cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 477 Documents
MODEL PEMBELAJARAN BERVISI SETS MELALUI DISKUSI FISH BOWL MENGGUNAKAN ARTIKEL KIMIA Sholikhati, Anisa; Wahyukaeni, Titi; Binadja, Achmad
Chemistry in Education Vol 1 No 1 (2012): Terbit Bulan April 2012
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh modelpembelajaran bervisi SETS melalui diskusi fish bowl menggunakan artikel kimiaterhadap hasil belajar asam-basa kelas XI SMA N 1 Jekulo Kudus. Populasipenelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA N 1 Jekulo Kudus tahun pelajaran2010/2011, sedangkan sampel penelitian siswa kelas XI IPA-3 sebagai kelaseksperimen dan kelas XI IPA-4 sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian diambildengan teknik purposive sampling.Metode yang digunakan dalam pengambilandata adalah dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Berdasarkan analisis data,pengaruh model pembelajaran bervisi SETS melalui diskusi fish bowlmenggunakan artikel kimia terhadap hasil belajar siswa ditunjukkan denganangka korelasi 0,46 dan memiliki pengaruh sebesar 21,24%. Pengaruh terhadapaspek afektif dan psikomotorik juga ditunjukkan secara deskriptif melalui hasilrata-rata nilai kelas eksperimen yang lebih baik dari pada kelas kontrol. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran bervisi SETS melaluidiskusi fish bowl menggunakan artikel kimia memberikan pengaruh positifterhadap hasil belajar siswa.
Komparasi Hasil Belajar dengan Model Problem Based Learning dan Inquiry SMAN 1 Wiradesa Serfanda, Febilia Dhita; Sedyawati, Sri Mantini; Nurhayati, Sri
Chemistry in Education Vol 4 No 2 (2015): Terbit Bulan Oktober 2015
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar dengan penggunaan model PBL dan inquiry. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling terpilih kelas X IPA 5 dengan model PBL, kelas X-IPA 6 dengan model Inquiry. Setelah dianalisis menggunakan uji anava satu jalur menunjukkan bahwa F hitung sebesar 0,0051 dan F tabel sebesar 4,28 dengan derajat kebebasan 1 dan taraf signifikansi 5%. Sehingga F hitung < F tabel maka Ho diterima artinya penggunaan model PBL dan inquiry tidak memberikan perbedaan secara signifikan (Sumber: Data Primer). Penilaian hasil belajar dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar pada aspek kognitif, aspek afektif kelas PBL lebih baik daripada kelas inquiry dalam aspek Percaya diri, Komunikatif, dan Kerjasama. Sedangkan perolehan skor pada aspek Kritis, Demokratis, Santun, Antusiasme dan rasa ingin tahu,  Tanggung Jawab, Gotong Royong, Spiritual, Teliti, Jujur, Disiplin, dan Damai tidak berbeda secara signifikan. Sedangkan aspek psikomotorik kelas PBL yaitu kemampuan mempertahankan pendapat lebih baik daripada kelas X-IPA 6, dan pada aspek lain yaitu bahan presentasi, pemahaman materi presentasi, penguasaan kondisi audiens, dan kelantangan suara tidak berbeda secara signifikan.
Penerapan tugas berbasis modified free inquiry pada praktikum untuk meningkatkan pemahaman konsep Widiyanti, Widiyanti; Saptorini, Saptorini
Chemistry in Education Vol 3 No 2 (2014): Terbit Bulan Oktober 2014
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan tugas berbasis modified free inquiry pada praktikum asam basa terhadap peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Temanggung tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, karena populasi berdistribusi normal dan homogen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest group design. Pengambilan data dilakukan dengan metode tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya pengaruh penerapan tugas berbasis modified free inquiry terhadap pemahaman konsep siswa sebesar 31,36% dan terhadap keterampilan proses sains siswa sebesar 27,04%. Uji N-gain untuk pemahaman konsep siswa sebesar 0,72 dan keterampilan proses sains sebesar 0,66. Hal ini berarti terdapat peningkatan pemahaman konsep dalam kategori tinggi dan peningkatan keterampilan proses sains siswa dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan penerapan tugas berbasis modified free inquiry pada praktikum asam basa dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa.This research aimed to determine of the implementation of task based on modified free inquiry in acid-base practicum in increasing students’ concept understanding and science process skills. The population in this research was students of XI IPA SMAN 2 Temanggung in academic year 2013/2014. In selecting the sample, the researcher used cluster random sampling technique because the population’s distribution was normal and homogeneous. Design used in this research is  pretest-posttest group design. Data collection in this research was using test, observation, questionnaire and documentation. The result of data analysis indicated that there were an effect of the implementation of task based on modified free inquiry in acid-base practicum toward students’ concept understanding was obtained 31,36% and 27,04% for science process skills. N-gain test for students’ concept understanding was obtained 0,72 and 0,66 for science process skills. This means there is an increased students’ concept understanding in the high category and science process skills in the middle category. Based on the result of data analysis, it can be concluded that the implementation of task based on modified free inquiry in acid-base practicum increase the students’ concept understanding and science process skills. 
PENGARUH PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Khotijah, Siti; Hadisaputro, Subiyanto; M.Si, Soeprodjo
Chemistry in Education Vol 2 No 1 (2013): Terbit Bulan April 2013
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to determine the influece of Think Talk Write (TTW) learning uses Contextual Teaching and Learning (CTL) on learning product. This research population is X of Senior High School 1 Kaliwungu 2011/2012. The sampling technique which used is cluster random sampling, the result of the draws XE as an experiment class (TTW learning uses CTL) and XD as a control class (conventional learning). The data agregation method in this research is documentation, test, observation, and questionnaire. Final data analysis showed that learning product both classes are normally distributed and have equal variances. In the test of correlation, obtained 0.520 of rb value, which showed a middle correlation. This learning contributes to student learning product is 27%. Classical learning completeness which achieved by experiment and control class are respectively 85.71% and 94.29%. The result of data analysis showed average value of kognitif learning product experiment class 78.6 and control class 70.8. The average value of affective and psychomotor in experimental class is better than the control class. Based on this research, we can conclude that TTW learning uses CTL has a positive influential on learning product in Senior High School 1 Kaliwungu.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PRAKTIKUM SISWA TERINTEGRASI GUIDED INQUIRY UNTUK KETERAMPILAN PROSES SAINS Arifin, Uma Fadzilia; Hadisaputro, Subiyanto; Susilaningsih, Endang
Chemistry in Education Vol 4 No 1 (2015): Terbit Bulan April 2015
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Praktikum Siswa (LKPS) terintegrasi guided inquiry untuk keterampilan proses sains siswa yang layak, efektif, praktis dan mendapat respon positif dari penggunanya. Desain penelitian yang digunakan yaitu Research and Development. Desain ini menggunakan Three-D Models yaitu Define, Design, and Develop. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Secara kuantitatif, data hasil penelitian dianalisis dengan cara menghitung rerata skor dan menentukan kriteria pada interval kelas tertentu. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa LKPS memperoleh skor rerata validasi sebesar 76 sehinga dinyatakan layak secara teoretis. LKPS dinyatakan efektif karena 28 siswa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada hasil tes dan keterampilan proses sainsnya mendapat predikat baik. Selain itu, data angket menunjukkan bahwa LKPS dinyatakan praktis dan mendapat respon baik dari penggunanya. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa LKPS terintegrasi guided inquiry untuk keterampilan proses sains dinyatakan layak, efektif, praktis dan mendapat respon positif dari penggunanya sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran kimia.
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI REACT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI Farid, Akhmad; Nurhayati, Sri
Chemistry in Education Vol 3 No 1 (2014): Terbit Bulan April 2014
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kimia dengan strategi REACT dan seberapa besar pengaruh yang diberikan terhadap hasil belajar kimia siswa kompetensi kelarutan dan hasil kali kelarutan di MAN Babakan Lebaksiu Tegal. Data hasil penelitian diperoleh melalui metode tes, observasi, dan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA  MAN Babakan Lebaksiu Tegal. Desain penelitian ini adalah posttest only group design. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil posttest kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 sebesar 82,03 dan 77,07. Hasil uji perbedaan rata-rata menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 lebih baik daripada kelas eksperimen 2. Analisis pengaruh terhadap hasil belajar siswa diperoleh koefisien korelasi biserial sebesar 0,45 dengan koefisien determinasi 20,25%. Hasil belajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen 1 lebih baik dari kelas eksperimen 2. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kimia dengan strategi REACT berpengaruh positif terhadap hasil belajar kimia siswa.
PENERAPAN MODELLING LEARNING DENGAN VIDEO EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Adiprastyo, Bagus; Sumarni, Woro; Saptorini, Saptorini
Chemistry in Education Vol 2 No 1 (2013): Terbit Bulan April 2013
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains kimia siswa melalui metode modelling learning dengan bantuan media video eksperimen. Melalui metode yang diterapkan, video eksperimen digunakan sebagai bentuk pemodelan keterampilan proses sains yang diajarkan kepada siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, observasi dan angket. Penilaian keterampilan proses sains siswa dilakukan dengan assesmen unjuk kerja menggunakan instrumen lembar observasi. Berdasarkan hasil pengamatan, ditunjukkan adanya peningkatan nilai keterampilan proses sains siswa yang signifikan sebesar 20,32% dari siklus I ke siklus II. Selain itu, nilai siswa pada setiap indikator keterampilan proses sains juga mengalami peningkatan. Indikator-indikator tersebut adalah mengamati, mengelompokkan atau mengklasifikasikan, menafsirkan, meramalkan, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, merencanakan percobaan, menggunakan alat dan bahan, menerapkan konsep, dan mengkomunikasikan hasil. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa menerapkan modelling learning dengan video eksperimen dapat meningkatkan keterampilan proses sains kimia siswa.
EFEKTIVITAS CLASSROOM REFLECTION ASSESSMENT MELALUI COOPERATIVE LEARNING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR Aisha, Zunaida; Nurhayati, Sri
Chemistry in Education Vol 2 No 2 (2013): Terbit Bulan Oktober 2013
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBELAJARAN VISUALISASI, AUDITORI, KINESTETIK MENGGUNAKAN MEDIA SWISHMAX MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT Inayati, Ismi; Subroto, Tjahyo; Supardi, Kasmadi Imam
Chemistry in Education Vol 1 No 2 (2012): Terbit Bulan Oktober 2012
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran kimia khususnya materi larutan elektrolit dan non-elektrolit merupakan mata pelajaran yang membutuhkan pemahaman konsep. Kurangnya pemahaman konsep dikarenakan guru kurang memahami gaya belajar yang dimiliki siswa. Untuk itu dibutuhkan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa agar materi tersebut dapat dipahami. Model pembelajaran tersebut yaitu model pembelajaran VAK menggunakan media Swishmax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan berapa besar pengaruh model pembelajaran VAK menggunakan media Swishmax terhadap hasil belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X SMA Negeri 1 Pemalang tahun pelajaran 2011/2012. Teknik penentuan sampel dengan sistem Cluster random sampling diperoleh dua kelas untuk dijadikan sampel yaitu kelas X3 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran VAK menggunakan media Swishmaxdan kelas X2 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan perlakuan pembelajaran ceramah diskusi. Data penelitian diperoleh dengan metode dokumentasi, tes, angket, dan observasi. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran VAK menggunakan media Swishmax mempengaruhi hasil belajar siswa. Besarnya pengaruh yang diberikan model pembelajaran ini yaitu 35,13%.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIFNUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP Anjasmorowati, Tri; Haryani, Sri; Susatyo, Eko Budi
Chemistry in Education Vol 3 No 2 (2014): Terbit Bulan Oktober 2014
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di dalam kelas yang kurang melibatkan aktivitas siswa akan menyebabkan siswa bosan dan mencari kesibukan sendiri. Hal tersebut membuat siswa tidak fokus terhadap materi yang diajarkan, sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep materi tersebut. Pendidik harus bisa mencari cara untuk menciptakan suasana pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan mudah memahami konsep materi yang diberikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dan pemahaman konsep materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together(NHT). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4, XI IPA 5 dan XI IPA 6 SMA N11 Semarang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest and postest group design. Sampel diambil dengan teknik random sampling.Hasil pengambilan sampel didapatkan kelas eksperimen (XI IPA 5) sebanyak 35 siswa dan kelas kontrol (XI IPA 6) sebanyak 36 siswa.Perhitungan hasil penelitian diperoleh data rata-rata klasikal aktivitas fisik dan mental kelas eksperimen sebesar 76.63% dan 79,57%, sedangkan rata-rata klasikal aktivitas fisik dan mental kelas kontrol sebesar 68,35% dan 63,05%. Untuk hasil penelitian pemahaman konsep diperoleh perhitungan uji observasi berpasangan thitung lebih besar dari ttabel, yaitu thitung 23,41 dan ttabel 12,71.Dari hasil uji observasi berpasangandapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan pemahaman konsep materi siswa kelas eksperimen lebih baik dari peningkatan pemahaman konsep materi siswa kelas kontrol.Aktivitas siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih baik dari kelas kontrol.Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan aktivitas siswa dan pemahaman konsep materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Kata kunci :Aktivitas Siswa,ModelPembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together, Pemahaman Konsep

Page 3 of 48 | Total Record : 477


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Terbit bulan Oktober 2023 Vol 12 No 1 (2023): Terbit bulan April 2023 Vol 11 No 2 (2022): Terbit bulan Oktober 2022 Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022 Vol 10 No 2 (2021): Terbit bulan Oktober 2021 Vol 10 No 1 (2021): Terbit bulan April 2021 Vol 9 No 2 (2020): Terbit bulan Oktober 2020 Vol 9 No 1 (2020): Terbit bulan April 2020 Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019 Vol 8 No 1 (2019): Terbit bulan April 2019 Vol 8 No 1 (2019): Terbit bulan April 2018 Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018 Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018 Vol 7 No 1 (2018): Terbit bulan April 2018 Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018 Vol 6 No 2 (2017): Terbit Bulan Oktober 2017 Vol 6 No 1 (2017): Terbit Bulan April 2017 Vol 6 No 1 (2017): Terbit bulan April 2017 Vol 5 No 1 (2016): Terbit bulan April 2016 Vol 5 No 1 (2016): Terbit Bulan April 2016 Vol 4 No 2 (2015): Terbit Bulan Oktober 2015 Vol 4 No 2 (2015): Terbit bulan Oktober 2015 Vol 4 No 1 (2015): Terbit Bulan April 2015 Vol 4 No 1 (2015): Terbit bulan April 2015 Vol 3 No 2 (2014): Terbit bulan Oktober 2014 Vol 3 No 2 (2014): Terbit Bulan Oktober 2014 Vol 3 No 1 (2014): Terbit bulan April 2014 Vol 3 No 1 (2014): Terbit Bulan April 2014 Vol 2 No 2 (2013): Terbit Bulan Oktober 2013 Vol 2 No 2 (2013): Terbit bulan Oktober 2013 Vol 2 No 1 (2013): Terbit Bulan April 2013 Vol 2 No 1 (2013): Terbit bulan April 2013 Vol 1 No 2 (2012): Terbit bulan Oktober 2012 Vol 1 No 2 (2012): Terbit Bulan Oktober 2012 Vol 1 No 1 (2012): Terbit Bulan April 2012 Vol 1 No 1 (2012): Terbit bulan April 2012 More Issue