cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
Dinamika dan Konflik dalam Proses Relokasi Pedagang Pasar Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Musrifah, Siti; Kismini, Elly; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Ngabul adalah sebuah pasar tradisional yang ada di Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dan oleh pemerintah setempat pasar tersebut direlokasi. Ada berbagai kepentingan yang berbeda sehingga memicu terjadinya konflik dalam proses relokasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana perbedaan berbagai kepentingan yang ada dalam proses relokasi pedagang Pasar Ngabul serta dampaknya terhadap kehidupan ekonomi sosial pedagang dan masyarakat Pasar Ngabul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah setempat dan panitia relokasi memiliki kepentingan untuk mewujudkan ketertiban umum, sedangkan keluarga pewakaf tanah di pasar lama, pedagang, dan masyarakat sekitar juga memiliki kepentingan untuk keuntungan masing-masing. Perbedaan kepentingan tersebut menjadi pemicu terjadinya konflik dalam proses relokasi ini. Semenjak dilaksanakannya kebijakan relokasi pedagang Pasar Ngabul, hubungan para pedagang di pasar darurat semakin erat, sedangkan pedagang di pasar baru memulai hubungan atau interaksi dengan orang-orang baru, pendapatan pedagang di pasar darurat tidak mengalami perubahan, pendapatan pedagang di pasar baru meningkat, pendapatan masyarakat sekitar Pasar Ngabul lama menurun dan terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar pasar darurat.
PEMBENTUKAN KELUARGA BARU PADA KOMUNITAS LANSIA (Studi Kasus di Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia “Pucang Gading” Semarang) Retnawati, Retnwati; Arsal, Thriwaty; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis tentang keluarga baru pada komunitas lansia di Unit Pelayanan Sosial “Pucang Gading” Semarang. Tujuan artikel ini untuk mengungkap pembentukan keluarga baru komunitas lansia, faktor pendorong dan penghambat pembentukan kelurga baru serta untuk mengetahui bentuk solusi dari hambatan pembentukan kelurga baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi serta konsep keluarga terpilih sebagai landasan analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa (1) Pembentukan keluarga baru pada komunitas lansia, diawali dengan penerimaan lansia telantar, pendekatan dengan program pelayanan, proses adaptasi, hingga terbentuk keluarga baru, didasarkan pada konsep keluarga terpilih.(2) Faktor pendorong pembentukan keluarga baru pada komunitas lansia yaitu tidak adanya keinginan kembali kepada keluarga sebelumnya, hidup bebas  dan mandiri serta untuk mencari teman hidup. Sementara itu faktor penghambatannya  karena adanya sikap individualisme bagi lansia baru dan adanya sikap senioritas sebagai penghuni lama. (3) Bentuk solusi untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan bemberikan bimbingan individu, dipisah dalam bangsal yang berbeda dan menghindari konflik.
JARINGAN SOSIAL PETANI DALAM SISTEM IJON PADA PERTANIAN DI DESA PAGENTERAN KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG Gandi, Grita Gusti; Mustofa, Moh Solehatul; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi sayuran dengan menggunakan sistem ijon pada masyarakat Desa Pagenteran melibatkan beberapa aktor yang membentuk suatu pola jaringan sosial pada petani. Sistem Ijon yang berlangsung pada masyarakat Desa Pagenteran dianggap dapat menjaga hasil produksi pertanian selama ini. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui jaringan sosial petani dalam pelaksanaan sistem ijon pada masyarakat Desa Pagenteran Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, antara lain adalah 1) Perubahan fungsi lahan dari kebun teh menjadi pertanian sayuran disebabkan oleh adanya inovasi pertanian. Hasil pertanian sayuran di Desa Pagenteran mayoritas dijual dengan menggunakan sistem ijon. Petani yang menggunakan sistem ijon dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu petani buruh, petani kebun, dan petani besar. 2) Sistem ijon yang berlangsung di Desa Pagenteran membentuk jaringan sosial petani dengan para aktor (petani lain, tengkulak, pedagang dan pemerintah) yang saling terkait satu sama lain atau bersifat transitif. 3) Mekanisme berjalannya sistem ijon diawali dengan peminjaman modal petani kepada tengkulak yang membuat terjadinya keterikatan pada setiap aktor. Keterikatan yang terjadi dalam sistem ijon adalah keterikatan ekonomi dan keterikatan budaya.
REPRODUKSI BUDAYA PADA KOMUNITAS DIASPORA JAWA DI DAERAH TRANSMIGRASI (Studi Kasus di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung) Nanda, Adelia Dwi; Prasetyo, Kuncoro Bayu; Gunawan, Gunawan
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan penduduk yang dilakukan pada zaman pemerintahan Belanda membawa pengaruh dalam terbentuknya komunitas diaspora Jawa di luar pulau Jawa. Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan merupakan desa pertama kolonisasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui   keberadaan komunitas diaspora Jawa, bentuk-bentuk kebudayaan Jawa yang masih dipraktekkan di kalangan diaspora Jawa, bentuk reproduksi budaya diaspora Jawa hasil interaksi degan budaya setempat di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keberadaan komunitas diaspora Jawa di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan adalah karena adanya pemindahan penduduk dari Jawa ke Gedong Tataan yang dilakukan oleh pemerintahan Belanda, sampai saat ini kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang dominan dipakai oleh masyarakat di Desa Bagelen sebagai patokan dalam berprilaku sehari-hari. Bentuk-bentuk kebudayaan Jawa yang masih dipraktekkan di kalangan diaspora Jawa adalah bahasa, kesenian dan upacara-upacara adat Jawa. Bentuk reproduksi budaya hasil interaksi dengan budaya setempat adalah bahasa Jawa berdialek melayu dan pakaian batik Lampung.
CITRA PEREMPUAN DALAM BERITA KEKERASAN SEKSUAL Hidayat, Mohamad Taufiq; Iswari, Rini; Akhiroh, Ninuk Sholikhah
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) citra perempuan, (2) ketidakadilan gender, dan (3) kepekaan gender dalam berita kekerasan seksual yang dimuat dalam surat kabar Wawasan periode Mei 2016. Sasaran penelitian teks berita surat kabar Wawasan periode Mei 2016 berjumlah lima buah teks berita kekerasan seksual terhadap perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan teknik analisis isi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika Ferdinand de Saussure, Konsep Citra Perempuan dalam Media, Ketidakadilan Gender, dan Kepekaan Gender dalam Jurnalisme. Hasil penelitian menunjukkan (1) dalam teks berita terdapat tiga jenis citra perempuan yaitu; citra pigura, peraduan, dan pergaulan. (2) Teks berita terdapat tiga bentuk ketidakadilan gender yaitu; marginalisasi gender, stereotipe gender dan kekerasan. (3) Teks berita mengandung beberapa permasalahan gender seperti bias gender, permasalahan kode etik, dan penggunaan bahasa yang seksis. Tanda terbanyak adalah yang menunjukkan citra peraduan dan kekerasan, berita tersebut juga belum memiliki kepekaan gender dengan ditempatkan posisi perempuan korban sebagai objek dominan pemberitaan disertai dengan kata-kata seksis dan identitas korban yang belum sepenuhnya disamarkan.   Abstract This research aims to find out (1) the image of women, (2) gender inequality, and (3) gender sensitivity in the news of sexual violence in Wawasan newspapers period of May 2016. Sample of texts are five news texts in May 2016 period on sexual violence against women. Methods of data collection using content analysis techniques and documentation. This research uses Ferdinand de Saussure Semiotics Theory, Concept of Womens Image in Media, Gender Injustice, and Gender Sensitivity in Journalism. The results showed (1) in the news text there are three types of images of women namely; Image of frame, fusion, and association. (2) In the news text, there are three forms of gender inequality namely; gender marginalization, gender stereotypes and violence. (3) The news texts contain several gender issues such as gender bias, ethical code issues, and the use of sexist language. The most marks are those that show the image of fusion and violence, the news also does not have gender sensitivity with placed the position of women victim as the dominant object coverage accompanied by sexist words and identity of the victim which is has not fully disguised.
Etnoekologi Masyarakat Penambang Emas di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas nurhayati, ika nofita; Brata, Nugroho Trisnu; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of Cihonje-Paningkaban hill land to be a artisanal gold mining location raises typical behaviour patterns of society that is distinctive and different from other society. The purpose of this research is to determine the behavior patterns of Cihonje society in utilizing their environment and how the environmental meaning for society. Researchers uses qualitative methods. Data analysis using ethnoecological approach. The results showed that miners have ideas and knowledge in mining operations that are implemented in mining activities. Mining activities give positive impact related to the prosperity of society. There are also negative impact related to the envoronment arround Cihonje-Paningkaban hills which is atributed with Ratadawa story, where there will be landslide and the land surface become wide and flat in the mining location as the name of Ratadawa. Ratadawa forecast indirectly give legitimacy towards the sustainability of gold mining activities in the Cihonje-Paningkaban hills. Keywords: artisanal gold mining, environmental utilization, environmental  meaning, ethnoecology
A Perilaku Kesehatan Ibu Hamil Dalam Pemilihan Makanan Di Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati Husain, Fadly; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kesehatan adalah segala bentuk sosialisasi seseorang dengan lingkungannya, yang akan memengaruhi pengetahuan dan tindakan seseorang tentang kesehatan, salah satunya dilakukan oleh ibu hamil, khususnya dalam pemilihan makanan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan Konsep Pengetahuan dari Blum, Konsep Food and Culture dari Foster dan Anderson dan Konsep Perilaku Kesehatan WHO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai makanan dipengaruhi oleh berbagai informasi yang diterima dari luar, yaitu orang tua, bidan dan internet. Perbedaan informasi yang diterima, membuat ibu hamil merasa bingung mengenai makanan sehat yang seharusnya dimakan. Pengetahuan ibu hamil di Pucakwangi tidak sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. Ibu hamil di Pucakwangi melakukan pemilihan makanan, karena rasa ingin menghormati orang tua dan menghindari berbagai konflik yang akan timbul ketika ibu hamil tidak melakukan pemilihan makanan sesuai kepercayaan masyarakat setempat. Kepercayaan budaya mengenai makanan sudah mulai luntur, tetapi ibu hamil tetap melakukan pemilihan makanan sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tua. Health behaviour is any socialization form of individual with the environment, which will affect individual health knowledge and action by pregnant women, especially in food selection. This research method used Qualitative Research. The research location is in Pucakwangi District, Pati Regency. This study used the Knowledge Concepts of Blum, Food and Culture Concepts of Foster and Anderson and WHO Health Behaviour Concepts. The results of this study indicated that pregnant women’ knowledge about food is influenced by various information received from outside, like parents, midwives and internet. The difference information received from various perspectives made pregnant women confused, about healthy food that should be eaten. Pregnant women’ knowledge in Pucakwangi are not suitable with behaviour they did. Pregnant women in Pucakwangi do food selection, because they respect their parents and avoid the various conflicts will arise when pregnant women do not make food selection according to local beliefs. Although the cultural beliefs about food have been fade, but pregnant women still make food selection according to parents’ desires.  
A Relasi Kerja Mandor Dan Buruh Perempuan Pada Pabrik Rokok PT. Unggul Jaya Di Kabupaten Blora Oktarina, Lisa Dwi; Arsal, Thriwaty; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan kerja antara mandor dan buruh perempuan di pabrk rokok PT. Unggul Jaya tidak hanya terjadi di lingkungan kerja tetapi juga di ranah sosial. Penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai hubungan kerja pada mandor dan buruh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertukaran sosial dari Homans. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Hasil penelitian ini menunjukkan perlindungan yang diberikan mandor berupa reward kepada buruh atau anak buah mereka agar lebih bersemanagat dalam bekerja. Sedangkan buruh juga memberikan loyalitas memalui bantuan tenaga serta kepedulian. The working relationship between the foreman and the labor of women in the PT. Unggul Jaya cigarettes factory not only occuring in the environment but also in the social domain. This study will provide an overview of the employment relationship on the foremen and laborers. The theory used in this study is Social exchange theory of Homans. The method used is qualitative. The research location in the village Lemahbang, District Jepon, Blora. The results of this study indicate protection afforded by a foreman in the form of reward to workers or their subordinates to be more more spirit in their work. While labours also give loyalty through the aid effort and concern.    
Penggunaan Asesmen Autentik Oleh Guru Sosiologi Di Sma Negeri 1 Boja (Pokok Bahasan Materi Pembentukan Kelompok Sosial) Setiawati, Setiawati; Kismini, Elly; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat cara guru sosiologi menggunakan asesmen autentik pada siswa sekaligus mengetahui kendala yang dialami dalam proses penggunaan asesmen autentik tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Boja. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatifdengan fokus penelitian: (1) penggunaan asesmen autentik oleh guru sosiologi (pokok bahasan materi pembentukan kelompok sosial) (2) kendala penggunaan asesmen autentik oleh guru sosiologi (pokok bahasan materi pembentukan kelompok sosial). Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian yang telah dilakukan di analisis menggunakan teori kemampuan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Robert M. Gagne. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar di pilih dalam penelitian ini sebagai pendukung analisis teori kemampuan belajar Robert M. Gagne. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar digunakan untuk menganalisis kendala penggunaan asesmen autentik yang dilakukan oleh guru sosiologi di SMA Negeri 1 Boja.   The purpose of this study is to look at how sociology teachers use authentic assessment of the students as well as to know the constraints experienced in the process of using the authentic assessment. The research was conducted in SMA Negeri 1 Boja. The research was conducted with qualitative approach with focus of research: (1) use of authentic assessment by teacher of sociology (subject matter of formation of social group) (2) obstacle of using authentic assessment by teacher of sociology (subject matter of social group formation). Data collection techniques are conducted through participant observation, interviews, documentation. Research data is analyzed by qualitative descriptive analysis technique. The research that has been done in the analysis uses theories of learning ability and the factors that influence the learning of Robert M. Gagne. Factors that influence learning are selected in this study as a supporter of Robert M. Gagnes theory of learning ability. Factors influencing learning are used to analyze the constraints of using authentic assessment by sociology teachers in SMA Negeri 1 Boja.  
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Membentuk Habitus Literasi Siswa Di Sma Negeri 4 Magelang Pradana, Betha Handini; Fatimah, Nurul; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan literasi sekolah (GLS) mulai diterapkan oleh pemerintah dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 edisi Revisi, dengan tujuan untuk membentuk budi pekerti siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan sekolah, pelaksanaan, serta mengetahui kendala yang dihadapi oleh sekolah dalam menerapkan GLS. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di SMA N 4 Magelang. Subjek dalam penelitian ini adalah Tim Literasi dan siswa SMA N 4 Magelang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa habitus literasi siswa di SMA N 4 Magelang belum sepenuhnya terbentuk, dikarenakan siswa terdapat dua kalangan yakni kalangan yang memiliki habitus membaca dan menulis baik, dan yang memiliki habitus membaca dan menulis rendah. Habitus literasi mengalami “kesuksesan” hanya pada siswa yang sebelumnya sudah memiliki habitus membaca dan menulis baik. Kendala utama yang dihadapi yakni kesadaran siswa dan guru untuk terus konsisten dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan GLS.   School literacy movement (SLM) began to be implemented by the government with the enactment of Curriculum 2013 edition revision, with the aim to form the character students. This research aims to determine the preparation of schools, the implementation, as well as knowing the obstacles face by the school in applying SLM. This research uses qualitative research. The location of the research in SMA N 4 Magelang. The subjects in this research were Literacy Team and the students in SMA N 4 Magelang. The data collection techniques used is interviews, observation, and documentation. The result of the research shows that the students literacy habit in SMA N 4 Magelang has not been fully formed, because there are two students who have good reading and writing, and who have low reading and writing habitus. The literacy habitus experiences "success" only in students who previously had good reading and writing habitus. The main obstacle faced is the awareness of students and teachers to continue to be consistent in carrying out activities related to SLM.  

Page 9 of 44 | Total Record : 432