cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA TURUNAN APIGENIN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8285

Abstract

Penelitian ini menggunakan kajian secara komputasi mengenai HKSA senyawa turunan Apigenin menggunakan deskriptor sterik, hidrofobik dan elektronik. Nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan program Gaussian-09 dan MarvinBeans-15.1.26. Data deskriptor sterik, hidrofobik dan teoritik dibandingkan dengan data Log 1/IC50 yang diperoleh dari literatur data eksperimental. Data hasil perhitungan diolah  menggunakan  program IBM SPSS 21 menggunakan metode analisis regresi multilinear. Diperoleh persamaan HKSA: Log 1/IC50 = (-19,114) Konstanta + (-103,550) HOMO + (1,036) IPs + (-2,595) Log P + (0,443) Momen Dipole + (0,384) Indeks Harary + (3,689) Indeks Balaban +( -6,244) Indeks Randic + ( 0,160) MSA. n = 11 ; R = 0,999 ; R2 = 0,998 ; SE = 0,0725 ; PRESS = 0,010513 Berdasarkan persamaan HKSA, didapatkan prediksi senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan, yaitu senyawa 3’,3 dimetoksi Apigenin dengan nilai Log 1/IC50prediksi sebesar 3.57691.
SINTESIS SENYAWA ORGANONITROGEN DARI PATCHOULI ALKOHOL MELALUI REAKSI RITTER SEBAGAI ANTIMIKROBA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8286

Abstract

Minyak nilam yang diperoleh dari proses penyulingan tanaman nilam selain banyak dimanfaatkan dalam industri parfum juga banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dalam menghasilkan senyawa organonitrogen melalui reaksi ritter serta mengetahui aktivitas antimikroba dari hasil transformasi senyawa utama dalam minyak nilam yaitu patchouli alkohol. Patchouli alkohol ditransformasi menjadi senyawa organonitrogen dalam bentuk patchouli asetamida melalui reaksi Ritter pada suhu (-5) - 5°C, 27°C, dan 60°C dengan reagen nitril, asam kuat H2SO4 sebagai katalis. Hasil analisis GC, IR dan GC-MS menunjukkan terbentuknya senyawa patchouli asetamida dengan persentase terbesar 7,49%  pada suhu optimum (-5) - 5°C. Uji antimikroba dari minyak nilam awal, minyak nilam setelah destilasi, minyak nilam setelah kromatografi kolom menunjukkan hasil yang negatif terhadap Candida albicans tetapi positif terhadap Escherichia coli. Minyak nilam hasil destilasi memiliki daya hambat terbesar dengan diameter 15,22 mm. Sedangkan zat hasil sintesis menunjukkan hasil yang negatif terhadap keduanya.
SINTESIS NANOSILIKA DENGAN METODE SOL-GEL DAN UJI HIDROFOBISITASNYA PADA CAT AKRILIK
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8287

Abstract

Nanosilika merupakan salah satu nanomaterial yang pemanfaatannya sangat luas karena beberapa kekhasan yang dimilikinya. Metode sol-gel merupakan alternatif yang baik untuk sintesis nanosilika, karena mampu menyesuaikan struktur geometri dan ukuran partikel. NH3 sebagai katalis digunakan untuk menghasilkan nanopartikel silika sperik yang halus, seragam, dan homogen. Konsentrasi katalis (NH3) sangat berpengaruh terhadap ukuran partikel nanosilika. Hasil sintesis nanosilika dengan metode sol-gel dengan variasi molar rasio NH3/TEOS 0,03, 0,20, dan 0,40 menunjukkan semakin tinggi konsentrasi katalis, semakin meningkatkan ukuran partikelnya. Nanopartikel yang disintesis dikarakterisasi dengan TEM, kemudian uji hidrofobisitas dilakukan pada aplikasi nanosilika yang dicampurkan dengan cat akrilik dengan pengukuran sudut kontak. Ukuran partikel yang dihasilkan adalah 13,36 nm, 15,01 nm, dan 50 nm. Pengukuran sudut kontak pada cat akrilik tanpa tambahan dan dengan tambahan nanosilika menunjukkan hasil yang semakin meningkat dengan variasi jumlah cat. Hasil pengukuran sudut kontak adalah 29,98o, 45,18o, 55,83o, 66,73o, dan 95,63o pada perbandingan nanosilika:cat adalah 1:10, 1:20, 1:30, dan 1:50.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT PISANG RAJA UNTUK MENURUNKAN KADAR ION Pb(II)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8288

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai adsorpsi ion logam Pb(II) menggunakan arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik, menentukan pH, waktu kontak, konsentrasi optimum, dan menentukan kapasitas serta energi adsorpsinya. Hasil karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik adalah arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 2,5 M dengan daya serap iodin sebesar 425,4424 mg/g, kadar air sebesar 0,6399 %, kadar abu sebesar 2,4135 %, luas permukaan sebesar 3,431 m2/g dan rata-rata jari-jari pori sebesar 32,3493 Ã…. Optimasi pH proses adsorpsi terjadi pada pH 4, waktu kontak adsorpsi yang dibutuhkan adalah 20 menit, dan konsentrasi optimum pada adsorpsi Pb(II) dalam larutan oleh arang aktif terjadi pada 100 ppm. Kapasitas adsorpsi Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 diperoleh dari isoterm adsorpsi Langmuir sebesar 16,3666 mg/g dan energi adsorpsi ion Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 sebesar 16,0103 kJ/mol. Kata kunci : Arang aktif, kulit pisang raja, H2SO4, ion Pb(II), adsorpsi
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR PADA REAKSI ISOMERISASI α-PINENA MENGGUNAKAN KATALIS Zr4+/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8289

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh waktu dan temperatur pada reaksi isomerisasi α-pinena menggunakan katalis Zr4+/zeolit alam. Karakterisasi terhadap katalis meliputi: kristalinitas, yang diamati dengan X-Ray Diffractometer, jumlah Zr4+ teremban diamati menggunakan X-Ray Fluorescence, luas area dan porositas katalis diamati menggunakan Surface Area Analyzer, dan keasaman katalis diamati melalui metode gravimetri. Reaksi isomerisasi dilakukan di dalam reaktor batch dengan variasi temperatur 90, 120 dan 150o C dan variasi waktu reaksi yaitu 60, 90, 120, 150 dan 180 menit. Hasil isomerisasi paling baik dalam penelitian ini diperoleh pada 150oC dengan waktu reaksi 180 menit. Jenis isomer yang diperoleh diamati menggunakan GCMS. Hasil karakterisasi katalis mengindikasikan bahwa modifikasi katalis dengan logam Zr meningkatkan keasaman dari 2,76 ke 6,64 mmol/g dan tidak merusak struktur kristal secara signifikan. Konversi produk tertinggi dalam penelitian adalah 9,24%, hasil ini kurang maksimal disebabkan oleh perlakuan awal terhadap katalis menghasilkan luas area yang rendah. Dengan demikian, temperatur dan waktu reaksi berpengaruh terhadap konsentrasi produk isomerisasi α-pinena di samping pengaruh katalis yang digunakan.
DELIGNIFIKASI LIMBAH AMPAS TEBU UNTUK MENDAPATKAN BAHAN BAKU CHEMICAL FLOODING DALAM EOR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.8809

Abstract

High content of lignin provide opportunities for bagasse as a source as the source of lignin’s raw materials as to various needs. One of the use of lignin is drainage of petroleum in the reservoir, as for the EOR method. Lignin in the form of lignosulfonate surfactant is widely used because of its resistance to salinity. Lignin as a the surfactant raw material  can be obtained from bagasse delignigication process using NaOH solution extraction method. From the research that has been conducted can be shown that the concentration of NaOH used, the size of flakes bagasse and separation methods have been very influential on the acquisition of lignin. Optimum use of NaOH solution at a ratio of 1:1 weigh  of bagasse, resultsing lignin 24 % when used in natural drying method, and 36,6 % when used method of drying with heating. The separation process by heating while providing higher yields, , it is nonetheless indicated that the physically lignin produced is not as expected. Furhter studies needs to be done to obtain lignin characteristics that match the needs of manufacturing the lignosulfonat as the compatible surfactants for EOR.
Pembuatan dan Karakterisasi Film Pati Kulit Ari Singkong/Kitosan dengan Plasticizer Asam Oleat
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.8917

Abstract

Penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi film pati kulit ari singkong/kitosan dengan plasticizer asam oleat telah dilakukan. Pada penelitian ini, pati kulit ari singkong bertindak sebagai matriks, kitosan sebagai biopolimer pencampur dan asam oleat sebagai lipida. Formulasi larutan yang digunakan diberi nama sebagai berikut: CS75 OA 0%, CS60/CH15/OA 0%, CS45/CH30/OA 0%, CS37,5/CH37,5/OA 0%, CH75/OA 0%, CS75/OA 1%, CS60/CH15/OA 1%, CS45/CH30/OA 1%, CS37,5/CH37,5/OA 1%, dan CH75/OA 1%. CS merupakan pati kulit ari singkong, CH merupakan kitosan dan OA merupakan asam oleat. Asam oleat ditambahkan hingga mencapai konsentrasi akhir larutan sebesar 0% dan 1% (v/b). Film yang dibuat dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR), Tensile Strenght dan analisa water uptake. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa film kulit ari singkong/kitosan dengan plasticizer asam oleat memiliki penampakan visual transparan dan homogen. Hal ini mengindikasikan bahwa pati kulit ari singkong, kitosan dan asam oleat mampu berinteraksi dengan baik. Penambahan asam oleat hingga mencapai konsentrasi akhir larutan 1% (v/b) mempengaruhi sifat fisik film pada variasi tertentu, yaitu meningkatkan % elongasi, namun menurunkan nilai stress, nilai Modulus Young dan nilai water uptake secara signifikan.
ISOLASI 1,8-SINEOL DARI MINYAK KAYUPUTIH DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI FUMIGAN Sitophilus oryzae
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9157

Abstract

Penelitian ini adalah suatu alternatif penggunaan pestisida jenis fumigan yang aman dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan senyawa aktif sekaligus senyawa terbesar yang terkandung dalam minyak kayuputih yaitu 1,8-Sineol. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui dosis minimum dan waktu paparan minimum yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat mortalitas 100% pada kutu beras (Sitophilus oryzae). Pengisolasian senyawa 1,8-Sineol dilakukan dengan metode destilasi fraksinasi pengurangan tekanan dan hasil analisis menujukkan bahwa kemurnian senyawa 1,8-Sineol hasil isolasi adalah sebesar 83,36%. Analisis struktur senyawa hasil isolasi menggunakan FTIR dan 1H-NMR menunjukkan bahwa senyawa terisolasi adalah 1,8-Sineol. Senyawa 1,8-Sineol hasil isolasi ini selanjutnya diujikan aktivitasnya sebagai fumigan pada kutu beras (Sitophilus oryzae). Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa senyawa 1,8-Sineol memiliki kemampuan sebagai fumigan pada kutu beras (Sitophilus oryzae) karena dapat membunuh kutu beras dengan tingkat mortalitas 100 % pada dosis penggunaan sebanyak 150 µL/L dan waktu paparan selama 45 jam.
OPTIMASI APLIKASI ARANG AKTIF ALANG–ALANG DALAM MENURUNKAN KADAR Cd2+ PADA LARUTAN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9158

Abstract

Penelitian mengenai sintesis arang aktif alang-alang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan arang aktif dengan kualitas terbaik dalam menurunkan kadar Cd2+. Sintesis dilakukan melalui proses pemanasan dan diperoleh bilangan iodium 0,038 gram/gram. Kesetimbangan adsorpsi diuji dengan parameter isoterm Langmuir dan Freundlich dengan R2= 0,936 dan R2= 0,627, sehingga kesetimbangan adsorpsi mengikuti persamaan isoterm Langmuir. Aplikasinya dikaji pada pH 2-7, kapasitas 20-30 mg/L, konsentrasi 10-17,5 mg/L, waktu 10-240 menit dan persaingan Cr6+ 0,01-0,4 mg/L. Didapatkan kondisi optimum dengan metode SSA terjadi pada pH 5, konsentrasi 12,5 mg/L, kapasitas 83,626 mg/gram dan waktu kontak 90 menit. Konsentrasi Cr6+ yang kecil belum memberikan persaingan adsorpsi Cd2+. Arang aktif yang diperoleh telah berhasil diaplikasikan pada larutan, sehingga diperlukan aplikasi lanjut terhadap limbah industri langsung. Metode sintesis yang digunakan tidak baik dengan bilangan iodium tidak  memenuhi standar industri, sehingga diperlukan  kajian lagi tentang sintesis arang aktif alang-alang dan  persaingan  antar ion logam lain yang dapat terjadi.
Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri pada Ekstrak Daun Kelor dan Bunga Rosella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9159

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, dan fenol dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar. Dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat dimanfaatkan untuk terapi darah tinggi dan penyakit kronis tertentu. Tujuan pengujian daya hambat ekstrak  daun kelor dan bunga rosella terhadap bakteri E.coli dan S.aureus dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 5 perlakuan konsentrasi yang berbeda (20, 40, 60, 80 dan 100%) dengan menggunakan pelarut n-heksana dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut n-heksana tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli maupun S.aureus, sedangkan ekstrak daun kelor dan bunga rosella dengan pelarut etanol mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Analisis senyawa flavonoid pada ekstrak daun kelor dan bunga rosella dilakukan dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), membuktikan bahwa senyawa flavonoid quercetin pada ekstrak daun kelor muncul pada menit ke-1,070 dan untuk ekstrak bunga rosella muncul pada menit ke-1,603.