cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Department of Foreign language and literature, Faculty of Language and Art, Semarang State University, Sekaran Campus, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang
ISSN : 22526250     EISSN : 26856662     DOI : https://doi.org/10.15294/chie
Core Subject : Education,
CHI’E: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA JEPANG, (E-ISSN: 2685-6662, P-ISSN:2252-6250) is an OPEN-ACCESS, Peer-reviewed, International DOAJ Indexed Journal has the perspectives of Japanese languages, literature and language teachings. This journal has the Focus and Scope of presenting and discussing some outstanding contemporary issues dealing with Japanese Language Teaching, Japanese Literature & Japanese Linguistics. This journal is published every March and October by Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Semarang, Indonesia, and accredited by the Indonesian Ministry of Research, Technology and Higher Education (RistekDikti) of the Republic of Indonesia in SINTA (Achieving Sinta 4) since November 11, 2019. The recognition was published in Director Decree (SK No. 30/E/KPT/2019), effective until 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
IDENTIFIKASI KESULITAN MEMPELAJARI BAHASA JEPANG PADA SISWA SMA ISLAM SUDIRMAN AMBARAWA Septian Hardiansyah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v1i1.330

Abstract

AbstractBukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut.Misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut. Namun pasti ada kendala setiap proses pembelajaran, baik dari faktor sekolah, guru maupun murid. Bagi pembelajar bahasa Jepang sebagai bahasa asing, bukan hal yang mudah untuk mempelajari dan menguasai bahasa Jepang. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi penguasaan bahasa ibu tertentu yang sudah terdapat dalam dirinya. Hal ini terjadi pada siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa yang mengalami kesulitan mempelajari bahasa Jepang. Dari hasil tes diidentifikasikan 28.1% siswa mengalami kesulitan di huruf hiragana, 65% kesulitan katakana, 37,5% kesulitan kanji, 53,1% kesulitan pola kalimat dan 46,6% kesulitan partikel. Adanya perbedaan struktur bahasa menjadi faktor utama siswa mengalami kesulitan mempelajari bahasa jepang dengan presentase tingkat kesulitan 48,3%, kemudian adanya faktor perbedaan huruf dengan presentase tingkat kesulitan 44,4%.The evidence that a person has learned is there are change in the person’s behavior.For example, from not knowing to knowing, from not understanding to understanding. The results of study will look at any changes in these aspects. But surely there are obstacles every learning process, both of these factors, teachers and students. For learning Japanese as a foreign language, not an easy thing to learn and master the Japanese language. This is one of them influenced certain mastery of the mother tongue has been found in him. This happens at high school students Sudirman Ambarawa Islam who have trouble learning Japanese. The test results identified 28.1% of students have difficulty in letter hiragana, 65% in letter katakana letter, 37.5% in kanji, 53.1% in the sentence patterns and 46.6% in particles. The structure defferences of language becomes a major factor,so the students have trouble learning Japanese until 48.3%, then difficulty percentage of the letter differences factor average 44.4%.
ANALISIS PENGGUNAAN URESHII, TANOSHII DAN YOROKOBU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG Yunita Anggraeni
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v1i1.331

Abstract

AbstractSinonim dalam bahasa Jepang disebut dengan ruigigo. Ruigigo hampir terdapat di semua kelas kata dalam bahasa Jepang, baik dalam kosakata yang sejenis maupun yang berbeda jenis. Dalam bahasa Indonesia, ketiga kata tersebut mempunyai makna yang mirip, yaitu „senang?. Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kata ureshii, tanoshii dan yorokobu dalam kalimat Bahasa Jepang yang terdapat pada wacana berbahasa Jepang, serta untuk mengetahui apakah ketiga kata tersebut bisa saling menggantikan dalam penggunaannya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik hubung banding. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah 1) menyajikan kalimat ureshii, tanoshii dan yorokobu, 2) mengganti kata ureshii dengan tanoshii, ureshii dengan yorokobu, dan tanoshii dengan yorokobu 3) menganalisis kalimat berdasarkan makna, subyek, jenis obyek, dan kelas kata. Berdasarkan hasil analisis data, pada umumnya ureshii, tanoshii dan yorokobu tidak dapat saling menggantikan. Akantetapi dalam kalimat tertentu ketiga kata tersebut dapat saling menggantikan meskipun akan mengalami perubahan makna.Synonyms in Japanese called ruigigo. Ruigigo almost present in all classes of words in Japanese, both in vocabulary similar or different types. In the Indonesian language, these three words have similar meanings, which is ”delighted”. Descriptive study was conducted to describe the similarities and differences ureshii said, tanoshii and yorokobu in Japanese sentences contained in the Japanese-language discourse, as well as to determine whether these three words are interchangeable in their use. Data analysis techniques used in this study is an appeal circuit techniques. The steps of data analysis in this study were 1) presenting the sentences ureshii, tanoshii and yorokobu, 2) replace the words with tanoshii ureshii, ureshii with yorokobu, and tanoshii with yorokobu 3) analyze the sentence based on the meaning, subject, object types and classes of words . Based on the results of data analysis, in general ureshii, yorokobu tanoshii and can not replace each other. But in particular the third sentence the word is interchangeable although it would change the meaning.
PENGGUNAAN METODE INDUKTIFDALAM PENGAJARAN KATA KERJA BENTUK ~TE DI SMA NEGERI 7 CIREBON Septi Ayu
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v1i1.332

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas pengajaran secara induktif pada perubahan kata kerja bentuk ~masu kedalam kata kerja bentuk ~te bagi siswa SMA.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian eksperimen yaitu menguji keefektifan metode induktif dalam pengajaran perubahan kata kerja bentuk ~te.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode induktif efektif digunakan dalam pengajaran perubahan kata kerja bentuk ~te pada siswa kelas XII SMA Negeri 7 Cirebon. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang dicapai responden pada tes yang diberikan. Rata-rata nilai pada kelas eksperimen yaitu 8,1 sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-ratanya yaitu 7,3.The aims of this study is determine the effectiveness of teaching inductively in the form of the ~ masuverb changes to verb form~ tefor high school students. In this study used experimental design that test the effectiveness of the inductive method in teaching change ~ te form of verbs. Based on this research, it can be concluded that the inductive method is effectively used in teaching change ~ te form of verbs in the class XII students SMA 7 Cirebon. It can be seen from the results achieved in tests given respondent. The average value of the experimental class is 8.1, while the control class average rating is 7.3.
EFEKTIVITAS METODE INDUKTIF DALAM LATIHAN DASAR PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG DI SMA NEGERI 2 SUKOREJO Eka Nur Fajarwati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v1i1.333

Abstract

AbstractPembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang membutuhkan cara atau metode agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Metode pembelajaran yang beragam membuat seorang pengajar harus mampu memilih metode yang tepat untuk menunjang hasil pembelajaran. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mencoba metode induktif dalam latihan dasar pembelajaran bahasa jepang, di sebuah SMA yang notabene memiliki hasil pembelajaran rendah. Berdasarkan hasil penelitian, metode induktif yang diterapkan penulis dalam latihan dasar pembelajaran bahasa Jepang, terbukti dapat memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan hasil sebelumnnya yang menggunakan metode lain.Learning is an activity that requires a way or method to the learning objectives can be achieved. Teaching methods are varied to make a teacher must be able to choose the right method to support learning outcomes. Therefore, writers interested in trying out the inductive method in basic training learning Japanese language, in a school that in fact has a low learning outcomes.Based on this research, the authors applied the inductive method in basic training learning the Japanese language, proved to give better results than the results previously using other methods.
ANALISIS PENGGUNAAN TINDAK TUTUR KATA “MAAF” BAHASA JEPANG Anggun Nur Indra Atmaja
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v3i1.4306

Abstract

Manusia melakukan interaksi dengan sesama mengungkapkan maksud, tujuan dan perasaan melalui bahasa yang dituturkan. Dalam mengungkapkan suatu maksud, tujuan, maupun perasaan terbentuk dari suatu “tindak tutur”, salah satunya yaitu tindak tutur “maaf”. Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mengungkapkan kata maaf kepada seseorang maupun seseorang yang meminta maaf kepada kita dengan memiliki alasan yang berbeda dalam mengungkapkannya. “Maaf” merupakan salah satu tindak tutur dimana seorang penutur menggunakannya untuk memperbaiki suatu hubungan dengan mitra tutur, yang dikarenakan pihak penutur telah melakukan tindakan kurang menyenangkan kepada mitra tutur yang disengaja maupun tidak disengaja. Cara penyampaian ungkapan maaf berbeda-beda menurut norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dimana peristiwa tersebut terjadi. Oleh karenanya, faktor sosial budaya setempat turut mempengaruhi seseorang dalam penyampaian ungkapan maaf tersebut. Begitu pun dalam masyarakat Jepang. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui: variasi tuturan “maaf”, strategi permintaan maaf yang digunakan, serta ingin mengetahui bagaimana faktor sosial budaya masyarakat mempengaruhi pemilihan tuturan “maaf”. Human interaction with fellow express intent, purpose and feelings through spoken language. In expressing an intent, purpose, or feeling formed from a "speech act", one of which speech acts "sorry". In everyday conversation, we often express a word of apology to any person or someone who apologized to us to have a different reason to disclose it. "I'm sorry" is one of the speech act in which a speaker uses it to fix a relationship with partner said, that because the speaker has acted less favorable to the hearer who intentionally or unintentionally. Sorry for the submission of expressions vary according to the norms prevailing in a society where the incident occurred. Therefore, local socio-cultural factors also influence a person in the delivery of the expression of apology. So even in the Japanese society. Therefore, researchers wanted to know: variation of speech "sorry" apology strategies used, and want to know how social and cultural factors influence the selection of speech "sorry".
ANALISIS VERBA NORU, NOBORU, DAN AGARU benny bakri
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v3i1.4307

Abstract

Pengajaran bahasa Jepang di lembaga pendidikan menengah saat ini dilaksanakan dengan berbagai strategi dan metode. Pemilihan media pembelajaran yang tepat merupakan salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh pengajar bahasa Jepang. Dalam pembelajaran bahasa jepang khususnya pada huruf hiragana, terdapat berbagai permasalahan dan kendala. Permasalahan dan kendala juga dialami oleh kelas X SMA Negeri 1 Limbangan. Banyak siswa yang mengeluh dan merasa kesulitan dalam mempelajari huruf hiragana karena sedikitnya waktu dan banyaknya materi bahasa Jepang. Media pembelajaran yang tepat dan efisien sangat dibutuhkan agar membantu siswa dalam mempelajari huruf hiragana. Oleh karena itu, penulis menggunakan media game quiz OnlineNihongo untuk meningkatkan penguasaan huruf hiragana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan, menjabarkan dari pemanfaatan media pembelajaran game quiz OnlineNihongo. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X3. Data diperoleh dengan instrumen tes dan non tes. Instrumen tes digunakan untuk memperoleh data hasil dari pemanfaatan media pembelajaran game quiz OnlineNihongo. Data non tes dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi, penelitian pendahuluan, dokumentasi. Japanese language teaching in secondary education institutions are currently implemented with a variety of strategies and methods. Selection of appropriate learning media is one of the things that need to be prepared by a Japanese language teacher. In Japanese language learning, especially in hiragana, there are many problems and obstacles. Problems and constraints experienced by the class X SMA Negeri 1 Limbangan. Many students complain and find it difficult to learn hiragana since at least the time and the number of Japanese language materials. Media precise and efficient learning is needed in order to assist students in learning hiragana. Therefore, the authors use the media quiz games OnlineNihongo to improve the mastery of hiragana. This research is a qualitative descriptive study with the aim to describe, describe the utilization of instructional media OnlineNihongo quiz game. The sample in this research is class X3. Data obtained with the instrument test and non-test. Test instruments used to obtain data on the results of the use of instructional media OnlineNihongo quiz game. Non-test data in this study were collected by observation, preliminary research, documentation.
ANALISIS VERBA NORU, NOBORU, DAN AGARU Aria Ayu Ekawati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v3i1.4308

Abstract

Ada beberapa dooshi yang mempunyai arti mirip atau sama. Hal ini sering membingungkan pembelajar yang kurang memahami perbedaannya. Salah satunya adalah dooshi noru, noboru, dan agaru yang mempunyai arti hampir sama yaitu “naik”. Berdasarkan pengamatan penulis, banyak pembelajar bahasa Jepang yang keliru dalam menggunakan verba noru, noboru, dan agaru, karena ketiga verba tersebut memiliki arti yang hampir sama. Oleh karena itu, sebagai pembelajar bahasa Jepang harus mengetahui makna yang terkandung dalam ketiga verba tersebut agar tidak keliru ketika menggunakannya dalam sebuah kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna apa saja yang terkandung dalam verba noru, noboru, dan agaru serta untuk mengetahui apakah ketiga verba tersebut dapat saling menggantikan atau tidak dalam kalimat bahasa Jepang. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam verba noru, noboru, dan agaru, serta untuk mengetahui apakah ketiga verba tersebut dapat saling menggantikan atau tidak dalam penggunaannya pada kalimat bahasa Jepang.Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik distribusi. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah: 1) Menyajikan contoh kalimat yang mengandung verba noru, noboru dan agaru. 2)Dengan menggunakan kalimat yang sama noru diganti dengan noboru dan agaru, noboru diganti dengan noru dan agaru,  agaru diganti dengan noru dan noboru. 3) Menganalisis apakah ketiga verba tersebut bisa saling menggantikan dalam kalimat atau tidak.  There are several dooshi that have similar or identical meaning. It is often confusing learners who do not understand the difference. One is dooshi Noru, Noboru, and agaru which has almost the same meaning "rose". Based on observations of the author, many Japanese language learners who err in using the verb Noru, Noboru, and agaru, because the third verb has a similar meaning. Therefore, as a Japanese language learners must know the meaning contained in the three verbs is that not wrong when using it in a sentence. This study aims to determine the meaning of what is contained in the verb Noru, Noboru, and agaru as well as to determine whether the three verbs can be interchanged or not the Japanese sentence. This research approach uses descriptive kualitatif.Penelitian descriptive approach was conducted to describe the meaning contained in the verb Noru, Noboru, and agaru, as well as to determine whether the three verbs can be interchanged or not in use in sentence processing data used Jepang.Teknik in this study is the distribution techniques. Step-by-step analysis of the data in this study were: 1) Presenting the example sentences containing verbs Noru, Noboru and agaru. 2) By using the same sentence Noru replaced by Noboru and agaru, Noboru replaced with Noru and agaru, agaru replaced with Noru and Noboru. 3) To analyze whether the third verb in a sentence interchangeable or not.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA SMK BAGIMU NEGERIKU SEMARANG Diyah Istiqomah; Lispridona Diner; Chevy Kusumah Wardhana
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8422

Abstract

Bahasa Jepang memiliki bentuk bahasa yang berbeda dengan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah yang ada di Indonesia dilihat dari huruf, tata bahasa dan bentuk bahasa yang digunakan. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan pembelajar mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa Jepang. Berdasarkan studi pendahuluan peneliti menemukan bahwa masih banyak siswa SMK Bagimu Negeriku yang nilainya rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa masih kesulitan dalam belajar bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesulitan siswa dalam belajar bahasa Jepang secara rinci, penyebab serta cara mengatasi kesulitan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Bagimu Negeriku Semarang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI TKR (Teknik Kendaraan Ringan) dan XI TKBB (Teknik Konstruksi Batu Beton) SMK Bagimu Negeriku Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kesulitan belajar bahasa Jepang siswa SMK Bagimu Negeriku Semarang yang paling besar adalah kesulitan dalam menyusun pola kalimat dengan persentase 79,3%. Selain itu siswa juga kesulitan dalam menulis dan membaca huruf hiragana dan katakana sebesar 62,8% , kesulitan dalam berbicara menggunakan bahasa Jepang sebesar 47,9% dan menggunakan kosakata sebesar 47,3%. Penyebab dari kesulitan tersebut adalah kurang lengkapnya bahan ajar (buku) dengan persentase 61,7% sehingga siswa kurang dapat belajar dengan maksimal. Cara untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Jepang yang paling sering dilakukan siswa adalah bertanya langsung kepada guru bahasa Jepang sebesar 62,8%.
KEEFEKTIFAN METODE MEMORY STORY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA BAHASA JEPANG hasyyati elian; yuyun rosliyah; dyah prasetiani
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8423

Abstract

Memorizing the vocabulary is the important thing in learning Japanese. If the students couldn’t memorize it, it will make the learning process don’t run smoothly. This condition was found in SMAN 15 Semarang. The teacher use picture card to teach vocabulary, but the student still couldn’t remember all the vocabulary well. The memory story method will help students memorizing the vocabulary. The idea is, by making an imaginary story of each word, students will remember the vocabulary for a long time. This research was an experiment study. The purpose of this study is to find the effectiveness of memory story in enhancing the student vocabulary. The sample of the experiment class was 28 students from XII IPS 2, and the control class was 28 students from XII IPS 3. The data gathered by using a post-test. The result of pos-test shows that the average score of experiment class was 84.14, higher 4.71 points than the control class (which is only 79.43). The t-test result, prove that memory story was effective to enhance student’s ability in memorizing the Japanese vocabulary.
ANALISIS KESULITAN PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI DALAM SAKUBUN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNNES imam maulana; Setiyani Wardhaningtyas; dyah prasetiani
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8424

Abstract

Setsuzokushi adalah kelas kata yang dipakai untuk menghubungkan atau merangkaikan kalimat dengan kalimat atau merangkaikan bagian-bagian kalimat. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, masih adanya kesalahan dalam penggunaan setsuzokushi. Dari hasil tersebut peneliti menduga adanya kesulitan penggunaan setsuzokushi dalam membuat karangan bahasa Jepang. Berdasarkan paparan tersebut, untuk dapat mengetahui kesulitan, faktor penyebab dan solusi yang dilakukan mahasiswa dalam menggunakan setsuzokushi secara rinci perlu untuk dilakukan suatu penelitian. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes angkatan tahun 2012 yang mengambil mata kuliah sakubun semester enam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode dokumentasi dan angket. Hasil dari data dokumentasi nantinya untuk menguatkan jawaban dari responden melalui angket pada pertanyaan nomor 2-8. Kemudian data yang diperoleh melalui angket dianalisis dengan klasifikasi interpretasi jumlah prosentase jawaban. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes mengalami kesulitan pada penggunaan setsuzokushi adalah mahasiswa tidak terlalu memperdulikan penggunaan setsuzokushi ketika mengarang, sehingga tidak ada usaha dari mahasiswa untuk mengetahui makna dan penggunaannya. Hal tersebut dikarenakan kurang ditekankan pada mahasiswa tentang pentingnya penggunaan setsuzokushi, serta mahasiswa cenderung tidak melakukan review pada hasil koreksi sakubun, sehingga mahasiswa tidak mempersiapkan atau mempelajari kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2023): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 11 No 1 (2023): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 10 No 2 (2022): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 10 No 1 (2022): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 9 No 1 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 8 No 1 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 7 No 2 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 2 (2018): CHI'E: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 1 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 5 No 1 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015) Vol 4 No 1 (2015) Vol 3 No 1 (2014) Vol 3 No 1 (2014) Vol 2 No 1 (2013) Vol 2 No 1 (2013) Vol 1 No 1 (2012) Vol 1 No 1 (2012) More Issue