cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
Optimalisasi Metode Penentuan Kadar Etanol dan Metanol pada Minuman Keras Oplosan Menggunakan Kromatografi Gas (KG) Yanti, Arisma; Mursiti, Sri; Widiarti, Nuni; Nurcahyo, Bowo; Alauhdin, M.
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.26719

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi metode terhadap tiga metode preparasi yaitu distilasi, ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode preparasi yang paling tepat dan keakuratan kromatografi gas terhadap penentuan kadar etanol dan metanol dalam minuman keras oplosan. Uji validitas yang dilakukan meliputi uji linearitas, penentuan LoD dan LoQ, serta akurasi, dan presisi. Linearitas kurva standar metanol dan etanol menggunakan kromatografi gas diperoleh koefisen relasi masing-masing sebesar 0,999 dan 0,999. Batas deteksi dan batas kuantitasi metanol lebih rendah dibandingkan dengan etanol. Uji akurasi dilakukan dengan menghitung %recovery dan diperoleh hasil yaitu metode distilasi metanol dan etanol masing-masing sebesar 102,79% dan 100,26%. Uji akurasi metode ekstraksi cair-cair metanol dan etanol diperoleh hasil masing-masing sebesar 61,78% dan 91,91%, sedangkan metode ekstraksi fase padat metanol dan etanol diperoleh hasil masing-masing sebesar 82,74% dan 90,22%. Uji presisi dengan menghitung %RSD dan diperoleh hasil yaitu metode distilasi metanol dan etanol masing-masing sebesar 1,097% dan 0,726%, metode ekstraksi cair-cair metanol dan etanol masing-masing sebesar 1,964% dan 3,264%, sedangkan metode ekstraksi fase padat metanol dan etanol masing-masing sebesar 3,258% dan 1,497%. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode distilasi lebih baik daripada metode ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat.
Uji Daya Antibakteri Gel Hand Sanitizer Minyak Atsiri Seledri (Apium graveolens ) Patricia, Amelinda Diana; Jumaeri, Jumaeri; Mahatmanti, F. Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.27191

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antibakteri gel hand sanitizer minyak atsiri daun seledri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik senyawa yang terdapat dalam minyak atsiri daun seledri, serta aktivitas antibakterinya. Sampel yang digunakan adalah daun seledri,kemudian dilakukan destilasi uap air. Hasil minyak atsiri yang diperoleh dimurnikan menggunakan Na2SO4 untuk memisahkan air dengan minyak sehingga diperoleh rendemen 0,45% pada sampel daun seledri. Senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri seledri diidentifikasi menggunakan GCMS, senyawa terbanyak adalah limonene dengan presentase 53,06% . Uji antibakteri dilakukan terhadap minyak atsiri murni dan gel hand sanitizer minyak atsiri. Daya antibakteri gel hand sanitizer minyak atsiri seledri yang memiliki daya hambat terbesar adalah gel hand sanitizer minyak atsiri daun seledri dengan konsentrasi 15% meiliki daya hambat 14 mm yang bersifat aktif , kemudian pada konsentrasi 10% sebesar 11 mm, dan pada konsentrasi 5% sebesar 8mm pada bakteri E.coli.
Pengaruh Konsentrasi Metilenbisakrilamida dalam Sintesis Komposit Poli(Asam Akrilat)-Kaolin dan Pengujiannya sebagai Superabsorben Rakhmawati, Indri; Kurniawan, Cepi; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.27660

Abstract

Pada umumnya superabsorben terbuat dari polimer sintetis berbasis poliasam akrilat, tetapi penggunaan polimer jenis ini memiliki keterbatasan dalam menyerap air dan swelling karena karakteristik fisik yang kurang kuat dan tidak stabil. Mineral alam berupa kaolin ditambahkan untuk memperbaiki kelemahan ini karena memiliki gugus fungsional Si–OH sebagai penguat dalam pembentukan polimer komposit. Superabsorben komposit poli(asam akrilat)-kaolin telah dibuat dengan menggabungkan polimer dari monomer asam akrilat dengan kaolin melalui polimerisasi radikal bebas oleh inisiator amonium persulfat (APS) dan polimerisasi ikat silang oleh agen pengikat silang N,N’-metilenbisakrilamida (MBA). Pengaruh jumlah MBA dipelajari berdasarkan kapasitas absorpsi dan rasio swelling superabsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa superabsorben yang dihasilkan memiliki nilai optimum pada 1% MBA terhadap Asam akrilat dengan waktu reaksi 3 jam, nilai kapasitas absorpsi air sebesar 1972,49 % (b/b) dan rasio swelling sebesar 19,7249 g/g. Semakin banyak MBA berpengaruh terhadap bertambahnya kapasitas absorpsi air dan rasio swelling dari superabsorben. Sedangkan semakin panjang waktu reaksi berpengaruh terhadap bertambahnya kapasitas absorpsi air dan rasio swelling superabsorben, tetapi mengalami penurunan kembali setelah tercapai titik optimum. Selain itu, pengujian recycle menunjukkan bahwa nilai kapasitas absorpsi air dan rasio swelling secara bertahap meningkat. Hasil SEM memperlihatkan adanya mikropori sebagai tempat permeasi air.Pengaruh Konsentrasi Metilenbisakrilamida dalam Sintesis Komposit Poli(Asam Akrilat)-Kaolin dan Pengujiannya sebagai Superabsorben.
Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Sediaan Gel Hand Sanitizer Oktaviana, Sella; Mursiti, Sri; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.27781

Abstract

ABSTRAK Oktaviana, Sella. 2018. Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Sediaan Gel Hand Sanitizer. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Sri Mursiti, M.Si; Dr. Nanik Wijayati, M.Si Kata kunci: Biji Mengkudu, Antibakteri, Gel hand sanitizer, Alkaloid Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Berbagai jenis virus, bakteri, dan jamur menempel ke tangan setiap hari melalui kontak fisik. Penggunaan antiseptik gel tangan yang mudah dan praktis ini semakin diminati oleh masyarakat, penggunaan bahan kimia dalam sediaan pembersih tangan gel memiliki efek samping yang berbahaya dan dapat mengiritasi kulit. Biji mengkudu mengandung senyawa aktif yaitu senyawa alkaloid, tanin, saponin dan glikosida jantung, sehingga mereka memiliki aktivitas antibakteri. Isolasi alkaloid telah dilakukan pada ekstrak etanol biji mengkudu dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut etil asetat. Pengujian aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol biji mengkudu sebelum diformulasi terhadap bakteri E. coli dengan konsentrasi 0,5%; 1,0%; 1,5%; 100% sebesar 0,42 mm, 1,27 mm, 2,15 mm, 5,98 mm dan pada bakteri S. aureus sebesar 0 mm, 0,8 mm, 1,03 mm, 5,97 mm. Sedangkan pengujian aktivitas antibakteri sesudah diformulasi pada ekstrak etanol biji mengkudu terhadap bakteri E. coli dengan konsentrasi 0,5%; 1,0% dan 1,5% memiliki area penghambatan sebesar 1,02 mm, 2,65 mm, 4,68 mm dan pada bakteri S. aureus sebesar 0,03 mm, 1,37 mm, 2,82 mm. Pengujian aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol biji mengkudu sesudah diformulasi dengan konsentrasi 0,5%; 1,0% dan 1,5% menunjukkan area penghambatan terbesar terjadi pada konsentrasi 1,5% untuk bakteri E. coli sebesar 4,68 mm dan terhadap bakteri S.aureus sebesar 2,82 mm. Analisis senyawa dalam ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat biji mengkudu menggunakan FT-IR, ekstrak etil asetat dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Senyawa yang diduga memiliki aktivitas antibakteri dalam ekstrak etanol biji mengkudu adalah senyawa senyawa alkaloid indol.
Validasi Metode Pengujian Logam Berat Timbal (Pb) dengan Destruksi Basah Menggunakan FAAS dalam Sedimen Sungai Banjir Kanal Barat Semarang Ratnawati, Nursanti Angger; Prasetya, Agung Tri; Rahayu, Endah Fitriani
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.28030

Abstract

Abstrak Telah dilakukan uji validitas terhadap dua metode destruksi basah untuk analisis logam Pb dalam sedimen Sungai Banjir Kanal Barat Semarang menggunakan Flame Atomic Absorption Spectrophotometer. Uji validitas yang dilakukan meliputi uji linieritas, penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ), uji akurasi, serta uji presisi. Linieritas kurva standar Pb dengan FAAS diperoleh sebesar 0,9996 dengan nilai LoD sebesar 0,3409 mg/L dan nilai LoQ sebesar 1,1364 mg/L. Uji akurasi dilakukan dengan menghitung persen recovery untuk metode variasi 1 sebesar 90,01% dan 87,30% untuk metode variasi 2. Hasil uji presisi untuk metode variasi 1 diperoleh persen RSD sebesar 0,89% dan 1,67% untuk metode variasi 2. Jumlah Pb dalam sedimen Sungai Banjir Kanal Barat Semarang sesuai dengan metode yang paling valid sebesar 182,2180 mg/kg. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata jumlah Pb dari kedua metode pengujian. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode variasi 1 lebih baik daripada metode variasi 2.
Preparasi Arang Aktif Trembesi Magnetit untuk Adsorpsi Senyawa Tannin dalam Limbah Cair Istiana, shofa; Jumaeri, Jumaeri; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i1.28228

Abstract

Abstrak Tanaman trembesi merupakan tanaman cepat tumbuh yang digunakan sebagai tanaman hias dan peneduh yang mampu dijadikan menjadi arang. Modifikasi penelitian ini yaitu penmbahan senyawa magnetit pada arang aktif trembesi sehingga mempermudah untuk pemisahan dengan larutan senyawa tannin setelah proses adsorpsi dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu kontak, konsentrasi awal dan pH adsorspi senyawa tannin dalam larutan oleh arang aktif trembesi magnetit. Selain itu, penelitian ini juga mempelajari kinetika dan isoterm adsorpsinya. Pembuatan arang aktif trembesi magnetit dilakukan secara kopresipitasi dengan menambahkan NaOH 5 M dan arang aktif trembesi ke dalam larutan Fe3O4 yang terdiri dari FeCl3.6H2O dan FeSO4.7H2O. Preparasi Adsorben arang aktif trembesi magnetit dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, FT-IR dan BET. Optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 50 menit, konsentrasi optimum 6,95 mg/L dan pada pH optimum 6 sebanyak 20,3412 mg/g. Model kinetika adsorpsi senyawa tannin dalam larutan oleh arang aktif trembesi mengikuti model kinetika orde dua semu (Ho) dengan harga koefisien relasinya (R2) 0,9989, k2 0,0330 g mg-1 menit, dan qe 0,0754 mg g-1. Model isoterm pada penelitian ini mengikuti model Freundlich dengan harga (R2) 0,8095, KF sebesar 1,8724 L mg-1 dan nF sebesar 1,955. Komposit arang aktif trembesi magnetit merupakan material yang baik untuk mengadsorpsi senyawa tannin karena dapat menyerap senyawa tannin dalam larutan dengan presentase penyerapan sebesar 81,56%. Pada limbah industri rokok, adsorben arang aktif trembesi magnetit mampu mengadsorpsi senyawa tannin dengan presentase penyerapan sebesar 56,47%. Abstract Trembesi plants are fast-growing plants that are used as ornamental plants and shade that can be used as charcoal. The modification of this study is the use of magnetite compounds on trembesi activated charcoal, making it easier for separation with a solution of tannin compounds after the adsorption process has been carried out. The purpose of this study was to study the effect of contact time, initial concentration and pH of adsorption of tannin compounds in the solution by activated charcoal magnetite. In addition, this study also studied the adsorption kinetics and isotherms. Making activated magnetite trembesi charcoal is done by coprecipitation by adding 5 M NaOH and activated charcoal trembesi into Fe3O4 solution consisting of FeCl3.6H2O and FeSO4.7H2O. Adsorbent preparation of magnetite activated charcoal is characterized by using XRD, FT-IR and BET. Optimization of contact time was obtained at 50 minutes, optimum concentration of 6.95 mg/L and at optimum pH 6 of 20.3412 mg/g. The kinetic model of adsorption of tannin compounds in solutions by trembesi activated charcoal follows pseudo second order kinetics (Ho) with the price of the correlation coefficient (R2) 0.9989, k2 0.0330 g mg-1 minute, and qe 0.0754 mg g-1. The isotherm model in this study follows the Freundlich model with price (R2) 0.8095, KF of 1.8724 L mg-1 and nF of 1.955. Trembesi magnetite activated charcoal composite is a good material for adsorbing tannin compounds because it can absorb tannin compounds in solutions with an absorption percentage of 81.56%. In cigarette industry waste, the magnetite trembesi activated charcoal adsorbent is able to adsorb tannin compounds with absorption percentage of 56.47%.
Rekayasa Struktur Elektronik Single Walled Carbon Nanotube dengan Dopan Logam Kobalt untuk Adsorpsi Hidrogen Menggunakan Density Functional Theory Fatmala, Cici; Kasmui, Kasmui; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.28267

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi secara teoritis mengenai pengaruh logam Co pada struktur armchair single walled carbon nanotube (SWCNT(5,5)) terhadap band gap dan energi adsorpsinya pada molekul hidrogen yang nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam penelitian SWCNT sebagai media penyimpanan hidrogen. Pada penelitian hidrogen diletakkan pada posisi perpendicular­ dan parallel. Penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak NWChem 6.6 dengan metode DFT/B3LYP dan basis set terbesar yaitu 6-31G*. Perhitungan menggunakan 6-31G* menunjukan bahwa band gap dari SWCNT dan SWCNT.Co berturut-turut sebesar 1,553 eV sedangkan pada SWCNT.Co mengalami penurunan band gap menjadi 1,364 eV, selain perubahan band gap, doping logam Co menyebabkan terjadinya perubahan energi adsorpsi SWCNT terhadap H2 yaitu dari SWCNT murni yang mengadsorpsi H2 posisi perpendicular sebesar -0,012 eV menjadi -0,876 eV dan pada posisi H2 parallel berubah dari -0,0087 eV menjadi -0,874 eV hal ini menunjukkan bahwa energi yang dibutuhkan oleh SWCNT untuk mengadsorpsi H2 pada posisi perpendicular lebih kecil daripada H2 posisi parallel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa doping logam Co dapat menurunkan band gap dan nilai energi adsorpsi SWCNT serta posisi peletakan hidrogen juga berpengaruh terhadap besarnya energi adsorpsi SWCNT. Abstract This research was conducted to obtain theoretical information about the effect of Co metal on the structure of a single walled carbon nanotube armchair (SWCNT5.5) on band gap and adsorption energy on hydrogen molecules which are expected to be used as an alternative in SWCNT research as a medium hydrogen storage.In this research, hydrogen is placed in perpendicular and parallel positions. This research was conducted using NWChem 6.6 with the DFT/B3LYP method and the largest basis set was 6-31G *. Calculations using 6-31G * show that the band gap of SWCNT and SWCNT.Co is 1.553 eV while in SWCNT.Co the band gap decreases to 1.364 eV, in addition to the band gap change, doping Co metal causes changes in SWCNT adsorption energy towards H2, which is from pure SWCNT which adsorbs the perpendicular H2 position of -0.012 eV to -0.876 eV and at H2 parallel position changes from -0.0087 eV to -0,874 eV this indicates that the energy required by SWCNT to adsorb H2 in more perpendicular positions small than parallel H2 position. From this study it can be concluded that the doping of Co metal can reduce the band gap and the energy value of SWCNT adsorption and the position of hydrogen laying also affect the amount of SWCNT adsorption energy.
Pengelupasan Lapisan Grafit secara Elektrokimia dalam Suasana Asam Ramadhan, Dinar Alghifari; Kurniawan, Cepi; Mahatmanti, F Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.28452

Abstract

Abstrak Grafen merupakan alotrop karbon yang paling diminati untuk diteliti dalam bidang ilmu material dikarenakan sifat khasnya. Seiring dengan aplikasi grafen, eksplorasi metoda preparasi yang sederhana terus dikembangkan. Kendala utama dalam preparasi grafen diantaranya adalah kebutuhan bahan kimia yang banyak dan tidak ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan preparasi grafen menggunakan metode pengelupasan elektrokimia dalam dalam elektrolit asam fosfat. Sumber grafit yang digunakan adalah pinsil 6B dan konsentrasi asam fosfat 1M. reaksi pengelupasan elektrokimia dilakukan dalam tabung reaksi berbentuk U. Hasil pengelupasan berbentuk serbuk hitam halus, di bawah pengamatan SEM serbuk ini terlihat sebagai lembaran. Hasil pengujian FTIR menunjukkan adanya vibrasi pada daerah 1564 cm-1 yang merupakan vibrasi karakteristik dari gugus C=C dari grafen. Abstract Graphene is the most desirable carbon allotrope for research in the field of material science due to its characteristics. Along with graphene applications, simple exploration of preparation methods continues to be developed. The main constraints in graphical preparation include the need for many chemicals and not being environmentally friendly. In this study graphene preparation was carried out using the electrochemical exfoliation method in phosphoric acid electrolytes. The graphite source used is pencil 6B and 1M phosphoric acid concentration. the electrochemical exfoliation reaction is carried out in a U-shaped test tube. The exfoliation is in the form of fine black powder, under the observation of SEM the powder is seen as a sheet. The FTIR test results showed a vibration in the area of 1564 cm-1 which is a characteristic vibration of the C = C group of graphene.
Studi Teoritis Senyawa Turunan Kalkon Hidroksi sebagai Chemosensor Anion Perdana, Fitra; Wijaya, Karna; Armunanto, Ria
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.28504

Abstract

Studi secara teoritis telah dilakukan untuk mempelajari interaksi senyawa turunan kalkon hidroksi (CH) sebagai sensor kimia dengan anion F-, Cl-, Br-, CN-, CH3COO-, dan NO3-. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan struktur molekul senyawa turunan kalkon hidroksi (CH) dan sifat sensornya serta model interaksinya dengan anion dengan metode DFT. Hasil optimasi geometri menunjukkan terjadinya pemanjangan ikatan O-H sebesar 0,63-0,85 Å dengan adanya anion F-, CN-, and CH3COO-. Hal ini mengindikasikan terjadinya deprotonasi sensor kalkon hidroksi (CH) oleh anion. Sedangkan interaksi sensor kalkon hidroksi (CH) dengan anion Cl-, Br-, dan NO3- hanya berupa ikatan hidrogen dengan pemanjangan ikatan O-H sebesar 0,08-0,46 Å. Sensor kalkon hidroksi (CH) yang mengalami deprotonasi memiliki energi interaksi yang lebih besar yaitu -209,37 – -424,06 kJ/mol dibandingkan sensor yang hanya membentuk ikatan hidrogen yaitu -98,60 – -125,59 kJ/mol. Sensor yang mengalami deprotonasi mengakibatkan turunnya selisih energi HOMO-LUMO dari -3,94 – -4,06 eV menjadi -2,62 – -2,75 eV.
Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Marfina, Apriza; Cahyono, Edy; Mursiti, Sri; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.28658

Abstract

Absrak Nanoteknologi diaplikasikan secara luas di bidang sains dan teknologi dengan tingkat molekul dalam skala normalnya 1-100 nm. Pegunaan tumbuhan sebagai bioreduktor dalam green synthesis nanopartikel berhubungan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Minyak atsiri merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang mudah menguap (volatil).Komponen utama minyak atsiri kayu manis adalah sinamaldehida merupakan senyawa yang memiliki gugus fungsi aldehida dan alkena terkonjugasi cincin benzena. Penelitian ini bertujuan untuk kemampuan bioreduktor dalam mensintesis nanopartikel emas dan karakteristik nanopartikel emas. Minyak kayu manis diperoleh melalui proses destilasi uap air. Nanopartikel emas disintesis dengan pendekatan green synthesis, dengan cara mereduksi HAuCl4 berbagai konsentrasi dengan bioreduktor. Hasil analisis GC-MS minyak kayu manis diperoleh kadar sinamaldehid sebanyak 49,61%. Hasil analisis FTIR pada minyak atsiri kayu manis menunjukkan adanya gugus CHO aldehida pada pita serapan 2820,1 cm-1, 2743,54 cm-1, gugus C=C alkena pada pita serapan 1676,91cm-1, 1577,12 cm-1, hal ini menunjukkan adanya senyawa sinamaldehida. Nanopartikel emas yang dikarakterisasi menggunakan PSA memiliki ukuran partikel sebesar 140 nm dan ukuran nilai PI sebesar 0,315. Abstract Nanotechnology is widely applied in the fields of science and technology with molecular levels in the normal scale of 1-100 nm. The use of plants as bioreductors in green synthesis nanoparticles is related to the content of secondary metabolites which have antioxidant activity. Essential oil is one of the volatile secondary metabolites (volatiles). The main component of cinnamon essential oil is cinnamaldehyde, a compound that has a functional group of aldehydes and a benzene ring conjugated alkene. This study aims at the ability of bioreductors to synthesize gold nanoparticles and the characteristics of gold nanoparticles. Cinnamon oil is obtained through a steam distillation process. Gold nanoparticles are synthesized with the green synthesis approach, by reducing HAuCl4 various concentrations with the bioructor. The results of GC-MS cinnamon oil obtained 49,61% cinnamaldehyde. The results of FTIR analysis on cinnamon essential oil showed CHO aldehyde group on absorption band 2820,1 cm-1, 2743,54 cm-1, group C = C alkene on absorption band 1676,91cm-1, 1577,12 cm-1 , this indicates the presence of cinnamaldehyde compounds. Gold nanoparticles characterized using PSA have a particle size of 140 nm and a PI value of 0.315.