cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2016): Eduarts" : 10 Documents clear
PEMANFAATAN BIJI BUAH POHON KARET SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF BERKARYA SENI KERAJINAN DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN Utami, Wiwik Dwi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.10586

Abstract

AbstrakMasalah penelitian meliputi (1) Bagaimana pemanfaatan biji karet sebagai media berkarya seni kriya dalam pembelajaran keterampilan di kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen Kabupaten Sragen ? (2) Bagaimana hasil karya pemanfaatkan biji karet sebagai media berkarya seni kriya dalam pembelajaran keterampilan di kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen Kabupaten Sragen ? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif . Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa biji karet dapat dimanfaatkan dari sisi artistik, hasil penelitian pada pengamatan terkendali 1 memperoleh jumlah nilai total adalah 2170 dengan nilai rata-rata 80,37 , pada pengamatan terkendali 2 menjadi 2307 dengan nilai rata-rata 85,44, Pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengeboran biji karet, perangkaian dan pembentukan karya. Seluruh proses tersebut dilaksanakan dalam pengamatan terkendali 1 dan pengamatan terkendali 2. Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran berkarya kerajinan seni kriya, diketahui siswa mampu membuat bentuk kerajinan kriya kreatif, menggunakan alat bor dengan baik dan rapi, merangkai biji karet mulai dari bagian ekor, bagian badan, bagian kepala sampai bagian antena dengan baik sesuai dengan prosedur, melakukan pembentukan biji karet menjadi sebuah karya kerajinan semut-semutan dengan berbagai aksesoris. Abstract The Research problems are including (1) How does the use of the rubber seed as media work craft art in learning skills in class VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen? (2) How does the creation produce of the rubber seed as media work craft art in learning skills in class VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen? This research using qualitative descriptive approach. The data analysis was done through data reduction, data presentation, and verification. The results and discussion of this study indicate that the rubber seed can be used from the artistic side, the result of the research of the first controlled obeservation obtain the number of the total value is 2170 with an average value of 80.37, the second controlled observation became 2307 with an average value of 85.44. Teaching performance process is done through three phases, they are drilling rubber seed, coupling and formation work. The entire process is carried out in the first controlled observation and the second controlled observation. Based on observations during the learning craft art work, students should be able to make the shape of the creative craft art, using a drill with good and cleanly, stringing rubber seeds from the tail, the body, and head to the antenna properly in accordance with the procedure. They are conduct a rubber seed formation into an ant craft work with a variety of accessories.
Pembelajaran Apresiasi Batik Salem Brebesan melalui Pendekatan Saintifik pada Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 1 Larangan Brebes Sari, Yofita
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.11477

Abstract

Masalah penelitian meliputi: (1) Bagaimana pembelajaran apresiasi batik Salem Brebesan melalui pendekatan saintifik pada siswa Kelas VIII H SMP N 1 Larangan Brebes; (2) Bagaimana kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan siswa Kelas VIII H SMP N 1 Larangan Brebes; Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pengamatan terkendali. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pembelajaran apresiasi batik Salem Brebesan melalui pendekatan saintifik dengan tahapan, siswa: a) mengamati kain batik Salem Brebesan motif galaran kawung dan burung merak, b) mengajukan pertanyaan dari hasil pengamatan, c) mencoba untuk mengapresiasi batik Salem Brebesan, d) melakukan perbandingan atas informasi yang didapatkan dari hasil pengamatan dengan sumber lain, e) mempresentasikan laporan hasil apresiasi batik Salem Brebesan untuk mendapatkan tanggapan dari teman lain ataupun guru, 2) Kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan siswa Kelas VIII H. Kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan pada pertemuan pertama siswa mencapai total nilai 2804 dengan rata-rata 82,47 dalam kategori baik, sedangkan kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan motif burung merak siswa mencapai total nilai 2883 dengan rata-rata 84,79 dalam kategori baik.The research problems are include: (1) How does appreciate learning VIII grade if VIII H in Junior High School 1 Larangan Brebes of bateeq Salem Brebesan through scientific approach; (2) How does appreciation skill VIII grade if VIII H in Junior High School 1 Larangan Brebes of bateeq Salem Brebesan; This research use research and development with uncontrolled observations. This research shows: 1) Appreciation learning by using scientific approach of bateeq Salem Brebesan by stages, students: a) observe bateeq Salem Brebesan galaran kawung motif and burung merak, b) ask a question of observations, c) try how to appreciate bateeq Salem Brebesan, d) compare between information from observation result with other sources, e) present their observation report to get feedback from other students or teacher. 2) appreciation skill VIII grade if VIII H of bateeq Salem Brebesan. Appreciation skill of bateeq Salem Brebesan in the first meeting students get 2804 or for about 82,47% in good categories, while result appreciation skill  of bateeq Salem Brebesan burung merak motif students get 2883 point for about 84,79% in good categories.
MODEL PEMBELAJARAN FINGER PAINTING UNTUK MENSTIMULUS MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN: KAJIAN DI TK B AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 20 SEMARANG anggraeni, farah yulia
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.12022

Abstract

AbstrakMasalah penelitian meliputi (1) bagaimana pembelajaran berkreasi dalam meningkatkan motorik halus di TK B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang?; (2)  bagaimana pelaksanaan model pembelajaran finger painting untuk menstimulus motorik halus siswa kelompok B serta hasil stimulasinya dalam kegiatan berkreasi?; (3) bagaimana hasil karya siswa kelompok B (usia 5-6 tahun) dalam kegiatan berkreasi dengan finger painting?. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D). Penelitian ini mengembangkan model yang sudah ada yaitu model pembelajaran berkreasi dengan krayon untuk stimulus motorik halus menjadi model pembelajaran berkreasi dengan finger painting untukstimulus motorik halus. Hasil penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pembelajaran berkreasi dalam meningkatkan motorik halus di TK B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang, (2) mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran finger painting untuk menstimulus motorik halus siswa kelompok B serta hasil stimulasinya dalam kegiatan berkreasi, (3) mendeskripsikan hasil karya siswa kelompok B (usia 5-6 tahun) dalam kegiatan berkreasi dengan  finger painting.AbstractThe research problems are include (1) learning how to be creative in improving fine motor skills in kindergarten B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang ?; (2) how the implementation of  learning model finger painting to stimulate the fine motor skills of students in group B as well as the stimulation results in creative activities ?; (3) how  the students work group B (ages 5-6 years) in creative activities with finger painting?. The design of this study Research and Development (R & D). This study developed a model that uses existing learning  model creative with crayons for fine motor stimulus into creative learning  model with finger painting fine motor stimulus. The results of this study are: (1) describe the learning to be creative in improving fine motor skills in kindergarten B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang, (2) describe the implementation of  learning  model finger painting to stimulate the fine motor skills of students in group B as well as the results of stimulation in the activities of creation, (3) describe the results of students work group B (ages 5-6 years) in creative activities with a finger painting.  
PENANAMAN KARAKTER KEJUJURAN PADA ANAK MELALUI KOMIK FIKSI Budi Santoso, Pratomo Bagus
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.12204

Abstract

AbstrakBangsa Indonesia mengalami salah satu masalah serius yang sampai sekarang masih sering terjadi dan sulit diatasi, yaitu kasus korupsi. Korupsi tejadi dikarenakan minimnya kesadaran manusia sekarang tentang sesuatu yang disebut kejujuran. Oleh karena itu, diperlukan adanya penanaman karakter kejujuran saat seseorang masih dalam usia anak. Dalam upaya membantu pendidikan kejujuran pada anak, penulis memutuskan untuk membuat sebuah cerita fiksi yang dikemas dalam bentuk buku komik yang berjudul “Satria Kejujuran”. Metode yang digunakan dalam berkarya meliputi media berkarya dan teknik berkarya. Media yang digunakan berupa bahan (kertas sket, kertas CTS, dan kertas ivory) dan alat (pensil 2B, karet penghapus, penggaris, Drawing pen, spidol, hardware berupa laptop, printer, scanner, flashdisk, serta software berupa aplikasi komputer adobe photoshop CS4 dan corel draw X5). Teknik yang diterapkan dibagi menjadi tiga tahap; (1) tahap persiapan meliputi pencarian ide, pengumpulan data, serta pembuatan sinopsis dan storyboard; (2) tahap berkarya meliputi pembuatan sket, penebalan kontur, scan gambar, pembersihan atau koresi, pewarnaan, pemberian teks, pengaturan lay out, dan cetak; (3) tahap penyelesaian meliputi pengemasan dan penyajian. Buku komik “Satria Kejujuran” yang dihasilkan dalam proyek studi ini menceritakan tentang seorang anak bernama Mamat dengan kisah kejujurannya. Cerita dibagi menjadi 3 chapter, “Mamat si Pembohong”, “Ujian Kejujuran Mamat”, dan “Buah Kejujuran Mamat”. Komik ini menyampaikan arti serta pengalaman kejujuran yang dialami sang tokoh utama kepada pembaca, agar bisa belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri dalam hal kejujuran.___________________________________________________________________Abstract___________________________________________________________________The Indonesian people suffered one serious problem that is still common and difficult to overcome, namely corruption. Corruption occurs due to the lack of human consciousness right now about something called honesty. Therefore, it is necessary to planting the character of honesty when the person is still in the age of the child. In an effort to help the education of honesty in children, the authors decided to create a fictional story that is packaged in the form of a comic book titled "Satria Honesty". The method used in the work include media work and engineering work. Media used in the form of materials (paper sketch, paper CTS, and paper ivory) and tools (2B pencil, eraser, ruler, Drawing pens, markers, hardware such as laptops, printers, scanners, flash, and software in the form of a computer application Adobe Photoshop CS4 and corel draw X5). Techniques applied are divided into three stages; (1) The preparatory phase includes the search of ideas, data collection, and the making synopses and storyboards; (2) stage work includes the manufacture of a sketch, contour thickening, scanned images, cleaning or koresi, coloring, captioning, setting lay out, and print; (3) the stage of completion include the packaging and presentation. The comic book "Satria Honesty" generated in this study project tells the story of a boy named Milo with honesty story. The story is divided into three chapters, "Mamat liar", "Mamat Honesty Test" and "Reward of Mamat Honesty ". This comic convey the meaning and experience of honesty experienced by the main character to the reader, in order to learn from mistakes and improve ourselves in terms of honesty.
RAGAM HEWAN SEBAGAI INSPIRASI LUKIS Sakti, Bryan Dimas; Purwanto, Purwanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.34816

Abstract

Kebenyakan hewan dipandang dari sifat atau dari penampilannya, misalnya menakutkan, lucu, menjijikkan, dan sebagainya. Dengan permasalahan seperti ini, penulis ingin menampilkan ragam tekstur heawan sebagai cerminan karakteristik dari masing masing-masing hewan yang akan dilukis bermediakan cat air dengan pendekatan gaya naturalistik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya lukis yaitu kertas canson 300gsm. Alat yang digunakan dalam berkarya seni lukis ini yaitu pensil, penghapus, kuas, palet, dan tissue. Teknik berkarya seni lukis yang penulis gunakan yaitu basah diatas basah (wet on wet), basah di atas (wet on dry) dan layer. Proses penciptaan karya lukis dalam proyek studi ini melalui tahapan-tahapan dari pengamatan langsung di kebun binatang dengan pengambilan foto dan menggunakan sumber media lain seperti majalah binatang sebagai model lukis dengan ide yang penulis inginkan hingga penciptaan karya dengan menggunakan media cat air. Penulis telah menghasilkan lima belas karya lukis. Ukuran karya yang dihasilkan bervariasi yaitu empat belas karya berukuran 38 cm x 56 cm, dan satu karya berukuran 38 cm x 120 cm. Gaya dalam berkarya seni lukis yang penulis gunakan yaitu Naturalistik. Warna yang digunakan dalam pembuatan karya proyek studi menyesuaikan dengan subjek yang akan dilukis meliputi warna analogus dan monokromatik. Konsistensi tampilan karya pada proyek studi ini terletak pada tekstur kulit hewan untuk dijadikan karya lukis.
PEMANFAATAN BIJI BUAH POHON KARET SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF BERKARYA SENI KERAJINAN DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN Utami, Wiwik Dwi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.10586

Abstract

AbstrakMasalah penelitian meliputi (1) Bagaimana pemanfaatan biji karet sebagai media berkarya seni kriya dalam pembelajaran keterampilan di kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen Kabupaten Sragen ? (2) Bagaimana hasil karya pemanfaatkan biji karet sebagai media berkarya seni kriya dalam pembelajaran keterampilan di kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen Kabupaten Sragen ? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif . Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa biji karet dapat dimanfaatkan dari sisi artistik, hasil penelitian pada pengamatan terkendali 1 memperoleh jumlah nilai total adalah 2170 dengan nilai rata-rata 80,37 , pada pengamatan terkendali 2 menjadi 2307 dengan nilai rata-rata 85,44, Pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengeboran biji karet, perangkaian dan pembentukan karya. Seluruh proses tersebut dilaksanakan dalam pengamatan terkendali 1 dan pengamatan terkendali 2. Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran berkarya kerajinan seni kriya, diketahui siswa mampu membuat bentuk kerajinan kriya kreatif, menggunakan alat bor dengan baik dan rapi, merangkai biji karet mulai dari bagian ekor, bagian badan, bagian kepala sampai bagian antena dengan baik sesuai dengan prosedur, melakukan pembentukan biji karet menjadi sebuah karya kerajinan semut-semutan dengan berbagai aksesoris. Abstract The Research problems are including (1) How does the use of the rubber seed as media work craft art in learning skills in class VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen? (2) How does the creation produce of the rubber seed as media work craft art in learning skills in class VII SMP Muhammadiyah 1 Sragen? This research using qualitative descriptive approach. The data analysis was done through data reduction, data presentation, and verification. The results and discussion of this study indicate that the rubber seed can be used from the artistic side, the result of the research of the first controlled obeservation obtain the number of the total value is 2170 with an average value of 80.37, the second controlled observation became 2307 with an average value of 85.44. Teaching performance process is done through three phases, they are drilling rubber seed, coupling and formation work. The entire process is carried out in the first controlled observation and the second controlled observation. Based on observations during the learning craft art work, students should be able to make the shape of the creative craft art, using a drill with good and cleanly, stringing rubber seeds from the tail, the body, and head to the antenna properly in accordance with the procedure. They are conduct a rubber seed formation into an ant craft work with a variety of accessories.
Pembelajaran Apresiasi Batik Salem Brebesan melalui Pendekatan Saintifik pada Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 1 Larangan Brebes Sari, Yofita
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.11477

Abstract

Masalah penelitian meliputi: (1) Bagaimana pembelajaran apresiasi batik Salem Brebesan melalui pendekatan saintifik pada siswa Kelas VIII H SMP N 1 Larangan Brebes; (2) Bagaimana kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan siswa Kelas VIII H SMP N 1 Larangan Brebes; Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pengamatan terkendali. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pembelajaran apresiasi batik Salem Brebesan melalui pendekatan saintifik dengan tahapan, siswa: a) mengamati kain batik Salem Brebesan motif galaran kawung dan burung merak, b) mengajukan pertanyaan dari hasil pengamatan, c) mencoba untuk mengapresiasi batik Salem Brebesan, d) melakukan perbandingan atas informasi yang didapatkan dari hasil pengamatan dengan sumber lain, e) mempresentasikan laporan hasil apresiasi batik Salem Brebesan untuk mendapatkan tanggapan dari teman lain ataupun guru, 2) Kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan siswa Kelas VIII H. Kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan pada pertemuan pertama siswa mencapai total nilai 2804 dengan rata-rata 82,47 dalam kategori baik, sedangkan kemampuan apresiasi batik Salem Brebesan motif burung merak siswa mencapai total nilai 2883 dengan rata-rata 84,79 dalam kategori baik.The research problems are include: (1) How does appreciate learning VIII grade if VIII H in Junior High School 1 Larangan Brebes of bateeq Salem Brebesan through scientific approach; (2) How does appreciation skill VIII grade if VIII H in Junior High School 1 Larangan Brebes of bateeq Salem Brebesan; This research use research and development with uncontrolled observations. This research shows: 1) Appreciation learning by using scientific approach of bateeq Salem Brebesan by stages, students: a) observe bateeq Salem Brebesan galaran kawung motif and burung merak, b) ask a question of observations, c) try how to appreciate bateeq Salem Brebesan, d) compare between information from observation result with other sources, e) present their observation report to get feedback from other students or teacher. 2) appreciation skill VIII grade if VIII H of bateeq Salem Brebesan. Appreciation skill of bateeq Salem Brebesan in the first meeting students get 2804 or for about 82,47% in good categories, while result appreciation skill  of bateeq Salem Brebesan burung merak motif students get 2883 point for about 84,79% in good categories.
MODEL PEMBELAJARAN FINGER PAINTING UNTUK MENSTIMULUS MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN: KAJIAN DI TK B AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 20 SEMARANG anggraeni, farah yulia
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.12022

Abstract

AbstrakMasalah penelitian meliputi (1) bagaimana pembelajaran berkreasi dalam meningkatkan motorik halus di TK B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang?; (2)  bagaimana pelaksanaan model pembelajaran finger painting untuk menstimulus motorik halus siswa kelompok B serta hasil stimulasinya dalam kegiatan berkreasi?; (3) bagaimana hasil karya siswa kelompok B (usia 5-6 tahun) dalam kegiatan berkreasi dengan finger painting?. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D). Penelitian ini mengembangkan model yang sudah ada yaitu model pembelajaran berkreasi dengan krayon untuk stimulus motorik halus menjadi model pembelajaran berkreasi dengan finger painting untukstimulus motorik halus. Hasil penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pembelajaran berkreasi dalam meningkatkan motorik halus di TK B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang, (2) mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran finger painting untuk menstimulus motorik halus siswa kelompok B serta hasil stimulasinya dalam kegiatan berkreasi, (3) mendeskripsikan hasil karya siswa kelompok B (usia 5-6 tahun) dalam kegiatan berkreasi dengan  finger painting.AbstractThe research problems are include (1) learning how to be creative in improving fine motor skills in kindergarten B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang ?; (2) how the implementation of  learning model finger painting to stimulate the fine motor skills of students in group B as well as the stimulation results in creative activities ?; (3) how  the students work group B (ages 5-6 years) in creative activities with finger painting?. The design of this study Research and Development (R & D). This study developed a model that uses existing learning  model creative with crayons for fine motor stimulus into creative learning  model with finger painting fine motor stimulus. The results of this study are: (1) describe the learning to be creative in improving fine motor skills in kindergarten B Aisyiyah Bustanul Athfal 20 Semarang, (2) describe the implementation of  learning  model finger painting to stimulate the fine motor skills of students in group B as well as the results of stimulation in the activities of creation, (3) describe the results of students work group B (ages 5-6 years) in creative activities with a finger painting.  
PENANAMAN KARAKTER KEJUJURAN PADA ANAK MELALUI KOMIK FIKSI Budi Santoso, Pratomo Bagus
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.12204

Abstract

AbstrakBangsa Indonesia mengalami salah satu masalah serius yang sampai sekarang masih sering terjadi dan sulit diatasi, yaitu kasus korupsi. Korupsi tejadi dikarenakan minimnya kesadaran manusia sekarang tentang sesuatu yang disebut kejujuran. Oleh karena itu, diperlukan adanya penanaman karakter kejujuran saat seseorang masih dalam usia anak. Dalam upaya membantu pendidikan kejujuran pada anak, penulis memutuskan untuk membuat sebuah cerita fiksi yang dikemas dalam bentuk buku komik yang berjudul “Satria Kejujuran”. Metode yang digunakan dalam berkarya meliputi media berkarya dan teknik berkarya. Media yang digunakan berupa bahan (kertas sket, kertas CTS, dan kertas ivory) dan alat (pensil 2B, karet penghapus, penggaris, Drawing pen, spidol, hardware berupa laptop, printer, scanner, flashdisk, serta software berupa aplikasi komputer adobe photoshop CS4 dan corel draw X5). Teknik yang diterapkan dibagi menjadi tiga tahap; (1) tahap persiapan meliputi pencarian ide, pengumpulan data, serta pembuatan sinopsis dan storyboard; (2) tahap berkarya meliputi pembuatan sket, penebalan kontur, scan gambar, pembersihan atau koresi, pewarnaan, pemberian teks, pengaturan lay out, dan cetak; (3) tahap penyelesaian meliputi pengemasan dan penyajian. Buku komik “Satria Kejujuran” yang dihasilkan dalam proyek studi ini menceritakan tentang seorang anak bernama Mamat dengan kisah kejujurannya. Cerita dibagi menjadi 3 chapter, “Mamat si Pembohong”, “Ujian Kejujuran Mamat”, dan “Buah Kejujuran Mamat”. Komik ini menyampaikan arti serta pengalaman kejujuran yang dialami sang tokoh utama kepada pembaca, agar bisa belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri dalam hal kejujuran.___________________________________________________________________Abstract___________________________________________________________________The Indonesian people suffered one serious problem that is still common and difficult to overcome, namely corruption. Corruption occurs due to the lack of human consciousness right now about something called honesty. Therefore, it is necessary to planting the character of honesty when the person is still in the age of the child. In an effort to help the education of honesty in children, the authors decided to create a fictional story that is packaged in the form of a comic book titled "Satria Honesty". The method used in the work include media work and engineering work. Media used in the form of materials (paper sketch, paper CTS, and paper ivory) and tools (2B pencil, eraser, ruler, Drawing pens, markers, hardware such as laptops, printers, scanners, flash, and software in the form of a computer application Adobe Photoshop CS4 and corel draw X5). Techniques applied are divided into three stages; (1) The preparatory phase includes the search of ideas, data collection, and the making synopses and storyboards; (2) stage work includes the manufacture of a sketch, contour thickening, scanned images, cleaning or koresi, coloring, captioning, setting lay out, and print; (3) the stage of completion include the packaging and presentation. The comic book "Satria Honesty" generated in this study project tells the story of a boy named Milo with honesty story. The story is divided into three chapters, "Mamat liar", "Mamat Honesty Test" and "Reward of Mamat Honesty ". This comic convey the meaning and experience of honesty experienced by the main character to the reader, in order to learn from mistakes and improve ourselves in terms of honesty.
RAGAM HEWAN SEBAGAI INSPIRASI LUKIS Sakti, Bryan Dimas; Purwanto, Purwanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 5 No 2 (2016): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v5i2.34816

Abstract

Kebenyakan hewan dipandang dari sifat atau dari penampilannya, misalnya menakutkan, lucu, menjijikkan, dan sebagainya. Dengan permasalahan seperti ini, penulis ingin menampilkan ragam tekstur heawan sebagai cerminan karakteristik dari masing masing-masing hewan yang akan dilukis bermediakan cat air dengan pendekatan gaya naturalistik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya lukis yaitu kertas canson 300gsm. Alat yang digunakan dalam berkarya seni lukis ini yaitu pensil, penghapus, kuas, palet, dan tissue. Teknik berkarya seni lukis yang penulis gunakan yaitu basah diatas basah (wet on wet), basah di atas (wet on dry) dan layer. Proses penciptaan karya lukis dalam proyek studi ini melalui tahapan-tahapan dari pengamatan langsung di kebun binatang dengan pengambilan foto dan menggunakan sumber media lain seperti majalah binatang sebagai model lukis dengan ide yang penulis inginkan hingga penciptaan karya dengan menggunakan media cat air. Penulis telah menghasilkan lima belas karya lukis. Ukuran karya yang dihasilkan bervariasi yaitu empat belas karya berukuran 38 cm x 56 cm, dan satu karya berukuran 38 cm x 120 cm. Gaya dalam berkarya seni lukis yang penulis gunakan yaitu Naturalistik. Warna yang digunakan dalam pembuatan karya proyek studi menyesuaikan dengan subjek yang akan dilukis meliputi warna analogus dan monokromatik. Konsistensi tampilan karya pada proyek studi ini terletak pada tekstur kulit hewan untuk dijadikan karya lukis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10