cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Biology Education
ISSN : 2540833X     EISSN : 22526579     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Biology Education [e-ISSN 2540-833X | p-ISSN 2252-6579 | DOI 10.15294/jbe | DOAJ toc/2252-6579 | Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang] publishes research articles and conceptual analysis of philosophy, education theory, biology education research, instrument of biology learning tools, biology of learning media, biological experiments developing, and evaluation of biology learning.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 5 No 3 (2016): 2016" : 4 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI BIOEDUTAINMENT MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN MATERI ALAT INDERA MANUSIA TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA Febriyani, Shoimatun; Isnaeni, Wiwi; Irsadi, Andin
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016): 2016
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan strategi bioedutainment model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi alat indera manusia terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Rancangan penelitian ini menggunakan pola non randomized pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA N 11 Semarang, dan sampelnya adalah kelas XI MIPA 6 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan strategi bioedutainment model TGT, dan kelas XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol yang menerapkan cermah dan diskusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar dan tingkat keaktifan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil posttest yang diperoleh kemudian di analisis dengan uji t. Hasil analisis uji t diperoleh harga t hitung > harga t tabel yaitu 4,58 > 1,99. Dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen. Selain itu keaktifan siswa kelas ekperimen lebih baik daripada kelas control. Sejumlah 36,84% siswa kelas eksperimen sangat aktif dan 63,16% siswa aktif mempelajari materi alat indera manusia. Hal ini didukung dengan tanggapan guru dan siswa terhadap penerapan strategi bioedutainment model TGT yang memberikan respon positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi bioedutainment model TGT pada pembelajaran alat indera manusia berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan strategi bioedutainment model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi alat indera manusia terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Rancangan penelitian ini menggunakan pola non randomized pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA N 11 Semarang, dan sampelnya adalah kelas XI MIPA 6 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan strategi bioedutainment model TGT, dan kelas XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol yang menerapkan cermah dan diskusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar dan tingkat keaktifan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil posttest yang diperoleh kemudian di analisis dengan uji t. Hasil analisis uji t diperoleh harga t hitung > harga t tabel yaitu 4,58 > 1,99. Dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen. Selain itu keaktifan siswa kelas ekperimen lebih baik daripada kelas control. Sejumlah 36,84% siswa kelas eksperimen sangat aktif dan 63,16% siswa aktif mempelajari materi alat indera manusia. Hal ini didukung dengan tanggapan guru dan siswa terhadap penerapan strategi bioedutainment model TGT yang memberikan respon positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi bioedutainment model TGT pada pembelajaran alat indera manusia berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa.
ANALISIS PERMASALAHAN GURU DAN SISWA TERKAIT PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA BERBASIS INQUIRY DAN PEMECAHANNYA Nuraini, Nuraini; Tindangen, Makrina; Maasawet, Elsje Theodora
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016): 2016
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh 1) gambaran pemahaman guru SMA terkait perangkat pembelajaran Biologi berbasis Inquiry, 2) rumusan solusi dalam mengatasi permasalahan guru terkait pengembangan perangkat pembelajaran Biologi di SMA, 3) gambaran kemampuan siswa memecahkan masalah Biologi berbasis Inquiry, 4) rumusan solusi dalam mengatasi kemampuan pemecahan masalah siswa terkait pembelajaran Biologi berbasis Inquiry. Gambaran pemahaman guru dan siswa ditentukan dengan wawancara dan angket dianalisis secara secara deskriftif kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) pemahaman guru terkait perangkat pembelajaran biologi berbasis Inquiry masih kurang sehingga penggunaannya pada proses pembelajaran belum dilakukan secara optimal, 2) Guru mengalami kendala dalam pembuatan perangkat pembelajaran. memerlukan referensi acuan, kegiatan pendampingan dan sosialisasi dalam pengembangangan perangkat pembelajaran berbasis Inquiry, 3) Siswa masih sulit dalam memecahkan permasalahan pada proses pembelajaran di kelas, 4) rendahnya kemampuan siswa memecahan masalah perlu diatasi dengan bimbingan guru secara penuh. The aim of this study is to obtain 1) description of the understanding level of high school teachers related to inquiry-based biology learning kit, 2) the solutions formulation to overcome of teachers’ problems in developing Biology learning kit in high school, 3) description of the level of students’ problem-solving skills related to Inquiry-based biology learning, 4) the solutions formulation to solve the students problem solving skills related to Inquiry based biology learning. General overview of teachers’ and students’ understanding was explored by interview and questionnaire then by descriptively qualitative analyzed. It found that 1) teachers had low understanding level of inquiry based biology learning kit, so it was not optimally applied learning process 2) teachers had problems in making learning kit, need references, mentoring activities and socialization to conduct inquiry based learning model, 3) students were still hard to overcome problems appeared in learning process, 4) the low level of students’ problem-solving skills need to be addressed with teachers’ full guidance.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DISERTAI PETA KONSEP UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Intany, Narinda; Saptono, Sigit; Retnoningsih, Amin
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016): 2016
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil survei TIMSS tahun 2011 mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa Indonesia belum memenuhi harapan. Penelitian ini bertujuan menentukan perkembangan kemampuan berpikir analitis melalui pembelajaran kontekstual disertai peta konsep pada materi pencemaran lingkungan. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Walisongo 1 Semarang dan VII A, VII B, VII C SMP N 1 Karangtengah Demak pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, angket, dan wawancara. Skor pretest dan posttest dianalisis dari hasil N-Gain, sedangkan data yang lain dianalisis secara deskriptif. Perkembangan kemampuan berpikir analitis terlihat dari 6,5% skor gain yang tergolong tinggi dan persentase ketercapaian indikator kemampuan berpikir analitis ≥ 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis dapat dikembangkan melalui pembelajaran kontekstual disertai peta konsep. TIMSS survey result in 2011 indicated that analytical thinking skill of Indonesia students has not met expectation. This study aims to determine the analytical thinking skill development of junior high school students through contextual learning with concept maps in environmental pollution. The subjects were VII grade students of 2nd semester in academic year 2015/2016. They were class VII A of SMP Walisongo 1 Semarang and VII A, VII B, VII C of SMP N 1 Karangtengah Demak, which were determined by purposive sampling. Data were collected by pre test, post test, observation, questionnaire, and interview. The score of pre test and post test were analyzed from N-Gain result, meanwhile the others analyzed descriptively. Development of student’s analytical thinking skill showed from 6.5% high gain score and attachment of analytical thinking skill indicator ≥ 50%. The result showed that students’ analytical thinking skill can be developed through contextual learning with concept maps.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PROTISTA Nisa, Zahrotun; Setiati, Ning; Ridlo, Saiful
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016): 2016
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pembelajaran reciprocal teaching pada materi Protista untuk membedakan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA N 1 Godong antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental menggunakan rancangan the posttest only control group. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 2 sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian meliputi aktivitas siswa dan hasil belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) kelas kontrol dan kelas eksperimen. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Untuk kelas kontrol, rata-rata nilai pengetahuan = 3,29; sikap = 2,98; keterampilan = 3,34. Untuk kelas eksperimen rata-rata nilai pengetahuan = 3,38; sikap = 3,08; dan keterampilan 3,41. Aktivitas siswa kelas kontrol 71,25% siswa dalam kategori aktif sampai sangat aktif sedangkan kelas eksperimen 78,75%. Siswa dan guru memberikan tanggapan “baik” terhadap model pembelajaran reciprocal teaching yang diterapkan. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran model reciprocal teaching materi Protista yang diterapkan “efektif” terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. This research aims to test the effectiveness of reciprocal teaching learning to the matter protist to distinguish activity and study results of class X student SMA N 1 Godong between control class and experimental class. This research is a quasi experimental design was the posttest only control group. The sample in this research is X MIA 2 as a control class and X MIA 1 as experimental classes taken with purposive sampling technique. The research data include student activity and study results of knowledge, attitudes, and skills. The results showed that there are differences in activity and study results (knowledge, attitudes, and skills) control class and experimental class. The average results of experimental class higher than the control class. For the control class, the average value of the knowledge = 3.29; attitude = 2.98; skills = 3.34. For the experimental class the average value of the knowledge = 3.38; attitude = 3.08; and skills 3.41. Activity graders control 71,25% of the students in the category of active to very active while the experiment group 78,75%. Students and teachers responded well against the learning model of reciprocal teaching applied. Based on the results of research learning model of reciprocal teaching materials protist are applied effectively against the activity and results of student learning.

Page 1 of 1 | Total Record : 4