cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 477 Documents
Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Four-Tier Multiple Choice untuk Identifikasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Kesetimbangan Kimia
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.40935

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ciri-ciri instrumen tes diagnostik four-tier multiple choice, kelayakan instrumen tes diagnostik four-tier multiple choice dan kepraktisan instrumen tes diagnostik four-tier multiple choice. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yang dikembangkan oleh Thiagarajan S., Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel yaitu model pengembangan 4D yang terdiri atas 4 tahap yaitu pendefinisian (Define), Perancangan (Design), Pengembangan (Develop), dan Penyebaran (Disseminate). Metode pengambilan data dilakukan dengan validasi ahli, uji skala kecil, uji skala besar, dan uji implementasi. Hasil validasi ahli diperoleh skor rata-rata dari tiga validator ahli materi sebesar 37,3 dari 40 yang artinya tes diagnostik ini sangat layak untuk digunakan. Nilai reliabilitas instrumen tes diagnostik four-tier multiple choice sebesar 0,709 pada uji skala kecil, 0,783 pada uji skala besar, dan 0,800 pada uji implementasi. Tes diagnostik four-tier multiple choice yang dikembangkan memenuhi kriteria vaid dan reliabel. Berdasarkan hasil peneltian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tes diagnostik four-tier multiple choice yang dikembangkan layak dan praktis diterapkan dalam pembelajaran untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi kesetimbangan kimia.
Pengembangan Panduan Praktikum Berbasis Guided Inquiry untuk Identifikasi Keterampilan Laboratorium Peserta Didik pada Materi Titrasi Asam-Basa
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.42366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk panduan praktikum berbasis guided inquiry pada materi titrasi asam-basa serta mengetahui kelayakan, tanggapan, dan spesifikasi panduan praktikum. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D), dengan desain four D (4D) yang terdiri dari tahap Define, Design, Development, dan Disseminate. Subjek penelitian 20 peserta didik kelas XI MIA. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, validasi ahli, dan angket tanggapan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar angket tanggapan peserta didik, dan lembar observasi keterampilan laboratorium. Teknik analisis data yaitu analisis kelayakan dan analisis tanggapan peserta didik. Panduan praktikum memiliki spesifikasi yaitu panduan praktikum menggunakan langkah guided inquiry serta dapat melatih keterampilan laboratorium peserta didik. Hasil validasi materi menunjukkan bahwa panduan praktikum yang dinyatakan sangat layak dengan skor rata-rata > 42,25 dari skor maksimal 52 dan hasil validasi media menunjukkan bahwa panduan praktikum dinyatakan layak dengan skor rata-rata > 55,25 dari skor maksimal 68. Hasil uji coba menunjukkan bahwa panduan praktikum memiliki keterbacaan baik dengan skor > 32,5 dari skor maksimal 52 dan keterlaksaan yang sangat baik dengan skor > 29,25 dari skor 36. Kesimpulan dari penelitian ini dihasilkan produk yang telah teruji kelayakan, mendapat tanggapan yang baik dari peserta didik dan guru.
Pengembangan Bahan Ajar Materi Redoks Berbasis Pemecahan Masalah Kontekstual dalam Kehidupan Sehari-Hari
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.43432

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui ciri khas bahan ajar materi redoks berbasis pemecahan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari, mengukur tingkat keefektifan bahan ajar materi redoks berbasis pemecahan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan collaborative problem solving peserta didik, serta menganalisis tingkat kepraktisan bahan ajar materi redoks berbasis pemecahan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Ciri khas yang disajikan dalam pengembangan bahan ajar materi redoks berbasis pemecahan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari bermuatan masalah-masalah yang bersifat kontekstual dengan memiliki ilustrasi yang membantu peserta didik memahami materi dan dapat menumbuhkan keterampilan abad 21 peserta didik yaitu Collaborative Problem Solving Skill sebesar 86,45%. Keefektifan bahan ajar dilihat dari hasil ketuntasan klasikal dimana ketuntasan klasikal sebesar 76,05%. Terdapat 3 indikator penilaian respon peserta didikyaitu indikator penilaian ketertarikan didapat pada respon awal sebesar 80,8% dan respon akhir 81%. Pada indikator penilaian kelayakan isi didapat pada respon awal sebesar 80% dan respon akhir 82%. Pada indikator penilaian kebahasaan didapat pada respon awal sebesar 82,5% dan respon akhir 84%. Sehingga berdasarkan kriteria dengan menghitung penilaian peserta didik diperoleh respon awal sebesar 80% dan respon akhir sebesar 82,19% dengan kriteria “Sangat Menarik”.
Pengaruh E-Instructional Laboratory Berbasis Guided Inquiry pada Praktikum Hidrolisis Garam terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.46819

Abstract

Pembelajaran yang kurang optimal berdampak pada Keterampilan Proses Sains yang rendah sehingga diperlukan pembelajaran yang mengarah pada penyelidikan yaitu praktikum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh e-instructional laboratory berbasis guided inquiry pada praktikum hidrolisis garam terhadap Keterampilan Proses Sains siswa. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif eksperimen, dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah kelas XI MIPA SMAN 1 Bringin. Sampel terdiri atas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol yang dipilih secara Cluster Random Sampling. Metode pengumpulan data meliputi observasi menggunakan lembar observasi dan tes menggunakan soal. Teknik analisis yang digunakan adalah uji normalitas, uji kesamaan dua varians, uji pengaruh antarvariabel, uji koefisien determinasi, dan analisis profil Keterampilan Proses Sains. Berdasarkan uji korelasi biserial sebesar 0,64 dan koefisien determinasi sebesar 41% menunjukkan bahwa ada pengaruh e-instructional laboratory berbasis guided inquiry pada praktikum hidrolisis garam terhadap Keterampilan Proses Sains sebesar 41% dengan kategori sedang. Profil Keterampilan Proses Sains siswa kelas eksperimen lebih unggul daripada kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki 75% siswa kategori sangat baik dan 25% siswa kategori baik. Sedangkan kelas kontrol memiliki 50% siswa kategori sangat baik dan 50% siswa kategori baik. Kata Kunci: e-instructional laboratory; guided inquiry; Keterampilan Proses Sains; praktikum.
Desain Instrumen Three Tier Multiple Choice Diagnostic Test Berbantuan E-Project Technology Untuk Analisis Pemahaman Konsep Siswa
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.47082

Abstract

Kebijakan belajar daring pada masa pandemi COVID-19 dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus. Aspek pengetahuan sebagai poin evaluasi pembelajaran dinilai berdasarkan pemahaman konsep siswa ketika belajar daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen three tier multiple choice diagnostic test yang teruji kelayakan, validitas, dan reliabilitasnya. Metode penelitian menggunakan model 4D. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan XII SMAN 2 Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, lembar validasi, soal tes, lembar angket user response. Hasil validasi instrumen tes diperoleh rerata skor 32 dari skor 36 yang masuk dalam kategori sangat valid. Analisis kualitas instrumen menggunakan teori tes klasik pada uji coba kecil, uji coba besar, dan uji implementasi diperoleh estimasi reliabilitas berturut turut 0,8353; 0,8603; 0,8353. Rekapitulasi angket user response terhadap instrumen tes menunjukkan tanggapan positif. Profil pemahaman konsep pada uji coba 128 siswa diperoleh kriteria paham konsep 38%, paham konsep tidak percaya diri 3%, kurang paham konsep 4%, tidak paham konsep 16%, miskonsepsi positif 9%, miskonsepsi negatif 11%, dan miskonsepsi penuh 19%. Disimpulkan bahwa produk pengembangan instrumen Three Tier Multiple Choice Diagnostic Test Berbantuan E-Project Technology layak untuk analisis pemahaman konsep.
Desain E-Modul Larutan Elektrolit-Nonelektrolit Multirepresentasi terintegrasi Etnosains untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.48234

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul multirepresentasi terintegrasi etnosains yang layak, praktis, dan efektif sebagai upaya peningkatan pemahaman konsep. Metode penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE terdiri atas Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitan adalah siswa kelas X SMAN 1 Pabedilan Cirebon berupa X-1 untuk skala kecil serta X-3 skala besar. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, tes, dan angket. Analisis data dilakukan pada data validator kelayakan, soal pretest dan posttest serta angket respon. Hasil analisis data validator e-modul valid dengan rata-rata skor kelayakan isi 82,23% dan kelayakan media 76,67% sehingga layak digunakan. Analisis data soal pretest dan posttest pada skala besar dan kecil skor N-gain berturut-turut sebesar 0,569 dan 0,574 dengan kategori sedang, ketuntasan klasikal sebesar 96,87% dan 100% dan uji paired sample t-test menunjukan perbedaan signifikan dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000< 0,05. Persentase rata-rata pencapaian indikator pemahaman konsep pada skala besar dan kecil sebesar 83,82% dan 83,77%. Analisis respon siswa 72,73% sangat positif dari 44 responden serta kepraktisan memperoleh 50% sangat praktis,18 responden praktis dan 4 responden cukup praktis. Respon guru memperoleh 100% respon sangat positif disertai e-modul sangat praktis digunakan. Hasil penelitian menunjukan pengembangan e-modul telah layak, praktis, dan efektif meningkatkan pemahaman konsep.
Pengaruh Media Kahoot Berbasis Quantum Learning terhadap Hasil Belajar Kimia
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.48365

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Media dan metode pembelajaran termasuk dalam indikator kompetensi pedagogik. Media dan metode pembelajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi dari guru maupun siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis (1) kelayakan media kahoot berbasis quantum learning, (2) tingkat efektivitas media kahoot berbasis quantum learning untuk meningkatkan hasil belajar kimia. Metode pengambilan data terdiri dari tes, pengambilan angket, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan antara lain efektivitas (uji korelasi dan uji regresi sederhana), kelayakan (ahli materi, siswa dan perbandingan hasil belajar siswa). Hasil yang diperoleh antara lain media kahoot berbasis quantum learning dinyatakan layak ditinjau dari validasi ahli materi (dosen ahli materi dan guru) serta siswa dimana hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Sementara itu, tingkat efektivitas media untuk meningkatkan hasil belajar kimia sebesar 47,4%. Maka, media kahoot berbasis quantum learning dapat membantu meningkatkan hasil belajar kimia siswa.
Pengembangan Butir Soal Tes Tingkat Makroskopis, Mikroskopis, dan Simbolis Untuk Identifikasi Kemampuan Analisis Siswa yang Dianalisis dengan Model Rasch
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.48997

Abstract

Penerapan kurikulum 2013 menuntut siswa memiliki kemampuan Higher Order Thinking (HOT). Kemampuan analisis merupakan salah satu indikator HOT yang dapat diidentifikasi dengan tes diagnostik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan butir soal tes diagnostik Laju Reaksi tingkat Makroskopis, Mikroskopis, dan Simbolis (MMS) untuk identifikasi kemampuan analisis siswa. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan desain model 4D. Subjek penelitiannya siswa SMA Negeri 2 Bantul. Instrumen pengumpul data meliputi lembar angket validasi, butir soal tes, dan lembar angket responden. Teknik Analisis data dimulai dari Analisis data validasi, analisis kualitas butir soal, dan analisis lembar angket responden. Hasil penelitian menunjukkan butir soal sangat valid dengan rerata skor validator 69,67 dari skor total 80 yang dapat dinyatakan layak digunakan. Analisis butir soal menggunakan ICT diperoleh reliabilitas 0,725, menggunakan model Rasch diperoleh person reliability 0,73 dan Item reliability 0,94. Hasil analisis lembar angket responden memiliki reliabilitas 0,848 dan menunjukkan respon positif dengan skor 40 dari skor total 48. Persen kepraktisan butir soal tes sebesar 85,8%. Profil kemampuan analisis siswa sebesar 56,62 % termasuk dalam kategori sedang. Simpulan penelitian telah diperoleh butir soal tes tingkat MMS yang teruji kelayakannya, validitas butir dan kepraktisannya yang mendapat respon positif. Kata Kunci: Representasi MMS, laju reaksi, kemampuan analisis
Pengembangan LKPD Berbasis PBL dengan Orientasi CEP untuk Mengembangkan Minat Wirausaha dan Hasil Belajar Peserta Didik
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.50959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan orientasi Chemo-entrepreneurship (CEP) untuk mengembangkan minat wirausaha dan hasil belajar peserta didik pada materi Hidrolisis Garam. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan desain penelitian ADDIE. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI dan XII MIPA SMA Negeri 1 Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, observasi, tes, dan angket. Hasil uji kelayakan LKPD validasi ahli materi sebesar 90,01% dari dosen kimia dan 92,38% dari guru kimia pada kategori sangat valid serta ahli media sebesar 82,76 % dari dosen kimia dan 93,10% dari guru kimia pada kategori sangat valid. Hasil ketuntasan belajar kognitif secara klasikal sebesar 88,88% dengan hasil n-gain sebesar 0,54 pada kriteria sedang. Hasil belajar kompetensi sikap peserta didik sebesar 88,84% berada pada kategori sangat baik. Hasil belajar kompetensi keterampilan peserta didik sebesar 86,00% berada pada kategori sangat baik. Minat wirausaha peserta didik berada pada kategori sangat kuat dengan persentase sebesar 85,01%. Tanggapan pengguna LKPD berada pada kriteria sangat baik dengan persentase tanggapan guru kimia sebesar 93,33% dan peserta didik sebesar 88,09%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis PBL dengan orientasi CEP dapat mengembangkan minat wirausaha dan hasil belajar peserta didik.
Pengembangan Instrumen Tes untuk Analisis Keterampilan Metakognisi pada Materi Larutan Penyangga
Chemistry in Education Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chemined.v11i1.53002

Abstract

Peserta didik penting memiliki keterampilan metakognisi yang tercermin dalam kurikulum 2013. Salah satu pemberdayaan keterampilan metakognisi melalui soal pemahaman konsep berbasis keterampilan metakognisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kualitas instrumen tes, dan profil keterampilan metakognisi peserta didik. Penelitian pengembangan dilakukan dengan langkah analysis, design, develop, implementation, evaluation (ADDIE). Peserta didik SMA N 1 Demak sebagai subjek penelitian implementasi I sebanyak 50 orang dan implementasi II sebanyak 80 orang. Teknik pengumpulan data kelayakan instrumen dilakukan melalui lembar validasi ahli, kuisioner tanggapan guru dan peserta didik; data kualitas terkait reliabilitas diperoleh melalui instrumen tes; serta data profil keterampilan metakognisi diperoleh melalui instrumen tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan melalui Microsoft Exel 2016. Hasil penelitian menunjukkan: instrumen tes dinyatakan valid isi oleh pakar dengan rerata skor 24,5 dari skor total 28 yang menunjukkan instrumen tes layak digunakan. Hasil analisis kualitas instrumen terkait reliabilitas soal tipe A sebesar 0,772 dan tipe B sebesar 0,856. Profil keterampilan metakognisi pada komponen perencanaan sebesar 77%, monitoring 70% dan evaluasi 65%. Simpulan dari penelitian ini diperoleh produk instrumen tes yang dinyatakan layak, reliabel serta dapat digunakan untuk menganalisis profil keterampilan metakognisi peserta didik. Kata Kunci: Instrumen; Keterampilan Metakognisi; Larutan Penyangga

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Terbit bulan Oktober 2023 Vol 12 No 1 (2023): Terbit bulan April 2023 Vol 11 No 2 (2022): Terbit bulan Oktober 2022 Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022 Vol 10 No 2 (2021): Terbit bulan Oktober 2021 Vol 10 No 1 (2021): Terbit bulan April 2021 Vol 9 No 2 (2020): Terbit bulan Oktober 2020 Vol 9 No 1 (2020): Terbit bulan April 2020 Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019 Vol 8 No 1 (2019): Terbit bulan April 2019 Vol 8 No 1 (2019): Terbit bulan April 2018 Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018 Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018 Vol 7 No 1 (2018): Terbit bulan April 2018 Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018 Vol 6 No 2 (2017): Terbit Bulan Oktober 2017 Vol 6 No 1 (2017): Terbit Bulan April 2017 Vol 6 No 1 (2017): Terbit bulan April 2017 Vol 5 No 1 (2016): Terbit bulan April 2016 Vol 5 No 1 (2016): Terbit Bulan April 2016 Vol 4 No 2 (2015): Terbit bulan Oktober 2015 Vol 4 No 2 (2015): Terbit Bulan Oktober 2015 Vol 4 No 1 (2015): Terbit bulan April 2015 Vol 4 No 1 (2015): Terbit Bulan April 2015 Vol 3 No 2 (2014): Terbit Bulan Oktober 2014 Vol 3 No 2 (2014): Terbit bulan Oktober 2014 Vol 3 No 1 (2014): Terbit bulan April 2014 Vol 3 No 1 (2014): Terbit Bulan April 2014 Vol 2 No 2 (2013): Terbit bulan Oktober 2013 Vol 2 No 2 (2013): Terbit Bulan Oktober 2013 Vol 2 No 1 (2013): Terbit bulan April 2013 Vol 2 No 1 (2013): Terbit Bulan April 2013 Vol 1 No 2 (2012): Terbit Bulan Oktober 2012 Vol 1 No 2 (2012): Terbit bulan Oktober 2012 Vol 1 No 1 (2012): Terbit Bulan April 2012 Vol 1 No 1 (2012): Terbit bulan April 2012 More Issue