cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI 2 KENDAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Amalia, Arifatun Rizka; Sriyanto, Sriyanto; Arifien, Moch
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning is said to be successful if the learning objectives that formulated in the learning plan are successfullyachieved. The use of the right learning model makes it easier for students to understand the material.Geography learning using the Make a Match learning model allows students to learn with a pleasantatmosphere. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using the Make a Match learningmodel on geography lesson viewed from student responses and student learning outcomes. The approach usedin this research is quantitative with the design of experimental research, which uses questions andquestionnaires as a data collection tool. The research population was X grade IPS students of SMA N 2Kendal with the students of class X IPS 1 and X IPS 2 as the sample. As a result, the experiment class thatreceived the Make a Match learning model got an average score of 83,47 while the control class got 81,38. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran yang dirumuskan padarencana pembelajaran berhasil dicapai. Penggunaan model pembelajaran yang tepatmempermudah siswa dalam memahami materi. Pembelajaran geografi menggunakanmetode Make A Match memungkinkan siswa untuk belajar dengan suasana yangmenyenangkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitaspenggunaan model pembelajaran Make A Match pada mata pelajaran geografi dilihatdari tanggapan siswa dan hasil belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah kuantitartif dengan desain penelitian eksperimen, yangmenggunakan soal dan angket sebagai alat pengumpul data. Populasi penelitian iniadalah siswa kelas X IPS SMA N 2 Kendal dengan sampel kelas X IPS 1 dan X IPS 2.Hasilnya eksperimen yang mendapatkan perlakuan metode Make a Match rata-rata hasilbelajarnya 83,47 dan kelas kontrol yang mendapat nilai rata-rata sebesar 81,38.
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERKAWINAN USIA DINI (Studi di Desa Pendem, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara) Dewi, Fransiska Novita; Putro, Saptono
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Earlymarriage is a problem that exists in Indonesia. One of five teenagers get married inchildhood. Pendem Village becam the highest village of earl marriage in Jepara Regency during2015-2018 with 19 early marriage. This study aims to determine the knowledge and attitudes ofadoslescents about early marriage and the efforts of the goverment (stakeholders) in prevention ofearly marriage.the population in this study consisted of 625 Pendem Village adolescents with asample of 86 adolescents and 7 stakeholders in Jepara Regency. Data collections is done by tests,questionnaires, interview and documentation. Data analysis uses descriptive percentages withquantitative and qualitative approaches. The results showed that adolescents in Pendem Villagehad knowledge of early marriage of 67.4% or included in the high category. The attitude ofPendem Village adolescents about early marriage is included in the good category with a yield of75.74%. Perkawinan Usia dini merupakan permasalahan yang ada di Indonesia. Satu dari limaremaja muda menikah di masa kecil. Desa Pendem menjadi desa tertinggi perkawinandini di Kabupaten Jepara selama tahun 2015-2018 dengan 19 perkawinan dini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentangperkawinan usia dini serta upaya pemerintah (stakeholder) dalam pencegahanperkawinan usia dini. Populasi dalam penelitian ini aterdiri dari 625 remaja DesaPendem dengan sampel 86 remaja dan 7 stakholder di Kabupaten Jepara. Pengumpulandata dilakukan dengan tes, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Analisis datamenggukan deskriptif persentase dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa remaja di Desa Pendem memiliki pengetahuan tentangperkawinan dini sebesar 67,4% atau termasuk dalam kategori tinggi. Sikap remaja DesaPendem tentang perkawinan usia dini termasuk dalam kategori baik dengan hasil75,47%.
TINGKAT LITERASI SAINS GLOBAL WARMING TERHADAP SUSTAINABLE LEFESTYLES GURU SEKOLAH DASAR DI DESA BANGSRI KABUPATEN JEPARA Larasati, Febrina; Juhadi, Juhadi
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know a global warming science literacy and attitude of sustainable lifestyles a teacher of primaryschool and how this implement in learning of class. The background of the research is causes of global warming phenomenawas damage a ecological balance and a human life. This is needs mitigation, one of them through a education. Mitigation ineducation sectors is refers to regulation of ministry of education and culture about a implementation science literacy in the classto equip public a science literacy to face a global warming. Except that, sustainable lifestyles is a effort to overcome the increaseamount of ecological footprint as much a capacity space. This is a fact about a consumption of word is increase and the globalwarming is causes by consumption activity who can make damage a environment. So the science literacy and sustainablelifestyles should be implement since primary school. And for the success of learning, teacher must handle it. In this research takea teacher to a sampling of research. And the techniques of collect data in this research is test, quessionaire, observation andinterview was analyze with the mix tecchniques therefor quantitative descriptive and qualitative descriptive. and the result ofthis research is 77% of teacher have a “global warming” science literacy in the middle scale and 77% of teacher have a goodsustainable lifestyles. To implement a sustainale lifestyles, the teacher use a talk metode and they use a LKS book to guide alearning Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat literasi sains global warming dan sikap sustainablelifestyles guru sekolah dasar serta bagaimana implementasinya di dalam pembelajaran. Tujuan tersebutdilatarbelakangi oleh fenomena global warming yang berdampak pada keseimbangan ekologi dan kehidupanmanusia. Untuk itu perlu adanya mitigasi dalam bidang pendidikan untuk mengedukasi masyarakat. Mitigasidalam pendidikan ini merujuk pada kebijakan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentangpemberlakuan literasi sains dalam pembelajaran untuk membekali masyarakat dalam menghadapi global warmingdan dapat menumbuhkan sikap sustainable lifestyles , dimana hal ini perlu dilakukan sebagai upaya mengatasiecological footprint yang semakin meningkat melebihi kapasitas ruang yang ada. Karena penyebab global warmingsendiri yaitu aktifitas pemenuhan konsumsi masyarakat yang berlebihan dan dapat merusak alam. Maka dari itu,hal tersebut harus ditanamkan pada pembelajaran anak sejak usia dini. Pembelajaran pada anak usia dini, gurumemiliki peran yang sangat penting. Maka dari itu sampel dalam penelitian ini adalah guru sekolah dasar. Datapenelitian diolah dengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya 77% guru memilikiliterasi sains “global warming” sedang. kemudian untuk sustainable lifestyles ada sekitar 77% guru pada kategoribaik dan 23% guru pada kategori cukup baik. Untuk implementasinya guru masih menggunakan metodeceramah dengan buku pegangan LKS.
PERILAKU PENDAKI GUNUNG DALAM MENGURANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG TERJADI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU Putranto, Dennis Rachmad; Hariyanto, Hariyanto; Benardi, Andi Irwan
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mountain climbing activities are positive activities but unfortunately there are still climbers who are less concerned aboutenvironmental sustainability with destructive behavior. This study aims to explain how the behavior of mountain climbers,find out what efforts are made by managers and climbers, and analyze what factors influence to maintain sustainability inMount Merbabu National Park. The population in this study were mountain climbers on Mount Merbabu through 5 hikingtrails available. The samples used were mountain climbers from every official lane on Mount Merbabu as many as 100respondents. The method of data collection in research uses 4 methods, namely questionnaires, interviews, observation, anddocumentation. While the analytical method used is the percentage descriptive analysis method. Based on the results of thestudy it was found that the behavior of climbers in reducing damage on Mount Merbabu amounted to 73.8% which wasincluded in the positive category which explained the climbers had behaved positively when climbing. Efforts to reduce thedamage that occurred on Mount Merbabu. For the damage that occurred in Mount Merbabu National Park, namely damageto the hiking trail, vandalism, garbage, facilities that were not used according to their functions and forest fires due to naturalfactors. The actions taken by the manager are updating existing regulations. The regulation starts from the regulationsregarding climbers' luggage up to the climber quota restrictions per day. Then the factors that influence climbers to maintainthe environment with a reference to how the attitudes, values, and actions of the climbers when making the climb can be knownat 76.8%. Kegiatan pendakian gunung merupakan kegiatan yang positif tetapi sayangnya masih ada pendaki yang kurang peduliterhadap kelestarian lingkungan dengan perilaku merusak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perilakupendaki gunung, mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh pengelola juga para pendaki, dan menganalisis faktor apayang mempengaruhi untuk menjaga kelestarian di Taman Nasional Gunung Merbabu.. Populasi dalam penelitian iniadalah para pendaki gunung di Gunung Merbabu melalui 5 jalur pendakian yang ada. Sampel yang digunakan adalah parapendaki gunung dari setiap jalur resmi di Gunung Merbabu sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data padapenelitian menggunakan 4 metode, yaitu kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisisyang digunakan adalah metode analisis deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perilaku pendakidalam mengurangi kerusakan di Gunung Merbabu sebesar 73,8% yang termasuk dalam kategori positif yang menjelaskanpara pendaki telah berperilaku positif ketika mendaki. Upaya mengurangi kerusakan yang terjadi di Gunung Merbabu.Untuk kerusakan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Merbabu, yaitu rusaknya jalur pendakian, aksi vandalisme,sampah, fasilitas yang tidak digunakan sesuai fungsinya dan kebakaran hutan karena faktor alam. Tindakan yang dilakukanpihak pengelola adalah memperbarui peraturan-peraturan yang sudah ada. Peraturan tersebut dimulai dari peraturantentang barang bawaan pendaki sampai dengan pembatasan kuota pendaki perharinya. Kemudian faktor yangmempengaruhi pendaki untuk menjaga lingkungan dengan acuan bagaimana sikap, nilai, dan tindakan para pendaki ketikamelakukan pendakian dapat diketahui sebesar 76,8%.
PEMBELAJARAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DENGAN METODE ROLE PLAYING BERBANTU BUKU SAKU EDUKASI BENCANA DI SMA NEGERI 11 SEMARANG Baharsyah, Moch Nasrul; Suharini, Erni; Benardi, Andi Irwan
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The importance of disaster issues in Indonesia encourages the integration of disaster mitigation into the education system, forinstance, the inclusion of disaster mitigation as part of geography subject. However, the implementation of disaster mitigati onlearning still faces several obstacles. This study aimed to describe the implementation and to analyze the effectiveness of roleplaying learning methods assisted by disaster education pocketbook. This research conducted at SMAN 11 Semarang. Thesample of this study was the XI IPS 2 class as the experimental class and XI IPS 3 as the control class. The variable of thisresearch was the role-playing learning method assisted by disaster education pocketbook with sub-variables of teacherperformance, learning outcomes, and students’ response. The study found that implementation of the experimental and controlclasses conducted by researchers obtained teacher performance scores of 89% (experimental class) and 86% (control class), bothof the values were very good. The comparasion of cognitive learning outcomes showed that disaster mitigation learning with therole-playing method assisted by pocketbook on disaster education was more effective than learning with lecture and discussionmethods. Response questionnaire showed an average value of 82.7%, therefore the students were very interested in the learning. __________________________________________________________________Pentingnya permasalahan bencana di Indonesia mendorong pengintegrasian mitigasi bencanadalam sistem pendidikan yang salah satu manifestasinya adalah masuknya mitigasi bencanasebagai bagian dari mata pelajaran geografi. Namun, pelaksanaan pembelajaran mitigasi bencanamasih mengalami beberapa terkait pengembangan bahan ajar serta metode pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan menganalisis efektivitas metodepembelajaran role playing berbantu buku saku edukasi bencana. Penelitian ini dilakukan di SMAN11 Semarang dengan sampel kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 3 sebagai kelaskontrol. Variabel penelitian ini yaitu metode pembelajaran role playing berbantu buku saku edukasibencana dengan sub variabel kinerja guru, hasil belajar, dan tanggapan positif siswa. Penelitianmenunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran kelas eksperimen dan kontrol yang dilaksanakanpeneliti memperoleh nilai kinerja guru sebesar 89 % (kelas eksperimen) dan 86 % (kelas kontrol)yang kedua nilainya termasuk kriteria sangat baik. Perbandingan hasil belajar menunjukkan bahwapembelajaran mitigasi bencana dengan metode role playing berbantu buku saku edukasi bencanalebih efektif dibandingkan pembelajaran dengan metode ceramah dan diskusi. Nilai rerata responsiswa sebesar 82,7 %, sehingga disimpulkan bahwa pembelajaran mendapatkan respon positif darisiswa.
PENGETAHUAN PENGRAJIN TAS DESA LORAM KULON TENTANG LOKASI DAN AKSES TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN DAN LEMBAGA PEMASARAN DI KABUPATEN KUDUS Saputra, Dony Richo; Indrayati, Ariyani
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kudus is an industrial and trading area, where this sector can absorb 48% of the workforce from 841,499 people and make alarge contribution to regional income. One of the industries that growing fast in Kudus is the bag industry. This bag industryhas been able to help the economy of the community and able to reduce unemployment. Research Objectives: 1) Knowing thelevel of knowledge of bag craftsmen towards financial institutions, 2) Knowing the level of knowledge of bag craftsmen tomarketing institutions, 3) Knowing the efforts of industry services in developing the level of craftsman knowledge of bags andaccess to financial institutions and marketing institutions The sample collection method used is non-probability sampling . Theobject of the research was bag craftsmen with a sample of 33 craftsman scattered in the Village of Loram Kulon. There are fourresearch variables namely the level of knowledge of bag craftsmen, access to the location of bag craftsmen, financial institutions,and marketing institutions. The data analysis technique used is descriptive percentage. The results showed that the level ofknowledge of bag craftsmen about location and access to financial institutions and marketing institutions in Loram Kulonshowed a pattern is not the same between crafters. This is in accordance with the results of knowledge included in the highcategory (85%), access and location to financial institutions in the medium category (73%), access and location to marketinginstitutions in the medium category (55%), financial institutions in the high category (79%) and marketing institutions in thelow category (54%). Suggestions relating to the results of this study are the need to increase the level of knowledge in small-scaleindustrial activities and efforts to strengthen location access to financial institutions and marketing institutions for futureprogress. Kudus merupakan daerah industri dan perdagangan, dimana sektor ini dapat menyerap sebesar 48% tenaga kerjadari 841.499 jiwa dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan daerah. Salah satu industri yangberkembang pesat di Kudus adalah industri tas. Industri tas ini telah mampu membantu perekonomianmasyarakat serta dengan adanya industri tas mampu mengurangi pengangguran. Tujuan penelitian : 1)Mengukur tingkat pengetahuan pengrajin tas terhadap lembaga keuangan, 2) Mengukur tingkat pengetahuanpengrajin tas terhadap lembaga pemasaran, 3) Mengetahui upaya dinas perindustrian dalam mengembangkantingkat pengetahuan pengrajin tas terhadap akses serta lokasi menuju lembaga keuangan dan lembaga pemasaranMetode pengumpulan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Objek penelitian adalah perajin tasdengan jumlah sampel 33 perajin yang tersebar di Desa Loram Kulon. Variabel penelitian ada empat yaitutingkat pengetahuan perajin tas terhadap akses lokasi perajin tas, lembaga keuangan, dan lembaga pemasaran.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatpengetahuan perajin tas tentang lokasi dan akses terhadap lembaga keuangan dan lembaga pemasaran di LoramKulon menunjukkan pola yang tidak sama antar perajin tas. Hal ini sesuai dengan hasil pengetahuan yangmasuk dalam kategori tinggi (85%), akses dan lokasi terhadap lembaga keuangan dalam kategori sedang (73%),akses dan lokasi terhadap lembaga pemasaran dalam kategori sedang (55%), lembaga keuangan dalam kategoritinggi (79%) dan lembaga pemasaran dalam kategori rendah (54%). Saran yang berkaitan dengan hasil penelitianini adalah perlu peningkatan pengetahuan dalam kegiatan industri kecil tas serta upaya penguatan akses lokasiterhadap lembaga keuangan dan lembaga pemasaran guna kemajuan yang akan datang.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN DI DESA GENTING KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG Wulansari, Ainun Hinggis Nur; Tjahjono, Heri; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are (1) to know the environmental care behavior, and (2) to analyze the influenceof society education level. The variable of this research is level of education and environmental care. Techniqueof collecting data is used questioners. Data analysis technique used descriptive percentage and simple regressionanalysis. There are 3 parts of variable that is to measure the environmental care behavior for the society such asthe using of water, the using of energy and waste management. The society education level was categorized poorthat was level of graduation for elementary school which is 31, 60%. The research result showed that (1) basedon the results of calculations using frequency analysis, the environmental care behavior of the community in thisstudy included the caring criteria with a percentage of 48,98%. (2) there was an influence society education levelfor the environmental care behavior based on spearman rank correlation calculation that is there is a significantrelationship between the level of education on environmental care behavior because the result of the sig. (2-tailed)is 0,000<0,05. Environmental care behavior of society was different because of education level was still low andalso the motivation of society to join socialization and training is given by government and related agencies werelow. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perilaku peduli lingkungan masyarakat, dan (2)menganalisis pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap perilaku peduli lingkungan.Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan dan perilaku peduli lingkungan. Teknikpengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptifpersentase dan analisis regresi sederhana. Terdapat 3 sub variabel untuk mengukur perilaku pedulilingkungan masyarakat, yaitu penggunaan air, penggunaan energi dan pengelolaan sampah. Tingkatpendidikan masyarakat dalam penelitian ini menunjukkan masih tergolong rendah, yaitu denganlulusan tingkat pendidikan sekolah dasar dengan persentase 59,25%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1) berdasarkan hasil perhitungan menggunakan analisis frekuensi, perilaku pedulilingkungan masyarakat dalam penelitian ini termasuk kriteria peduli dengan jumlah persentasesebesar 52,04% (2) pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap perilaku peduli lingkunganberdasarkan perhitungan korelasi rank spearman yaitu terdapat hubungan yang signifikan antaratingkat pendidikan terhadap perilaku peduli lingkungan karena nilai sig. (2-tailed) adalah0,000<0,05. Perilaku peduli lingkungan masyarakat yang berbeda-beda dikarenakan tingkatpendidikan masih rendah serta kurangnya motivasi masyarakat dalam mengikuti sosialisasi maupunpelatihan yang diberikan oleh pemerintah maupun dari instansi yang terkait.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENUNJANG PROGRAM SAPTA PESONA DI DESA WISATA NONGKOSAWIT KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Andriana, Putri; Santoso, Apik Budi
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research is to know tourist attractions in the Nongkosawit Tourism Village, and analyze community behavior on supporting the Sapta Pesona program in theNongkosawit Tourism Village.. This research is a descriptive study with quantitative approach. The sample in this research is the community related with tour packages ortourism activities in the Nongkosawit Tourism Village that includes the Village Government (Village Head), Pokdarwis Kandang Gunung, arts groups, household/craftindustries, breeders and farmers which amounts to 47 people. The sampling technique used total sampling. The results showed that tourist attractions of three indicators of touristdestination requirements in Nongkosawit Tourism Village have been fulfilled, from the element of something to see in the form of rice fields view, cultural attractions of KudaLumping, and Kuntulan, from the element of something to do in the form of traditional agricultural education tourism, learning gamelan music, and outbond ancient games kid,from the element of something to buy in the form of jenitri handicrafts and various foods from cassava. Tourist attractions of three indicators of types tourist attractions have beenfulfilled, from natural conditions in the form of Curug Mah Tukung, and animal husbandry of cow,goat,chicken ,man-made attractions in the form of Omah Pang, and culturalattractions in the form of Kirab Pusaka Kyai Bende traditions,angkrek wayang art, typical food of rice tedun and typical drink of wedang rojo. The existing attractions arecomplemented by transportation, accommodation, service facilities and infrastructure to support tourism activities in the Nongkosawit Tourism Village. Community behavior onsupporting the Sapta Pesona program is calculated using descriptive statistics including good criteria with a score of 110,5. The safe element scores 107,5 including good criteria,the orderly element scores 115,3 including very good criteria, the clean element scores 109,6 including good criteria, the cool element scores 115,5 including very good criteria, thebeautiful element scores 115,7 including very good criteria, the friendly element scores 126,5including very good criteria, and the memorable element scores including sufficientcriteria. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui atraksi wisata di Desa Wisata Nongkosawit, (2) menganalisisperilaku masyarakat dalam menunjang program Sapta Pesona di Desa Wisata Nongkosawit. Penelitian iniadalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian adalah masyarakat yangterkait pelaksanaan paket wisata/kegiatan kepariwisataan di Desa Wisata Nongkosawit yang meliputiPemerintah Desa (Lurah), Pokdarwis Kandang Gunung, kelompok kesenian, pelaku industri rumahtangga/kerajinan, pengelola peternakan dan petani yang berjumlah 47 orang. Teknik sampling yang digunakanadalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi wisata dari tiga indikator syarat destinasiwisata di Desa Wisata Nongkosawit telah terpenuhi,dari unsur something to see berupa pemandanganpersawahan, atraksi budaya kesenian Kuda Lumping, dan Kuntulan, dari unsur something to do berupa wisataedukasi pertanian tradisional, belajar nabuh gamelan, dan outbond dolanan bocah tempo dulu, dari unsursomething to buy berupa kerajinan jenitri dan aneka makanan dari singkong. Atraksi wisata dari tiga indikatorjenis atraksi wisata telah terpenuhi, dari daya tarik keadaan alam berupa Curug Mah Tukung, dan peternakansapi, kambing, ayam, dari daya tarik buatan manusia berupa Omah Pang, dan dari daya tarik budaya berupatradisi Kirab Pusaka Kyai Bende, kesenian wayang angkrek, makanan khas nasi tedun dan minuman khaswedang rojo. Atraksi yang telah ada dilengkapi dengan transportasi,akomodasi,fasilitas pelayanan,daninfrastruktur untuk mendukung kegiatan kepariwisataan di Desa Wisata Nongkosawit. Perilaku masyarakatdalam menunjang program Sapta Pesona yang dihitung menggunkana statistik deskriptif termasuk kriteria baikdengan skor 110,5. Unsur aman skornya 107,5 termasuk kriteria baik, unsur tertib skornya 115,5 termasukkriteria sangat baik, unsur bersih skornya 109,6 termasuk kriteria baik, unsur sejuk skornya 115,5 termasukkriteria sangat baik, unsur indah skornya 115,7 termasuk kriteria sangat baik, unsur ramah skornya 126,5termasuk kriteria sangat baik, dan unsur kenangan skornya 83,3 termasuk kriteria cukup
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Antara Kooperatif Tipe Student Team Achevement Divisions (Stad) Dengan Pembelajaran Konvensional Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI Ips Sma Negeri 2 Batang Tahun Pelajaran 2019/2020 Anisa, Eka; Sriyono, Sriyono
Edu Geography Vol 8 No 3 (2020): Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) know the implementation and learning outcomes of conventional learning models (2)know the implementation and learning outcomes of the STAD learning model (3) analyzing student learningoutcomes using the conventional leraning model and STAD. The research method used in this study was anexperimental design with Nonequivalent Control Group Design.The population in this study amounting to 139students. The sampel used in this study, namely class XI IPS 3 totaling 34 students as a control class and classXI IPS 4 totaling 36 students as an experimental class variable is the learning outcome. The data analysistechnique used is descriptive statistics and t test.Based on the result of the study showed the pre-test value of thecontrol class 43.88 increased to 72.41, while in the experimental class the pre test value of 42.66 increased to77.11. The results of the analysis showed that the two-t test average post test control and experimental classesshowed the results of tcount> ttable, so that tcount was in the rejection area Ho so that Ha was accepted,indicating that the learning outcomes with STAD learning model were better than conventional model learningoutcomes.. The independent variable is the STAD and conventional learning models, while the dependent Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan pembelajaran beserta hasil belajar siswayang menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui pelaksanaan besertapembelajaran beserta hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD, (3)menganalisis seberapa besar perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajarankonvensional dan STAD.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimensemu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah139 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kelas XI IPS 3 berjumlah 34 siswasebagai kelas kontrol dan kelas XI IPS 4 berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen.Variabel bebasdalam penelitian ini adalah model pembelajaran STAD dan konvensional, sedangkan variabelterikatnya adalah hasil belajar.Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan ujit. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan nilai pre test kelas kontrol 43,88 meningkat menjadi72,41, sedangkan pada kelas eksperimen nilai pre test sebesar 42,66 meningkat menjadi 77,11. Hasilanalisis menunjukan bahwa uji t dua rata-rata post test kelas kontrol dan eksperimen menunjukanhasil thitung > ttabel, sehingga thitung berada pada daerah penolakan Ho sehingga Ha diterima,menunjukkan bahwa hasil belajar dengan pembelajaran model STAD lebih baik dari hasil belajarmodel konvensional
Pengaruh Pengetahuan dan Perilaku Petani dalam Memelihara Saluran Irigasi di Desa Kunjeng Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Aninditya, Destiana; Banowati, Eva; Sriyanto, Sriyanto
Edu Geography Vol 8 No 3 (2020): Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irrigation is used to facilitate the irrigation of agricultural land. In an effort to maintain irrigation canals farmersshould have knowledge about irrigation in order to encourage the behavior of maintaining irrigation channels.This study aims to: 1) determine the knowledge of farmers in maintaining irrigation channels; 2) know thebehavior of farmers in maintaining irrigation channels; 3) analyze the influence of farmers' knowledge andbehavior in maintaining irrigation channels. The results showed that farmers 'knowledge significantly influencedfarmers' behavior in maintaining irrigation channels. Because the results of the hypothesis test is known tocalculate 11.527. Based on the calculation of the test results of the determination of the value of R square = 0.639,this shows that the magnitude of the effect given by the independent variable on the dependent variable is 63.9%.Farmers' knowledge is classified as good criteria with an average of 72.18%, while the behavior of farmers tomaintain irrigation channels is classified as sufficient criteria with an average score of 68.58%. For the regressionresults it is known that the knowledge variable gives an effect of 0.8 on the behavior variable. Irigasi digunakan untuk mempermudah dalam pengairan lahan pertanian. Dalam upayamemelihara saluran irigasi petani seharusnya memiliki pengetahuan tentang irigasi supayamendorong perilaku memelihara saluran irigasi. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahuipengetahuan petani dalam memelihara saluran irigasi; 2) mengetahui perilaku petani dalammemelihara saluran irigasi; 3) menganalisis pengaruh pengetahuan dan perilaku petani dalammemelihara saluran irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani berpengaruhsignifikan terhadap perilaku petani dalam memelihara saluran irigasi. Karena hasil uji hipotesisdiketahui nilai t hitung sebesar 11,527. Berdasarkan perhitungan hasil uji determinasi nilai R square=0,639, hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh yang diberikan variabel independentterhadap variabel dependent sebesar 63,9%. Pengetahuan petani tergolong dalam kriteria baikdengan rata-rata 72,18%, sedangkan untuk perilaku petani memelihara saluran irigasi tergolongdalam kriteria cukup dengan rata-rata skor 68,58 %. Untuk hasil regresi diketahui bahwa variabelpengetahuan memberikan pengaruh sebesar 0,8 terhadap variabel perilaku.

Filter by Year

2012 2023