cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
KENDALA SISWA DALAM PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BATANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Safarida, Nurul; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkanpelaksanaan modelpembelajaran kooperatif dalam mata pelajaran geografi memiliki nilai ketuntasan yang bervariasikhususnyapada model Make a Match nilaiketuntasanlebih rendah dibandingkan modelNumber Heads TogetherdanExample Non Example. Diindikasikan terdapat kendala dalam pelaksanaanmodel kooperatifpadamatapelajarangeografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dialami siswa dalam modelpembelajaran kooperatif pada matapelajarangeografi di MadrasahAliyah Negeri Batang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam pelaksanaan model kooperatifpada mata pelajaran Geografi di MadrasahAliyah Negeri Batang mempunyai kategori yang cukup terkendala, ditinjau dari empat aspek karakteristik yaitu dalam kesiapanmateri meliputi pencarian dan pemanfaatan sumber belajar pada siswa belum maksimal,padaaspekpemahamankonsepyaitusiswatidakdapatmerumuskan danmendeskripsikanjawaban, selanjutnya dalam memadukan konsep siswa hanya mampu mengenali, mengelompokan dan menghubungkan fakta berdasarkan satu buku sajakemudianpada saat mengkontraskan dan mengevaluasi konsepbarurata-rata siswa masih kesulitan, pada tahap pengembangankonsep siswa menjelaskan konsep baru dengan bahasa yang kurang bisa dipahami, siswa tidak mampu dalam mengemukakan ide (pasif).Diajukan saran agar siswa sering dilatih membaca berbagai referensi sumber belajarsepertijurnalmaupunreferensilainnyadari internet. The implementation of cooperative learning model in the geography subject has a variety of minimum standard mastery that is Make a Match model has lower minimum standard mastery than Number Heads Together and Example Non-Example model. It was indicated that there are constraints in the implementation of the cooperative learning model in geography subject. This study aims to determine the constraints experienced by the students in cooperative learning model in the geography subject at State Islamic Senior High School Batang. This study is designed in quantitative descriptive approach. In the implementation of cooperative model in geography subjects at State Islamic Senior High School Batang has this quite constrained categories, first, in terms of the four aspects characteristics, namely in the preparation of material including the search and use of learning resources for students has not yet maximized, second, in the aspect of understanding the concept that students are not able to define and describe the answer , then in combining the concepts students were only able to identify , categorize and connect the facts based on one book, then when contrasting and evaluating the new concept of the average student is still struggling, at the stage of concept development of students explains new concepts with less understandable language , students are not capable of expressing ideas (passive). Submitted suggestions that the students are often trained to read various references of learning resources such as journals and other reference from the internet.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE MATA PELAJARAN IPS MATERI POKOK GEJALA ATMOSFER DAN HIDROSFER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BATANG Fitria, Putri Nur; Sriyono, Sriyono; Parman, Satyanta
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang berfungsi mendidik, mengajar, memperbaiki tingkah laku siswa serta berperan besar dalam pengembangan aspek dalam diri siswa. Tujuan pendidikan nasional belum sepenuhnya dapat tercapai, banyak masalah yang timbul dalam pembelajaran pada pendidikan formal diantaranya prestasi yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1).Mengetahui pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Picture and Picture terhadap materi pokok atmosfer dan hidrosfer kelas VII di SMP Negeri 2 Batang. 2).Mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar materi pokok atmosfer dan hidrosfer kelas VII di SMP Negeri 2 Batang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, tes, dan kuisioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji perbedaan dua rata-rata uji t (t-test). Berdasarkan hasilpenelitian pelaksanaan pembelajaran Picture and Picturemenunjukkan lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, dengan adanya perbedaan persentase aktivitas siswa kelas eksperimen 32,43% lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu 29,73%. Selanjutnya efektivitas hasilbelajar yang semakin meningkat antara penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dengan konvensional. Dibuktikan dari perbedaan nilai rerata post test kelas eksperimen yaitu 83,31 lebih tinggi dibandingkan nilai rerata post test kelas kontrol yaitu 79,00taraf signifikan yang digunakan 5% dan dk (70) menunjukkan thitung 2,68 > ttabel 1,67 yang artinya hipotesis alternatif “diterima”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Picture and Picture berlangsung lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional, dan ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara model pembelajaran Picture and Picture dengan pembelajaran konvensional. Schools is formal education institutions functioning of educating, teaching, improve student behavior and play a major role in the development aspect in students.National education goals can not be fully achieved, many of the problems that arise in learning in formal education such achievement is still low. This research aims to: 1).Knowing learning implementation using model Picture and Picture of the subject matter of the atmosphere and hydrosphere class VII in SMP Negeri 2 Batang. 2).Knowing effectiveness of using learning model Picture and Picture the learning outcomes of the subject matter of the atmosphere and hydrosphere class VII in SMP Negeri 2 Batang. The method used documentation, observation, test, and questionnaires. Technical data analysis using descriptive analysis and test of different of two percentage average (t-test). Based on the results of the implementation of learning research Picture and Picture shows more effective than conventional learning, with the differences in the percentage of student activity experimental class 32.43% better than the control class that is 29.73%.Furthermore, the effectiveness of increasing learning outcomes between the use of learning model Picture and Picture by conventional. Evidenced from the average value of post test differences in the experimental class is higher than the 83.31 average value of post test control class that is 79.00 significance level used 5% and dk (70) showed 2.68 t count> t table 1.67 that alternative hypothesis means "accepted". It can be concluded that the implementation of learning using learning model Picture and Picture lasted more effective than using conventional learning, and there are significant differences in learning outcomes between the learning model Picture and Picture with conventional learning.
PARTISIPASI PETANI KENTANG DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DATARAN TINGGI DIENG (Studi Kasus di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo) Saputro, Eko Adi; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Sriyanto, Sriyanto
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pariwisata sebelum pengembangan pariwisata, mengetahui kondisi pariwisata sesudah pengembangan pariwisata dan mengetahui partisipasi petani kentang dalam pengembangan pariwisata. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kentang yang ada di Desa Sembungan dengan jumlah 652 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan perhitungan rumus Solvin dapat diambil sampel dengan jumlah 87 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, studi literatur, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebelum pengembangan pariwisata pengelola wisata terkendala dengan pendanaan serta masih kurangnya dukungan dari masyarakat maupun pemerintah. Setelah pengembangan pariwisata fasilitas tersedia dengan baik, serta mulai ada dukungan dari masyarakat maupun keterlibatan pemerintah maupun swasta. Partisipasi petani kentang dalam pengambilan keputusan pengembangan pariwisata masuk kedalam kriteria sedang dengan skor 64,59%, dalam pelaksanaan masuk kedalam kriteria sedang yaitu 66,14%, kemudian dalam pemantauan dan evaluasi 49,17% masuk kedalam kriteria rendah, dan dalam pemanfaatan masuk kedalam kriteria tinggi dengan skor 81,37%. This research aimed to analyze tourism condition before tourism development, knowing the tourism condition after the development and the participation of potatoe farmers in tourism development. Population in this research was the entire potatoe farmers existed in Sembungan field with total 652 people. Sampling technique used was Purposive Sampling, by using Solvin formula could be taken by 87 people. The data collecting technique used field observation, literary studies, interview, questionnaires, and documentation. The data analysis used was percentage descriptive. The result of this research known that before tourism development, the tourism organizer constraint by funding by funding and the lack of support from people and government. After tourism development the tourism facility was available, moreover support from people and government or private appeared. Potatoe farmers participation was about 64,59%, in implementation included in medium criterion was 66,14%, then in observation and evaluation 49,17% included in low criterion, and the profit included in high criterion was about 81,37%.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU WARGA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN KETERCAPAIAN PROGRAM ADIWIYATA DI SMA NEGERI 1 DEMAK TAHUN 2016 Safitri, Siva; Setyaningsih, Wahyu; Tukidi, Tukidi
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejauhmana perilaku warga sekolah dalam mengelola lingkungan, (2) Ketercapaian program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Demak, dan (3)Hubungan antara perilaku warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan Sekolah dengan ketercapaian program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Demak.Pengambilan sampel dilakukan dengan cara disproportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data berupa:observasi, wawancara, dokumentasidan angket. Teknik analisis menggunakan deskriptif persentatif. Perilaku warga sekolah dalam pengelolaan sekolah memiliki kategori baik dengan hasil persentase 73,01%. Berbagai penghargaan dan prestasi sekolah peduli lingkungan telah di peroleh SMA Negeri 1 Demak.Hubungan antara perilaku warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan dengan tingkat ketercapaian program adiwiyata di SMA Negeri 1 Demak saling bersinergi. Terdapat implikasi dalam pembuatan kebijakan sekolah yang menghasilkan kegiatan-kegiatan peduli lingkungan. Berbagai kegiatan tersebut membentuk perilaku warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan dan berpengaruh terhadap hasil perolehan nilai evaluasi adiwiyata.Pihak sekolah hendaknya melakukan pemantauan dan penilaian terhadap segala bentuk kegiatan warga sekolah terutama mengenai pemilahan sampah dan warga sekolah hendaknya dapat lebih memanfaatkan sarana dan prasarana sekolahuntuk mengaplikasikan kegiatan peduli lingkungan. The goals of this research are to determine: (1) how far the behavior of school community in managing the environment, (2) how are theachievement of Adiwiyata program in SMA Negeri 1 Demak, and (3) Relationship between the behavior of school community in environmental management school with the achievement ofAdiwiyata program in SMA 1 Demak. The samplingtechnique used is a disproportionate stratified random samplingwith 263 peoples as sample. Collecting data techniques are used: observation, interview, documentation andquestionnaire. The analysis techniques is used persentatifdescriptive.. The behavior of school community in school management has good categories with 73.01%of percentage. Various awards and achievements caring school environment has been obtained SMA Negeri 1 Demak. The synergizing relationship between the behavior of school community in environmental management at the level of achievement Adiwiyata programs in SMA Negeri 1 Demak There are implications in activity of school policymakers that generate environmental awareness. These activities shape have behavior of school community in environmental management and affect the results value of the evaluation Adiwiyata program. The schools side have to used monitoring and assessment to all forms activities of school community, especially regarding the sorting of waste. The school civitas should be able to use maximaly utilize school facilities and infrastructure to apply environmental awareness activities.
PENGARUH PENGATAHUAN PETANI KENTANG TERHADAP PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA KEPAKISAN KECAMATAN BATUR Prastia, Dedy Hendra; Hariyanto, Hariyanto; Banowati, Eva
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kepakisan merupakan salah satu desa di dataran tinggi Dieng yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani kentang. Akan tetapi dalam usaha pertanian kentang mereka kurang memperhatikan tentang kelestarian lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah petani dan buruh tani kentang yang berada di Desa Kepakisan berjumlah 902 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil 10% dari populasi yang ada sebanyak 90 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan petani kentang cukup baik karena petani telah bertani lebih dari 20 tahun, petani kentang telah berpengalaman yang cukup lama dalam pertanian kentang dan banyaknya petani yang pernah mengikuti penyuluhan sebanyak 83,33%. Dalam cara pengelolaan tanah dan pengendalian hama serta penyakit antar setiap petani hampir memiliki kesamaan, jadi dapat dikatakan dalam penelitian ini tidak ada pengaruh antara pengetahuan petani kentang terhadap pertanian berkelanjutan. Kepakisan village is located in the Dieng plateau which the majority of citizen as a potato farmer. But in potato agricultural enterprises they are less concern about environmental preservation. Population of this research is potato farmers and farm laborers in Kepakisan village totaled 902 people. The sample in this researchare taken 10% sample of population totaled 90 samples. Data collection technique to be used by observation, interview, and documentation. Data analysis technique is using description percentation. Research results showed potato farmers knowledge is good enough because farmers have been farm more than 20 years, potato farmers have quite a long experience damount in potato farming and many farmers have been following the counseling amount 83.33%. In land management and pests and diseases control between each farmer is almost the same, itcan be said in this research there is no influences between potato farmers knowledge against sustainable agriculture
TINGKAT PENGETAHUAN WARGA KAMPUS DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH Sari, Ika Yunita; Sunarko, Sunarko; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pengelolaan sampah di lingkungan Universitas Negeri Semarang masih belum optimal karena hanya sebagian kecil dari sampah organik yang dikelola sedangkan sisa dari sampah organik lain dan anorganik dibuang ke TPS banaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga kampus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tentang pengelolan sampah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (description research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga kampus di Fakultas Ilmu Sosial sebanyak 2.027 orang yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa dengan jumlah sampel sebanyak 137 warga kampus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan warga kampus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tentang pengelolaan sampah termasuk dalam kategori sedang dengan rincian pengetahuan tentang reduce dan reuse yaitu dalam kategori sedang sedangkan tingkat pengetahuan tentang recycle termasuk dalam kriteria tinggi. The phenomenon of environmental waste management in Semarang State University is still not optimal because only a fraction of the organic waste managed while the rest from other organic and inorganic garbage dumped into the TPS Banaran. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of campus citizens at the Faculty of Social Sciences, State University of Semarang on the management of garbage. This research is descriptive (description research). The population in this study are all citizens of the campus at the Faculty of Social Sciences as many as 2.027 people consisting of faculty, staff and students with a total sample of 137 residents of the campus. Data collection techniques using the test, documentation and observation. Data analysis using descriptive techniques percentage. Data analysis using descriptive techniques percentage. The results showed that the level of knowledge of citizens of the campus at the Faculty of Social Sciences, State University of Semarang on waste management in medium category with details of the reduce and reuse of knowledge that is in the medium category, while the level of knowledge about recycle included in the high criteria.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP NEGERI 4 BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN AJARAN 2016/2017 Nugraha, Ahmad Hutama Adhi; Suharini, Erni; Sriyono, Sriyono
Edu Geography Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pelaksanaan model pembelajaran Examples Non Examples pada pembelajaran IPS Geografi. 2) Mengetahui efektivitas model pembelajaran Examples Non Examples terhadap hasil belajar IPS Geografi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Bumiayu. Sampel penelitian ini adalah kelas VII-C (kelas eksperimen) dan kelas VII-D (kelas kontrol) yang dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan datayang digunakan adalah dokumentasi, observasi, tes, dan angket. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dimana persentase kinerja guru kelas eksperimen dan kelas kontrol masuk kategori baik. Aktivitas siswa pada kelas eksperimen sebesar 72% lebih baik daripada kelas kontrol dengan persentase sebesar 62%. Hasil post-test menunjukan hasil rata-rata kelas eksperimen sebesar 77,33, dan hasil rata-rata kelas kontrol sebesar 71,33. Hasil uji-t menunjukan bahwa thitung (2,285) > ttabel (1,67). Hasil uji ukuran efek menunjukan bahwa besaran efek sebesar 0,59 dan masuk kategori sedang. Simpulan penelitian ini yaitu, penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional pada materi sumber daya alam. Abstract ___________________________________________________________________ This research aims to: 1) Determine the implementation of learning model Examples Non Examples at IPS learning Geography. 2) Assess the effectiveness of the learning model Examples Non-Examples for learning outcomes IPS Geography. The population of this study were students of class VII SMP Negeri 4 Bumiayu. The sample was a class VII-C (experimental class) and class VII-D (control group) were selected by purposive sampling. The method of collecting data that is used is the documentation, observation, testing, and questionnaires. Methods of data analysis using descriptive analysis and t-test percentage. Based on the results of research show learning can be done well in which the percentage of the performance of teachers experimental and control classes in the category of good. Activities of students in the experimental class is 72% better than the control class with a percentage of 62%. Post-test results showed an average yield of 77.33 experimental class, and the average yield control class yield of 71.33. T-test results showed that thitung (2.285)> ttable (1.67). Effect Size result showed that effect size yield of 0.59 and in the category medium. The conclusion of this study namely, the use of Examples Non Examples learning model is more effective than conventional learning models in matter of natural resources.
KAJIAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN KEMBANGSARI KECAMATAN SEMARANG TENGAH Martanto, Cahyo; Aji, Ananto; Parman, Satyanta
Edu Geography Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kelurahan Kembangsari. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 1.177 Kepala Keluarga. Sampel penelitian yang digunakan adalah quota sampling yaitu berjumlah 217 orang. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran di Kelurahan Kembangsari dikelompokkan menjadi 4 parameter yaitu parameter sikap, parameter mobilisasi sumberdaya, parameter rencana tanggap darurat dan parameter sistem peringatan bencana. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kelurahan Kembangsari diketahui 88% memiliki kesiapsiagaan sedang, 3% rendah dan 9% tinggi. Secara keseluruhan kesiapsiagaan Kelurahan Kembangsari masuk kategori sedang dengan nilai 36,75 atau 67,80%, besaran angka tersebut didapat dari perbedaan pola pikir masyarakat yang telah mendapatkan sosialisasi dengan yang belum pernah mendapatkan sosialisasi. Abstract ___________________________________________________________________ This research aims to analyze the level of disaster preparedness in the face of masarakat fires in the village Kembangsari. Design research using quantitative descriptive method. This research population totaled 1,177 Head family. Sample research used was quota sampling that is numbered 217 persons. Data collection method using question form, interview and documentation. Data analysis using descriptive percentage. The results showed that the community's preparedness in dealing with fires in the village Kembangsari are grouped into four parameters, namely the parameters resource mobilization, the attitude, the emergency response plan parameters and parameters of disaster warning systems. The level of community preparedness in the face of disastrous fires in Kembangsari note 88% have a medium level preparedness, are low 3% and 9% high. Overall preparedness Neighborhood Kembangsari sign in the category medium-value 36.75 67.80%, or magnitude of the figures obtained from the difference in the mindset of the community who have been getting socializing with never getting the socialization.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA DISPLAY MATERI PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENANGGULANGANNYA SISWA KELAS VIII SMPN 10 SEMARANG TAHUN AJARAN 2016/2017 Syadiah, Dea Halimatus; Putro, Saptono; Indrayati, Ariyani
Edu Geography Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Display kelas merupakan salah satu alternatif untuk digunakan dalam pembelajaran disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran menggunakan media display materi permasalahan lingkungan hidup dan penanggulangannya yang dilihat dari aktivitas, respon, dan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian Pre Experiment Design dengan desain penelitian One Group Pretest and Posttest. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, test, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dalam bentuk perhitungan deskriptif persentase, analisis t-test sampel berkorelasi, dan uji gain. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 10 Semarang. Sampel penelitian berjumlah 62 orang siswa yaitu 32 orang siswa dikelas VIII A sebagai kelas kontrol dan 30 orang siswa dikelas VIII B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media display dilihat dari aktivitas, respon, dan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sudah efektif. Adanya display yang digunakan untuk pembelajaran membuat siswa bersemangat dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Abstract ___________________________________________________________________ Display class is an alternative for use in school learning. This study are to determine effectiveness of learning using the display media content and tackling environmental problems as seen from the activity, response, and learning outcomes. This study is a Pre Experiment Design with the dedesign of the study One Group Pretest and Posttest. Data collection techniques use are observation, questionnaire, test, and documentation. Data analyzed use are quantitative analysis in the form of descriptive percentage calculation, analysis correlated sample t-test and test gain . The study population are students of class VIII SMPN 10 Semarang. These samples included 62 students. Consist of 32 students in class VIII A as the control class and 30 students in class VIII B as an experimental class. The results show that learning by use media display view from the activity, response, and student learning outcomes in the experimental class have effective. Those displays use for learning make the students excited and interested to participate in learning. Abstrak ___________________________________________________________________ Display kelas merupakan salah satu alternatif untuk digunakan dalam pembelajaran disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran menggunakan media display materi permasalahan lingkungan hidup dan penanggulangannya yang dilihat dari aktivitas, respon, dan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian Pre Experiment Design dengan desain penelitian One Group Pretest and Posttest. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, test, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dalam bentuk perhitungan deskriptif persentase, analisis t-test sampel berkorelasi, dan uji gain. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 10 Semarang. Sampel penelitian berjumlah 62 orang siswa yaitu 32 orang siswa dikelas VIII A sebagai kelas kontrol dan 30 orang siswa dikelas VIII B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media display dilihat dari aktivitas, respon, dan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sudah efektif. Adanya display yang digunakan untuk pembelajaran membuat siswa bersemangat dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Abstract ___________________________________________________________________ Display class is an alternative for use in school learning. This study are to determine effectiveness of learning using the display media content and tackling environmental problems as seen from the activity, response, and learning outcomes. This study is a Pre Experiment Design with the dedesign of the study One Group Pretest and Posttest. Data collection techniques use are observation, questionnaire, test, and documentation. Data analyzed use are quantitative analysis in the form of descriptive percentage calculation, analysis correlated sample t-test and test gain . The study population are students of class VIII SMPN 10 Semarang. These samples included 62 students. Consist of 32 students in class VIII A as the control class and 30 students in class VIII B as an experimental class. The results show that learning by use media display view from the activity, response, and student learning outcomes in the experimental class have effective. Those displays use for learning make the students excited and interested to participate in learning.
PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH ADIWIYATA PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI JAWA TENGAH TAHUN 2016 Nugroho, Mas Aditia; Hariyanto, Hariyanto; Suharini, Erni
Edu Geography Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku peduli lingkungan siswa dan faktor yang membedakan pada sekolah adiwiyata perdesaan dan perkotaan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku peduli lingkungan siswa sekolah adiwiyata perdesaan dan perkotaan berbeda dari aspek kebersihan kelas, pengelolaan air, pengelolaan energi, pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan sekitar. Perbedaan perilaku peduli lingkungan sekolah adiwiyata perdesaan dan perkotaan tersebut dikarenakan beberapa faktor antara lain faktor individu siswa, luas sekolah, kegiatan lingkungan sekolah adiwiyata, dan fasilitas sarana prasarana sekolah adiwiyata tersebut. Perbedaan tersebut dapat menjadikan pembenahan sekolah dalam melaksanakan pendidikan berbasis lingkungan, agar mampu menciptakan siswa-siswa yang cinta dan peduli terhadap lingkungannya. Hal demikian yang menjadi tujuan utama dibentuknya sekolah adiwiyata. Abstract ___________________________________________________________________ This study aims to review determine Behavioral Environmental Care Students And factor distinguishes the Adiwiyata School of Rural and Urban. Techniques using questionnaire data collection, documentation, and interviews. Data analysis using descriptive analysis and descriptive percentage. Research shows that school Student Conduct Environmental Care in Rural and Urban Adiwiyata different from the aspect of cleanliness class, air management, energy management, waste management and concern for the Neighborhood. Differences in Behavior Environmental Care in Rural and Urban Adiwiyata school is due to several factors Other factors BETWEEN individual student, school area, activities Adiwiyata school environment, and has used the Adiwiyata school infrastructure. That difference can be made revamping hearts implement school-based Education Environment, in order to creates student-Capable Students Against The Love and Care for the environment. It thus Yang Become Top destinations Adiwiyata school establishment.

Filter by Year

2012 2023