cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
KESTABILAN LAPISAN PASIF PERMUKAAN BAJA LUNAK DALAM MEDIA NaCl, NaOH, HCl dan H2SO4 MENGGUNAKAN INHIBITOR KOROSI KARBOKSIMETIL KITOSAN Erna, Maria
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.8354

Abstract

Telah dipelajari kestabilan lapisan pasif yang terbentuk pada permukaan baja lunak menggunakan inhibitor Karboksimetil kitosan (KMK) dengan menggunakan metode polarisasi potensiodinamik dan berat hilang serta dikarakterisasi morfologi permukaan baja menggunakan peralatan SEM-EDS. Hasil penelitian didapatkan bahwa kestabilan lapisan pada permukaan baja dipengaruhi oleh lingkungannya. Untuk lingkungan aquades, NaCl dan NaOH kestabilan lapisan lebih stabil dibandingkan dengan lingkungan HCl dan H2SO4. Hasil foto morfologi dan spektrum dari peralatan Scanning Electron Microscope- Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS), memperlihatkan lapisan permukaan baja lunak dalam H2SO4 mengalami kerusakan lebih dibandingkan dalam HCl yaitu ditandai terbentuknya lubang-lubang pada permukaan baja lebih banyak terjadi.  
PENENTUAN RESIDU PESTISIDA DELTAMETRIN DAN λ-SIHALOTRIN PADA LADA (Piper nigrum L.) MENGGUNAKAN METODE QuEChERS Fitriadi, Bayu Refindra; Putri, Ayutia Ciptaningtyas
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.8908

Abstract

The use of pesticides in agriculture especially pepper concern of residue accumulation, which may remain in the food and agricultural environment causing human health and damaging ecological balance. Beside that, pepper with high residue pesticide will be rejected by export destination countries. This study reported is based on the determination of deltamethrin and λ-cyhalothrin residue in pepper. Pepper was taken from supermarkets and pepper exporters in East Java. The pesticide residues were extracted and cleaned-up with optimalized QuEChERS method and determination was carried out on GC-ECD. Deltamethrin and λ-cyhalothrin respons have linear correlation with the concentrations at the range of 0.01 to 1.00 µg/mL (determination coefficient, r2, was 0.9993 and 0.9950). Detection and quantitation limits for deltamethrin were 0.020 µg/mL and 0.067 µg/mL, respectively, while detection and quantitation limits for λ-cyhalothrin  were 0.090 µg/mL and 0.301 µg/mL, respectively. Recoveries of these residues are between 99-143%. All pepper samples were tested, was undetected contain residues of λ-cyhalothrin and deltamethrin.
PEMISAHAN SITRONELAL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI KOLOM DENGAN FASA DIAM SIKLODEKSTRIN TERASETILASI Setyaningrum, Murtiyanti; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.9187

Abstract

Pemisahan senyawa kiral telah menjadi perbincangan besar didunia penelitian. Senyawa kiral memiliki pasangan enantiomer dengan efek samping yang berbeda. Melihat kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian tentang pemisahan senyawa kiral (sitronelal) dengan menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemisahan senyawa kiral menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Reaksi asetilasi siklodekstrin dengan anhidrida asam asetat selama 36 jam. Hasil reaksi asetilasi dianalisis dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Siklodekstrin terasetilasi digunakan sebagai fasa diam. Pemisahan sitronelal dilakukan dengan eluen yang telah ditentukan dengan KLT yaitu toluen : etil asetat (12:0,1) sehingga diperoleh isolat F1 dari hasil penggabungan beberapa fraksi. Analisis terhadap isolat F1 dilakukan menggunakan GC. Kromatogram GC isolat F1 menunjukkan presentase sitronelal 86,77 %. Dilakukan perbandingan dengan silica gel sebagai fasa diam untuk kromatografi kolom. Kromatogram GC menunjukkan presentase sitronelal sebanyak 80,91 %. Hasil Analisis perlu dilanjutkan dengan GC-kolom kiral untuk mengetahui terpisahnya senyawa kiral.
Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Ekstrak Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Sovawi, Amalia Choirni; Harjono, Harjono; Kusuma, Samuel Budi Wardana
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9244

Abstract

Nanopartikel emas telah berhasil disintesis dari larutan HAuCl4 menggunakan ekstrak buah jambu biji merah (Psidium guajava L.) dan irradiasi microwave. Terbentuknya nanopartikel emas dalam koloid dikonfirmasi menggunakan analisis spektrofotometer UV-Vis. Kestabilan, ukuran partikel, dan morfologi dari hasil sintesis telah dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, PSA, dan TEM. Ukuran nanopartikel emas dianalisis menggunakan PSA. Bentuk, ukuran, dan morfologi nanopartikel emas dianalisis menggunakan TEM. Aktivitas nanopartikel emas sebagai peredam radikal bebas diuji menggunakan metode DPPH.
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN BIOREDUKTOR EKSTRAK BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) Fatihin, Saiful; Harjono, Harjono; Kusuma, Samuel Budi Wardana
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9245

Abstract

Nanopartikel berada pada kisaran ukuran dari 1-100 nm. Secara garis besar sintesis nanopartikel dapat dilakukan dengan metode top down (fisika) dan metode bottom up (kimia). Dalam penelitian ini melaporkan sintesis nanopartikel perak yang dihasilkan menggunakan bioreduktor ekstrak buah jambu biji merah dan irradiasi microwave. Koloid nanopartikel perak yang terbentuk selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, PSA, dan TEM. Analisis TEM menunjukkan bahwa ukuran dari sintesis nanopartikelperak mencapai 8,45-26,41 nm. Serta hasil sintesis nanopartikel perak diuji kemampuan antibakterinya terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nanopartikel perak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif lebih kuat daripada bakteri Gram negatif.
PEMANFAATAN ABU DAUN BAMBU TERAKTIVASI UNTUK ADSORPSI Cd(II) DAN DIIMOBILISASI DALAM PAVING hasanah, uswatun; Prasetya, Agung Tri; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9265

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi pada waktu kontak (20,40,60, dan 120 menit), pH (3,4,5 dan 6), dan konsentrasi logam Cd(II) (5, 15, 45, 60, dan 90 mg/L) menggunakan abu daun bambu teraktivasi H3PO4 10% terhadap adsorpsi logam Cd(II), yang kemudian diimobilisasi dalam paving. Hasil yang diperoleh yaitu waktu kontak optimal 60 menit, pH larutan optimum pada pH 4 dan konsentrasi optimum 45 mg/L. Isoterm adsorpsi Langmuir menghasilkan kapasitas adsorpsi maksimum logam Cd(II) sebesar 1,3524 mg/g. Selanjutnya adsorben diimmobilisasi dalam paving. Komposisi dalam pembuatan paving yaitu air, semen dan agregat (pasir dan adsorben), perbandingan semen dengan agregat yaitu 1:2 dan FAS 0,2. Uji kuat tekan dengan penambahan adsorben diperoleh nilai kuat tekan 15,9527 Mpa, sehingga memenuhi kualitas paving yang disyaratkan SNI 03-0691-1996 tentang bata beton (paving block). Leaching dilakukan selama 24 jam pada pH 3. Hasil SSA menunjukkan tidak terdeteksi logam Cd(II).
MODIFIKASI PERMUKAAN ABU LAYANG DAN APLIKASINYA DALAM SINTESIS POLYMER ELECTROLYTE MEMBRANE KITOSAN-ABU LAYANG Lestari, Puji; Kusumastuti, Ella; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9266

Abstract

Telah dilakukan sintesis membran menggunakan kitosan dan abu layang sebagai filler yang dimodifikasi dengan surfaktan kationik CTAB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan CTAB pada abu layang dan mengetahui karakteristik membran yaitu konduktivitas proton, permeabilitas metanol dan kuat tarik membran. Tahap penelitian meliputi preparasi silika, modifikasi permukaan abu layang, pembuatan membran, dan karakterisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai konduktivitas proton membran meningkat seiring dengan banyaknya CTAB yang ditambahkan sedangkan nilai permeabilitas metanol menurun seiring dengan banyaknya CTAB yang ditambahkan. Membran kitosan abu layang termodifikasi CTAB memperlihatkan performa terbaik pada komposisi CTAB 4,10% dengan konduktivitas proton 5,7108.10-5 S/cm dan permeabilitas metanol 2,8950.10-9 cm2/s. Nilai maksimum kuat tarik membran terdapat pada memban Kitosan Abu Layang termodifikasi CTAB 1,64% yaitu 26,893 N/mm2. Hasil analisis FTIR membran optimum menunjukkan hanya terjadi interaksi fisik antara kitosan dengan silika abu layang karena tidak terjadi perubahan peak yang signifikan di sekitar bilangan gelombang 1000-1250 cm-1.  
PENURUNAN KADAR ION Pb2+ DAN Cd2+ PADA KERANG DENGAN MENGGUNAKAN FILTRAT KULIT NANAS Ilyasa, Anugrah Tri; Susatyo, Eko Budi; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9276

Abstract

Adanya kandungan asam sitrat dalam kulit nanas digunakan untuk pelepasan ion Pb2+ dan Cd2+. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh konsentrasi filtrat kulit nanas dan waktu perendaman terhadap penurunan Pb2+ dan Cd2+ dan mengetahui penurunan kadar Pb2+ dan Cd2+ dalam kerang. Kerang didestruksi menggunakan HNO3 dan diberi perlakuan dengan konsentrasi filtrat kulit nanas (1x, 2.5x, 5x, 7.5x, dan 10x pengenceran) dan lama perendaman (15, 30, 45, 60, dan 90 menit). Kadar Pb2+ dan Cd2+ diukur menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi optimum kadar Pb2+ dan Cd2+ pada pengenceran 7,5x dan 5x sebesar 13,020 mg/kg/mL dan 5,915 mg/kg/mL. Hasil yang diperoleh untuk perendaman optimum untuk menurunkan kadar Pb2+ dan Cd2+ adalah 60 menit. Perlakuan pada kondisi optimum menunjukkan rata-rata penurunan kandungan Pb2+ dan Cd2+ sebesar 2,9960 ± 0,3111 mg/kg dan 2,008 ± 0,5706 mg/kg. Perbedaan konsentrasi dan lamanya perendaman dengan filtrat kulit nanas berpengaruh terhadap kadar Pb2+ dan Cd2+.
ISOLASI FLAVONOID DARI BIJI MAHONI (Swietenia macrophylla, King) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI sari, siti novita; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9278

Abstract

Flavonoid merupakan kelompok senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat pada tumbuh – tumbuhan, salah satunya adalah famili meliaceae yaitu pada tanaman mahoni yang terdapat pada bijinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter senyawa flavonoid dan mengetahui konsentrasi hambat minimum yang paling kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil identifikasi senyawa flavonoid menunjukkan adanya gugus fungsi C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, C-O, C=C, dan C-H aromatik pada spektrofotometer IR serta munculnya puncak spektrum pada panjang gelombang 240 nm dan 236 nm pada spektrofotometer UV-Vis, dari hasil yang didapat bahwa senyawa flavonoid hasil isolasi dari biji mahoni merupakan golongan isoflavon. Uji antibakteri yang dilakukan menggunakan metode cakram dari hasil yang didapat menunjukkan senyawa flavonoid hanya berpotensi terhadap bakteri gram negatif dengan konsentrasi hambat minimum 6,5% paling kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
PEMANFAATAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM KLORIDA UNTUK PENGOLAHAN MINYAK GORENG BEKAS Anwar, Rizky Nurarief; Sunarto, Wisnu; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9283

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan akan mengalami kerusakan, karena proses hidrolisis, oksidasi dan polimerisasi yang menghasilkan senyawa-senyawa alkohol, asam lemak bebas, peroksida, aldehid dan keton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas bentonit teraktivasi HCl 1M digunakan untuk meningkatkan kualitas minyak goreng bekas dengan metode adsorpsi. Variasi yang digunakan yaitu rasio massa bentonit : volume minyak goreng bekas 1,25:50, 2,5:50, 3,75:50, 5:50, 7,5:50, 10:50, 15:50, 20:50 dan 25:50 gram : ml dan waktu kontak 10, 20, 30, 40, 50, 60 dan 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum dicapai pada massa bentonit : volume minyak goreng bekas dan waktu kontak yaitu 15 gram : 50 ml dan 30 menit. Angka asam menurun dari 1,0941 mgKOH/gram menjadi 0,2626 mgKOH/gram dengan %penurunan 75,9985%, kemudian angka peroksida menurun dari 11,8643 meq/Kg menjadi 1,6478 meq/Kg dengan %penurunan 86,1114% dan kadar air menurun dari 1,3865%b/b menjadi 0,1250%b/b dengan %penurunan 90,9845%.