cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Penerapan Risk Management pada Pekerjaan di Ketinggian Berdasar SNI ISO 31000: 2011 Safitri, Nunuk; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global dari 142 kematian akibat kecelakaan kerja, penyebab utamanya adalah jatuh dari ketinggian sebesar 45% (ILO, 2015). Menurut Kemenaker (2014), kecelakaan yang dialami pekerja konstruksi yaitu 31,9% dan 26% dari total kecelakaan karena jatuh dari ketinggian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan risk management pada pekerjaan di ketinggian berdasar SNI ISO 31000 di PT. Adhi Karya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel kerangka kerja manajemen risiko yaitu dari 49 komponen yang dibahas, sebanyak 45 komponen (91,8%) telah diterapkan dan 4 komponen (8,2%) belum di terapkan oleh PT. Adhi Karya. Pada variabel proses manajemen risiko dari 41 komponen yang dibahas, sebanyak 100% telah diterapkan. Berdasarkan penilaian risiko pada pekerjaan di ketinggian terdapat 17 potensi bahaya jatuh dari ketinggian. Simpulan dari penelitian ini yaitu PT. Adhi Karya belum sepenuhnya menerapkan komponen manajemen risiko pekerjaan di ketinggian sesuai SNI ISO 31000 serta masih terdapat ketidaksesuaian dalam upaya pengendalian prosedur kerja, teknik bekerja aman, alat pelindung diri, perangkat pelindung jatuh dan tenaga kerja. Kata kunci: Manajemen Risiko, Pekerjaan di Ketinggian Globally out of 142 deaths, the main cause because it falls from a height of 45% (ILO, 2015). According Kemenaker (2014), the accident that was suffered by the construction worker was 31.9% and 26% of total accidents due to fall from a height. The purpose was to find out the overview implementation of risk management in working at elevation based on SNI ISO 31000 in the PT. Adhi Karya. Type of this research was descriptive qualitative. The data source selected using purposive sampling technique with a number of informants 5 people. Data collection techniques such as interviews, observation and documentation.The results showed that variable risk management framework that consist of 49 components, there are 45 components (91.8%) that have been applied and the 4 components (8.2%) have not been applied by PT. Adhi Karya. Meanwhile for variable risk management processed that consist of 41 components (100%) have been applied. Based on the risk assessment there are 17 danger potential of falling from height. The conclusions is PT. Adhi Karya has not fully implemented the risk management component of the working at elevation according SNI ISO 31000 and still there is not compatibility in controlling work procedures, safe working techniques, personal protective equipment, falls protective device, and labor. Keywords: Risk Management, fall from a height
Penerapan Aspek Keselamatan Penerbangan di Bandara X pada Maskapai Y Situmorang, Untari Christa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerbangan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas umum lainnya. Penumpang pesawat udara pada tahun 2014 mencapai 72,6 juta, naik 5,6% dari tahun 2013 sebanyak 68,5 juta penumpang. Di Bandara Y mencatat jumlah penumpang tertinggi dari beberpa Bandara sebanyak 186.400 penumpang. Namun kecelakaan angkutan udara masih saja terjadi dan dipengaruhi oleh: faktor manusia, faktor teknik, dan cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan aspek keselamatan perkretaapian pada Maskapai X di Bandara Y. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian evaluatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 91 poin aspek keselamatan penerbangan yang terdiri dari SDM, sarana prasarana, SOP, lingkungan, sebanyak 87 (96%) poin sesuai dengan standar, 4 poin (4%) tidak sesuai dengan standar. Simpulan bahwa gambaran penerapan aspek keselamatan penerbangan pada Maskapai Y di X yaitu: dari 91 poin aspek keselamatan penerbangan sebanyak 87 (96%) poin sesuai dengan standar, 4 poin (4%) tidak sesuai dengan dengan standar. Kata kunci: Transportasi, Keselamatan, Penerbangan Flight is an integrated system consisting of the use of airspace, airport, air transport, air navigation, safety and security, environment, as other public facilities. Air passengers in 2014 reached 72.6 million, up 5.6% from the year 2013 many as 68.5 million passengers. In Airport Y recorded the highest of passengers from many as 186.400 passengers. But air transport accident still happen and is influenced by: human factors, technical factors, and the weather. The purpose of this study is to describe the application of safety aspects in X Airline at the Y. The type and design in this research used evaluative research. The results of this study showed that of the 91 points aspects of safety flight consisting of human resources, infrastructure, SOP, environment, as many as 87 (96%) points according to standard , 4 (4%) points did not conform to standard. That the description of the application of aviation safety aspects in Y Airlines at X Airport are: 91 points from safety aspects of flying as many as 87 (96%) according to the standard points, 4 points (4%) does not comply with the standards. Keywords: Aviation, Safety, Transportation
Faktor yang Mempengaruhi Praktik Mucikari dalam Mendukung Penggunaan Kondom 100% di Lokalisasi Petamanan Banyuputih Atika, Maelani Dewi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian kondom dinilai cukup menekan penularan HIV-AIDS. Salah satu aktor yang berperan penting terhadap penggunaan kondom pada WPS adalah dukungan mucikari. Hasil wawancara kepada pengelola lokalisasi adalah program penggunaan kondom 100% masih sulit diterapkan meskipun sudah ada himbauan dari petugas kesehatan padahal sudah 70% WPS menderita IMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi praktik mucikari dalam mendukung penggunaan kondom 100% di Lokalisasi Petamanan Banyuputih Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 53 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh maka semua anggota populasi dijadikan sampel yaitu 53 responden. Variabel dalam penellitian ini meliputi variabel bebas yaitu sikap mucikari dan norma subjektif, variabel antara yaitu niat mucikari, dan variabel terikat yaitu praktik dukungan mucikari. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Sedangkan instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian ini adalah sikap mucikari (p=0,024) dan norma subjektif p=(0,031) memiliki pengaruh terhadap niat mucikari, sedangkan niat mucikari (p=0,01) berpengaruh dengan praktik mucikari dalam mendukung penggunaan kondom 100%. Saran dalam penelitian ini adalah responden diharapkan berpartisipasi dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui dukungan program penggunaan kondom 100%. Kata Kunci: praktik, kondom, mucikari The use of condoms is considered quite suppress the spread of HIV/AIDS even though the results are not comparable with the number of the cases. One of the actors who play an important role against the use of condoms in Female Sex Worker (FSW) is the pimps’ support. An interview with managers of the localization shows that 100% condom use program is still difficult to be applied in spite of the call of health workers when 70% WPS has been suffering from Sexually Transmitted Infection (STIs). The purpose of this study is determining the factors that affect the practice of pimps in support of 100% condom use in Petamanan Banyuputih Localization of Batang Regency. This research used cross sectional approach, with a sample of 53 respondens and sampling techniques using saturated sampling. The independent variables are pimps’ behavior and subjective norms, moderator variabel which is pimps’ intention, and dependent variable is the pracitice of pimps’ motivation. The data analysis used univariate and bivariate with chi-square test. The result of this research showed that the attitude of pimps (p = 0.024) and the subjective norm p = (0.02) had an influence on the pimps’ intention while the motivation given by health care workers (p = 0.000) and motivation given by the pimps’ companions (p = 1.000) did not affect the pimps’ intention. Whereas the pimps’ intention (p = 0.01) affected pimps practice in support of 100% condom use. Keywords: practice, condom, pimp’s
Penerapan Near Miss Card sebagai Upaya Penurunan Angka Kecelakaan Kerja Risma, Jefy; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data kecelakaan kerja PT “X” Demak periode 2013-2016 (Januari-September) terdapat 10 kasus kecelakaan kerja, dengan 9 kasus terjadi di departemen produksi dan 1 kasus terjadi di departemen nonproduksi. Berdasarkan data laporan near miss PT “X” Demak periode 2013-2016 (Januari-September) terdapat 1.804 laporan near miss, dengan 1.742 (96,56%) near miss terjadi di departemen produksi dan 62 (3,44%) near miss terjadi di departemen non produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penerapan near miss card yang digunakan sebagai salah satu upaya penurunan angka kecelakaan kerja di departemen produksi PT “X” Demak. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara dengan 11 informan, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan near miss card dari 5 komponen, mengidentifikasi 83,33% sesuai dan 16,67% tidak terpenuhi; melaporkan 71,43% sesuai dan 28,57 tidak sesuai; menyelidiki 75% sesuai dan 25% tidak terpenuhi; intervensi 60% sesuai dan 40% tidak terpenuhi; meninjau ulang 100% sesuai. Secara keseluruhan dari 5 komponen sebanyak 76,92% sesuai dengan standar, 7,69% tidak sesuai dengan standar, dan 15,39% tidak terpenuhi oleh PT “X” Demak. Kata Kunci: Near miss card, Kecelakaan kerja Based on data from PT "X" Demak 2013-2016 period (January to September) there were 10 cases of occupational accidents, with 9 cases occurred in the production department and one case in non-production. There were 1,804 reported near misses, with 1,742 (96.56%) near miss occurred in the production department and 62 (3.44%) near misses in non-production. This study aimed to overview the implementation of near miss card as an effort to reduce the number of accident in production department PT “X” Demak. This research used qualitative descriptive method and used observations, interviews with 11 informants, and documentation to collect data. Test validity of the data used source and technique triangulation. The result indicated implementation of near miss card from 5 components, identify 83,33% were fulfilled based and 16,67% were not fulfilled; report 71,43 were fulfilled based and 28,57 fulfilled but not based; investigate 75% were fulfilled based and 25% were not fulfilled; intervene 60% were fulfilled based and 40% were not fulfilled; review 100% were fulfilled based. A total 76,92% were fulfilled based on the standard, 7,69% were fulfilled but not based on the standard, and 15,39% were not fulfilled by PT “X” Demak. Keywords: Near miss card, Accident
Partisipasi Pasangan Pernikahan Dini terhadap Program Keluarga Berencana Tati, Susi Dwi Maret; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini di Kabupaten Rembang mencapai 1183 kasus. Tingginya angka perkawinan anak menimbulkan berbagai masalah kesehatan diantaranya ibu yang berusia dibawah 18 tahun yaitu memiliki 35% hingga 55% risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana partisipasi pasangan pernikahan dini dalam program keluarga berencana. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasangan pernikahan dini terkait KB masih kurang dimana hal ini ditunjukkan 2 dari pasangan pernikahan dini hanya mampu menyebutkan kepanjangan dari istilah KB bukan isi dari program KB, pasangan pernikahan dini pernah ikut dalam program KB. Simpulan dari penelitian ini adalah kurangnya edukasi terkait KB menyebabkan rendahnya partisipasi terhadap program KB, sikap pengambilan keputusan untuk ikut serta dalam program KB dikarenakan pada pengalaman masa lampau. Kata Kunci: KB, Pernikahan Dini Early marriage in Rembang reached 1183 cases. The high rate of child marriage raises any health problems among women under the age of 18 who have a 35% to 55% higher risk of delivering babies with low birth weight . This study aims to describe how early marriage partner participation in KB programs. The study used a qualitative method with purposive sampling technique. Techniques owith depth interviews using interview guide. The results showed that early marriage partner knowledge of the KB is still less where it is shown second from early marriage know name only of the term KB not the contents of KB program, a couple of early marriage ever participated in the program. The conclusion is the low of education related to KB leads to low participation to family planning, the decision to participate in the program because past experience. Keywords: KB, couple early marriage
Kebisingan terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja Logam Bagian Produksi Laziardy, Mayola
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja yang mempunyai kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dapat menimbulkan gangguan kesehatan pekerja seperti auditorial (daya dengar pekerja menurun) serta dampak non-auditorial berupa kelelahan pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kebisingan terhadap kelelahan kerja pada pekerja sentra kerajinan logam bagian produksi Cepogo Boyolali. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah pekerja bagian produksi berjumlah 256 pekerja dengan sampel berjumlah 72 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah KAUPK2. Analisis data dilakukan secara bivariat (uji chi square dengan α=0,05), dan multivariat (analisis regresi logistik dengan α=0,05). Hasil penelitian ini yaitu adanya pengaruh kebisingan (p=0,001 dengan nilai koefisien 2,481) terhadap kelelahan kerja. Pengaruh kebisingan terhadap kelelahan kerja sebesar 14,1%. Sehingga nilai kebisingan exp (B = 11,447) artinya apabila ada kenaikan kebisingan sebesar 1 dBA maka akan meningkatkan kelelahan kerja sebesar 11,447 kali lebih tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara kebisingan dengan kelelahan kerja pada pekerja logam bagian produksi. Kata kunci: Kebisingan, Kelelahan, Industri Logam The working environment has noise exceeds of Threshold Limit Value may cause health problems of workers. It’s auditory effects (the power of worker auditory function decreased) and non-auditory effects such as worker fatigue. The purpose of this research is to know the influence of noise environment the fatigue of work on metal handicraft workers part of the production Cepogo Boyolali. This research uses the approach of cross sectional. The population was part of the production workers totalled 256 workers with sample amounted to 72 workers. The instrument used was a KAUPK2. The data analysis bivariat (chi square test with α=0.05), and multivariate (logistic regression analysis with α=0.05). Results of the research there is the influence of noise (p=0.001 with the value of the coefficient of 2.481) against fatigue. Impact of noise of 14,1%. So the noise value of exp (B) = 11.447) means that when there is an increase in amount of 1 dBA noise then it will increase the fatigue of work of 11.447 times higher. Because of that, we can concluse that there is influence between noise with fatigue of workers in metal worker production departement. Keywords: Noise, Fatigue, Metal Industry
Implementasi Safety Punishment System untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Prasetyo, Arif Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja PT. Purinusa Ekapersada mengalami penurunan sebesar 11% (2014-2015). Sesuai dengan UU No.13 Tahun 2003 pasal 86 perlindungan keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Program Safety Punishment System merupakan usaha meminimalisir kecelakaan kerja sehingga produktivitas kerja meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran program Safety Punishment System sebagai upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah survei kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran kondisi sebenarnya program Safety Punishment System di lapangan. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan program Safety Punishment System masih memiliki kekurangan pada masing-masing tahapan yaitu tahap pelaksanaan belum ada pelatihan khusus terkait program, program sudah terintegrasi dengan peraturan namun terdapat poin-poin yang kurang jelas, kurangnya personil pada pengawasan, penegakan yang kurang tegas dan belum adanya evaluasi program. Hal tersebut mengakibatkan program tidak maksimal, angka kecelakaan tinggi dan produktivitas kerja karyawan menurun. Simpulan penelitian ini adalah program Safety Punishment System belum mampu meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Kata Kunci: Safety Punishment System, Absenteism, Produktivitas Kerja PT. Purinusa Ekapersada Productivity is decreased by 11% (2014-2015). According Law No.13 2003 Article 86 that in order to protect the safety of workers and to realize optimal productivity,a company need occupational safety and health program. Safety Punishment System Program is an effort to minimize accidents and Absenteism to increase productivity. The purpose of this study is to describe the Safety Punishment System program as an effort to increase the productivity of employees.The research is a qualitative survey with descriptive approach is to give a picture of the actual conditions of Safety Punishment System program in the company. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. Validity data checking with triangulation techniques.The results of this study indicate that the application of Safety Punishment System program still has flaws in each of the phases, namely: There has been no specific training, there are points that are less obvious with the rules, less supervisor, enforcement less assertive and no evaluation program. This resulted not optimal program, accidents is still high, decreasing productivity. Conclusion of this research is Safety Punishment System Program organized yet able to increase productivity. Keywords: Safety Punishment System, Productivit
Analisis Kinerja Petugas Pelayanan Rawat Jalan Puskesmas Ngesrep dengan Metode Balanced Scorecard Triyanto, Donna Ayuk; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian Kinerja Puskesmas Ngesrep berada dalam kategori III dengan total poin sebesar 8.957. Berdasarkan data ketenagakerjaan dan Rencana Tingkat Puskesmas Tahun 2015 terdapat karyawan berjumlah 39 orang. Menurut data terdapat kekurangan tenaga karyawan sebanyak 10 orang yang membuat beberapa petugas harus merangkap pekerjaan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Petugas Pelayanan Puskesmas Ngesrep dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Instrumen penelitian adalah panduan wawancara, lembar observasi dan klarifikasi, dimana ada 5 informan utama dan 6 informan triangulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu dari empat (4) indikator kinerja berdasarkan Balanced Scorecard, 3 diantaranya belum berjalan secara maksimal sehingga berpengaruh terhadap kinerja petugas rawat jalan. Indikator tersebut adalah perspektif pelanggan (14 indikator, 9 sudah dilaksanakan), perspektif proses bisnis internal (95 indikator, 84 sudah dilaksanakan) dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran (11 indikator, 7 sudah dilaksanakan). Simpulan dari penelitian ini yaitu kinerja petugas pelayanan rawat jalan Puskesmas Ngesrep dengan metode Balanced Scorecard belum terlaksana dengan maksimal. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Kinerja, Petugas Rawat Jalan Performance Assessment of Puskesmas Ngesrep was in category 3 with a total of 8957 points. Based on employment were employees amounted to 39 people. According to the data there is a shortage of staff of about 10 people who make some officers had to play another job. This study aims to determine the performance of outpatient services officers’ performance in Puskesmas Ngesrep using the Balanced Scorecard. This was a qualitative research. The research instruments were interview guides, clarification and observation sheets, where there were 5 main informan and 6 informan triangulation. Of the four (4) performance indicators of the Balanced Scorecard, three (3) indicators that has not run optimally so that it affects the performance of officers outpatient. The results of the research from indicator of customer perspective (14 indicators, 9 have been implemented), internal business process perspective (95 indicators, 84 have been implemented) and learning and growth perspective (11 indicators, 7 have been implemented). The conclusion is the performance of outpatient services Puskesmas Ngesrep using Balanced Scorecard had not been done well yet. Keywords: Balanced Scorecard, performance, outpatient officers
Potensi Bahaya Pekerja Ground Handling Divisi Ramp Handling dan Ground Support Equipment Rizkiana, Nurrakhmi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri penerbangan termasuk dalam industri yang berisiko tinggi. Apabila tidak dikelola dengan baik, bahaya di tempat kerja akan menimbulkan risiko kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi bahaya secara umum pada pekerja sisi darat pesawat udara (ground handling) divisi ramp handling dan ground support equipment Bandara Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, mendeskripsikan permasalahan yang ditemukan berupa potensi bahaya beserta penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya yang terdapat di ground handling divisi ramp handling dan GSE meliputi terlindas trolley, terbentur badan pesawat, terjatuh dari bagasi pesawat, terpapar kebisingan, panas, debu, tidak memakai memakai alat pelindung telinga, tidak ada safety sign di area kerja. Risiko yang terdapat di ground handling divisi ramp handling dan GSE termasuk dalam kategori low risk dengan jumlah 9 risiko, moderate risk dengan jumlah 2 risiko dan high risk dengan jumlah 7 risiko. Simpulan dari penelitian ini yaitu di Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada bagian ground handling tidak ditemukan adanya risiko ekstrim. Kata Kunci: Potensi Bahaya, penilaian Risiko Aviation industry is a high-risk industry. Without a good management, occupational hazards will cause a workplace accident risk. The purpose of this research is to determine the potential hazards among workers ground handling in division ramp handling and ground support equipment in Ahmad Yani Airport Semarang.This researcher used a descriptive qualitative method in which the researcher described some problems in the form of hazard potential and risk assessment.The result of the research shows that some hazard potentials in the ground handling are: getting run over by a trolley, rammed a fuselage, fall from the baggage, getting exposed to the noisiness, heat, and the dust, no ear plug, and no safety sign in the workplace. There are 9 risks in low risk category, 2 risk in moderate risk category, and 7 risks in high risk category.The conclusions of this research in Ahmad Yani Airport Semarang in particular ground handling, there was no extreme risk. Keywords: Potential hazard, risk assessment
Faktor Risiko Kejadian Autisme Pangestu, Ningrum; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan suatu kelainan perkembangan otak dengan ciri berupa hambatan interaksi sosial baik verbal maupun non-verbal. Data dari BP-DIKSUS menunjukkan Kota Semarang mempunyai jumlah siswa autisme tertinggi ketiga di Jawa Tengah, 44 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian autisme di Kota Semarang. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus-kontrol. Sampel berjumlah 90 orang dengan 45 kasus dan 45 kontrol yang diambil dengan cara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat asfiksia (p=0,000), usia ibu (p=0,006), usia ayah (p=0,021), riwayat penggunaan obat antidepresan (p=0,006), riwayat stres ibu hamil (p=0,003), jumlah kehamilan (p=0,033), jenis kelamin anak (p=0,030), riwayat pemberian MP-ASI pada anak sebelum usia 6 bulan (p=0,003), riwayat pendarahan maternal (p=0,020) dan riwayat infeksi ibu hamil (p=0,006) berhubungan dengan autisme. Sedangkan berat lahir, metode persalinan, riwayat paparan asap rokok pada ibu hamil dan ras ibu tidak berhubungan dengan autisme (p>0,05). Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian autisme di Kota Semarang pada tahun 2016 yaitu mempunyai riwayat asfiksia, usia ibu >30 tahun, usia ayah >35 tahun, pernah menggunakan obat antidepresan, mengalami stres tinggi saat hamil, kehamilan kedua/seterusnya, anak berjenis kelamin laki-laki, diberi MP-ASI sebelum usia 6 bulan, mengalami pendarahan maternal dan mengalami infeksi saat hamil. Kata Kunci: Autisme, faktor risiko Autism is neurodevelopmental disorder characterized by impaired social interaction. Data from BP-DIKSUS shows that number of autism students in Semarang in 2016 is third highest in Central Java, 44 childs. The purpose of this research is to analyze risk factors of autism in Semarang. Type of this research is analitical survey with case-control design. Total sampels are 90 peoples with 45 case and 45 control which taken by purposive random sampling metodh. The result show that history of asphyxia (p=0,000), mother’s age at delivery (p=0,006), father’s age at delivery (p=0,021), history of antidepressant use (p=0,006), history of maternal stress (p=0,003), number of pregnancy (p=0,033), child’s sex (p=0,030), history of infant food giving before 6 months (p=0,003), history of maternal bleeding (p=0,020) and history of maternal infection (p=0,006) had associated with autism. But birth weight, mode of delivery, history of maternal smoke exposure and mother’s race are not associated with autism (p>0,05). It can be concluded that risk factors of autism in Semarang are asphyxia, mother’s age at delivery >30 years old, father’s age at delivery >35 years old, used antidepressant, high maternal stress, second or more pregnancy, male, given infant food before 6 months, maternal bleeding and infection. Keywords: Autism, risk factors

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue