cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Civic Education Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
PENANAMAN KEDISIPLINAN MELALUI KEGIATAN KEPRAMUKAAN DI SMA N 1 KUTOWINANGUN Afiani, Yanuarini Esha; Sumarto, Slamet; Munandar, Moh. Aris
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman kedisiplinan di sekolah ditujukan agar semua individu yang berada di dalamnya bersedia dengan suka rela mematuhi dan mentaati segala peraturan dan tata tertib yang berlaku tanpa paksaan. Apabila setiap siswa dapat mengendalikan diri dan mematuhi semua norma-norma yang berlaku maka hal itu dapat menciptakan lingkungan dan pengalaman yang positif pada siswa, agar proses pertumbuhan fisik, emosional, intelektual dan sosialnya dapat berlangsung dengan baik, sehingga menjadi manusia yang dewasa sesuai dengan umur, status dan lingkungan sekitar. Kesadaran untuk menanamkan kedisiplinan siswa dapat ditumbuhkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah salah satunya kegiatan kepramukaan. Kegiatan kepramukaan dapat membiasakan siswa untuk bertindak disiplin melalui kegiatan yang diadakan.
PEMBINAAN MORAL PESERTA DIDIK MELALUI EKSPLORASI LINGKUNGAN DI SMP NASIMA SEMARANG Ernawati, Iis; -, Masrukhi; -, Tijan
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga negatif. Seperti sering diberitakan, banyak terjadi kasus free sex (sek bebas) yang berlangsung di bilik-bilik internet. Pelakunya banyak mengenakan seragam sekolah. Fakta inilah yang terjadi di sekitar kita. Salah satu upaya untuk menanggulangi kondisi tersebut yaitu melalui pendidikan formal di sekolah diantaranya dalam pembelajaran. Kebanyakan sistem pembelajaran di sekolah-sekolah saat ini masih terpengaruh oleh sistem lama yang lebih menekankan pada tingkat hafalan. Melihat kondisi seperti ini, maka perlu diadakan strategi baru yaitu memanfaatkan lingkungan dalam proses pembelajaran. Penggunaan pendekatan lingkungan merupakan pembelajaran lebih menyenangkan dan terkesan melekat pada siswa serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral. Di SMP Nasima Semarang pembelajaran yang menggunakan pendekatan lingkungan dinamakan eksplorasi lingkungan[1]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi lingkungan di SMP Nasima Semarang dapat digunakan untuk membina moral peserta didik meliputi moral agama (Tuhan), sesama manusia (sosial), diri sendiri, dan lingkungan (alam).
PENGEMBANGAN PERSONAL SKILL MELALUI PEMBELAJARAN PKn DI SMA NEGERI 1 PATI Lestari, Ria Yuni; -, Tijan; -, Setiajid
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Depdiknas tahun 2007 mengungkapkan bahwa usia SMA yang dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi baik S1 maupun Diploma hanya sebesar 17,25%, berarti sejumlah 82,75% anak usia SMA atau sederajat tidak mampu meneruskan ke jenjang perguruan tinggi. Dari data BPS (2008) terungkap bahwa sebagian besar pengangguran terbuka merupakan lulusan SMA atau sederajat (15,2%) serta data BPS (2009) terungkap bahwa (45,2%) tindakan kriminalitas dilakukan oleh remaja usia 16 sampai 19 tahun. Besarnya angka kriminalitas yang dilakukan usia remaja khususnya usia SMA adalah satu faktor ketidaksiapan mereka untuk masuk di dalam dunia nyata atau masyarakat yang sebenarnya. Dapat diduga bahwa lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan menjadi pengangguran karena tidak adanya bekal dan kesiapan kerja, hal tersebut dapat meningkatkan angka kriminalitas pada remaja. Dari maslah tersebut siperlukan pembelajaran PKn yang berguna untuk mengembangkan personal skill siswa agar tingkah laku siswa lebih baik.
PENGARUH SINETRON RELIGIUS TERHADAP MORALITAS REMAJA DI DESA TAMANREJO KECAMATAN LIMBANGAN KENDAL Hartanti, Puput Tri; -, Suyahmo; -, Makmuri
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi adalah media elektronik yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat, Berbagai macam acara ditayangkan melalui televisi guna menyampaikan informasi kepada masyarakat. Televisi mampu menjadi sarana informasi positif namun juga dapat melenceng dari tujuan menjadi tempat menyampaikan hal-hal negatif. Hal itu dapat terjadi melainkan karena ada berbagai macam acara yang ditayangkan baik itu mengenai pendidikan, berita juga hiburan seperti sinetron. Sinetron-sinetron yang ditayangkan itu memiliki banyak jalan cerita sehingga mengandung pesan-pesan yang positif namun juga tidak sedikit mengandung pesan negatif. Sinetron religius yang mengangkat cerita tentang keagamaan itu menjadi salah satu tontonan menarik terutama di bulan ramadhan. Dengan tidak memiliki batasan umur untuk menonton sinetron religius maka remaja juga menikmati sinteron religius. Pesan moral kebaikan yang terkandung dalam sinetron religius ini juga mampu mempengaruhi moralitas remaja itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja  di Desa Tamanrejo Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal ini banyak yang menonton sinetron religius di televisi dalam kehidupan sehari-hari.
PERANAN KPMD DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT MEMBANGUN DESA SIDOMULYO KECAMATAN JEKULO KUDUS Kuntoro, Fira
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat membangun desa, mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Peranan KPMD pada tahap perencanaan pembangunan adalah menggali gagasan masyarakat, memfasilitasi pertemuan-pertemuan musyawarah desa. Pelaksanaan pembangunan KPMD memberikan masukan dan bimbingan teknis yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, memfasilitasi dan mendorong masyarakat  dalam memenuhi apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Tahap Pelestarian adalah berperan memfasilitasi masyarakat desa dalam pengajuan usulan dari dana pengembalian pinjaman bergulir, membangkitkan motivasi masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan hasil kegiatan. Bentuk–bentuk partisipasi masyarakat diwujudkan dalam bentuk ide dan gagasan, tenaga, materi, keterampilan, partisipasi sosial. Faktor penghambat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat membangun desa yaitu  faktor ekonomi, Sumber Daya Manusia rendah, perasaan rendah diri orang-orang miskin dan tidak memiliki kekuasaan. Faktor pendukung partisipasi masyarakat adalah adanya bantuan dana untuk pembangunan, pembangunan sarana pendidikan dan sarana kesehatan, sosialiasasi pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, bimbingan masyarakat untuk mengasah ketrampilan, pinjaman modal usaha.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PKN DI SMA SEKECAMATAN COMAL KABUPATEN PEMALANG Putri, Wahyu Deny
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/ atau di lapangan untuk setiap kompetensi dasar. Perangkat pembelajaran merupakan salah satu wujud persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Pada hakikatnya apabila suatu kegiatan direncanakan terlebih dahulu, maka tujuan dari kegiatan tersebut akan lebih terarah dan lebih berhasil. Itulah sebabnya seorang guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan suatu pengajaran. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2006 memberikan keleluasaan kepada guru dan sekolah (lembaga tingkat satuan pendidikan) untuk mengembangkannya.
KOMUNIKASI POLITIK PARTAI KEBANGKITAN BANGSA DENGAN MASYARAKAT BERBASIS NU DI KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP INDIARTO, ARIF; Sunarto, Sunarto; Susanti, Martien Herna
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi politik merupakan suatu proses penyampaian  informasi oleh pimpinan partai politik terhadap masyarakat berbasis NU dengan media berupa lisan maupun tulisan dan diharapkan anggota partai politik tersebut mengerti dan menyetujui dari apa yang telah disampaikan. Partai politik yang mendapat dukungan dari masyarakat berbasis NU di Kecamatan Kesugihan adalah PKB. Salah satu basis PKB adalah NU. Dari sekian banyaknya masyarakat  NU, di Kecamatan Kesugihan merupakan salah satu basisnya. Permasalahan penelitian ini adalah: bagaimanakah komunikasi politik PKB dengan masyarakat berbasis NU di Kecamatan Kesugihan? faktor-faktor penghambat terjadinya komunikasi politik Partai PKB dengan masyarakat berbasis NU di Kecamatan Kesugihan,penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Kesugihan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian DPAC PKB Kecamatan Kesugihan melakukan komunikasi politik dilakukan dengan cara sederhana, lewat pengajian, yasinan, minggu kliwonan. Faktor penghambat komunikasi politik PKB dan masyarakat berbasis NU yaitu terlalu luasnya Kecamatan Kesugihan, Saran dalam penelitian ini: kepada PKB, senantiasa meningkatkan perannya dalam berkomuikasi politik, perlu meningkatkan komunikasi dan melakukan pendekatan kepada masyarakat.Political communication is a process of delivering information by leaders of political parties based on the society in the form NU with verbal and written media’s and political party members are expected to understand and approve of what has been delivered. The political party that has the support of the community-based NU in Kesugihan’s Subdistrict is PKB. PKB is one of the bases NU. Among the many NU society, in the Kesugihan’s Subdistrict is one base. The problemin this research is: how political communication agreements with community-based NU in Kesugihan Subdistrict? inhibiting factors the PKB’s political communication with the community-based NU in Kesugihan subdistrict, this research used a qualitative approach. This research sites in Kesugihan Subdistrict. Techniques of data collection by interview, observation and documentation. Researcher use triangulation techniques. The results DPAC PKB’s Kesugihan Subdistrict in political communication is done in a simple way, through lectures, yasinan, Kliwonan. Inhibiting factors PKB political communication and NU based society is too breadth Kesugihan Subdistrict, Suggestions in this research: to PKB, communicated constantly role increasing in politics, need to improve communication and approach to society
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU (STUDI DI SMA N 12 SEMARANG) WARDANI, AYU; Munandar, Moh Aris; Makmuri, Makmuri
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan dan peranan perempuan dalam pembangunan tampaknya semakin meningkat, baik di bidang politik, pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraannya. Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Salah satunya yaitu Kepala Sekolah, tidak sedikit Kepala Sekolah perempuan yang berhasil dalam melaksanakan tugasnya. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan mengambil lokasi di Universitas Negeri Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan, peran kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru, dilakukan melalui keteladanan, kerendahan hati, kelembutan, dan kedisiplinan yang dimiliki. Kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah di SMA N 12  Semarang dalam meningkatkan motivasi kerja guru berorientasi pada kepemimpinan dimensi perilaku tugas dengan menggunakan metode kedekatan sehingga bawahan menjadi terbuka pada atasan. Selanjutnya muncul rasa diterima serta diakui bawahan dan terbuka pada pemimpin akan hambatan yang mereka rasakan untuk meningkatkan kerjanya. Kepala sekolah SMA Negeri 12 Semarang memberikan bantuan, arahan, momongan, pengawasan, dan batas waktu disetiap tugas yang menjadi tanggung jawab guru, agar guru dapat terbiasa dengan kedisiplinan. Hal ini membuat para guru dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerjanyaThe rank and the role of woman in the development seems more merease, in the politc, education, healthbas well as her prosperity. Principals are educational leaders who have a very large role in developing the quality of education in schools. One of them is the principal, not the least successful female Principal in carrying out their duties. This conditionrevealsthat some effort is needed to do for reducing or ommithing  the space between the rank and the role of man and woman in the development. The government’s gender centering is one of  the key to help reducing or ommithing the space between man and woman in the espect of access, role, control, function as well increase the participation from both man and woman in deciding the policy an controlling the developmental source
KAMPANYE KADER PEREMPUAN PARTAI GOLONGAN KARYA DALAM PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2009 DI KUDUS FERDIANA, RAHMA; Susanti, Martien Herna; Lestari, Puji
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemilu 2009 Partai Golkar salah satu partai yang sukses, dengan terpilihnya 6 anggota DPRD di Kabupaten Kudus dengan komposisi 4 kursi kader laki-laki dan 2 kursi kader perempuan. Terpilihnya 2 kader perempuan Partai Golkar dalam pemilu legislatif tahun 2009 tidak terlepas dari adanya komunikasi pada saat kampanye. Permasalahan dalam penelitian ini mencakup: (1) Bagaimana kampanye kader perempuan Partai Golongan Karya dalam Pemilu Legislatif tahun 2009 di Kabupaten Kudus?, (2) Apakah faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kampanye kader perempuan Partai Golongan Karya dalam Pemilu Legislatif tahun 2009 di Kabupaten Kudus?. Hasil penelitian menunjukan kampanye yang dilakukan oleh kader perempuan Partai Golkar dalam pemilu legislatif tahun 2009 di Kabupaten Kudus sudah menggunakan kerangka konsep atau langkah-langkah dalam kampanye, dimulai dari merumuskan tema, proses perencanaan mengorganisasi kampanye,penganggaran kampanye, pelaksanaan kampanye dan evaluasi kampanye. Faktor yang mendukung dan menghambat kampanye kader perempuan Partai Golongan Karya terdiri dari faktor internal, dan eksternal. Faktor internal yang mendukung adalah Image Partai Golkar, keluarga, dan organisasi. Faktor internal yang menghambat adalah sumber dana. Faktor eksternal yang mendukung adalah media sedangkan faktor eksternal yang menghambat adalah waktu dan tempat, serta sikap pragmatisIn the 2009 election Golkar party a successful one , with the election of six members of parliament in the Holy District 4 seat cadre composition of men and 2 women cadres seat . 2 women elected Golkar Party cadres in the legislative elections of 2009 can not be separated from the lack of communication during the campaign . Problems in this study include : ( 1 ) How women cadres campaign Golkar Party in the legislative election of 2009 in Kudus Regency ? , ( 2 ) What are the factors that support and hinder women cadres campaign Golkar Party in the legislative election of 2009 in the District Holy ? . The results showed that the campaign conducted by the Golkar Party cadres women in the 2009 legislative elections in the Holy District already uses the conceptual framework or the steps in the campaign , starting from formulating themes , organized campaign planning process , budgeting, campaign , campaign execution and campaign evaluation . Factors that support and hinder women's campaign Golkar Party cadres composed of internal factors and external . Internal factors that support is Golkar Party Image , families , and organizations . Internal factors that inhibit the source of funds . External factors that support is medium while the external factors that hamper is a time and place , as well as a pragmatic attitude
PERANAN KUD KARYA MINA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KOTA TEGAL PANUNTUN, TRYO DINDA; Munandar, Moh Aris; Handoyo, Eko
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu daerah pesisir di Jawa Tengah yang mempunyai potensi perikanan laut yang baik, namun dari potensi kekayaan alam tersebut belum dapat mensejahterakan masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan. Mayoritas nelayan Kota Tegal bermukim di Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat. Nelayan di Kelurahan Muarareja mayoritas nelayan kecil, permasalahan yang dihadapi nelayan di sana adalah kurangnya permodalan, minimnya fasilitas perikanan dan pemasaran hasil tangkapan. Penelitian ini mengkaji (1) peranan KUD Karya Mina dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan nelayan pada umumnya; (2) hambatan-hambatan yang dihadapi KUD Karya Mina dan; (3) upaya yang dilakukan KUD Karya Mina dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Subjek yang diteliti adalah pengurus, anggota KUD Karya Mina dan nelayan bukan anggota. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) observasi; (2) dokumentasi; dan (3) wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Digunakan teknik pemeriksaan lapangan dengan triangulasi untuk membuktikan keabsahan data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peranan KUD Karya Mina antara lain memberikan pinjaman modal bagi nelayan yang membutuhkan, pengadaan solar bersubsidi bagi nelayan, menyediakan fasilitas-fasilitas perikanan serta kegiatan dibidang sosial. Hambatan yang dihadapi KUD antara lain tingkat partisipasi anggota yang rendah, kredit macet, pengetahuan pengurus, pengawas dan manajer KUD yang masih rendah mengenai peraturan-peraturan dan hambatan yang muncul dari luar KUD seperti kompetitor. Upaya yang dilakukan KUD Karya Mina dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut melalui pembentukan kelompok-kelompok nelayan, mengerahkan karyawan untuk menagih kredit macet, mengikutkan pengurus, pengawas dan manajer dalam pelatihan, pendidikan dan sosialisasi serta bekerjasama dengan pemerintah dan pihak ketiga.Tegal is one of the coastal areas in Central Java, which has a good potential for marine fisheries, however of the potential of these resources have not been able to prosper the people who work as fishermen. The majority of fishermen in Tegal living on Muarareja Tegal Barat Subdistrict. themajorityoffishermenonMuarareja is a poor fishermen, the problems faced by fishermen there is a lack of capital, facilities and marketing of fisheries catches. This research examines (1) the role of KUD Karya Mina in improving the welfare of members and fishermen in general, (2) the obstacles faced by KUD Karya Mina and, (3) the efforts made KUD Karya Mina in overcoming these obstacles. The subjects studied were administrators, members of KUD Karya Mina and fishermen are not members. Data collection methods used in this research are (1) observation, (2) documentation, and (3) interviews. This research uses a qualitative descriptive approach. Triangulation techniques is used with field investigation to prove the validity of the data. The results obtained in this research indicate that the role of KUD Karya Mina include providing capital loans for fishermen, provision of subsidized diesel fuel for fishermen, provide fishing facilities and social activities. The obstacles faced by cooperatives among others, members of the low participation rate, non-performing loan, knowledge KUD management, supervisors and managers are still low the rules and constraints that arise from outside the cooperatives as competitors. The efforts are made by KUD Karya Mina in overcoming these obstacles through the establishment of fishermen groups, mobilizing employees to collect non-performing loan, to register administrators, supervisors and managers in training, education, socialization and working with governments and private sector. 

Page 9 of 13 | Total Record : 126