Articles
432 Documents
Konstruksi Sosial Perilaku Beragama pada Mahasiswa Aktivis Dakwah LDF SC Al Furqan UNM
Agustang, Andi;
Shaleh, Muh. Yusuf;
Syukur, Muhammad;
Awaru, A. Octamaya Tenri;
Agustang, Andi Dody May Putra
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71515
Ekspresi perilaku beragama mahasiswa aktivis dakwah dijadikan representasi keislaman sejati di kalangan mereka. Namun disisi lain, juga memunculkan beragam stigma negatif. Tujuan artikel ini untuk menganalisis konstruksi sosial perilaku beragama mahasiswa aktivis dakwah LDF SC Al-Furqan di Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan sekaligus dampaknya bagi mahasiswa aktivis dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif paradigma konstruktivisme dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Konstruksi perilaku beragama mahasiswa aktivis dakwah di momen eksternalisasi ditandai dengan kehadiran murabbi, senior, dan teman sepergaulan yang berupaya mengkonstruksi pemahaman bahwa perilaku beragama tersebut adalah wujud ketaatan terhadap ajaran islam. Namun pada momen objektivasi telah terdapat tiga konstruksi berbeda yaitu a.) Sebagai keharusan sebab telah memiliki landasan yang jelas dari kitab suci, b.) Sebagai anjuran sebab memiliki dampak positif bagi individu, c.) Sebagai hal yang perlu disesuaikan dengan kondisi sosiokultural sebelum menerapkannya. Tiga konstruksi ini menjadikan objektivasi sebagai momen yang paling dominan. Pada momen internalisasi aktualisasi perilaku beragama kurang optimal karena rasa ketidaksiapan diri, khawatir menimbulkan penolakan dari keluarga, dan masyarakat. Dampak positif perilaku beragama tersebut yakni pengembangan kompetensi atau wawasan keislaman, stabiltas psikis, dan rasa terproteksi dari hal negatif. Adapun dampak negatifnya seperti penolakan, dan stigma negatif dari keluarga, teman sepergaulan, dan masyarakat.
Kajian Pendidikan Karakter dalam Tradisi Bedah Blumbangan di Dusun Gintungan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76683
Tradisi Bedah Blumbanganmerupakan tradisi rutin yang dilakukan pada salah satu sumber mata air yang mengairi Dusun Gintungan, dikenal sebagai Sendang Sakapanca. Nama Gintungan, menurut legenda berasal dari istilah "menggantung" atau "tempat menggantung". Tradisi Bedah Blumbangan merupakan salah satu serangkaian acara puncak dari tradisi Merti Dusun yang dilakukan setiap tahun di Dusun Gintungan. Praktek tradisi bedah blumbangan sejalan dengan upaya mempertahankan mata air yang penting bagi kelangsungan hidup masyaraka Bedah Blumbangan berfungsi sebagai tempat mengenang leluhur, tempat berwisata, penjaga tradisi, dan penjaga kerukunan antar masyarakat. Masyarakat masih mempercayai bahwa saat tidak melaksanakan tradisi Bedah Blumbangan, maka hasil pertanian akan gagal dan banyak musibah yang melanda desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan nilai-nilai karakter dalam tradisi Bedah Blumbangan di Dusun Gintungan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Tradisi Nyekar dalam Upacara Sedekah Laut Pada Komunitas Nelayan di Kabupaten Cilacap
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76684
Penelitian ini dilatar belakangi adanya sebuah tradisi Nyekar sebelum Upacara Sedekah Laut yang tidak dilakukan di makam melainkan di sebuah pantai bernama Pantai Karang Bandung. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui alasan dilakukan Tradisi Nyekar sebelum Upacara Sedekah Laut (2) mengetahui proses Tradisi Nyekar sebelum Upacara Sedekah Laut. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di Pantai Karang Bandung, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Tradisi Nyekar sebagai salah satu rangkaian dalam Upacara Sedekah Laut dilakukan sebagai simbol meminta izin kepada Tuhan dan sing mbaureksa Pantai Selatan. Tradisi Nyekar juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah, (2) Proses Tradisi Nyekar dimulai dari persiapan meletakkan sesajen diatas perahu yang dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegal Katilayu. Pelaksanaan Tradisi Nyekar yakni dimulai dari proses pemberangkatan perahu dari TPI Tegal Katilayu menuju Pantai Karang Bandung yang dilanjutkan dengan penataan sesajen dan ritual berdoa di Pantai Karang Bandung. Tahap akhir Tradisi Nyekar yakni kelompok nelayan kembali ke TPI Tegal Katilayu untuk acara makan bersama.
Penggunaan Media Sosial TikTok Terhadap Perilaku Imitasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76685
Penelitian ini dilatar belakangi adanya fenomena menarik bahwa pesatnya perkembangan media sosial TikTok di kalangan mahasiswa memunculkan beberapa perilaku imitasi dari berbagai konten-konten yang viral dan menarik perhatian individu. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui penggunaan media sosial TikTok pada mahasiswa FIS UNNES, (2) mengetahui bentuk perilaku imitasi yang dilakukan oleh mahasiswa, (3) mengetahui dan menganalisis dampak perilaku imitasi pada mahasiswa FIS UNNES. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di media sosial TikTok dengan subyek penelitian mahasiswa FIS UNNES. Penelitian ini menggunakan teori imitasi oleh Gabriel Tarde. Hasil penelitian menunjukkan (1) mahasiswa FIS UNNES mengakses media sosial TikTok sekitar 2-5 jam per hari, akun yang diikuti menyesuaikan dengan ketertarikan konten masing-masing individu, sebagian besar mahasiswa FIS UNNES memiliki ketertarikan pada hal viral, pembuatan konten memanfaatkan fitur-fitur yang ada di TikTok (2) bentuk perilaku imitasi berupa peniruan gerakan yang sama/mimikri dan peniruan dengan tujuan/emulasi, (3) dampak perilaku imitasi terdiri dari dampak positif dan dampak negatif.
Penciptaan Ruang Publik: Pemanfaatan dan Pemaknaan Kegiatan Car Free Day Di Kota Kudus
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76686
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) latar belakang diadakannya kegiatan Car Free Day di Kudus; 2) Pemanfaatan kegiatan Car Free Day; 3) pemaknaan kegiatan Car Free Day bagi masyarakat . Penelitian ini berlokasi di sekitar kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data. Teknis analisis data yang dilakukan meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data. Untuk memperkuat data penelitian, penulis menggunakan konsep ruang publik (space) dari Car dan ruang publik (sphere) dari Habermas. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) latar belakang diadakannya kegiatan Car Free Day di Kota Kudus merupakan implementasi kebijakan Pemkab Kudus, menyediakan ruang kegiatan untuk masyarakat, dan memberi tempat usaha Pedagang Kaki Lima; 2) Car Free Day dimanfaatkan oleh Pedagang Kaki Lima, komunitas, dan masyarakat luas dengan berbagai macam kegiatan. Kegiatan yang ada di Car Free Day meliputi: kegiatan ekonomi informal dan promosi produk dari lembaga, kegiatan sosial dan budaya, ruang edukasi, dan pelayanan publik; 3) masyarakat Kudus memaknai kegiatan Car Free Day sebagai ruang inklusif untuk masyarakat. Melalui kegiatan Car Free Day, masyarakat dapat bebas berekspresi di ruang publik, menjadi alternatif rekreasi dan hiburan di hari libur. Kegiatan Car Free Day memberikan ruang yang lebih leluasa kepada masyarakat. Penutupan jalan pada saat kegiatan Car Free Day tersebut dapat menciptakan ruang publik yang baru untuk masyarakat.
Hubungan Patron Klien Pada Industri Gula Merah Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Penderes
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76688
Industri gula merah sebagai produk hasil olahan nira kelapa berkembang cukup pesat dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Desa Bumisari yang mayoritas bekerja pada sektor tersebut. Akan tetapi tingkat kesejahteraan masyarakatnya belum merata karena para penderes masih berada dalam tingkat kesejahteraan yang rendah. Hal itu tidak terlepas dari hubungan kerja dengan pengepul yang diibaratkan sebagai hubungan patron-klien karena status sosial yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pola hubungan patron-klien yang terjalin dalam industri gula merah, (2) mengetahui implikasi pola hubungan patron-klien bagi kehidupan sosial ekonomi penderes, dan (3) mengetahui upaya resistensi yang dilakukan penderes. Penelitian ini dilakukan di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori patron klien James Scott. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penderes dalam industri gula merah lebih besar dibandingkan pengepul. Akan tetapi penderes memperoleh hasil kerja yang rendah, sedangkan pengepul dapat meraup keuntungan yang tinggi sehingga menimbulkan kesenjangan sosial ekonomi. Upaya resistensi yang dilakukan penderes merupakan bentuk perlawanan tertutup dengan cara-cara sederhana dan tidak terlalu menghasilkan dampak yang signifikan. Sejauh ini, upaya resistensi tersebut merupakan strategi bertahan hidup penderes dengan menghindari risiko karena mengutamakan prinsip dahulukan selamat.
Analisis Pengetahuan Makanan Ampo Pada Kesehatan di Dusun Trowulan Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76689
Makanan ampo merupakan makanan yang terbuat dari tanah liat yang diasapkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengetahuan dan pemanfaatan ampo terhadap masyarakat di Dusun Trowulan, (2) Mengetahui dampak positif dan dampak negatif ampo oleh masyarakat Dusun Trowulan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Dusun Trowulan Desa Bektiharjo Kabupaten Semanding Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan teori etnomedisin dari Foster dan Anderson. Hasil penelitian menunjukan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Masyarakat memiliki pengetahuan mengenai ampo mulai dari cara pembuatan, pemilihan tanah terbaik, dan manfaat ampo yang diyakini aman untuk dikonsumsi ibu hamil dan dapat memberikan efek nyaman di perut saat dikonsumsi, serta dapat di hidangkan bersama teh maupun kopi. 2) Ampo memiliki dampak positif karena dianggap masyarakat ketika konsumen mengkonsumsi ampo tidak merasakan efek buruk seperti mual, demam ataupun tanda sakit lainnya, sehingga masyarakat meyakini ampo aman untuk dikonsumsi masyarakat, dengan catatan dikonsumsi tidak berlebihan terutama pada ibu hamil karena akan mengakibatkan gadul atau kotoran di dalam perut pada ibu hamil.
Royongan Dalam Mengelola Kopi (Bentuk Pemberdayaan Kelompok Petani Kopi Makarti Utomo di Desa Getas Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76718
Pemberdayaan masyarakat merupakan program yang diarahkan untuk memandirikan dan meningkatkan kualitas masyarakat. Salah satunya melalui pemberdayaan petani kopi Makarti di Desa Getas Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal sehingga dapat membentuk Kelompok Tani Makarti Utomo. Metode pemberdayaan dilakukan dengan menggabungkan antara metode pemberdayaan Sekolah Lapang dengan kearifan lokal berupa royongan. Sekolah lapang diperoleh kelompok tani dari lembaga pemerintah, sedangkan royongan bersumber dari aktivitas keseharian masyarakat yang sudah lama mereka praktekkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menyelidiki dan memahami masalah yang terjadi dengan mengumpulkan informasi kemudian diolah untuk mendapatkan sebuah solusi. Data penelitian ini didapatkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yakni informan utama dari anggota Kelompok Tani Makarti Utomo sedangkan informan pendukung berasal dari masyarakat dan pemerintah desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan sosial yang terbentuk yaitu 1) Hubungan asosiatif karena interaksi dan komunikasi terbentuk melalui kegiatan komunal. 2) Royongan sebagai metode pemberdayaan petani kopi yang diimplementasikan melalui rorak, nyambung, ngrempel, babat, dan panen. 3) Manfaat royongan memberikan kemudahan petani kopi dalam menyelesaikan pekerjaan lebih efektif dan efisien dan keterbatasan royongan adalah siklus royongan yang membutuhkan waktu lama dan kurangnya SDM yang memadai.
Rebranding Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan Dalam Mendukung Pariwisata Kabupaten Blora
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76719
Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan semula berfungsi sebagai pangkalan delman yang dikembangkan menjadi kawasan pusat kuliner lokal melalui rebranding. Tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui bentuk rebranding Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan, mengetahui partisipasi Paguyuban Pedagang Koplakan dalam rebranding Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan, mengetahui dampak rebranding Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan bagi pariwisata Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep partisipasi masyarakat oleh Cohen dan Uphoff.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk rebranding Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan berupa perubahan secara fisik dan perubahan non-fisik 2) Partisipasi masyarakat dalam rebranding berupa kehadiran Paguyuban Pedagang Koplakan dalam rapat, sosialisasi daftar harga, promosi mandiri, bergabung dalam aplikasi Grab Food, mengutamakan keramahan dan citarasa. 3) Dampak rebranding Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan bagi pariwisata Kabupaten Blora yaitu sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah, memberikan keuntungan ekonomi bagi pedagang, tujuan wisata kuliner, kesempatan bagi content creator lokal untuk mengeksplorasi Kawasan Pusat Kuliner Lokal Koplakan serta mengembalikan citra positif kawasan tersebut.
Resiliensi Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 11 Semarang
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76722
SMA Negeri 11 Semarang merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan pembelajaran inovatif berbasis proyek. Penerapan pembelajaran berbasis proyek ini termasuk pada pembelajaran HOTS yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Namun kenyataannya dalam penerapan pembelajaran HOTS tidaklah mudah, masih terdapat guru yang belum sepenuhnya dapat menerapkan pembelajaran HOTS, sehingga muncul resiliensi guru untuk bertahan dalam menghadapi permasalahan penerapan pembelajaran HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran HOTS. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 11 Semarang dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan pada penelitian ini terdiri dari guru sosiologi sebagai informan utama, WAKA Kurikulum dan Peserta Didik SMA Negeri 11 Semarang. Hasil penelitian dianalisis menggunakan konsep Resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi yang dilakukan oleh sebagian guru sosiologi sudah pada upaya memperbaiki atau mencari solusi untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalitas diri dalam mengajar. Kemudian, sudah pada upaya menerapkan pembelajaran yang berbasis HOTS dengan membuat modul pembelajaran dan mempererat pendekatan personal peserta didik. Meskipun, dalam penerapannya belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam kelas, namun sudah termasuk sebagai ketangguhan guru sosiologi dalam menerapkan pembelajaran HOTS.