cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
KAJIAN HKSA SENYAWA TURUNAN DEOKSIBENZOIN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI MULTILINEAR Rifai, Abdul Aziz; Kasmui, Kasmui; Hadisaputro, Subiyanto
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4113

Abstract

Telah dilakukan kajian HKSA senyawa turunan deoksibenzoin menggunakan deskriptor sterik, hidrofobik dan teoritik. Nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan program Gaussian-03 dan MarvinBeans-6.0.0. Data deskriptor sterik, hidrofobik dan teoritik dibandingkan dengan data Log 1/IC50 yang diperoleh dari literatur. Data hasil perhitungan dioleh menggunakan program IBM SPSS 21 dengan metode analisis regresi multilinear. Diperoleh persamaan HKSA:Log 1/IC50 = -74,67743 + (-277,32814) Energi HOMO + (174,53663) Celah HOMO-LUMO + (11,08427) IPs + (-0,00963) PSA + (-2,59472) Log P + (0,45320) indeks Platt + (2,54236) indeks Balaban + (0,47215) indeks  Harary + (-0,01080) indeks Hyper-Wiener n = 12; R = 0,969604; R2 = 0,940133; SE = 0,300659; PRESS = 0,18079.Dari persamaan HKSA, didapatkan prediksi senyawa yang sangat berpotensi sebagai antioksidan, yaitu senyawa 2-(3,4-dimetoksifenil)-1-(2,4,5-trihidroksifenil) etanon dengan nilai Log 1/IC50 prediksi sebesar 0,57995. Dengan membanding-kan nilai Log 1/IC50 prediksi, didapatkan hasil bahwa gugus metoksi (OCH3) lebih meningkatkan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan gugus etoksi (OC2H5).
TRANSFORMASI EUGENOL MENJADI ISOEUGENOL ASETAT MELALUI ISOMERISASI DAN ASETILASI Priyosetyoko, Priyosetyoko; Sudarmin, Sudarmin; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4114

Abstract

Eugenol merupakan komponen utama dalam minyak cengkeh. Telah dilakukan transformasi terhadap eugenol menjadi isoeugenol asetat melalui isomerisasi eugenol dengan memindahkan ikatan rangkap dua alil ke posisi konjugasi pada cincin benzena yang dilanjutkan asetilasi terhadap gugus hidroksil. Isomerisasi eugenol dilakukan dengan katalis KOH dalam pelarut etilen glikol selama 6 jam temperatur 150°C menghasilkan isoeugenol dengan kemurnian 84,85%. Asetilasi dilakukan menggunakan anhidrida asetat dengan katalis natrium asetat tanpa pelarut dan pelarut diklorometana pada temperatur 135°C masing-masing divariasi waktu reaksi 4, 6, dan 8 jam. Waktu yang optimum untuk reaksi asetilasi tanpa pelarut adalah 6 jam menghasilkan isoeugenol asetat dengan kemurnian 70%. Waktu yang optimum untuk asetilasi isoeugenol dalam pelarut diklorometana adalah 8 jam menghasilkan isoeugenol asetat dengan kemurnian 81,60%.
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI AMMONIUM NITRAT (NH4NO3) UNTUK MENURUNKAN SALINITAS AIR SUMUR PAYAU Aziza, Farida Nur; Latifah, Latifah; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4115

Abstract

Pesisir pantai dan daerah-daerah yang mengalami intrusi air laut, sumber airnya tidak dapat digunakan karena mengandung kadar garam yang tinggi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan metode desalinasi menggunakan zeolit. Zeolit yang digunakan pada penelitian merupakan zeolit alam dari Bayah yang diaktivasi menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 untuk meningkatkan luas permukaan dan daya adsorbsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum NH4NO3 untuk aktivasi zeolit serta untuk mengetahui perbandingan/rasio optimum antara zeolit teraktivasi dengan sampel air payau. Penelitian dilakukan dengan mengaktivasi zeolit menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 variasi konsentrasi 1N; 1,5N; 2N; 2,5N; 3N dan diperoleh hasil bahwa zeolit teraktivasi NH4NO3 2N merupakan zeolit terbaik untuk proses desalinasi dengan penurunan salinitas sebesar 99,057%. Tahap selanjutnya adalah mencari rasio antara massa zeolit teraktivasi 2N dengan volume sampel air payau. Penentuan rasio dilakukan dengan menambahkan 2, 4, 6, 8, dan 10 gram zeolit alam teraktivasi NH4NO3 2N ke dalam 20 ml air payau. Rasio optimum diperoleh pada penambahan 6 gram zeolit ke dalam 20 ml air payau (3:10) dengan penurunan salinitas sebesar 99,54%.
PEMBUATAN PUPUK KALIUM SULFAT DARI EKSTRAK ABU SERABUT KELAPA DAN AIR KAWAH ITEM GUNUNG UNGARAN Maesaroh, Siti; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu; Mahatmanti, Fransisca Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4116

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih cukup besar karena sebagian besar penduduk Indonesia masih bermata pencaharian sebagai petani. Hasil pertanian dapat meningkat bergantung pada pemberian pupuk, seperti pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium dalam jumlah besar. Kebutuhan pupuk yang cukup besar dapat dipenuhi melalui pembuatan pupuk kalium sulfat dari ekstrak abu serabut kelapa dan air kawah Item gunung Ungaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara mendapatkan pupuk kalium sulfat yang optimal dari ekstrak abu serabut kelapa dan air Kawah Item Gunung Ungaran dengan memvariasikan komposisi, temperatur dan lama pengadukan dan mengetahui pengaruh pupuk kalium sulfat yang dilakukan terhadap tanaman jagung manis. Penelitian ini diharapkan memberikan perkembangan terhadap pengetahuan khususnya mengenai pembuatan pupuk kalium sulfat dari sumber nabati. Pupuk Kalium sulfat yang dihasilkan dengan kadar kalium dan sulfat yang optimal terdapat pada komposisi 100 mL ekstrak abu serabut kelapa dan 100 mL dengan temperatur 100 oC, dan lama waktu pengadukan selama 25 menit dengan kadar K2SO4 sebesar 0,02435 ppm. Pupuk yang dihasilkan memberi pengaruh yang efektif pada pertumbuhan awal tanaman jagung manis.
AKTIVASI SERBUK ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) UNTUK MENURUNKAN KADAR ION TIMBAL (Pb2+) DALAM AIR SUMUR GALI DI TPA JATIBARANG SEMARANG Wibawa, I Gede Putra; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4117

Abstract

Berdasarkan observasi awal disekitar TPA Jatibarang Semarang ditemukan bahwa air sumur gali disana mengandung Pb yang melebihi ambang batas baku mutu air. Hal ini disebabkan pencemaran air dalam tanah dari limbah TPA, sehingga diperlukan suatu metode untuk menurunkan kadar Pb dalam air sumur gali tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menurunkan kadar Pb, dengan menggunakan serbuk Eceng gondok teraktivasi NaOH 2%. Penelitian ini diawali dengan pembuatan serbuk Eceng gondok, sebelum Eceng gondok digunakan untuk menurunkan kadar Pb, dilakukan aktivasi dengan variasi lama pengadukan dan waktu perendaman dalam larutan NaOH 2%. Pengukuran kadar Pb dilakukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 283,3 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar Pb dalam air sumur gali yang paling optimal diperoleh pada saat massa serbuk Eceng gondok 800 mg dengan lama pengadukan 60 menit dan waktu perendaman 24 jam yaitu menjadi 0,08 ppm, namun demikian masih diperlukan penelitian lebih lanjut agar penurunan kadar Pb dapat memenuhi standar baku mutu air.
PENENTUAN KADMIUM DALAM LIMBAH ELEKTROPLATING DENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN AMONIUM PIROLIDIN DITIOKARBAMAT Kusuma, Suryat Hadi; Prasetya, Agung Tri; Alauhdin, Mohammad
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4756

Abstract

Penentuan kadar kadmium dalam limbah industri dilakukan dengan metode kopresipitasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar logam kadmium yang bersifat racun dan dapat membahayakan kehidupan manusia. Penentuan kadar kadmium dalam limbah industri elektroplating dengan metode kopresipitasi menggunakan bantuan ligan ammonium pirolidin ditiokarbamat (APDC). Beberapa variasi yang diselidiki antara lain adalah: variasi pH dari 2-8, volume ligan APDC dari 0,5-4 mL, waktu pengadukan dari 5-25 menit, dan pengaruh interferensi ion logam Cr6+ terhadap hasil analisis Cd2+. Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: pH optimum larutan adalah 4, volume APDC optimum adalah 1 mL, waktu pengadukan optimum 5 menit, dan % recovery ion Cd2+ pada kondisi optimum sebesar 96,913%. Logam Cr6+ dapat menggangu analisis logam Cd2+ pada perbandingan 1:10. Kondisi optimum yang diperoleh kemudian diaplikasikan dalam limbah industri elektroplating dan diperoleh kadar kadmium sebesar 0,5793 ppm.
KANDUNGAN KIMIA DAN POTENSI BEBERAPA JENIS TEPUNG UBI JALAR PADA PEMBUATAN ROTI Rahmawati, Arisna; Supartono, Supartono; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4757

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia tepung ubi jalar (variasi jenis ubi jalar) dan mengaplikasikan dalam pembuatan roti tawar. Kandungan kimia yang ditentukan dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, protein, zat besi (Fe), seng (Zn), dan total karoten dan dibandingkan dengan SNI tepung terigu. Hasil perhitungan didapatkan bahwa kadar air, dan kadar abu, zat besi yang didapat masih memenuhi SNI tepung terigu, tetapi pada kadar protein, seng belum dapat memenuhi SNI tepung terigu. Roti tawar dibuat dengan komposisi campuran tepung terigu dan tepung ubi jalar baik putih, ungu maupun kuning 80:20. Kualitas roti tawar tersebut diketahui dengan menguji kadar air, kadar abu, serat kasar dan uji organoleptik. Berdasarkan uji organoleptik roti tawar yang paling disukai panelis adalah roti tawar ubi jalar putih. Hasil perhitungan kadar air, abu pada roti tawar ubi jalar masih memenuhi SNI, sehingga layak dikonsumsi.
PENGGUNAAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DALAM PENGAWETAN IKAN BANDENG Rasydta, Hani Prima; Sunarto, Wisnu; Haryani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan lama waktu perendaman ikan bandeng terhadap daya awet ikan bandeng.Konsentrasi asap cair tempurung kelapa di variasi dengan konsentrasi 1; 1,5; 2, dan 2,5% volume/volume. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa optimal untuk mengawetkan bandeng adalah 2%, dengan hasil análisis kadar air, lemak dan protein sebesar 70,02; 3,73, dan 20,40%. Pengawetan ikan bandeng dengan asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2% kemudian divariasi dengan lama waktu perendaman selama 10, 20, 30 dan 40 menit. Análisis kadar air menunjukkan lama waktu perendaman optimal adalah selama 20 menit dengan kadar air sebesar 60,01%, sedangkan untuk kadar lemak dan protein sebesar 4,41% dan 20,75%. Análisis TPC (total plate count) pada ikan bandeng yang direndam dalam asap cair tempurung kelapa dengan konsentrasi 2% selama 20 menit menunjukkan bahwa ikan bandeng tersebut masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga penyimpanan pada suhu kamar.
PERBANDINGAN METODE HIDROLISIS ENZIM DAN ASAM DALAM PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA UBI JALAR UNGU Devita, Christianti; Pratjojo, Winarni; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4759

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan asam dan enzim terhadap komposisi sirup glukosa hasil hidrolisis dari pati ubi jalar ungu. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa hidrolisis baik enzim maupun asam sangat dipengaruhi oleh suhu, waktu serta volume. Pada metode hidrolisis enzim didapat hasil sirup glukosa yang paling baik dengan penambahan amilase 3 mL dan suhu proses hidrolisis 60°C selama 2 jam sebesar 38,4917 gram. Pada metode hidrolisis asam didapat hasil sirup glukosa yang paling baik dengan penambahan asam 15 mL dan proses hidrolisis selama 4 jam dengan suhu 130°C sebesar 30,7065 gram. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), kadar air dalam sirup glukosa maksimal 20%, kadar abu maksimal 1% dan kadar gula reduksi minimal 30%. Metode hidrolisis enzim lebih baik daripada metode hidrolisis asam karena metode hidrolisis enzim memiliki nilai yang sesuai dengan standar sirup glukosa sesuai dengan SNI. Kadar air 4,55 %, kadar abu 0,25 %, kadar bahan kering 26,63 % dan kadar gula reduksi 40,78 %.
ANALISIS KADAR NPK PUPUK CAIR LIMBAH TAHU DENGAN PENAMBAHAN TANAMAN THITONIA DIVERSIVOLIA Makiyah, Mujiatul; Sunarto, Wisnu; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4760

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan tanaman Thitonia Diversivolia sebagai penambahan kadar NPK pada pupuk cair limbah tahu. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar NPK pada pupuk cair limbah tahu, waktu optimal untuk fermentasi limbah cair tahu, dan banyaknya tanaman Thitonia Diversivolia yang ditambahkan agar diperoleh kadar NPK optimal. Preparasi Thitonia Diversivolia dikeringkan kemudian dihaluskan dengan blender. Pupuk induk dibuat dari fermentasi limbah cair tahu dengan waktu fermentasi 4, 8 dan 12 hari kemudian pupuk induk ditambahkan dengan serbuk Thitonia Diversivolia sebanyak 1, 3, 5, 7, dan 9 g. Metode yang digunakan adalah metode Kjeldahl dan Spektrofotometri. Pada penentuan kadar P dan K sampel didestruksi dengan larutan HNO3 dan HClO4 pekat pada suhu 300ËšC selama sampai larutan hanya tersisa 0,5 mL kemudian diencerkan setelah itu dianalisis dengan Spektrofotometer. Kadar NPK tertinggi sebesar 0,0732% , 0,08406 % dan 0,7189 % didapat dari sampel fermentasi 4 hari dengan penambahan serbuk matahari meksiko 9 g.