cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
RISIKO MORTALITAS PASIEN COVID-19 (STUDI KOHORT RETROSPEKTIF DI RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19)
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i2.54427

Abstract

Abstrak RSU Jati Husada Karanganyar sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 menjadi penyumbang angka kematian COVID-19 tertinggi keempat di Kabupaten Karanganyar dengan CFR 11%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi risiko mortalitas pada pasien COVID-19 di RSU Jati Husada Karanganyar. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif menggunakan rekam medis pasien COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2021. Sampel minimal penelitian sebanyak 68 responden, diambil dengan simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi. Data dianalisis menggunakan aplikasi pengolah data dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah mengontrol variabel lain, secara signifikan ARDS dan kadar SPO2 berturut-turut 20,01 dan 7,34 kali lebih besar meningkatkan risiko kematian pada pasien COVID-19 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dengan adanya pemberian obat yang tepat, deteksi dini hipoksemia, dan tindakan cepat dalam merujuk pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen, maka risiko kematian pasien COVID-19 dapat dikendalikan. Kata kunci: COVID-19, mortalitas, rekam medis Abstract RSU Jati Husada Karanganyar was a COVID-19 referral hospital was fourth highest contributor to the COVID-19 death rate in Karanganyar Regency with a CFR of 11%. The purpose of this study was to determine the variables that affect the risk of mortality in COVID-19 patients at Jati Husada General Hospital Karanganyar. The study design used was a retrospective cohort using medical records of COVID-19 patients. This research was conducted in September-December 2021. The minimum sample of the study was 68 respondents, taken by simple random sampling. The instrument used is an observation sheet. Data were analyzed using a data processing application with chi-square test and logistic regression. The results showed that after controlling for other variables, ARDS and SPO2 levels were significantly 20,01 and 7,34 times, respectively, increased the risk of death in COVID-19 patients (p<0.05). Based on results, it’s expected that with appropriate drug administration, early detection of hypoxaemia, and rapid action in referring COVID-19 patients who need oxygen, the risk of death of COVID-19 patients can be controlled. Keywords: COVID-19, mortality, medical records
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI OLEH DOKTER GIGI SELAMA PANDEMI COVID-19
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i2.55035

Abstract

During the Covid-19 pandemic, compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE) received special attention, especially in hospitals and as medical personnel. In practice, the level of compliance of dentists in carrying out standard precautions, especially personal protective equipment (PPE) is still lacking. This study aims to analyze the factors related to compliance with the use of personal protective equipment (PPE) in dentists at RSIGM Sultan Agung Semarang. This study was a cross sectional study of 51 dentists at RSIGM Sultan Agung Semarang in June-December 2021. The results of the study showed a relationship between clarity of information (p value = 0.000) and leadership (p value = 0.000) on compliance with the use of personal protective equipment (p value = 0.000) PPE). And there is no relationship between years of service (p value = 0.198) and gender (p = value = 0.162), with the most gender being female (80.4%). Therefore, it is recommended that dentists comply with the use of personal protective equipment (PPE), because personal protective equipment does not hinder the services provided to patients.
Penerapan Fasilitas Sanitasi dan Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19 di Pemandian Umum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i2.55571

Abstract

Abstrak Pembukaan kembali pemandian umum di objek wisata Guci Kabupaten Tegal pada September 2021 telah meningkatkan jumlah wisatawan mencapai 750 orang per hari. Antusiasme wisatawan yang tinggi ini harus diikuti dengan penerapan sanitasi dan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan fasilitas sanitasi dan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 pada pemandian umum di kawasan objek wisata Guci. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan selama Desember 2021-Januari 2022. Jumlah sampel adalah 8 pemandian umum diambil dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pemandian umum tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu variabel sarana cuci tangan (100%), sarana pembuangan sampah (62,5%), sarana pembuangan air limbah (62,5%), penyediaan air bersih (100%), sarana toilet (75%), serta protokol kesehatan pencegahan COVID-19 (100%). Seluruh pemandian umum harus menerapkan fasilitas sanitasi dan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit di objek wisata. Abstract The reopening of public baths at Guci tourist attraction, Tegal district in September 2021 has increased the number of tourists reaches 750 people per day. This high tourist enthusiasm must be accompanied by the implementation of sanitation and health protocols. This study aims to obtain an overview of the implementation of sanitation facilities and health protocols to prevent COVID-19 in public baths in the Guci tourist attraction. Type of research is descriptively quantitative with a cross-sectional approach. This research was conducted between December 2021-January 2022. The number of samples is 8 public baths taken with simple random sampling. Data collection method using observation sheets. Data were analyzed univariately. The results showed that all public baths did not meet health requirements, namely hand washing facilities (100%), garbage disposal facilities (62.5%), wastewater disposal facilities (62.5%), clean water supply (100%), toilet facilities (75%), and COVID-19 prevention health protocol (100%). All public baths must implement sanitation facilities and COVID-19 prevention health protocol in effort prevention to spread of diseases in tourist attractions.
Penerapan Fungsi Manajemen pada Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Penderita Hipertensi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i3.55068

Abstract

Abstrak Berdasarkan laporan capaian standar pelayanan minimal penderita hipertensi tahun 2020 di Kabupaten Klaten menunjukan bahwa Puskesmas Juwiring memiliki capaian standar pelayanan minimal terendah yaitu 4,7%. Selain itu berdasarkan data kumulatif sampai dengan Agustus 2021, capaian standar pelayanan minimal hipertensi masih rendah yaitu 4,2% yang jauh dari target. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penerapan fungsi manajemen pada pelaksanaan standar pelayanan minimal penderita hipertensi di Puskesmas Juwiring. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus bersifat deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2021- Januari 2022. Penelitian ini berfokus pada penerapan fungsi manajemen pelaksanaan standar pelayanan minimal penderita hipertensi yaitu pada program Posbindu PTM dan Prolanis. Hasil penelitian menunjukan kurang koordinasi waktu terkait pelaksanaan Posbindu PTM, pengaruh anggaran dana desa terkait pelaksanaan Posbindu PTM, keterbatasan tenaga kesehatan, adanya beban ganda atau peran ganda tenaga kesehatan, kunjungan Prolanis selama pandemi menurun. Kata kunci : Fungsi Manajemen, SPM, Hipertensi, Puskesmas Abstract According to achievement reports for the minimum service standard hypertension 2020 in Klaten Regency, Puskesmas Juwiring has the lowest minimum service standard achievement ( 4,7%) . Furthermore, based on data collected through August 2021, the achievement of the minimum service standard for hypertension 4,2 percent, considerably below the target. The purposes of research is to see how management functions are used in the implementation of minimum service standards for hypertension patients at Puskesmas Juwiring. This research is a qualitative research with a descriptive case study method. This research was conducted in November 2021-January 2022. This research focuses on the management function of establishing minimum service standards for hypertension patients using Posbindu PTM and Prolanis programs. The results showed a lack of time coordination regarding the implementation of Posbindu PTM , the influence of the village fund budget related to the implementation Posbindu PTM, a shortage of health personnel, a double burden or dual role for health workers, and a decrease in Prolanis visits during the pandemic. Keywords : Management Function, SPM, Hypertention, Puskesmas
Implementasi K3 dan Tantangan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Pencegahan Penularan COVID-19 Pada Sebuah Kantor Kelurahan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i3.55115

Abstract

Abstrak Tempat kerja seperti perkantoran merupakan salah satu penyumbang kasus COVID-19 seperti pekerja tertular oleh klien yang berkunjung ke kantor dan pekerja tertular pekerja yang turun lapangan. Kelurahan merupakan pusat administrasi wilayah kerja dengan banyak pengunjung dari berbagai tempat untuk mengurus surat atau berkas lainnya. Kantor Kelurahan X merupakan salah satu kantor kelurahan yang memiliki tingkat kasus COVID-19 tertinggi pada bulan Juli tahun 2021. Kelurahan merupakan pusat administrasi wilayah kerja dengan banyak pengunjung dari berbagai tempat untuk mengurus surat atau berkas lainnya. Oleh karena itu diperlukannya Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam pendekatan fenomologis yang dilakukan pada bulan Desember tahun 2021. Hasil dari wawancara antara lain Kantor Kelurahan X mengimplementasikan K3 sesuai dengan peraturan yang ada seperti menjaga jarak, menjaga kebersihan diri, dan pemberian alat pelindung diri berupa masker tetapi tidak memberlakukan bekerja dari rumah dan tidak melakukan sistem shift karena kurangnya pekerja sehingga dapat disimpulkan Implementasi K3 yang cenderung baik dan butuh evaluasi terkait melakukan pekerjaan dari rumah dan sistem shifting. Kata Kunci: Implementasi K3, Pencegahan, COVID-19, Perkantoran Abstract COVID-19 transmission at work is a common potential hazard during this pandemic. Sendangmulyo Urban Village has the highest rate of COVID-19 cases in July 2021, with 56 people. However, in June 2021, when the Delta variant hit Semarang City, the Sendangmulyo district office served the public as usual. Therefore, the implementation of Occupational Health and Safety or OHS to prevent the transmission of COVID-19 at work has become an urgent matter. This qualitative study used in-depth interviews to collect the data. The results showed that the Sendangmulyo District Office implemented OHS following the existing regulations on health protocols during the COVID-19 pandemic. The office enforced social distancing, practiced personal hygiene, and wore personal protective equipment such as masks that the office provided. The work from home and shifting system is due to a lack of workers, so it can be concluded that OSH implementation tends to be good and needs evaluation related to doing work from home and the shifting system. Keywords: OSH, Prevention, COVID-19, workplace
DETERMINAN SOSIAL DAN PERILAKU IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN PENCEGAHAN COVID-19
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i3.55127

Abstract

ABSTRAK Puskesmas Ngadirejo memiliki kasus ibu hamil positif COVID-19 sebanyak 30 dengan 9 kasus terjadi pada Ibu hamil TM III. CDC mengatakan COVID-19 akan mengakibatkan keparahan apabila menyerang wanita hamil menjelang akhir kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan sosial dan perilaku Ibu hamil TM III dengan Pencegahan COVID-19 di Puskesmas Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional selama Oktober-Desember 2021. Sampel minimal penelitian sebanyak 53 responden, diambil dengan Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square, dan uji Kolmogorov-Smirnov. Variabel yang berhubungan dengan pencegahan COVID-19 yaitu tingkat pendidikan (P (0,0001)), tingkat pengetahuan (P (0,0001)), persepsi kerentanan (P (0,0001)), persepsi keseriusan (P (0,0001)), persepsi hambatan (P (0,0001)), dan dukungan suami (P (0,001)) serta ketersediaan sarana dan prasarana (P (0,0001)). Variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 yaitu usia (P (1,00)), persepsi manfaat (P (0,512)) dan dukungan tenaga kesehatan (P (0,160)). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat Pendidikan, tingkat pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi hambatan, dukungan suamiserta ketersediaan sarana dan prasarana dengan pencegahan COVID-19 pada Ibu Hamil TM III. ABSTRACT In the Ngadirejo Primary Health Center, there were 30 cases of COVID-19 with 9 cases occurring in third trimester of pregnant women. The CDC says that COVID-19 was very dangerous especially for pregnant woman ahead of birth. The study aims to determine the social determinants and behavior of pregnant woman in third trimester with Precaution Behavior of COVID-19 at the Ngadirejo Primary Health Center, Temanggung Regency. Type of research is using cross sectional design during October-December 2021. The minimum sample is 53 people taken by Simple Random Sampling techniques. Data analyzed using Chi Square and uji Kolmogorov-Smirnov test. Variables related to COVID-19 precaution behavior in this study are education level (P (0,0001)), knowledge (P (0,0001)), perceived susceptibility (P (0,0001)), perceived severity (P (0,0001)), perceived barriers (P (0,0001)), support from her husband (P (0,001)), and the availability of facilities (P (0,0001)). Variables not related to COVID-19 prevention behavior are age (P (1,00)), perceived benefit (P (0,512)) and health support (P (0,160)). It can be concluded that variable education level, knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived barriers, support from her husband, and the availability of facilities related with COVID-19 precaution behavior in third trimester of pregnant women.
Analisis Manajemen Logistik BMHP pada Masa Pandemi COVID-19
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i3.55221

Abstract

Manajemen logistik adalah upaya pemenuhan kebutuhan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penyimpanan. Hasil wawancara awal di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Salatiga, masih ditemukan masalah yaitu penyimpanan barang yang belum maksimal, sulitnya proses pengadaan di awal pandemi, dan luas gedung yang terbatas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan dilakukan pada Desember 2020 Oktober 2021. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi dengan menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan masih ada beberapa fungsi manajemen logistik yang belum maksimal. Secara umum, proses manajemen logistik BMHP saat pandemi di instalasi farmasi sudah berjalan baik, dibuktikan dengan kebutuhan puskesmas yang terpenuhi dan tidak pernah mengalami kekosongan.
KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS KECAMATAN PASAR REBO, KOTA JAKARTA TIMUR
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i3.55268

Abstract

Abstrak Tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) pada usia produktif disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu PTM utama adalah diabetes melitus (DM). Prevalensi DM mengalami peningkatan sebesar 0,5% sejak 2013 hingga 2018. Provinsi tertinggi kasus DM adalah DKI Jakarta. Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo yang terletak di Jakarta Timur merupakan puskesmas ketiga dengan jumlah kunjungan DM terbanyak yakni 6.536 kunjungan. DM pun menduduki posisi kedua pada penyakit terbanyak tahun 2021 sebanyak 7.982 kasus (43,51%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor kejadian DM pada usia produktif. Penelitian ini dilaksanakan pada 1 Desember 2021-31 Januari 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan rancangan desain case control. Sampel yang ditetapkan sebesar 98 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen pada penelitian adalah kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan (p = 0,031), tingkat stres (p=0,032), status merokok (p=0,001), status obesitas (p=0,005), dan riwayat keluarga (p=0,025). Tidak ada hubungan usia (p=0,836), jenis kelamin (p=0,063), status pekerjaan (p=0,225), aktivitas fisik (p=0,156), Riwayat hipertensi (p=0,536), dan konsumsi kopi (p=0,221). Kesimpulan variabel yang memiliki hubungan dengan diabetes melitus yaitu tingkat pendidikan, tingkat stress, status merokok, status obesitas, dan riwayat keluarga. Kata kunci: Faktor Risiko, Diabetes Melitus, Usia Produktif Abstract The high prevalence of non-communicable diseases (NCDs) in productive age is caused by an unhealthy lifestyle. One of the main PTM is diabetes mellitus (DM). The prevalence of DM increased by 0.5% from 2013 to 2018. The province with the highest number of DM cases was DKI Jakarta. Pasar Rebo Sub-district Health Center located in East Jakarta is the third health center with the highest number of DM visits, namely 6,536 visits. DM also occupies the second position in the most diseases in 2021 with 7,982 cases (43.51%). The purpose of this study was to determine the factors of the incidence of DM in productive age. This research was conducted on December 1, 2021-January 31, 2022. This research is a quantitative study, using a case control design. The sample is set at 98 respondents with purposive sampling technique. The instrument in this research is a structured questionnaire. Data were analyzed using chi-square test and logistic regression. The results showed that there was a relationship between education level (p = 0.031), stress level (p = 0.032), smoking status (p = 0.001), obesity status (p = 0.005), and family history (p = 0.025). There was no relationship between age (p=0,836), gender (p=0,063), employment status (p=0,225), physical activity (p=0,156), history of hypertension (p=0,536), and coffee consumption (p=0,221) . In conclusion, the variables that have a relationship with diabetes mellitus are education level, stress level, smoking status, obesity status, and family history. Keywords: Risk Factors, Diabetes Mellitus, Productive Age
Pengetahuan, Sikap, dan Ketersediaan APD dengan Perilaku Kepatuhan Penggunaan APD Tenaga Kesehatan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i3.55309

Abstract

Abstrak Corona Virus Disease adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona dengan gejala umum demam, kelemahan, batuk, kejang dan diare. Tenaga kesehatan adalah salah satu kelompok populasi yang paling terkena dampak virus corona dan jumlah infeksi COVID-19 tertinggi terjadi pada petugas kesehatan di dunia. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangatlah penting untuk menurunkan risiko penularan penyakit infeksius. Indonesia merupakan negara dengan tingkat kematian tenaga kesehatan tertinggi di Asia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD tenaga kesehatan dengan perilaku penggunaan APD di masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Blora. Dalam penelitian ini, analisis data bivariat menggunakan metode analisis korelasi Spearman Rank (rho). Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Variabel yang berhubungan dalam penelitian ini yaitu variabel ketersediaan APD (p value= 0,0; koefisien korelasi= 0,866). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu variabel pengetahuan (p value= 0,141; koefisien korelasi= -0,192) dan variabel sikap (p value= 0,662; koefisien korelasi= -0,058). Perlu meningkatkan ketersediaan APD dan memprioritaskan penggunaannya untuk setiap tenaga kesehatan sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Abstract Corona Virus Disease is an infectious disease caused by the corona virus with general symptoms of fever, weakness, cough, convulsions and diarrhea. Health workers are one of the population groups most affected by the coronavirus and the highest number of COVID-19 infections is among healthcare workers in the world. The use of Personal Protective Equipment (PPE) is very important to reduce the risk of transmitting infectious diseases. Indonesia is a country with the highest mortality rate of health workers in Asia. This study is a quantitative study using a cross sectional approach that aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and availability of PPE for health workers with the behavior of using PPE during the COVID-19 pandemic at the Puskesmas Blora. In this study, bivariate data analysis used the Spearman Rank (rho) correlation analysis method. The sampling technique used was total sampling. The instruments used are questionnaires and observation sheets. The related variable in this study is the availability of PPE (p value = 0.0; correlation coefficient = 0.866). While the variables that are not related are the knowledge variable (p value = 0.141; correlation coefficient = -0.192) and the attitude variable (p value = 0.662; correlation coefficient = -0.058). It is necessary to increase the availability of PPE and prioritize its use for each health worker in accordance with the actions taken.
Peran Tenaga Kesehatan Balkesmas pada Tanggap Darurat Bencana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i3.55320

Abstract

Data bencana di Jawa Tengah tahun 2017 menunjukkan korban meninggal akibat krisis kesehatan bencana sebanyak 27 jiwa, luka berat 171 jiwa, luka ringan 146 jiwa. Tahun 2018, menelan korban sebanyak 23 jiwa, luka berat 8 jiwa, luka ringan 4.991 jiwa dan pengungsi 17.980 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tenaga kesehatan di Balkesmas pada tanggap darurat bencana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, data diambil melalui wawancara mendalam dengan analisis deskriptif dan pendekatan cross-sectional, yang dilaksanakan bulan Juni dan Juli 2021. Variabel penelitian ini meliputi input, proses dan lingkungan, dengan informan utama 3 kepala Balkesmas. Informan triangulasi terdiri dari 3 kepala BPBD, 3 kepala Dinas Kesehatan dan 3 kepala Puskesmas. Analisis data dilakukan melalui auditing data, dengan tahapan transkrip wawancara, reduksi data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan di Balkesmas, belum memiliki peran optimal pada tanggap darurat bencana disebabkan belum dikelolanya sumber daya secara komprehensif dan belum optimalnya penggerakkan tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini adalah tenaga kesehatan di Balkesmas belum banyak berperan pada tanggap darurat bencana.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue