cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Fashion and Fashion Education Journal
ISSN : 22526803     EISSN : 28280237     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 1 (2012)" : 7 Documents clear
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PELAYANAN PRIMA Riyana, Eti Novi
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MINAT MEMAKAI BUSANA MUSLIMAH PADA MAHASISWA PRODI PKK S1 TATA BUSANA JURUSAN TJP FT UNNES Amaliatusholiha, Indah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KUALITAS HASIL TENUNAN KANTONG PLASTIK BEKAS ANTARA TEKNIK PILIN DAN TEKNIK LIPAT Haryati, Siti; -, Widowati; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hasil tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin benang dan teknik lipat benang. Pengumpulan data penelitian eksperimen ini menggunakan uji laboratorium dan uji organoleptik. Kualitas hasil tenunan ditinjau dari uji konstruksi kain, uji kenyamanan kain, dan uji keawetan kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kualitas tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin benang dan teknik lipat benang. Hal ini dibuktikan dengan uji laboratorium yang dilakukan serta nilai uji organoleptik dari hasil tenunan kantong plastik bekas dengan teknik lipat lebih tinggi dibandingkan dengan teknik pilin. Selain itu perbedaan material yang digunakan pada penelitian ini tidak sama dengan material pada umumnya, yang tentunya memiliki sifat dan karakteristik berbeda, sehingga berpengaruh juga pada kualitas hasil tenunan. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kualitas tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin dan lipat benang yang menunjukkan bahwa hasil tenunan kantong plastik bekas dengan teknik lipat benang memiliki kualitas yang lebih baik dibanding teknik pilin-pilin.This research aim to know difference of quality result of ex- plastic sack;bag jacquards between technique contort technique and yarn fold yarn. Data collecting of research of this experiment use laboratory test and test of organoleptik. Quality of result of jacquards evaluated from cloth construction test, test cloth freshment, and durabel test of cloth. Result of research indicated that is difference of ex- plastic sack; bag jacquards quality between technique contort technique and yarn fold yarn. This matter is proved with conducted laboratory test and also assess test of organoleptik from result of ex- plastic sack; bag jacquards with technique fold compared to higher of technique contort. Besides difference of used material at this research unlike material in general, what it is of course measure up to and characteristic differ, so that have an effect on also at quality of result of jacquards. Conclude in this research is difference of ex- plastic sack;bag jacquards quality between technique contort and fold yarn indicating that result of ex- plastic sack;bag jacquards with technique fold yarn have the quality of which is better to be compared to technique contort.
UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BORDIR Ahyani, Rahmania; -, Widowati; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGELOLAAN UNIT PRODUKSI SANGGAR BUSANA DALAM UPAYA MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA Sari, Agustina Nurlita; Achmad, Uchiyah; Setyowati, Erna
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractUnit Produksi merupakan suatu sarana pembelajaran berwirausaha bagi siswa dan guru serta memberi dukungan operasional sekolah. Siswa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, rapi, dan berkualitas menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri. Dengan modal yang mereka dapat selama di sekolah diharapkan siswa mempunyai gambaran tentang suatu usaha dibidang busana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan unit produksi sanggar busana dan bagaimana upaya menumbuhkan jiwa wirausaha siswa di SMK N 3 Purwokerto. Pengumpulan data menggunakan metode angket, dokumentasi, observasi; sedangkan data dianalisis menggunakan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan unit sanggar busana termasuk dalam kategori baik, hal ini dapat dilihat pada aspek perencanaan, organisasi dan pelaksanaan dan pengawasan secara keseluruhan termasuk dalam kategori baik. Pengelolaan yang baik tersebut dapat digunakan oleh para siswa untuk belajar berwirausaha dibidang busana dan mengetahui gambaran pengelolaan usaha, terutama di bidang busana.Kesimpulannya bahwa pengelolaan unit produksi sanggar busana di SMK N 3 Purwokerto, termasuk dalam kategori baik. Demikian halnya, upaya menumbuhkan jiwa wirausaha juga termasuk dalam kategori baik. Hal ini terlihat dari minat siswa yang melakukan praktek kerja di unit produksi.Production Unit is a means of learning entrepreneurship for students and teachers as well as provide operational support for schools. Students completing the job quickly, neatly, and qualified to open their own business. With the capital that they can during the school expected students to have a picture of a business in fashion. This study aims to determine how the management of studio production unit of clothing and how the management of the production unit fashion studio in an effort to foster the entrepreneurial spirit of students at SMK N 3 Navan. Data collected by the questionnaire method , documentation, observation. Data were analyzed using linear regression. The results showed that the management of the studio units are included in the good category in aspects of planning, organization and implementation. Overall supervision is included in either category. Good management can be used by students to study entrepreneurship in fashion and know the description of business management, particularly in the management of production. Result shown fashion studio in SMK N 3 Navan, included in either category. Similarly, efforts to foster the entrepreneurial spirit is also included in either category. It is seen from the interest of the students who perform work practices in the production unit.
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PRAKERIN DI SEKOLAH DAN DI BUTIK Lestari, Rina Puji; Setyowati, Erna; -, Musdalifah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractProgram prakerin disusun dengan menyesuaikan peraturan antara sekolah dan industri. Pelaksanaan prakerin di SMK N 1 Tengaran dilaksanakan di 2 tempat yaitu industri (butik) dan sekolah. Asumsi sementara prakerin di sekolah lebih efektif karena guru mengawasi secara langsung. Penilaian parakerin di sekolah dilakukan oleh guru dan mengacu pada kurikulum, sedangkan di butik dilakukan oleh pemilik butik dan mengacu pada kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan prakerin di sekolah dan di butik, serta untuk mengetahui seberapa besar efektifitas pelaksanaan prakerin di sekolah dan di butik pada siswa kelas XI SMK N 1 Tengaran. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK N 1 Tengaran dengan jumlah 115, dengan sampel penelitian berjumlah 66. Hasil uji analisis perbandingan persentase rata-rata data prakerin di butik sebesar 81,25%, sedangkan prakerin di sekolah sebesar 74,14% kategori. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan prakerin di butik lebih efektif dibandingkan prakerin di sekolah. Besarnya efektifitas pelaksanaan prakerin di butik termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan prakerin di sekolah termasuk dalam kategori baik.Prakerin Program arranged by adjusting between schools and industry regulations. Implementation Prakerin at SMK N 1 held in two places, namely industry (boutique) and the school. Assumptions states that at school Prakerin more effective because teachers supervise directly. Prakerin Assesment conducted by teachers in schools and referred to the curriculum, while at the boutique by boutique owners and referring to consumer satisfaction. This study aims to determine the effectiveness of Prakerin in school and in the boutique, as well as to find out how effectively implementation of Prakerin in schools and at boutiques for class XI student at SMK N 1 . Data were collected by observation, interviews, questionnaires, and documentation. The study population was 115 student class XI SMK N 1 with 66 sample. Comparative analysis average of percentage of data on the boutiques is 81.25%, while in school is 74.14% . Based on the research results can be concluded that the implementation Prakerin in the boutique more effective than at school. Implementation Prakerin in the boutique included in the excellent category, while in school Prakerin included in either category.
PERBEDAAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL JAHITAN MESIN JAHIT MANUAL DAN HIGH SPEED Jannah, Arifatul; W, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7