cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
madesrisatyawati@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Linguistika
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08549613     EISSN : 26566419     DOI : -
Core Subject : Education,
The linguistic journal as a vehicle for the development of the linguistic horizon is published by the Linguistics Master Program (S2) Linguistics and Doctoral Program of Udayana University Graduate Program. The publication of this journal in 1994, led by the Chairman and Secretary of Master Program (S2) and S3 Postgraduate Program of Udayana University, Prof. Dr. I Wayan Bawa and Prof. Dr. Aron Meko Mbete. In its development, there are various changes in linguistic journals, such as cover colors, style selingkung, and the number of articles published.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20 (2013): March 2013" : 10 Documents clear
INTERFERENSI STRUKTUR WH-QUESTIONS PADA KARANGAN DIALOG MAHASISWA SEMESTER V DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG Giovanni Irawan
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.696 KB)

Abstract

Bahasa Inggris di Indonesia berstatus sebagai bahasa asing, di dalam proses untuk memperoleh bahasa tersebut atau yang biasa disebut dengan language acquisition, pemelajar atau mahasiswa banyak yang mengalami kendala untuk mengaplikasikan penggunaan bahasa Inggris tulis ke dalam bentuk yang benar. Penelitian ini berusaha untuk mengabstraksikan jenis-jenis interferensi yang terdapat susunan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan faktor-faktor yang memengaruhi interferensi struktur WH-Questions tersebut pada karangan dialog mahasiswa. Penelitian tentang interferensi pengaruh bahasa Indonesia dalam bahasa Inggris secara umum telah banyak dilakukan oleh peneliti terdahulu, tetapi penelitian yang secara khusus membahas tentang jenis interferensi dan faktor yang memengaruhi interferensi sejauh yang penulis baca belum ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah dapat menjelaskan struktur WH-Questions bahasa Inggris yang mengalami interferensi dari bahasa Indonesia dan untuk menjelaskan penyebab terjadinya interferensi penggunaan struktur WH-Questions bahasa Inggris. Teori yang digunakan adalah teori analisis kesalahan oleh Richards (1975). Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan sebagian dengan metode padan. Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik balik dan ubah ujud. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Sesuai dengan rumusan masalah, tujuan, dan analisis data, hasil penelitian ini  menunjukkan: pertama, berdasarkan jenis-jenis interferensi WH-Questions yang dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis interferensi, yaitu (1) addition, (2) omission, (3) substitution, dan (4) reordering. Kedua, terdapat tiga jenis interferensi dasar yang dapat dikombinasikan dengan tiga jenis interferensi lainnya sesuai dengan permasalahan yang ada dalam interferensi yang bersangkutan, yaitu (1) addition dan omission, (2) addition dan substitution, dan (3) omission dan substitution. Selain itu, ditemukan juga faktor yang memengaruhi interferensi. Faktor yang memengaruhi interferensi meliputi: faktor eksternal bahasa dan faktor internal bahasa. (1) faktor eksternal bahasa yaitu (a) attitude; (b) motivasi; (2) faktor internal bahasa yaitu (a) direct translation; (b) overgeneralization.
TASK-BASED LANGUAGE TEACHING (TBLT) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS SURAT NIAGA BERBAHASA INGGRIS (Sebuah Penelitian Tindakan Kelas) Ni Putu Riana sari
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.33 KB)

Abstract

Rendahnya tingkat partisipasi aktif mahasiswa, disertai kurangnya pengetahuan dasar mereka tentang aspek merangkai kalimat yang baik dan benar dalam business letter menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Selain meningkatkan aspek partisipasi dan gramatika bahasa di atas, hasil penelitian juga mengacu kepada bukti peningkatan penggunaan komponen-komponen dasar dalam surat resmi. Langkah-langkah dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan menggunakan model Hopkins (1993)untuk memeroleh data penelitian. Kegiatannya melibatkan instrumen-instrumen yang terkait dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan testa. Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa jumlah partisipasi aktif mahasiswa meningkat seiring ditemukannya fakta bahwa mereka mulai intense: (1) mengangkat tangan dalam diskusi, (2) melakukan komunikasi dalam pengerjaan tasks, dan (3) mengumpulkan tugas tepat waktu. Berdasarkan hasil analisis dengan teori Graham dan Walsh (1996:8-10), peningkatan struktur kalimat yang dialami mahasiswa mengacu kepada aspek, seperti word order, verbs, two-word verbs, verb DO, prepositions, dan nouns. Selanjutnya, analisis kualitatif juga mengacu kepada temuan lainnya, seperti penggunaan komponen surat organisasi ide, format, gaya bahasa, dan mekanik. Setelah melalui kegiatan-kegiatan pre-task, task cycle, dan language focus dalam framework TBLT yang diusulkan Willis (1996:149), nilai rerata kelas mahasiswa yang semula hanya mencapai 58,55, kemudian meningkat menjadi 68,25 pada siklus I, dan akhirnya mencapai 80,05 pada siklus II.  
HOLY BOOK OF BHAGAVAD GITA “A CASE STUDY OF RELIGIOUS-CULTURAL TERMS IN TRANSLATION” Ni Komang Sugiartini
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.708 KB)

Abstract

Penelitian  ini membahas tentang penerjemahan istilah-istilah agama budaya dalam bahasa Sanskerta (bahasa sumber) kedalam bahasa Inggris (bahasa sasaran 1) dan Bahasa Indonesia (bahasa sasaran 2). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menganalisis bagaimana istilah agama budaya dalam Bhagavad Gita tersebut  diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Bhagavad Gita dalam bahasa Sanskerta dan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris “Bhagavad Gita As It Is” dan dalam bahasa Indonesia “Bhagavad Gita Menurut Aslinya”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Newmark (1988) tentang kategori istilah budaya dan prosedur penerjemahan, teori dari Bell (1991) tentang pendekatan arti kata serta teori dari Nida (di Venuti, 2000) tentang kesepadanan dalam penerjemahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa istilah-istilah agama budaya dalam Bhagavad Gita bisa diklasifikasikan berdasarkan kategori budaya dari Newmark yaitu istilah agama budaya yang berkaitan dengan ekologi, budaya material,sosial budaya, organisasi, tingtkah laku dan kebiasaan. Prosedur penerjemahan yang diterapkan oleh para penerjemahan dalam menerjemahkan istilah-istilah agama budaya dalam Bhagavad Gita adalah: penerjemahan secara lansung (literal), prosedur pemindahan ( transferrence procedure), kesepadanan budaya, naturalisasi and kesepadanan deskriptif. Hasil penelitian yang terakhir adalah bahwa ada informasi yang hilang dalam penerjemahan istilah-istilah agama budaya dalam Bhagavad Gita ke dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Hilangnya informasi ini dikarenakan oleh prosedur penerjemahan dan orientasi penerjemah yang dipilih oleh penerjemah disamping adanya perbedaan latar-belakang budaya.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE LANGSUNG DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS SECARA KUANTITATIF IGB. Wahyu Nugraha Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.72 KB)

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah formal maupun non formal lebih banyak berkutat pada pembahasan struktur-struktur bahasa Inggris saja, sehingga mengurangi kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, ditawarkan metode langsung dalam pengajaran bahasa Inggris di lembaga kursus English Center. Hasil dari data kuantitaf menunjukkan bahwa penggunaan metode langsung dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa pada level pemula di lembaga kursus English Center. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang dicapai oleh siswa pada saat diberikan tes. Nilai rata-rata siswa pada tes awal adalah 30,6% yang dikategorikan masih sangat kurang. Setelah diberikan treatment pada Siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 47,7% dan masih berada pada kategori kurang. Namun, pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 71,3% dan berada dalam kategori baik. Peningkatan ini juga didukung oleh data kualitatif. Siswa mampu berbicara dalam konteks percakapan sederhana. Mereka mampu menggunakan ungkapan-ungkapan dan kosakata tertentu secara komunikatif.
GAYA RETORIS DALAM BAHASA MADURA DAN FUNGSINYA DALAM KOMUNIKASI SEBAGAI ANTISIPASI KONFLIK Akhmad Haryono
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.307 KB)

Abstract

Penggunaan bahasa, jika tidak didasari dengan setrategi komunkasi yang memadai dapat menimbulkan persoalan dalam komunikasi?lebih-lebih dalam komunikasi antarbudaya. Bahasa bisa berdampak positif dan menjadi perekat dalam hidup berbangsa dan bernegara, jika masyarakat pemakai bahasa tidak salah dalam menggunakan dan memahami bahasa dan budaya sebagai alat komunikasi. Kesalahan dalam pengunaan dan pemahaman bahasa, akan menimbulkan konflik baik antarsesama  maupun lain etnik. Gaya bahasa merupakan salah satu bentuk strategi komunikasi, agar  tujuan komunikasi dapat diterima dengan baik, tanpa menimbulkan konflik. Mangingat begitu banyaknya jenis dan bentuk gaya bahasa, artikel ini hanya menfokuskan pada penggunaan dan fungsi gaya retoris dalam bahasa Madura.
KENDALA MAHASISWA SEMESTER II AKADEMI BAHASA ASING BUMIGORA MATARAM DALAM PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL (CD) PADA MATA KULIAH LISTENING COMPREHENSION zainuddin Abdussamad
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.797 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh mahasiswa semester II ABA Bumigora Mataram dalam penerapan metode audio visual pada mata kuliah listening comprehension dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif yang dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Hasil dari data kualitatif sebelum perlakuan diberikan kepada mahasiswa  menunjukkan bahwa mahasiswa menemukan kesulitan dalam menemukan arti dari kosakata pada CD pembelajaran sehingga berdampak pada pemahaman mahasiswa akan isi cerita pada CD pembelajaran. Hal berbeda ditemukan setelah diberikannya perlakuan pada siklus I dan II. Hasil tes menunjukkan bahwa ditemukan peningkatan hasil belajar dan pemahaman akan isi cerita pada CD pembelajaran.
REDUPLIKASI PREFIKS {MENG-} BAHASA INDONESIA DALAM ANALISIS APLIKASI TOOLBOX Maria Osmunda Eawea Monny
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.261 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perubahan bunyi atau perubahan fonem sebagai akibat dari adanya proses morfologi baik proses afiksasi, proses reduplikasi maupun proses komposisi dari reduplikasi berprefiks meng- dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya proses-proses yang terjadi dijabarkan dengan menggunakan aplikasi Toolbox version 1.5.9 sebagai suatu pengaplisian teknologi. Data analisis diambil dari tiga novel buah karya V. Lestari dan satu buah novel karya Mira W. Teori yang dipakai adalah teori fonologi generatif yang dikemukan oleh Chomsky (Suparwa, 2009:1), serta pengaplikasian aplikasi Toolbox version 1.5.9 yang dikembangkan oleh  Alan Buseman dan Karen Buseman. Morfofemik dalam proses afiksasi dengan prefiks meng- dalam bahasa Indonesai terdiri atas tiga bentuk. Pertama, pengekalan fonem untuk bentuk dasar yang diawali konsonan /r, l, w, y, m, n, y, dan ny/. Kedua, perubahan fonem nasal /m, n, y dan ye/. Perubahan fonem /m/ terjadi pada bentuk dasar yang diawali konsonan /b/ dan /f/, penambahan fonem nasal /n/ terjadi pada bentuk dasar yang diawali /d/; penambahan fonem nasal /?/ terjadi pada bentuk dasar yang diawali dengan /g, h, kh, a, i, u, e, dan o/. Kaidah perubahan bunyi yang terjadi mirip dengan bunyi yang mengikutinya.
THE TRANSLATION OF SITUATIONAL IMPLICIT MEANING FOUND IN TWILIGHT NOVEL AS TRANSLATED INTO TWILIGHT Ni Made Ari Listiani
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.096 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna implisit situasional dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Data makna implisit situasional diambil dari novel berbahasa Inggris yang berjudul Twilight (Meyer: 2005) dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama, Twilight (Meyer: 2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna implisit situasional dapat dikategorikan ke dalam empat tipe makna implisit, yaitu makna implisit situasional karena hubungan antara pembicara dan lawan bicaranya, waktu dan tempat di mana komunikasi terjadi; presuposisi yang ada dalam komunikasi, dan latar belakang budaya pembicara dan lawan bicaranya. Prosedur penerjemahan yang diimplementasikan oleh penerjemah meliputi penerjemahan langsung (Literal Translation), borrowing, transposisi dan kesepadanan (Equivalence). Prosedur kesepadanan adalah prosedur yang paling sering digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan makna implisit situasional. Ini menunjukkan bahwa penerjemah berorientasi pada bahasa sasaran. Berdasarkan analisa konteks situasi dan konteks budaya, penerjemahan makna implisit situasional memiliki kesepadanan yang berterima dalam bahasa sasaran, yaitu bahasa Indonesia.  
FINANCIAL TERMS IN FINANCIAL STATEMENTS AND THEIR TRANSLATION INTO INDONESIAN Putu Shinta Noviaty
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.752 KB)

Abstract

Menerjemahkan teks tertentu merupakan sesuatu yang agak rumit. Kerumitan tersebut menjadi lebih jelas ketika berhubungan dengan bidang yang khusus seperti keuangan, perbankan, atau akuntansi. Sangat menarik dan menantang dalam menganalisis istilah keuangan karena mengandung kosakata spesifik atau kata-kata yang sangat khusus biasanya hanya digunakan oleh para ahli dalam hal ini para ahli dari bidang keuangan.Metode yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah metode penelitian pustaka dalam mencari referensi yang berhubungan dengan penelitian ini dan metode kualitatif deskriptif dalam menganalisa data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis teknik yang diterapkan dalam menerjemahkan istilah-istilah keuangan Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang ditemukan dalam laporan keuangan. Ada 7 teknik yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan istilah-istilah keuangan Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Teknik tersebut adalah borrowing, reduction, established equivalent, calque, literal translation, modulation dan transposition.
SISTEM KESANTUNAN MASYARAKAT TUTUR JAWA Majid Wadji
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.772 KB)

Abstract

Bahasa Jawa (BJ) dikenal dengan tingkat tutur basa ‘tingkat tutur tinggi’ dan ngoko ‘tingkat tutur rendah’ dalam istilah lokal. Karena adanya tingkat tutur basa dan ngoko, BJ diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai bahasa yang hidup dalam situasi diglosia dan memungkinkan para penuturnya memperlihatkan keakraban, penghormatan, dan jenjang (hierarki) dengan sesama anggota masyarakat. Penelitian ini menerapkan dengan kritis teori sapaan (Brown & Gilman 1960) untuk menganalisis pola, faktor yang mempengaruhi, dan kesantunan penggunaan tingkat tutur BJ.             Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi diadik asimetris, yakni penggunaan tingkat tutur basa dan ngoko memperlihatkan fenomena alih kode, campur kode, dan fenomena yang mendasar, temuan penelitian ini, adalah fenomena “silang kode”. Ketika dua partisipan tak setara berkomunikasi, yakni partisipan atasan (superior) menggunakan tingkat tutur ngoko dan partisipan bawahan (inferior) menggunakan tingkat tutur basa, fenomena komunikasi asimetris ini diinterpretasi sebagai komunikasi “silang kode”. Penggunaan kata sapaan kowe ‘kamu’ (T) dan panjenengan ‘Anda’ (V)  dan tingkat tutur ngoko dan basa BJ secara asimetris yang melahirkan komunikasi silang kode, dapat disimpulkan bahwa kata sapaan BJ adalah “genuine terms of address” dan diglosia BJ adalah “diglossia par excellence”. Dalam sebuah penelitian penting untuk mengadopsi, mengadaptasi, dan mereinterpretasi teori yang diaplikasikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10