cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PENGARUH TEMPERATUR PADA REAKSI HIDRODENITROGENASI PIRIDIN DENGAN KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.592

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh temperatur pada reaksi hidrodenitrogenasi piridin dengan katalis Ni-Mo/zeolit alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur pada rentang 300 s.d 400oC terhadap reaksi HDN piridin dengan katalis Ni-Mo/ZA. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan, volume pori, dan rerata jejari pori dengan alat Gas Sorption Analyzer NOVA-1000, dan penentuan keasaman dengan adsorpsi gas amoniak piridin. Uji aktivitas katalis dilakukan pada proses HDN piridin dengan mengalirkan gas H2 dengan laju alir 50 mL/menit pada temperatur 300, 325, 350, 375, dan 400oC dilanjutkan dengan mengalirkan uap piridin melewati 1 gram katalis Ni-Mo/zeolit alam. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC) dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Produk yang terdeteksi pada temperatur optimum 350oC dengan GC-MS meliputi metilsiklopentana, n-heksana, dan 3-metil pentana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan temperatur berpengaruh terhadap konversi (%) piridin sisa pada temperatur optimum sebesar 70,5893 % dan harga Ea reaksi HDN piridin dengan katalis Ni-Mo/ZA pada paparan temperatur 300 s.d 350oC dan 350 s.d 400oC masing-masing sebesar 56,1118 kJ mol-1 dan -44,2387 kJ mol-1.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT ALAM SEBAGAI KATALIS PERENGKAHAN SAMPAH PLASTIK HDPE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.593

Abstract

Preparation and characterization of the bimetallic catalyst Ni-Mo into natural zeolite active has been investigated. The preparations of catalysts were performed by insertion of sequence differences Ni-Mo metal into the natural zeolite and varying the rasio metal amount of 1%, 3% and 5% w/w.  The purpose of this study is to investigate the characteristics of the catalyst Ni-Mo/ZA and Mo-Ni/ZA, then applied in the process of catalytic cracking HDPE plastic waste. Activation of natural zeolites include treatment with an acid and salt (HCl 6M and NH4Cl 1N). Further Ni and Mo was impregnated into zeolite with the order : Mo in the first, then Ni to form Ni-Mo/ZA catalyst and Ni in the first then Mo to  Mo-Ni/ZA catalyst with a ratio Ni:Mo 1:2. Calcination with N2 at 500oC, oxidation with O2 and reduction with H2 at 400oC. The characterization of catalysts included determination of metal content using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), the acidity of catalyst by gravimetric method, and the porosity of catalyst by BET method. Polyethylene plastic waste treated by the pyrolysis method at a temperature of 550oC while flowing N2. Hydrocracking process was operated in a flow- fixed bed reactor at 360°C; ratio of catalyst/feed 0.5 under hydrogen stream (20 mL/minutes) for 2 hours for each catalyst.  A  product analyzed by gas chromatography (GC) and gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS). Analysis of the products showed the greatest catalytic activity is a catalyst Ni-Mo/ZA 5% w/w with a product conversion percentage of 6.6299%. GC-MS analysis  showed that the liquid hydrocracking products has a chemical composition consisting of  ethyl alcohol and 2-propanone. Research shows that the distribution of the bimetallic Ni-Mo metal, metal amount impregnation, and the acidity of the catalyst was the most influential in the process of catalytic cracking reaction of HDPE plastic waste.
PENURUNAN KANDUNGAN NIKEL(II) DALAM PROSES KOAGULASI MENGGUNAKAN FeSO4 DAN LIMBAH BESI PADA LIMBAH ELEKTROPLATING
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.594

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbedaan penurunan kandungan ion nikel(II) pada proses koagulasi menggunakan FeSO4 dengan limbah besi pada limbah elektroplating. Limbah cair nikel dan limbah besi diambil dari salah satu industri rumah tangga pabrik pelapisan logam di Juwana, Pati, Jawa Tengah. Limbah besi berupa serbuk yang berasal dari proses pengamplasan yang sudah tidak terpakai lagi. Parameter yang diteliti adalah pH, massa, dan waktu kontak optimum. Pengukuran kadar ion nikel pada semua perlakuan ditentukan dengan metode spektroskopi serapan atom (SSA). Hasil penelitian diperoleh kondisi optimum pengendapan limbah  Ni2+ dengan penambahan FeSO4 0,6 g terjadi pada pH 3, waktu 30 menit dengan penurunan ion nikel(II) sebesar 84,15%, sedangkan kondisi optimum pengendapan limbah  Ni2+ dengan penambahan limbah besi  0,6 g terjadi pada pH 3, waktu 30 menit dengan penurunan ion nikel(II) sebesar 79,84%.
FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL RED MENGGUNAKAN KATALIS -Fe2O3/Fe3O4 CORE SHELL NANOSTRUKTUR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.595

Abstract

Penelitian mengenai pemanfaatan katalis -Fe2O3/Fe3O4 yang dibentuk dari bahan magnetik Fe3O4 sebagai katalis fotodegradasi zat warna remazol red telah dilakukan. Teknologi fotokatalisis merupakan teknologi yang cukup efektif untuk mendegradasi limbah organik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur oksidasi pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 berbahan magnetik dari Fe3O4 dalam sintesis katalis dan untuk mengetahui pengaruh pH larutan serta waktu penyinaran terhadap fotodegradasi remazol red. Material Fe3O4 telah disintesis menggunakan metode kopresipitasi, kemudian dioksidasi pada temperatur (310oC, 380oC dan 450oC). Pengaruh pH larutan proses fotodegradasi dilakukan pada pH 6, 7, 8, 9, dan 10, sedangkan pengaruh waktu penyinaran dilakukan pada 15, 30, 45, dan 60 menit. Hasil karakterisasi menggunakan XRD, DR-UV, dan SEM menunjukkan pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 melalui oksidasi Fe3O4 paling maksimum pada temperatur 380oC yang memiliki energi gap 1,8 eV. Hasil presentase degradasi terhadap pH larutan menunjukkan hasil optimum pada pH 7 yaitu sebesar 53,72%. Untuk pengaruh waktu penyinaran menunjukkan hasil maksimum pada waktu 60 menit, dengan presentase degradasi sebesar 48,17%. Katalis -Fe2O3/Fe3O4 memberikan presentase degradasi sebesar 42,55% lebih besar dari pada presentase degradasi katalis Fe3O4 yang sebesar 3,72%.
SINTESIS LAPIS TIPIS SENG OKSIDA (ZnO) NANORODS SEBAGAI FOTOANODA SEL SURYA TERSENSITASI ZAT WARNA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mensintesis lapis tipis seng oksida (ZnO) nanorods  dengan metode chemical bath deposition  sebagai fotoanoda sel surya tersensitasi zat warna. Kristal ZnO nanorods ditumbuhkan di atas substrat ITO:PET yang telah dilapisi ZnO nanoparticles sebagai seed layer. Data analisis XRD menunjukkan bahwa lapis tipis ZnO nanorods yang tumbuh di atas substrat merupakan polikristal dengan struktur wurtzite. Posisi puncak-puncak difraksi sinar-X ZnO nanorods sesuai dengan data JCPDS ZnO No. 75-1526. Kristalinitas sampel ZnO semakin meningkat dengan bertambahnya temperatur dan waktu deposisi. Nilai energi gap tidak mengalami perubahan yang signifikan oleh adanya perubahan temperatur dan waktu deposisi. Berdasarkan hasil pemindaian SEM, diketahui bahwa  diameter kristal ZnO nanorods berkisar antara 80-120 nm dan ketebalan lapis tipis sekitar 300 nm dengan aspect ratio  4. Sel surya disusun menggunakan fotoanoda lapis tipis ZnO nanorods:ITO, zat warna merkurokrom sebagai pensensitasi, pasangan redoks I-/I3- sebagai larutan elektrolit, dan serbuk karbon: ITO sebagai katoda. Aktivitas sel surya diukur di bawah penyinaran lampu UV komersial  (31 lux). Sel surya yang menggunakan  fotoanoda yang disintesis dengan variasi temperatur deposisi menghasilkan daya maksimum  tertinggi sebesar 3,15 m/cm2 dengan fill factor 60,76%, sedangkan  dengan variasi waktu deposisi menghasilkan daya maksimum tertinggi sebesar 5,03 m/cm2 dengan fill factor 63,23%.
ELEKTRODA SOLAR CELL BERBASIS KOMPOSIT TiO2/SiO2 SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.729

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan elektroda solar cell komposit TiO2/SiO2. Permasalahan dalam penelitian adalah seberapa besar pengaruh SiO2 terhadap nilai band gap dan kinerja elektroda sel TiO2. Tujuan dalam penelitian adalah mensintesis semikonduktor TiO2/SiO2 dan mempelajari pengaruh konsentrasi SiO2 terhadap kinerja solar cell. Komposit disintesis menggunakan metode sol-gel dengan prekursor TiIPP dan TEOS. Karakterisasi terhadap material hasil sintesis meliputi: band gap, bentuk dan ukuran kristal, morfologi permukaan dan komposisi komponen penyusunnya berturut-turut menggunakan DR-UV, XRD dan SEM-EDX. Solar cell diuji kinerjanya menggunakan lampu UV dengan panjang gelombang 365 nm. Penambahan SiO2 sebesar 0, 10, 15 dan 20 % mol menghasilkan nilai band gap berturut-turut sebesar 3,39 eV; 3,25 eV; 3,23 eV dan 3,42 eV dan efisiensi berturut-turut sebesar 0,0607%; 1,1471%; 2,2234% dan 0,0286%. Nilai efisiensi terbaik diberikan oleh komposit TiO2/SiO2 dengan konsentrasi SiO2 15 %mol. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa komposit TiO2/SiO2 memiliki struktur kristal tetragonal dengan ukuran partikel 16,24 nm - 9,38 nm, meskipun bentuk morfologi permukaannya kurang homogen.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK DENGAN KATALIS ZEOLIT SEKAM PADI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.746

Abstract

Seiring dengan menipisnya persediaan minyak bumi dan kian meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM), masyarakat mencari sumber bahan bakar alternatif. Salah satu cara menyediakan bahan bakar alternatif (biodiesel) pengganti bahan bakar minyak adalah dengan memanfaatkan hasil transesterifikasi minyak biji kapuk dengan katalis zeolit sekam padi. Reaksi transesterifikasi atau proses transesterifikasi pada dasarnya adalah pertukaran gugus ester. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui massa katalis zeolit sekam padi agar diperoleh biodiesel yang maksimal serta karakterisasi biodiesel yang dihasilkan. Proses transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak biji kapuk dengan metanol serta katalis zeolit sekam padi pada suhu 600C. Dari hasil penelitian diperoleh metil ester (biodiesel) yang dihasilkan dari 50 ml minyak biji kapuk dan 300 ml metanol menggunakan katalis zeolit sekam padi sebanyak 2 gram dan hasil GC-MS adalah metil ester palmitat 8,07%; metil ester linoleat 8,60% dan metil ester oleat 5,27%.
PENGARUH KONSENTRASI PADA PEMBUATAN MEMBRAN KITOSAN TERHADAP SELEKTIVITAS ION Zn(II) DAN Fe(II)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.747

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi pada pembuatan membran kitosan terhadap selektivitas ion logam Zn(II) dan ion logam Fe(II). Tujuan dalam penelitian adalah mensintesis membran kitosan dan mempelajari pengaruh konsentrasi pada pembuatan membran kitosan terhadap selektivitas ion logam Zn(II) dan ion logam Fe(II). Membran kitosan dibuat dengan variasi konsentrasi kitosan 1%; 1,25%; 1,5%; 1,75% dan 2%. Karakterisasi terhadap membran kitosan hasil sintesis meliputi: uji swelling, uji sifat mekanik membran, uji sifat kimia membran, dan analisis gugus fungsi. Uji kinerja membran terhadap ion logam Zn(II) dan ion logam Fe(II) dilakukan dengan metode batch. Berdasarkan uji swelling dan uji sifat mekanik terhadap membran diperoleh hasil terbaik yaitu membran kitosan 1%. Membran kitosan 1% lebih selektif mengadsorpsi ion logam Zn(II) dibandingkan dengan ion logam Fe(II) dengan daya adsorpsi sebesar 1,513 mmol/g membran kitosan, sedangkan Fe(II) hanya 0,391 mmol/g membran kitosan.
SINTESIS KITOSAN-BENTONIT SERTA APLIKASINYA SEBAGAI PENURUN KADAR INSEKTISIDA JENIS DIAZINON
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.748

Abstract

Bentonit digunakan untuk menyerap zat warna karena luasnya permukaan dan tingginya kapasitas tukar kation. Kitosan merupakan produk terdeasetilasi dari kitin yang merupakan biopolimer yang digunakan untuk penyerap logam berat, zat warna karena adanya  kelompok amina (-NH2) dan gugus hidroksil (-OH) pada rantai polimer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kitosan-bentonit dalam proses penurunan kadar diazinon. Karakterisasi kitosan-bentonit dilakukan dengan FTIR dan XRD. Proses sintesis dengan cara melarutkan 5 g  kitosan ke dalam 500 mL asam asetat 2% kemudian mencampurnya dengan 5 g bentonit. Campuran diaduk konstan selama 2 jam dengan pH larutan diatur pada pH 4. Mendiamkan larutan selama 0,5 jam. Tahap selanjutnya adalah menyaring kitosan-bentonit kemudian mencucinya dengan aquademin hingga netral. Adsorpsi diazinon dilakukan dengan variasi waktu kontak dan konsentrasi untuk mengetahui kondisi maksimal yang diukur dengan UV-Vis. Hasil sintesis dengan rasio massa 1:1 antara kitosan dengan bentonit menunjukkan adanya vibrasi ulur dari N-H (amina) pada bilangan gelombang 3749,62  cm-1 yang berarti kitosan telah menempel pada permukaan bentonit. Hasil XRD untuk kitosan-bentonit 1:1 menunjukkan 2θ (theha) sebesar 5,76; 20,05; 21,00.Konsentrasi diazinon yang terserap oleh kitosan-bentonit 1:1 pada waktu 20 menit adalah 1,05x10-3mmol/g.
KINETIKA REAKSI SIKLISASI-ASETILASI SITRONELAL MENJADI ISOPULEGIL ASETAT TERKATALISIS Zr4+-ZEOLIT BETA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.749

Abstract

Kinetika reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dengan katalis Zr4+-zeolit beta dikaji menggunakan model mekanisme Langmuir-Hinshelwood. Preparasi katalis dilakukan melalui pertukaran kation H-zeolit beta dengan ZrCl4 0,1M dan dikarakterisasi XRF,  XRD, dan analisis surface area. Sitronelal E-Merck digunakan dalam reaksi siklisasi-asetilasi ini. Reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta dilakukan dengan variasi perbandingan molar sitronelal dengan anhidrida asam asetat yaitu 1:4; 1:2; 1:1; 5:4; 3:2. Selama reaksi berlangsung, ke dalam sistem diambil sampel sebanyak masing-masing 1 mL pada durasi reaksi 180, 360, dan 540 menit. Untuk memisahkan hasil produk reaksi dapat ditambahkan n-heksane dan aquades kemudian disentrifuge. Elusidasi struktur dilakukan dengan GC dan GC-MS. Produk utama reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal adalah isopulegil asetat dan neoisopulegil asetat. Produk utama reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal adalah isopulegil asetat dan neoisopulegil asetat. Kondisi optimum pada reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal terkatalisis Zr4+-zeolit beta terjadi pada perbandingan mol [SIT]/[AA]=1:2 dan waktu reaksi 540 menit. Hasil analisis kinetika reaksi siklisasi-asetilasi terkatalis Zr4+-zeolit beta pada durasi 360 menit memiliki k sebesar 3,262–4,673 mmol (menit.gram katalis)-1 dan KSIT/KAA sebesar 3,542.