cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2014)" : 12 Documents clear
KEBUTUHAN PELATIHAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA GURU SEKOLAH DASAR -, Wahira
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran seni tari  khususnya pada penanaman nilai kearifan lokal masih memerlukan penanganan yang lebih baik  agar sasaran semakin mudah dicapai pada akhirnya  pendidikan nilai kearifan lokal menjadi sistem yang semakin fleksibel. Lembaga sekolah agar menata manajemen pendidikan nilai budaya, dan  guru sekolah dasar yang tidak berlatar belakang bakat seni agar berminat untuk mengikuti pelatihan pembelajaran seni tari berbasis saintifik, yang berhubungan dengan strategi manajemen pendidikan nilai budaya daerah setempat yang melibatkan seluruh pendidik yang dicamtumkan dalam kurikulum 2013. Implementasi pendidikan seni tari di sekolah dasar belum efektif, sistem kerja yang menggunakan manajemen partisipatif belum optimal, karena upaya motivasi sekolah terhadap para pendidik masih rendah. Kepengawasan yang dilakukan dengan memantau, mengamati, mensupervisi, mengkomunikasi, dan melalui laporan serta evaluasi belum maksimal, sehingga sikap dan perilaku peserta didik belum semuanya mencerminkan nilai-nilai lokal dan nilai spiritual secara utuh. Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. (1) Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan; (2) Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan; (3) Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan; (4) Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
PROSES BERKARYA GRUP MUSIK DISTORSI AKUSTIK Tolah, Achmad Fauzie
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran proses berkarya grup musik distorsi akustik, meliputi empat tahapan proses kreativitas. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian analisis kualitatif dengan lokasi penelitian di Kota Semarang, adapun wujud dan sumber data terdiri dari sumber dan wujud data tertulis maupun tidak tertulis. Instrumen dan teknik pengambilan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Sedangkan teknik analisis dan pengolahan data pengumpulan, reduksi, klarifikasi dan verifikasi data. Ciri khas karya dari distorsi akustik adalah musik bergenre shoegaze yang mampu diterima semua komunitas musik indie. Selain itu karya lagu dari proses kreativitas berkarya distorsi akustik mampu relevan terhadap pendidikan seni. Proses berkarya dari grup musik distorsi akustik telah melewati empat tahapan proses kreativitas, yaitu tahap preparasi, inkubasi, iluminasi dan verifikasi. Karya yang dihasilkan setelah melewati empat tahapan proses kreativitas hasilnya dapat dikatakan sebagai sebuah produk kreatif.This study aims to provide an overview work process distortion acoustic music group, includes four stages of the process of creativity. The study was conducted by the research method of qualitative analysis to study the location in the city, while the form and source of data consists of the data source and form of written or unwritten. Instruments and data capture techniques using observation, interview and documentation. Data validation techniques using data triangulation technique. While technical analysis and processing of data collection, reduction, clarification and verification of data. The distinctive feature of the work is the acoustic distortion shoegaze genre of music that is able to welcome all the indie music community. In addition, the work songs from the acoustic distortion capable of creativity at work relevant to art education. Working process of acoustic distortion band has gone through four stages of the process of creativity, the preparation stage, incubation, illumination and verification. Work produced after passing through the four stages of the creativity process the results can be regarded as a creative product.
ARANSEMEN DAN KRITIK SOSIAL LAGU-LAGU KOES PLUS VOLUME 1 TAHUN 1969 Santoso, Didik Ardi
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemak­naan lagu Koes Plus secara simbolik atau puitik dapat dimaknai seba­gai hubungan yang saling mengembang­kan atau membangun sehingga seorang masyarakat dapat menikmati harkat dan martabatnya sebagai manusia. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengkaji aransemen lagu Koes Plus Volume I Tahun 1969, (2) untuk mengkaji substansi kritik sosial pada aransemen dan lagu Koes Plus Volume I Tahun 1969. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi (content analisis).  Hasil dari penelitian ini menemukan, lagu Koes Plus ciri khas yang unik dan menarik yaitu pada lirik dan aransemennya, disamping itu juga mempunyai peran penting dalam mempengaruhi khalayak  baik dari segi informasi maupun pesan yang akan disampaikan kepada khalayak. Penulis juga mendeskripsikan berapa kandungan kritik  sosial dalam lagu Koes Plus Volume I, serta mendapatkan kajian-kajian yang  didapatkan mengenai berbagai hal yang ada kaitannya dengan analisis kritik sosial. Kritik sosial pada lagu Koes Plus Volume I tahun 1969 adalah terkait masalah religius, harmoni alam, cinta, cinta tanah air (nasionalisme), kebahagiaan dan kesedihan, dan persahabatan. Saran bagi  perkembangan lagu Koes Plus secara musikalitas dapat dikatakan dan ditemukan banyak perubahan seiring waktu. Untuk itu kita sebagai penerus juga pewaris lagu-lagu Koes Plus hendaknya dapat ikut menjaga dan melestarikannya.Purpose going search for absolute perfection song Koes Plus symbolically or with shocking can be appraised is designated as a partnership of mutual expands or build so that a community can enjoy human dignity and dignity as a human being. The purpose of this research is: (1) to examine lineup song Koes Plus Volume I in 1969, (2) to examine substantial social critic in arrangement and songs Koes Plus Volume I. Results of research is found, the song Koes Plus the characteristics of a unique and interesting on the lyrics and aransemen, furthermore, also has a very important role in influencing public information as well as from the message that will be sent to the public. I also describes how the social critic in the song Koes Plus Volume I, and get studies must be obtained about many things that there is a relation with analysis of social critic. Social Critic in song Koes Plus was related to religious harmony nature, love, this love of the native land. sadness and happiness, and friendship. For that, we as a successor also heir to the songs Koes Plus should be able to participate in caring and preserve them.
RITME PERMAINAN MUSIK KELOMPOK TAWANG MUSIK DI STASIUN TAWANG SEMARANG DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI Muniir, Asfar
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni khususnya seni musik mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini bias dilihat dari semakin banyaknya jenis aliran musik seperti dangdut, pop. rock, jazz, country, kroncong dan lain sebagainya, Selain banyaknya jenis aliran musik yang berkembang, juga semakin banyak bermunculan group / kelompok musik di kota-kota hampir di seluruh Indonesia.Hal ini menimbulkan persaingan antar kelompok musik yang membuat masing-masing kelompok harus mencari cara untuk tetap eksis di dunia hiburan musik. Irama permainan musik kroncong yang inovatif dan juga tetap menjaga keaslian musik kroncong serta manajemen yang baik dalam kelompok Tawang Musik membuat kelompok ini tetap eksis di dunia hiburan musik Kota Semarang sampai sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Deskriptif artinya, dalam penelitian kualitatif seorang peneliti harus mampu menjelaskan semua bagian yang bisa dipercaya dengan informasi yang didapat serta tidak menimbulkan kontradiktif dengan interpretasi yang disajikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan irama permainan musik kroncong yang menghibur dan inovatif serta manajemen grup yang baik dapat membuat kelompok musik Tawang Musik eksis dan terus berkembang dalam dunia hiburan musik Kota Semarang. Peneliti menggunakan teori fungsi manajemen George Terry, yang didalamnya mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan serta evaluasiArt , especially the art of music has developed quite rapidly . It may be seen from the increasing number of musical genres such as dangdut , pop . rock , jazz , country , kroncong etc. , In addition to the many musical genres that evolved , is also a growing number of emerging groups / music groups in cities across Indonesia.Hal almost raises competition among groups of music that makes each group must figure out a way to exist in the world of entertainment music . Kroncong music rhythm game and also innovative while maintaining the original music and sound management kroncong in Tawang Music group makes this group still exist in the world of music entertainment Semarang until now . This study uses qualitative descriptive approach means , in qualitative research the researcher must be able to explain all the parts that can be trusted with the information received and does not give rise to contradictory interpretations presented . The results showed that the rhythm music game kroncong entertaining and innovative as well as good management group can make music groups Music Tawang exist and continue to thrive in the world of music entertainment Semarang . Researchers used the theory of management functions George Terry , which also includes the planning , organizing , mobilizing and evaluation
ORIENTASI GRUP VOKAL AWAN VOICE PADA IDEOLOGI PASAR MUSIK INDONESIA Widyaningrum, Ari
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran ciri khas musik grup vokal Awan, dinamika perkembangan komposisi dan aransemen lagu Awan Voice, serta orientasi grup Awan Voice pada ideologi pasar musik Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian analisis kualitatif dengan lokasi penelitian di Kota Semarang, adapun wujud dan sumber data terdiri dari sumber dan wujud data tertulis maupun tidak tertulis. Instrumen dan teknik pengambilan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Sedangkan teknik analisis dan pengolahan data pengumpulan, reduksi, klarifikasi dan verifikasi data. Ciri khas musik dari Awan Voice adalah musik yang berformat acapella dengan sentuhan beatbox. Selain itu dalam setiap performnya diselingi dengan guyonan sehingga menarik perhatian penikmatnya. Dinamika perkembangan komposisi dan arransemen karya Awan voice dapat dilihat dari aspek judul lagu, komposisi lagu, struktur lagu, melodi, harmonisasi, pangsa pasar dan motif lagunya. Sedangkan orientasi terhadap ideologi pasar musik Indonesia adalah musik Awan voice menerapkan melodi yang mudah diingat dan di mainkan fleksibel, lagunya mudah dinyanyikan dan diserap maknanya. Harmoni yang tidak terlalu muluk. Dapat dipadukan dengan instrumen atau jenis musik yang tidak biasa seperti classic, blues dan lain-lain. Karya mereka disesuaikan dengan waktu dan tempat atau pangsa pasar yang akan ditujunya, dan mempunyai profitabilitas.This study aims at describing vocal group Awan Voice characteristics, dynamic development of music composition, Awan Voice vocal arrangement and Awan Voice music market ideology. This study uses qualitative method in Semarang City. The data and data sources consist of written data and unwritten data. Data instruments and techniques of collecting data are observation, interview and documentation. The data validity uses triangulation. The analysis data consists of collecting data,reduction, clarification, and verification. Characteristic of Awan Voice music is music touch by beatbox acapella format. In each performance, they sometimes intersperse singing with jokes that draw the audience’s attention Awan Voice composition dynamic development and work arrangements can be seen form the aspects of song title, song composition, structure, melody, harmony, market share and song motif. While the orientation toward Indonesia Awan Voice market ideology is using melodies that are easy to remember, flexible to play, easy to sing and meaningful. The harmony used is not too grandiose. It can be combined with the instrument or type of music that is not as common as classic, blues and others. Their work adopted to the time and place or to its target market share, and profitability.
TINJAUAN SEMIOTIKA KONG CO PADA KELENTENG GIE YONG BIO LASEM Pitaya, Mohamad Amin
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan masyarakat Cina di Lasem dapat dikenali dari peninggalan seni bangun berupa kelenteng dan perkampungan Cina. Masyarakat Cina meyakini kelenteng sebagai tempat suci bersemayamnya para leluhur yang divisualkan dalam bentuk Kong Co. Oleh karena itu kelenteng merupakan sarana ibadah untuk pemujaan terhadap nenek moyang, sehingga masyarakat Cina Lasem tetap melakukan sembahyangan di kelenteng meskipun telah memiliki keyakinan tertentu. Penelitian ini mengungkap (1) ide dasar penciptaan Kong Co; (2) bentuk dan makna Kong Co pada kelenteng Gie Yong Bio Lasem; (3) perbedaan Kong Co Gie Yong Bio dengan kelenteng Lasem lainnya. Pendekatan kualitatif dengan penelitian melalui observasi, wawancara dan studi dokumen dengan menggunakan perspektif semiotika.. Hasil yang diperoleh yaitu pertama, ide dasar penciptaan Kong Co adalah kosmologi dalam budaya Cina, juga sebagai sosok pemujaan, kedua bentuk Kong Co berupa sosok patung manusia yang “disucikan”, ditempatkan pada altar sebagai sebagai dewa, nabi, leluhur Cina atau tokoh yang diyakini sebagai penolong, pemberi keselamatan dan kedamaian sehingga keberadaannya selalu dipuja.The existence of the Chinese community in Lasem recognizable wake of heritage art form of Chinese temples and villages . Chinese Society believes the temple as a place of abode of the holy ancestors visualized in the form of Kong Co. . Therefore, the temple is a means of worship for the cult of the ancestors , so that the Chinese people remain Lasem their prayer in the temple despite having certain beliefs . The research reveals ( 1 ) the basic idea of creation Kong Co. , (2 ) the form and meaning of the temple Kong Co. Bio Lasem Yong Gie, (3 ) the difference Gie Yong Bio Kong Co. with other Lasem temple . Qualitative approach to research through observation , interviews and document research using semiotic perspective .. The results obtained are the first , the basic idea is the creation of Kong Co. cosmology in Chinese culture , as well as a cult figure , both forms Kong Co. in the form of a human figure sculptures are " purified " , placed on the altar as a deity , a prophet , or a Chinese ancestor figures are believed to be as a helper , giver of salvation and peace so that its existence has always adored.
TINJAUAN SEMIOTIKA KONG CO PADA KELENTENG GIE YONG BIO LASEM
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan masyarakat Cina di Lasem dapat dikenali dari peninggalan seni bangun berupa kelenteng dan perkampungan Cina. Masyarakat Cina meyakini kelenteng sebagai tempat suci bersemayamnya para leluhur yang divisualkan dalam bentuk Kong Co. Oleh karena itu kelenteng merupakan sarana ibadah untuk pemujaan terhadap nenek moyang, sehingga masyarakat Cina Lasem tetap melakukan sembahyangan di kelenteng meskipun telah memiliki keyakinan tertentu. Penelitian ini mengungkap (1) ide dasar penciptaan Kong Co; (2) bentuk dan makna Kong Co pada kelenteng Gie Yong Bio Lasem; (3) perbedaan Kong Co Gie Yong Bio dengan kelenteng Lasem lainnya. Pendekatan kualitatif dengan penelitian melalui observasi, wawancara dan studi dokumen dengan menggunakan perspektif semiotika.. Hasil yang diperoleh yaitu pertama, ide dasar penciptaan Kong Co adalah kosmologi dalam budaya Cina, juga sebagai sosok pemujaan, kedua bentuk Kong Co berupa sosok patung manusia yang “disucikan”, ditempatkan pada altar sebagai sebagai dewa, nabi, leluhur Cina atau tokoh yang diyakini sebagai penolong, pemberi keselamatan dan kedamaian sehingga keberadaannya selalu dipuja.The existence of the Chinese community in Lasem recognizable wake of heritage art form of Chinese temples and villages . Chinese Society believes the temple as a place of abode of the holy ancestors visualized in the form of Kong Co. . Therefore, the temple is a means of worship for the cult of the ancestors , so that the Chinese people remain Lasem their prayer in the temple despite having certain beliefs . The research reveals ( 1 ) the basic idea of creation Kong Co. , (2 ) the form and meaning of the temple Kong Co. Bio Lasem Yong Gie, (3 ) the difference Gie Yong Bio Kong Co. with other Lasem temple . Qualitative approach to research through observation , interviews and document research using semiotic perspective .. The results obtained are the first , the basic idea is the creation of Kong Co. cosmology in Chinese culture , as well as a cult figure , both forms Kong Co. in the form of a human figure sculptures are " purified " , placed on the altar as a deity , a prophet , or a Chinese ancestor figures are believed to be as a helper , giver of salvation and peace so that its existence has always adored.
PROSES BERKARYA GRUP MUSIK DISTORSI AKUSTIK
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran proses berkarya grup musik distorsi akustik, meliputi empat tahapan proses kreativitas. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian analisis kualitatif dengan lokasi penelitian di Kota Semarang, adapun wujud dan sumber data terdiri dari sumber dan wujud data tertulis maupun tidak tertulis. Instrumen dan teknik pengambilan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Sedangkan teknik analisis dan pengolahan data pengumpulan, reduksi, klarifikasi dan verifikasi data. Ciri khas karya dari distorsi akustik adalah musik bergenre shoegaze yang mampu diterima semua komunitas musik indie. Selain itu karya lagu dari proses kreativitas berkarya distorsi akustik mampu relevan terhadap pendidikan seni. Proses berkarya dari grup musik distorsi akustik telah melewati empat tahapan proses kreativitas, yaitu tahap preparasi, inkubasi, iluminasi dan verifikasi. Karya yang dihasilkan setelah melewati empat tahapan proses kreativitas hasilnya dapat dikatakan sebagai sebuah produk kreatif.This study aims to provide an overview work process distortion acoustic music group, includes four stages of the process of creativity. The study was conducted by the research method of qualitative analysis to study the location in the city, while the form and source of data consists of the data source and form of written or unwritten. Instruments and data capture techniques using observation, interview and documentation. Data validation techniques using data triangulation technique. While technical analysis and processing of data collection, reduction, clarification and verification of data. The distinctive feature of the work is the acoustic distortion shoegaze genre of music that is able to welcome all the indie music community. In addition, the work songs from the acoustic distortion capable of creativity at work relevant to art education. Working process of acoustic distortion band has gone through four stages of the process of creativity, the preparation stage, incubation, illumination and verification. Work produced after passing through the four stages of the creativity process the results can be regarded as a creative product.
ARANSEMEN DAN KRITIK SOSIAL LAGU-LAGU KOES PLUS VOLUME 1 TAHUN 1969
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemak­naan lagu Koes Plus secara simbolik atau puitik dapat dimaknai seba­gai hubungan yang saling mengembang­kan atau membangun sehingga seorang masyarakat dapat menikmati harkat dan martabatnya sebagai manusia. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengkaji aransemen lagu Koes Plus Volume I Tahun 1969, (2) untuk mengkaji substansi kritik sosial pada aransemen dan lagu Koes Plus Volume I Tahun 1969. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi (content analisis).  Hasil dari penelitian ini menemukan, lagu Koes Plus ciri khas yang unik dan menarik yaitu pada lirik dan aransemennya, disamping itu juga mempunyai peran penting dalam mempengaruhi khalayak  baik dari segi informasi maupun pesan yang akan disampaikan kepada khalayak. Penulis juga mendeskripsikan berapa kandungan kritik  sosial dalam lagu Koes Plus Volume I, serta mendapatkan kajian-kajian yang  didapatkan mengenai berbagai hal yang ada kaitannya dengan analisis kritik sosial. Kritik sosial pada lagu Koes Plus Volume I tahun 1969 adalah terkait masalah religius, harmoni alam, cinta, cinta tanah air (nasionalisme), kebahagiaan dan kesedihan, dan persahabatan. Saran bagi  perkembangan lagu Koes Plus secara musikalitas dapat dikatakan dan ditemukan banyak perubahan seiring waktu. Untuk itu kita sebagai penerus juga pewaris lagu-lagu Koes Plus hendaknya dapat ikut menjaga dan melestarikannya.Purpose going search for absolute perfection song Koes Plus symbolically or with shocking can be appraised is designated as a partnership of mutual expands or build so that a community can enjoy human dignity and dignity as a human being. The purpose of this research is: (1) to examine lineup song Koes Plus Volume I in 1969, (2) to examine substantial social critic in arrangement and songs Koes Plus Volume I. Results of research is found, the song Koes Plus the characteristics of a unique and interesting on the lyrics and aransemen, furthermore, also has a very important role in influencing public information as well as from the message that will be sent to the public. I also describes how the social critic in the song Koes Plus Volume I, and get studies must be obtained about many things that there is a relation with analysis of social critic. Social Critic in song Koes Plus was related to religious harmony nature, love, this love of the native land. sadness and happiness, and friendship. For that, we as a successor also heir to the songs Koes Plus should be able to participate in caring and preserve them.
RITME PERMAINAN MUSIK KELOMPOK TAWANG MUSIK DI STASIUN TAWANG SEMARANG DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI
Catharsis Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni khususnya seni musik mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini bias dilihat dari semakin banyaknya jenis aliran musik seperti dangdut, pop. rock, jazz, country, kroncong dan lain sebagainya, Selain banyaknya jenis aliran musik yang berkembang, juga semakin banyak bermunculan group / kelompok musik di kota-kota hampir di seluruh Indonesia.Hal ini menimbulkan persaingan antar kelompok musik yang membuat masing-masing kelompok harus mencari cara untuk tetap eksis di dunia hiburan musik. Irama permainan musik kroncong yang inovatif dan juga tetap menjaga keaslian musik kroncong serta manajemen yang baik dalam kelompok Tawang Musik membuat kelompok ini tetap eksis di dunia hiburan musik Kota Semarang sampai sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Deskriptif artinya, dalam penelitian kualitatif seorang peneliti harus mampu menjelaskan semua bagian yang bisa dipercaya dengan informasi yang didapat serta tidak menimbulkan kontradiktif dengan interpretasi yang disajikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan irama permainan musik kroncong yang menghibur dan inovatif serta manajemen grup yang baik dapat membuat kelompok musik Tawang Musik eksis dan terus berkembang dalam dunia hiburan musik Kota Semarang. Peneliti menggunakan teori fungsi manajemen George Terry, yang didalamnya mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan serta evaluasiArt , especially the art of music has developed quite rapidly . It may be seen from the increasing number of musical genres such as dangdut , pop . rock , jazz , country , kroncong etc. , In addition to the many musical genres that evolved , is also a growing number of emerging groups / music groups in cities across Indonesia.Hal almost raises competition among groups of music that makes each group must figure out a way to exist in the world of entertainment music . Kroncong music rhythm game and also innovative while maintaining the original music and sound management kroncong in Tawang Music group makes this group still exist in the world of music entertainment Semarang until now . This study uses qualitative descriptive approach means , in qualitative research the researcher must be able to explain all the parts that can be trusted with the information received and does not give rise to contradictory interpretations presented . The results showed that the rhythm music game kroncong entertaining and innovative as well as good management group can make music groups Music Tawang exist and continue to thrive in the world of music entertainment Semarang . Researchers used the theory of management functions George Terry , which also includes the planning , organizing , mobilizing and evaluation

Page 1 of 2 | Total Record : 12