cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Area Confined Space Mardlotillah, Nur Isma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.40911

Abstract

Confined Space adalah ruangan yang cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan pekerjaan didalamnya. Pabrik Kelapa Sawit PT.Kalimantan Sawit Kusuma merupakan pabrik yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan pengolahan buah kelapa sawit menjadi inti CPO atau merupakan industri kelapa sawit sektor CPO (Crude Palm Oil) dengan menggunakan mesin dan peralatan pada setiap stasiun dan memiliki potensi bahaya yang besar bagi pekerja, jika dalam penggunaan mesin dan peralatan tidak sesuai dengan standar yang ada. Alat yang digunakan yaitu alat-alat yang membutuhkan aliran listrik atau uap dan juga memiliki alat dimana areanya termasuk kategori Confined Space. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2020 di Pabrik Kelapa Sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja area Confined Space Pabrik Kelapa Sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa implementasi komponen manajemen risiko K3 area confined space adalah regulasi (TA=100%), organisasi (AS=28,5%; ATS=57,2%; TA=4,3%), sistem tanggap darurat&evakuasi (AS=66,7%; TA=33,3%), sistem pengujian (AS=33,3%; ATS=66,7%), monitoring & review identifikasi bahaya (AS=50%; TA=50%), sarana prasarana (AS=33,3%; ATS=33,3%; TA=33,3%), dokumen K3 & prosedur kerja (AS=25%; TA=75%), aktivitas kegiatan (AS=50%; TA=50%), kontrol catatan (ATS=100%) dan pelatihan (AS=50%; TA=50%). Untuk total rekapitulasi indikator-indikator manajemen risiko K3 pada PKS PT.Kalimantan Sawit Kusuma (AS=37,5%; ATS=20%; TA=42,5%). Penerapan manajemen risiko pada pabrik kelapa sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma belum sesuai dengan standar yang ada, hanya mengacu pada kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
Peer Mentoring sebagai Metode Pembelajaran Komunikasi untuk Mahasiswa Kedokteran Florettira, Mutiara Tri; Syakurah, Rizma Adlia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.41071

Abstract

First year medical students have difficulty adapting to higher education levels. Peer mentoring could be support to adapt, especially to communication skills. This study aimed to evaluate communication learning methods for medical students through peer mentoring. A descriptive observational with cross-sectional study design was used and 234 medical students were participated. Respondents in the first year and the first month were divided into 32 groups, with 6-7 member to interview clinical clerkship students and their group mates. Majority of respondents considered these activities important and beneficial for the adaptation process. The majority of respondents (99.6%) considered it important to interview group mates to know their friends. The majority of clinical students as mentors (96.9%) considered this activity useful to evaluate themselves and help them communicate better. There is a reciprocal relationship between first-year medical students as mentees and clinical students as mentors. Both mentors and mentees consider peer mentoring as a method of learning communication to have many benefits. Peer mentoring can be developed for medical students, not only first-year medical students. Keywords: Peer Mentoring, Communication Learning, Medical Students
Komunikasi Kesehatan terkait COVID-19: Perspektif Mahasiswa Kedokteran Florettira, Mutiara Tri; Syakurah, Rizma Adlia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.41073

Abstract

COVID-19 menyebar dengan cepat ke seluruh belahan dunia. Saat ini COVID-19 telah menjadi kedaruratan dalam bidang kesehatan masyarakat. Edukasi, isolasi, pencegahan, pengendalian penularan, dan pengobatan orang yang terinfeksi adalah langkah penting dalam mengendalikan penyakit menular seperti COVID-19. Penyebaran informasi yang benar sangat penting untuk dilakukan karena masih banyak berita bohong yang diyakini masyarakat. Melibatkan mahasiswa kedokteran dalam melakukan komunikasi kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi mereka bisa menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perspektif mahasiswa kedokteran terhadap komunikasi kesehatan terkait COVID-19. Penelitian dengan jenis observasional deskriptif secara cross-sectional dilakukan pada 228 responden yang merupakan mahasiswa kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner daring Google Form. Hasilnya didapatkan bahwa sebanyak 87,7% responden berminat dan 97,4% responden merasa mahasiswa kedokteran perlu berperan aktif dalam komunikasi kesehatan sesuai kompetensinya pada masa pandemi COVID-19, namun 74,5% responden belum pernah ikut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 69,3% responden menjawab bahwa merasa tidak mampu adalah hambatan bagi mereka dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Topik penularan dan pencegahan COVID-19 adalah yang paling banyak dipilih (71,9%) untuk diberikan dalam komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran. Masyarakat adalah target sasaran edukasi yang paling banyak dipilih (54%) oleh responden, dengan pemberian edukasi setiap waktu (48%) dan media sosial (97%) sebagai media yang dipilih untuk komunikasi kesehatan. Sebagian besar responden berminat untuk melakukan komunikasi kesehatan terkait COVID-19, namun kebanyakan belum pernah ikut berkontribusi karena merasa tidak mampu. Untuk itu, peran penting mahasiswa kedokteran dalam komunikasi kesehatan sebagai edukasi selama masa pandemi COVID-19 perlu ditunjang dengan adanya pelatihan dan pendampingan bagi mahasiswa kedokteran mengenai komunikasi kesehatan terkait COVID-19 sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk terjun ke masyarakat.
Pengaruh Permintaan terhadap Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Puskesmas Hamidah, Yana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.41251

Abstract

Abstrak Jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang mengalami penurunan selama 3 tahun berturut-urut. Pada tahun 2016 jumlah pengunjung rawat jalan berjumlah 27.993 pengunjung (77,1%), pada tahun 2017 turun menjadi 26.227 pengunjung (69,6%) dan pada tahun 2018 menurun lagi menjadi 24.983 pengunjung (69,1%). sedangkan cakupan kunjjungan rawat jalan di Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar (Puskesmas) dan Pelayanan Kesehatan Rujukan (Rumah Sakit) di Kabupaten Semarang mengalami kenaikan dari tahun 2017 sebesar 61,9% menjadi 72,07% di tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan (demand) masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rawat jalan pada Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional.sampel yang ditetapkan sebesar 95 responden dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji rank spearman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi permintaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rawat jalan di Puskesmas Ungaran adalah faktor tingkat pendidikan (Sig. (2-tailed)= 0,024), jenis kelamin (Sig. (2-tailed)= 0,017), pendapatan (Sig. (2-tailed)= 0,023), jarak (Sig. (2-tailed)= 0,000), kelengkapan sarana (Sig. (2-tailed)= 0,032), dan kepuasan (Sig. (2-tailed)= 0,036) karena nilai signifikansi 2.tailed < 0,05. Saran penelitian ini adalah Berkoordinasi dengan Gasurkes dan Promkes untuk memberikan penyuluhan yang lebih optimal agar kesadaran masyarakat mengenai kesehatan meningkat. Abstract The number of outpatient visits at Puskesmas Ungaran Semarang Regency has decreased for 3 consecutive years. In 2016 the number of outpatient visitors was 27,993 visitors (77.1%), in 2017 it decreased to 26,227 visitors (69.6%) and in 2018 decreased again to 24,983 visitors (69.1%). while the coverage of outpatient visits in Basic Health Service Facilities (Puskesmas) and Referral Health Services (Hospitals) in Semarang Regency has increased from 61.9% in 2017 to 72.07% in 2018. The purpose of this study is to determine the factors -factors that affect public demand for outpatient health services at Ungaran Public Health Center, Semarang Regency. The type of this research is analytic observational with cross sectional design. The sample is 95 respondents using proportional stratified random sampling technique. The instrument in this study used a questionnaire. Data were analyzed using the rank spearman test. The study was conducted in July - August 2020. The results showed that the factors that influenced public demand for outpatient health services at Ungaran Puskesmas were education level (Sig. (2-tailed) = 0.024), gender (Sig. (2- tailed) = 0.017), income (Sig. (2-tailed) = 0.023), distance (Sig. (2-tailed) = 0,000), completeness of facilities (Sig. (2-tailed) = 0.032), and satisfaction (Sig. (2-tailed) = 0.036) because the significance value is 2.tailed <0.05. The suggestion of this research is to coordinate with Gasurkes and Promkes to provide more optimal education so that public awareness about health increases.
Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis Fauziah, Ervina
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.41252

Abstract

Abstrak Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan sistem pelayanan kesehatan untuk mengelola penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus tipe 2. Persentase jumlah kunjungan peserta Prolanis sebesar 54,83% pada bulan Oktober 2019 sampai Maret 2020 persentase tersebut masih di bawah dari target yang telah ditetapkan dalam buku panduan Prolanis yaitu sebesar 75%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang ditetapkan adalah 53 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020 di wilayah kerja Puskesmas Ungaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis adalah sikap (p=0,013), dukungan keluarga (p=0,002), keterjangkauan akses (p=0,004), kemudahan informasi (p=0,019), dan persepsi kebutuhan (p=0,003). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap, dukungan keluarga, keterjangkauan akses, kemudahan informasi, dan persepsi kebutuhan dengan pemanfaatan Prolanis. Abstract The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is a health service system for managing hypertension and type 2 diabetes mellitus. Prolanis guidance is 75%. The purpose of this study was to determine the factors associated with the use of Prolanis in Ungaran Public Health Center. This study was an observational analytic study using a cross sectional design. The sample set was 53 people and the sample was taken using purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate with chi square test. The research was conducted in July-August 2020 in the working area of ​​the Ungaran Puskesmas. The results showed that the variables associated with the use of Prolanis were attitude (p = 0.013), family support (p = 0.002), accessibility of access (p = 0.004), ease of information (p = 0.019), and perceived needs (p = 0.003). . The conclusion in this study is that there is a relationship between attitudes, family support, affordability of access, ease of information, and perceived needs with the use of Prolanis.
Determinan Kualitas Tidur pada Santri di Pondok Pesantren Rohmah, Wulan Khoirul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.41275

Abstract

ABSTRAK Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi setiap individu. Kondisi seseorang dapat dipengaruhi oleh kualitas tidurnya. Dari hasil studi pendahuluan, diketahui bahwa 9 dari 10 mahasiswa yang berada di Pondok Pesantren memiliki kualitas tidur yang rendah. Tujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kualitas tidur santri di Pondok Pesantren Al Asror. Jenis penelitian observasional (non eksperimental) dengan rancangan Cross sectional. Populasi Santri yang berstatuskan mahasiswa di Pondok Pesantren Al Asror dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p value = 0,003, PR = 0,078), kebiasaan penggunaan media sosial (p value 0,018, PR = 8,273), stres akademik (p value 0,003), kebiasaan konsumsi kopi (p value 0,005, PR = 0,54), kebiasaan merokok (p value = 0,001, PR = 0,3) dengan kualitas tidur. Tidak terdapat hubungan antara status gizi (p value 0,864) dengan kualitas tidur. Saran menggunakan media sosial tidak lebih dari 7 jam dalam sehari, tidak merokok, mengkonsumsi kopi maksimal 400 mg per hari, dan istirahat yang cukup (7-8 jam). ABSTRACT Sleep is a basic need for every individual. A person's condition can be relied on by the quality of his sleep. From the results of preliminary studies, it is known that 9 out of 10 students who are in Islamic boarding schools have low sleep quality. The aim is to see the risk factors associated with the sleep quality of students at Al Asror Islamic Boarding School. This type of research is observational (non-experimental) with a cross sectional design. The population of Santri with the status of students at the Al Asror Islamic Boarding School was using random sampling technique. Data analysis using chi square test. The results of the study showed a relationship between physical activity (p value = 0.003, PR = 0.078), social media usage habits (p value 0.018, PR = 8.273), academic stress (p value 0.003), coffee consumption habits (p value 0.005, PR = 0.54), smoking habits (p value = 0.001, PR = 0.3) with sleep quality. There was no relationship between nutritional status (p value 0.864) and sleep quality. Suggestions for using social media for no more than 7 hours a day, not smoking, consuming a maximum of 400 mg of coffee per day, and getting enough rest (7-8 hours).
Penerapan Manajemen Kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Indriyatmoko, Antono
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.41281

Abstract

Abstrak Data kebakaran di wilayah Kota Semarang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 69 kasus, mengalami peningkatan kenaikan kasus sebesar 81,6% dibandingkan data kasus kebakaran di tahun 2017. Manajemen kebakaran penting untuk diperhatikan khususnya di lembaga pemasyarakatan, hal tersebut dikarenakan kondisi penghuni lapas yang rentan menjadi korban karena lapas merupakan suatu bangunan yang didesain agar penghuni di dalamnya tidak dapat mendapatkan akses keluar sehingga perlu adanya kebijakan dan tindakan yang dapat melindungi baik nyawa manusia maupun dokumen penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan manajemen kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah peneilitan deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah kepala Lapas, kepala kesatuan pengamanan Lapas, dan petugas pengamanan Lapas. Hasil penelitian menunjukan dari 88 elemen penilaian penerapan manajemen kebakaran di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Wanita Semarang terdapat 30 (34%) elemen penilaian terpenuhi dan 58 (66%) elemen penilaian tidak sesuai penilaian. Simpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pemenuhan manajemen kebakaran di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Wanita Semarang dalam kategori rendah. Saran yang diberikan yaitu dibentuk kebijakan manajemen kebakaran, prosedur penanggulangan kebakaran serta program untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran.. Abstract Fire data in Semarang city area in 2018 recorded 69 cases, an increase in cases by 81.6% compared to fire case data in 2017. Fire management is important to note, especially in correctional institutions, because the condition of prison residents who are vulnerable to casualties because prison is a building designed so that residents in it cannot get access out so that there needs to be policies and actions that can protect both human lives and important documents. The purpose of this research is to find out the suitability of fire management implementation at the Grade II A Women's Correctional Institution in Semarang. This type of research is quantitative descriptive. Research instruments use observation sheets, interview guides, and document study sheets. The informants in this study were the head of Lapas, the head of the Prison security unit, and the Prison security officer. The results showed from 88 elements of fire management implementation assessment at Semarang Women's Class IIA Society Institute there were 30 (34%) assessment element fulfilled and 58 (66%) assessment element is not in accordance with the assessment. The conclusion in this study is the level of fire management fulfillment at Semarang Women's Class IIA Society Institute in the low category. The advice is to establish fire management policies, fire management procedures and programs for fire prevention and prevention.
Studi Deskriptif Proteksi Radiasi dan Penerapannya di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Yani, Indri; Pratiwi, Arum Dian; Yunawati, Irma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.41346

Abstract

Pemanfaatan radiasi pengion berupa sinar-X selain memberikan manfaat bagi dunia kedokteran juga berpotensi memberikan efek merugikan. Proteksi radiasi merupakan aspek yang sangat penting dalam pengendalian efek yang merugikan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran proteksi radiasi dan penerapannya di instalasi radiologi RSUD Kota Kendari mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir No.8 Tahun 2011. Jenis penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan januari sampai februari 2020. Hasil penelitian menunjukan instalasi radiologi belum memiliki tenaga ahli/fisikawan medis dan belum semua personil mengikuti pelatihan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan saat awal dan secara berkala 2 kali setahun. Penyimpanan rekaman belum lengkap. Pemantauan dosis individu menggunakan TLD Badge. Peralatan protektif radiasi hanya memiliki apron Pb dan tabir radiasi. Bangunan fasilitas telah memenuhi syarat serta peralatan sinar-X sudah dilakukan uji kesesuaian. Saran yang direkomendasikan adalah memperbaiki manajemen proteksi radiasi di instalasi radiologi RSUD Kota Kendari sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Faktor Individu Terjadinya Kelelahan Kerja Pada Operator Alat Berat Septyanda, Bagas; Lestari, Putri Winda
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.41506

Abstract

Fatigue at work contributes more than 60% of the incidence of work accidents in the workplace. Initial observations showed that as many as 60% of heavy equipment operators experience work fatigue. The purpose of this study was to determine the individual factors of work fatigue on heavy equipment operators. Research design was cross-sectional. The research was conducted from April-May 2019 at the Thamrin Nine Project Jakarta. The population was 34 heavy equipment operators the sampling technique was total sampling. The instrument used was a Subjective Symptoms Test Questionnaire by Industrial Fatigue Research Committee. Data were analyzed by univariate and bivariate with chi-square statistical test. Based on the results of statistical tests, individual factors of work fatigue on heavy equipment operators were respondent age (p=0.023), health status (p=0.007), and nutritional status (p=0.034). Meanwhile, the behavior of consuming energy drinks was not related to work fatigue (p=0.227). The conclusion of this study is age, health status and nutritional status are individual factors in the occurrence of work fatigue in heavy equipment operators. Keywords : Individual Factors, Work Fatigue, Age, Nutritional Status, Health Status
FAKTOR FISIK RUMAH DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI KABUPATEN BIMA nurwahyuni, nurwahyuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.41558

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang dapat menimbulkan masalah yang komplek dan perlu mendapatkan perhatian. Kabupaten Bima merupakan daerah endemis kusta. Kabupaten Bima pada tahun 2018 penemuan kasus kusta 25,42 per 100.000 penduduk dan data prevalensi kusta 2,91 per 10.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor fisik rumah dan perilaku terhadap kejadian penyakit kusta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan disain studi kasus kontrol terdiri dari 49 sampel kasus dan 98 kontrol. Variabel penelitian luas Ventilasi, keberadaan jendela, jenis lantai, pembagian ruangan, jenis dinding, kepadatan hunian, pengetahuan, sikap, penggunaan handuk bersama, frekuensi penggantian alas tidur dan kebiasaan pembersihan lantai. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara luas ventilasi (p value =0,012), keberadaan jendela (p value=0,004), jenis lantai (p value=0,011) pembagian ruangan (p value=0,000), jenis dinding (p value=0,029), kepadatan hunian (p value=0,003), tingkat pengetahuan (p value=0,000), sikap (p value=0,000), frekuensi mandi (p value=0,000), penggunaan handuk bersama (p value=0,000), frekuensi penggantian alas tidur (p value=0,006) dan kebiasaan membersihkan lantai (p value=0,003) terhadap kejadian penyakit kusta. orang yang tinggal di rumah yang tidak ada pembagian ruangan dan orang dengan tingkat pengetahuan yang buruk memiliki peluang mengalami kusta sebesar 90 %. Kesimpulan : luas ventilasi, keberadaan jendela, jenis lantai, pembagian ruangan, jenis dinding, kepadatan hunian, pengetahuan, sikap, penggunaan handuk bersama, frekuensi penggantian alas tidur dan kebiasaan pembersihan lantai merupakan faktor risiko terhadap kejadian penyakit kusta pada masyarakat di Kabupaten Bima.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue