cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PEMANFAATAN ABU DAUN BAMBU TERAKTIVASI UNTUK ADSORPSI Cd(II) DAN DIIMOBILISASI DALAM PAVING hasanah, uswatun; Prasetya, Agung Tri; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi pada waktu kontak (20,40,60, dan 120 menit), pH (3,4,5 dan 6), dan konsentrasi logam Cd(II) (5, 15, 45, 60, dan 90 mg/L) menggunakan abu daun bambu teraktivasi H3PO4 10% terhadap adsorpsi logam Cd(II), yang kemudian diimobilisasi dalam paving. Hasil yang diperoleh yaitu waktu kontak optimal 60 menit, pH larutan optimum pada pH 4 dan konsentrasi optimum 45 mg/L. Isoterm adsorpsi Langmuir menghasilkan kapasitas adsorpsi maksimum logam Cd(II) sebesar 1,3524 mg/g. Selanjutnya adsorben diimmobilisasi dalam paving. Komposisi dalam pembuatan paving yaitu air, semen dan agregat (pasir dan adsorben), perbandingan semen dengan agregat yaitu 1:2 dan FAS 0,2. Uji kuat tekan dengan penambahan adsorben diperoleh nilai kuat tekan 15,9527 Mpa, sehingga memenuhi kualitas paving yang disyaratkan SNI 03-0691-1996 tentang bata beton (paving block). Leaching dilakukan selama 24 jam pada pH 3. Hasil SSA menunjukkan tidak terdeteksi logam Cd(II).
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI AMMONIUM NITRAT (NH4NO3) UNTUK MENURUNKAN SALINITAS AIR SUMUR PAYAU Aziza, Farida Nur; Latifah, Latifah; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir pantai dan daerah-daerah yang mengalami intrusi air laut, sumber airnya tidak dapat digunakan karena mengandung kadar garam yang tinggi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan metode desalinasi menggunakan zeolit. Zeolit yang digunakan pada penelitian merupakan zeolit alam dari Bayah yang diaktivasi menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 untuk meningkatkan luas permukaan dan daya adsorbsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum NH4NO3 untuk aktivasi zeolit serta untuk mengetahui perbandingan/rasio optimum antara zeolit teraktivasi dengan sampel air payau. Penelitian dilakukan dengan mengaktivasi zeolit menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 variasi konsentrasi 1N; 1,5N; 2N; 2,5N; 3N dan diperoleh hasil bahwa zeolit teraktivasi NH4NO3 2N merupakan zeolit terbaik untuk proses desalinasi dengan penurunan salinitas sebesar 99,057%. Tahap selanjutnya adalah mencari rasio antara massa zeolit teraktivasi 2N dengan volume sampel air payau. Penentuan rasio dilakukan dengan menambahkan 2, 4, 6, 8, dan 10 gram zeolit alam teraktivasi NH4NO3 2N ke dalam 20 ml air payau. Rasio optimum diperoleh pada penambahan 6 gram zeolit ke dalam 20 ml air payau (3:10) dengan penurunan salinitas sebesar 99,54%.
PREPARASI NANOPARTIKEL PERAK DENGAN METODE REDUKSI DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI PENYEBAB INFEKSI Ariyanta, Harits Atika; Wahyuni, Sri; Priatmoko, Sigit
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dipelajari sintesis nanopartikel perak dan aplikasinya sebagai antibakteri penyebab luka Infeksi. Nanopartikel perak disintesis dengan metode reduksi. Natrium sitrat dipakai sebagai reduktor sekaligus sebagai stabilisator. Koloid nanopartikel perak yang terbentuk selanjutnya dianalisis karakteristiknya menggunakan Spektrometer UV-Vis, Particle Size Analyser (PSA) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Analisis terhadap spektra UV-Vis menunjukkan bahwa nanopartikel yang paling stabil adalah yang disintesis menggunakan natrium sitrat 1%. Karakterisasi dengan PSA menunjukkan nanopaetikel perak yang terkecil berukuran 10 nm dengan ukuran rata-rata  26,4 nm. Karakterisasi menggunakan TEM menunjukkan bahwa nanopartikel yang terbentuk adalah nanopartikel perak dengan struktur kristal Face Centered Cubic (FCC). Nanopartikel perak hasil sintesis diaplikasikan pada kain pembalut luka dengan lama perendaman terbaik selama 36 jam. Performa hasil perendaman dalam menghambat pertumbuhan bakteri dievaluasi melalui uji aktivitas terhadap bakteri penyebab infeksi, yaitu Eschericia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa dengan perendaman selama 36 jam presentase reduksi bakteri mencapai 100%.
Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri pada Ekstrak Daun Kelor dan Bunga Rosella Sudarwati, Dwi; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, dan fenol dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar. Dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat dimanfaatkan untuk terapi darah tinggi dan penyakit kronis tertentu. Tujuan pengujian daya hambat ekstrak  daun kelor dan bunga rosella terhadap bakteri E.coli dan S.aureus dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 5 perlakuan konsentrasi yang berbeda (20, 40, 60, 80 dan 100%) dengan menggunakan pelarut n-heksana dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut n-heksana tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli maupun S.aureus, sedangkan ekstrak daun kelor dan bunga rosella dengan pelarut etanol mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Analisis senyawa flavonoid pada ekstrak daun kelor dan bunga rosella dilakukan dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), membuktikan bahwa senyawa flavonoid quercetin pada ekstrak daun kelor muncul pada menit ke-1,070 dan untuk ekstrak bunga rosella muncul pada menit ke-1,603.
PENGARUH STRUKTUR ALKOHOL TERHADAP PRODUK ESTERIFIKASI ASAM LAURAT TERKATALISIS Zr4+-ZEOLIT BETA Kasanah, Uswatun; Cahyono, Edy; Sudarmin, Sudarmin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis ester laurat melalui reaksi esterifikasi menggunakan katalisZr4+-zeolit beta. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu serta jenis alkohol pada reaksi esterifikasi alkohol dengan asam laurat menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta. Pertama-tama adalah preparasi katalis Zr4+-zeolit beta menggunakan metode pertukaran ion dengan ZrCl4 0.1M dan diikuti dengan kalsinasi. Analisis sifat kristalinitas katalis menggunakan XRD, analisis luas area katalis dengan SAA/BET dan sifat keasaman katalis menggunakan metode gravimetri. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi dan karakterisasi katalis, kemudian reaksi esterifikasi alkohol dan asam laurat dengan variasi waktu reaksi 12, 18 dan 24 jam, serta variasi jenis alkohol yaitu alkohol primer, sekunder dan tersier. Untuk mengetahui karakterisasi hasil reaksi dianalisis menggunakan GC, FT-IR dan GC-MS. Reaksi esterifikasi alkohol dengan asam laurat diperoleh kondisi terbaik pada waktu reaksi 24 jam dengan persentase etil laurat sebesar 44,44% dan variasi jenis alkohol diperoleh hasil terbaik dari alkohol primer dengan persentase 16,62%.
OPTIMALISASI ZEOLIT ALAM WONOSARI DENGAN PROSES AKTIVASI SECARA FISIS DAN KIMIA Anggara, Pri Andi; Wahyuni, Sri; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi kapasitas adsorpsi zeolit alam dalam menyerap ion logam Pb(II) dengan aktivasi zeolit alam secara fisis dan kimia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh temperatur aktivasi zeolit terhadap kapasitas adsorpsi zeolit, bagaimana isoterm adsorpsi pada optimalisasi kapasitas adsorpsi zeolit, dan berapa kapasitas adsorpsi maksimum zeolit alam terhadap ion Pb (II). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh temperatur aktivasi zeolit alam, mempelajari isoterm adsorpsi zeolit alam, serta mengetahui kapasitas adsorpsi zeolit alam dalam menyerap ion Pb (II). Aktivasi zeolit secara kimia dilakukan dengan mencampurkan zeolit dengan HCl 1M, 2M, 3M dan aktivasi fisis dengan dikalsinasi pada suhu 200, 400, 6000C. Pengukuran konsentrasi ion Pb(II) dilakukan dengan AAS pada panjang gelombang 283,3 nm. Identifikasi jenis mineral zeolit dilakukan menggunakan alat XRD merk shimadsu, sedangkan uji keasaman zeolit dilakukan menggunakan metode penyerapan basa amoniak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur 6000C zeolit menyerap ion Pb (II) paling banyak dengan persentase sebesar 96,7 %. Studi isoterm adsorpsi langmuir memberikan harga kapasitas adsorpsi maksimum zeolit alam aktif dalam menjerap ion logam Pb(II) sebesar 27,027 mg/g adsorben dan harga konstanta kesetimbangan sebesar 0,06055 dengan koefisien regresi (r2) sebesar 0,975.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK DAUN JATI (Tectona Grandis L.f) Chastelyna, Agnes Juniarti; Supartono, Supartono; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan Penelitian TENTANG Manfaat daun jati sebagai sabun antibakteri. Daun jati mengandung Senyawa metabolit sekunder. Senyawa Penyanyi dimanfaatkan sebagai agen antibakteri. Analisis Senyawa metabolit sekunder dilakukan DENGAN uji fitokimia Yang diperkuat DENGAN using uji spektrofotometer UV-Vis Dan FTIR. Hasil analisis tersebut menunjukkan Ekstrak . daun jati mengandung Senyawa flavonoid AKTIVITAS antibakteri sabun cair Ekstrak daun jati TIMAH zona hambat DENGAN konsentrasi 0,01% sebesar 15 mm; 0,02% sebesar 17 mm; 0,03% sebesar 19 mm ulasan ulasan untuk review Bakteri Escherichia coli Dan 0, 01% sebesar 15 mm; 0,02% untuk17 mm; 0,03% sebesar 19 mm ulasan untuk review Bakteri Staphylococcus aureus . Semakin gede konsentrasi Ekstrak daun jati hati Sabun Cair, Maka Daya hambat pertumbuhan Bakteri Semakin gede. Sabun cair Ekstrak daun jati memiliki KUALITAS Sesuai DENGAN standar SNI.
PENGARUH PELARUT TERHADAP KARAKTERISTIK NANO TiO2-SiO2 SEBAGAI PENAMBAH SELF-CLEANING CAT AKRILIK Ridwan, Agus; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis pelarut (metanol, 1-propanol, 2-propanol) terhadap karakteristik material nano TiO2-SiO2. Material nano TiO2-SiO2 diaplikasikan sebagai additif dalam cat akrilik untuk memberikan sifat self-cleaning.  Metode sol-gel digunakan dalam sintesis partikel TiO2-SiO2 dengan variasi jenis pelarut menggunakan perbandingan mol prekursor TEOS:TiIPP yaitu 5:1. Teknik pengujian self-cleaning menggunakan metode pengukuran sudut kontak dan waktu alir air pada permukaan padatan yang telah dilapisi cat akrilik termodifikasi TiO2-SiO2. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui struktur ikatan, XRD untuk mengetahui struktur kristal, DR-UV untuk mengetahui celah pita energi (Eg), dan TEM untuk mengetahui morfologi dan ukuran partikel. Hasil XRD dan TEM menunjukkan bahwa sifat padatan adalah amorf. Hasil FTIR menunjukkan ikatan Si-O, O-H dan Ti-O dominan dalam padatan. Hasil DR-UV menunjukkan partikel TiO2-SiO2 dengan pelarut metanol (A1) memiliki celah pita energi (Eg) terkecil 3,76 eV. Hasil pengujian  sudut kontak terkecil dan waktu alir paling lama pada variasi konsentrasi 15%.
EFEKTIVITAS BENTONIT TERAKTIVASI SEBAGAI PENURUN KADAR ION FOSFAT DALAM PERAIRAN Lestari, Indah Puji; Mahatmanti, Framsiska Widhi; Haryani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bentonit teraktivasi dalam menurunkan kadar ion fosfat dalam perairan menggunakan metode adsorpsi. Bentonit yang digunakan pada penelitian ini diaktivasi menggunakan asam sulfat 2 M, dan bentonit alam sebagai pembanding. Kondisi optimum adsoprsi dicari dengan menentukan waktu kontak optimum serta konsentrasi awal optimum. Kondisi optimum proses adsorpsi bentonit aktif yaitu pada waktu kontak 180 menit pada konsentrasi 110 ppm, sedangkan bentonit alam pada waktu kontak 120 menit pada konsentrasi 100 ppm. Pada kondisi optimum bentonit aktif memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 7,0323 mg/g sedangkan kapasitas adsoprsi bentonit alam sebesar 0,6566 mg/g. Proses adsorpsi pada bentonit ini termasuk adsorpsi kimia dan mengikuti pola isoterm adsorpsi Langmuir. Hasil aplikasi bentonit aktif secara langsung pada perairan (sawah) yaitu bentonit aktif mampu menurunkan kadar ion fosfat dalam perairan sebesar 3,2043 ppm atau sebesar 9,057%.
PERBANDINGAN METODE DESTRUKSI KERING DAN BASAH UNTUK ANALISIS Zn DALAM SUSU BUBUK Sa’adah, Zumrotus; Alauhdin, Mohammad; Susilaningsih, Endang
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan kadar Zn dalam susu bubuk dapat dilakukan dengan metode destruksi kering dan basah dan dianalisis secara SSA pada panjang gelombang 213,9 nm. Hasil analisis di Laboratorium Kimia Analitik UGM menunjukkan bahwa kadar Zn dalam sampel dengan metode destruksi kering maupun basah sebesar 122,470 mg/kg dan 157,942 mg/kg. Sementara itu, kadar Zn dari hasil analisis di Laboratorium Kimia UNNES dengan metode adisi standar untuk destruksi kering maupun basah sebesar 58,592 mg/kg dan 59,298 mg/kg, sedangkan dengan metode kurva kalibrasi di peroleh nilai LoD dan LoQ sebesar 0,228 ppm dan 0,762 ppm dengan linieritas 0,937. Kadar Zn dalam sampel dengan destruksi kering sebesar 56,985 mg/kg dengan nilai recovery dan presisi sebesar 97,94% dan 0,995%, sedangkan untuk destruksi basah kadar Zn sebesar 87,075 mg/kg dengan nilai recovery dan presisi sebesar 104,20% dan 6,875%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis logam Zn dalam susu bubuk menggunakan SSA dengan metode destruksi kering maupun destruksi basah belum dapat diketahui metode yang terbaik, karena dari ketiga hasil analisis menunjukkan hasil yang berbeda-beda.