cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Tingkat Pendidikan Bukan Merupakan Prediktor Risiko Diabetes Berdasarkan Skoring American Diabetes Association Agustianto, Rafiv Fasya; Mudjanarko, Sony Wibisono; Prabowo, Gwenny Ichsan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jawa Timur termasuk 10 besar provinsi dengan prevalensi diabetes melitus (DM) tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan risiko diabetes di Surabaya. Penelitian ini merupakan suatu studi korelasi analitik dengan metode cross sectional, dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2018 dengan metode skoring berdasarkan kuesioner American Diabetes Association (ADA). Skor < 5 diklasifikasikan sebagai risiko rendah, sedangkan skor ≥ 5 dikategorikan sebagai risiko tinggi menderita diabetes melitus (DM). Data diproses dengan uji analisis chi-square menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistic 23. Sebanyak 113 subjek terlibat dalam penelitian ini, dengan 92 orang di antaranya memenuhi kriteria inklusi. Secara keseluruhan, 54 dari 92 subjek termasuk kelompok berisiko tinggi (58,70%), dengan 34 orang di antaranya berpendidikan rendah (62,96%). Mayoritas subjek adalah wanita (76,09%) dan lansia berusia lebih dari 60 tahun (34,78%). Secara statistik, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan bukan merupakan prediktor risiko diabetes berdasarkan skoring American Diabetes Association (p> 0,05), namun distribusi data menunjukkan prevalensi diabetes lebih banyak terdapat pada subjek berpendidikan rendah, wanita, dan lansia. ABSTRACT East Java is among the top 10 provinces with the highest prevalence of diabetes mellitus (DM) in Indonesia. This study aims to analyze the relationship between education level and diabetes risk in Surabaya. This cross-sectional study was conducted on December 9, 2018, with scoring method based on American Diabetes Association (ADA) questionnaire. Score < 5 is classified as low risk, while score ≥ 5 is categorized as high risk of suffering from diabetes mellitus (DM). Data were processed by chi-square analysis using IBM SPSS Statistics 23 software. A total of 113 subjects were involved in this study, with 92 of them fulfilling the inclusion criteria. Overall, 54 of 92 subjects were having high-risk (58.70%), 34 of them were low-educated (62.96%). Most of subjects were women (76.09%) and elderly aged over 60 years (34.78%). Statistically, this study indicates that education level is not a predictor of diabetes risk based on American Diabetes Association score (p> 0.05), however data distribution indicates diabetes prevalence was higher in low-educated, women and elderly subjects.
Faktor Kejadian Hipertensi pada Petani Penyemprot Bunga Nikmah, Sinta Saadatun; Pawenang, Eram Tunggul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 2.33975

Abstract

Abstrak Jumlah kejadian hipertensi di Kecamatan Bandungan adalah 1.922 kejadian. Sebagian besar penduduk Kecamatan Bandungan bekerja di sektor pertanian dengan jumlah 5.840 orang. Berdasarkan jumlah tersebut petani memiliki risiko terkena hipertensi sebanyak 32,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 77 petani penyemprot bunga yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur, panduan wawancara dan tensimeter. Teknik analisis data menggunakan analisi univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah pengetahuan (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), masa kerja (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), jenis pestisida (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), waktu penyemprotan (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), dan kelengkapan APD (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengen kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga adalah pengetahuan, masa kerja, jenis pestisida, waktu penyemprotan, dan kelengkapan APD. Abstract The numbers of hypertension incidents in Bandungan Subdistrict was 1.922. Most of the population of Bandungan subdistrict works in the agricultural sector with a total of 5.840 people. Based on this number farmers have a risk of getting hypertension as much as 32,9%. This study aimed to determine the factors associated with hypertension in flowers spray farmers. This research was observational analytic with cross sectional study. The sample in this study was 77 farmers using simple random samppling technique. The instrument used was a stuctured questionnaire, interview guides, and tensimeter. Data analysis techniques using univariate and bivariate analysis with chi square test. Results showed that the factors associated with hypertension are knowlegde (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), years of service (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), type of pesticide (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), spraying time (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), and completness of PPE (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740). Therefore it could be concluded that the risk factors associated with hypertension are knowledge, years of service, type of pesticide, spraying time, and completness PPE.
Faktor Kejadian Keracunan Pestisida pada Kelompok dengan Tingkat Keracunan Tinggi dan Rendah Amalia, Mia Ema
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 2.33976

Abstract

Abstrak Penggunaan pestisida secara terus menerus dapat menyebabkan keracunan pestisida berupa penurunan kadar kolinesterase. Desa Kadirejo merupakan kelompok tingkat keracunan tinggi yaitu 12 (70,6%) petani keracunan sedang. Sedangkan, Desa Pakis merupakan kelompok tingkat keracunan rendah yaitu 2 (11,8%) petani keracunan sedang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perbedaan faktor risiko kejadian keracunan pestisida pada petani kelompok tinggi dan rendah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi perbandingan. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian yaitu gambaran perbedaan faktor risiko pada kelompok tinggi dan rendah berupa umur rata-rata 53-54 tahun dan 52 tahun, jenis kelamin perempuan sebesar 41,2% dan 29,4%, tingkat pengetahuan kurang sebesar 70,6% dan 53%, penggunaan jenis insektisida sebesar 70,6% dan 58,8%, cara pencampuran buruk sebesar 53% dan 41,2%, intensitas paparan pestisida >2 jam sebesar 76,5% dan 64,7%, penggunaan APD kurang sebesar 82,4% dan 58,8%. Simpulan penelitian yaitu perbedaan antara kedua kelompok adalah pada faktor umur, jenis kelamin, tingkat pengetahuan, penggunaan pestisida, dan penggunaan APD. Abstract The use of pesticides continously can cause pesticide poisoning in the form of decreasing cholinesterase levels. Kadirejo Village is a group of high poisoning levels of 12 (70.6%) farmers is moderate poisoning. Meanwhile, Pakis Village is a group of low poisoning levels of 2 (11.8%) farmers is moderate poisoning. The purpose of this research is to know the difference in risk factors of pesticide poisoning incidence in high and low group. This type of research is a quantitative descriptive with comparative study. Data analysis was carried out in a univariate. The results of the study are the differences in the risk factors of high and low groups of average age of 53-54 years and 52 years, women's gender of 41.2% and 29.4%, knowledge levels are less at 70.6% and 53%, use of type Insecticides amounting to 70.6% and 58.8%, the mixing poorly by 53% and 41.2%, the intensity of > 2 hours pesticide exposure is 76.5% and 64.7%, the use of PPE is less at 82.4% and 58.8%. The research conclusion is the difference between the two groups is the age factor, gender, level of knowledge, pesticide use, and use of PPE.
Determinan Lesi Prakanker Serviks melalui Skrining Inspeksi Visual Asam Asetat Istiqomah, Istiqomah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.33981

Abstract

Jumlah kasus IVA positif Kabupaten Temanggung tahun 2017 sebanyak 1.369 kasus. Puskesmas di Kabupaten Temanggung dengan persentase IVA positif tertinggi, yaitu Puskesmas Parakan sebesar 45,38% (2017) dan 48,29% (2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan terjadinya lesi prakanker serviks melalui skrining Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di wilayah kerja Puskesmas Parakan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel minimal sebesar 46 kasus dan 46 kontrol dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dengan teknik pengambilan data wawancara. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan uji bivariat dengan uji chi-square dengan bantuan software SPSS. Hasil menunjukkan bahwa usia pertama kali menikah (p=0,03, OR=2,8), riwayat gejala penyakit menular (p=0,000, OR=6,4), riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal (p=0,001, OR=5,6), riwayat penggunaan kontrasepsi non hormonal (menggunakan kondom) (p=0,003, OR=4,0), dan riwayat berhubungan seksual saat menstruasi (p=0,04, OR=4,5) berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks melalui skrining IVA. Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko paling besar terhadap kejadian lesi prakanker serviks adalah riwayat gejala penyakit menular.
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Supermall Budi, Avilia Ayu Setyo; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.33997

Abstract

Java Supermall Semarang merupakan pusat perbelanjaan menyediakan 86 tenant yang terdiri dari restoran, arena bermain anak-anak, supermarket, dan tempat belanja lainnya. Pusat perbelanjaan ini memiliki rata rata ± 3000 pengunjung/hari tidak tetap yang beragam dan 207 karyawan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan bahwa adanya adanya ketidaksesuaian terhadap kebijakan K3, identifikasi bahaya, pengendalian risiko bahaya, inspeksi K3 dan audit SMK di Java Supermall Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan aspek keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 di Java Supermall Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dilapangan. Instrumen yang digunakan adalah observasi secara terbuka menggunakan lembar observasi dan wawancara semi terstruktur menggunakan pedoman wawancara. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan metode content analysis (deskriptif isi) untuk meninjau aspek K3 di Java Supermall Semarang. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Java Supermall Semarang telah melaksanakan 42 dari total 59 butir aspek keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 atau 71,1% pencapaian penerapan tingkat awal, dan termasuk dalam kategori perusahaan dengan tingkat penilaian penerapan baik
Penilaian Kinerja Pos Upaya Kesehatan Kerja di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Tahun 2019 Fitriyani, Rohmatul Ummah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.34022

Abstract

Informasi terkait kesehatan dan perkembangan kesehatan kerja sektor informal relatif kurang mendapatkan perhatian sehingga perlu diantisipasi dan diberikan solusi bagi berbagai hambatan dalam pelaksanaan K3 sektor informal. Salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam penerapan K3 sektor industri informal adalah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana kinerja Pos UKK di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Penelitan ini dilakukan pada bulan Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-komparatif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan, paduan wawancara, dan lembar studi dokumentasi. Terdapat 18 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan penilaian kinerja Pos UKK wilayah kerja Puskesmas Rejosari lebih baik daripada Puskesmas Dawe. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih perlunya perbaikan pada pelaksanaan Pos UKK baik di wilayah kerja Puskemas Dawe maupun Puskesmas Rejosari.AbstractInformation related to health and the development of occupational health in the informal sector is relatively lacking attention so it needs to be anticipated and given solutions to various obstacles in the implementation of OSH informal sector. One form of government attention in the application of OSH to the informal industrial sector is the Occupational Health Efforts Post (UKK Post). the purpose of this study was to assess how the performance of the UKK Post in the working area of Dawe District Health Center, Kudus Regency. This research was conducted in June 2019. This type of research is descriptive-comparative with a qualitative approach. The research instrument used observation sheets, interview alloys, and documentation study sheets. There are 18 informants who were determined by purposive sampling technique. The results showed that the performance evaluation of the UKK Post in the working area of the Rejosari Community Health Center was better than that of the Dawe Health Center. The conclusion of this study is that there is still a need for improvement in the implementation of the UKK Post both in the working area of the Dawe Health Center and Rejosari Health Cente
Pengetahuan dan Jumlah Anak dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Kurniasari, Lia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.34069

Abstract

Kontrasepsi merupakan salah satu upaya pemerintah yang sudah lama di jalankan dalam rangka pengaturan jumlah penduduk khususnya di suatu Negara termasuk Indonesia salah satu isi kegiatannya berupa penggunaan alat kontrasepsi. Pada tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia naik sebanyak 254,9 juta jiwa. Angka ini masih masuk kedalam lima permasalahan kependudukan. Pada tahun 2017 Januari hingga Juni Peserta KB Baru MKJP terdapat 1.555 peserta dengan persentase 14,27%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan jumlah anak yang telah dimiliki dengan penggunaan MKJP. Metode peneltian ini kuantitatif dengan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 66 responden dipilih dengan simple random sampling. Analisa data menggunakan Chi Square. Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan MKJP dengan nilai P value 0.001 dan tidak terdapat hubungan jumlah anak dengan MKJP , nilai P Value sebesar 0,079. Alasan di lapangan yang ditemukan tingginya angka penggunaan MKJP karena, promosi dari pihak puskemas yang maksimal terkait alat kontrasepsi. Pemberian informasi ini dilakukan saat ibu masih hamil dan melakukan pemeriksaan kehamilan. Pentingnya pemahaman dari awal sebelum menikah kepada pasangan muda perlu dikuatkan agar pemahaman kontrasepsi dapat didapatkan secara maksimal dan penegasan kepada pasangan usia subur yang telah berusia diatas 35 tahun untuk langsung menggunakan MKJP.
Kebutuhan Tenaga Kerja Berdasarkan Beban Kerja dengan Metode Workload Indicator Staffing Need Cania, Lia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.34082

Abstract

Rumah sakit Budi Agung Juwana mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien sebanyak 18% dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2017. Peningkatan jumlah kunjungan pasien tersebut dirasa berbanding terbalik dengan jumlah karyawan pada Unit Rekam Medis yang hanya berjumlah 4 orang. Hal tersebut menyebabkan para pekerja pada unit ini tidak hanya berfokus pada satu pekerjaan atau memiliki beban kerja ganda, sehingga berakibat pada kurang maksimalnya pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan. Permasalahan lain yang timbul, karena banyaknya berkas dan pekerjaan yang dilakukan karyawan mengakibatkan pengarsipan pada unit ini kurang, hal ini dibuktikan dengan adanya berkas yang hilang karena tercecer. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan data kuantitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 4 orang pegawai rekam medis sebagai informan utama dan 1 orang petugas unit pengelolaan SDM sebagai informan triangulasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan wawancara mendalam. Teknik pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan unit rekam medis dihitung dengan menggunakan metode WISN adalah 4 orang, yang mana sudah sesuai dengan jumlah yang ada saat ini. Sedangkan terjadinya beban kerja ganda dikarenakan kegiatan produktif yang dilakukan karyawan masih kurang dari 80% yaitu 66,37%. Saran penelitian ini adalah melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan untuk meminimalisasikan penggunaan waktu yang tidak produktif. The number of visitors at Budi Agung Hospital Juwana increased as much as 18% from 2012 until 2017. The increased of visitors number is felt to be inversely proportional to the number of employees in medical record unit which only consist of 4 people/employees. It causes the workers of this unit don’t just focus on one job or they have double workloads so that it causes the work become not optimal well. Another problem that arises is the large number of files and tasks performed by employees so that it causes the lack of archiving in this unit, it is proved by the missing files due to scattered. The type of this research is qualitative method which used quantitative data. The informants in this study were 4 employees in the medical record unit as the main informants and a human resources management unit officer as triangulation informant. The instrument used was in-depth interview guide. The data collection technique by conducting in-depth interviews. The results showed that the number of employees needed medical record unit which calculated by WISN method is 4 people/ employees which is appropriate with the number of employees currently available. While, the occurrence of double workload due to productive activities carried out by employees were still lower than 80%, that is 67.37%. The suggestion of this research is supervise intensively to minimize the use of unproductive employee time.
Tingkat Keparahan Gingivitis pada Ibu Hamil Safitri, Devia Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.34107

Abstract

Abstrak Jumlah ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care mengalami peningkatan sebanyak 93 orang yaitu pada tahun 2017 sebanyak 838 dan pada tahun 2018 sebanyak 931. Adapun sebanyak 98,7% dirujuk ke poli gigi Puskesmas Gunungpati. Berdasarkan studi pendahuluan yaitu sebanyak 32 responden, sebesar 87,5% mengalami gingivitis kehamilan, sedangkan 12,5% tidak mengalami gingivitis kehamilan. Tujuan dari penelitian in adalah untuk mengetahui faktor-faktor tang berhubungan dengan tingkat keparahan gingivitis pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah total minimal sampel sebesar 75 responden. instrument yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar kuesioner dengan teknik pengambilan data wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa status karies (p=0,001, RP=4,1), tingkat pendidikan ibu hamil (p=0,03, RP=1,7), tingkat penghasilan (p=0,008, RP=2,0), tingkat kebersihan gigi dan mulut (p=0,009, RP=2,0), status anemia (p=0,004, RP=2,5), usia kehamilan (p=0,014, RP=6,0) dan morning sickness (p=0,03, RP=2,1) berhubungan dengan tingkat keparahan gingivitis pada ibu hamil. Dapat disimpulkan faktor risiko paling besar terjadinya keparahan gingivitis pada ibu hamil yaitu usia kehamilan. Kata Kunci : Gingivitis, Ibu Hamil, Antenatal Care Abstrack Pregnant women taking antenatal care visits increased by 93 people, namely in 2017 as many as 838 and in 2018 as many as 931. As many as 98.7% were referred to the dental clinic Puskesmas Gunungpati. Based on a preliminary study of 32 respondents, 87.5% had pregnancy gingivitis, while 12.5% ​​had not pregnancy gingivitis. The purpose of this researched was to determine the factors associated with the severity of gingivitis in pregnant women. Type of research is observational analytic with cross sectional design. The sample in this study used consecutive sampling techniques with a minimum total sample of 75 respondents. The instruments used were observation and questionnaire with interview data collection techniques. Data were analyzed using chi-square test. The results showed that caries status (p = 0.001, RP = 4.1), education level of pregnant women (p = 0.03, RP = 1.7), income (p = 0.008, RP = 2.0), oral hygiene (p = 0.009, RP = 2.0), anemia status (p = 0.004, RP = 2.5), gestational age (p = 0.014, RP = 6.0) and morning sickness (p = 0,03, RP = 2.1) associated of severity gingivitis in pregnant women. It can be concluded that the biggest risk factor for the severity of gingivitis in pregnant women is gestational age. Keyword : Gingivitis, Pregnant Women, Antenatal Care
Kajian Mitigasi Bencana Tanah Longsor Berdasarkan Permendagri Nomor 33 Tahun 2006 Prastowo, Lugas Yan; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.34288

Abstract

Abstrak Terdapat 12 ancaman bencana di Indonesia yang digolongkan dalam bencana geologi, hiderometeorologi, dan antropogenik. Tanah longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di jawa tengah yaitu sebanyak 1007 kejadian yang terjadi pada kurun waktu 2015 sampai 2018. Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah dengan risiko dan jumlah bencana Tanah longsor paling tinggi. Mitigasi bencana merupakan upaya yang paling diutamakan. Dengan panduan pelaksanaan mitigasi bencana yang yaitu Permendagri No. 33 Tahun 2006. Jenis dan desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi partisipatif yang bersifat pasif, dengan melakukan wawancara semi terstruktur, dan hasilnya akan diuji keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi data. Hasil Penelitian Menunjukan pelaksanaan mitigasi bencana tanah longsor berdasarkan Permendagri No. 33 Tahun 2006 di Kabupaten Banjarnegara secara keseluruhan adalah sebanyak 29 kriteria terpenuhi dan 1 kriteria yang tidak terpenuhi, sehingga presentasenya sebesar 96% dan masuk dalam kriteria penilaian memuaskan. Kata kunci : Bencana, Mitigasi Bencana, Permendagri Abstract There are 12 disaster threats in Indonesia which classified as geological, hydropometeorological and anthropogenic disasters. Landslides are the most frequent disasters in Central Java, with 1007 incidents occurring in the period 2015-2018. Banjarnegara is the region with the highest risk and number of landslides. Disaster mitigation is the most preferred effort. With the guidance for implementing disaster mitigation namely Permendagri No. 33 of 2006. The type and design of this research is descriptive qualitative. Data collection techniques by means of passive participatory observation, by conducting semi-structured interviews, and the results will be tested for the validity of the data using data triangulation techniques. Research Results Shows the implementation of landslide disaster mitigation based on Permendagri No. 33 of 2006 in Banjarnegara as a whole as many as 29 criteria were met and 1 criterion that was not met, so the percentage was 96% and included in the satisfactory evaluation criteria. Keywords: Disasters, Disaster Mitigation, Permendagri

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue