cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMA NEGERI 1 DORO PEKALONGAN TAHUN 2016 Setiyaji, Arif; Sunarko, Sunarko; Parman, Satyanta
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan Sekolah Siaga Bencana, merupakan salah satu upaya pengurangan risiko bencana dalam sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan kendala Program Sekolah Siaga Bencana di SMA Negeri 1 Doro.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) SMA N 1 Doro sudah mampu melaksanakan dari segi struktur bangunan, (2) sudah dilaksanakan MoU dengan BPBD Pekalongan dan Rescue sebagai pembina SSB, (3) perencanaan tanggap darurat di SMA N 1 Doro sudah masuk ke dalam kebijakan, (4) sudah ada tim KSBS dan pelatihan, tetapi belum ada pelatihan untuk organisasi, (5) prosedur tetapnya berupa penyelamatan diri, P3K dan Evakuasi, (6) sumber daya dan sarana perlu ditingkatkan, (7) pembinaan dan pelatihan intensif dilakukan BPBD Pekalongan.Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Perlunya evaluasi, monitoring dan bimbingan yang ketat saat diadakan pelatihan dan pembinaan kesiapsigaan yang serius terhadap seluruh warga SMA N 1 Doro, 2) Perlu diadakan pelatihan khusus PPGD/ P3K sehingga dapat menjadi pendukung kerja tim siaga bencana. Formation of Disaster Preparedness School, is one of disaster risk reduction in schools. The purpose of this study was to knowing how the implementation of the Disaster Preparedness in School Programme SMA Negeri 1 Doro. This research is a descriptive study using quantitative data analysis. The results showed that, (1) SMA N 1 Doro has been able to implement in terms of structure, (2) has been executed MoU with BPBD Pekalongan and Rescue as a builder SSB, (3) emergency response planning in SMA N 1 Doro has entered into policy, (4) the existing team KSBS and training, but there is no training for organizations (5) the procedure fixed in the form of escape, P3K and Evacuation, (6) the resources and infrastructure needs to be improved, (7) coaching and intensive training conducted for 6 months by BPBD Pekalongan and Rescue. Proposed in this study are as follows: 1) the need for evaluation, monitoring and strict guidance already during the training and coaching preparedness is serious on all citizens of SMA N 1 Doro, 2) the need for the holding of special training PPGD / P3K.
PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM KLATEN TAHUN 2015 Astuti, Ati; Setyaningsih, Wahyu
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan risiko bencana dapat dilakukan melalui pendidikan siaga bencana dalam sekolah dengan membentuk Sekolah Siaga Bencana (SSB). Parameter kesiapsiagaan sekolah diidentifikasi terdiri dari empat faktor, yaituSikap dan Tindakan,Kebijakan sekolah, Perencanaan Kesiapsiagaan, dan Mobilisasi Sumberdaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana potensi bencana di lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom dan mengetahui bagaimana pelaksanaan programSSB disekolah tersebut.Variabel dalam penelitian ini, yaitu potensi bencana di lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom dan pelaksanaan Program di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi yang dilengkapi dengan wawancara dan dokumentasi.Data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif.Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah potensi bencana di lingkungan sekolah yang paling besar adalah gempa bumi, dan pelaksanaan program SSB mencapai 78,4% dengan kesiapsiagaan yang sedang. Disaster risk reductioun can be conducted throught a disaster prepared education in school by forming a disaster prepared school (DPS).An emergency respons school parameter is identified with four factors, such as attitude and act, school policy, emergency respons plan, and mobilitation of human resource.the research aimed to find how potential disaster in SMA Negeri 1 Karanganom is and its DPS implementation. The variable of research are disaster potential an SMA Negeri 1 Karanganom environmen and disaster prepared school program implementationin. Questionaire and observation that is completed with interview an documentation are used as techniques of collecting data. The result of study is displayed in a descriptive analysis. Some conclutions are gained from the study, such as the biggest potential disaster in the school aenvironment is earthquake amd DPS implementation reach 78,4% with medium emergency response.
TINGKAT PARTISPASI PENDUDUK DALAM UPAYA PELESTARIAN TANAMAN MANGROVE DIDESA PECAKARAN KABUPATEN PEKALONGAN Inayati, Desi; Suharini, Erni; Sriyono, Sriyono
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kondisi tingkat pendidikan masyarakat di Desa Pecakaran, (2) Partisipasi penduduk dalam upaya pelestarian tanaman mangrove, (3) Hubungan tingkat pendidikan dengan partisipasi penduduk dalam upaya pelestarian tanaman mangrove.Populasi penelitian ini adalah masyarakat Desa Pecakaran yang berjumlah 1014 orang. Sampel yang digunakan sebesar 10% maka diperoleh 104 responden yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Hasil penelitian tingkat pendidikan responden tergolong “rendah” dengan rerata pendidikan dasar 62,5% dilandasi dengan sebagian besar masyarakat dengan tingkat pendidikan lulus SD dan lulusan SMP dan partisipasi masyarakat tergolong “sangat rendah” yaitu dengan skor 88% terutama pada sub variabel memelihara tanaman mangrove dari kerusakan kurangnya peran partisipasi masyarakat. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan partisipasi penduduk dalam upaya pelestarian tanaman mangrove ini ditandai hasil perhitungan tabel r product moment dengan taraf kesalahan ditetapkan 5% (taraf kepercayaan 95%) dan N=104, maka harga r tabel=0,195. Harga r hitung lebih besar dari r tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulannya ada hubungan positif dan nilai koefisien antara tingkat pendidikan dan partisipasi penduduk dalam upay pelestarian tanaman mangrove. This study aims to determine (1) The condition of public education at the village level Pecakaran, (2) participation of the population in the preservation of mangrove plants, (3) Relationship with the education level of the population's participation in the preservation of mangrove plants. The study population was the village community Pecakaran totaling 1014 people. The sample used by 10% of the obtained 104 respondents selected by stratified random sampling method. Results of research education level of respondents classified as "low" with the average of 62.5% of basic education based on the majority of people with education level graduating from elementary school and junior high school graduates and community participation classified as "very low" at the score of 88%, primarily in sub-variables preserve mangroves lack of damage to the role of community participation. There is a relationship between level of education and participation of the population in the preservation of mangroves is marked on the calculation table r product moment with the specified error level of 5% (95% confidence level) and N = 104, then the price table r = 0.195. Prices r count larger than r table so Ho rejected and Ha accepted. In conclusion there is a positive relationship and the coefficient between level of education and participation of the population in Mason preservation of mangrove plants. This study aims to determine (1) The condition of public education at the village level Pecakaran, (2) participation of the population in the preservation of mangrove plants, (3) Relationship with the education level of the population's participation in the preservation of mangrove plants. The study population was the village community Pecakaran totaling 1014 people. The sample used by 10% of the obtained 104 respondents selected by stratified random sampling method. Results of research education level of respondents classified as "low" with the average of 62.5% of basic education based on the majority of people with education level graduating from elementary school and junior high school graduates and community participation classified as "very low" at the score of 88%, primarily in sub-variables preserve mangroves lack of damage to the role of community participation. There is a relationship between level of education and participation of the population in the preservation of mangroves is marked on the calculation table r product moment with the specified error level of 5% (95% confidence level) and N = 104, then the price table r = 0.195. Prices r count larger than r table so Ho rejected and Ha accepted. In conclusion there is a positive relationship and the coefficient between level of education and participation of the population in Mason preservation of mangrove plants.
AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP 2 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN Pratama, Bregas Widya; Sriyanto, Sriyanto; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aktivitas belajar siswa dalam metode problem solving dan mengetahui pembelajaran metode problem solving yang dilaksanakan oleh guru mata pelajaran IPS di SMP 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi.Teknik analisis data yang dipilih adalah statistik deskriptif dengan menggunakan analisis frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa pada metode problem solving secara keseluruah termasuk dalam kriteria aktif yang meliputi aktivitas menyadari masalah, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis. Sedangkan pada aktivitas menyusun dan mempresentasikan laporan dikategorikan cukup aktif, karena hanya ada beberapa orang saja yang menyelesaikan laporan dan aktif berbicara, bahasa yang digunakan masih campuran, serta keberanian siswa saat bertanya jawab masih terlihat ragu-ragu. (2) Pembelajaran menggunakan metode problem solving yang dilaksanakan guru termasuk kategori baik karena guru sudah melaksanakan tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun guru masih kurang kreatif dalam penggunaan media pembelajaran. Bagi guru sebaiknya lebih banyak menggunakan media pembelajaran seperti membuat power point slide dan mind mapping. This research aims to understand the level of student learning activity in the method of problem and understand method problem solving learning of teacher on the subjects of social class in Junior High School 2 Kesesi Pekalongan District . Data collection technique that is used is a method of observation .Data analysis technique of the research is descriptive statistics with using analysis the frequency . The results showed that (1) the activity of the students on the methods of problem solving are included in the criteria they have actively covering the activities realized the problem, formulating problems, formulate a hypothesis, collect data, and test the hypothesis. Whereas, in the activity of drawing up and presenting the report categorized quite active, because there are only few people who completed the report and actively speak, the language is still in the mix, as well as the courage of the student when asked the answer still looks hesitant. (2) Learning use the method problem solving implemented teacher in the category of good because teacher have carry out three stages, namely preparation, the implementation, and evaluation. But the teacher is weak creative in media uses learning. For teacher should greater use of media learning such as making power point slide and mind mapping.
PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KLH (KETERAMPILAN LINGKUNGAN HIDUP) TERHADAP PARTISIPASI PENGELOLAAN SAMPAH DI SMANEGERI 1 BANDAR KABUPATEN BATANG Safitri, Dini Yuniar; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH(2)Partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah (3)Pengaruh keaktifan siswa dalam pembelajaran KLH terhadap partisipasi pengelolaan sampah. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random samplingdengan sampel 33 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesionerdengan metode analisisstatistik deskriptif. Aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH tergolong tinggi, karena mayoritas siswa bertanggung jawab dan berkontribusiterhadap proses pembelajaran KLH. Partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah tinggi, karena dalam pembelajaran KLH siswa telah melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai prosedur. Adanya pengaruh yang signifikan antara aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH terhadap partisipasi pengelolaan sampah, karena siswa dapat menerapkan aktivitas pembelajaran KLH dalam bentuk partisipasi pengelolaan sampah.Guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan pembelajaran di luar sekolah, misalnya kunjungan ke BLH, sehingga siswa dapat mengerti dan menerapkan sikap ramah lingkungan dimana saja. This researchpurpose isto know:(1)Students activity in KLH learning(2)Students participation in garbage management (3)Students impact for being active in KLH learning toward the participation in garbage management. The researcher used proporsional random sampling as the sample collecting technique with the sample which was consisted of 33 students. Technique of collecting the data used in this study is observation and questionnaire with statistic descriptive analysismethod. Students activity in KLH learning was classified into high, because most of the students are responsible and contributetoward KLH learning process. Students participation in garbage management was high, because in KLH learning, the students had done the garbage management activity based on the procedure. There was significant roles between the students activities in KLH learning and the participation in garbage management, because the students could apply KLH learning activities with the participation in garbage management. The teacher should give opportunities to the students to do some learning outside the school, for example visiting BLH. Therefore, students are able to understand and apply environmentally friendly anywhere.
PERANAN KELAS BELAJAR TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015 Sarjono, Danang; Banowati, Eva; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui pelaksanaan kelas belajar pada kelompok tani yang didasarkan pada kajian geografi pertanian di Kecamatan Puring, (2) Mengetahui kondisi sosial dan ekonomi petani setelah mengikuti kelas belajar pada kelompok tani di Kecamatan Puring, (3) Mengetahui peranan kelas belajar pada kelompok tani terhadap kondisi sosial dan ekonomi di Kecamatan Puring. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Kelompok Tani Sido Dadi, Sido Subur, Ngudi Mulyo dan Margo Mulyo. Sampel penelitian yaitu anggota kelompok tani dan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Deskriptif Presentase (DP) dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pelaksanaan kelas belajar pada kelompok tani di Kecamatan Puring termasuk dalam kategori baik, (2) Kondisi sosial dan ekonomi petani meningkat setelah mengikuti kelas belajar pada kelompok tani di Kecamatan Puring, (3) Kelas belajar berperan terhadap kondisi sosial dan ekonomi petani pada semua kelompok tani. The aims of this study are (1) to know the implementation of classroom learning on farmers based on the study of the agriculture geography in Puring (2) to know the social and economic conditions of farmers after following the classroom learning on farmers in Puring, and (3) to know the role of classroom learning on farmers toward the social and economic conditions in Puring. This study used a quantitative approach. This study was giving on Farmers Group of Sido Dadi, Sido Subur, Ngudi Mulyo and Margo Mulyo. The samples of this study are the farmers and Agricultural Extension Workers (PPL). This study used interviews, observation and documentation for collecting the data. The data analysis used Descriptive Percentage (DP) and simple linear regression. The results showed that (1) the implementation of classroom learning at farmer groups in Puring was a good category (2) the social and economic conditions of farmers are up after the classroom learning at farmers groups in Puring (3) the classroom learning had a role to social and economic conditions of farmers at all groups of farmers.
KETERAMPILAN MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERDASARKAN KURIKULUM 2013 Susanti, Dwi Novi; Suharini, Erni; Banowati, Eva
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan mahasiswa dalam menyusun RPP berdasarkan Kurikulum 2013, mengetahui hubungan pemahaman dengan keterampilan dalam menyusun RPP berdasarkan Kurikulum 2013, dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun RPP berdasarkan Kurikulum 2013. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 127 dan sampel sebanyak 70 responden dengan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis statistik Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dalam menyusun RPP Kurikulum 2013 sudah termasuk kriteria terampil. Berdasarkan hasil analisis statistik Chi Kuadrat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemahaman dengan keterampilan dalam menyusun RPP Kurikulum 2013. Kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun RPP Kurikulum 2013 dapat diidentifikasi antara lain kisi-kisi dan instrumen penilaian, merumuskan indikator, menyusun LKS, evaluasi, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, penyusunan bahan ajar, tujuan pembelajaran, penentuan media dan sumber pembelajaran. This study aims to determine students' skills in preparing lesson plans based on the curriculum in 2013, knowing the relationship of understanding with skills in preparing lesson plans based on the curriculum in 2013, and identify barriers faced by students in preparing lesson plans based on the curriculum of 2013. The population in this study as many as 127, and a sample of 70 respondents with a purposive sampling techniques. Data collection technique used documentation, testing, and questionnaires. Data were analyzed using descriptive analysis and statistical analysis of the percentage of Chi Square. The results showed that students in preparing the RPP Curriculum 2013 has been included skilled criteria. Based on the results of the statistical analysis Chi Square showed that there is a relationship between the understanding of the skills in preparing the RPP Curriculum 2013. Constraints faced by students in preparing the RPP Curriculum 2013 can be identified include grilles and instrument ratings, formulating indicators, prepare worksheets, evaluation, step- step learning activities, preparation of teaching materials, learning objectives, determining media and learning resources.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL DIGITAL PADA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016 Pranoto, Edi; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis visual digital sebagai media pembelajaran geografi di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IPS kelas XI tahun ajaran 2014/2015 sejumlah 141 siswa. Sampel pada penelitian diambil sebanyak 25% dari jumlah populasi siswa IPS kelas XI tahun ajaran 2014/2015. Variabel penelitian ini adalah efektivitas penggunaan media berbasis visual digital. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu menggunakan metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai skor rata-rata efektivitas penggunaan media visual digital dari keseluruhan sampel sebesar 24,85 yang termasuk dalam kriteria tinggi dari empat kriteria sangat tinggi, tinggi, rendah, sangat rendah yang telah di tetapkan. kesimpulan, Penggunaan media visual digital memiliki kriteria tinggi dan efektiv di gunakan dalam pembelajaran geografi. This study aims to determine the effectiveness of the use of digital visual media based learning as a medium of learning in high school geography ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG. The population in this study were all students of class XI IPS school year 2014/2015 a number of 141 students. Samples taken as many as 25% of the total population of students of class XI IPS academic year 2014/2015. The variables of this study was the effectiveness of the use of visual-based digital media. Data retrieval techniques in use that observation methods. The analysis technique used is the analysis of deskripstif. The results showed that the average score of the effectiveness of the use of digital visual media from the overall sample of 24.85 which was included in the high criteria of the criteria that has been set. In conclusion, the use of digital visual media have high criteria and equally effective in use in teaching geography.
HUBUNGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMA N 12 SEMARANG Prayogo, Doni; Aji, Ananto; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dan untuk mengetahui seberapa besar hubungan aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar geografi. Pengambilan data diperoleh dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam model kooperatif tergolong tinggi. Dikatakan tinggi karena mayoritas siswa bertanggung jawab pada tugas yang diberikan dan kerja sama antar siswa yang terjalin. Selain itu, hasil uji korelasi product moment menunjukkan bahwa hubungannya tinggi antara aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran siswa yang mempunyai aktivitas belajar dalam model pembelajaran kooperatif yang tinggi maka akan mendapatkan hasil belajar yang tinggi pula. Saran, pada aktivitas siswa yang masih tergolong rendah perlu adanya perbaikan, yaitu siswa terus berlatih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menerima pendapat siswa lainnya. This study aims to know how much the improvement of students learning activity using cooperative learning model and to know how much the correlation of learning activities in cooperative learning with learning outcomes geography. The data collection gained by the observation and documentation. The use of statistical analyses of the product moment correlation and descriptive statistical. The results of the study shows that students learning activity in cooperative model is in high category. It can be said because the majority of students are responsible for the task given and cooperation among students of being interwoven. In addition, the results of the product moment correlation showed that the impact high between the activity of student learning in the model of cooperative learning towards learning outcomes. Thus, in students learning activity who have learning activities in high cooperative, they will get learning outcomes which also high. The suggestion, in the students activity which is still relatively low need to be improved, that students need to practice to communicate using good and right Indonesian language, and accept the opinion from other students.
PENGGUNAAN BOOKLET“GERAKAN TANAH” UNTUK SUMBER BELAJAR PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI PEDOSFER KELAS X SMA MA’ARIF KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGATAHUN AJARAN 2016 Indarto, Kukuh; Putro, Saptono; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Booklet Gerakan Tanah merupakan sebuah produk Badan Geologi “Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Tanah Longsor” yang dapat digunakan untuk media pembelajaran atau sumber pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa, tanggapan siswa terhadap pembelajaran dan hasil belajar kognitif siswa materi tanah longsor dan dampak terhadap kerusakan lingkungan dengan menggunakan media booklet gerakan tanah untuk sumber belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimentaldengan subjek penelitian diambil menggunakan teknik Purposive. Metode pengumpulan data untuk penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukan aktivitas belajar siswa termasuk kedalam kategori Aktif dengan nilai rata-rata 82,96. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menggunakan booklet gerakan tanah termasuk kedalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 83,44. Hasil belajar kognitif siswa menunjukan hasil yang memuaskan dengan jumlah siswa yang tuntas lebih banyak dibandingkan jumlah siswa yang tidak tuntas dengan presentase ketuntasan komulatif 85,71%. Dengan demikianmedia booklet gerakan tanah dapat digunakan untuk salah satu alternatif sumber belajar pada pembelajaran Geografi materi tanah longsor. Soil movement booklet is a product by The Central of Vulcanology and Landslide Mitigation Geology Agency which can be used as teaching media or source of learning. This study aimed to know the learning activity of students, students’ response towards the learning, cognitive learning result about landslide material and the impacts of destruction of environment using soil movement booklet media as the source of learning. The type of this study is pre-experimental where random sampling technique is used to decide the subject. The techniques of collecting data of the study are observation, documentation of photos, questionnaires and tests. The result of the study shows that the learning activity of students is good with an average number of 80,95. Students response towards the learning using the booklet of soil movement is very good with an average number of 83,44. Whereas the cognitive learning result of the students is satisfying with cumulative comprehensiveness percentage 85,71%. As a conclusion, the soil movement booklet media can be used as one of many alternative medias as a source of learning in landslide material in Geography subject.

Filter by Year

2012 2023