cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Santri Laki-laki dalam Pencegahan COVID-19 di Pondok Pesantren Adi, Riyadho Santiko
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.51338

Abstract

Abstrak Kecamatan X memiliki kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 129. Pada bulan September tahun 2020 pondok pesantren menjadi klaster baru COVID-19 di Kecamatan X dengan jumlah kasus sebanyak 16 kasus. Pondok pesantren merupakan Lembaga Pendidikan yang perlu diperhatikan di masa pandemi COVID-19. Hal tersebut dikarenakan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan komunal yang memudahkan penyebaran COVID-19. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri laki-laki di Kecamatan X. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2021. Populasi penelitian ini yaitu berjumlah 8.643 orang. Sampel minimal penelitian sebanyak 405 orang, diambil dengan propotional sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,001), persepsi (p=0,001) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan untuk mengadakan pemberdayaan pada santri seperti poskestren yang dibina oleh puskesmas guna meningkatkan pengetahuan, sikap, serta persepsi mengenai COVID-19 karena hal tersebut berhubungan dengan perilaku santri dalam pencegahan COVID-19. Abstract X district had 129 confirmation case of COVID-19. In September 2020 pondok pesantren became new cluster of COIVD-19 in X district with 16 confirmation cases. Pondok pesantren is an educational institution that needs to be considered during COVID-19 pandemic. It’s because pondok pesantren is an educational institution that has communal peculiarities that facilitate the spread of COVID-19. The purpose of this study is to find the factors that related to COVID-19 prevention behavior in male santri at X district. This research used observational analytics with cross sectional design. This research was conducted from April-August 2021. The population of this study was 8.643 people. Minimum sample was 405 santri and taken with proportional sampling. The instrument that used in this research is questionnaire. The data was analyzed using SPSS with Chi-square test. The results showed that there were relationship between knowledge (p=0.001), attitude (p=0.001), perception (p=0.001) with COVID-19 preventive behavior. Based on results, it’s expected to empowering santri such as poskestren that built by puskesmas to increase knowledge, attitudes, and perceptions about COVID-19 because it is related to santri behavior in the prevention of COVID-19. Keyword: Covid-19, Behavior, Pondok Pesantren, Santri
Literasi Kesehatan terhadap Perilaku Perawatan Kehamilan Usia Remaja Tamalla, Putri Nur; Azinar, Muhammad
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.51549

Abstract

Abstrak Kehamilan di usia remaja merupakan kehamilan yang berisiko tinggi. Dampak dari kehamilan di usia remaja yaitu komplikasi pada kehamilan hingga menyebabkan kematian pada ibu dan anak. Puskesmas Gayamsari merupakan wilayah yang memiliki jumlah kasus kehamilan usia remaja tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku perawatan kehamilan usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Gayamsari. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus – 24 September 2021. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan rancangan desain cross sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 45 dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi kesehatan berhubungan dengan perilaku perawatan kehamilan (p = 0,03; RP = 1,813), yang artinya terdapat hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku perawatan kehamilan usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Gayamsari. Literasi kesehatan berhubungan dengan perilaku perawatan kehamilan usia remaja, tingkat literasi kesehatan yang tinggi membentuk perilaku perawatan kehamilan yang baik. Abstract Pregnancy in adolescence is a high-risk pregnancy. The impact of pregnancy in adolescence is complications in pregnancy that can cause death for both mother and child. Gayamsari Health Center is an area has that highest number of teenage pregnancy cases in Semarang City in 2020. The purpose of this to determine the relationship between health literacy and adolescent pregnancy care behavior in the work of the Gayamsari Health Center. This research was conducted on August 3 – September 24, 2021. This research is a quantitative research, using a cross sectional design. The sample set is 45 with purposive sampling technique. The instrumen used is a structured questionnaire. The data were analyzed by using the chi square test. Results showed that health literacy was related to pregnancy care behavior (p = 0,03; RP = 1,813), meaning that there was a relationship between health literacy and adolescent pregnancy care behavior in the work area of the Gayamsari Health Center. Health literacy is related to adolescent pregnancy care behavior, a high level of health literacy froms good prenatal care behavior. Keywords: health literacy, pregnancy care, adolescence
FAKTOR RISIKO MAKROSOMIA DI INDONESIA Thania, Yemima Eka Sabat; Fauzi, Lukman
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.51778

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 diperoleh bahwa angka makrosomia di Indonesia mengalami penurunan hingga 0,5% dibandingkan 5 tahun sebelumnya, namun angka kematian bayi makrosomia mengalami peningkatan 0,1%. Sementara itu, komplikasi persalinan yang dialami ibu meningkat dari 35% menjadi 41%. Jumlah sampel berat lahir yang diteliti sebanyak 9395 sampel dengan pendekatan cross sectional yang kemudian dianalisis secara univariat dan bivariate dengan uji Chi-Square.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian makrosomia menurut data SDKI 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=<0,001; PR=1,72 95% CI=1,4-2,1),riwayat ANC (p=>0,001 PR=1,48 95% CI=1,14-1,92), penggunaan alat kontrasepsi (p=0,001;PR=0,78 95%CI=0,64-0,94), serta paritas(p=0,01; PR=1,74 95%CI=1,31-2,30) memilik hubungan yang signifikan terhadap kejadian makrosomia. Kelahiran kembar, kepemilikan asuransi kesehatan, keinginan kehamilan, usia ibu, satus pernikahan, dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian makrosomia. Abstract Based on the results of the 2017 Indonesian Health Demographic Survey (IDHS), it was found that the macrosomia rate in Indonesia decreased by 0.5% compared to the previous 5 years, but the macrosomia infant mortality rate increased by 0.1%. Meanwhile, childbirth complications experienced by mothers increased from 35% to 41%. The number of birth weight samples studied were 9395 samples with a cross sectional approach which were then analyzed univariately and bivariately with the Chi-Square test. This study aims to determine the risk factors for macrosomia according to the 2017 IDHS data. The results showed that gender (p=< 0.001; PR=1.72 95% CI=1.4-2.1), history of ANC (p=>0.001 PR=1.48 95% CI=1.14-1.92), use of contraceptives (p = 0.001; PR = 0.78 95% CI = 0.64-0.94), and parity (p = 0.01; PR = 1.74 95% CI = 1.31-2.30) significant for the incidence of macrosomia. Multiple births, possession of health insurance, desire for pregnancy, maternal age, marital status, and maternal education did not have a significant relationship with the incidence of macrosomia. Keywords: Macrosomia, IDHS, risk factors
Indeks Massa Tubuh, Kelelahan Kerja, Beban Kerja Fisik dengan Keluhan Gangguan Muskuloskeletal Patandung, Lidya Nathalia; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.51839

Abstract

Abstrak Berdasarkan WHO tahun 2019, gangguan musculoskeletal berada pada peringkat kedua penyakit penyebab disabilitas di dunia yang diukur berdasarkan tahun produktif yang hilang akibat disabilitas. Total jumlah tahun produktif yang hilang akibat gangguan muskuloskeletal di dunia meningkat dari 77,377,709.4 pada 2010 hingga 103,817,908.4 pada 2015. Prevalensi periode gangguan muskuloskeletal di Indonesia pada kalangan usia 15 tahun keatas mencapai 24,7%, dimana Sulawesi Selatan berada di peringkat keempat dengan prevalensi 27,7%. Pengemudi bus berada pada posisi tiga teratas kategori pekerjaan dengan risiko gangguan muskuloskeletal tertinggi beserta pemadam kebakaran dan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), kelelahan kerja, beban kerja fisik dengan keluhan gangguan musculoskeletal pada pengemudi bus trayek Toraja-Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 hingga September 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara gangguan musculoskeletal dengan IMT (p=0,02), beban kerja fisik (p=0,003), dan kelelahan kerja (p=0,004). Simpulan penelitian ini adalah indeks massa tubuh, beban kerja fisik, dan kelelahan kerja berhubungan dengan keluhan gangguan musculoskeletal. Abstract Based on WHO in 2019, musculoskeletal disorders are the second leading cause of disability in the world as measured by years lived with disability (YLDs). The total number of productive years lost due to musculoskeletal disorders in the world increased from 77,377,709.4 in 2010 to 103.817,908.4 in 2015. In Indonesia, the period prevalence of musculoskeletal disorders among those aged 15 years and over reached 24.7% where South Sulawesi was ranked fourth with a prevalence of 27,7%. Bus drivers are in the top three occupation with the highest risk of musculoskeletal disorders along with firefighters and nurses. This study aims to determine the correlation between Body Mass Index (BMI), work fatigue, physical workload with complaints of musculoskeletal disorders in Toraja-Makassar bus drivers. This research was conducted in August 2021 till September 2021. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The results bivariate analysis showed that there was a correlation between musculoskeletal disorders and BMI (p=0.02), physical workload (p=0.003), and work fatigue (p=0.004). The conclusion of this study is that body mass index, physical workload, and work fatigue are associated with complaints of musculoskeletal disorders. Keywords: BMI, Fatigue, Workload, Musculoskeletal Disorder
Perilaku Pencegahan COVID-19 pada Lanjut Usia Aprilianingtyas, Della
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.52163

Abstract

Abstrak Puskesmas Winong I memiliki kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 103, Case Fatality Rate tertinggi berada pada usia ≥65 tahun sebesar 29%, diikuti usia 56 – 65 tahun sebesar 24%. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa penerapan perilaku pencegahan Covid-19 pada lansia masih rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional selama Juli-Agustus 2021. Sampel minimal penelitian sebanyak 291 lanjut usia, diambil dengan cluster sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menyebutkan bahwa variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada lanjut usia yaitu jenis kelamin (p=0,005), tingkat pendidikan (p=0,000), tingkat pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,000), dan akses informasi (p=0,015). Variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19 yaitu dukungan tokoh masyarakat (p=0,483) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,317). Simpulan penelitian ini adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, akses informasi berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada lanjut usia. Abstract Puskesmas Winong I has 103 confirmed Covid-19 cases, the highest of case fatality rate was age ≥65 years of 29%, followed by age 56 – 65 years of 24%. The results of the preliminary study show that the implementation of Covid-19 prevention behavior in the elderly is still low. This research aim to find what are the factors related to the behavior of preventing Covid-19. Type of research is observational analytics using cross sectional design during July-August 2021. The minimum sample is 291 elderly taken by cluster sampling techniques. The instrument research used is a questionnaire. Data analyzed using SPSS with Chi Square test. Variables related to Covid-19 prevention behavior in this study are gender (p=0,005), education level (p=0,000), knowledge (p=0,000), attitude (p=0,002), family support (p=0,000), dan information access (p=0,015). Variables not related to Covid-19 prevention behavior are community leader support (p=0,483) and health support (p=0,317). The Conclusion of this study is gender, education level, knowledge, attitude, family support, information access related with Covid-19 prevention behavior in the elderly. Keyword: COVID-19, Prevention Behavior, The Elderly
Perilaku Pencegahan COVID-19 pada Ibu Rumah Tangga berdasarkan Protection Motivation Theory Santi, Yulia; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.53063

Abstract

Abstrak Kabupaten Cirebon berada pada nilai CFR (Case Fatality Rate) tertinggi di Jawa Barat yaitu 2,5%. Kasus terkonfirmasi mencapai 7.792 kasus, 4.432 kasus terjadi pada wanita usia produktif 20-54. adanya peningkatan kasus pada klaster keluarga ibu rumah tangga, Puskesmas Kamarang merupakan Puskesmas yang memiliki laju insidensi kasus 7,9%. Dimana 56% kasus terjadi pada ibu rumah tangga, dan 1 orang ibu rumah tangga meninggal dunia usia 37 tahun. Protection Motivation Theory menjelaskan bagaimana individu termotivasi untuk bereaksi dengan cara protektif terhadap ancaman yang dirasakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu rumah tangga usia 20-54 tahun, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 290 orang. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner, analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat , bivariat, dengan menggunakan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji regresi. terdapat hubungan antara respon efikasi (p=0,002), efikasi diri (p=0,028), dan niat (p=0,000) dengan perilaku pencegahan COVID-19. sedangkan efikasi diri melalui variabel antara yaitu niat. Respon efikasi, efikasi diri, dan niat merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kamarang. Abstract Kabupaten Cirebon is in the CFR (Case Fatality Rate) value in Jawa Barat, namely 2,5%. Confirmed cases reached 7.792 cases, 4.432 cases occured in women of productive age 20-54 years. In early 2021 there was an increase in cases in the housewife family cluster, Puskesmas Kamarang that has a case incidence rate of 7,9%. Where 56% of cases occured in housewives, and 1 housewife died at the age 37 years. Protection Motivation Theory explains how individuals are motivated to react in a protective way to perceived threats.This type of research is quantitative research with anstudy design observational analytical using aapproach cross-sectional. The sample in this study were housewives aged 20-54 years, sampling using purposive sampling technique with a total sample of 290 people. The research instrument was in the form of a questionnaire sheet, the data analysis carried out was univariate , bivariate, using test chi square, and analysis multivariate with regression test. that there was a relationship between response efficacy (p=0.002), self-efficacy (p=0.028), and intention (p=0.000) with COVID-19 prevention behavior, while self-efficacy through an intervening variable, namely intention. Response efficacy, self-efficacy, and intention are factors related to COVID-19 prevention behavior in housewives in the working area of the Puskesmas Kamarang Keywords: Housewife, Protection Motivation Theory, COVID-19 Prevention Behavior
Partisipasi Lansia pada Program Posbindu PTM dalam Masa Pandemi Covid-19 Oktaviani, Yuliana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.53140

Abstract

Abstrak Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyakit penyerta tertinggi pada kasus Covid-19. Deteksi dini faktor risiko PTM dilaksanakan di Posbindu PTM.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan partisipasi lansia dalam Posbindu PTM. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dengan usia ≥45 tahun (pralansia dan lansia) di Desa Srumbung. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 94 lansia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan partisipasi lansia adalah usia (p=0,000), jenis kelamin (p=0,005), status pekerjaaan (p=0,002), tingkat pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,001), sarana dan prasarana (p=0,006), dukungan kader (p=0,027), dukungan keluarga (p=0,002), dan dukungan tokoh masyarakat (p=0,001), variabel yang tidak berhubungan dengan partisipasi lansia yaitu tingkat pendidikan (p=0,241), dan riwayat PTM (p=0,203). Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara umur, jenis kelamin, status pekerjaan, tingkat pengetahuan, motivasi, sarana dan prasarana, dukungan kader, dukungan keluarga dan dukungan tokoh masyarkat. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dan riwayat PTM. Abstract Non-Communicable Diseases (NCDs) are the highest co-morbidities in Covid-19 cases. Early detection of NCDs risk factors was carried out in Posbindu PTM. This study was aimed at identifying factors affecting elderly participation in Posbindu PTM. This study was analytical survey research with a cross sectional approach. The population in this study were people with the age ≥45 years (pre-elderly or elderly). The sample was 94 elderly who were chosen using purposive sampling technique. The instruments were questionnaires and observation sheets.The results of this study showed that the variables related to elderly participation were age (p=0.000), gender (p=0.005), employment status (p=0.002), level of knowledge (p=0.000), motivation (p=0.001), facilities and infrastructure (p=0.006), cadre support (p=0.027), family support (p=0.002), and support from community leaders (p=0.001), education level (p=0.241), and history of NCDs (p=0.203). There are related to elderly participation were age, gender, employment status, level of knowledge, motivation, facilities and infrastructure, cadre, family, community leaders support and there are not related to elderly participation were education level and history of NCDs.
Determinan Diabetes Melitus pada Usia Dewasa Muda Wahidah, Nur; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.53512

Abstract

Abstrak Prevalensi diabetes usia muda di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada 2018 yaitu 0.5%, namun kelompok usia ini merupakan yang tertinggi yang tidak melakukan pengobatan (18.5%). Angka kematian akibat diabetes pada usia dewasa muda meningkat dari peringkat ke-8 pada 2010 menjadi ke-6 pada 2019. Diabetes menjadi penyebab DALY (Disability-adjusted life year) ke-7 pada usia dewasa muda di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan terkait kejadian diabetes melitus pada usia dewasa muda di Indonesia. Jenis penelitian adalah cross sectional dengan besaran sampel 97 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada April – September 2021. Hasil analisis bivariat menunjukkan kadar kolesterol total (p=0.01), kadar LDL (p=0.04), status merokok (p=0.03), intensitas merokok (p=0.03), dan konsumsi minuman manis (p=0.04). Dari analisis multivariat diketahui konsumsi minuman manis (p=0.008). Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kadar kolesterol total, kadar LDL, status merokok, intensitas merokok, dan konsumsi minuman manis merupakan variabel yang memiliki hubungan. Konsumsi minuman manis merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian diabetes melitus pada usia dewasa muda di Indonesia.. Abstract The prevalence of diabetes among young adults in Indonesia based on a doctor's diagnosis in 2018 was 0.5%, but the percentage who did not receive treatment was the highest at this age group (18.5%). Their death rate has risen from 8th place (2010) to 6th place (2019). Diabetes is the 7th leading cause of DALY (Disability-adjusted life year) among young adults in Indonesia. This study aims to analyze the determinants of diabetes in young adults in Indonesia. This is a cross-sectional study with a sample size of 97 respondents. This study was conducted in April – September 2021. The bivariate analysis showed total cholesterol levels (p=0.01), LDL levels (p=0.04), smoking status (p=0.03), smoking intensity (p=0.03), and consumption of sweet beverages (p=0.04). From multivariate analysis, it is known that consumption of sweet beverages (p=0.008). It can be concluded that total cholesterol, LDL cholesterol, smoking status, smoking intensity, and sweet beverages consumption have an association. Sweet beverages consumption is the most dominant factor in diabetes mellitus among young adults in Indonesia. Keywords: Diabetes Mellitus, Determinant, Young Adults
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO PEKERJAAN DENGAN KELELAHAN PADA IBU HAMIL
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i2.42624

Abstract

Kehamilan mengakibatkan beberapa perubahan psikologis, emosional dan fisik sehingga menyebabkan wanita kelelahan, mulai dari kelelahan ringan hingga kelelahan yang parah. Kelelahan bagi wanita hamil yang bekerja akan memberikan dampak pada produktivitasnya baik itu dampak jangka pendek dan juga jangka panjang. Wanita hamil yang bekerja memiliki risiko mengalami kelelahan yang disebabkan berbagai faktor. Faktor yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kelelahan ialah kurangnya pola istirahat yang dapat menyebabkan insomnia pada ibu hamil, kualitas tidur yang buruk dan waktu yang dibutuhkan dalam bekerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan yang menggunakan metode pendekatan menggunakan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden dari Praktik Bidan Mandiri di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hasil yang diperoleh dari peroleh dari penelitian ini, yaitu: Responden yang mengalami kelelahan sebanyak 56 dan yang tidak mengalami kelelahan sebanyak 44. Hasil uji Chi Square menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan trimester kehamilan dengan (P<0,003), antara waktu kerja (P<0.002), antara kuantitas tidur (P<0.007) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dengan waktu istirahat (P<0.101). Abstract Pregnancy could result in psychological, emotional, and physical changes that cause women to become exhausted, ranging from mild to severe fatigue. Fatigue for a pregnant woman who works will have an impact on her productivity both in the short and long term. Pregnant women who work have a risk of experiencing fatigue due to various factors. Factors that can cause pregnant women to experience fatigue are lack of rest patterns which can cause insomnia, poor sleep quality, and difficulty to finish the tasks. This type of research is a quantitative study using a cross-sectional method. The research sample was 100 respondents from the Independent Midwife Practice in Cempaka Putih, Central Jakarta. The results obtained from this study are 56 respondents who experienced fatigue and 44 respondents who did not experience fatigue. The chi-square test results stated that there was a significant relationship between fatigue and trimester pregnancy (P<0.003), working time (P<0.002), sleep quantity (P<0.007), and there was no significant relationship between fatigue and resting time (P<0.101).
ANALISIS KARAKTERISTIK REMAJA TERHADAP PERILAKU-PERILAKU BERISIKO KESEHATAN
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i2.44420

Abstract

Adolescents during the transition of children to labile adults tend to make decisions without thinking about long-term impacts. The wrong behavior decision taken, the risky health occured. The purpose of this study was to analyze the relationship of risky health behaviors which included risky dating, smoking, alcohol and drugs consumption. This was an explanatory research with cross sectional approach involving 100 adolescents aged 15-24 years who were randomly selected in two villages in Demak. Data is collected by interview and analyzed by univariate, Chi-Square and logistic regression. Sex, mother income and self-esteem are variables that determine the occurrence of a combination of risk behavior. One third of adult smoke and date, but no one claims to have done petting and intercourse. Only 2% had drunk for alcohol, but none claimed to be drug users. There is a statistically robust relationship between smoking and dating behavior, and alcohol use with smoking. This study suggests improving life skills in adolescents in early age in order to prevent risky health behaviors.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue