cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ENZIM BROMELIN DARI SARI BONGGOL NANAS DALAM PEMBUATAN MINYAK KELAPA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.573

Abstract

Salah satu alternatif pembuatan minyak kelapa dapat dilakukan melalui proses enzimatis, karena enzimnya mudah didapatkan, mengurangi pencemaran lingkungan, dan murah harganya. Bonggol nanas merupakan limbah buah nanas, mengandung  enzim bromelin yang mampu memecah protein dalam emulsi santan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum pembuatan minyak kelapa dengan memvariasi perbandingan volume sari bonggol nanas dan santan kelapa dalam waktu fermentasi 48 jam. Selanjutnya, minyak kelapa hasil fermentasi dilakukan  uji bilangan asam, bilangan iod, bilangan penyabunan, dan kadar air. Pembuatan minyak kelapa diawali dengan pembuatan santan, dicampur dengan sari bonggol nanas dengan variabel yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan volume santan dengan sari bonggol nanas adalah 800:600, dan menghasilkan minyak sebanyak 97 mL. Hasil uji kadar air, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan  iod berturut-turut adalah 0,481%, 0,495 mg KOH/g minyak, 264,28 mg KOH/g minyak, dan 48,4 g iod/ 100 g minyak. Peneliti menyarankan perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang waktu yang optimal pada pembuatan minyak kelapa secara fermentasi enzimatis sari bonggol nanas.
PREPARASI NANOKOMPOSIT ZnO/TiO2 DENGAN SONOKIMIA SERTA UJI AKTIVITASNYA UNTUK FOTODEGRADASI FENOL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mensintesis dan mengkarakterisasi nanokomposit ZnO/TiO2 yang dipreparasi dengan metode sonokimia. Semikonduktor TiO2 dan ZnO berpotensi tinggi dan memiliki peranan penting dalam memaksimalkan efisiensi reaksi fotokatalitik. Komposit ZnO/TiO2 dikarakterisasi menggunakan XRD untuk mengetahui struktur kristal, DR-UV untuk mengetahui nilai band gap dan SEM-EDX untuk mengetahui morfologi kristal dan % Zn yang terdopankan. Uji aktivitas katalis pada fotodegradasi fenol menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. pola difraksi nanokomposit ZnO/TiO2 baik 1%; 3% dan 5% mol ZnO yang mirip dengan pola difraksi TiO2 anatase. Nanokomposit ZnO/TiO2 memiliki ukuran kristal sekitar 23-17 nm. Nanokomposit ZnO/TiO2 hasil sintesis memiliki band gap sebesar 3,31; 3,35 dan 3,42 eV. Hasil foto SEM morfologi permukaan ZnO/TiO2 dapat terlihat dengan bentuk semi bulat yang mendekati homogen. Data SEM-EDX menunjukkan komposisi Zn yang masuk dalam kristal ZnO/TiO2 lebih dari 50%. Uji aktivitas katalis diperoleh data prosentase degradasi 76%; 85% dan 95% sehingga katalis ZnO/TiO2 dikatakan baik dalam mendegradasi fenol. Pengaruh dopan ZnO ternyata tidak mengubah struktur kristal TiO2 tetapi mempengaruhi intensitas dan ukuran agregat kristal menjadi semakin kecil.
PEMANFAATAN ZEOLIT ABU SEKAM PADI UNTUK MENURUNKAN KADAR ION Pb2+ PADA AIR SUMUR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penurunan kadar timbal padaair sumur yang tercemar logam Pb menggunakan zeolit sintesis. Selain itu,  juga untuk mengetahui kapasitas adsorpsi, pH, masa, dan waktu kontak optimum.  Zeolit sintesis dibuat dari abu sekam padi jenis IR-64 yang direflux menggunakan HCl 1M kemudian ditambahkan NaOH 1M dan Natrium Alumina.Campuran tersebut dioven pada suhu 160oC selama 7 jam dan didiamkan pada suhu kamar. Keasaman divariasi pada pH 5, 6, 7; waktu kontak yang diambil yaitu 10, 20, 30 , 40 dan 50 menit;  waktu kontak yang diambil yaitu 10, 20, 30 , 40 dan 50 menit, dan  banyaknya zeolit yang digunakan 0,05;  0,1;  0,125;  0,25;  0,5 dan 0,75 gram.Kondisi optimal kapasitas adsorpsi sebesar ± 5 mg/g , pH 6, waktu kontak 40 menit, dan masa  zeolit optimum 0,125 gram. Pada penelitian ini ditinjau pula hubungan isoterm yang berlaku. Isoterm yang digunakan antara lain isoterm Langmuir dan Freundlich. Berdasarkan perbandingan R2 maka pendekatan Isoterm yang sesuai untuk adsorpsi ini yaitu Isoterm Freundlich dengan nilai R2 sebesar 0,989. Proses adsorpsi menggunakan zeolit abu sekam padi dapat menurunkan konsentrasi logam Pb pada air sumur sebesar  72,78 % yaitu dari 0,9 ppm menjadi 0,2 ppm
STUDI DEAKTIVASI KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT ALAM PADA REAKSI HIDRODENITROGENASI (HDN) PIRIDIN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mempelajari fenomena deaktivasi katalis Ni-Mo/ZA pada reaksi HDN piridin dengan membandingkan karakter katalis Ni-Mo/ZA sebelum dan setelah digunakan. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan, volume pori, rerata jejari pori, keasaman, dan morfologi katalis. Pengukuran luas permukaan, volume total pori, dan rerata jejari pori dilakukan dengan menggunakan metode yang dikembangkan oleh Brunauer, Emmet, dan Teller (BET),  dan  keasaman dengan adsorpsi gas ammonia. Uji aktivitas katalis dilakukan pada proses HDN piridin dengan mengalirkan gas H2 dengan laju alir 50 mL/menit pada temperatur reaktor 350oC dilanjutkan dengan mengalirkan uap piridin pada 3,5 gram katalis Ni-Mo/zeolit alam. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC) dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Produk yang terdeteksi dengan GC-MS meliputi etanal, propanon, n-heksana, dan metil siklopentana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan katalis selama lima kali running menyebabkan penurunan aktivitas katalis sebagai akibat dari turunnya luas permukaan spesifik, volume total pori, dan keasaman katalis. Penyebab terjadinya penurunan aktivitas katalis Ni-Mo/ZA yaitu terbentuknya kokas (fouling), poisoning, dan sintering.
PEMANFAATAN KARAGENAN DALAM PEMBUATAN NUGGET IKAN CUCUT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.586

Abstract

Salah satu produk perikanan yang dapat dikembangkan dan berpeluang menambah  nilai tambah  adalah  nugget ikan  cucut.  Bahan  alami  pembentuk gel yang  dapat  digunakan  sebagai  bahan  alternatif  aman  pengganti  boraks  dan sodium tripolifosfat dalam nugget ikan adalah karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh  penambahan  variasi  karagenan  terhadap  kadar proksimat  (air,  protein,  lemak,  abu,  karbohidrat),  kekuatan  gel,  jumlah  mikroba, warna  aroma,  rasa  dan  tekstur nugget  ikan  cucut.  Penambahan  karagenan meningkatkan  kadar kadar air,  protein,  abu,  kekuatan  gel  dan  jumlah mikroorganisme  serta  menurunkan  kadar lemak dan  karbohidrat.  Penambahan karagenan  tidak berpengaruh  terhadap  parameter warna,  aroma, dan rasa nugget ikan cucut, tetapi berpengaruh terhadap tekstur (kekenyalan) nugget ikan cucut. Nugget ikan cucut yang paling disukai panelis adalah sampel N3 yaitu nugget dengan penambahan karagenan 1,5 %. Hasil Analisis kadar air berkisar 53,89-58,35%; kadar protein 20,52-21,52%; kadar lemak 4,29-3,05%; kadar abu 2,14-2,63%; kadar karbohidrat 19,16-14,45%; kekuatan gel 1773,27-2958,53 (gf); Jumlah mikroba masa simpan hari ke-15 9 x 102 - 5,8 x 103 (koloni per g/mL).
EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS ZAT WARNA BRAZILEIN DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.587

Abstract

Perkembangan industri pengolahan pangan dan terbatasnya jumlah dan mutu zat pewarna alami, menyebabkan penggunaan zat warna sintetis meningkat. Penggunaan pewarna sintetis dapat digantikan dengan pewarna alam. Salah satu alternatif pewarna alam yang digunakan adalah pewarna alami dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Penelitian ini mempelajari cara ekstraksi zat warna brazilein dari kayu secang menggunakan pelarut etanol dengan alat soxhlet dan mengetahui uji stabilitas zat warna brazilein dari kayu secang terhadap pengaruh pH, oksidator, sinar matahari, kondisi penyimpanan (pada suhu kamar dan suhu dingin) dan penambahan larutan standar logam Zn. Sampel penelitian menggunakan serbuk kayu secang. Ekstraksi kayu secang menggunakan soxhlet menghasilkan serapan UV-Vis sebesar 0,303 dengan pH 6. Uji stabilitas zat warna brazilein kayu secang pada pengaruh pH masih stabil sampai pH 7, dipengaruhi oksidator masih stabil sampai jam ke 6, dipengaruhi lama penyinaran masih stabil sampai jam ke 3, dipengaruhi kondisi penyimpanan pada suhu kamar masih stabil sampai hari ke 9 sedangkan kondisi penyimpanan pada suhu dingin masih cukup stabil sampai hari ke 15 dan dipengaruhi penambahan larutan standar logam Zn masih stabil sampai konsentrasi 0,5 ppm.
SINTESIS DAN PEMANFAATAN MEMBRAN KITOSAN-SILIKA SEBAGAI MEMBRAN PEMISAH ION LOGAM Fe2+
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.588

Abstract

Membran kitosan-silika disintesis melalui proses sol gel dengan variasi konsentrasi kitosan dalam membran. Variasi membran kitosan-silika yaitu 1:1, 1,5:1, 2:1, 2,5:1, dan 3:1. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran kitosan-silika ditinjau dari gugus fungsi, morfologi dan permeabilitasnya, mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan terhadap selektivitas membran kitosan-silika, serta mengetahui efektivitas membran kitosan-silika dalam proses pemisahan ion logam Fe2+. Membran yang telah disintesis dikarakterisasi dengan spektrofotometri (Fourier Transform Infrared) FTIR dan metode Brunnaeur Emmet Teller (BET). Membran kitosan-silika juga dianalisis sifat swellingnya terhadap aquades, morfologinya dengan menggunakan SEM, serta pengukuran koefisien rejeksinya terhadap ion logam Fe2+. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya interaksi antara kitosan dan silika di dalam membran kitosan-silika. Analisis morfologi menggunakan hasil pencitraan SEM menunjukkan adanya pori-pori pada membran kitosan-silika. Hasil ini didukung dengan data analisis BET yang menunjukkan membran kitosan silika merupakan membran yang berpori. Hasil uji swelling terhadap akuades menunjukkan bahwa membran kitosan-silika merupakan membran yang hidrofilik. Pengukuran Koefisien Rejeksi yang menunjukkan selektivitas membran dilakukan pada proses pemisahan ion logam Fe2+. Komposisi terbaik membran kitosan-silika dalam memisahkan ion logam Fe2+ adalah 1:1 dengan nilai koefisien rejeksi 97,33%.  
PREPARASI, KARAKTERISASI, DAN UJI AKTIVITAS KATALIS NI-MO/ZEOLIT ALAM DALAM PROSES CATALYTIC CRACKING JELANTAH MENJADI BIOGASOLINE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.589

Abstract

Research about preparation, characterization, and activity test of Ni-Mo/ZA catalyst on catalytic cracking process of used cooking oil has been done. The variables studied during the activity test were hydrogen flow rate and reaction temperature. The type of condensate products result of cracking process was also studied. Characteristics of the Ni-Mo/ZA catalyst including metal content of Ni and Mo,acidity, and porosity of catalyst were determined by Atomic Adsorption Spectroscopy (AAS), gravimetric method, and BET method respectively. The waste cooking oil was firstly reacted with base KOH and methanol to produce methyl ester waste cooking oil. The process of catalytic cracking waste cooking oil  with Ni-Mo/ZA catalysts carried out for 1.5 hours by varying the temperature of 300oC, 350oC, and 400oC, and varying the hydrogen flow rate of 10, 20, 30, 40, and 50 mL/min. The products were analyzed by means Gas Chromatography and Gas Chromatography-Mass Spectroscopy. It is shown that the highest conversion percentage of 53.4% reached at the optimum temperature of 350oC, whereas optimum hydrogen flow rate obtained at 20 mL/min. It is also shown that the composition of product consisted of hexane 89.58%, cyclopentane 3.44%, pentane 3.03%, 2-propanone 0.94% and octane 0.07%.
UJI AKTIVITAS KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT PADA REAKSI HIDRORENGKAH FRAKSI SAMPAH PLASTIK (POLIETILEN)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.590

Abstract

The catalytic activity test of Ni-Mo/Zeolite catalyst in the hydrocracking reaction of polyethylene (HDPE) waste fraction have been investigated. The purpose of this study was to determine the catalytic activity of Ni-Mo/ZA on  hydrocracking reactions of polyethylene waste. This research studied the effect of the mass ratio of catalyst / feed and reaction temperature. The catalysts were prepared by the following procedure: activation by acid and salt (1% HF, 6 M HCl, and 1 N NH4Cl), calcination with N2, oxidation with O2, and finally reduction with H2. Further Ni and Mo was impregnated into zeolite with the order: Mo first, then Ni (ratio of Ni : Mo is 1:2). Characterization of catalysts include the determination of surface area by BET method, the acidity of catalyst by gravimetric method, and the distribution of the bimetallic Ni-Mo metal by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) respectively. Polyethylene plastic waste first treat by the pyrolysis method at a temperature of 550oC while flowing N2. Hydrocracking process was operated in a flow- fixed bed reactor by varying the mass ratio of catalyst / feed 1 : 4, 2 : 4, 3 : 4, and operating temperature at 350oC, 400oC, 450oC, 500oC, 550oC for 2 hours. The liquid product of hydrocracking process was analyzed by GC and GC-MS. Analysis of data showed that the greatest catalytic activity of Ni-Mo/ZA at a temperature  500oC resulting a conversion of 1.334%. GC-MS analysis showed that the liquid hydrocracking products at the optimum temperature has a chemical composition consisting of ethanal, 2-propanone and 3-Methyl-2-pentanone.
SINTESIS NANO ZnO YANG DIEMBANKAN PADA ABU VULKANIK UNTUK KATALIS FOTODEGRADASI DIKLORO DIFENIL TRIKLOROETANA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.591

Abstract

Telah dilakukan sintesis nano ZnO yang diembankan pada abu vulkanik dan aplikasinya sebagai katalis fotodegradasi insektisida dikloro difenil trikloroetana (DDT). Karakterisasi ZnO/abu vulkanik dilakukan dengan menggunakan SEM-EDX, XRD, dan Spektrofotometer DR-UV. Hasil degradasi DDT diuji dengan spektofotometer UV-Vis, titrasi asidi-alkalimetri dan argentometri. Degradasi DDT dilakukan dengan variasi jenis sinar dan lama penyinaran dengan sinar matahari dan UV. Lama penyinaran 1, 2, dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZnO/abu vulkanik yang berhasil disintesis berukuran 68,878 nm, memiliki Eg sebesar 3.4 eV. Hasil uji degradasi DDT dengan sinar matahari pada waktu 1 jam = 21,40%, 2 jam = 38,91%, 3 jam = 43,58%, sedangkan untuk sinar UV pada waktu 1 jam = 12,06%, 2 jam = 19,45%, 3 jam = 22,56%.  Kadar CO2 yaitu pada sinar matahari dengan waktu 1 jam = 84,4 mg/L, 2 jam = 148 mg/L, 3 jam = 211 mg/L, pada sinar UV dengan waktu 1 jam = 84,4 mg/L, 2 jam = 105 mg/L, 3 jam = 190 mg/L, kadar Cl- yaitu pada sinar matahari dengan waktu 1 jam = 78,1 mg/L, 2 jam = 79,9 mg/L, 3 jam = 81,6 mg/L, pada sinar UV dengan waktu 1 jam = 49,7 mg/L, 2 jam = 51,5 mg/L, 3 jam = 53,2 mg/L.