cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Biology Education
ISSN : 2540833X     EISSN : 22526579     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Biology Education [e-ISSN 2540-833X | p-ISSN 2252-6579 | DOI 10.15294/jbe | DOAJ toc/2252-6579 | Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang] publishes research articles and conceptual analysis of philosophy, education theory, biology education research, instrument of biology learning tools, biology of learning media, biological experiments developing, and evaluation of biology learning.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2014)" : 30 Documents clear
PENERAPAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK PADA PEMBELAJARAN MATERI KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK HIDUP DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR DI SMP NEGERI 2 BRANGSONG KENDAL Yuanita, Riskawati; Kartijono, Nugroho Edi; Sumadi, Sumadi
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak___________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan menerapkan model investigasi kelompok pada materi kelangsungan hidup makhluk hidup dengan pendekatan jelajah alam sekitar di SMP N 2 Brangsong Kendal. Penelitian ini menggunakan desain one shot case study. Sampel yang digunakan adalah kelas IXc dan IXd, pengambilan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran yang tergolong dalam kategori aktif dan sangat aktif pada kelas IXc pertemuan I, II, dan III adalah 82,9%, 85,8%, dan 88,6%. Sedangkan pada kelas IXd adalah 97,1% pada pertemuan I dan II, pada pertemuan III semua siswa termasuk dalam kategori aktif dan sangat aktif. Seluruh siswa telah mencapai KKM dan lebih dari 85% siswa hasil belajarnya optimal ( nilai hasil belajar >75). Secara umum, pembelajaran yang dilakukan guru sudah terlaksana sesuai RPP (kinerja guru sangat baik), sementara itu tanggapan siswa terhadap pembelajaran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan tanggapan sangat baik. Secara umum guru memberikan tanggapan sangat baik terhadap pembelajaran yang diterapkan. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model investigasi kelompok pada materi kelangsungan hidup makhluk hidup dengan pendekatan jelajah alam sekitar dapat mengoptimalkan aktivitas dan hasil belajar siswa di SMP N 2 Brangsong.   Abstract ___________________________________________________________________ This study aims to determine the aktivity and student learning outcomes in a model of learning by applying materials group investigation on the survival of living beings with JAS approach to cruising around in SMP N 2 Brangsong Kendal. This study design using the one shot case study. The sample used in a class IXc and IXd, sampling is determined by purposive sampling technique. The results showed that students in learning activities that belong in the category of active and very active in meeting IXc class I, II, III were 82,9%, 85,8%, and 88,6%. While in class IXd was 97,1% in the first and second meeting, at the third meeting of all students are included in the category of active and very active. All student have achieved KKM and more than 85% of students optimal learning outcomes (learning outcomes values > 75) in general, the learning that teachers already accomplished in accordance RPP (teacher’s performance is very good), while the response of students towards learning shows that most students responded very well. In general, the teacher gave an axcellent response to applied learning. Conclusions from this research group is investigating the application of the model to the material survival of living being with natural roaming around approach to optimize the activity and student learning outcomes in SMP N 2 Brangsong.
PENGEMBANGAN MODUL KONSERVASI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KEEFEKTIFANNYA DALAM PEMBELAJARAN DI SMP Triwijananti, Erie; Susilowati, Sri Mulyani Endang; Ngabekti, Sri
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this researchwas to knewthe teaching materials used in Junior High School of YPE Semarang, developed modules suitable with the characteristics of conservation and reasonable used for learning, and knew the effectiveness of the conservation modules on biodiversity material to the student learning outcomes in Junior High School of YPE Semarang. This research used a design research and development , and the trial big scale used design Control Group Pre - test Post - test . The subjects research on product trialwas student of class VII A as the control class and VII B as the experimental class . The results of research showed thatestimation of  the conservation modules development by media expert94 % and material expert 90 % with really reasonable categorized. Positive respons studentto used the results of module development reached 98.8 % , and based on the trial module usage showed that learning outcomes the experimental class higher thanthe control class, classical completeness of the experimental class reached 92 % , while the control class reached 72 % . This research concluded that the development of conservation moduleswasreasonable and effective inbiodiversity material learning.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar yang digunakan di SMP YPE Semarang, mengembangkan modul sesuai dengan karakteristik konservasi dan layak untuk pembelajaran. serta mengetahui keefektifanmodul konservasi materi keanekaragaman hayati terhadap hasil belajar  siswa SMP YPE Semarang. Penelitian ini menggunakan desain research and development, dan pada uji coba skala luas digunakan rancangan Control Group Pre-test Post-test. Subjek penelitian untuk uji coba produk adalah siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol dan VII B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian hasil pengembangan modul konservasi oleh pakar media 94% dan pakar materi 90% dengan kategori sangat layak. Tanggapan siswa terhadap penggunaan hasil pengembangan modul mencapai 98,8% (positif). Berdasarkan uji coba pemakaian modul menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 92%, sedangkan kelas kontrol mencapai 72%. Simpulan penelitian ini bahwa pengembangan modul konservasi layak digunakan dan efektif diterapkan pada pembelajaran materi keanekaragaman hayati.
PROFIL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS LABORATORIUM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN SEMARANG Litasari, Kurnia Nor; Setiati, Ning; Herlina, Lina
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak___________________________________________________________________Pembelajaran berbasis laboratorium menekankan kegiatan praktikum di laboratorium sebagai komponen utama dalam proses belajar mengajar. Hal ini akan mewujudkan hakikat Biologi yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Perlu adanya penelitian lebih mendalam mengenai seberapa jauh pembelajaran ini diimplementasikan oleh guru dan bagaimana sebenarnya implikasinya terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) guru dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran berbasis laboratorium; 2) guru telah mengimplementasikan pembelajaran berbasis laboratorium pada  materi Biologi kelas XI semester genap tahun pelajaran 2012/2013; 3) guru sudah menyiapkan silabus, RPP dan LKS sebagai perangkat pembelajaran Biologi berbasis laboratorium; 4) kualitas hasil belajar siswa kelas XI pada materi sistem pencernaan semester genap berada dalam kategori baik (72,73%) dan sangat baik (27,27%); 5) Sekolah telah dilengkapi laboratorium guna menunjang proses pembelajaran Biologi berbasis laboratorium. Abstract This learning emphasizes practical activities in the laboratory as the principal component in the teaching learning process. This will attain the essence of Biology which puts emphasis on giving experience directly. It needs the further study about how far this learning has been implemented by the teachers and its implications to the students’ achievement. The results of this research showed that 1) the teacher and the students gave positive responses to laboratory based learning; 2) teachers have implemented laboratory based learning in the Biology materials in the even semester of grade XI in the academic year of 2012/2013; 3) teachers have prepared the syllabi, lesson plans, and students’ worksheets as learning media for laboratory based biology learning; 4) the quality of students’ achievement in grade XI on the digestion system material in the even semester can be categorized as good (72,73%) and very good (27,27%); 5) the schools have  Biology laboratory to support the application of laboratory based learning.
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING DENGAN MODEL PREDICT OBSERVE EXPLAIN (POE) PADA MATERI FOTOSINTESIS DAN GERAK TUMBUHAN Wahyuni, Rizkiya Eka; Anggraito, Y. Ulung; Purwantoyo, Eling
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 _______________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterterapan dan keefektifan pendekatanproblem posing dengan model predict observe explain (POE) pada materi fotosintesis dan gerak tumbuhan di SMP. Design penelitian yang digunakan yaituPre Experimental Design dengan pola One Shot Case Study yang diterapkan kepada seratus siswa VIIIA, VIIIB, dan VIIIC. Sampel diambil dengan teknikconvenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan siswa mencapai ≥83% dan ketuntasan klasikal hasil belajar sebesar 82%, kinerja guru termasuk criteria baik (84%), 75% alat dan bahan praktikum tersedia, sebagian besar siswa (≥92%) dan guru Biologi kelas VIII memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan pendekatan problem posing dengan model predict observe explain (POE) dapat diterapkan dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi fotosintesis dan gerak tumbuhan di SMP N 3 Lasem.Abstrak   Abstract _______________________________________________________________ The aims of this study to test  theappliedand effectiveness of the problem posing approach with predict observe explain (POE) model at the study of photosynthesis and plant movement in junior high school. The study design which was used Pre Experimental Design with One Shot Case Study Design which was applied to one hundred students from grade VIIIA, VIIIB, and VIIIC students. Sampleswere taken by a convenience sampling technique. The research showed that the mean of student’s activeness during the study reach to ≥83 % and students’ mastery learning equal to 82%, the teacher’s performance during the study was good categories (84%), The availability of equipment and material experimentwas75%, most of student (92%) and Biology teacher of grade VIII gave positivelyresponded to lesson. Based on the result of study can be concluded that the implementation of problem posing approach with predict observe explain (POE) model can be applied and effective to improve student learning outcomes and students activity on the material of photosynthesis and plant movement in the SMP N 3 Lasem.
SIKAP PROFESIONAL CALON GURU BIOLOGI TERHADAP PROFESI GURU Wijayanti, Ester Pranita; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________The purpose of this study was to describe  biology teacher candidates’  attitudes toward teaching professions after their involvement in PPG SM-3T ‘Pendidikan Profesi Guru-Sarjana Mengajar di daerah terluar, terdepan dan tertinggal’, a pilot model of professional  teacher education  in  which teacher candidates  were  to finish two major training programs, a one-year social service program for rural and remote schools as part of character buildings and a one-year at campus professional teacher education as part of academic strengthening programs. A survey design was implemented on all 28 PPG SM-3T participants of first batch, as the entire population of interest. A questionnaire of 30 items was administered on the basis of the component of attitude and distributed to all participants. They were asked to express their belief and attitude toward the four key domains of teacher competencies (pedagogical, personal, social and professional capabilities) as stipulated by the Indonesia Ministry of National Education Decree Number 16 Year 2007. The results showed that a considerable part of the participants (96%) indicated that they had positive professional attitudes toward teachers as profession. Almost 96% of them showed positive attitudes towards pedagogical and professional capabilities, 89% and 93% of them also indicated they had positive attitudes towards personal and social competencies.Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap profesional calon guru biologi terhadap profesi guru setelah terlibat dalam program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mengajar di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (PPG SM-3T). Program ini merupakan suatu model yang menuntun calon guru untuk menjadi pendidik  profesional dengan cara menyelesaikan dua pelatihan utama yang terprogram, yakni satu tahun melaksanakan program pengabdian di sekolah daerah 3T sebagai suatu cara membentuk karakter ke-Indonesia-an dan satu tahun melaksanakan  program pendidikan profesi guru di kampus yang merupakan bagian dari penguatan bidang akademik. Metode yang digunakan ialah survey design. Survei dilakukan kepada seluruh peserta PPG SM-3T sebanyak 28 peserta pada angkatan pertama dengan menggunakan instrumen berupa skala sikap. Aitem yang terdapat pada skala sikap sebanyak 30 yang disusun berdasarkan komponen pembentuk sikap dan dibagikan kepada seluruh peserta. Peserta diminta untuk menyatakan kesetujuan/ ketidak setujuannya pada setiap pernyataan yang telah disusun berdasarkan keempat kompetensi guru yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Keempat kompetensi tersebut tertuang dalam Peratuan Pemerintah No 16 Tahun 2007. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (96%) memiliki sikap profesional positif terhadap profesi guru. Hampir 96% peserta menunjukkan sikap yang positif terhadap kompetensi pedagogik dan profesional, kompetensi kepribadian mencapai 89% dan kompetensi sosial sebesar 93%.    
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODUL MIKROBIOLOGI HASIL PERTANIAN BERVISI PROBLEM BASED LEARNING KELAS X DI SMK N 1 BAWEN
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v3i2.4451

Abstract

Learning  context in vocational schools involves a process of acquiring knowledge, lifeskill, skills and attitudes regarding competency to do a task or job. Teaching materials are chosen not only describe the material in detail , but also provide learning experiences according to the learner’s learning abilities. Student’s critical thinking skills can be developed through contextual learning as learning that emphasizes problem solving (Problem Based Learning). This research aims to develop a valid and effective product of the learning modules in the SMK. The design was applied in Research and Development. Initial sample test use purposive random sampling method using a test hiatus. Learning results obtained in field trials achieve implementation classical completeness of 92.30% for X AHP A, 94.73% for X AHP B and 97.36% for X AHP C at a predetermined value KKM is 75. Konteks pembelajaran di sekolah menengah kejuruan melibatkan proses memperoleh pengetahuan, kecakapan, keterampilan dan sikap yang berkenaan kompetensi menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Bahan ajar dipilih tidak hanya sekedar memaparkan materi secara terperinci, namun juga memberi pengalaman belajar menurut kemampuan belajar peserta didik. Kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat dibangun melalui pembelajaran kontekstual seperti pembelajaran yang mengedepankan penyelesaian masalah (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan modul  dalam proses pembelajaran di SMK. Desain yang diterapkan dalam penelitian adalah One Shot Case Study sebanyak 3 kelas di jurusan Agribisnis Hasil Pertanian. Hasil belajar yang diperoleh pada uji pelaksanaan lapangan mencapai ketuntasan 92.30% untuk X AHP A, 94.73% untuk X AHP B dan 97.36% untuk X AHP C pada nilai KKM yang telah ditetapkan yaitu 75.
PENGEMBANGAN MODUL KONSERVASI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KEEFEKTIFANNYA DALAM PEMBELAJARAN DI SMP
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v3i2.4452

Abstract

The purpose of this researchwas to knewthe teaching materials used in Junior High School of YPE Semarang, developed modules suitable with the characteristics of conservation and reasonable used for learning, and knew the effectiveness of the conservation modules on biodiversity material to the student learning outcomes in Junior High School of YPE Semarang. This research used a design research and development , and the trial big scale used design Control Group Pre - test Post - test . The subjects research on product trialwas student of class VII A as the control class and VII B as the experimental class . The results of research showed thatestimation of  the conservation modules development by media expert94 % and material expert 90 % with really reasonable categorized. Positive respons studentto used the results of module development reached 98.8 % , and based on the trial module usage showed that learning outcomes the experimental class higher thanthe control class, classical completeness of the experimental class reached 92 % , while the control class reached 72 % . This research concluded that the development of conservation moduleswasreasonable and effective inbiodiversity material learning.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar yang digunakan di SMP YPE Semarang, mengembangkan modul sesuai dengan karakteristik konservasi dan layak untuk pembelajaran. serta mengetahui keefektifanmodul konservasi materi keanekaragaman hayati terhadap hasil belajar  siswa SMP YPE Semarang. Penelitian ini menggunakan desain research and development, dan pada uji coba skala luas digunakan rancangan Control Group Pre-test Post-test. Subjek penelitian untuk uji coba produk adalah siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol dan VII B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian hasil pengembangan modul konservasi oleh pakar media 94% dan pakar materi 90% dengan kategori sangat layak. Tanggapan siswa terhadap penggunaan hasil pengembangan modul mencapai 98,8% (positif). Berdasarkan uji coba pemakaian modul menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 92%, sedangkan kelas kontrol mencapai 72%. Simpulan penelitian ini bahwa pengembangan modul konservasi layak digunakan dan efektif diterapkan pada pembelajaran materi keanekaragaman hayati.
SIKAP PROFESIONAL CALON GURU BIOLOGI TERHADAP PROFESI GURU
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v3i2.4453

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________The purpose of this study was to describe  biology teacher candidates’  attitudes toward teaching professions after their involvement in PPG SM-3T ‘Pendidikan Profesi Guru-Sarjana Mengajar di daerah terluar, terdepan dan tertinggal’, a pilot model of professional  teacher education  in  which teacher candidates  were  to finish two major training programs, a one-year social service program for rural and remote schools as part of character buildings and a one-year at campus professional teacher education as part of academic strengthening programs. A survey design was implemented on all 28 PPG SM-3T participants of first batch, as the entire population of interest. A questionnaire of 30 items was administered on the basis of the component of attitude and distributed to all participants. They were asked to express their belief and attitude toward the four key domains of teacher competencies (pedagogical, personal, social and professional capabilities) as stipulated by the Indonesia Ministry of National Education Decree Number 16 Year 2007. The results showed that a considerable part of the participants (96%) indicated that they had positive professional attitudes toward teachers as profession. Almost 96% of them showed positive attitudes towards pedagogical and professional capabilities, 89% and 93% of them also indicated they had positive attitudes towards personal and social competencies.Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap profesional calon guru biologi terhadap profesi guru setelah terlibat dalam program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mengajar di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (PPG SM-3T). Program ini merupakan suatu model yang menuntun calon guru untuk menjadi pendidik  profesional dengan cara menyelesaikan dua pelatihan utama yang terprogram, yakni satu tahun melaksanakan program pengabdian di sekolah daerah 3T sebagai suatu cara membentuk karakter ke-Indonesia-an dan satu tahun melaksanakan  program pendidikan profesi guru di kampus yang merupakan bagian dari penguatan bidang akademik. Metode yang digunakan ialah survey design. Survei dilakukan kepada seluruh peserta PPG SM-3T sebanyak 28 peserta pada angkatan pertama dengan menggunakan instrumen berupa skala sikap. Aitem yang terdapat pada skala sikap sebanyak 30 yang disusun berdasarkan komponen pembentuk sikap dan dibagikan kepada seluruh peserta. Peserta diminta untuk menyatakan kesetujuan/ ketidak setujuannya pada setiap pernyataan yang telah disusun berdasarkan keempat kompetensi guru yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Keempat kompetensi tersebut tertuang dalam Peratuan Pemerintah No 16 Tahun 2007. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (96%) memiliki sikap profesional positif terhadap profesi guru. Hampir 96% peserta menunjukkan sikap yang positif terhadap kompetensi pedagogik dan profesional, kompetensi kepribadian mencapai 89% dan kompetensi sosial sebesar 93%.    
PEMBELAJARAN REMIDIAL MENGGUNAKAN ANALOGI PADA MATERI MEKANISME TRANSPOR SEL
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v3i2.4454

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________The purpose of this research was to determine the effect of the remedial teaching using analogy on transport mechanism of cell on learning achievement. This research was a quasi experiment using nonrandomized control group pretest-posttest design. The population (79) was all science students grade XI at SMA N 1 Gubug who had difficulty in Biology. The number of sample was 65 students. Convenience sampling technique was used to select students for experiment and nonexperiment class. The remedial teaching using analogy was indicated with students activity, students opinion and teacher opinion. The students activity was 81,84% and students opinion was 84%. Teacher had a positive opinion about implementation of remedial teaching using analogy in experiment class, so the remedial teaching using analogy was implementable. Learning achievement of experiment class was higher than nonexperiment class. Learning achievement of experiment class was up to Minimum Passing Grade, but nonexperiment class not yet. There were significant differences of lerning achievement (posttest) between experiment and nonexperiment class. The remedial teaching using analogy on transport mechanism of cell was effective for biology teaching.Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pembelajaran remidial menggunakan analogi pada materi mekanisme transpor sel terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan quasi experiment, menggunakan rancangan nonrandomized control group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 79 siswa dari seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Gubug yang mengalami kesulitan belajar dalam mata pelajaran Biologi pada materi mekanisme transpor sel. Besarnya sampel yang digunakan sebanyak 65 siswa. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih dengan teknik convenience sampling. Tingkat keterlaksanaan pembelajaran remidial menggunakan analogi dilihat berdasarkan aktivitas, tanggapan siswa dan tanggapan guru. Rata-rata aktivitas siswa sebesar 81, 48% dan rata-rata tanggapan siswa adalah 84%. Guru juga memberikan taggapan yang positif mengenai pelaksanaan pembelajaran remidial menggunakan analogi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran remidial menggunakan analogi telah terlaksana dengan baik. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Hasil belajar pada kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal, sedangkan pada kelas kontrol belum mencapai ketuntasan klasikal. Hasil ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan hasil belajar (rata-rata nilai posttest) antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran remidial menggunakan analogi pada materi mekanisme transpor sel berpengaruh terhadap hasil belajar siswa..    
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO CHARACTERISTICS OF ORGANISM SONG EDUCATION (CHOSEN) PADA PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI DI SMPLB-A (TUNANETRA)
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v3i2.4455

Abstract

  Abstract This research aims to know the feasibility and the effectiveness of audio media “Characteristics of Organism Song Education” (CHOSEN) in biology subject at SMPLB-A (Blindness). This research was conducted in Semarang State University, SLBN 1 Pemalang, and MTs Yaketunis Yogyakarta. The research was a Research and Development (R&D) research design and used one group pretest-posttest design. The result of the study showed that the expert of media and material avowed that CHOSEN was proper with an average of 84.9 % feasibility assessment, the average of classical completeness of class was 100 %, students’ responses were good and very good, and the teachers’ responses as much as 88,6% with a very good responses criteria and teachers stated that CHOSEN is feasible to be used in learning biology for blind students. The conclusion of this research is “Characteristics of Organism Song Education” (CHOSEN) media audio is feasible and effective to be used in teaching learning process of biology subject at SMPLB-A (blindness).  AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan efektivitas media audio “Characteristics of Organism Song Education” (CHOSEN) dalam pembelajaran IPA Biologi di SMPLB-A (Tunanetra). Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang, SLBN 1 Pemalang, dan MTs Yaketunis Yogyakarta. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Research and Development (R&D) yang merupakan desain penelitian dan pengembangan dan menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media audio CHOSEN dinyatakan layak oleh ahli media dan ahli materi dengan rata-rata penilaian kelayakan sebesar 84,9%, rata-rata ketuntasan klasikal kelas sebesar 100%, tanggapan siswa baik dan sangat baik, tanggapan guru sebesar 88,6% dengan kriteria tanggapan sangat baik, serta guru menyatakan bahwa media audio CHOSEN layak diterapkan pada pembelajaran IPA Biologi siswa tunanetra. Simpulan penelitian ini adalah media audio “Characteristics of Organism Song Education” (CHOSEN) layak dan efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA Biologi di SMPLB-A (Tunanetra).

Page 2 of 3 | Total Record : 30