cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Penerapan Peraturan dan Prosedur K3 PT Delta Dunia Sandang Tekstil Rachim, Muhammad Satria Adi; Wahyuningsih, Anik Setyo; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang jelas tidak dikehendaki dan sering menimbulkan korban jiwa dalam suatu proses kerja industri. Pada penelitian ini bertujuan menganalisis peraturan dan prosedur K3 dalam Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai upaya penurunan unsafe action pekerja di PT Delta Dunia Sandang Tekstil. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, informan utama penelitian ini dari P2K3 dan pekerja PT Delta Dunia Sandang Tekstil. Informan triangulasinya adalah manajemen PT Delta Dunia Sandang Tekstil dengan menggunakan teknik snowball. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Peraturan dan Prosedur K3 PT Delta Dunia Sandang Tekstil belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.50 tahun 2012 tentang peran manajemen dan pekerja sebagai pelaksana dalam penerapan standar operasional prosedur. Standar Operasional Prosedur (SOP) juga masih terdapat beberapa kendala dalam penyusunannya. Komponen komunikasi yang belum jelas dan konsisten, masih ada keterlibatan pekerja dan perlu adanya peningkatan komunikasi antar manajemen dengan pekerja. Dapat disimpulkan penerapan peraturan dan prosedur K3 dipengaruhi oleh komunikasi, komitmen top management, dan keterlibatan pekerja. Kata kunci: Prosedur K3, SOP, Komitmen Manajemen A work accident was an unwanted situation and often caused victims in industrial work process. The purpose of this research was to analyze K3 regulation and procedure in the application of Standard Operating Procedure (SOP) as means to decrease worker’s unsafe action in PT Delta Dunia Sandang Tekstil. It was a qualitative research, the main informants of this research were the organization and the workers of PT Delta Dunia Sandang Tekstil. The triangulation informant was the management of PT Delta Dunia Sandang Tekstil using snowball technique. The results showed that the application of rules and procedures of K3 PT Delta Dunia Sandang Tekstil is not in accordance with government regulations No.50 in 2012 on the role of management and workers as in the application of standard operating procedure. Standard operating procedure is still there are several obstacles in the preparation of it.Unclear and inconsistent component of the communication, there was still worker involvement and the communication between the management and the workers should be increased. It could be concluded that in K3 regulation and procedural applications was influenced by the communication, top management commitment, and worker involvement. Keywords: K3 Procedure, SOP, Management Commitment
Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Rosdiana, Ayu Imade; Raharjo, Bambang Budi; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2014 BPJS Kesehatan telah menerapkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan sistem pelayanan kesehatan untuk mengelola penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus tipe 2. Puskesmas Halmahera sudah melaksanakan prolanis selama 2 tahun serta memiliki 1828 pengunjung untuk penyakit hipertensi dan 1091 pengunjung untuk penyakit Diabetes Melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Halmahera Kota Semarang Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan wawancara mendalam kepada empat narasumber utama dan tiga narasumber triangulasi yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prolanis di Puskesmas Halmahera belum mencapai indikator 75%. Komunikasi belum berjalan dengan baik, sumber daya yang masih kurang berupa tempat dan dana, disposisi terhadap prolanis cenderung positif, dan belum terdapat SOP yang dibukukan. Kata kunci: Implementasi, Prolanis, Pusat Layanan Kesehatan Utama Since 2014 BPJS health insurence has implemented the Chronic Disease Management Program (Prolanis) which is a health care system to manage hypertension and diabetes mellitus type 2. Halmahera health care centre has been carrying out Prolanis for 2 years and it had 1828 patients for hypertension and 1091 patients for diabetes mellitus type 2. This research aimed to find out how the implementation of chronic disease management program at Halmahera public health centre Semarang city 2017. This type of research was qualitative descriptive. Data were collected by deep interviews to 4 main speakers and 3 triangulated speakers with purposive sampling technique. Data analysis used was reduction data, presentation data, and cloncusion then presented in the form of description. The result showed that the implementation of prolanis in Halmahera health care centre had not reached indicator 75%. communication had not run well, resource are still lack which are place and fund, Disposition to prolanis tend to positive, and there was not SOP recorded. The suggestion of this research is to communicate effectively, add the resources, to make SOP written so that the implementation of Prolanis can reach the indicators. Keywords: Implementation, Prolanis, Primary Health Care Centers
Profil dan Determinan Pola Pangan Harapan pada Keluarga Petani di Wilayah Tertinggal Pangesti, Fitria Retno
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah skor PPH (Pola Pangan Harapan) pada keluarga petani di Desa Jombor hanya mencapai 70,4 dari skor ideal 100, yang berarti belum tercipta keragaman dan keseimbangan konsumsi pangan masyarakat walaupun ketersediaan pangan memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil dan determinan PPH pada keluarga petani di Desa Jombor. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan desain cross sectional yang melibatkan 52 sampel. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan kualitas konsumsi keluarga petani masih rendah dengan skor PPH sebesar 82,6. Nilai p value jumlah anggota keluarga (p=0,002), pendidikan ibu (p=1,000), pendapatan per kapita (p=0,003), pengeluaran pangan keluarga (p=0,002), bantuan sosial (p=0,111), status kepemilikan lahan pertanian (p=0,001), ketersediaan energi per kapita (p=0,239), ketersediaan pangan dari pemanfaatan lahan pekarangan (p=0,282), pantangan makan (p=0,724), preferensi makan (p=0,500), pengetahuan gizi ibu (p=0,013) dan diet khusus (p=0,675). Simpulan penelitian ini adalah skor PPH pada keluarga petani di Desa Jombor sebesar 82,6, faktor yang berhubungan dengan skor PPH yaitu jumlah anggota keluarga, pendapatan per kapita, pengeluaran pangan keluarga, status kepemilikan lahan pertanian dan pengetahuan gizi ibu, sedangkan yang tidak berhubungan yaitu pendidikan ibu, bantuan sosial, ketersediaan energi per kapita, ketersediaan pangan dari pemanfatan lahan pekarangan, pantangan makan, preferensi makan dan diet khusus. Kata Kunci: Pola Pangan Harapan, Keluarga, Petani ABSTRACT Background of this research was DDP (Desirable Dietary Pattern) score only reached 70,4 from ideal score of 100, it meaned that diversity and stability of food comsuption not yet created although food availibility was adequate. Objective of this research was to know the profile and determinants of DDP on farmer households in this village. The type of this research was observational analytic, with cross sectional design, involved 52 samples. Data analysis used chi square statistical test. Result of this research showed that consumption quality of farmer household had been low with DDP score was 82,6. P value of amount of family member (p=0,002), mother education (p=1,000), income per capita (p=0,003), family food expenditure (p=0,002), social aid (p=0,111), farm ownership status (p=0,001), energy availability per capita (p=0,239), food availability from yard land using (p=0,282), eating restrictions (p=0,724), eating preferences (p=0,500, mother nutritional knowledge (p=0,013) and specific diet (p=0,675). Based on result of this research, can be conclused that DDP score on farmer household in Jombor Village was 82,6. The factors which had relation with DDP score were amount of family member, income per capita, family food expenditure, farm ownership status, mother nutritional knowledge, while The factors which had not relation with DDP score were mother education, social aid, energy availability per capita, food availability from yard land using, eating restrictions, eating preferences, and specific diet. Keywords: Desirable Dietary Pattern, Households, Farmer
Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Distribusi Kasus Demam Berdarah Dengue Yana, Yuli; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di Temanggung. Kasus DBD di 3 desa endemis DBD di Sidorejo, Walitelon Selatan, dan Banyuurip Temanggung tinggi dengan IR 54,81% di tahun 2015, sehingga diperlukan analisis spasial untuk mengetahui persebaran DBD dan faktor risiko penularan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis spasial faktor lingkungan pada distribusi kasus DBD di desa endemis DBD. Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan desain cross sectional, melibatkan 49 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengambilan titik koordinat menggunakan GPS. Analisis penelitian dengan menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil perhitungan analisis spasial ANN menunjukkan bahwa pola kasus DBD di 3 desa endemis tersebut berkelompok dengan indeks jarak 56,77 meter, 58,55 meter, dan 96,29 meter. Terdapat kasus DBD di buffer zone 100 meter, 500 meter dan 1000 meter keberadaan tempat umum. Sebanyak 83,68% kasus DBD tidak melaksanakan Pemeriksaan Jentik Rutin secara rutin. Sebanyak 61,33% kasus DBD memiliki mobilitas keluar desa. Kesimpulan dalam penelitian ini distribusi kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dan dapat menggambarkan persebaran kasus DBD berkaitan dengan faktor lingkungannya. Kata kunci: Analisis Spasial, DBD, Faktor Lingkungan Dengue hemorrhagic disease (DHF) is health problem in Temanggung. DHF cases in 3 DHF in Sidorejo, Walitelon Selatan and Banyuurip were high with IR 54,81% , therefore spatial analysis needed to determine the spread of DHF cases and risk factors for DBD transmission. This study aims to determine spatial analysis of environmental factors on the distribution of dengue cases in endemis village of DHF. Type of this study was observational, with cross sectional design, involving 49 samples. Sampling technique by total sampling. ANN spatial analysis results show the pattern of DHF cases in 3 DHF endemic villages are clustered with 56.77, 58.55, and 96.29 meters. Dengue cases in the buffer zone 100, 500, 1000 meters of public places. As many as 83.68% of dengue cases don’tt carry out periodic larvae examination according to standard. Total of 61.33% of dengue cases have mobility out of village, 67% cases mobility access out of house. The conclusion is distribution of dengue has spatially correlated and can illustrate the spread of DHF cases related to environmental factors. Keywords: Spatial Analysis, DHF, Environmental Factor
Faktor Kejadian Gingivitis pada Ibu Hamil Nataris, Anis Septiana; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Brebes memiliki prevalensi kasus gigi dan mulut sebesar 21,8% tahun 2013. Jumlah kasus gingivitis di Puskesmas Brebes tahun 2015 sebanyak 1.908 kasus (15,2% pada ibu hamil) dan meningkat pada tahun 2016 sebanyak 2.411 kasus (20,1% pada ibu hamil). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gingivitis pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 71 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value status karies (p=0,000), susunan gigi (p=0,034), tingkat pendidikan ibu hamil (p=0,001), pengetahuan ibu hamil (p=0,009), perilaku kebersihan gigi dan mulut (p=0,020), anemia (p=0,026), status KEK (p=0,002) dan usia kehamilan (p=0,006). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara status karies, susunan gigi, tingkat pendidikan ibu hamil, pengetahuan ibu hamil, perilaku kebersihan gigi dan mulut, anemia, status KEK dan usia kehamilan berhubungan dengan kejadian gingivitis pada ibu hamil. Kata kunci: Gingivitis, Wanita Hamil, Status Karies Brebes District have a prevalence of dental and mouth problems case was 21.8% in 2013. Prevalence of gingivitis in Brebes in 2015 was 1,908 cases (15.2% in pregnant women) and increas in 2016 was 2,411 cases (20.1% in pregnant women). The purpose of this study was determine the factors associated of gingivitis in pregnant women. The type of this study was observational analytic with cross sectional design and used 71 samples. The research instrument used questionnaire. Analysis used chi square test. The results showed that p value of caries status (p = 0,000), tooth structure (p = 0,034), maternal education level (p = 0,001), pregnant woman knowledge (p = 0,009), dental and oral hygiene behavior (p = 0,020), anemia (p = 0,026), SEZ status (p = 0,002) and gestational age (p = 0,006). The conclusion of this research was correlation between caries status, tooth structure, education level of pregnant mother, pregnant woman knowledge, dental and oral hygiene behavior, anemia, SEZ status and gestational age related to gingivitis in pregnant women. Keywords: Gingivitis, Pregnant Women, Caries Status
The Kejadian Kematian Maternal di RSUD Dr. Soesilo Slawi Huurun Ien, Tiara Ayu; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Maternal di RSUD dr Soesilo Slawi Kabupaten Tegal tahun 2015-2016 mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 Kematian Maternal di RSUD dr Soeselo Slawi terdapat 17 kasus dari 33 kasus (51%) dan di tahun 2016 terdapat 15 kasus dari 27 (55,6%) kasus kematian maternal. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kematian maternal di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal tahun 2015 – 2016. Metode penelitian menggunakan gabungan dari kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kuantitaif menggunakan desain kasus kontrol sedangkan untuk metode penelitian kualitatif dengan wawancara menadalam (indepth interview) pada kelompok kasus. Hasil penelitian ada hubungan antara, pendidikan (OR= 3,818), status gizi (OR= 7,200), status anemia (OR= 6,232), penyakit ibu (OR= 8,233), komplikasi kehamilan (OR= 7,200), komplikasi persalinan (OR= 7,200), komplikasi nifas (OR= 14,286), jarak kehamilan (OR= 3,918), keterlambatan pengambilan keputusan (OR= 3,067), cara persalinan (OR = 4,163), penghasilan keluarga (OR= 4,163), wilayah tempat tinggal (OR= 4,163). Tidak ada hubungan antara usia, pekerjaan, riwayat persalinan tidak normal sebelumnya, paritas, keterlambatan waktu tempuh, keterlambatan penanganan medis, dan status pernikahan. Kata kunci: Komplikasi, Ibu, Kematian Maternal Mortality Ratio at RSUD dr Soesilo Slawi Tegal district in 2015-2016 has increased. In 2015 Maternal Mortality at RSUD dr Soeselo Slawi have 17 cases from 33 cases (51%), 2016 have 15 cases from 27 ceses (55,6%) Maternal Mortality. The purpose of study was determine the factors associated maternal mortality at RSUD dr Soeselo Slawi Tegal district in 2015 – 2016. The study used a method qualitative and quantitative. Quantitative research with case control design while for qualitative method indepth interview in case.The results of this research showed that factors of maternal were education (,OR= 3,818), nutritional status (OR= 7,200), anemia status (OR= 6,232), maternal illness (OR= 8,233), pregnancy complication (OR= 7,200), birth complication (OR= 7,200), postpartum complication (,OR= 14,286), birth spacing (OR= 3,918), delay making decision (OR= 3,067), mode of birth (OR = 4,163), family income (OR= 4,163), residential areas (OR= 4,163). The variables which not releated factors of maternal mortality were age, job, history previous birth, delay delivering time, delay medical treatment, marital status. Keywords: Complications, Maternal, Mortality
Kejadian Periodontitis di Kabupaten Magelang Sugiarti, Titik; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Magelang memiliki prevalensi periodontitis sebesar 60% pada tahun 2013 dan meningkat ditahun 2014 menjadi 62% dari total populasi. Puskesmas Salaman I memiliki prevalensi tertinggi kasus periodontitis sebesar 19% di Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian periodontitis di Puskesmas Salaman I. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan populasi seluruh pasien yang berobat ke poli gigi Puskesmas Salaman I dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 90 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa perilaku menyikat gigi (p=0,029), kunjungan dokter ke gigi (p=0,012), dan diabetes militus (p=0,007) berpengaruh terhadap kejadian periodontitis. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh antara perilaku menyikat gigi, kunjungan ke dokter gigi dan diabetes militus dengan kejadian periodontitis di Puskesmas Salaman I, serta tidak ada pengaruh antara umur, jenis kelamin, pengetahuan, obesitas, scaling, dan merokok dengan kejadian periodontitis di Puskesmas Salaman I. Kata kunci: Faktor Risiko, Periodontitis, Diabetes mellitus Magelang District has 60% prevalence of periodontitis in 2013 and increases in 2014 up to 62% of the total population. Salaman medical center has highest prevalence of 19% periodontitis cases in Magelang District. The purpose of this study was to determine the factors which influence periodontitis in Salaman medical center. The research used cross sectional study with all patients who went to the dental clinic of Salaman medical center as population and the number of samples which were taken as many as 90 people. The research instrument used questionnaires and interview technique. The data analysis used Chi-square and logistic regression. The results showed that tooth brushing behavior (p = 0,029), dentist visitation (p = 0,012), and diabetes militus (p = 0,007) had an effect on the periodontitis occurrence. The conclusions of this research are there is an effect between tooth brushing behavior, dentist visitation, and diabetes militus towards periodontitis occurrence, also there is no effect between age, gender, obesitas, knowledge, scaling and smoking towards periodontitis occurrence in Salaman medical center. Keywords: Risk Factors, Periodontitis, Diabetes millitus
Perkembangan Aedes aegypti pada Berbagai Kondisi Ph Air dan Salinitas Air Anggraini, Tri Septa; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama virus dengue. Pertumbuhan dan perkembangan nyamuk Aedes aegypti didukung oleh beberapa karakteristik lingkungan seperti kondisi lingkungan fisik, kimia, dan biologi. Perlu dilakukan studi untuk mempelajari sifat adaptasi nyamuk Aedes aegypti pada berbagai kondisi lingkungan untuk menekan laju pertumbuhan nyamuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan posttest only control group design. Sampel penelitian adalah betina gravid I dan larva Instar II. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil pengamatan oviposisi nyamuk dengan persentase tertinggi yaitu pH 9 (22,75%) dan terendah yaitu pH 4 (5,93%). Persentase perkembangan larva tertinggi pada pH 9 (83,33%) dan terendah pada pH 4 (40,83%). Oviposisi tertinggi untuk salinitas air yaitu 5 gr/l (23,52%) dan terendah 18 gr/l (6,68%). Perkembangan larva terjadi pada 4 gr/l (74,16%), 5 gr/l (73,33%), dan 6 gr/l (49,16%). Simpulan, Aedes aegypti dapat melakukan oviposisi pada pH air 3 – 10 dan salinitas air 0 gr/l – 22 gr/l dalam penelitian. Perkembangan larva hanya terjadi pada pH air 4 – 10 dan salinitas air 0 gr/l – 6 gr/ Kata kunci: Aedes aegypti, pH, salinitas, pengembangan Aedes aegypti mosquito is the main vector of dengue virus. The growth and development of Aedes aegypti mosquitoes is supported by several environmental characteristics such as physical, chemical, and biological environment conditions. It was necessary to study the adaptation of mosquitoes in various environmental conditions to suppress the growth rate of mosquitoes. This type of research was purely experimental, with a posttest only control group design. The sample of this study were female gravid I and larvae Instar II. Data analysis used univariate analysis. Result of female gravid I mosquitoes oviposition observation were the highest percentage was pH 9 (22,75%) and lowest was pH 4 (5,93%). The highest percentage of larval development occurred at pH 9 (83,33%) and the lowest larval development percentage was at pH 4 (40,83%). Female mosquito ovipositor with highest percentage was at concentration 5 gr/l (23,52%) and lowest was at concentration 18 gr/l (6,68%). The development of larvae in salinity water could occur at 4 gr/l (74,16%), 5 gr/l (73,33%), and 6 gr/l (49,16%). The conclusion is Aedes aegypti could do oviposition their eggs in several of pH water between 3 – 10 and salinity water 0 gr/l – 22 gr/l. The development of larvae only happened in pH water 4 – 10 and sainity water 0 gr/l – 6 gr/l. Keywords: Aedes aegypti, pH, salinity, development
Kampung Keluarga Berencana dalam Peningkatan Efektivitas Program Keluarga Berencana Zuhriyah, Aminatuz; Indarjo, Sofwan; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang memiliki laju pertumbuhan penduduk tercepat di Jawa Tengah yaitu sebesar 0,33. Saat ini terjadi bonus demografi di Semarang, untuk itu pemerintah membentuk program kampung KB di Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi program kampung KB. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Rancangan penelitiannya adalah diskriptif kualitatif. Hasil penelitiannya adalah input program belum sesuai indikator karena tidak adanya dana kegiatan dan kurangnya SDM. Proses kegiatan kampung KB belum sesuai dengan rencana kegiatan yang sebaiknya dilakukan karena kegiatan tersebut dilakukan bersama dengan kegiatan PKK. Belum semua indikator output terpenuhi, dari 20 indikator hanya 10 indikator yang terpenuhi hal tersebut terjadi karena kurangnya SDM dan dana untuk kegiatan serta kesadaran masyarakat dalam mengikuti kegiatan masih rendah. Simpulannya adalah belum semua indikator input, proses, dan output terpenuhi. Saran penelitian ini adalah sebaiknya penelitan selanjutnya tidak hanya dari segi pemberdayaan masyarakatnya saja namun juga dari segi yang lainnya. Kata kunci: Kampung, KB, Proses Semarang has the fastest rate of population growth in central java that 0,33. Todays there is a demographic bonus in Semarang, so government holds kampung KB in Semarang. The purpose of this research was to know the evaluation of kampung KB. The research method used qualitative method. The research planning was descriptive qualitative. The results of the research were inappropriate yet sine there was no funds and lack of human resources. Kampung KB has not been in accordance with the plan of activities that should be done because it conducted jointly with PKK. Not all the output indicators were met from 20 indicators it just met 10 indicators, it was because lack of human resources and funds for activities and low society’s awareness. The conclusion is not all indicators of inputs, processes, and output sare met. Suggestion is it is better for next research not only in society’s emmpowerment but also in other term. Keywords: Kampung, KB, Process
A Studi Korelasi antara Faktor Iklim dan Kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2011-2016 Azhari, Achmad Rizki; Darundiati, Yusniar Hanani; Dewanti, Nikie Astorina Yunita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian DBD telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Tercatat sejak tahun 1990-2015 Indonesia memiliki tren kenaikan insiden DBD. Kejadian DBD di Kabupaten Pandeglang juga memiliki tren peningkatan kasus DBD tahun 2011-2015 dan memiliki IR tahun 2015 meningkat 72,01% dari tahun sebelumnya. Meningkatnya kejadian DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya faktor iklim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian DBD dengan faktor iklim (suhu, kelembaban, dan curah hujan) di Kabupaten Pandeglang tahun 2011-2016. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan studi ekologi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Product Moment dan uji Rank Spearman dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan suhu udara dengan kejadian DBD (p value=0,133), terdapat hubungan lemah dengan arah positif antara kelembaban udara dan kejadian DBD (r=0,300 dan p value=0,010), dan terdapat hubungan lemah dengan arah positif antara curah hujan dan kejadian DBD (r=0,278 dan p value=0,018). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor iklim (kelembaban udara dan curah hujan) mempunyai hubungan bermakna terhadap kejadian DBD. Kata kunci: Curah Hujan, DHF, Kelembaban, DBD The incidence of DHF has grown dramatically throughout the world in recent decades. Recorded 1990-2015, Indonesia has an upward trend in dengue incidence. DHF case in Pandeglang regency also has an upward trend of dengue fever cases in 2011-2015 and has IR in 2015 increased 72.01% from previous year. Increasing the incidence of DHF is influenced by various factors, one of which is the climatic factor. The purpose of this research is to analyze the relationship of DHF case with climate factor (temperature, humidity, and rainfall) in Pandeglang regency at 2011-2016. This type of research is an analytical approach with an ecological study. There was no correlation between air temperature and DHF case (p value=0.133), weak correlation with positive direction between air humidity and DHF case (r=0.300 and p value=0.010), and weak correlation with positive direction between rainfall and DHF case (r=0.278 and p value=0.018). The conclusion of this research is that climate factor (humidity and rainfall) have significant correlation with DHF case. Keywords: Rainfall, DHF, Humidity, DBD

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue