cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Civic Education Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT NELAYAN DI DESA PANJANG BARU KECAMATAN PEKALONGAN UTARA MASITHO, BAHRAIN DWI; Lestari, Puji; Susanti, Martien Herna
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan yang terjadi pada masyarakat nelayan membuat seluruh anggota keluarga pada masyarakat nelayan ikut ambil andil dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama perempuan nelayan. Keterlibatan perempuan nelayan dalam mencari nafkah, tidak diimbangi dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki sehingga perlu adanya pemberdayaan untuk masyarakat nelayan, teritama untuk perempuan nelayan agar mereka dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi perempuan dalam masyarakat nelayan di Desa Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara dan untuk mengetahui kualitas hidup perempuan dalam masyarakat nelayan di Desa Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah kehidupan sosial ekonomi perempuan nelayan sebagai ibu rumah tangga, akan menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dengan baik karena mereka dapat mengurus pekerjaan rumah dengan baik. Sedangkan kehidupan sosial ekonomi perempuan nelayan yang bekerja, mereka harus bisa membagi waktu antara mengurus pekerjaan rumah dengan bekerja sehingga mereka memiliki beban ganda dalam kehidupannya. Kualitas hidup perempuan dalam masyarakat nelayan di Desa Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara dikatakan kurang baik karena rendanya kualitas sumber daya manusia sebagai akibat keterbatasan akses sekolah dan kesehatan, pemukiman yang kurang layak, dan kurangnya sarana dan prasana seperti sekolah, pasar dan kamar mandi umum.Poverty occurs in fishing communities makes the whole family on fishing communities took part in making a living to meet daily needs, especially women fishers. The involvement of women in fishing for a living, is not matched by the ability and the skills so necessary for the empowerment of fishing communities, women teritama for fishermen so they can improve their quality of life. This study aimed to determine the social-economic life of women in fishing communities in Panjang Baru village of Northern District of Pekalongan and to determine the quality of life of women in fishing communities in Panjang Baru village of Northern District of Pekalongan. This study uses qualitative research methods with a triangulation technique. The results of this research are social and economic life as a fishing woman housewife, will perform its role as a housewife with either because they can take care of the house work well. While the women's social and economic life of fishermen who work, they should be able to divide their time between taking care of homework to work so that they have a double burden in life. Quality of life of women in fishing communities in the village of North Pekalongan District of New Long dikatan unfavorable because the lace quality of human resources as a result of limited access to schools and health care, housing less viable, and the lack of facilities and infrastructures such as schools, markets and public bathrooms.
PERAN DPRD DALAM MELAKSANAKAN FUNGSI PENGAWASAN TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI PEDESAAN KABUPATEN JEPARA Wibowo, Anton Styo; Sunarto, Sunarto; Lestari, Puji
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  DPRD Kabupaten Jepara mempunyai kedudukan sebagai perwakilan rakyat yang berada di daerah dan unsur penyelenggara pemerintahan daerah. DPRD sebagai wakil rakyat mempunyai wewenang dalam pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Salah satu kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan fungsi pengawasan adalah pembangunan di pedesaan. Banyak permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan di pedesaan. permasalahan yang terjadi dalam pembangunan di pedesaan biasanya menyangkut infrastruktur desa seperti jembatan, jalan desa, talud sungai, trotoar, saluran irigasi dan sebagainya. Untuk itu peran DPRD dalam melaksanakan fungsi pengawasan sangat vital untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pengawasan DPRD secara politis normatif dilakukan melalui hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat, tetapi dalam pelaksanaanya hak-hak tersebut belum pernah digunakan oleh DPRD Kabupaten Jepara dalam rangka pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di pedesaan. 2) peran anggota DPRD Kabupaten Jepara dalam melaksanakan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di pedesaan dilakukan dalam tahapan-tahapan pelaksanaan proyek pembangunan yang dilakukan melalui monitoring langsung ke lapangan dan sidak. Pengawasan yang telah dijalankan tersebut kurang berdampak pada perbaikan pembangunan infrastruktur di pedesaan karena perubahan/perbaikan yang dilaksanakan belum memenuhi harapan dan masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran di tahun berikutnya.DPRD Jepara Regency has a position as a representative of the people who were in the area and the elements of the regional administration. DPRD as people's representatives have the authority to supervise the local government policy. One local government policies related to the function of oversight is in rural development. Many problems in the implementation of rural development. problems that occur in the development of rural infrastructure usually involves village such as bridges, rural roads, rivers talud, sidewalks, irrigation and so on. For the role of the Parliament in carrying out oversight functions is vital to minimize the problems that occurred. The results showed that 1) the supervision of DPRD is politically normative through interpellation, inquiry and expression rights, but the implementation of such rights has never been used by Jepara Regency in supervising the construction of rural infrastructure. 2) the role of legislators in Jepara district to supervise the construction of infrastructure in rural areas is done in the implementation stages of development projects undertaken through direct field monitoring and inspection. Supervision that have been implemented less impact on the improvement of infrastructure in rural areas because of the changes/improvements are implemented has not met expectations, and there are still many violations in the next year
PARTISIPASI MASYARAKAT SAMIN DALAM WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN DI DESA KLOPO DUWUR KABUPATEN BLORA PURNOMO, AGUNG ADI; Munandar, Moh Aris; Setiajid, Setiajid
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Samin Desa Klopo Duwur Kabupaten Blora sudah mengikuti pendidikan formal sejak dulu, tetapi mereka tidak mengikutinya secara serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Samin dalam wajib belajar sembilan tahun, bentuk-bentuk partisipasi masyarakat Samin dalam program wajib belajar sembilan tahun, serta faktor-faktor apa saja yang menghambat partisipasi masyarakat Samin dalam program wajib belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa di jaman yang sudah maju ini pendidikan formal bagi mereka adalah hal yang harus dilakukan sebagai upaya meraih kesejahteraan. Berbagai hal yang mempengaruhi masyarakat Samin dalam mengikuti pendidikan formal baik dari luar maupun dari dalam diri mereka sendiri, ada yang dipengaruhi dari lingkumgan dan ada juga yang dipengaruhi oleh keinginan mencari kesejahteraan. Larangan untuk mendidik anak mengikuti pendidikan formal sudah terhapuskan, sekarang mereka sudah dapat mengikutinya sesuai kemampuan mereka masing-masing. Sekarang sekolah merupakan prioritas orang tua untuk mendidik anak-anaknya, meskipun tidak sepenuhnya keturunan Samin mendapatkan pendidikan dari sekolah. Hanya saja masih ada faktor penghambat yang membuat anak Samin tidak mengikuti wajib belajar, yaitu dari segi ekonomi dan dari sosial budaya di Desa Klopo Duwur Kabupaten BloraSamin’s Community in Klopo Duwur Village Blora Regency have taken formal education in a long time, but they didn’t seriously take it. This research aimed to know the level of participation of Samineses in the nine-year educational program, the forms of participation of this society in the nine-year educational program, and acknowledge factors that hamper this community’s participation in the nine-year educational program. The result of this research shows that in this modern era, formal education is something that this society’s need to reach their wellfare. Many things that influence this society in order to follow the formal education whether from the outsiders or from their own people, whether they are influenced by their environment or the hopes to reach the wellfare. The prohibition to educate their children to join the formal education has been removed. Nowadays, they have joined it as well as their own capability. Nowadays, Formal education is the priority of parents to educate their children, even if some children of this society still haven’t got the formal education. But, there are still another factor that make these Saminese children don’t follow this nine-year educational program. They don’t have the capability in terms of economical and socio-cultural background in Klopo Duwur village, Blora Regency
PENANAMAN NILAI TANGGUNGJAWAB MELALUI EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DI SMP NEGERI 13 SEMARANG Trianawati, Penny; Rachman, Maman; Sumarto, Slamet
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya penanaman nilai karakter kepada remaja sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi dirinya di masa depan. Tanggungjawab merupakan sikap dan perilaku yang penting dalam kehidupan karena dengan adanya tanggungjawab seseorang akan berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan, sehingga perbuatan yang dilakukannya akan bernilai positif baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Kepramukaan dapat dijadikan sebagai wadah penanaman nilai karakter bangsa. Sikap dan perbuatan tanggungjawab dalam kepramukaan tercantum jelas dalam Dasa Darma pramuka ke sembilan yaitu pramuka itu bertanggungjawab dan dapat dipercaya. Objek penelitian ini adalah siswa anggota pramuka dan pembina pramuka di SMP Negeri 13 Semarang, serta metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  macam-macam tanggungjawab yang ditanamkan melalui kepramukaan di SMP Negeri 13 Semarang adalah tanggungjawab terhadap diri sendiri, tanggungjawab terhadap orang lain, tanggungjawab terhadap alam dan tanggungjawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Metode yang digunakan untuk menanamkan tanggungjawab adalah dengan metode penjernihan nilai (pemberian nasihat, pemberian hukuman dan pemberian penghargaan/reward), metode keteladanan (keteladanan pembina), metode siswa aktif (pemberian tugas dan pencapaian SKU dan SKK). Faktor pendukungnya adalah sikap, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembina, kesadaran dan motivasi diri siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler pramuka, dana, sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan, dukungan dari orangtua siswa dan dukungan dari masyarakat sekitar. Faktor penghambat adalah kurangnya minat siswa dalam kegiatan pramuka, pengaruh dari teman yang mengajak siswa untuk membolos serta faktor cuaca. The importance of planting character value to adolescents as a handle to behave himself ideology developed in the future . Responsibility is the attitudes and behaviors that are important in life because of the presence of one's responsibilities will be careful in doing an act , the act of doing so will be positive both for themselves and for others . Scouting can be used as a container planting value of the nation's character . Attitudes and actions in the scouting responsibilities clearly stated in the Ten Dharma scout to scout the nine are responsible and trustworthy . Object of this study is the student member of the scout and scout leader in SMP Negeri 13 Semarang , as well as methods of research used qualitative methods . The results showed that the various responsibilities of the instilled through scouting in SMP Negeri 13 Semarang is the responsibility of self , responsibility for others , responsibility for nature and responsibility to God Almighty . The method used to instill responsibility is with the purification method value ( giving advice , and awarding punishment / reward ) , an exemplary method ( exemplary builder ) , method of active students ( giving tasks and achievements SKU and SKK ) . Supporting factor is the attitude , knowledge and experience possessed by the builder , self- awareness and motivation of students in participating in extracurricular scout , funds , facilities and infrastructure that support the activities , the support of parents and the support of the surrounding community . Inhibiting factor is the lack of student interest in the scouts , the influence of friends who invite students to play truant and weather factors 
INTERAKSI SOSIAL PENGANUT ISLAM RIFA’IYAH DI KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG KOMALASARI, AYU DIAN; Munandar, Moh Aris; Suyahmo, Suyahmo
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat penganut Islam Rifa’iyah merupakan Komunitas yang memiliki perbedaan yang mendasar dengan islam lainnya. Perbedaan tersebut berada dalam rukun Islam, rukun islam Rifa’iyah hanya ada satu sedangkan islam umumnya memiliki rukun islam lima sehingga oleh sebagian orang dianggap sesat. Persamaan agama Islam dan perbedaan dalam rukun Islam antara penganut Islam Rifa’iyah dengan non Rifa’iyah  menimbulkan pertanyaan bagaimana  interaksi sosial anatara kedua belah pihak. Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah interaksi sosial penganut Rifa’iyah dengan msyarakat sekitar di Kecamatan Limpung? (2) Apa saja yang menjadi Faktor- faktor pendorong interaksi sosial penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung dengan masyarakat sekitar? (3)Apa saja yang  menjadi faktor kendala interaksi sosial penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung dengan masyarakat sekitar? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung. (2) Untuk mengetahui faktor pendorong interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung . (3) Untuk mengetahui faktor penghambat interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data penelitian menggunakan teknik Triangulasi sumber.  Hasil penelitian ini adalah Interaksi sosial Penganut Islam Rifa’iyah khususnya dalam sosial agama berjalan Harmonis. Inklusifisme dari kedua belah pihak sudah mulai tumbuh meskipun Ekslusifisme dari kedua belah pihak masih tersisa. Faktor pendukung dan penghambat Interaksi sosial Penganut Islam Rifa’iyah.Islamic Rifa’iyah society is a community which has a fundamental difference with others Islamist. The difference is in the pillars of Islam itself, the pillars of Islam Rifa’iyah is only one whereas in general, Islam has five pillars, so that this community is considered as heretical by some others people. The similarities and differences between the adherent of Islam Rifa’iyah and non Rifa’iyah raise a question, that is, how social interactions between both sides. The problems of this study are: 1) How is the social interactions between Rifai’yah adherents and surrounding inhabitants in Limpung district? 2) What are the social interactions encouraging factors between Rifa’iyah adherent and inhabitants in Limpung district? 3) What are the constraint factors of social interaction’ between Rifa’iyah adherents and surrounding inhabitants? The purposes of this study are: 1) to know the social interactions of Rifa’iyah adherents in Limpung district. 2) to investigate the encouraging factors of social interactions of Rifa’iyah adherents. 3) to identify the inhibiting factors of social interaction of Rifai’yah adherents in Limpung district. This study uses quantitative method. Techniques of data collection uses interview, observation, and documentation. The validity of this study uses data source triangulation techniques. The result of this study is the social interaction of Rifa’iyah adherents especially in religious and social relationship. Inclusivism of both parties have been raising although the exclusiveness of the both is still remaining. The encouraging and inhibiting social interaction factors of Islamic Rifa’iyah adherents
PERANAN ORGANISASI KARANG TARUNA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GENERASI MUDA DI DESA NGEMBALREJO Kurniasari, Dewi; Suyahmo, Suyahmo; Lestari, Puji
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  perbedaan kondisi sosial dalam latar belakang warga karang taruna menjadikan faktor penghambat dalam menyatukan pemikiran untuk membangun yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi karang taruna yang tercantum dalam visi dan misi yang salah satunya mengembangkan kreativitas generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan organisasi karang taruna dalam menegembangkan kreativitas generasi muda, faktor-faktor apa saja yang menghambat organisasi karang taruna dalam mengembangkan kreativitas generasi muda. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan organisasi karang taruna dalam mengembangkan kreativitas genearsi muda yaitu meliputi pembinaan sikap kepemimpinan dengan cara menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada anggota karang taruna dengan cara memberikan kerja kelompok per-dukuh untuk dilaporkan pada pertemuan rapat rutin untuk dibahas bersama dalam forum. Selanjutnya yaitu melalui pembinaan olahraga, olahraga yang dimaksud di sini adalah sepeda santai. Dengan berolahraga maka kebersamaan akan muncul, sehingga kreativitas untuk mencapai tujuan akan mudah dicapai. Hanya saja masih ada faktor penghambat dalam mengembangkan kreativitas generasi muda di Desa Ngembalrejo yaitu meliputi faktor yang meliputi pengaturan waktu, kecenderungan anggota karang taruna dalam mengikuti pola pikir anggota lain, mental dan ketidakberanian anggota karang taruna berbicara di depan umum. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu meliputi kurangnya sokongan dana untuk mengefektifkan kegiatan dalam organisasi karang taruna tersebut, sehingga menjadikan program kerja kurang produktif..The differences in the social conditions of the people in the background makes the youth inhibiting factor in bringing ideas to build that aims to achieve objectives youth organization listed in the vision and mission , one of which develops creativity of young people . This study aimed to determine the role of youth organizations in menegembangkan creativity of young people , what are the factors that hinder youth organizations in developing the creativity of young people . The results showed that the role of youth organizations in developing the creativity of young genearsi which includes coaching leadership stance by growing sense of responsibility to members of the youth group work by providing per - hamlet to be reported on a meeting with regular meetings to discuss in the forum . The next is through sports coaching , sports is meant here is a fun bike . By exercising together appears, allowing creativity to achieve the goal will be easily achieved . It's just that there is still a limiting factor in developing the creativity of young people in the village Ngembalrejo which includes factors which include setting time , the tendency in the youth members to follow other members mindset , mental and youth members ketidakberanian public speaking While the external factors which include lack of financial support to streamline the activities of the youth organization , making the program less productive work .
KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS DALAM MELINDUNGI EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL Fabriana, Isna
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemerintah kabupaten Kudus terhadap keberadaan pasar tradisional, dan modern serta mengetahui implementasi kebijakan pemkab Kudus dalam melindungi eksistensi pasar tradisional. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah di kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan terhadap pasar tradisional secara regulasi mengacu pada Permendag No. 70 tahun 2013 dan ditingkat daerah kabupaten Kudus memiliki Perda  hanya mengatur retribusi pelayanan pasar yakni Perda No. 14 tahun 2012. Implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai upaya melindungi eksistensi pasar tradisional belum memadai, dibuktikan dengan belum adanya perlindungan hukum bagi pasar tradisional melalui Perda, pembinaan dan pemberdayaan pedagang pasar yang rutin dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, manajemen pasar tradisional yang kurang profesional, penyediaan fasilitas pasar yang belum memadai termasuk penataan PKL pasar.This study aims to determine government policy towards the existence of the Kudus traditional markets, and modern as well as knowing the implementation of policies Pemkab Kudus to protect the existence of the traditional markets. The method used is qualitative approach to the collection of data through observation, interviews, and documentation. The research location is in the Kudus district. The results showed that the policy of the traditional market regulation refers to the Perda No. 70 Tahun 2013 and local level regulation Kudus has just set the service levy market Perda No. 14 Tahun 2012. The implementation of government policy in 2012 as an effort to protect the Kudus district existence of traditional markets is not adequate, evidenced by the lack of legal protection for traditional markets through regulation, guidance and empowerment of the market traders who routinely conducted by the Department of Trade and Market Management, management of the traditional markets that are less professionals, providing inadequate market facilities including arrangement of street vendors market.
PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI EKSTRAKURIKULER YASINAN DI SMA NEGERI 1 KAYEN KABUPATEN PATI Akhwani, Akhwani
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter religius melalui Ekstrakurikuler Yasinan di SMA Negeri 1 Kayen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kayen .Hasil penelitian menunjukan bahwa: pengembangan karakter religius melalui ekstrakurikuler Yasinan bukan semata-mata terletak pada saat membaca Surat Yasin tetapi melalui proses pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dibiasakan, yang pada akhirnya dapat memunculkan sikap religius pada anggota yasinan dalam kehidupan sehari-hari. Wujud karakter religius yang dari ekstrakurikuler Yasinan adalah (a) berwawasan keagamaan dalam berkomunikasi dan berbicara di depan umum, (b) taat melaksanakan ibadah Sholat Dhuhur berjamaah di masjid, melaksanakan sholat Dhuha, sholat sunnah, berdzikir setelah sholat, (c) terbinanya keimanan dan ketaqwaan melalui keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti MABIT (malam bina iman dan taqwa), Gema Sholawat Nabi, pengajian, Peringatan tahun baru Masehi, peringatan Maulid Nabi, (d) selalu mengingat Allah dengan berdzikir setelah sholat, ziarah kubur, takziah, tadabur alam, (e) berakhlak baik diwujudkan dalam perilaku menjenguk anggota yang sakit, membantu yang sedang tertimpa musibah atau bencana,menjalin persaudaraan dan silaturrahmi.The purpose of this research is to know about Yasinan religious character through extracurricular at SMAN 1 Kayen. This research is using a qualitative approach. Research sites in SMA 1 Kayen The results showed that: the development of a religious character through extracurricular Yasinan not solely lie in while reading Surah Yasin but through the process of implementation of activities that habit, which in turn can give rise to the religious attitude in the yasinan members everyday life. The form of the religious character of extracurricular Yasinan are (a) the religious minded in communicating and speaking in public, (b) obey conducting worship Dhuhur prayer in congregation in the mosque, praying Duha, sunnah prayers, dhikr after the prayer, (c) faith and faith through participation in religious activities such as mabit (night bina faith and piety), Gema sholawat prophet, recitals, new year warning AD, to commemorate the birth of the Prophet, (d) always remember Allah with dhzikir after prayer, pilgrimage grave, takziah, tadabur nature, (e) good morals manifested in the behavior of members visit the sick, help who are stricken or disaster, to establish brotherhood and silaturrahmi.
KEBIASAAN BALAPAN LIAR KALANGAN REMAJA DI JALAN RAYA DESA SENENAN KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA Masyithoh, Riza Emiliana
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemuda yang terlibat dalam balapan liar, faktor pendorong dan dampak bagi masyarakat di sekitar jalan raya Desa Senenan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Subjek penelitian dibagi menjadi dua yaitu pelaku balapan liar yang terdiri dari joki dan penonton, informan yang terdiri dari warga sekitar jalan raya dan pihak kepolisian setempat. Metode pengumpulan data terdiri dari teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Analisis data yanbg digunakan terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kebiasaan balapan liar kalangan remaja di Desa Senenan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara merupakan bentuk dari salah satu kenakalan remaja, remaja yang terlibat ada yang menjadi joki, penonton maupun mekanik. Alasan balapan liar karena hobi, menyalurkan bakat otomotif dan penghilang stress. Dampak yang diakibatkan : menggangu ketenangan warga, merusak fasilitas umum saat terjadi kecelakaan, dan hilangnya etika diri remaja saat dijalan.This study aims to determine the youth involved in illegal racing, driving factors and impacts on people around the village highway Senenan Tahunan District of Jepara. Subjects were divided into two actors comprising a wild race jockeys and spectators, informants consisting of residents around the highway and the local police. Data collection method consists of observation techniques, interviewing techniques, and technical documentation. Data analysis consisted of three flow activities, namely data reduction, data display, and conclusion. The results showed that the wild race habits among teenagers in the village Senenan Tahunan District of Jepara is one form of juvenile delinquency , juvenile involved there being a jockey, mechanical or audience. Reason wild race as a hobby, automotive talents and stress relievers. The impact caused: disturbing the peace of the citizens, vandalizing public property when the accident occurred, and the loss of ethical self-teen when the street.
PERAN BIROKRASI DALAM KOMUNIKASI DENGAN WARGA MELALUI BBM-AN (BAPAK BUPATI MENDENGAR) DI KABUPATEN BATANG Risqiana, Eky
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran birokrasi dalam komunikasi dengan warga melalui BBM-an, keefektifan birokrasi dalam berkomunikasi dengan warga melalui BBM-an, dan tanggapan masyarakat mengenai BBM-an sebagai media komunikasi antara birokrasi dengan warga di Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di pemerintah daerah Kabupaten Batang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data dengan metode triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis interaksi data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran birokrasi dalam komunikasi dengan warga melalui BBM-an adalah birokrasi menyampaikan informasi berupa kebijakan/rencana pembangunan. Komunikasi melalui BBM-an tidak efektif karena penyelesaiannya dikembalikan kepada birokrasi yang proses penyelesaiannya lama, cenderung kabur karena tidak ada sosialiasasi mengenai keputusan dari suatu masukan warga. Tanggapan masyarakat mengenai BBM-an berupa tanggapan positif, yakni mendukung adanya BBM-an dan negatif yakni, menganggap bahwa BBM-an adalah settingan dari Bupati. Saran yang diajukan peneliti (1) Bupati hendaknya setiap masukan dari masyarakat ditanggapi, (2) birokrasi sebaiknya mengembalikan tanggapan kepada masyarakat, dan (3) masyarakat lebih kritis lagi dalam memberikan masukan kepada pemerintah yang disertai data-data yang akurat.The purpose of this research is purpose is to know the role of bureaucracy in communication with residents through BBM-an, effectiveness of bureaucracy in communication with residents through BBM-an, and responses society about BBM-an as a medium of communication between bureaucracy with residents in district stem in Batang. This research using methods research qualitative. The research in local government district stem in Batang. Data use observation, interview and documentation, while the validity of data by method triangulation source. Analysis of data using analysis interaction data qualitative. Based on the result showed that the role of bureaucracy in communication with residents through BBM-an is bureaucracy conveying information policy in form of/development plan. Communication via BBM-an ineffective because its completion returned to bureaucratic processes its completion long, tending to dim because no the socialization regarding decision of a citizen input. Response society about BBM-an form of positive response, namely support the BBM-an and negative are assumed that BBM-an is settingan of regent. Advice proposed researcher (1) any regent should peoples ideas addressed, (2) bureaucracy should restore response to the public, and (3) the people more critical longer in providing input to the government accompanied data accurate.

Page 10 of 13 | Total Record : 126