cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
CONTRACEPTIVE USE AMONG NEW ACCEPTORS IN JAVA ISLAND BEFORE AND DURING COVID-19 PANDEMIC Mardhiyah, Nurifa Marwa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract According to UNFPA, more than 47 million women could not access contraception during the COVID-19 pandemic. In Indonesia, family planning services during the COVID-19 pandemic showed a decrease in the number of contraceptives use by 40%. This study presents a comparison of contraceptive use among new acceptors on Java Island before and during the COVID-19 pandemic. This study used secondary data obtained from routine statistics of the national family planning program. This study is an analytical-descriptive study with an ecological design. The population in this study were all new contraceptive acceptors on Java Island in 2018–2021. Univariate and bivariate analysis were carried out. The results of this study found that there was a significant change in the number of new acceptors in DKI Jakarta (p=<0.001), Central Java (p=<0.001), DI Yogyakarta (p=0.001), East Java (p=0.005), and Banten (p=<0.001). Significant decrease occurred in most contraceptive methods, namely IUD (p=0.001), tubectomy (p=<0.001), vasectomy (p=<0.001), and injectable (p=0.022). This study indicates that there was a significant decrease in the new acceptor numbers during the pandemic on Java Island. Abstrak Menurut UNFPA, lebih dari 47 juta perempuan tidak dapat mengakses pelayanan kontrasepsi selama pandemi COVID-19. Di Indonesia, pelayanan KB pada masa pandemi COVID-19 menunjukkan penurunan jumlah penggunaan alat kontrasepsi sebesar 40%. Studi ini menyajikan perbandingan penggunaan kontrasepsi pada akseptor baru di Pulau Jawa sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari statistik rutin program KB nasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain ekologi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru di Pulau Jawa tahun 2018–2021. Teknik analisis univariat dan bivariat dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan jumlah akseptor baru yang signifikan di DKI Jakarta (p=<0,001), Jawa Tengah (p=<0,001), DI Yogyakarta (p=0,001), Jawa Timur (p=0,005), dan Banten (p=<0,001). Penurunan signifikan terjadi pada sebagian besar metode kontrasepsi, yaitu IUD (p=0,001), tubektomi (p=<0,001), vasektomi (p=<0,001), dan suntik (p=0,022). Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah akseptor baru yang signifikan selama pandemi di Pulau Jawa.
Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah Terhadap Kejadian Stunting Setiawati, Rina
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.66077

Abstract

Abstrak Sanitasi lingkungan yang buruk dapat menjadi salah satu penyebab stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kondisi fisik lingkungan rumah dengan kejadian stunting. Penelitian menggunakan metode case control dengan pendekatan observasional, analisis data menggunakan uji statistik chi square. Reponden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak balita yang dinyatakan stunting berjumlah 34 balita dan populasi kontrol adalah balita yang dinyatakan tidak menderita stunting berjumlah 34 balita dengan besar sampel 68. Hasil uji bivariat didapatkan ada hubungan antara jenis jamban p= 0,006, sumber air bersih p-value= 0,044, jenis lantai p-value = 0,027 dengan kejadian stunting pada balita. Namun tidak ada hubungan antara jenis dinding rumah p-value = 0,239 dengan kejadian stunting. Kepada Masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kualitas kondisi fisik lingkungan rumah terutama kondisi jamban yang harus memenuhi syarat, sumber air bersih yang berkualitas yang digunakan untuk keperluan air sehari-hari, untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan agar menemukan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting. Abstract Poor environmental sanitation can be one of the causes of stunting. This study was then conducted to determine the relationship between the environment’s physical condition and the incidence of stunting. It used a case-control method with an observational approach, chi square statistical test was used to do data analysis. Respondents were mothers with under-five children who were declared stunted totaling 34 children and the control population were 34 not stunted under-five children with a sample size of 68. The bivariate test's result found a relationship between latrine types p = 0.006, clean water sources p-value = 0.044, floor types p-value = 0.027 with stunting in under-five children. However, there was no relationship between house wall types p-value = 0.239 and stunting. The study can increase people's awareness of maintaining the house environment's physical condition quality, especially latrines’ condition which must meet the standard requirements, good quality clean water sources used for daily water needs. Further study is encouraged to find the most significant factors in the incidence of stunting.
UNMET NEED FOR FAMILY PLANNING IN GUNUNGPATI DISTRICT: 2013-2022 Salsabila, Annisa Putri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i3.66226

Abstract

Abstract Unmet need for family planning (FP) is a significant public health problem that cause 20% of obstetric deaths. Unmet need rate in Central Java according to the data from Central Statistics Agency reached 15.9% and Semarang City reached 8.94% which is still far from the MDGs target of 5%. This study aims to review the incidence of unmet need for family planning in Gunungpati district which is expected can be use as a consideration for policy making. Research design of this study is an analytic research with ecological approach that examines family data in Gunungpati district. The incidence of unmet need in Gunungpati district from 2013 to 2022 decreased significantly from 2013 to 2019, then increased in 2022. The highest number of cases occurred in 2013, while the lowest cases occurred in 2019 with the highest number of cases found consecutively in Sukorejo, Sekaran, and Sumurrejo sub-districts. There is a significant correlation between age of reproductive aged couples, number of births, educational status of the family head, gender of the family head, and employment status of the family head with incidence of unmet need for family planning in the spacing and limit categories in Gunungpati district. Research on risk factors for unmet need for family planning at individual level can be carried out to increase the input for controlling unmet need for family planning. Keywords: Unmet need, Family Planning, Spacing, Limit Abstrak Unmet need Keluarga Berencana (KB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan menyebabkan 20% kematian obstetrik. Angka unmet need di Jawa Tengah menurut data Badan Pusat Statistik mencapai angka 15,9% dan di Kota Semarang mencapai 8,94% yang masih jauh dari target MDGs yakni 5%. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kejadian unmet need KB di Kecamatan Gunungpati yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan pengambilan kebijakan. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan ekologi yang mengkaji data keluarga di Kecamatan Gunungpati. Kejadian unmet need di Kecamatan Gunungpati dari tahun 2013 hingga 2022 menurun secara signifikan dari tahun 2013 hingga 2019, kemudian meningkat pada tahun 2022. Jumlah kasus tertinggi terjadi pada tahun 2013, sedangkan kasus terendah terjadi pada tahun 2019 dengan jumlah kasus tertinggi ditemukan secara berturut-turut pada Kecamatan Sukorejo, Sekaran, dan Sumurrejo. Terdapat korelasi yang signifikan antara Usia PUS, Jumlah Kelahiran, Status Pendidikan Kepala Keluarga, Jenis Kelamin Kepala Keluarga, dan Status Pekerjaan Kepala Keluarga dengan kejadian unmet need KB pada kategori IAD maupun TIAL di kecamatan Gunungpati. Penelitian mengenai faktor risiko unmet need KB di tingkat individu dapat dilakukan guna meningkatkan input pengendalian unmet need KB. Kata kunci: Unmet need, KB, IAD,TIAL
Analisis Potensi Bahaya Pekerja di TPA Jatibarang Kota Semarang Pramudana, Muhammad Naufal
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.66232

Abstract

Abstrak Tempat Pemrosesan Akhir Jatibarang menerima sampah 900 hingga 1000 ton per hari, terdapat berbagai bahaya dalam tempat pemrosesan akhir. Riset ini bertujuan menganalisis potensi risiko bahaya keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja di tempat pemrosesan akhir Jatibarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Besar sampel berjumlah 10 orang. Sumber data mengunakan data primer berupa kuesioner dan lembar observasi, data sekunder mengunakan dokumen perusahaan. Analisis identifikasi resiko potensi bahaya menggunakan Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control. Hasil penelitian potensi bahaya tempat pemrosesan akhir adalah bahaya fisika, kimia, biologi, ergonomi dan psikologis. Potensi bahaya yang ada seperti radiasi komputer, tertabrak kendaraan, getaran, kebisingan, menghirup gas kimia, tergigit hewan, jam kerja yang panjang, kegiatan duduk yang lama dan kegiatan membungkuk berulang. Pengendalian risiko salah satunya penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, pemberian alat mengurangi sampah, pembuatan struktur kerja lebih efektif, istirahat beberapa menit, dan pelebaran akses jalan kendaraan. Kata kunci : Gangguan Kesehatan, Bahaya, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Abstract The Jatibarang Final Processing Site receives 900 to 1000 tons of waste per day, there are various hazards in the Final Processing Site. This research aims to analyze the potential risk of occupational safety and health hazards to workers at Jatibarang final processing site. This study uses a descriptive observational method. Samples taken using purposive sampling method. Sample size is 10 people. Data sources use primary data in the form of questionnaires and observation sheets, secondary data use company documents. Analysis of potential hazard risk identification using Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control. The results potential hazards of the final processing site are physical, chemical, biological, ergonomic, and psychological hazards. Potential hazards include computer radiation, being hit by vehicles, vibration, noise, inhaling chemical gases, being bitten by animals, long working hours, prolonged sitting activities, and repetitive bending activities. Risk control includes using appropriate personal protective equipment, providing tools to reduce waste, making work structures more effective, resting for a few minutes, and Separation of entry and exit of vehicles. Keywords: Health Problems, Hazards, occupational safety, and health
Determinants of Pulmonary Tuberculosis Cure Rate in Sragen Regency Muyassaroh, Zuhrotul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Based on the Health Profile data of Sragen Regency, the success rate of the Tuberculosis program in Sragen Regency from 2019 tends to fluctuate. In 2019 the success rate in Sragen Regency reached 71.1% in 2019, then increased to 94% in 2020, and then fell back to 83.7% in 2021. The tuberculosis success rate in 2021 is still not achieved the national target of 90%. The cure rate in Sragen Regency still tends to be low. Based on data from the Health Profile of Sragen Regency in 2021, the cure rate for tuberculosis is 49%. This study aims to determine the factors that affected the cure rate of pulmonary tuberculosis patients in Sragen Regency. This type of research was observational quantitative research with retrospective cohort method. The study was conducted in September 2022. The total sample in this study is 341 samples after exclusion data. Data analysis used survival analysis with Kaplan-Meier and log rank test. Occupation status (p=0,024), residence area (p=0,049) and TB history (p=0,017) have a relationship with the cure rate of pulmonary TB patients in Sragen Regency. Abstrak Berdasarkan Data Profil Kesehatan Kabupaten Sragen, angka keberhasilan pada program pengobatan TB dari 2019 cenderung fluktuatif. Pada tahun 2019, angka keberhasilan (success rate) di Kabupaten Sragen mencapai 71.1%, kemudian naik menjadi 94%, dan kembali turun di angka 83.7% di tahun 2021. Success rate di tahun 2021 masih belum mencapai target nasional yaitu 90%. Angka kesembuhan di Kabupaten Sragen cenderung masih rendah. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten Sragen tahun 2021, angka kesembuhan TB di Kabupaten Sragen yaitu 49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi laju kesembuhan TB paru di Kabupaten Sragen. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif observasional dengan metode kohort retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022. Total sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 341 sampel setelah data dieksklusi. Analisis data dilakukan dengan analisis survival menggunakan Kaplan-Meier dan uji log-rank. Status pekerjaan (p=0,024), area tempat tinggal (p=0,049), dan riwayat TB (p=0,017) mempengaruhi laju kesembuhan pasien TB paru di Kabupaten Sragen.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pemakaian APD Pekerja Produksi Hidromekanikal Dirmawan, Muhammad Yamin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.66566

Abstract

Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh dari 47 pekerja terdapat 87% pekerja tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat bekerja dan 13% pekerja memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sesuai dengan pekerjaannya, hal ini tidak sesuai dengan Instruksi Kerja K3 yang termuat di buku manual IKJ-34.3-001. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemakaian APD pada pekerja produksi PT. X Cabang Tegal. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2022 dan Januari 2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 91 pekerja. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi kepatuhan pemakaian APD. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji alternatif Fisher’s exact test apabila expected count tidak memenuhi syarat uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (p=1,000), pendidikan (p=0,318), masa kerja (p=0,977) dengan kepatuhan pemakaian APD. Ada hubungan antara pengetahuan (p=0,035) dengan kepatuhan pemakaian APD. Kesimpulan penelitian ini adalah usia, pendidikan dan masa kerja tidak berhubungan sedangkan pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan pemakaian APD. Kata kunci : usia, pendidikan, pengetahuan, masa kerja, pemakaian APD Abstract Based on the preliminary study, it was obtained from 47 workers that 87% of workers did not use complete Personal Protective Equipment (PPE) while working and 13% of workers wore complete Personal Protective Equipment (PPE) according to their work, this is not in accordance with the K3 Work Instructions contained in the book manuals IKJ-34.3-001. This study aims to determine the factors associated with compliance with the use of PPE in production workers at PT. X Tegal Branch. The research was carried out in October 2022 and January 2023. This research is a quantitative observational analytic study with ancross sectional. Sampling technique using total sampling totaling 91 workers. The research instrument used questionnaires and observation sheets for adherence to the use of PPE. Data were analyzed using testchi squareand alternative testFisher’s exact test whenexpected count does not meet the test requirementschi square. The results showed that there was no relationship between age (p=1,000), education (p=0.318), working time (p= 0.977) with adherence to the use of PPE. There is a relationship between knowledge (p= 0.035) with adherence to the use of PPE. The conclusion of this study is that age, education and years of service are not related, while knowledge is related to compliance with the use of PPE. Keywords: age, education, knowledge, years of service, use of PPE
TREN KEJADIAN DIARE DENGAN TERSELENGGARANYA DEKLARASI KECAMATAN ODF 2019 DI KECAMATAN MRANGGEN Nabila, Jihan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.66869

Abstract

Abstrak Kecamatan Mranggen merupakan kecamatan yang terdeklarasi ODF pada tanggal 28 November 2019 dan mempunyai kasus diare tertinggi diantara 6 kecamatan yang sudah terdeklarasi ODF tahun 2019 di Kabupaten Demak. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kejadian diare sebelum dan sesudah Deklarasi ODF di Kecamatan Mranggen. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif. Sumber data sekunder berasal dari Rekapitulasi Kejadian Diare Puskesmas Mranggen (1,2,3) Tahun 2017-2022 dan sumber data primer berasal dari hasil wawancara Sanitarian Puskesmas Mranggen (1,2,3). Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 6 September - 31 Desember 2022 dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian diare sebelum deklarasi ODF (Desember 2019-September 2022) dan Sesudah Deklarasi ODF (Januari 2017-Oktober 2019) memiliki perbedaan yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata (280,26 menjadi 218,89), pola tren kejadian diare (cenderung naik menjadi cenderung menurun), nilai Z = -2,575 dan nilai signifikan sebesar 0,010 (p<0,05). Simpulan dalam penelitian ini adalah ada keterkaitan antara implementasi program deklarasi ODF dengan kejadian diare di Kecamatan Mranggen. Abstract The ODF Declaration in Mranggen Subdistrict was held on November 28, 2019, but highest case of diarrhea compared to 6 other sub -districts in Demak Regency that has been declared ODF in 2019. The purpose was describe diarrhea incidence before and after the ODF declaration in Mranggen Subdistrict. Type of research is quantitative descriptive. Secondary data sources come from the Recapitulation of Diarrhea Incidence at the Mranggen PHC (1,2,3) in 2017-2022 and the primary data source comes from interviews with the Mranggen PHC Sanitarian (1,2,3). This research in September 6 - December 31, 2022 with purposive sampling techniques. The results showed that diarrhea incidence before the ODF declaration (December 2019-September 2022) and after the Declaration of ODF (January 2017-October 2019) had the differences : average value (280,26 to 218, 89), trend pattern of diarrhea occurence (rise to decrease), Z = -2,575, and a sign value of 0.010 (p <0.05). The conclusion is that there is a link between the implementation of the ODF declaration program and diarrhea in Mranggen Subdistrict.
EVALUASI PELAKSANAAN INTERVENSI GIZI SPESIFIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Sahila, Aida Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.67300

Abstract

Abstrak Berbagai intervensi gizi spesifik dalam upaya pencegahan stunting yang menjadi tanggungjawab sektor Kesehatan telah dilaksanakan. Pada kenyatannya, kejadian stunting Kabupaten Wonosobo tahun 2021 menempati posisi tertinggi di Jawa Tengah. Desa Purwojiwo masuk dalam 10 desa prioritas stunting dan dalam 3 tahun terakhir prevalensinya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan intervensi gizi spesifik dalam upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan kerangka evaluasi (input, proses, output, dan outcome). Informan utama penelitian ini adalah penanggungjawab program intervensi gizi spesifik dan informan triangulasinnya yaitu ibu balita stunting. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, dilaksanakan pada Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek input kurangnya ahli gizi di puskesmas, alat ukur belum lengkap, sarana terbatas, dan SOP dari puskemas belum ada; aspek proses terdapat kader kurang aktif dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan; aspek output tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu 86,7%, sedangkan gambaran tingkat keberhasilan program dalam kegiatan posyandu hanya 65,3%; dan aspek outcome masih kurangnya pengetahuan ibu balita stunting tentang gizi balita. Jadi, pelaksanaan intervensi gizi spesifik ini masih banyak kendala sehingga hasil pelaksanaanya belum optimal. Abstract Various specific nutrition interventions in efforts to prevent stunting which are the responsibility of the health sector have been implemented. In fact, the incidence of stunting in Wonosobo Regency in 2021 occupies the highest position in Central Java. Purwojiwo Village is included in the 10 priority villages for stunting and in the last 3 years its prevalence has increased. This research aims to evaluate the implementation of specific nutrition interventions in efforts to prevent stunting. The method used is descriptive qualitative with an evaluation framework (input, process, output, and outcome). The main informant of this research is in responsible for specific nutrition intervention program and the triangulation informant, namely stunting toddler mothers. This research used primary data collected through interviews and observations, to be carried out in October 2022. The results showed that the input aspects wa a lack of nutritionists at the puskesmas, measuring instruments were incomplete, limited facilities, and SOPs from the puskesmas did not yet exist; in the process aspect, there are less active cadres and less society participation in utilizing health services; the output aspect, the level of community partisipation in posyandu is 86,7%, while the description of the program’s level of succes in posyandu is only 65,3%; and the outcome aspect is the lack of knowledge of stunting toddler mothers about toddler nutrition. Therefore, the implementation of this specific nutrition intervention still has many obstacles so that the implementation results are not optimal.
Perbedaan Kelelahan Kerja Ditinjau dari Shift Kerja pada Operator Lokal Energi Primer Nurwahdaniyah, Nurwahdaniyah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.67303

Abstract

Abstrak Kelelahan kerja dapat meningkatkan perilaku berisiko yang dapat memicu terjadinya insiden maupun kecelakaan kerja. Survei awal yang dilakukan terhadap 10 operator lokal energi primer didapatkan bahwa 20% operator mengalami kelelahan dengan kategori tinggi, 50% kategori sedang, dan 30% kategori rendah. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kelelahan kerja ditinjau dari shift kerja pada operator lokal energi primer. Penelitian dilakukan pada tahun 2022 di PT. X. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi berjumlah 42 operator dengan sampel penelitian 32 operator. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji One way anova. Hasil penelitian menunjukan kelelahan kerja pada shift malam dengan rata-rata 25,10, shift siang dengan rata-rata 15,27 dan shift pagi 19,63. Shift malam merupakan shift dengan tingkat kelelahan tertinggi dibandingkan dengan shift pagi dan siang. Didapatkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kelelahan kerja ditinjau dari shift kerja pada operator lokal energi primer dengan p=0,044 (p<0,05). Abstract Work fatigue can increase risky behavior that triggers work incidents or accidents. An initial survey of 10 primary energy local operators found that 20% of operators experienced fatigue in the high category, 50% in the medium category, and 30% in the low category. The purpose is to determine whether there are differences in work fatigue in terms of work shifts for primary energy local operators. Research conducted in 2022 at PT. X. This type of research uses analytic observational with cross sectional design. The population is 42 operators with 32 sample operators. The data analysis technique was carried out by the One way anova test. The night shift is the highest level of fatigue compared to the morning and afternoon shifts. The results showed work fatigue on the night shift with an average of 25,10, the afternoon shift of 15,27 and the morning shift of 19,63. It was concluded that there were differences in work fatigue in terms of work shifts on primary energy local operators with p=0,044 (p<0,05).
PENGALAMAN IBU BALITA STUNTING TERKAIT PERCEIVED BARRIERS PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING Wanti, Puput Arisma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.67493

Abstract

Abstrak Kasus balita stunting terbesar di Jawa Tengah pada tahun 2022 berada di Kabupaten Brebes (29,1%). Permasalahan penelitian adalah bagaimana pengalaman ibu balita stunting terkait perceived barriers perilaku pencegahan stunting dengan pendekatan kualitatif, desain grounded theory. Tujuan penelitian ini adalah menggali pengalaman ibu balita stunting terkait perceived barriers perilaku pencegahan stunting dengan pendekatan kualitatif, desain grounded theory. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan didapatkan 6 partisipan. Pengumpulan data menggunakan teknik indepth interview dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Metode analisis yang digunakan adalah metode colaizzi. Penelitian ini menghasilkan hambatan ASI Eksklusif, asupan gizi, asupan air putih, sumber air bersih, kepemilikan jamban, kelayakan jamban, perilaku BAB, imunisasi, akses pelayanan kesehatan, dan akses pendidikan pola pengasuhan. Kesimpulan: Beragam faktor yang menciptakan hambatan terhadap perilaku pencegahan stunting di Brebes memerlukan pendekatan multifaset seperti pemerintah dan masyarakat luas yang melibatkan keluarga, masyarakat setempat, tenaga kesehatan, psikolog anak, dan pelayanan kesehatan untuk mengatasi hambatan perilaku pencegahan stunting tersebut. Kata kunci: Perceived Barriers, Pencegahan, Stunting Abstract The largest stunting toddler case in Central Java in 2022 will be in Brebes Regency (29.1%). The research problem is how is the experience of stunting mothers related to perceived barriers to stunting prevention behavior with a qualitative approach, grounded theory design. The purpose of this study was to explore the experiences of mothers with stunting related to perceived barriers to stunting prevention behavior using a qualitative approach, grounded theory design. The sampling method used was purposive sampling and 6 participants were obtained. Data collection uses in-depth interview techniques and semi-structured interview guidelines. The analytical method used is the Colaizzi method. This research resulted in barriers to exclusive breastfeeding, nutritional intake, water intake, clean water sources, latrine ownership, latrine feasibility, defecation behavior, immunization, access to health services, and access to parenting education. Conclusion: The various factors that create obstacles to stunting prevention behavior in Brebes require a multifaceted approach such as the government and the wider community involving families, local communities, health workers, child psychologists, and health services to overcome these stunting prevention behavior barriers. Keywords: Perceived Barriers, Prevention, Stunting

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue