cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Penerapan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control pada Area Proses Produksi Noviyanti, Anggun
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.38752

Abstract

Abstrak PT. X Plant Cibitung sudah bersertifikasi ISO 45001:2018 dalam mengelola sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. PT. X Plant Cibitung dalam mengelola identifikasi bahaya menggunakan metode HIRARC. Penelitian ini dilakukan pada thaun 2020. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahu pelaksanaan penerapan HIRARC di bagian produksi spun pile. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian fenomenologi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bahwa terdapat 93 pengendalian HIRARC spun pile pada tahun 2020 menurut hasil wawancara, yang dikategorikan sesuai 67 (72,04 %) dan 26 (29,95 %) pengendalian yang dikategorikan tidak sesuai. Terdapat pengendalian administrasi, engineering, dan APD. Penerapan yang tidak sesuai yaitu penggunaan APD pada pekerja yang belum sepenuhnya disiplin dalam menggunakan APD setiap saat karena tidak nyaman saat menggunakannya, belum terdapat himbauan tertentu terkait K3 pada area proses produksi, dan belum adanya cover pada mesin cutting dan forming. Dokumen HIRARC tahun 2018, 2019, dan 2020 juga mengalami perkembangan setiap tahunnya. Dokumen HIRARC tahun 2020 sudah ada faktor lingkungan dalam menyusun HIRARC tidak hanya fokus kepada faktor keselamatan saja. Abstrack X Cibitung Plant is ISO 45001: 2018 certified in managing occupational safety and health management systems. PT. X Plant Cibitung in managing hazard identification using the HIRARC method. This research was conducted in 2020. The purpose of this research is to find out the implementation of HIRARC implementation in the spun pile production section. This type of research uses descriptive qualitative research design with phenomenology. Based on research that has been done, that there are 93 spun pile HIRARC controls in 2020 according to the results of the interviews, which are categorized according to 67 (72.04%) and 26 (29.95%) controls that are categorized as inappropriate. There are administrative, engineering and PPE controls. Inappropriate application is the use of PPE on workers who have not been fully disciplined in using PPE at any time because it is uncomfortable when using it, there are no specific appeals related to OSH in the production process area, and there is no cover on cutting and forming machines. HIRARC documents in 2018, 2019 and 2020 also experience developments every year. The HIRARC document of 2020 already has environmental factors in preparing the HIRARC not only to focus on safety.
Analisis Literasi Kartu Menuju Sehat terhadap Peningkatan Kualitas dan Mutu Kader Posyandu Agiwahyuanto, Faik; Ernawati, Dyah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.38811

Abstract

Posyandu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelanggraan pembangunan kesehatan. Peningkatan kualitas dan mutu kader Posyandu dalam pengisian riwayat kesehatan anak di buku Kartu Menuju Sehat (KMS) salah satunya dipengaruhi oleh literasi KMS. Dengan KMS gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih dini, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis literasi KMS terhadap peningkatan kualitas dan mutu kader Posyandu dalam pengisian riwayat kesehatan anak di buku KMS. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2020. Data diperoleh dengan wawancara Focus Groub Discussion (FGD) dan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Focus Groub Discussion (FGD) tentang literasi KMS dan penyuluhan dan penyampaian tentang Peningkatan Kualitas Kader Posyandu (Gasurkes Puskesmas Dempet) dalam Pengisian Riwayat Kesehatan di Buku KIA melalui Literasi KMS berjalan dengan lancar. Simpulan penelitian ini adalah dengan literasi KMS telah terjadi peningkatan kualitas dan mutu kader Posyandu dalam pengisian riwayat kesehatan anak di buku KMS.
Model Konstruksi Safety Grievance Mechanism di Sekolah Dasar pada Daerah Rawan Bencana Widowati, Evi; Koesyanto, Herry; Sugiharto, Sugiharto; Wahyuningsih, Anik Setyo; Harjanto, Eko
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.39005

Abstract

Banyak kecelakaan yang terjadi pada anak sehingga pendidikan keselamatan yang bertujuan untuk pembentukan sikap dan perilaku siswa agar mampu menjaga keselamatan diri dan orang lain menjadi sangat penting dilakukan. Pendidikan keselamatan anak dilakukan melalui berbagai cara, misalnya implementasi safety grievance mechanism di sekolah. Tujuan penelitian ini mengkontruksi model safety grievance mechanism di SDX sebagai salah satu upaya peningkatan implementasi pendidikan keselamatan anak. Rancangan penelitian menggunakan design Participatory Action Research (PAR) dengan menggunakan snowball sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 informan kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (google form) dan wawancara. Konstruksi konsep safety grievance mechanism di SD X diawali dengan penyusunan blueprint sebagai sebuah sistem safety baru di SDX, yang ditempuh melalui 5 tahapan konstruksi yaitu konstruksi tujuan, manfaat, skop, aktor dan prosedur. Kontruksi model safety grievance mechanism yang dihasilkan di SDX terdiri dari 6 tujuan utama, 2 manfaat utama, 7 skop kerja, 8 aktor utama, dan 2 prosedur utama. Saran yang diberikan yaitu melanjutkan pada tahap uji coba, implementasi konstruksi secara penuh dan monitoring evaluasi untuk continuous improvement.
Manajemen Bencana Gunung Merapi Berbasis Masyarakat Qoidah, Nurul; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.39351

Abstract

Abstrak Jumlah bencana alam di Yogyakarta dari 2010-2019 sebanyak 309 kejadian dimana bencana alam terbesarnya adalah letusan Gunung Merapi 2010 yang menyebabkan menyebabkan 1.705 jiwa luka-luka, 332 jiwa meninggal, 4.874 jiwa gangguan psikologis dan kerugiannya mencapai 7,3 triliun rupiah.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Destana sebagai upaya manajemen bencana berbasis masyarakat di Kawasan Rawan Bencana III yaitu Desa Glagaharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari informan utama yaitu Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman dan Kepala Desa Glagaharjo, serta informan pendukung yaitu perwakilan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist dan panduan wawancara. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa implementasi komponen Desa Tangguh Bencana di Desa Glagaharjo adalah sarana prasarana (AS=33.3%; ATS=66.7%), penyelamatan dan evakuasi (AS=100%), pengelolaan sistem informasi(AS=100%), regulasi (AS=100%), perencanaan (AS=100%), kelembagaan (AS=80%; ATS=20%), pendanaan (AS=100%), pengembangan kapasitas (AS=85.7%; ATS=14.3%) dan penyelenggaraan penanggulangan bencana (AS=50%; ATS=16.7%; TA=33.3%). Total rekapitulasi indikator-indikator Desa Tangguh Bencana (AS=80%; ATS=14.3%; TA=5.7%). Simpulan dari penelitian ini adalah Desa Glagaharjo sudah cukup tangguh dalam menghadapi bencana Gunung Merapi dimana 80% indikator Desa Tangguh Bencana telah terlaksana. Abstract The number of natural disasters in Yogyakarta over the period 2010-2019 was 309 times, with the biggest natural disaster was the eruption of Merapi in 2010 which caused 246 died, 410.388 were displaced and lost by IDR 7.3 trillion. The purpose of this study was to determine the implementation of Disaster Resilient Village program as a community based disaster management effort in Disaster Prone Areas III in Glagaharjo Village. The type of this research was descriptive study through a quantitative and qualitative approach. The subjects of this study consists of the principal informants, the section chief of the disaster mitigation in BPBD Sleman and the village head Glagaharjo, and the support informants among the community representative involved in the treatment of the disaster. The instruments used were checklist and interview guides. Data validity test used source triangulation techniques. Data were analized with data reduction, data presentation, and verification. The results indicated that the implementation of Disaster Resilient Village components in Glagaharjo Village were the infrastructure (AS=33.3%; ATS=66.7%), rescue and evacuation (AS=100%), information systems manajement (AS=100%), regulation (AS=100%), planning (AS=100%), institutional (AS=80%; ATS=20%), funding (AS=100%), capacity development (AS=85.7%; ATS=14.3%) and disaster management arrangements (AS=50%; ATS=16.7%; TA=33.3%). The total recapitulation of Disaster Resilient Village indicators are AS=80%; ATS=14.3%; TA=5.7%). The conclusion of this study that the village of Glagaharjo is resilient enough in the face of Merapi eruption, of which 80 % indicators of Disaster Resilient Village have been implemented.
Sistem Manajemen Kebakaran di Rumah Sakit Musyafak, Ali Mei Hadip
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.39387

Abstract

Rumah sakit jiwa merupakan rumah sakit khusus yang memberikan pelayanan kedokteran bagi pasien dengan gangguan jiwa. Salah satu jenis gangguang jiwa yaitu skizofrenia. Skizofrenia merupakan sekumpulan sindroma klinik yang ditandai dengan perubahan kognitif, emosi, persepsi, dan aspek lain dari perilaku. Gangguan dan perubahan pada pasien gangguan jiwa dapat menjadi potensi untuk melakukan tindakan yang memicu terjadinya kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran manajemen kebakaran di RSJD Dr. Amino Gudohutomo Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah peneilitan kombinasi (mix methode). Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua K3RS, Ketua Pokja MFK K3RS, Pegawain IPSRS, Komandan Keamanan. Hasil penelitian menunjukan dari 119 indikator pemenuhan manajemen kebakaran, indikator yang telah diterapkan adalah sebesar 66% (79 indikator), dan 34% (40 indikator) belum terpenuhi. Simpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pemenuhan manajemen kebakaran di RSJD Dr. Amino dalam kategori cukup. Saran yang diberikan yaitu membuat pembuatan prosedur evakuasi pasien gangguan jiwa; melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan alat proteksi minimal dua tahun sekali; memasang almari APAR dan TPM Psychiatric hospital is a special hospital that provides medical services to patients with impaired mental. One type of mental disorder is schizophrenia. Schizophrenia is a collection of clinical syndrome characterized by cognitive changes, emotions, perception, and other aspects of behavior. Disorders and changes in patients with mental disorders can be a potential to perform actions that trigger fires. The purpose of this research is to know the fire management Overview of the RSJD Dr. Amino Gudohutomo Province of Central Java. This type of research is mix methode. Research instruments using observation sheets, interview guides, and document study sheets. The informant in this study is chairman of K3RS, chairman of the group of MFK K3RS, Officer of IPSRS, security commander. The results showed from 119 indicators of fire management fulfillment, the indicators that have been applied are 66% (79 indicators), and 34% (40 indicators) have not been met. The conclusion in this study is the fulfillment level of fire management in RSJD of Dr. Amino in sufficient categories. The advice given is to make the procedure of evacuation of mental disorders patients; Conducting inspection and maintenance of protection equipment at least two years; Installing the APAR and TPM cupboards
Penerapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja Sa'Roni, Afif
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.39412

Abstract

Abstrak Bina Guna Kimia bergerak di bidang pertanian dalam bentuk formulasi pestisida. Hasil studi lapangan ditemukan bahwa perusahaan memiliki potensi bahaya besar, karena menyimpan bahan kimia sangat beracun dan reaktif melebihi nilai ambang kuantitas.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja berdasarkan Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, instrumen yang digunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berpedoman pada Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja. Data dianalisis menggunakan model miles dan huberman disajikan dalam teks bersifat naratif. Hasil penelitian didapatkan data bahwa PT. Bina Guna Kimia sudah menerapkan Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja. Penerapan baik penyediaan Petugas P3K, Fasilitas P3K berupa Ruang P3K, Kotak P3K dan Isi, Alat Evakuasi dan Alat Transportasi, Alat Pelindung Diri, serta fasilitas tambahan pada bahaya khusus berupa Emergency Shower dan Eye Wash. Abstract Bina Guna Kimia is engaged in agriculture in the form of pesticide formulations. Field study results found that the company has a great potential hazard because it stores highly reactive and toxic chemicals beyond the quantity threshold. The purpose of this study is to determine the application of first aid in workplace accidents based on Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008. The type of research used is descriptive research, the instruments used are observation sheets, interview sheets, and documentation. This research uses Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 as guidelines concerning first aid in workplace accidents. Datas were analyzed using the miles and huberman model and is presented in narrative text. The results of the study showed that PT. Bina Guna Kimia has implemented Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 concerning first aid in workplace accidents. Good application for the provision of First Aid Officer and First Aid Facilities in the form of First Aid Rooms, First Aid Boxes, and its Contents, Evacuation and Transportation Equipment, Personal Protective Equipment, and additional facilities for special hazards in the form of Emergency Shower and Eye Wash.
Pengetahuan Abatisasi dengan Perilaku Penggunaan Abate Ebnudesita, Faiza Rahma; Sulistiawati, Sulistiawati; Prasetyo, R. Heru
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.39447

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan global. Indonesia berada pada urutan kedua dengan kasus DBD tertinggi di dunia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan abatisasi dengan perilaku penggunaan abate di Desa Jatisari, Kabupaten Madiun. Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan studi potong lintang, dilaksanakan pada bulan Maret 2019 – Mei 2020 di Desa Jatisari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Populasi dan sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan metode total sampling, yakni seluruh ibu atau pengambil keputusan dalam rumah tangga dan berumur 20 hingga 65 tahun yang bersedia sebagai responden, didapatkan 60 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan diuji menggunakan Spearman. Mayoritas responden memiliki pengetahuan abatisasi yang rendah (46,7%) diikuti dengan perilaku penggunaan abate yang rendah (91,7%). Pengetahuan abatisasi tidak berhubungan signifikan dengan perilaku penggunaan abate, akan tetapi memiliki kecenderungan untuk berhubungan (p= 0,07). ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still a global health problem. Indonesia is the second largest position of DHF in the world. This study aimed to analyze the relationship between knowledge of abatization and abate usage behavior in Jatisari Village, Madiun Regency. This study was an observational analytic with cross-sectional design, was conducted in March 2019 - May 2020 in Jatisari Village, Madiun Regency, East Java. The population and sample in this study were selected using the total sampling method, including all mothers or decision makers in the household aged 20 to 65 willing years to be respondents, with 60 of them fulfilled the inclusion criteria. Data were collected through interviews using a questionnaire and processed by Spearman analysis. Majority of the respondents have a low abatization knowledge (46.7%) followed by low abate usage behavior (91.7%). The level of knowledge of abatization was not significantly related to abate usage behavior, but has a tendency to relate (p = 0.07).
Potensi Elektrik Mat Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) sebagai Upaya Pengendalian Vektor Nyamuk Nuryanti, Susi; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.39519

Abstract

ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes betina. Salah satu cara pengendalian DBD adalah dengan memutus rantai penularan menggunakan insektisida alami yaitu anti nyamuk elektrik mat ekstrak daun tembakau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi anti nyamuk alami elektrik mat ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental). Sampel pada penelitian ini adalah 30 orang yang bertempat tinggal di Desa Mento, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar observasi, kuesioner, thermometer/hygrometer, alat pemanas mat elektrik vaporizer. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pre-test dan post-test jumlah nyamuk hidup di dalam kamar pada pagi dan sore hari dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Penerimaan responden dalam kesukaan aroma 93,3%, kepraktisan penggunaan 96,7%, kerepotan dalam pembuatan 30%, kesukaan bahan 100%, dan ketersediaan bahan 96,7%. Simpulan dari penelitian ini adalah anti nyamuk elektrik mat ekstrak daun tembakau efektif dalam mngendalikan vektor nyamuk di dalam ruangan. Saran yang diajukan adalah agar masyarakat bisa menerapkan elektrik mat ekstrak daun tembakau sebagai insektisida alami untuk mengendalikan vektor nyamuk. ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is transmitted through female Aedes mosquito bites. One way to control DHF is to break the chain of transmission using natural insecticides, namely electrical mat anti-mosquito from tobaco leaf extracts. The purpose of this study was to determine the potential of mosquito vector control using electrical mat anti-mosquito from tobaco (Nicotiana tabacum L.) leaf extracts. This type of research is quasi experimental research. The sample in this research were 30 people who lived in Mento Village, Candiroto Sub-district, Temanggung Regency. This research was conducted in May 2020. This research uses observation sheet instruments, questionnaires, thermometer / hygrometer, electric mat vaporizer. Statistical analysis using Wilcoxon test. The results of this study indicate a difference in the pre-test and post-test of the number of mosquitoes living in the room in the morning and evening with a value of p = 0.001 (p <0.05). Respondents in the aroma preference 93.3%, practicality of use 96.7%, inconvenience in making 30%, 100% material preference, and 96.7% availability of ingredients. The conclusion of this study is that the electrical mat anti-mosquito from tobaco (Nicotiana tabacum L.) leaf extracts is effective in controlling mosquito vectors in the room. Suggestion is that people can apply electrical mat anti-mosquito from tobaco (Nicotiana tabacum L.) leaf extracts as a natural insecticide to control mosquito vectors.
Pilihan Manajemen Konflik terhadap Stres Kerja Aftikasari, Rizka Maulinda
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.39529

Abstract

Abstrak Studi pendahuluan terhadap 15 pekerja diketahui 66,7% pekerja mengalami stres kerja sedang dan 33,3% pekerja mengalami stres kerja berat. Konflik dapat menyebabkan stres, sehingga dibutuhkan manajemen konflik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh manajemen konflik integrasi, menurut, dominasi, menghindar, kompromi terhadap stres kerja. Jenis penelitian kuantitatif, metode observasional analitik, desain cross sectional. Penelitian dilakukan di PT. Nada Surya Tunggal Kabupaten Semarang pada bulan Mei-Juni 2020. Populasi 164 pekerja dengan besar sampel 70 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data secara univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan manajemen konflik integrasi (p=0,010) dan dominasi (p=0,006) berpengaruh sebagai faktor risiko stres kerja, manajemen konflik menurut (p=0,008) dan kompromi (p=0,015) berpengaruh sebagai faktor protektif stres kerja, sedangkan manajemen konflik menghindar (p=0,344) tidak berpengaruh terhadap stres kerja. Hasil uji multivariat menunjukkan manajemen konflik dominasi paling berpengaruh terhadap stres kerja (p=0,002). Simpulan penelitian yaitu manajemen konflik integrasi, menurut, dominasi, dan kompromi berpengaruh terhadap stres kerja, sedangkan manajemen konflik menghindar tidak berpengaruh terhadap stres kerja. Abstract A preliminary study of 15 workers found that 66,7% workers experienxed moderate work stress and 33,3% workers experienced severe work stress. Conflict can cause stress, so conflict management was needed. The purpose of this research was to determine the effect of integrating, obliging, dominating, avoiding, compromising conflict management toward work stress. The type of research was quantitative, analytic observational method, cross sectional design. This research was conducted at PT. Nada Surya Tunggal Semarang Regency on May-June 2020. The population were 164 workers with sample size 70 workers. The instrument used was questionnaire. Data analysis were univariate, bivariate, and multivariate. Bivariate analysis used chi square and multivariate analysis used logistic regression. The results showed integrating (p=0,010) and dominating conflict management (p=0,006) affect work stress as a risk factors, obliging (p=0,008) and compromising conflict management (p=0,015) affect work stress as a protective factors, while avoiding conflict management (p=0,344) did not affect work stress. Multivariate analysis showed that conflict management dominating was the most influential toward work stress (p=0,002). Conclusion of this research were integrating, obliging, dominating, and compromising conflict management affect work stress, while avoiding conflict management did not affect work stress.
Dermatitis Kontak pada Pekerja Pabrik Tahu Megantari, Gita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.39538

Abstract

Abstrak Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh Departemen Kesehatan tahun 2013 prevalensi nasional Dermatitis sebesar 6,78%. Di Jawa Tengah prevalensi Dermatitis sebesar 7,95%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kejadian Dermatitis kontak pada pekerja pabrik tahu X dan Y ditinjau dari aspek personal hygiene, suhu dan kelembaban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kejadian dermatitis kontak pada pekerja Pabrik Tahu X dan Y (p value 0,620), tidak terdapat perbedaan personal hygiene pada pekerja Pabrik Tahu X dan Y (p value 0,180), tidak terdapat perbedaan kelembaban udara pada Pabrik Tahu X dan Y (p value sebesar 0,309), dan terdapat perbedaan suhu udara pada Pabrik Tahu X dan Y (p value 0,000). Simpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan kejadian dermatitis kontak, personal hygiene dan kelembaban pada Pabrik Tahu X dan Y, serta terdapat perbedaan suhu pada pabrik Tahu X dan Y. Kata kunci: dermatitis kontak, personal hygiene, suhu dan kelembaban Abstract Based on Basic Health Research by the Ministry of Health in 2013 the national prevalence of dermatitis was 6.78%. In Central Java the prevalence of dermatitis is 7.95%. The purpose of this study was to determine the differences in the incidence of contact dermatitis in X and Y tofu factory workers in terms of personal hygiene, temperature and humidity aspects. This type of research is quantitative descriptive nature with cross sectional design. The results showed that there were no differences in the incidence of contact dermatitis in Tofu and X Factory workers (p value 0.620), there were no differences in personal hygiene in Tofu and X Factory workers (p value 0.180), there was no difference in air humidity in the Tofu Factory X and Y (p value of 0.309), and there are differences in air temperature at the Tofu Mill X and Y (p value 0,000). The conclusion of this study is that there is no difference in the incidence of contact dermatitis, personal hygiene and humidity at the Tofu X and Y Factories, and there is a difference in temperature at the Tofu X and Y factories.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue