cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018): Eduarts" : 12 Documents clear
PEMBELAJARAN MENGHIAS GERABAH PADA KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 5 PURBALINGGA DENGAN MEDIA CAT AKRILIK Lelana, Dewi Barata Siswa; Triyanto, Triyanto; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menemukan model pembelajaran menghias gerabah dengan media cat akrilik pada siswa kelas VII A di SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga; (2) menganalisis hasil karya menghias gerabah dengan media cat akrilik pada siswa kelas VII A di SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan pengamatan terkendali. Prosedur penelitian yang diterapkan meliputi; (1) survei pendahuluan ke sekolah, (2) pengamatan sebelum perlakuan, (3) pengamatan terkendali 1, (4) evaluasi dan rekomendasi, (5) pengamatan terkendali 2, dan (6) evaluasi dan rekomendasi atau hasil. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan/observasi terkendali dengan didukung wawancara, dokumentasi foto, angket serta tes penugasan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi dengan dudungan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menghasilkan hal-hal sebagai berikut: pertama, menemukan model pembelajaran yang efektif untuk menghias gerabah dengan media cat akrilik pada pengamatan terkendali 1 dan 2; kedua, mengetahui hasil karya siswa dalam menghias gerabah dengan media cat pastel yang dianalisis dengan menggunakan aspek tema, kreativitas motif ragam hias, estetika bentuk dan teknik.
KOKAMI BATIK GROBOGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN APRESIASI MELALUI PENDEKATAN KRITIK WACHOWIAK DAN CLEMENTS PADA SISWA KELAS VII C SMP N 1 GODONG Ciswiyati, Dwi Endah; Triyanto, Triyanto; Syarif, Muh. Ibnan
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34978

Abstract

Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pelaksanaan dan bagaimana hasil pelaksanaan pembelajaran apresiasi melalui pendekatan kritik Wachowiak dan Clement menggunakan media pembelajaran Kokami Batik Grobogan pada siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Godong. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan dilaksanakan melalui pengamatan terkendali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, Kokami Batik Grobogan terdiri dari kotak, amplop dan kartu apresiasi. Selain itu juga dibuat buku pedoman apresiasi. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari pengamatan terkendali 1 dan pengamatan terkendali 2. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan memberi penjelasan materi pembelajaran kemudian mendiskusikan pertanyaan evaluasi kelompok pada kartu apresiasi secara berkelompok yang kemudian dipresentasikan hasilnya di depan kelas dan ditutup dengan penarikan kesimpulan hasil pembelajaran serta setelahnya memberikan soal evaluasi individu. Kedua, apresiasi siswa tumbuh dan meningkat selama pembelajaran. Terbukti dengan tumbuhnya apresiasi siswa setelah mengikuti pembelajaran dan hasil nilai rata – rata evaluasi diskusi kelompok dan evaluasi individu yang meningkat. Saran yang diberikan seharusnya guru dilatih dalam memberikan pemahaman tentang materi apresiasi dan mengembangkan media pembelajaran. Sehingga pembelajaran seni rupa tidak hanya terpaku pada kegatan praktik dan penugasan saja sehingga tidak membosankan.
PEMANFAATAN TUMBUHAN KERING SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI RUPA DALAM PEMBELAJARAN SENI PATUNG PADA SISWA KELAS IX G SMP NEGERI 4 UNGARAN Nisya, Hima Choirun; Triyanto, Triyanto; Gunadi, Gunadi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34980

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji masalah : (1) pertimbangan pemilihan bahan alami sebagai media berkarya di SMP Negeri 4 Ungaran; (2) proses pembelajaran berkarya seni rupa dengan pokok bahasan berkarya seni patung menggunakan tumbuhan kering; (3) bentuk-bentuk hasil karya seni patung siswa SMP Negeri 4 Ungaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di SMP Negeri 4 Ungaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif dilakukan melalui langkahlangkah reduksi data, penyajian data, verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SMP Negeri 4 Ungaran menujukkan sebagai berikut. Pertama, pertimbagan pemilihan bahan alami sebagai media berkarya sangat kreatif dan diterapkan dalam pembelajaran seni patung membuat siswa mendapat pengalaman baru dalam berkarya seni patung berbahan tumbuhan kering. Kedua proses pembelajaran seni patung, siswa sangat senang dan antusias, Ketiga hasil karya siswa yang indah, unik dan imajinatif. Kemudian faktor guru yang bukan lulusan dari pendidikan seni rupa harus banyak belajar untuk menambah wawasan khususnya di bidang seni rupa. Berdasarkan penelitian, saran yang diusulkan kepala sekolah perlu membuat kebijakan untuk menyediakan studio khusus pembelajaran berkarya seni rupa dan memperluas sumber belajar tentang seni rupa yang beragam dan guru mengusai bahan ajar akan disampaikan serta siswa perlu meningkatkan keberanian dalam mencoba media berkarya baru sehingga pengalaman dalam berimajinasi dan berkreasi seni rupa dapat meningkat dan menghasilkan karya yang unik dan memiliki nilai estetis yang tinggi.
MOTIF BATIK LASEM SEBAGAI INSPIRASI PEMBUATAN KARYA SENI KACA HIAS Wijaya, Mas Benny; Triyanto, Triyanto; Murtiyoso, Onang
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34982

Abstract

Batik Lasem memiliki sejarah yang unik yaitu adanya percampuran kebudayaan antara kebudayaan Tiong Hoa dengan budaya lokal. Motif batik yang sangat beragam dan variatif menjadi suatu keunikan tersendiri. Dengan filosofi di setiap motif batik Lasem serta sejarah yang terkandung dalam batik Lasem membuat batik Lasem berada di posisi tersendiri di hati masyarakat. Tujuan pembuatan karya motif batik Lasem pada kaca hias adalah untuk ikut serta melestarikan budaya lokal. Karya seni kaca hias dapat tercipta dengan adanya media berkarya berupa bahan, alat dan teknik. Penulis melakukan inovasi dalam berkarya seni kaca hias menggunakan teknik manual dipadukan dengan teknik digitalisasi menggunakan program komputer untuk mendapatkan hasil karya yang maksimal dengan variasi raut yang lebih kompleks. Metode berkarya seni melalui penarian ide proses berkarya (tahap konseptualisasi dan visualisasi) dan pengemasan karya. Proyek studi ini menghasilkan dua belas karya seni kaca hias. Penulis menyarankan bagi perupa-perupa khususnya mahasiswa Seni Rupa UNNES yang memilih proyek studi untuk memilih tema kebudayaan Indonesia. Kebudayaan indonesia sangat kaya dan menarik untuk diangkat sebagai tema berkarya seni, dengan demikian kita juga turut menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.
RESPON KREATIF MELALUI BENTUK ESTETIK TERHADAP SESAJI RITUAL SEDEKAH GUNUNG MERAPI DALAM KARYA SENI LUKIS Widodo, Muhamad Aris; Triyanto, Triyanto; Purwanto, Purwanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34983

Abstract

Tradisi sedekah Gunung Merapi memilki keunikan pada pelaksaan fungsi struktur dan wujud sesaji atau ubarampe ritual yang digunakan sebagai perlengkapan. Bentuk-bentuk tersebut direspon penulis dalam karya seni lukis. Ubarampe sesaji tersebut menurut penulis merupakan fenomena estetis yang syarat makna menarik untuk dijadikan objek karya seni. Melalui proyek studi ini penulis melakukan respon kreatif terhadap berbagai ungkapan ubarampe tersebut ke dalam seni lukis dengan media cat air. Tujuan proyek studi yaitu menghasilkan lukisan sebagai respon kreatif terhadap ritual sedekah Gunung Merapi menggunakan media cat air. Metode yang digunakan dalam berkarya meliputi pemilihan media dan proses berkarya yang di dalamnya terdapat proses konseptualisasi dan ide gagasan. Proyek studi ini menghasilkan sejumlah duabelas karya di antaranya ada karya yang berpanel terdiri dari dua unit ada karya yang terdiri dari tiga unit. Inovasi dalam karya seni lukis yang dihasilkan oleh penulis dalam proyek studi ini adalah: (1) menghadirkan kolaborasi artistik dengan media dengan basik berbeda sehingga di dalamnya didapatkan efek artistik dari media campuran tersebut basik yang berbeda (cat air dan crayon), (2) diperoleh ungkapan bentuk-bentuk artistik, (3) didapatkan organisasi unsur visual yang artistik dengan mempertimbangkan unsur dan prinsip rupa: komposisi, keseimgangan, kesebandingan, pusat perhatian, irama, dan kesatuan. Harapan penulis sejumlah karya tersebut dapat menjadi pemantik bagi penulis untuk berkarya lanjut, maupun pemantik bagi kreator lain.
PERKEMBANGAN, PRODUKSI, DAN ENKULTURASI PERKERAMIKAN DI SANGGAR MUSTIKA KLAMPOK BANJARNEGARA Yatman, Teguh Mulyanto; Triyanto, Triyanto; Murtiyoso, Onang
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34984

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji masalah perkembangan, proses produksi, dan proses enkulturasi pada Sanggar Keramik Mustika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Data yang sudah diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan verivikasi. Hasil penelitian menunjukan hal-hal sebagai berikut. Pertama, perkeramikan pada Sanggar Mustika Klampok mengalami perkembangan yang signifikan dari jenis hingga motif hiasnya. Kedua, proses produksi keramik pada Sanggar Mustika terdiri dari tujuh tahapanyakni tahapan pencarian bahan baku, tahapan penyaringan tanah, tahapan pembentukan, tahapan penjemuran, tahapan pengamplasan, tahapan pembakaran, dan tahapan pewarnaan. Ketiga, proses enkulturasi pada Sanggar Keramik Mustika berlangsung terhadap generasi kedua keluarga Soeparyo dengan melalui pendidikan informal dalam keluarga menggunakan pelaziman (conditioning), imitasi atau peniruan (modelling), dan internalisai (internalization/learning to cope) yang dimulai sejak mereka kecil hingga dewasa. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, bagi pemerintah Kabupaten Banjarnegara disarankan untuk menjadikan keramik sebagai materi muatan lokal di sekolah-sekolah formal sehingga para kaum muda memperoleh pengetahuan mengenai dunia perkeramikan. Kedua, untuk Sanggar Keramik Mustika untuk lebih menjaga dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan sejarah sanggar. Ketiga, bagi masyarakat Desa Klampok untuk lebih peduli dengan kelestarian Keramik Klampok dengan membelajarkan kepada generasi muda agar Keramik Klampok tidak punah.
PEMBELAJARAN MENGHIAS GERABAH PADA KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 5 PURBALINGGA DENGAN MEDIA CAT AKRILIK Lelana, Dewi Barata Siswa; Triyanto, Triyanto; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menemukan model pembelajaran menghias gerabah dengan media cat akrilik pada siswa kelas VII A di SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga; (2) menganalisis hasil karya menghias gerabah dengan media cat akrilik pada siswa kelas VII A di SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan pengamatan terkendali. Prosedur penelitian yang diterapkan meliputi; (1) survei pendahuluan ke sekolah, (2) pengamatan sebelum perlakuan, (3) pengamatan terkendali 1, (4) evaluasi dan rekomendasi, (5) pengamatan terkendali 2, dan (6) evaluasi dan rekomendasi atau hasil. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan/observasi terkendali dengan didukung wawancara, dokumentasi foto, angket serta tes penugasan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi dengan dudungan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menghasilkan hal-hal sebagai berikut: pertama, menemukan model pembelajaran yang efektif untuk menghias gerabah dengan media cat akrilik pada pengamatan terkendali 1 dan 2; kedua, mengetahui hasil karya siswa dalam menghias gerabah dengan media cat pastel yang dianalisis dengan menggunakan aspek tema, kreativitas motif ragam hias, estetika bentuk dan teknik.
KOKAMI BATIK GROBOGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN APRESIASI MELALUI PENDEKATAN KRITIK WACHOWIAK DAN CLEMENTS PADA SISWA KELAS VII C SMP N 1 GODONG Ciswiyati, Dwi Endah; Triyanto, Triyanto; Syarif, Muh. Ibnan
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34978

Abstract

Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pelaksanaan dan bagaimana hasil pelaksanaan pembelajaran apresiasi melalui pendekatan kritik Wachowiak dan Clement menggunakan media pembelajaran Kokami Batik Grobogan pada siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Godong. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan dilaksanakan melalui pengamatan terkendali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, Kokami Batik Grobogan terdiri dari kotak, amplop dan kartu apresiasi. Selain itu juga dibuat buku pedoman apresiasi. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari pengamatan terkendali 1 dan pengamatan terkendali 2. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan memberi penjelasan materi pembelajaran kemudian mendiskusikan pertanyaan evaluasi kelompok pada kartu apresiasi secara berkelompok yang kemudian dipresentasikan hasilnya di depan kelas dan ditutup dengan penarikan kesimpulan hasil pembelajaran serta setelahnya memberikan soal evaluasi individu. Kedua, apresiasi siswa tumbuh dan meningkat selama pembelajaran. Terbukti dengan tumbuhnya apresiasi siswa setelah mengikuti pembelajaran dan hasil nilai rata – rata evaluasi diskusi kelompok dan evaluasi individu yang meningkat. Saran yang diberikan seharusnya guru dilatih dalam memberikan pemahaman tentang materi apresiasi dan mengembangkan media pembelajaran. Sehingga pembelajaran seni rupa tidak hanya terpaku pada kegatan praktik dan penugasan saja sehingga tidak membosankan.
PEMANFAATAN TUMBUHAN KERING SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI RUPA DALAM PEMBELAJARAN SENI PATUNG PADA SISWA KELAS IX G SMP NEGERI 4 UNGARAN Nisya, Hima Choirun; Triyanto, Triyanto; Gunadi, Gunadi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34980

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji masalah : (1) pertimbangan pemilihan bahan alami sebagai media berkarya di SMP Negeri 4 Ungaran; (2) proses pembelajaran berkarya seni rupa dengan pokok bahasan berkarya seni patung menggunakan tumbuhan kering; (3) bentuk-bentuk hasil karya seni patung siswa SMP Negeri 4 Ungaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di SMP Negeri 4 Ungaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif dilakukan melalui langkahlangkah reduksi data, penyajian data, verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SMP Negeri 4 Ungaran menujukkan sebagai berikut. Pertama, pertimbagan pemilihan bahan alami sebagai media berkarya sangat kreatif dan diterapkan dalam pembelajaran seni patung membuat siswa mendapat pengalaman baru dalam berkarya seni patung berbahan tumbuhan kering. Kedua proses pembelajaran seni patung, siswa sangat senang dan antusias, Ketiga hasil karya siswa yang indah, unik dan imajinatif. Kemudian faktor guru yang bukan lulusan dari pendidikan seni rupa harus banyak belajar untuk menambah wawasan khususnya di bidang seni rupa. Berdasarkan penelitian, saran yang diusulkan kepala sekolah perlu membuat kebijakan untuk menyediakan studio khusus pembelajaran berkarya seni rupa dan memperluas sumber belajar tentang seni rupa yang beragam dan guru mengusai bahan ajar akan disampaikan serta siswa perlu meningkatkan keberanian dalam mencoba media berkarya baru sehingga pengalaman dalam berimajinasi dan berkreasi seni rupa dapat meningkat dan menghasilkan karya yang unik dan memiliki nilai estetis yang tinggi.
MOTIF BATIK LASEM SEBAGAI INSPIRASI PEMBUATAN KARYA SENI KACA HIAS Wijaya, Mas Benny; Triyanto, Triyanto; Murtiyoso, Onang
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 7 No 2 (2018): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v7i2.34982

Abstract

Batik Lasem memiliki sejarah yang unik yaitu adanya percampuran kebudayaan antara kebudayaan Tiong Hoa dengan budaya lokal. Motif batik yang sangat beragam dan variatif menjadi suatu keunikan tersendiri. Dengan filosofi di setiap motif batik Lasem serta sejarah yang terkandung dalam batik Lasem membuat batik Lasem berada di posisi tersendiri di hati masyarakat. Tujuan pembuatan karya motif batik Lasem pada kaca hias adalah untuk ikut serta melestarikan budaya lokal. Karya seni kaca hias dapat tercipta dengan adanya media berkarya berupa bahan, alat dan teknik. Penulis melakukan inovasi dalam berkarya seni kaca hias menggunakan teknik manual dipadukan dengan teknik digitalisasi menggunakan program komputer untuk mendapatkan hasil karya yang maksimal dengan variasi raut yang lebih kompleks. Metode berkarya seni melalui penarian ide proses berkarya (tahap konseptualisasi dan visualisasi) dan pengemasan karya. Proyek studi ini menghasilkan dua belas karya seni kaca hias. Penulis menyarankan bagi perupa-perupa khususnya mahasiswa Seni Rupa UNNES yang memilih proyek studi untuk memilih tema kebudayaan Indonesia. Kebudayaan indonesia sangat kaya dan menarik untuk diangkat sebagai tema berkarya seni, dengan demikian kita juga turut menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

Page 1 of 2 | Total Record : 12