cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
SINTESIS CaO.SrO DAN APLIKASINYA PADA REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9160

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Sintesis Katalis CaO.SrO  Nanopartikel Dan Aplikasinya Pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Menjadi Biodiesel” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter katalis meliputi kristalinitas, gugus fungsi dan luas permukaan serta aktifitasnya pada reaksi transesterifikasi minyak menjadi biodiesel. Metode yang digunakan untuk sintesis CaO.SrO adalah metode kopresipitasi, sedangkan untuk sintesis biodiesel adalah reaksi transesterifikasi dengan metode Bath.Berdasarkan hasil analisis dengan XRD menunjukkan penambahan loading SrO pada CaO berpengaruh terhadap kristalinitas katalis. Berdasarkan analisis dengan Match Katalis yang terbentuk Ca(OH)2­ dan SrCO3 . Ca(OH)2 dan SrCO3 terbentuk karena proses kalsinasi yang tidak sempurna sehingga CaO.SrO tidak terbentuk sempurna. Analisis dengan BET menunjukkan katalis CaO.SrO mempunyai luas permukaan antara CaO dan SrO. Aktivitas katalitik optimal diperoleh pada katalis CaO.SrO perbandingan mol 1:1, jumlah katalis 1% b/v reaktan, waktu reaksi optimal 120 menit dengan konversi biodiesel 96,6%. Biodiesel yang dihasilkan menunjukkan mempunyai densitas 0,851 g/mL dari aturan SNI (0,85-0,89) g/mL dan nilai viskositas kinematis sebesar 2,427  cSt dari aturan SNI 04-7128-2006 sebesar (2,3-6,0). Berdasarkan hasil analisis GCMS biodiesel yang dihasilkan mengandung metil miristat, metil oleat, metil linoleat dan metil palmitat.
PRODUKSI SUBSTRAT FERMENTASI BIOETANOL DARI ALGA MERAH Gracilaria verrucosa
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi HCl dan waktu pada proses hidrolisis untuk menghasilkan substrat fermentasi bioetanol dari Gracilaria verrucosa dengan kandungan gula reduksi tinggi serta karakterisasi substrat yang dihasilkan. Setelah mendapatkan substrat fermentasi bioetanol yang mengandung gula reduksi, substrat difermentasi dengan ragi roti selama 7 hari, kemudian diambil filtratnya untuk selanjutnya didistilasi. Distilat yang keluar dianalisis secara fisika dan kimia serta dianalisis menggunakan instrumen GC-MS. Dari hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, hidrolisis yang paling optimum dilakukan dengan HCl 30% selama 3 jam dengan konsentrasi gula reduksi sebesar 1493,33 ppm. Hasil analisis distilat hasil fermentasi secara fisika dan kimia sama dengan hasil analisis etanol Pro analysis, dan ketika dianalisis menggunakan GC-MS diketahui distilat mengandung senyawa etanol.
Biodiesel Minyak Biji Pepaya (Carica papaya L.) melalui Proses Transesterifikasi Kulit Telur
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9166

Abstract

Pembuatan biodiesel dari minyak biji pepaya (Carica papaya L.) melalui proses transesterifikasi menggunakan katalis kulit telur telah dipelajari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui massa optimum katalis kulit telur pada reaksi transesterifikasi minyak biji pepaya. Metode penelitian, tahap awal biji pepaya disokletasi dengan n-hexane teknis Setelah didapatkan minyak biji pepaya kemudian dilakukan proses transesterifikasi dengan rasio minyak : methanol yaitu 1:6 dan variasi penambahan katalis 1 gram, 2 gram, 3 gram, 4 gram, dan 5 gram pada masing-masing reaksi. Hasil transesterifkasi kemudian dimurnikan dengan Na2SO4 anhidrat setelah itu diuji dengan GC, GC-MS, FTIR. Hasil biodiesel dengan randemen tertinggi yaitu rasio massa katalis 4 gram mengasilkan 32,92731% metil ester yang terkonversi menjadi biodiesel.
PEMANFAATAN SERBUK BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica L) UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMPE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9167

Abstract

Limbah cair industri tempe mengandung bahan-bahan organik yang tinggi dan dibuang langsung di lingkungan sekitarnya.Salah satu prosesuntuk pengolahan limbah cair adalah koagulasi. Tanaman di Indonesia yang dapat digunakan sebagai koagulan alternatif adalah biji asam jawa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengadukan optimum, pH optimum limbah dan dosis optimum koagulandengan parameter turbiditas (kekeruhan) dan COD (Kebutuhan Oksigen Kimiawi). Variabel dalam penelitian meliputi waktu pengadukan (10,15,20 dan 25 menit), pH limbah (3;3,5;4;4 dan 5) dan dosis koagulan (100, 300, 500, 700 dan 900 mg). Metode pengujian COD adalah metode refluks tertutup secara spektrofotometri dan pengujian kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengadukan optimum, pH optimum limbah dan dosis optimum koagulan dalam pengolahan limbah cair tempe dengan koagulan serbuk biji asam jawa adalah 20 menit dengan pH limbah 4 dan penambahan dosis koagulan sebesar 300 mg dalam 200 mL limbah cair tempe.
Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas Calcium Channel Blocker Senyawa Turunan Dihidropiridin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9168

Abstract

Analisis hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas (HKSA) calcium channel blocker (CCB) model senyawa turunan dihidropiridin menggunakan deskriptor sterik, hidrofobik dan elektronik. Optimasi model senyawa turunan dihidropiridin menggunakan metode DFT dengan basis set 6-31G memakai software Gaussian09W, dan nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan software Gaussian 09W dan MarvinBeans. Data deskriptor yang digunakan untuk menghitung nilai  pIC50 dan dibandingkan dengan data eksperimen. Hasil perhitungan diperoleh menggunakan software IBM SPSS Statistics 21 dan dianalisis menggunakan metode regresi multilinear dan diperoleh persamaan HKSA: pIC50 = 42,881 + (-219,745) Energi HOMO + (-896,757) Energi LUMO + (-4,521) Momen dipol + (8,151) Log P + (-0,436) Indeks Platt + (-2,314) Indeks Balaban + (0,356) Indeks Harary + (-0,005) Indeks Hyperwiener + (0,013) Indeks Szeged + (-6,302) Wiener polarity + (1,901) Refractivity (n = 14; R = 0,995; R2 = 0,990387; SE = 0,20893; PRESS = 0,087304) Berdasarkan persamaan HKSA tersebut, didapatkan prediksi turunan senyawa dihidropiridin yang sangat berpotensi sebagai calcium channel blocker, yaitu 3-etil 5-fenil 4-(4,5-dibromo-1H-imidazol-2-il)-2,6-dimetil-1,4-dihidropiridin-3,5-dikarboksilat dengan nilai pIC50 27,116.
KAJIAN ADSORPSI LINEAR ALKILBENZENA SULFONAT (LAS) MENGGUNAKAN MAGNETIT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9169

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari sintesis magnetit dengan metode kopresipitasi, mengetahui keadaan optimum penyerapan LAS, mempelajari kinetika dan isoterm adsorpsi. Metode kopresipitasi dilakukan dengan mencampurkan larutan FeCl2dan FeCl3dan di titrasi menggunakan NH4OH. Magnetit dikarakterisasi dengan FTIR, XRD, BET, dan uji kemagnetan. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi pH, waktu kontak dan konsentrasi. Analisis LAS menggunakan metode MBAS. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan, pada bilangan gelombang 586,36 cm-1 dan 401,19 cm-1 terdapat pita serapan utama Fe-O magnetit. Difraktogram XRD menunjukkan semua sisi puncak magnetit hasil sintesis konsisten dengan data standar untuk Fe3O4 (file JCPDS No. 85-1436) dengan ukuran inti rata-rata partikel sebesar 19,34 nm, memiliki luas permukaan 56,97 m2/g, volume pori total 0,3076 cm3/g, dan rerata jari-jari pori 10,79 nm. Magnetit hasil sintesis dapat ditarik magnet permanen. Berdasarkan penelitian diperoleh keadaan optimum pada pH 6,07, waktu kontak 60 menit dan konsentrasi 2,44x10-06 mol/L. Kinetika adsorpsi mengikuti kinetika pseudo orde dua Ho dan isoterm adsorpsi mengikuti isoterm Langmuir.
PEMANFAATAN SERAT POHON PISANG DALAM SINTESIS GEOPOLIMER ABU LAYANG BATUBARA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9170

Abstract

Kebutuhan material pengganti OPC (Ordinary Portland Cement) semakin meningkat sebagai alternatif bahan bangunan ramah lingkungan. Geopolimer merupakan material yang berfungsi sebagai pengganti OPC namun karena sifatnya yang brittle perlu dilakukan penambahan serat untuk meningkatkan kuat tariknya. Penggabungan matriks geopolimer sebagai material anorganik dengan serat pohon pisang sebagai material organik menjadikannya sebagai material hibrida. Sintesis geopolimer dilakukan dengan mencampurkan abu layang, NaOH dan Na Silikat pada rasio S/L 1,5 kemudian ditambahkan serat pohon pisang. Penambahan serat optimum terjadi pada 1,5 % (b/b) dengan kuat tekan 32,35 MPa dan kuat tarik belah 10,9 MPa. Sampel uji 1,5 % serat mempunyai fasa amorf lebih besar jika dibandingkan sampel uji 0 % serat. Analisis ikatan kimia geopolimer dengan FTIR (Fourier Transform Infra Red) menunjukkan adanya pita serapan pada 2931,8 cm-1 yaitu C-H  yang menunjukan adanya serat. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa terdapat partikel serat berada di antara matriks geopolimer.
PENGARUH DOPING-N PADA AKTIVITAS FOTOKATALIS TiO2 UNTUK DEGRADASI METIL JINGGA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9176

Abstract

Titanium dioksida (TiO2) merupakan semikonduktor bersifat fotokatalis, dapat diaktifkan oleh cahaya pada tingkat energi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa optimum, waktu penyinaran dan sumber sinar yang digunakan. Proses fotokatalis yang melibatkan partikel-partikel semikonduktor yaitu N-TiO2 yang dibawah iluminasi sinar UV dan akan menghasilkan radikal hidroksil yang dapat mendegradasi metil jingga. Preparasi N-TiO2 dilakukan dengan metode sonokimia dan dikalsinasi pada suhu 550ºC selama 3 jam. Karakterisasi XRD memperlihatkan adanya puncak-puncak karakteristik N-TiO2 bentuk tetragonal. Hasil karakterisasi DR-UV menunjukkan nilai energi gap N-TiO2 sebesar 3,09eV cenderung menyebabkan penurunan energi celah pita yang diperoleh dari rasio N-TiO2 1% dengan suhu 550ºC. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa preparasi N-TiO2 telah berhasil dilakukan dan dapat digunakan untuk mendgradasi metil jingga.
SINTESIS SENYAWA DIHIDROPIRIMIDINON DARI ETIL ASETOASETAT DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9177

Abstract

Senyawa etil asetoasetat banyak digunakan sebagai zat perantara dalam berbagai produk farmasi dan kimia. Sintesis senyawa ini dilakukan melalui reaksi kondensasi Claisen. Senyawa etil asetoasetat hasil sintesis digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis senyawa dihidropirimidinon (I) sebagai senyawa antibakteri yang dibandingkan dengan senyawa dihidropirimidinon (II) dari etil asetoasetat hasil industri. Hasil GC-MS menunjukkan belum terbentuk senyawa etil asetoasetat melainkan senyawa etil asetat. Identifikasi senyawa dihidropirimidinon dilakukan dengan uji titik leleh, uji FT-IR dan uji GC-MS. Hasil rendemen senyawa dihidropirimidinon I dan II yaitu sebanyak 12,92% dan 14,90%. Hasil pengujian titik leleh senyawa dihidropirimidinon I dan II yaitu 199oC dan 201oC. Pengujian aktivitas antibakteri senyawa dihidropirimidinon dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan konsentrasi masing-masing senyawa dihidropirimidinon sebesar 0,1%; 0,2%; dan 0,4%. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri senyawa dihidropirimidinon I maupun senyawa dihidropirimidinon II tidak menunjukkan adanya daya hambat.
PENGARUH SELULASE BERBAGAI JAMUR PADA HIDROLISIS ENZIMATIK KULIT PISANG DALAM PEMBUATAN BIOETANOL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9178

Abstract

Indonesia mempunyai banyak limbah hasil pertanian, salah satunya adalah kulit pisang. Kulit pisang belum banyak diolah di Indonesia untuk menjadi bahan bakar alternatif. Dalam kulit pisang mengandung selulosa sekitar 17,36 %. Selulosa berpotensi untuk dijadikan bahan baku dalam memproduksi etanol melalui proses delignifikasi, hidrolisis dan biokonversi oleh mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis jamur terbaik sebagai katalis pada hidrolisis dan kadar bioetanol tertinggi hasil fermentasi serbuk kulit pisang. Pada penelitian ini proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Proses hidrolisis dilakukan dengan katalis enzim dari jamur selama 6,7 dan 8 jam, dan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu 8, 10, 12 dan 14 hari. Jenis jamur terbaik sebagai katalis pada proses hidrolisis berasal dari jamur tiram. Kadar bioetanol tertinggi pada waktu fermentasi 10 hari sebesar 0,26%. Kadar bioetanol meningkat dengan penambahan supernatan 100 mL saat hidrolisis yaitu menjadi 1,28%.