cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
Hambatan-Hambatan Dalam Proses Adaptasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka (Studi Pada Guru Sma Negeri 1 Semarang)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76723

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya fenomena perubahan kurikulum merdeka yang menjadikan guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk melakukan proses adaptasi, namun dalam proses adaptasi ditemukannya hambatan-hambatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hambatan-hambatan guru dalam proses adaptasi pelaksanaan kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif (Studi Kasus). Lokasi penelitian berada di SMAN 1 Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini berjumlah 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami hambatan dalam proses adaptasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar kurikulum merdeka seperti penyusunan modul ajar, pembelajaran materi esensial, dan pembelajaran diferensiasi. Hambatan yang lain terkait mindset guru, program project P5, dan sarana prasarana penunjang project P5. Hambatan-hambatan tersebut dapat diinterpretasikan secara positif sebagai refleksi perilaku proses adaptasi dalam menghadapi perubahan kurikulum merdeka.
Eksistensi Pedagang Batik di Wisata Religi Desa Sapuro Kebulen Kota Pekalongan (Studi di Kawasan Makam Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alatas)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76724

Abstract

Pedagang dapat ditemui di lokasi wisata religi makam wali, seperti di kawasan wisata religi Makam Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alatas, yang berlokasi di Desa Sapuro Kebulen Kota Pekalongan. Pemberlakuan sistem pocokan atau rolling lapak batik menjadi salah satu keunikan dari pedagang batik di wisata religi Desa Sapuro Kebulen. Tujuan dari penelitian adalah (1) Mengetahui latar belakang berdagang batik; (2) Mengetahui strategi berdagang dari pedagang batik; dan (3) Mengetahui relasi sosial pedagang batik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di kawasan wisata religi Makam Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alatas Desa Sapuro Kebulen Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dari James S. Coleman dan teori hubungan interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pedagang batik dipengaruhi oleh latar belakang berdagang batik seperti faktor keuntungan, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Strategi berdagang yang diterapkan seperti strategi barang, strategi pelayanan, strategi harga, dan strategi spiritual. Pedagang batik memiliki relasi sosial yang terjalin dengan berbagai pihak seperti dengan pedagang, pembeli, pengurus wisata religi dan pengurus paguyuban batik, serta dengan shohibul maqom wisata religi. Hubungan spiritual pedagang batik dengan shohibul maqom di wisata religi tersebut yang menjadi perbedaan antara pedagang di wisata religi dengan pedagang di lokasi wisata biasa.
Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Peningkatan Perekonomian Keluarga Melalui Tenun Di Desa Renda Manggarai NTT
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76725

Abstract

Ibu rumah tangga di Desa Renda turut ikut bekerja membantu suami meningkatkan perekonomian keluarga melalui tenun (tenung) yang berakibat pada beban ganda yang ditanggung oleh perempuan. Kain tenun yang pada awalnya sebagai identitas perempuan dan digunakan untuk upacara adat kini berorientasi pada kebutuhan pasar karena nilai jual kain tenun yang tinggi, permintaan pasar dan tuntutan biaya hidup yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui peran ibu rumah tangga dalam peningkatan perekonomian keluarga melalui tenun di Desa Renda, 2) Dampak peranan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) ibu rumah tangga di Desa Renda bukan hanya menjalankan satu peran melainkan lebih yaitu reproduktif, produktif dan sosial, 2) Peranan yang dijalankan oleh ibu rumah tangga di Desa Renda berdampak positif dan negatif pada keluarga dan penenun. Dampak positif seperti terpenuhinya kebutuhan ekonomi keluarga, pelestarian budaya tenun dan menjadi lebih dekat dengan warga sekitar sedangkan dampak negatif yaitu beban ganda yang ditanggung oleh penenun, kelelahan fisik dan kebersihan anak yang kurang diperhatikan.
Pemaknaan Tari Ronggeng Sebagai Antisipasi Bencana Alam Oleh Masyarakat Dukuh Jumbleng Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah Kabupaten Batang
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76746

Abstract

Bencana alam merupakan suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar karena bisa merenggut nyawa yang membuat manusia menderita secara fisik, mental maupun sosial ekonomi. Masyarakat yang dihadapkan pada peristiwa bencana membuat mereka memiliki cara dalam antisipasi bencana. Dukuh Jumbleng memiliki cara dalam antisipasi bencana melalui tari ronggeng. Antisipasi bencana melalui tari ronggeng lahir dari pengalaman nyata yang dialami warga. Ronggeng yang tidak terselenggara dalam waktu satu tahun ternyata menimbulkan bencana alam berupa tanah longsor di wilayah bukit. Masyarakat percaya bahwa tari ronggeng yang tidak pentas menjadi penyebab peristiwa bencana yang mengancam wilayah dan nyawa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tari ronggeng sebagai upaya antisipasi bencana alam tanah longsor di Dukuh Jumbleng, Desa Kemiri Barat, kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Nilai Sosial Budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai Daya Tarik Desa Wisata Penggarit di Kabupaten Pemalang
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76748

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya fenomena menarik bahwa hadirnya globalisasi telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan menggeser segala sesuatu yang dianggap kuno dengan lebih memilih hal-hal yang dianggap modern salah satunya dalam aspek pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis Wage, (2) mengetahui aktualisasi nilai sosial budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai daya tarik, (3) mengetahui upaya pelestarian nilai sosial budaya yang dilakukan oleh masyarakat yang terlibat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Wisata Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan konsep komodifikasi oleh Karl Marx. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya beberapa alasan yang melatarbelakangi penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis Wage, (2) aktualisasi nilai sosial budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai daya tarik diantaranya nilai kesederhanaan, nilai gotong royong, nilai kejujuran dan nilai hiburan, (3) upaya pelestarian nilai sosial budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai daya tarik diimplementasikan dengan penyediaan ruang sosial budaya, menetapkan aturan penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis wage, aktivasi edukasi budaya lokal dengan mengadakan pelatihan kebudayaan dan kerjasama dengan pihak terkait melalui media sosial sebagai promosi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis Wage mengaktualisasikan nilai sosial budaya sebagai daya tarik wisata.
Kehadiran Kucing Sebagai Hewan Peliharaan di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Masyarakat Kota Surabaya dan Sidoarjo)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76749

Abstract

Dalam sejarahnya, hubungan manusia dengan kucing telah berlangsung sejak ratusan juta tahun yang lalu. Pada masa kini, hubungan antara manusia dengan kucing perlu kita pandang secara luas, khususnya pada sudut pandang manusia sebagai aktor yang memelihara kucing. Terlebih, adanya masa pandemi Covid-19 memunculkan pertanyaan mengenai manfaat kucing dalam kehidupan manusia di masa yang serba sulit. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai efek positif dan negatif apa muncul saat memelihara kucing di masa pandemic Covid-19. Untuk mendapatkan serangkaian data dalam menjawab rumusan masalah, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui wawancara dan partisipasi observasi kepada 10 orang narasumber yang merupakan pemilik kucing. Penggalian data dari jurnal ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian juga dilakukan untuk mendukung temuan data penelitian. Hasil dari penelitian yang dilakukan untuk membuat paper ini menunjukan bahwa terdapat efek positif dan negatif yang dirasakan oleh pemilik kucing ketika memelihara kucing di masa pandemi Covid-19 saat ini. Adapun dampak positif yang dirasakan oleh pemilik kucing yaitu memelihara kucing dapat membantu menghilangkan stress ketika sedang melakukan kegiatan di rumah saat kehidupan karantina dimulai. Sedangkan efek negatif yang dirasakan adalah munculnya beban ekonomi yang dirasakan ketika pandemi hingga terjadinya konflik sosial dengan tetangga saat memelihara kucing.
Transformasi Budaya Bertani Masyarakat Sedulur Sikep Di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati Aulia, Natsuwa Cindi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.76837

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan 88,89% masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Pada kegiatan pertanian, mayoritas petani menggunakan pupuk kimia dan pestisida buatan dikarenakan pupuk kimia mempercepat pertumbuhan tanaman dan lebih efisien dibandingkan dengan pupuk organik. Pupuk kimia sendiri sudah mulai dikembangkan di Indonesia sejak program food estate pada zaman presiden Soeharto. Akan tetapi, terdapat petani menolak penggunaan pupuk kimia dikarenakan adanya sistem pertanian yang mereka terapkan. Salah satu petani yang menolak penggunaan pupuk kimia dalam pertaniannya adalah masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Masyarakat Sedulur Sikep di Sukolilo Pati memiliki sebuah budaya bertani dalam mengolah lahannya. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman budaya bertani masyarakat Sedulur Sikep di Sukolilo Pati mengalami transformasi. Budaya bertani yang awalnya merupakan bentuk representasi kecintaan mereka terhadap alam mengikuti perkembangan zaman. Masyarakat Sedulur Sikep di Sukolilo mulai menerapkan sistem pertanian modern dengan bantuan bahan kimia. Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan teknologi justru membuat kearifan lokal yang ada mulai hilang eksistensinya. Tentunya transformasi pada pertanian Sedulur Sikep tidak terjadi secara keseluruhan, masih terdapat beberapa aspek yang bertahan dengan nilai kearifan lokalnya. Penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana transformasi budaya bertani di masyarakat Sedulur Sikep.
Fenomenologi Pandemi Di Kalangan Santri (Pandangan Santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama'ah Kota Semarang terhadap Pandemi Covid-19)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76842

Abstract

Ditengah gencar-gencarnya kampanye penanggulangan Covid-19 oleh pemerintah dan ketakutan yang terjadi di tengah masyarakat, justru yang terjadi di beberapapondok pesantren dalam merespon pandemi Covid-19 justru sebaliknya. Hal tersebut bisa saja terjadi karena santri mempunyai budaya, pandangan, dan sikap tersendiri dalam merespon pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan para santri terhadap pandemi Covid-19, faktor-faktor yang melatarbelakangi pandangan tersebut, serta dampak pandangan tersebut terhadap perilaku kesehatan para santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah Kota Semarang di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah fenomenologi dan beberapa konsep tentang sehat dan sakit. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah meyakini bahwa virus Covid-19 datangnya dari Allah SWT. Mereka juga ada yang memandang Covid-19 dari sudut pandang politik dan medis. Para santri lebih memprioritaskan usaha spiritual dengan pembacaan sholawat Nariyah sebanyak 4.444x sebagai bentuk doa tolak balak menolak virus Covid-19. Namun tetap mengadopsi cara penanganan penyakit secara modern. Munculnya pandangan tersebut dilatarbelakangi oleh faktor; (1) pengaruh nasihat Ulama, Kiai, dan para Habaib terhadap keyakian santri dalam memandang pandemi Covid-19, (2) background akademik yang ditempuh santri di perguruan tinggi, (3) faktor pengaruh lingkungan keluarga asal, dan (4) faktor literasi akademik dan media sosial. Hal tersebut berdampak pada sikap para santri dalam merespon pandemi Covid-19 dengan rileks dan tenang, bahkan ketika terdapat teman yang tergejala Covid-19 justru dijadikan sebagai bahan guyonan dan gasakan, tidak malah mengucilkannya. Perilaku kesehatan santri dalam menghadapi pandemi Covid-19 tersebut didasari oleh konsep illness yang mereka yakini, sehingga Covid-19 dianggap bukan sebagai penyakit medis yang mengkhawatirkan. Namun sampai saat ini sikap tersebut masih dipandang negatif, sebagai cara yang menyimpang dalam penanganan Covid-19 oleh dunia modern.
Persepsi Masyarakat terhadap Fenomena Rangda Cilik Turunan Indramayu (Studi terhadap Fenomena Janda Muda di Kabupaten Indramayu)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76845

Abstract

Indramayu memiliki angka perceraian yang cukup tinggi, salah satu lokasi dengan angka perceraian yang cukup tinggi adalah Desa Pranggong. Dengan tingkat perceraian yang tinggi menyebabkan banyaknya janda yang ada di Indramayu hingga munculnya pelabelan RCTI yang disematkan kepada janda muda. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui persepsi masyarakat terhadap fenomena janda muda yang disebut RCTI. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Penelitian berlokasi di Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan teori labeling. Hasil penelitian menemukan bahwa persepsi masyarakat terhadap fenomena RCTI yaitu, masyarakat menilai positif bahwa pelabelan RCTI sebagai pendorong untuk mengurangi angka pernikahan dini. Adapun persepsi negatif masyarakat adanya pelabelan RCTI dapat membuat citra masyarakat menjadi buruk. Dan persepsi positif terhadap status janda muda masyarakat menilai janda muda perempuan yang kuat, mandiri dan pekerja keras sebagai orang tua tunggal. Adapun masyarakat yang berpersepsi negatif terhadap status janda muda menilai janda muda perempuan yang nakal dan hanya menjadi beban orang tuanya.
Etika Ekologi dan Kearifan Lingkungan dalam Fenomena Nyadran Di Dukuh Mangunsari
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76848

Abstract

Nyadran adalah sebuah bentuk upacara selamatan yang dilakukan oleh masyarakat nelayan, dengan melarung sesaji ke tengah laut. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi nyadran dan mengetahui konsep etika ekologi dalam tradisi nyadran di Dukuh Mangunsari. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Analisis data mengunakan konsep deep ecology. nyadran memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Dukuh Mangunsari. Tradisi nyadran tidak hanya sebagai ritual untuk melestarikan kebudayaan saja, akan tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan lingkungan. Hal tersebut dapat di buktikan pada saat akan dilaksankanya upacara nyadran, masyarakat bergotong royong untuk membersihkan sampah-sampah yang berada di pesisir pantai Dukuh Mangunsari. Masyarakat Dukuh Mangunsari sadar akan pentingya menjaga lingkungan, pada dasarnya masyarakat Dukuh Mangunsari mengantungkan hidupnya dari hasil laut, dengan demikian pentingnya menjaga kearifan lingkungan merupakan hal yang sangat penting, agar ekosistem yang ada di dalam laut tidak rusak karena adanya sampah-sampah.