cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PENENTUAN KADAR ION TIMBAL (Pb2+) DALAM PERAIRAN DENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN APDC
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8275

Abstract

Penentuan kadar ion timbal dalam perairan dilakukan dengan metode kopresipitasi menggunakan APDC. Penelitian bertujuan untuk menentukan optimasi proses kopresipitasi ion Pb2+ menggunakan ligan APDC. Hasil optimasi diterapkan pada penetuan kadar ion timbal dalam perairan dengan metode kopresipitasi menggunakan ligan APDC. Variabel yang diselidiki meliputi optimasi variasi pH (2-8), volume ligan APDC 2 % (0,5 - 4 mL), waktu pengadukan dari 5-25 menit, dan pengaruh interferensi ion logam Fe3+ terhadap hasil analisis ion Pb2+. Penelitian memberikan hasil optimasi dengan pH optimum  4, volume APDC optimum 3 mL, waktu pengadukan optimum 10 menit, dan % recovery ion Pb2+ pada kondisi optimum sebesar 106,526%. Ion logam Fe3+ dapat menggangu analisis ion logam Pb2+ pada perbandingan 1:10. Kondisi optimum yang diperoleh kemudian diaplikasikan dalam perairan di sungai dekat dengan kawasan industri Tugu semarang dan diperoleh kadar ion timbal sebesar 5 ppm dalam 10 mL.
REAKSI ESTERIFIKASI BUTANOL DENGAN ASAM ASETAT TERKATALISIS KATALIS Zr4+-ZEOLIT BETA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8276

Abstract

Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan ester. Reaksi esterifikasi pada umumnya menggunakan asam anorganik seperti H2SO4, reaksi esterifikasi pada umumnya menyebabkan korosi untuk menghambat maka digunakan katalis Zr4+-zeolit beta. Bagaimana reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Zeolit beta direndam dalam 25 mL ZrCl4 selama 24 jam dan diaduk dengan stirer kemudian campuran disaring dengan vakum dan dicuci dengan aquadest, setelah itu filtrat dideteksi dengan larutan AgNO3 untuk menghilangkan Cl- kemudian dikeringkan pada suhu 120°C selama 2 jam dan dikalsinasi pada suhu 400°C selama 3 jam, katalis dikarakterisasi dengan XRD, BET. Telah dipelajari pembuatan katalis dengan cara pengembanan logam zirconium kedalam zeolit beta dengan metode pertukaran ion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Karakterisasi katalis analisis kristalinitas katalis menggunakan XRD,  uji BET. Esterifikasi butanol direaksikan dengan asam asetat menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta dengan pelarut diklorometana pada variasi waktu 4,6,8,12 dan 24 jam dan temperatur 80°C. Selama reaksi berlangsung, dicuplik 20mL sampel  pada waktu reaksi 4, 6, 8, 12 dan 24 jam.  Untuk memisahkan produk organik dengan air, lapisan organik  ditambah dengan Na2SO4 anhidrid, kemudian dialiri gas N2untuk menghilangkan pelarutnya. Kemudian dianalisis menggunakan GC, GC-MS, FTIR.  Hasil butanol dengan asam asetat didapatkan produk butil etanoat.  Hasil esterifikasi Pada waktu 4 jam 48%, 6 jam 49%, 8 jam 50%, 12 jam 51%, dan 24 jam 53%.
UJI PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8277

Abstract

Brownies yang beredar di pasaran umumnya dibuat dengan bahan baku tepung terigu. Pembuatan brownies dengan substitusi tepung terigu oleh tepung mocaf merupakan upaya diversifikasi pangan guna memanfaatkan komoditi pangan lokal sebagai bahan baku yang bernilai gizi dengan harga yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggantian tepung terigu oleh tepung mocaf sebagai terhadap kandungan proksimat serta tingkat penerimaan konsumen. Variasi yang diselidiki adalah variasi perbandingan komposisi penggunaan bahan baku tepung terigu dengan tepung mocaf yakni sebanyak 100% tepung terigu, 60% : 40% tepung mocaf, 40% : 60% tepung mocaf, dan 100% tepung mocaf.  Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: semakin banyak komposisi tepung mocaf yang digunakan, maka semakin tinggi kadar karbohidrat yang dihasilkan dikarenakan kandungan pati yang terdapat dalam tepung mocaf lebih tinggi dibanding yang terdapat dalam tepung terigu. Brownies sampel A yang dibuat dengan komposisi 100% tepung terigu merupakan brownies yang paling banyak disukai oleh konsumen.
KARAKTERISASI TCA-ZA PADA HIDRASI α-PINENA DAN UJI HASIL HIDRASI SEBAGAI ANTIBAKTERI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8278

Abstract

Alfa terpineol merupakan senyawa hasil hidrasi α-pinena dengan bantuan katalis. Katalis yang digunakan adalah katalis TCA-ZA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi TCA-ZA yang optimal menghasilkan senyawa α-terpineol serta mengetahui daya hambat senyawa α-terpineol terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Dari hasil GC diperoleh penggunaan katalis 35% TCA-ZA menghasilkan senyawa α-terpineol dengan kadar 12,7491% akan tetapi dari hasil IR tidak diperoleh serapan gugus –OH melainkan serapan gugus C-O pada 1149,57 cm-1 yang mengindikasikan senyawa α-terpineol merupakan alkohol tersier. Selanjutnya hasil daya hambat menunjukkan senyawa α-terpineol dengan katalis 5% TCA-ZA, 20% TCA-ZA, 35% TCA-ZA, 50% TCA-ZA mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan diameter zona hambat 16,3 mm; 14,6 mm; 15,3 mm; dan 16 mm. Sedangkan diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus 12,6 mm; 15 mm; 14,6 mm; dan 15,3 mm.
PEMANFAATAN LIMBAH TANDAN KELAPA UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8279

Abstract

Tandan kelapa merupakan limbah utama berlignoselulosa yang belum termanfaatkan secara optimal dari industri pengolahan kelapa. Limbah tandan kelapa selama ini hanya dibakar, ditimbun dan dijadikan kompos. Limbah tandan kelapa mengandung 45% selulosa yang mana dapat berpotensi dijadikan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu paling baik yang menghasilkan kadar glukosa paling tinggi dan presentase etanol yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol. Proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Selanjutnya dilakukan proses hidrolisis dan fermentasi. Dengan variabel terkendali untuk hidrolisis yaitu 80°C-90°C, konsentrasi HCl 12% dan fermentasi pH=5 dengan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Sedangkan untuk variabel bebas yaitu lama hidrolisis (30, 60, 90, 120 menit) dan lama fermentasi (7, 9, 12, 14 hari). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada variabel lama waktu hidrolisis yang paling baik adalah selama 30 menit dengan glukosa yang dihasilkan 12,7954 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 7 hari sebesar 6,66%.
KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI EKSTRAK KEDELAI DAN TAPIOKA SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8280

Abstract

Pengemas makanan merupakan bahan yang berfungsi untuk mempertahankan kualitas suatu bahan. Edible film merupakan solusi kemasan pangan berkualitas. Penambahan antimikroba ekstrak kayu manis(v/v) dan ekstrak bawang putih(v/v) pada edible film dapat sebagai nilai tambah pengemas makanan. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya dengan FS/SPAG 01/2650 texture analyser. Kadar air edible film ekstrak kayu manis dan ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 1% dan 1,5% berkisar antara 9,07% - 13,01%. Densitas antimicrobial film berkisar antara 2,16 g/cm3 – 3,42 g/cm3. Nilai modulus young berkisar antara 2,101 Mpa – 2,872 Mpa. Nilai tensile strength didapat 2,354 N/mm2 – 3,808 N/mm2. Extension at maximum sebesar 4,626 mm – 6,880 mm. Pengujian antimikroba paling efektif sebagai penghambat mikroba Escherichia coli adalah edible film ekstrak bawang putih 1,5%.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI FOAMY GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU LAYANG BATUBARA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8281

Abstract

Sintesis dan karakterisasi foamy geopolymer berbahan dasar abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis geopolimer dilakukan dengan variasi penambahan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai foaming agent. Hidrogen peroksida (H2O2) yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% b/b dengan interval 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penambahan H2O2 yang optimum adalah 2%, dengan kuat tekan 21,2808 MPa, densitas 1800,8317 kg/m3, konduktivitas panas 0,061 Waat/moK, dan nilai kadar air sebesar 13,492%. Analisis fasa mineral dengan XRD menunjukkan bahwa geopolimer mengandung fasa amorf dengan kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FTIR menunjukkan bahwa geopolimer telah terbentuk, ditandai dengan adanya pita vibrasi ulur asimetri Si–O–Si atau Si–O–Al pada 995,27 cm-1 dan pita vibrasi tekuk Si–O–Si atau Si–O–Al pada 445,20 cm-1 dan 447,49 cm-1. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang terbentuk didominasi oleh geopolimer yang homogen dan berpori.
OKSIDASI KARIOFILENA DENGAN H2O2 MENJADI TURUNANNYA DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Staphylococcus aureus
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2O2 terhadap hasil senyawa turunan kariofilena menggunakan katalis Fe2O3/ZAA. Selain itu untuk mengetahui pengaruh senyawa turunan kariofilena hasil reaksi oksidasi kariofilena dengan H2O2 berkatalis Fe2O3/ZAA terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian diawali dengan pembuatan katalis Fe2O3/ZAA menggunakan metode impregnasi. Hasil impregnasi katalis Fe2O3/ZAA dan zeolit alam kemudian di uji FTIR dan XRD. Katalis Fe2O3/ZAA kemudian digunakan dalam reaksi oksidasi kariofilena dengan H2O2 dalam suasana asam. Konsentrasi H2O2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil oksidasi kemudian di uji FTIR dan GC. Hasil terbaik menurut FTIR dan GC kemudian di uji GC-MS dan daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian didapat bahwa senyawa hasil reaksi oksidasi dengan H2O2 menggunakan katalis Fe2O3/ZAA pada temperatur 70ËšC dan selam 4 jam merupakan senyawa klovena dengan konsentrasi sebesar 46,06%. Konsentrasi optimum senyawa klovena terhadap Staphylococcus aureus yaitu 3 tetes dengan lebar zona bening (daya hambat) sebesar 56,25 mm.
PENGARUH PENGGUNAAN LENGKUAS TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA SEGAR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap daya simpan ikan Nila (Oreochromis niloticus) segar, ditinjau dari uji organoleptik, mikrobiologi dan kimia pada suhu ruang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen laboratoris dengan lima perlakuan berbeda yaitu kontrol 0% (B1), perlakuan lengkuas basah 15% (B2), 30% (B3), kering 15% (K2) dan 30% (K3) selama 3 hari pengamatan.Hasil uji organoleptik dan mikrobiologi berdasarkan jumlah Angka Lempeng Total (ALT) dari perlakuan penambahan Lengkuas kering dan basah menunjukkan adanya pengaruh yang sangat berbedanyata terhadap daya simpan ikan Nila segar. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan lengkuas basah 30% (B3) yang mampu mempertahankan kesegaran ikan Nila sesuai batas standar layak konsumsi sampai 2 hari.Batas standar pada uji organoleptik berdasarkan SNI 01-2346-2006  adalah 7, dan SNI-01-2332.3-2006 untuk ALT adalah 5 x 105 kol/gram.Hasil analisis uji kimiamemberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air, abu, lemak, dan protein pada ikan Nila segar, sebelum dan sesudah perlakuan. Kandungan senyawa fenol, flavonoid, dan minyak atsiri pada lengkuas terbukti mampu menurunkan aktivitas pertumbuhan bakteri pada ikan segar.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KARBON XEROGEL DARI RESORSINOL DAN FORMALDEHID
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8284

Abstract

Pencemaran limbah merupakan salah satu masalah serius yang sedang dihadapi oleh manusia. Karbon xerogel digunakan sebagai adsorben yang paling sering digunakan karena strukturnya yang berpori sehingga dapat menyerap senyawa beracun dalam pencemaran limbah. Karbon xerogel terbentuk melalui reaksi polikondensasi Resorsinol-Formaldehid. Hasil analisis gugus fungsi menggunakan FTIR menunjukan bilangan gelombang sekitar 3.448 cm-1 dan antara 2.368 cm-1 dan 3.070 cm-1 yang merupakan karakteristik peregangan O-H. Pita absorpsi terdapat pada 2.924 cm-1 yang merupakan gugus C-H. Analisis luas permukaan karbon xerogel menggunakan metode BET menghasilkan luas pori total (St) sebesar 14,266 m­2/g. Analisis fasa mineral menggunakan XRD menunjukkan bahwa karbon xerogel merupakan adsorben yang mempunyai fasa amorf. Adapun hasil perbandingan Resorsinol-Formaldehid 1:1 pada sintesis karbon xerogel merupakan hasil perbandingan yang paling baik.