not yet optimal complication prevention practice. The study purpose was analysing the effect of supporting factors and perception to preventive behavior of complications. The quantitative study with cross-sectional design. Population was AC-participants in Semarang city with 120 samples. Data collected through interviews, analyzed partially and simultaneously with rank-spearman test and multiple logistic regression. Perception was related to knowledge, attitudes and practices. Facilitator support was correlated with knowledge and attitude. Family/community support only correlated with practices. Attitudes were simultaneously influenced by facilitator support and knowledge (OR=1.444 and OR=1.226), while practice was influenced by family/community support (OR=2.239), perception (OR=1.540) and facilitator support (OR=0.692). Practice was not directly caused by attitude, because it was determined more by perceptions that were formed from participation in AC and facilitator support. Perception and support influenced the complications preventive behavior. Family/community support were a dominant influencing and reinforcing factor. Through socialization, assistance and counseling from health workers and strengthening from family/community could improving the pregnancy complications preventive behavior. Keywords: Pregnancy complications, Health behavior, Antenatal Classes
Pemenuhan Gizi dari Penyelenggaraan Makan Siang Sekolah dan Konsentrasi Siswa Sekolah Dasar Palupi, Ika Ratna; Rachmawati, Vivi Nandya; Prawiningdyah, Yeni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.38344

Abstract

Penyelenggaraan makan siang di sekolah full-day diharapkan dapat menunjang kemampuan kognitif dan konsentrasi siswa yang menjalani kegiatan belajar-mengajar selama delapan jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan energi dan zat gizi dari penyelenggaraan makan siang di sekolah dan hubungannya dengan konsentrasi siswa sekolah dasar. Penelitian observasional (survei) dilakukan pada 210 siswa dari dua sekolah dasar swasta di Yogyakarta yang mengimplementasikan program makan siang di sekolah. Asupan energi dan zat gizi (protein, zat besi dan vitamin C) diukur menggunakan metode visual comstock selama 3 hari berturut-turut dan dibandingkan dengan sepertiga kebutuhan harian siswa. Konsentrasi siswa diproyeksikan dari subtes coding dalam tes Wechsler Intelligence Scale for Children-IV (WISC). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan Rank-Spearman. Sebagian besar (>80%) subjek memiliki pemenuhan yang kurang pada energi dan zat gizi dari makan siang di sekolah tetapi sekitar 63,3% subjek memperoleh skor konsentrasi yang baik. Penelitian ini mengindikasikan hubungan yang bermakna hanya pada pemenuhan vitamin C dari asupan makan siang di sekolah dengan konsentrasi siswa sekolah dasar (p<0,05; r= -0,169).
Pengetahuan dan Sikap Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana Banjir Hildayanto, Agung
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.38362

Abstract

ABSTRAK Negara Indonesia berlokasi di wilayah rentan terhadap berbagai bencana alam. Bencana banjir di Kota Semarang pada tahun 2017 sebanyak 36 kali dan pada tahun 2018 sebanyak 35 kali. Kelurahan Mangunharjo merupakan salah satu Kelurahan Tangguh Bencana yang dibuat oleh BPBD Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode obsevasional analitik yaitu studi cross sectional dengan teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Besar sampel penelitian yaitu 100 sampel, dengan proporsi 50 sampel masyarakat kelompok rentan dan 50 sampel masyarakat kelompok tidak rentan. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil menunjukan bahwa hasil penelitian diketahui bahwa jumlah masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan kesiapsiagaan baik sebanyak 37%, sedangkan jumlah masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan kesiapsiagaan kurang sebanyak 63%. Dan jumlah masyarakat yang memiliki sikap kesiapsiagaan baik sebanyak 48%, sedangkan jumlah masyarakat yang memiliki sikap kesiapsiagaan kurang sebanyak 52%. Saran dalam penelitian ini adalah masyarakat hendaknya mengikuti penyuluhan tentang penanggulangan bencana banjir yang diselenggarakan oleh BPBD guna meningkatkan pengetahuan tentang kesiapsiagaan terhadap bencana banjir. ABSTRACT The Indonesian state is located in vulnerable areas to various natural disasters. The flood disaster in Semarang in 2017 was 36 times and in 2018 as of 35 times. Mangunharjo Village is one of the Tangguh disaster villages created by BPBD Kota Semarang. The purpose of this research is to know the knowledge and attitude of public preparedness to the flood disaster in Mangunharjo village, Tugu District of Semarang. This type of research uses quantitative descriptive methods using analytical obsevational methods of cross sectional studies with data retrieval techniques such as interviews, observations, and documentation. Sampling techniques using purposive sampling. The instrument used is a questionnaire sheet. A large sample of research is 100 samples, with a proportion of 50 vulnerable group communities and 50 sample community groups are not vulnerable. Data analysis techniques using univariate analysis. The results showed that the research results are known that the number of people who have knowledge level of preparedness good as much as 37%, while the number of people who have a knowledge level of preparedness is less than as much as 63%. And the number of people who have a good preparedness as much as 48%, while the number of people who have a preparedness attitude less than as much as 52%. The advice in this study is that people should follow the counseling about flood disaster prevention organized by BPBD to improve knowledge about preparedness of flood disaster.
Kualitas Standar Pelayanan Minimal Kesehatan Ibu Hamil Marita, Iklia; Budiyono, Budiyono; Purnaweni, Hartuti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.38391

Abstract

Ancaman kematian maternal masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Kabupaten Brebes menempati urutan pertama angka kematian ibu di Jawa Tengah. Puskesmas sitanggal memiliki kasus kematian tertinggi di Kabupaten Brebes meskipun cakupan K4 nya (96,72%) sedangkan di Puskesmas Bandungsari cakupan K4 (88,82%) namun selama kurun waktu tiga tahun berturut-turun tidak ada kasus kematian ibu. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kualitas dan mengetahui faktor yang terkait standar pelayanan minimal kesehatan ibu hamil di Kabupaten Brebes. Meliputi aspek input, proses dan output. Penelitian menggunakan metode kualitatif menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Informan utama adalah 18 (delapan belas) bidan. Informan triangulasi adalah ibu hamil. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan analisis isi. Hasil menunjukkan aspek input pada pelayanan kesehatan ibu hamil yaitu sarana dan prasarana perlu dilengkapi. Proses pelayanan pemeriksaan kesehatan ibu hamil sesuai standar 10T masih belum sesuai standar yaitu pada pemeriksaan LILA dan temu wicara untuk pemeriksaan berat badan dan DJJ masih perlu dioptimalkan. Output dari pelayanan kesehatan ibu hamil belum memenuhi target. Kesimpulan penelitian yaitu kualitas standar pelayanan ibu hamil belum optimal sehingga perlu dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap standar pelayanan. Abstract The threat of maternal death has become a global health problem. Brebes Regency has ranked first in the maternal mortality rate in Central Java. Sitanggal Puskesmas has the highest maternal mortality with K4 coverage of 96.72% while Bandungsari Puskesmas has no cases of maternal death with K4 coverage of 88.82%. The study aimed to analyze aspects of input, process and output quality and minimum service standard factors in pregnant women in Brebes Regency. Research has used qualitative method with observation and in-depth interviews. Research informants are midwives and pregnant women. Data analysis has used content analysis. The results have shown the facilities and infrastructure of services need to be equipped. The process of examining pregnant women is in accordance with the 10T standard MUAC and counseling not yet conform to standar. Service output has not met the target. The conclusion of the study of the quality of service standards for pregnant women is not optimal, it needs monitoring and evaluation of service standards.
Randomized Control Trial: Musik Instrumental Langgam Jawa dan Dampaknya terhadap Kala I Fase Aktif Persalinan pada Primipara Sari, Lutfiana Puspita; Suryani, Emy; Ardhila, Irene Natalia Suci
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.38394

Abstract

Abstrak. Salah satu faktor yang menjadi penyebab komplikasi pada saat proses persalinan adalah lamanya kala I fase aktif persalinan. Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara melakukan relaksasi dengan mendengarkan musik. Tujuan penelitian menganalisis perbedaan lama kala I fase aktif persalinan pada kelompok yang diberikan intervensi musik instrumental langgam jawa dengan asuhan kebidanan rutin. Metode penelitian menggunakan Randomized Control Trial yaitu studi eksperimental yang menggunakan prosedur random untuk mengalokasi berbagai faktor penelitian kepada subjek penelitian sehingga hanya faktor peluang yang menempatkan subjek penelitian kedalam kelompok intervensi atau kontrol. Subjek penelitian 60 ibu bersalin primipara pada fase aktif persalinan di RSUD Kota Surakarta dari tanggal 2 Desember 2019 –27 Februari 2020 dengan teknik pengambilan sample menggunakan sample random sampling. Analisis data dengan uji Independent sample T-Test. Hasil penelitian: Ada perbedaan yang signifikan terhadap lama kala I fase aktif persalinan antara kelompok musik instrumental langgam jawa (mean=153) dengan asuhan kebidanan rutin (mean=208) dengan nilai p=0.002. Kesimpulan: Musik instrumental langgam jawa dapat memperpendek Kala I fase aktif pada ibu bersalin primipara Abstract. One factor that causes complications during labor is the length of time I active labor phase. Interventions conducted to overcome these problems doing relaxation by listening to music. The purpose of the study was to analyze the differences in the duration of the first phase of active labor in groups who were given instrumental musical intervention in Javanese style with routine midwifery care. The research method uses the Randomized Controlled Trials, which is an experimental study that uses random procedures to allocate various research factors to research subjects so that only chance factors place the research subject into an intervention or control group. The research subjects were 60 primiparous mothers in the active phase of childbirth at Surakarta’s Hospital from December 2, 2019 until February 27, 2020 with the sampling technique using by random sampling. Data analysis with Independent sample T-Test. Results: There was a significant difference in the length of time I active labor phase between the instrumental music group Javanese style (mean = 153) with routine obstetric care (mean = 208) with a value of p = 0.002. Conclusion: Javanese style of instrumental music can reduce period the first phase of the active phase of primiparous maternity mothers There is a significant difference in the length of time I active labor phase between the instrumental music group Javanese style (mean = 153) with routine obstetric care (mean = 208) with a value of p = 0.002. Conclusion: Javanese style of instrumental music can shorten the first phase of the active phase of primiparous maternity mothers There is a significant difference in the length of time I active labor phase between the instrumental music group Javanese style (mean = 153) with routine obstetric care (mean = 208) with a value of p = 0.002. Conclusion: Javanese style of instrumental music can shorten the first phase of the active phase of primiparous maternity mothers
Manajemen Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Ergonomi pada Dokter Gigi di Rumah Sakit Utami, Rizki Intan Wahyu; Susanto, Henry Setiawan; Setyaningsih, Yuliani
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.38733

Abstract

Abstrak Rumah sakit membutuhkan manajemen untuk melakukan pencegahan dan pengendalian bahaya pada tenaga kerja. Bahaya ergonomi sering dikeluhkan dokter gigi yang berkaitan dengan sikap kerja statis dalam waktu lama dan berulang. Manajemen perlu melakukan evaluasi untuk menjalankan pencegahan dan pengendalian bahaya ergonomi pada dokter gigi dengan optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi manajemen K3RS dalam pencegahan dan pengendalian bahaya ergonomi pada dokter gigi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan non eksperimental. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Informan penelitian berjumlah 15 informan. Analisa data dilakukan dengan metode analisis isi. Penelitian dilakukan bulan Oktober sampai Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan manajemen K3RS sudah memberlakukan kewaspadaan standar dan pemberian pelatihan K3RS namun masih secara umum pada dokter gigi. Kesimpulan penelitian ini didapatkan manajemen K3RS masih pada tahap pencegahan dan pengendalian bahaya secara umum sehingga belum melakukan upaya pencegahan dan pengendalian bahaya ergonomi khusus pada dokter gigi. Abstract Hospital need management to prevent and control hazards in the workforce. The danger of ergonomic is often complained by dentists who are associated with prolonged and repeated static work attitudes. Management need to do an evaluation to optimally run the prevention and control of ergonomic hazards in the dentist. This study aims to evaluate the implementation of management in the prevention and control of ergonomic hazards in dentist.The study uses qualitative methods with a non-experimental approach from October to December 2019. Data collection with in-depth interviews and observations with data validity testing using source triangulation of 15 informants. Data analysis was performed using the content analysis method.. The results showed that the management had enforced standard precautions and provided training but was still generally in the dentist. The conclusion of this study is that the management of occupational safety and health is still at the stage of preventing and controlling hazards in general so that it has not made efforts to prevent and control the specific ergonomic hazards of dentist.
Hipertensi dengan Katarak pada Peserta Skrining Gangguan Penglihatan Hasriani, Resti Dwi; Syahrizal, Syahrizal; Misti, Misti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.38745

Abstract

ABSTRAK Prevalensi katarak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 4% dengan proporsi 78% sebagai penyebab utama kebutaan pada penduduk usia diatas 50 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan katarak pada peserta skrining gangguan penglihatan dalam rangka upaya percepatan eliminasi kebutaan akibat katarak di Provinsi NTB Tahun 2017. Penelitian ini adalah studi cross-sectional menggunakan data sekunder formulir skrining gangguan penglihatan dan rekam medis operasi katarak dengan jumlah sampel 816 peserta skrining gangguan penglihatan dan operasi katarak yang dilaksanakan pada tahun 2017 di Provinsi NTB. Uji statistik analisis bivariat menggunakan chi square test dan analisis multivariat menggunakan cox regression. Analisis multivariat memperoleh asosiasi bermakna antara hipertensi dengan katarak (p=0,0001), adjusted PR 1,49 (95%CI:1,24-1,81). Responden dengan hipertensi lebih berisiko 1,49 kali terhadap katarak dibandingkan responden normotensi setelah dikontrol faktor jenis kelamin dan umur. Deteksi dini hipertensi dan skrining gangguan penglihatan penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko katarak. ABSTRACT Cataracts prevalence in Nusa Tenggara Barat ( NTB ) Province reaches 4% and contributing 78% of proportion as the main cause of blindness in people aged over 50 years. The aim of this study is to determined association between hypertension with cataract among participants of visual impairment screening in NTB province year 2017. The research design was a cross-sectional study using secondary data from visual impairment screening formulirs and medical records of cataract surgeries with total sample of 816 screening participants. The statistical test was using chi-square test and multivariate analysis using cox regression. This study obtained significant association between hypertension and cataract (p = 0.0001) and adjusted PR 1,49 (95%CI:1,24-1,81). Respondents with hypertension have 1.49 higher risk of cataract compared to respondents with normotension after controlled by gender and age factors. Early detection of hypertension and screening of visual impairment are important to increase public awareness in risk of cataract.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue