cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY" : 17 Documents clear
Penguatan Soft Skill Kecerdasan Sosial Peserta Didik melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMA IT Bina Amal Semarang Khanifah, Siti; Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71470

Abstract

Perkembangan globalisasi yang sangat cepat dapat menciptakan tingginya persaingan di masyarakat khususnya generasi muda, sehingga diperlukan penguatan soft skill khususnya kecerdasan sosial sebagai bekal dalam menghadapi persaingan global. Penguatan soft skill dapat dilakukan sejak dini melalui pendidikan, sebagaimana yang dilakukan oleh SMA IT Bina Amal melalui kegiatan ekstrakurikuler. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini didapatkan melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun jumlah informan penelitian ini yaitu 12 informan utama dan 3 informan pendukung. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode dan sumber. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan konsep soft skill kecerdasan sosial, pengembangan diri, ekstrakurikuler, dan teori pendidikan Interaksional turunan aliran pragmatis John Dewey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Adanya pemahaman guru yang komprehensif tentang pentingnya soft skill bagi peserta didik di abad 21. 2) Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMA IT Bina Amal meliputi penelusuran bakat minat, pembimbingan dan evaluasi kegiatan. 3) Soft skill kecerdasan sosial seperti keterampilan bekerja secara tim, berkomunikasi dengan baik, dapat berfikir kritis dan menyelesaikan masalah, serta kemampuan untuk memimpin yang sudah muncul dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Konstruksi Identitas “Jawa Pekalongan” Melalui Dialek Bahasa Di Comal Kabupaten Pemalang Rifky, Mohammad; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71471

Abstract

Bahasa Jawa dialek Pekalongan merupakan bahasa yang digunakan dan dituturkan oleh masyarakat Kecamatan Comal. Hal tersebut berbeda dari induk wilayah yakni Pemalang yang menggunakan dialek ngapak Tegal dan Banyumas. Perbedaan dialek tersebut menyebabkan konstruksi identitas masyarakat Comal. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui cara konstruksi identitas diri pada generasi muda Comal. 2) Mengetahui alasan dan faktor konstruksi identitas diri generasi muda Comal. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Comal. Subjek dalam penelitian ini adalah generasi muda Comal. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Konstruksi Identitas yang terjadi pada generasi muda Comal disebabkan dua hal. Pertama Comal sebagai wilayah borderland baik secara administrasi wilayah maupun sebagai borderland Jawa kulon dengan Jawa wetan. Ke-dua, adanya kondisi less identity atau kekurangan identitas pada generasi muda Comal. 2) Konstruksi identitas yang dilakukan generasi muda Comal diwujudkan dalam dua bentuk. Pertama memunculkan identitas lokal yang dinamakan wong Comal dan Ke-dua menggunakan Basa Comalan.
Adaptasi Perawatan Lansia pada Masa Pandemi COVID-19 di Panti Elim Semarang Setyaningrum, Meilina; Husain, Fadly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71472

Abstract

Panti Wreda Elim Pelkris Semarang merupakan salah satu panti jompo pilihan di Semarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pelaksanaan perawatan lansia dalam masa pandemi COVID-19 di Panti Elim, (2) mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan oleh pihak pengelola panti, para lanjut usia, serta perawat (caregiver) dalam masa pandemi COVID-19 di Panti Elim, (3) apa saja hambatan-hambatan yang dalam masa pandemi COVID-19 serta bagaimana upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Panti Werdha Elim Pelkris Semarang. Penelitian ini menggunakan konsep Anthropology of Aging and Care oleh Mol & Klainman dan Teori Strategi Adaptasi oleh John William Bennett. Hasil penelitian menunjukkan (1) perawatan lansia yang dilaksanakan di Panti Elim dimulai dari perawatan fisik juga kesehatan mental. Adanya Pandemi COVID-19 perawatan sedikit berubah yaitu pada peningkatan asupan makanan, pemberian vitamin, perawatan dan juga pengawasan, (2) strategi adaptasi yang dilakukan Panti Elim pada masa Pandemi COVID-19 diantaranya yaitu adaptasi dalam hal kesehatan, kebersihan, dan pembatasan kegiatan, (3) hambatan dirasakan baik dari dalam diri lansia, caregiver atau perawat, perawat panti yang lainnya serta pihak keluarga
Ketidakadilan Gender terhadap Perempuan Pengemudi Ojek Online (PPOO) di Kota Semarang (Studi pada Perempuan Pengemudi Grab) Putri, Anastasia; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71473

Abstract

Perbedaan karakteristik yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan menjadikan perempuan dengan profesi sebagai pengemudi ojek online mengalami beberapa pengalaman yang berhubungan dengan ketidakadilan gender. Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja ketidakadilan gender yang dialami perempuan pengemudi ojek online dan strategi yang mereka lakukan dalam menghadapi ketidakadilan gender. Konsep yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian adalah konsep ketidakadilan gender dan stereotip gender. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Tahapan analisis data menggunakan model Miles & Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perempuan pengemudi ojek online mengalami ketidakadilan gender yang mana ketidakadilan gender ini ditandai dengan berbagai hal yang dilakukan oleh customer maupun orang terdekat seperti perempuan lebih baik di rumah, ditolak customer, mendapat penilaian rendah, dan mendapat perlakuan yang mengarah pada tindakan pelecehan. 2) Perempuan pengemudi ojek online memiliki strategi untuk menghadapi ketidakadilan gender seperti berdiskusi dengan suami dalam membuat keputusan, berfikir positif ketika mengalami penolakan, menerima tawaran customer untuk bertukar posisi mengendarai motor, mengatur waktu antara pekerjaan domestik dan pekerjaan publik, dan tegas terhadap customer yang kurang sopan.
Kajian Fenomenologi Dan Karakteristik Batik Pewarna Alam Pesisir Pada Batik Zie Kampung Malon Kota Semarang Kurniawati, Dwi Wahyuni; Imawati, Rizka Alfiana; Wicaksono, Harto
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71474

Abstract

Sebagai produk kebudayaan tradisi, sesungguhnya dalam membuat batik, pewarna yang melekat dalam estetika batik adalah pewarna alam. Hal tersebut berkaitan dengan makna filosofis pada kehadiran warna alam yang ditampilkan. Namun saat ini nampaknya paradigma masyarakat terkait dengan pewarna alam justru terbalik. Secara umum, masyarakat akan memahami bahwa teknik pewarnaan batik lazim dengan menggunakan pewarna sintetis. Perajin batik di Desa Malon, Gunungpati Kabupaten Semarang mengembalikan kembali tradisi pewarnaan batik dengan menggunakan pewarna alam. Berdasarkan pada uaraian tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) Faktor apa saja yang berpengaruh terhadap fenomena kehadiran batik pewarna alam pada batik Zie di Desa Malon, Kec. Gunungpati Kabupaten Semarang? (2) Bagaimana karakteristik batik pewarna alam pada batik Zie di Desa Malon, Kec. Gunungpati Kabupaten Semarang? Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian yaitu Batik Zie sebagai perajin batik pewarna alam di Desa Malom, Kec. Gunungpati, Kota Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fenomena keberadaan batik Zie Semarang karena terdapat faktor pendukung yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor pembentuk internal mencakupi (1) kultur kebudayaan Jawa (Yogyakarta) yang hadir dalam kehidupan pendiri Zie Batik; (2) kondisi mental pemilik Zie batik yang terbentuk atas dasar falsafah kebudayaan Jawa seperti karakter sabar, ulet, titi dan narima; (3) minat dan motivasi pendiri Zie Batik yang tinggi terhadap dunia kesenian yang terbentuk dari kecil hingga pengalaman bergelut di dunia kerja. Adapun faktor pembentuk eksternal meliputi (1) Situasi dan kondisi arena pasar persaingan produksi batik berdasarkan hostoris pengalaman hidup pendiri Zie Batik dan dinamika perjalanan batik Semarang; (2) Misi pelestarian alam (konservasi) sebagai strategi memberikan nilai beda (branding produk) batik yang diproduksi dibandingkan dengan batik Semarang lain yang ada; (3) Kondisi geografis, lingkungan alam dan lingkungan masyarakt yang mendukung; (4) Strategi segmen pasar khusus yang menjanjikan. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa motif batik Zie batik telah mencapai nilai estetis yang baik, baik dilihat dari sisi nilai estetis internal maupun nilai estetis eksternal.
Konstruksi Sosial Perilaku Beragama pada Mahasiswa Aktivis Dakwah LDF SC Al Furqan UNM Agustang, Andi; Shaleh, Muh. Yusuf; Syukur, Muhammad; Awaru, A. Octamaya Tenri; Agustang, Andi Dody May Putra
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71515

Abstract

Ekspresi perilaku beragama mahasiswa aktivis dakwah dijadikan representasi keislaman sejati di kalangan mereka. Namun disisi lain, juga memunculkan beragam stigma negatif. Tujuan artikel ini untuk menganalisis konstruksi sosial perilaku beragama mahasiswa aktivis dakwah LDF SC Al-Furqan di Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan sekaligus dampaknya bagi mahasiswa aktivis dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif paradigma konstruktivisme dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Konstruksi perilaku beragama mahasiswa aktivis dakwah di momen eksternalisasi ditandai dengan kehadiran murabbi, senior, dan teman sepergaulan yang berupaya mengkonstruksi pemahaman bahwa perilaku beragama tersebut adalah wujud ketaatan terhadap ajaran islam. Namun pada momen objektivasi telah terdapat tiga konstruksi berbeda yaitu a.) Sebagai keharusan sebab telah memiliki landasan yang jelas dari kitab suci, b.) Sebagai anjuran sebab memiliki dampak positif bagi individu, c.) Sebagai hal yang perlu disesuaikan dengan kondisi sosiokultural sebelum menerapkannya. Tiga konstruksi ini menjadikan objektivasi sebagai momen yang paling dominan. Pada momen internalisasi aktualisasi perilaku beragama kurang optimal karena rasa ketidaksiapan diri, khawatir menimbulkan penolakan dari keluarga, dan masyarakat. Dampak positif perilaku beragama tersebut yakni pengembangan kompetensi atau wawasan keislaman, stabiltas psikis, dan rasa terproteksi dari hal negatif. Adapun dampak negatifnya seperti penolakan, dan stigma negatif dari keluarga, teman sepergaulan, dan masyarakat.
Transformasi Budaya Bertani Masyarakat Sedulur Sikep Di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati Aulia, Natsuwa Cindi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.76837

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan 88,89% masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Pada kegiatan pertanian, mayoritas petani menggunakan pupuk kimia dan pestisida buatan dikarenakan pupuk kimia mempercepat pertumbuhan tanaman dan lebih efisien dibandingkan dengan pupuk organik. Pupuk kimia sendiri sudah mulai dikembangkan di Indonesia sejak program food estate pada zaman presiden Soeharto. Akan tetapi, terdapat petani menolak penggunaan pupuk kimia dikarenakan adanya sistem pertanian yang mereka terapkan. Salah satu petani yang menolak penggunaan pupuk kimia dalam pertaniannya adalah masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Masyarakat Sedulur Sikep di Sukolilo Pati memiliki sebuah budaya bertani dalam mengolah lahannya. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman budaya bertani masyarakat Sedulur Sikep di Sukolilo Pati mengalami transformasi. Budaya bertani yang awalnya merupakan bentuk representasi kecintaan mereka terhadap alam mengikuti perkembangan zaman. Masyarakat Sedulur Sikep di Sukolilo mulai menerapkan sistem pertanian modern dengan bantuan bahan kimia. Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan teknologi justru membuat kearifan lokal yang ada mulai hilang eksistensinya. Tentunya transformasi pada pertanian Sedulur Sikep tidak terjadi secara keseluruhan, masih terdapat beberapa aspek yang bertahan dengan nilai kearifan lokalnya. Penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana transformasi budaya bertani di masyarakat Sedulur Sikep.

Page 2 of 2 | Total Record : 17