cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
UJI AKTIVITAS SENYAWA HASIL OKSIDASI KARIOFILENA DENGAN KMNO4 TERHADAP Candida albicans Hidayat, Umar; Sudarmin, Sudarmin; Siadi, Kusoro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH DOPING-N PADA AKTIVITAS FOTOKATALIS TiO2 UNTUK DEGRADASI METIL JINGGA Amalina, Endah Suci; Harjito, Harjito; Priatmoko, Sigit
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Titanium dioksida (TiO2) merupakan semikonduktor bersifat fotokatalis, dapat diaktifkan oleh cahaya pada tingkat energi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa optimum, waktu penyinaran dan sumber sinar yang digunakan. Proses fotokatalis yang melibatkan partikel-partikel semikonduktor yaitu N-TiO2 yang dibawah iluminasi sinar UV dan akan menghasilkan radikal hidroksil yang dapat mendegradasi metil jingga. Preparasi N-TiO2 dilakukan dengan metode sonokimia dan dikalsinasi pada suhu 550ºC selama 3 jam. Karakterisasi XRD memperlihatkan adanya puncak-puncak karakteristik N-TiO2 bentuk tetragonal. Hasil karakterisasi DR-UV menunjukkan nilai energi gap N-TiO2 sebesar 3,09eV cenderung menyebabkan penurunan energi celah pita yang diperoleh dari rasio N-TiO2 1% dengan suhu 550ºC. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa preparasi N-TiO2 telah berhasil dilakukan dan dapat digunakan untuk mendgradasi metil jingga.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT JERUK NIPIS SEBAGAI PENGHILANG BAU AMIS PADA IKAN Puspitarini, Tri; Pratjojo, Winarni; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghilangkan bau amis pada ikan goreng dengan cara mencampur kulit jeruk nipis dengan minyak goreng yang digunakan. Penelitian ini menggunakan kulit jeruk nipis yang sudah dioven selama 10 menit dengan suhu 60°C. Kulit jeruk nipis yang tepat untuk campuran minyak goreng dapat diketahui dengan menghitung kadar air, angka asam, dan angka peroksida paling rendah pada minyak goreng yaitu pada penambahan kulit jeruk nipis 150 g. Minyak goreng yang ditambah kulit jeruk nipis (150 g) mempunyai kadar air 0,1049 %, angka asam 0,2265 (mg NaOH/g), dan angka peroksida 3,1952 (meq/kg). Waktu menggoreng ikan yang optimum didapat saat menggoreng ikan lele dengan waktu 15 menit yang dilakukan uji organoleptik pada 10 panelis, kemudian ikan lele dianalisis komposisi kimia berupa kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein. Didapatkan komposisi kimia yang tidak jauh berbeda antara ikan lele goreng dengan ikan lele yang digoreng menggunakan minyak kulit jeruk nipis dan bau amis yang terdapat pada ikan lele dapat hilang, sehingga ikan lele layak untuk dikonsumsi dan tidak berbau amis.
UJI STABILITAS EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS SEBAGAI PEWARNA ALAMI NATA DE CASSAVA Julianto, Tirfon; Pratjojo, Winarni; Sunarto, Wisnu
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENURUNAN Cu2+ PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN LIMBAH BESI DAN KAPUR Prasetyo, Budi; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu; Latifah, Latifah
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN LENGKUAS TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA SEGAR Hidayah, Retno Yuni; Winarni, Winarni; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap daya simpan ikan Nila (Oreochromis niloticus) segar, ditinjau dari uji organoleptik, mikrobiologi dan kimia pada suhu ruang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen laboratoris dengan lima perlakuan berbeda yaitu kontrol 0% (B1), perlakuan lengkuas basah 15% (B2), 30% (B3), kering 15% (K2) dan 30% (K3) selama 3 hari pengamatan.Hasil uji organoleptik dan mikrobiologi berdasarkan jumlah Angka Lempeng Total (ALT) dari perlakuan penambahan Lengkuas kering dan basah menunjukkan adanya pengaruh yang sangat berbedanyata terhadap daya simpan ikan Nila segar. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan lengkuas basah 30% (B3) yang mampu mempertahankan kesegaran ikan Nila sesuai batas standar layak konsumsi sampai 2 hari.Batas standar pada uji organoleptik berdasarkan SNI 01-2346-2006  adalah 7, dan SNI-01-2332.3-2006 untuk ALT adalah 5 x 105 kol/gram.Hasil analisis uji kimiamemberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air, abu, lemak, dan protein pada ikan Nila segar, sebelum dan sesudah perlakuan. Kandungan senyawa fenol, flavonoid, dan minyak atsiri pada lengkuas terbukti mampu menurunkan aktivitas pertumbuhan bakteri pada ikan segar.
POTENSI SPEKTROSKOPI FTIR-ATR DAN KEMOMETRIK UNTUK MEMBEDAKAN RAMBUT BABI, KAMBING, DAN SAPI Rafi, Mohamad; Anggundari, Widia Citra; Irawadi, Tun Tedja
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambut beberapa hewan seperti babi, kambing, dan juga sapi telah digunakan sebagai bahan baku kuas salah satunya kuas untuk produksi makanan seperti kue, roti, dan lainnya. Jika kuas dalam produksi makanan ini terbuat dari rambut babi maka dapat menyebabkan makanan menjadi tidak halal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami melakukan studi keterlaksanaan penggunaan spektroskopi Fourier transform infrared-attenuated total reflectance (FTIR-ATR) yang dikombinasikan dengan kemometrik untuk mengembangkan metode identifikasi dan diskriminasi rambut babi, kambing, dan sapi. Spektrum FTIR diukur pada bilangan gelombang 1000-4000 cm-1. Intensitas dari kisaran bilangan gelombang 1215-2007 cm-1 dan 3467-3989 cm-1 dipilih untuk membuat model diskriminasi tiga jenis rambut yang digunakan. Pengelompokan sampel berdasarkan jenis rambutnya dilakukan dengan menggunakan analisis gerombol, analisis komponen utama, dan analisis diskriminan. Model diskriminasi menggunakan AKU dan AD dapat memisahkan ketiga jenis rambut hewan yang digunakan dengan AD memberikan pengelompokan yang lebih terpisah satu sama lainnya. Metode kombinasi FTIR-ATR dan kemometrik dimungkinkan untuk digunakan untuk tujuan identifikasi dan diskriminasi rambut babi, kambing dan sapi.
STUDI KINETIKA DAN TERMODINAMIKA ADSORPSI TEMBAGA (II) MENGGUNAKAN ADSORBEN KITIN-SELULOSA HASIL IMPREGNASI Lesbani, Aldes; Agustina, Sherly; Hidayati, Nurlisa; Mohadi, Risfidian
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan proses impregnasi kitin dari cangkang bekicot dan selulosa dari jerami padi menggunakan tiourea sebagai impregnan. Hasil impregnasi dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR yang dibandingkan dengan spektra FTIR kitin maupun selulosa sebelum impregnasi. Selanjutnya hasil impregnasi kitin-selulosa digunakan sebagai adsorben pada adsorpsi tembaga(II). Proses adsorpsi dipelajari melalui parameter kinetika dan termodinamika dan dibandingkan dengan kitin dan selulosa sebelum impregnasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses impregnasi berhasil dilakukan yang ditunjukkan adanya bilangan gelombang baik untuk kitin maupun selulosa pada spektra FTIR. Hasil penentuan parameter kinetika menunjukkan proses adsorpsi mengikuti order laju reaksi adsorben hasil impregnasi (0,006 menit-1)  > kitin (0,005 menit-1) > selulosa (0,004 menit-1). Penentuan parameter termodinamika yang diamati dari kapasitas adsorpsi menunjukkan order kapasitas adsorpsi pada adsorben hasil impregnasi (5x10-4 mol/g) > kitin (2,5x10-4 mol/g) > selulosa (0,63x10-4 mol/g).
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT ALAM SEBAGAI KATALIS PERENGKAHAN SAMPAH PLASTIK HDPE Susgadarsukawati, Novia Frida; Priatmoko, Sigit; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JATI SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM-BASA Pratama, Yosi; Prasetya, Agung Tri; Latifah, Latifah
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh lama perendaman daun jati terhadap absorbansi ekstrak pekat daun jati, trayek pH yang dihasilkan, pengaruh asam askorbat terhadap stabilitas ekstrak dan kesalahan titrasi teoritis penggunaannya pada titrasi asam-basa. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara memvariasi lama perendaman dengan pelarut etanol-HCl, 16, 20, 24 dan 28 jam. Ekstrak optimalnya ditambahkan pada larutan dengan pH 1-13 untuk mengetahui trayek pH. Pengaruh keberadaan asam askorbat pada stabilitas ekstrak diamati dengan menambahkan 100, 250, 400 dan 550 ppm asam askorbat ke dalam ekstrak tersebut, diamati selama 25 hari, dan dianalisa kondisi absorbansinya setiap lima hari sekali setelah hari pertama. Ekstrak kemudian digunakan sebagai indikator titrasi asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat dan asam kuat-basa lemah. Lama perendaman pada menghasilkan 24 jam sebagai lama perendaman maksimal dan trayek pH ekstrak diketahui pada pH 7-8. Keberadaan asam askorbat mempengaruhi stabilitas ekstrak pekat daun jati, semakin tinggi konsentrasi asam askorbat yang ditambahkan, semakin besar pula penurunan absorbansi pada panjang gelombang maksimum ekstrak. Penggunaan ekstrak pada titrasi asam kuat-basa kuat memiliki persentase kesalahan yang lebih kecil, yaitu sebesar +0,002295%.