cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Persepsi Ibu Nifas tentang Mutu Pelayanan Postnatal Care dengan Kunjungan Ulang Reinissa, Arindita; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Saat ini organ-organ reproduksi sedang mengalami proses pemulihan setelah terjadinya proses kehamilan dan persalinan. Ibu nifas juga mengalami perubahan psikologis yaitu melanjutkan pencapaian proses peran maternalnya dan kelekatan dengan bayinya. Sehingga ibu nifas perlu mendapatkan asuhan pelayanan nifas yang bermutu. Mutu tersebut dapat terlihat dari standar waktu dimana ibu nifas dianjurkan untuk melakukan kunjungan nifas paling sedikit 3 kali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi ibu nifas terhadap mutu pelayanan postnatal care terhadap minat kunjungan ulang layanan postnatal care di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi kehandalan (p=0,031), persepsi daya tanggap (p=0,031), persepsi jaminan (p=0,046), persepsi empati (p=0.023) dan persepsi bukti langsung (p=0,002) dengan minat kunjungan ulang layanan postnatal care. Kata kunci: persepsi, kualitas layanan, niat mengunjungi kembali The postpartum period begins after the placenta is born and ends when the uterus returns as before pregnancy. Currently the reproductive organs are undergoing recovering after the process of pregnancy and childbirth. The puerperal mother also undergoes a psychological change that is continuing the achievement of her maternal role process and attachment to her baby. So the postpartum needs to get good postpartum service quality. The quality can be seen from the standard time in which postpartum mothers are encouraged to make postpartum visits at least 3 times. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of puerperal mother to quality of postnatal care services to revisit intention postnatal care service at Puskesmas Halmahera Semarang City. This research is a quantitative study using cross sectional approach. The sample of this research is 41 people. The results showed that there was a relationship between the perception of reliability (p = 0.031), perception of responsiveness (p = 0.031), perception of assurance (p = 0.046), perception of empathy (p = 0.023) and the perception of tangible (p = 0.002) with revisit intention postnatal care services. Keywords: perception, service quality, revisit intention
Iklim Kerja Panas dan Konsumsi Air Minum Saat Kerja Terhadap Dehidrasi Sari, Megayani Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja yang panas dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi dimana kehilangan cairan tubuh yang berlebihan karena penggantian cairan yang tidak cukup akibat asupan yang tidak memenuhi kebutuhan tubuh dan terjadi peningkatan pengeluaran air sehingga dibutuhkan asupan cairan yang terpenuhi dengan konsumsi air minum yang cukup. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan iklim kerja panas dan konsumsi air minum dengan dehidrasi pada pekerja PT. Candi Mekar Pemalang bagian weaving. Jenis penelitian cross sectional. Populasi pekerja 111 pekerja dan teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga sampel yang didapatkan 53 pekerja. Instrumen yang digunakan pengukuran iklim kerja dengan alat Quest Temp dan pengukuran dehidrasi menggunakan metode Berat Jenis Urin (BJU) dengan alat urinometer, serta kuesioner untuk mengetahui jumlah konsumsi air pekerja. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan antara iklim kerja panas (p=0,00) dengan dehidrasi dan ada hubungan konsumsi air (p=0,001) dengan dehidrasi. Kata Kunci: Dehidrasi, Iklim Kerja Panas, Konsumsi air, Pekerja Weaving Tekstil. Workplaces with heat condition can cause heat-related illness, one of them is dehydration. Dehydration is a condition when a human’s body loses more fluid because the fluids coming through the body cannot supply the needs of the body itself and the increasing of fluid loss, that it needs more than enough water consumption to fulfill the need. The purpose of this study is to find out the correlation between Hot Work Environment and water consumption with dehydration toward the workers of PT Candi Mekar Pemalang in Weaving department. The type of research was cross sectional project. The worker population was 111 people and the type of sampling was using purposive sampling so that the sampling being used was 53 workers. The research instrument being used were an area heat monitor with Quest Temp tool and a dehydration-level monitor using the method of Urine Specific Gravity (BJU), together with a questionnaire in order to find out the quantity of the worker’s desire to drink. The data analysis varied from univariate and bivariate. Result of the research confirmed that there was a correlation between hot work environment (p=0,00) with dehydration and there was a correlation between water consumption (p=0,006) with dehydration. Keywords: Dehydration, Hot work environment, water consumption, textile weaving workers
Analisis Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik Kejadian Penyakit Chikungunya Pratama, Agustine Dewi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kurun waktu 5 tahun penyakit chikungunya sudah menyebar ke 11 provinsi di indonesia dengan angka serangan kasus 1,46% dan angka kematian 0,18%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadian penyakit chikungunya di wilayah kerja puskesmas mojolaban Kabupaten Sukoharjo tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kasus kontrol, menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Analis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode chi-square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik yang berhubungan dengan kejadian chikungunya adalah keberadaan semak-semak disekitar rumah (p=0,002). Faktor ektrinsik yang berhubungan dengan kejadian chikungunya adalah tingkat pendidikan (p=0,002), kebiasaan tidur siang berisiko (p=0,0001), kebiasaan menggantung pakaian bekas pakai (p=0,0001). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian chikungunya adalah umur (p=0,479), status pekerjaan (p=0,795) dan kebiasaan menguras bak mandi (p=0,788). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor intrinsik yakni keberadaan semak-semak disekitar rumah dan terdapat hubungan antara faktor ekstrinsik yakni tingkat pendidikan, kebiasaan tidur siang berisiko dan kebiasaan menggantung pakaian bekas pakai dengan kejadian chikungunnya. Kata kunci: chikungunya, faktor intrinsik, faktor ekstrinsik Within 5 years, chikungunya disease had spread to 11 provinces in Indonesia with attack rates of 1.46% and mortality rate of 0.18%. The purpose of this study was to determine the intrinsic and extrinsic factors that related with the incidence of chikungunya in the territory of Mojolaban community PHC Sukoharjo district in 2016. This study is a quantitative research with case-control design, using simple random sampling technique. The data analyst univariate and bivariate with chi-square method (α= 0.05). The research showed that intrinsic factor associated with chikungunya is the presence of the bushes around the house (p = 0.002) and the extrinsic factors are education level (p= 0.002), risk napping habit (p= 0.0001), and used clothing hanging habit (p= 0.0001). Unrelated factors with chikungunya are age (p= 0.479), job status (p= 0795) and the bathtub drain habits (p= 0788). The conclusion from this study is there are relation between intrinsic factor (the presence of the bushes around the house) and extrinsic factors (level of education, risk napping habit and used clothing hanging habit) with the incidence of chikungunya. Keywords: chikungunya, intrinsic factor, extrinsik factor
IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO Implementasi Manajemen Risiko Kebakaran Berdasarkan (IS) ISO 31000 Kuntoro, Cahyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen risiko penting bagi kelangsungan suatu usaha. Di Indonesia sebanyak 46 kebakaran pabrik dari tahun 2012 sampai 2014. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persentase pencapaian upaya pengendalian risiko kebakaran dan implementasi manajemen risiko kebakaran berdasarkan Standar (IS) ISO 31000 di PT. Apac Inti Corpora. Rancangan penelitian adalah penelitian evaluatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 4 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, pedoman wawancara dan lembar studi dokumentasi. Hasil penelitian terkait upaya pencegahan dan pengendalian risiko kebakaran belum memiliki Sistem peringatan darurat, Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran, pintu keluar, penunjuk arah dan rambu darurat, koridor, alarm kebakaran, dan prosedur penghentian operasi dan pengamanan yang belum sesuai dengan standar. Simpulan terkait pencapaian upaya pengendalian risiko kebakaran 38 poin (66,6%) sudah terpenuhi dan sesuai standar, 11 poin (19,3%) sudah terpenuhi tetapi belum sesuai standar, 8 poin (14,1%) tidak terpenuhi dan implementasi manajemen risiko kebakaran pada proses blowing dan carding (40%) Extreme Risk, proses open end (OE) (20%) Moderate Risk, proses drawing serta packing (40%) Low Risk. Kata kunci: Manajemen, risiko, ISO 31000 Risk management is important for the continuity of a business. In Indonesia, there are 46 plant fires from 2012 to 2014. The objective of the research is to know the percentage of achievement of fire risk control and fire risk management implementation based on ISO 31000 Standard (IS) in PT. Apac Inti Corpora. The study design is evaluative research. Data collection is done by interview, observation and documentation study. Informant research amounted to 4 people. The research instruments are observation sheet, interview guide and documentation study sheet. The results of the research related to fire prevention and control measures do not yet have emergency warning system, specialist fire prevention, emergency exit, emergency direction and direction, corridor, fire alarm, and cessation procedures and security that have not complied with the standard. Conclusions related to the achievement of 38 points (66.6%) fire risk control measures have been fulfilled and according to the standard, 11 points (19.3%) are met but not yet standardized, 8 points (14.1%) are not met and the implementation of risk management Fire on blowing and carding process (40%) Extreme Risk, open end (OE) process (20%) Moderate Risk, drawing process and packing (40%) Low Risk. Keywords: Management, risk, ISO 31000
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Kimia Syakbania, Dinda Nur; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus diupayakan bagi seluruh bidang kerja maupun pendidikan salah satunya di laboratorium kimia. Laboratorium kimia merupakan tempat penelitian dan percobaan yang berpotensi menimbulkan suatu kecelakaan. Untuk meminimalisir risiko akibat kerja maka diperlukan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di dalam laboratorium. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan program K3 di Laboratorium Kimia SMK Yayasan Pharmasi Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara dengan 3 informan, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 4 variabel yang terdiri dari faktor kimia, faktor fisik, faktor ergonomi, dan manajemen K3 dari 71 poin , sebanyak 54 poin (76,05%) terpenuhi atau sesuai dengan standar/peraturan dan 17 poin (23,94%) tidak terpenuhi atau tidak sesuai dengan standar. Simpulan dari penelitian ini yaitu tingkat penilaian penerapan dikatagorikan baik menurut Permenaker Nomor 26 Tahun 2014. Kata kunci: Keselamatan, Aplikasi K3, Laboratorium Occupational Health and Safety (K3) should be pursued for t6he entire field of work or study one of them in the chemical laboratory. Chemical laboratory is a place of research and experiments that could potentially cause an accident. To minimize the risk of occupational would require the application of Health and Safety (K3) in the laboratory. This study aims to determine the application of the K3 program at SMK Yayaysan Pharmasi Semarang. This research uses descriptive method qualitative data collection techniques of observation, interviews with three informants, and documentation study. the validity of test data using triangulation techniques and triangulation techniques. The results of this study indicate that consists of 4 variables of chemical factors, physical factors, ergonomic factors, and K3 management of 71 points, a total of 54 points (76.05%) met or in accordance with the standards / regulations and 17 points (23.94% ) is not fulfilled or not according to standard. The conclusions of this study are categorized either level assessment of the implementation by Permenaker No. 26, 2014. Keywords: Safety, Application K3, Laboratory
Lingkungan Tempat Perindukan Nyamuk Culex quinquefasciatus di Sekitar Rumah Penderita Filariasis Harviyanto, Imaduddin Zaid; Windraswara, Rudatin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pekalongan adalah salah satu kota di Jawa Tengah dengan banyak penderita filariasis (Mf rate 3,8%). Puskesmas Jenggot merupakan puskesmas dengan kasus terbanyak. Culex quinquefasciatus merupakan nyamuk yang mempunyai kepadatan populasi tertinggi. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran lingkungan tempat perindukan nyamuk Culex quinquefasciatus di sekitar rumah penderita filariasis. Jenis dan rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita filariasis di wilayah kerja Puskesmas Jenggot berdasarkan Survey Darah Jari tahun 2016 dengan jumlah 21 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 42,9% rumah responden terdapat genangan air dan berjarak 0100 meter dari rumahnya. Sebanyak 100% rumah responden terdapat sungai dengan jarak 0-100 meter dan airnya mengalir. Sungai yang ada sampahnya terdapat di 76,2% rumah responden. Sebanyak 66,7 % rumah responden terdapat bekas potongan bambu di sekitar rumahnya dengan jarak 0-100 meter. Sebanyak 66,7% rumah responden terdapat selokan di sekitar rumahnya dengan kondisi terbuka. Kondisi selokan yang terdapat sampah sebanyak 57,1%. Air selokan tidak mengalir di 47,6 % rumah responden. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tempat perindukan yang paling banyak disukai oleh nyamuk adalah bekas potongan bambu. Kata Kunci: filariasis, lingkungan, tempat perindukan, Culex quinquefasciatus Pekalongan is one of the cities in Central Java with a lot case of filariasis (Mf rate of 3.8%). Puskesmas Jenggot is a health center with a lot of cases. Culex quinquefasciatus is mosquito which has the highest population density. This research was conducted to obtain information on the environment of Culex quinquefasciatus mosquito breeding sites around the home filariasis sufferers. The type and design of this research is descriptive quantitative with survey method. The sample population was all patients with filariasis in Puskesmas Jenggot with the number of 21 people. The results of this study are 42,9% respondents there’s puddle of water with a distance of 0-100 meters. A total of 100% respondents there’s a river with a distance of 0-100 meters, the water flows, and waste contained at 76.2% of respondent houses. A total of 66.7% respondents, there’re pieces of bamboo with a distance of 0-100 meters. A total of 66,7% respondents, there’re gutters around the house with an open condition. Conditions contained gutter trash are 57,1%. Sewer water is not flowing in the house 47,6% of respondents. The conclusion in this research is breeding place which most like by mosquitos is a pieces of bamboo. Keywords: filariasis, environment, breeding, Culex quinquefasciatus
Karakteristik Kondisi Fisik Rumah dan Personal Hygiene Penderita Kusta dan Sekitarnya Prasetyaningtyas, Astri Yunita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Bonang II merupakan salah satu wilayah dengan kasus kusta yang terus meningkat dari tahun ke tahun dengan jumlah kasus kusta tahun 2012 sebanyak 2 kasus, 2013 sebanyak 5 kasus, 2014 sebanyak 16 kasus dan 2015 terdapat 7 kasus baru per Januari-Maret dengan sebagian besar terjadi di Desa Weding. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko penularan penyakit khususnya penyakit berbasis lingkungan termasuk kusta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kondisi fisik rumah dan personal hygiene di lingkungan penderita kusta dan sekitarnya. Jenis penelitian adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 87 responden. Instrumen berupa angket dan lembar pengukuran. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa gambaran lingkungan fisik dan personal hygiene di sekitar penderita kusta adalah pencahayaan buruk (85,1%), suhu baik (51,7%), kelembaban buruk (85,1%), jenis lantai tidak baik (56,3%), ventilasi kurang baik (85,1%), kepadatan hunian baik (57,5%), dan personal hygiene buruk (57,5%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi buruk karena hasil tidak memenuhi syarat ketentuan, sedangkan kondisi suhu dan kepadatan hunian sudah baik, tetapi hasil dari personal hygiene masih buruk. Kata Kunci: Kusta, Lingkungan fisik rumah, Personal hygiene Puskesmas Bonang II is one of the areas with leprosy cases continues to increase with the number of cases of leprosy in 2012 by 2 cases, in 2013 by 5 cases, in 2014 by 16 cases and in 2015 there were 7 new cases with most occurring Weding Village. Construction of houses and environments has to risk factor for transmission of various kinds of diseases, especially environment-linked diseases including leprosy. This research aims to identify of the characteristics of the lepers’ homes and personal hygiene and surrounding environment. This is descriptive research using cross sectional approach. The number of samples taken is 87 respondents. The instruments used are questionnaire and measurement sheet. The data are analyzed using univariate technique. The results of the data analysis show that the descriptions of physical conditions and personal hygiene around the lepers’ homes are poor lighting (85,1%), good temperature (51,7%), poor humidity (85,1%), unwell types of floors (56,3%), poor ventilation system (85,1%), good residential density (57,5%), and bad personal hygiene (57,5%). The concluded is lighting, humidity and poor ventilation because the results are not eligible conditions, conditions of temperature and density has been good, but the result of personal hygiene is poor. Keywords: leprosy, personal hygiene, home characteristic
Faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Purwaningtyas, Melorys Lestari; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi anemia ibu hamil tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2015 adalah Puskesmas Karang Anyar 69,23%. Angka anemia ibu hamil di Puskesmas Karang Anyar dari tahun 2012 sampai dengan 2014 belum memenuhi target Kota Semarang kurang dari 20%. Tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil. Jenis penelitian observasional analitik, desain cross sectional. Populasi 272 ibu hamil, sampel 74 ibu hamil (simple random sampling). Analisis data dengan chi square dan regresi logistik. Hasilnya tidak ada hubungan antara pendapatan (p=0,578), pengetahuan (p=0,431), pendidikan (p=0,239), usia (p=1,000), kecukupan zat besi (p=0,578), protein (p=0,615), vitamin C (p=0,729), paritas (p=1,000), kebiasaan minum teh (p=0,953) dan ada hubungan status gizi (p=0,000) dengan kejadian anemia ibu hamil. Tidak ada hubungan antara pendapatan, pengetahuan, pendidikan, usia, tingkat kecukupan zat besi, protein, vitamin C, paritas, kebiasaan minum teh dengan kejadian anemia ibu hamil, ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia ibu hamil. Kata Kunci: Status Anemia, Ibu Hamil The highest prevalence of anemia among pregnant women in Semarang, 2015 was PHC Karang Anyar 69.23%. Anemia’s prevalence among pregnant women in PHC Karang Anyar from 2012 through 2014 have not reached the target of Semarang, less than 20%. This study investigated associate factors of anemia among pregnant women. This study was an analytic observational research, cross sectional design. The population was 272 pregnant women, sample 74 pregnant women (simple random sampling). Data analysis using chi square and logistic regression. The results show that income (p=0,578), knowledge (p=0,431), education (p=0,239), age (p=1,000), adequacy of iron (p=0,578), protein (p=0,615), vitamin C (p=0,729), parity (p=1,000), tea drinking habits (p=0,953), nutritional status (p=0,000). The conclution, there was not correlation between income, knowledge, education, age, adequacy of iron, protein, vitamin c, parity, tea dringking habits with anemia among pregnant women. There was correlation between nutritional status with anemia among pregnant women. Keywords: Anemia status, Pregnant women
Penerapan Lampu Ultraviolet pada Alat Perangkap Lalat Terhadap Jumlah Lalat Rumah Terperangkap Puspitarani, Fitriana; Sukendra, Dyah Mahendrasari; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan lalat rumah di RPA tradisional Desa Bojongsana berjumlah 16,4 ekor/blok grill di dalam ruangan pemotongan ayam dan 7,8 ekor/blok grill di luar ruangan pemotongan ayam. Hal ini menandakan bahwa populasi lalat rumah yang padat dan perlu pengamanan terhadap tempattempat berbiaknya lalat serta bila mungkin direncanakan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan lampu ultraviolet pada alat perangkap lalat yaitu bagaimana tipe perangkap, jarak penempatan perangkap, dan lokasi perangkapan yang mampu memerangkap lalat rumah dalam jumlah paling banyak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain post only with control group. Jumlah lalat rumah yang terperangkap menggunakan perangkap lampu UV tipe terbuka adalah 26,05%, perangkap lampu UV tipe tertutup mampu memerangkap lalat rumah sebanyak 63,02%, sedangkan perangkap tanpa lampu UV memerangkap sebanyak 10,93%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa lalat rumah paling banyak terperangkap menggunakan perangkap lampu UV daripada perangkap tanpa lampu UV, dengan perangkap tipe tertutup paling banyak memerangkap lalat rumah jika ditempatkan pada jarak <1 m dari target di dalam ruangan. Kata kunci: Lampu ultraviolet, Houseflies, Traps The density of housefly on Bojongsana traditional slaughterhousewere 16,4 flies/blockgrill of indoor and 7,8 flies/blockgrill of outdoor. It is indicate that the density of houseflies is high and it is needed an effort to protect the breeding place of flies and manage the population itself. This research conducted to know implementation of ultraviolet lamp on trap houseflies (type of traps, distance from targets, and sites of traps) that trap the large number of houselfy. Methods used in this research was quasy experiment and post-test only with control group design. Flies trapped with open-light trap were 31 flies or 26,05%, the larger amount was closed-light trap with 75 flies or 63,02% of flies trapped, and the lowest was sticky trap only that trapped 13 flies or 10,93%. In conclusion, many houseflies trapped with light trap than with sticky trap only, and closed-trap trapped the higher numbers of flies if located on distance <1 m from targets on indoor conditions. Keywords: Ultraviolet lamp, Houseflies, Traps
Faktor Perilaku Keselamatan pada Siswa Teknik Pemesinan Nabilah, Ninda Atik; Mardiana, Mardiana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2015 sampai 2016 terdapat 7 kasus kecelakaan praktik kerja siswa di Bengkel teknik pemesinan SMK N 7 Semarang. Berdasarkan hasil survei kecelakaan pada siswa disebabkan karena perilaku yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan pada siswa teknik pemesinan di SMK Negeri 7 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi yaitu sejumlah 64 siswa jurusan teknik pemesinan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan praktik keselamatan jurusan teknik pemesinan adalah sikap terhadap K3 (p=0,000). Tidak terdapat hubungan pengetahuan K3 dengan praktik keselamatan (p=0,651) dan tidak terdapat hubungan pengawasan guru dengan praktik keselamatan (p=0,689). Simpulan penelitian ini yaitu sikap siswa merupakan faktor yang perilaku K3. Kata kunci: perilaku keselamatan, pengetahuan, sikap, pengawasan There are 7 accidents of practical work on the year of 2015 until 2016 at the mechanical enginerring workshop of SMK N 7 Semarang. The survey shown that the accident happened because of students’ unsafe behavior. The purpose of this research is to know the factors which related to the safety behavior of mechanical engineering students in SMK Negeri 7 Semarang. This research used cross sectional approach. The number of samples in this study using the total population of 64 students of mechanical engineering major. The instruments used in this research is questionnaires and observation sheets. The chi-square test result shown that the variables related to the safety behavior of the mechanical engineering students through occupational health and safety attitude (p = 0,000). There is no correlation between knowledge of occupational health and safety with the safety behavior (p = 0,651) and there is no correlation between teacher supervision with the safety behavior (p = 0,681). Conclusion of this reseacrh that safety attitude of student was the factor of safety behavior. Keywords: safety behavior, knowledge, attitude, supervision

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue