cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PENURUNAN Cu2+ PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN LIMBAH BESI DAN KAPUR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.750

Abstract

Industri elektroplating merupakan salah satu industri yang menghasilkan berbagai macam limbah. Salah satu diantaranya adalah limbah cair tembaga yang gunakan sebagai bahan baku pelapisan logam. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menurunkan kadar limbah cair tembaga menggunakan limbah besi dan kapur melalui proses koagulasi-flokulasi. Parameter yang diteliti meliputi persentase larutan kapur optimum, pH dan waktu pengadukan optimum. Variabel penelitian yang digunakan larutan kapur 0, 5 %, 10 %, 20 % dan 30 %  dengan penambahan     5 gr limbah besi, kemudian pH limbah antara 1-5 dilanjutkan waktu pengadukan yaitu 20, 40, 60, 80 dan 90 menit. Hasil akhir filtrat tembaga kemudian diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan λ= 324,8 nm. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi optimum penggumpalan limbah Cu2+ ditambahkan larutan kapur 30%, terjadi pada pH 4 dan lama waktu pengadukan 80 menit dapat menurunkan kadar ion tembaga sebesar 96,67 %.
PERANAN KATALIS Fe3+-ZEOLIT BETA PADA REAKSI SIKLISASI-ASETILASI SITRONELAL MENJADI ISOPULEGIL ASETAT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.751

Abstract

Studi tentang aktivitas dan selektivitas katalis Fe3+-zeolit beta pada reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal menjadi isopulegil asetat telah dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan selektivitas katalis Fe3+-zeolit beta terhadap reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal menjadi isopulegil asetat. Katalis yang digunakan adalah Fe3+-zeolit beta yang dipreparasi dengan metode yang meliputi aktivasi H-zeolit beta, pertukaran ion dengan FeCl3 0,1 M, dan kalsinasi. Karakterisasi katalis meliputi kristalinitas katalis dengan X Ray Diffraction (XRD) dan porositas katalis dengan Surface Area Analyzer (SAA). Sitronelal adalah salah satu senyawa monoterpena yang dapat mengalami reaksi siklisasi-asetilasi dengan katalis homogen dan heterogen. Reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dengan katalis Fe3+-zeolit beta menjadi isopulegil asetat menggunakan anhidrida asam asetat di refluks selama 9 jam pada suhu 29 oC dan 80 oC yang diambil cuplikannya pada waktu 3, 6, dan 9 jam. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC) dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil analisis GC menunjukkan aktivitas dan selektivitas katalis terbesar dihasilkan oleh Fe3+-zeolit beta pada temperatur 80 oC waktu 9 jam dengan menghasilkan aktivitas dan selektivitas sebesar 38,58% dan 8,64% sedangkan analisis GC-MS menunjukkan bahwa terbentuk produk isopulegil asetat.
REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA DENGAN METANOL MENGGUNAKAN KATALIS BENTONIT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.752

Abstract

Bahan bakar minyak bumi merupakan sumber energi dengan konsumsi terbesar saat ini, penggunaan yang terus menerus mengakibatkan krisis bahan bakar minyak bumi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu energi alternatif yang terbarukan salah satunya biodiesel dari minyak kelapa. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu berapa rasio mol metanol dan minyak kelapa agar diperoleh hasil yang tinggi dan bagaimana pengaruh konsentrasi katalis bentonit pada reaksi transesterifikasi minyak kelapa dan metanol. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui rasio mol metanol dan minyak kelapa agar diperoleh hasil yang tinggi, dan pengaruh katalis bentonit dalam reaksi transesterifikasi minyak kelapa dan metanol. Metoda yang digunakan yaitu reaksi transesterifikasi minyak kelapa dan metanol dengan rasio mol (4:1; 3:1; 2:1; 1:1) dan variasi katalis bentonit (1,0%; 1,5%; 2,0%; 2,5%). Waktu reaksi transesterifikasi 3 jam dengan suhu reaksi 650C dan pengadukan konstan 400 rpm. Hasilnya dikarakterisasi dengan XRD, FTIR, GC dan GCMS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rasio mol yang memberikan hasil tertinggi yaitu rasio mol 4:1 dan variasi katalis bentonit 1%. Metil alkanoat yang dihasilkan pada rasio mol 4:1 yaitu 11,46% dengan komposisi 1,15% metil oktanoat; 3,80% metil kaprat; 5,83% metil laurat; 0,35% metil miristat dan 0,32% metil palmitat.
PRODUKSI BIODIESEL DARI DEDAK PADI (Rice Bran) MELALUI DUA TAHAP REAKSI IN-SITU
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.753

Abstract

Cadangan energi unrenewable semakin menipis sehingga perlu dicari sumber-sumber bahan bakar alternatif yang bersifat renewable. Biodiesel merupakan alternatif pengganti solar. Dedak padi dipilih sebagai bahan dasar pembuatan biodiesel karena bahan tersebut belum banyak dimanfaatkan. Produksi biodiesel dengan metode in-situ dua tahap dapat menurunkan biaya produksi karena proses ekstraksi dan reaksi esterifikasi maupun transesterifikasi terjadi secara simultan. Alkohol yang digunakan pada proses ini adalah metanol yang berfungsi sebagai pelarut pengekstrak komponen-komponen minyak sekaligus sebagai reaktan. Esterifikasi in-situ digunakan  terlebih dahulu sebab minyak mentah dedak padi mengandung free fatty acid (FFA) tinggi yaitu sekitar 5-80%, sedangkan transesterifikasi in-situ digunakan  untuk mereaksikan komponen selain FFA yaitu asilgliserin yang dapat dilakukan jika kandungan FFA dalam  bahan baku kurang dari 5%. Kondisi reaksi dengan hasil konversi tertinggi pada reaksi esterifikasi in-situ diperoleh dengan penambahan katalis H2SO4 1 mL dengan waktu reaksi 90 menit. Penambahan katalis KOH 5N sebanyak 7,5 mL dengan waktu reaksi 90 menit memberikan hasil yield tertinggi dari transesterifikasi in-situ.
UJI ANTIMIKROBA ETIL p-METOKSI SINAMAT DARI RIMPANG KENCUR TERHADAP BACILLUS SUBTILIS
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.754

Abstract

Etil p-metoksi sinamat merupakan senyawa hasil isolasi dari rimpang kencur, dalam penelitian ini dilakukan uji aktivitas antimikroba terhadap Bacillus subtilis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar etil p-metoksi sinamat yang didapatkan dari penelitian ini sebesar 99% menggunakan instrumen GC-MS. Senyawa etil p-metoksi sinamat dalam pelarut kloroform (konsentrasi 0,1M; 0,2M; 0,3M) mendapatkan daerah bening di sekitar cakram uji sebesar berturut-turut 12 mm; 13,66 mm; 15,66 mm. Ekstrak kencur 20% dalam pelarut kloroform mendapatkan daerah bening sebesar 8,66%; ekstrak kencur 100% tidak menunjukkan adanya daerah bening dan pelarut kloroform sebagai kontrol mendapatkan daerah bening sebesar 11 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etil p-metoksi sinamat tidak menunjukkan hasil hambatan yang signifikan terhadap pertumbuhan Bacillus subtilis dibandingkan kloroform, dimungkinkan yang lebih berperan untuk menghambat Bacillus subtilis adalah kloroform itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa etil p-metoksi sinamat dan ekstrak kencur tidak mempunyai aktivitas hambatan pertumbuhan Bacillus subtilis.
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA SENYAWA HASIL REAKSI HIDRASI KARIOFILENA PADA ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa turunan β-kariofilena hasil reaksi hidrasi β-kariofilena  dalam pelarut diklorometana. Selain itu,  untuk  mengetahui pengaruh senyawa turunan kariofilena hasil reaksi hidrasi β-kariofilena pada pertumbuhan mikroba Eschericia Coli dan Staphylococcus Aureus. Penelitian diawali dengan  mensintesis senyawa turunan β-kariofilena dari senyawa β-kariofilena dengan menggunakan reaksi hidrasi dalam suasana asam. Analisis senyawa turunan β-kariofilena dengan menggunakan IR dan Kromatografi Gas (GC). Selanjutnya sifat antibakteri senyawa turunan β-kariofilena tersebut diuji terhadap bakteri Eschericia Coli dan Staphylococcus Aureus. Dari hasil penelitian didapat bahwa senyawa turunan β-kariofilena hasil reaksi hidrasi β-kariofilena  dalam pelarut diklorometana adalah senyawa kariofilena alkohol. Pengaruh senyawa turunan β-kariofilena hasil reaksi hidrasi β-kariofilena pada pertumbuhan mikroba Eschericia Coli dan Staphylococcus Aureus adalah semakin besar konsentrasi dan semakin lama di inkubasi maka semakin besar daya hambat yang dimiliki senyawa kariofilena alkohol terhadap tumbuhnya bakteri tersebut sampai batas maksimum yang telah diteliti adalah  dengan konsentrasi 75% dan lama inkubasi 48 jam. Daya antimikroba pada kariofilena alkohol terhadap bakteri Eschericia Coli 1,3 cm dan bakteri Staphylococcus Aureus 1,5 cm.
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM BENZOAT DAN LAMA PENYIMPANAN PADA KADAR FENOLAT TOTAL PASTA TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.756

Abstract

Buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill) sering dijadikan salah satu bahan baku untuk pembuatan pasta tomat karena selain buahnya enak, buah tomat juga mengandung antioksidan seperti vitamin C, betakaroten, senyawa  fenolat dan senyawa karotenoid baik bagi tubuh kita. Pengawet perlu ditambahkan untuk mempertahankan kadar fenolat total dalam pasta tomat. Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji pengaruh perlakuan lama penyimpanan dan penambahan natrium benzoat pada kadar fenolat total dalam pasta tomat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Folin Ciocalteu dan pengukurannya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Variabel penelitian terdiri dari variabel terikat yaitu kadar fenolat total dan variabel bebas yaitu lama penyimpanan (0, 2, 4, 6, dan 8 minggu) dan penambahan natrium benzoat (400, 600, dan 800 ppm) pada pasta tomat. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini uji t dan anava dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan (0, 2, 4, 6 dan 8) berpengaruh signifikan pada kadar fenolat total dalam pasta tomat, sedangkan penambahan natrium benzoat (400, 600 dan 800 ppm) tidak berpengaruh signifikan pada kadar fenolat total dalam pasta tomat.
SINTESIS MEMBRAN PADAT SILIKA ABU SEKAM PADI DAN APLIKASINYA UNTUK DEKOLORISASI RHODAMIN B PADA LIMBAH CAIR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.757

Abstract

Sekam padi merupakan limbah utama proses penggilingan padi yang dapat digunakan sebagai sumber silika untuk sintesis membran padat. Membran padat silika merupakan membran yang terbuat dari silika dengan perekat poly  vinyl alcohol (PVA), pengemulsi poly  ethylen glykol (PEG), dan bahan pengaktif asam fosfat (H3PO4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa campuran PVA,  waktu perendaman dalam  larutan  H3PO4 , selektivitas,   dan morfologi  membran  padat.  Uji selektifitas dilakukan dengan  cara  menghitung koefisien  rejeksi  yang merupakan fraksi konsentrasi zat terlarut yang tidak menembus membrane. Sintesis  membran padat  dilakukan  dengan  variasi campuran PVA 2,4;  2,9;  3,4;  dan 3,9 gr.  Koefisien  rejeksi  tertinggi  sebesar  0, 74, diperoleh pada  massa campuran PVA sebesar 2,9 gr, sedangkan  waktu perendaman  selama 6 jam memiliki koefisien  rejeksi  tertinggi  sebesar  0,  80.  Hasil uji  morfologi  menunjukkan bahwa  diamati  membran padat silica yang direndam dalam  larutan  H3PO4 memiliki  pori-pori  yang semakin rapat dan  teratur.  Selain itu, semakin  tinggi koefisien rejeksi maka semakin baik digunakan untuk dekolorisasi zat warna rhodamin B.
SINTESIS ASKORBIL LAURAT MELALUI REAKSI ESTERIFIKASI DENGAN KATALIS ENZIM LIPASE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.758

Abstract

Antioksidan merupakan salah satu produk alami yang dapat ditemukan di alam namun penggunaannya relatif lebih terbatas karena sifatnya yang hidrofilik. Antioksidan alami perlu dimodifikasi melalui reaksi esterifikasi dengan asam lemak agar dapat digunakan dalam media lipofilik. Penelitian ini bertujuan untuk  mensintesis  asam askorbat laurat melalui reaksi esterifikasi dengan katalis enzim lipase dari biji wijen (Sesamun indicum L) dalam pelarut organik. Enzim lipase dari biji wijen dipreparasi dengan menghaluskan biji wijen yang telah dikeringkan terlebih dahulu pada temperatur 40oC. Variabel dalam penelitian sintesis askorbil laurat ini adalah  waktu (12 jam, 18 jam, 24 jam), temperatur (40oC, 50oC, 60oC), rasio mol (4 : 1; 8 : 1; 12 : 1; asam askorbat : asam laurat) dan pH reaksi (pH 6 dan pH 7). Yield yang tinggi dihasilkan pada waktu reaksi 18 jam, temperatur 50oC, rasio mol 4 : 1 (asam askorbat : asam laurat),  dan pH reaksi 7 adalah 44.362 %. Identifikasi asam laurat yang bereaksi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan kurva kalibrasi standar. Identifikasi gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa askorbil laurat menggunakan  spektrofotometer FT-IR dan uji kemurnian dengan TLC.
UJI AKTIVITAS SENYAWA HASIL OKSIDASI KARIOFILENA DENGAN KMNO4 TERHADAP Candida albicans
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i2.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan kariofilena melalui reaksi oksidasi dengan KMnO4 dan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antijamur Candida albicans antara kariofilena dengan  senyawa hasil oksidasi kariofilena. Candida albicans merupakan salah satu organisme komensal yang bertindak sebagai flora normal pada tubuh manusia, tetapi Candida albicans dapat menyebabkan infeksi yang bersifat menyeluruh dan berakibat fatal. Uji aktivitas senyawa hasil oksidasi kariofilena terhadap jamur Candida albicans dengan menggunakan metode disc diffusion. Hasil penelitian menunjukkan: produk reaksi oksidasi kariofilena dengan oksidator KMnO4 suasana asam diperkirakan berupa senyawa kariolanol dengan konsentrasi sebesar 42,64%; senyawa hasil oksidasi kariofilena (konsentrasi  5% b/v;  25% b/v; dan 75% b/v) mempunyai aktivitas sebagai  antijamur Candida albicans; senyawa hasil oksidasi kariofilena mempunyai aktivitas antijamur Candida albicans lebih efektif dibandingkan kariofilena; dan aktivitas antijamur Candida albicans dari senyawa hasil oksidasi kariofilena yang paling efektif ditunjukkan oleh konsentrasi uji 75% b/v dengan diameter hambatan rata-rata sebesar 17,33 mm.