cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)" : 23 Documents clear
ANALISIS PERAN PEREMPUAN DALAM RANTAI NILAI IKAN KALENG PRODUK TUNA CAKALANG DI PT. DELTA PASIFIC INDOTUNA DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Jumadi, Irna S.; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16986

Abstract

AbstrakPerempuan merupakan sumber daya yang tidak kalah pentingnya dengan tenaga kerja pria. Perempuan memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan perekonomian dan kesejahteraan rumah tangga serta masyarakat. Salah satu kawasan pengembangan perikanan, di kota Bitung memiliki banyak perusahaan perikanan yang bergerak dibidang pengalengan ikan. Tenaga kerja dalam perusahaan pengalengan kota Bitung tidak hanya mencakup kaum pria saja, akan tetapi kaum perempuan juga. Perempuan sesungguhnya merupakan sumber daya ekonomi yang tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan pria. Keberadaan perempuan dalam rumah tangga bukan sekedar sebagai pelengkap fungsi reproduksi saja, namun lebih dari itu perempuan terbukti memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan ekonomi dan kesejateraan rumah tangga serta masyarakat. Penelitian ini menggunakan dasar penelitian studi kasus dengan pendekatan survey, yang dilakukan dengan cara sampling acak sederhana dan yang menjadi populasi yaitu karyawan perempuan yang ada di PT. Delta Pasific Indotuna. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner serta pengamat langsung dan data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi yang dapat dapat menyediakan data untuk penelitian ini antara lain : Dinas Perikanan Sulawesi Utara, Dinas Perikanan kota Bitung serta hasil dari searching internet. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian terkait peranan perempuan dalam rantai nilai ikan kaleng di PT. Delta Pasific Indotuna memberikan informasi bahwa peranan terbesar perempuan terdapat pada kegiatan Beheading, Skinning dan Loinning. Alasannya karena pada ketiga kegiatan ini sangat dituntut ketelitian tinggi yang sulit untuk dilakukan oleh laki-laki. Peran perempuan yang paling sedikit terdapat pada kegiatan cooling, kegiatan ini dinilai sulit untuk dilakukan oleh perempuan karena resiko dari pekerjaanya yang cukup tinggi.Kata kunci: analisis, peran, perempuan, produk
ANALISIS KEPUTUSAN PERSEDIAAN ES BALOK DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TUMUMPA KOTA MANADO Hutagalung, Derma; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16966

Abstract

AbstrakSektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar sebagai sektor unggulan dan penggerak utama pembangunan perekonomian daerah menuju Sulawesi Utara yang maju, mandiri dan sejahtera. Hal ini disebabkan karena sektor ini memiliki keunggulan komparatif dibanding sektor lainnya berupa ketersediaan sumberdaya alam yang sangat besar dan mempunyai potensi ekonomi yang luar biasa, yang mampu menghasilkan produk dan jasa dengan daya saing tinggi, sepanjang dapat mengelolanya dengan tepat. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ketersediaan sumberdaya alam yang ada di daratan semakin terbatas, khususnya yang berbasiskan lahan, sejalan dengan bertambahnya penduduk dan berkembangnya kegiatan ekonomi sebagai dampak dari pelaksanaan pembangunan. Tujuan penelitin  untuk mengetahui bagaimana pengambilan   keputusan dari persediaan es balok dan untuk mengidentifikasi hal apa saja yang mepengaruhi keputusan persediaan es balok di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan metode partisipatif. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder serta analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Pelabuhan  perikanan adalah pelabuhan khusus yang dipergunakan sebagai pangkalan kegiatan penangkapan ikan dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas sejak ikan didaratkan sampai didistribusikan. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) terletak di Kelurahan Tumumpa II Kecamatan Tuminting  Kota Manado mempunyai letak geografis 1°31’21” LU dan 124°50’28” BT, dengan  jarak lokasi dari pusat kota kurang lebih 7 km. Lokasi seluas 4 (empat) Ha di bangun sejak tahun 1993 yang di kenal dengan nama Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dengan dana bantuan luar negeri (BLN-OECF INP-22) untuk kegiatan awal seperti survei, penahan tanah dan pengerukan.  Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa merupakan salah satu fasilitas penunjang yang di sediakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) balai pengembangan dan pembinaan penangkapan ikan (BP3I), berdasarkan surat keputusan peraturan daerah (PERDA) Provinsi Sulawesi Utara Nomor 3 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Dinas Kelauan dan Perikanan dipimpin oleh seorang kepala balai yang dalam  pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara.Dalam kegiatan penjualan es balok, pabrik es balok yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa hanya dapat menjual es per balok di karenakan belum mempunyai mesin penghancur es, es balok yang akan di jual kepada nelayan dengan berukuran 80 kg per balok dan dijual seharga Rp 23.000,-/balok.Kata Kunci : es balok, pengambilan keputusan, metode survey
PENILAIAN NELAYAN TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP HUHATE DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Husuna, Fatra; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16991

Abstract

AbstrakPerikanan tangkap sebagai sistem yang memiliki peran penting dalam penyediaan pangan, kesempatan kerja, perdagangan dan kesejahteraan serta rekreasi bagi sebagian penduduk Indonesia perlu dikelola yang berorientasi pada jangka panjang.Pole and line merupakan alat tangkap yang sudah lama digunakan oleh nelayan. Hasil tangkapan pole and line adalah ikan cakalang dan ikan tuna, yang merupakan komoditas primadona dibidang perikanan, karena dilihat dari peranannya khususnya ekspor komoditas untuk ikan cakalang.Wilayah perairan Indonesiamerupakan suatu wilayah perairan yang sangat potensial untuk penangkapan ikan cakalang.Program pengembangan perikanan dengan cara memperkuat kelembagaan sosial ekonomi masyarakat memiliki peluang yang besar untuk memberikan kontribusi yang efektif dan efisien terhadap perubahan sosial, ekonomi dan politik, serta dinamika pembangunan kawasan. Keberhasilan pencapaian ini akan menjadi landasan membangun masyarakat nelayan yang semakin baik di kawasan pesisir pada masa-masa mendatang.Adapun tujuan penelitian ini yaitu. (1) Mengetahui perkembangan program pengembangan perikanan tangkap di daerah penelitian. (2) Mengetahui karakteristik nelayan yang mengikuti program pengembangan perikanan tangkap.(3) Mengetahui  sikap atau tanggapan nelayan terhadap program pengembangan perikanan tangkap.(4) Mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pelaksana program pengembangan perikanan tangkap di daerah penelitian. Adapun manfaat penelitian ini : (1) sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan, baik untuk kepentingan akademis maupun non akademis.(2) Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihakyang berkepentingan, khususnya pemerintah dalam program pengembangan perikanan tangkap.Metode penelitian yang digunakan yaitu  metode survei dan pengumpulan data dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder serta analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif,untuk mengetahui penilaian sikap atau tanggapan nelayan dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena.Program bantuan yang digulirkan pemerintah, memperlihatkan dampak positifnya. Sejumlah nelayan di lokasi penelitian mengatakan bahwa mereka senang karena mendapatkan hasil rata-rata dua kali lipat. Ini menunjukkan, sesungguhnya penggunaan bantuan kapal mempunyai tujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan, dengan program bantuan kapal, secara langsung mendukung peningkatan kemampuan nelayan dari skala kecil ke skala menengah dan besar.Kata kunci: huhate, pengembangan, perikanan tangkap, penilaian nelayan
ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK OLAHAN TUNA CAKALANG DI PULAU LEMBEH UNTUK PEMASARAN LOKAL DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Kharie, Wandi Rivandi; Manoppo, Victoria E. N.; Wasak, Martha
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16982

Abstract

AbstrakProduksi perikanan laut  di Sulawesi Utara   285 265.60 ton di tahun 2015, dan khusus Bitung berjumlah  49 483.70 ton (Anonimous, 2016). Potensi dan produksi perikanan laut di Kota Bitung cukup tinggi, sehingga pengembangan industri perikanannya lebih tepat diarahkan pada industri pengolahan perikanan laut, khususnya untuk peningkatan nilai tambah potensi beberapa jenis ikan ekonomis tinggi seperti Tuna dan Cakalang (Anwar, 2011)).Tujuan penelitian ini, yaitu 1) menganalisis bagaimana kondisi rantai nilai produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. 2 mendeskripsikan hambatan-hambatan apa saja yang ada dalam proses pengolahan dan pemasaran nilai produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, yaitu :1.   Kondisi rantai nilai produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk  pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.a.   Rantai nilai yang ada mulai dari pedagang pengumpul ke pengolah ikan dilanjutkan dengan pemasaran ke KSU masyarakat pesisir di pasar Sagrat Bitung.b.   Pada tingkat pengumpul ikan dijual dalam bentuk segar dikemas dalam keranjang atau ember/loyang besar. Dijual dengan harga Rp. 8.500,- per kg, sehingga kebutuhan rata-rata 200 kg per produksi, maka pedagang pengumpul memperoleh hasil penjualan sebesar Rp. 1.700.000,-.c.    Pada tingkat pengolah, ikan diproses lagi menjadi ikan olahan yaitu ikan kayu  sebanyak 40 kg dan dijual dengan harga total Rp. 3.600.000,-, biaya sebesar Rp. 220.000,- sehingga memperoleh margin atau nilai tambah  sebesar Rp. 1.680.000/produksi.d.   Di tingkat pembeli dalam hal ini KSU masyarakat pesisir memperoleh margin sebesar Rp.1.550.000,-2.   Hambatan-hambatan dalam proses pengolahan dan pemasaran  produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara hanyalah pada  :a.   Masih berorientasi ke pembeli yang hanya satu orang saja.b.   Memerlukan peralatan yang lebih modern untuk mendapatkan hasil produksi lebih tinggi.c.    Memerlukan tambahan modal, agar bisa diversivikasi hasil usaha.Bertolak dari hambatan, maka dapatlah disarankan sebagai berikut :1.   Baik nelayan, pedagang pengumpul, pengolah ikan  bisa meningkatkan produksinya melalui peralatan tangkap yang lebih baik dan lebih modern2.   Pembeli dalam hal ini KSU masyarakat pesisir bisa mengadakan tambahan binaan pengolah ikan sebagai penyedia ikan kayu. Kata kunci : Rantai Nilai, Ikan Kayu , Lembeh
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius SP) DI DESA TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA Rumimpunu, Agus; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.17006

Abstract

AbstractThe objective of this research was to study the potential business development  of Channel catfish farming  (Pangasius sp) in Tatelu Village North Minahasa regency.  This research was a case study and the data collected was analyzed qualitatively and quantitative. Observation and interview to Tatelu village community were used to gather the primary and secondary data. The results of the research showed that the land, fries, and feed can be used for the potential businnes development of farming  channel catfish  in Tatelu village of North Minahasa Regency. The problems faced by fish culturist included  cost, fish disease, level of community education and market demand. The skill of fish culturist needed to be develop through education , training and socialization about the benefits of fish culture. This was important due to the development of channel catfish farming had positive impact  increasing people welfare. This is important because the development of channel catfish farming has a positive impact on improving people's economi Key words : channel catfish, tatelu village, business development
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Onu, Reka D.; Rarung, Lexy K.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16987

Abstract

AbstrakDistribusi merupakan suatu penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut menciptakan waktu, tempat, dan pengalihan hak milik ( Vitasari imam 2010).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui efisiensi saluran pemasaran ikan cakalang asap di Kecamatan Girian Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara dan untuk menghitung dan menjelaskan besaran margin pada setiap rantai produk ikan cakalang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua produsen ikan cakalang asap, pedagang pengecer dan konsumen cakalang asap yang berada di Keluarahan Girian Atas Kota Bitung . Pengambilan sample yaitu  dengan cara purpossive sampling dilanjutkan ke  snowball sampling. Jadi, purpossive sampling dalam penelitian ini yaitu pengambilan sampel sebagai sumber data dengan pertimbangan tertentu yaitu kriteria-kriteria yang melekat pada sampel  tersebut yaitu kriteria sebagai produsen, pedagang pengecer dan sebagai konsumen.Hasil penelitian diketahui bahwa di Kelurahan Girian Atas terdapat 40 tempat usaha ikan cakalang asap , Setiap usaha mempunyai saluran pemasaran sendiri-sendiri tetapi hanya ada dua macam saluran pemasaran  ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas. Pertama  dari produsen langsung ke konsumen kedua dari produsen melalui pedagang pengecer di pasar tradisional kemudian ke konsumen akhir. Adapun yang paling bagus yaitu saluran I karena mempunyai margin sama dengan nol, sebab produsen mejual langsung kepada konsumen sehingga yang diterima produsen sama dengan yang dibayarkan oleh konsumen. Adapun saluran II produsen menjual ke pedagang pengecer  dengan ukuran 500 gram Rp.35.000/jepit dan ukuran 900 gram Rp 70.000/jepit sedangkan pedagang pengecer menjual kembali ke konsumen akhir dengan ukuran 500 gram Rp. Rp.50.000/jepit dan Rp. 80.000/jepit Dari kedua saluran pemasaran yang ada di Kelurahan Girian Atas yang terbaik pemasarannya yaitu saluran 1, karena produsen memasarkannya langsung ke konsumen sehingga marginnya sama dengan nol, Walaupun pedagang pengecer menetapkan harga jual yang lebih tinggi di bandingkan dengan harga di tingkat produsen.Kata kunci: ikan asap, pemasaran, pengecer, konsumen
PERANAN PEREMPUAN DALAM USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Tempomona, Daniel; Aling, Djuwita R.R.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16994

Abstract

AbstrakKota Bitung menjadi kawasan yang sangat potensi untuk dikembangkan usaha perikanan tangkap, atas dasar itu pula Kota Bitung dikenal sebagai Kota Cakalang. Besarnya potensi sumberdaya ikan cakalang di Kota Bitung menyebabkan tingginya minat masyarakat untuk mengolah ikan, salah satunya pegolahan ikan cakalang asap atau yang dalam bahasa lokalnya dikenal dengan istilah cakalang fufu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui keadaan kelompok usaha pengolahan ikan cakalang asap, Untuk mengetahui apa saja peran perempuan dalam usaha pengolahan ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Manfaat dari penelitian ini adalah Sebagai saran bagi penulis untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah melalui penelitian yang dilakukan langsung di lapangan. Tempat penelitian bertempat di Kampung Loyang, Rt 18, Lingkungan 06, Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Waktu penelitian kurang lebih 4 bulan yaitu dimulai dari bulan Mei 2017 sampai dengan bulan Agustus 2017. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Purposive Sampling yaitu kelompok usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas berjumlah 16 orang perempuan.Hasil menunjukan bahwa Usaha ikan cakalang asap di Kampung Loyang, Kelurahan Girian Atas, Kota Bitung  masih dalam tahap “home industry” atau industri rumah tangga. Perempuan dalam kelompok usaha pengolahan ikan cakalang asap mempunyai peranan penting, mulai dari proses ketersediaan bahan baku, penyediaan peralatan dan bahan pengolahan, pencucian, pembelahan, pemasangan pada bambu (dijepit), proses pengasapan sampai, dan pemasaran hasil pengolahan ikan cakalang asap, melibatkan peran perempuan. Proses pengolahan ikan cakalang asap dilakukan 20 kali produksi dalam sebulan, dalam 1 x produksi apabila bahan baku ikan 80- 200 Kg, tenaga kerja yang dibutuhkan 2-4 orang. Apabila ikan sebanyak 100 ekor setelah diolah akan menjadi 200 jepit. Dari hasil wawancara, curahan waktu kerja perempuan di tempat pengolahan ikan cakalang asap 3-4 jam  berjumlah 3 orang, 5-6 jam berjumlah  8 orang dan >6 berjumlah 5 orang.  Pengupahan disesuaikan dengan tenaga kerja dalam sehari Rp. 100.000Kata kunci: ikan asap, pengolahan ikan, cakalang, peranan wanita
COVER, PENGANTAR REDAKSI, DAFTAR ISI Akulturasi, Cover Jurnal
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16993

Abstract

cover, pengantar redaksi, daftar isi
KONDISI PERUSAHAAN PERIKANAN DI KOTA BITUNG PASCA MORATORIUM 2014 Sarempaa, Evan Sparta; Mantjoro, Eddy; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16992

Abstract

AbstractNorth Sulawesi is one of the provinces in Indonesia which have large fisheries potential. The province has made the results of operations and marine fisheries as one of the featured products to spur increase revenue. Then formulated some questions that become problems in this study 1). How is the post-moratorium fishing company in Bitung 2). Is this moratorium policy implementation can enhance the progress of the fishing company in Bitung 3). How do enterprise solutions to meet the needs of the company, when applied moratorium on fishing in Bitung.This study aims to 1) .To obtain scientific data about the condition of the fishing company Post moratorium on fishing in Bitung 2) .To determine the effect of the implementation of the moratorium policy of the condition of the fishing company in Bitung. The method used in this research case study approach. Retrieval of data taken in two fishing companies, namely PT. Sari Tuna Makmur and PT. Blue Ocean Grace International in Bitung City District of Aertembaga, data collection is done by observation and in-depth interviews. 1.Conditions fishing company in Bitung post-moratorium by the Minister of Marine and Fisheries in November 2014 are as follows: a) The number of vessels decreased from 3,213 in 2014 to 2,222 in 2015 and then rose to 3,165 in 2016. b) Production of fish reduced from 111,315.53 in 2014 to 45208.52 in 2015 then production rises, namely 46522.77 2016. c) The increase in the market price of skipjack Winenet, Girian and TPI of the normal price 12500-14000, in 2014 rose to 17000-20000 in 2015 and 2016. As for the Tuna from the standard price of 32000-35000 in 2014 and rose to 50000-55000 in 2015 and 2016. Then for the fish Deho from 5000-8000 at the normal price in 2014, rose to 9000-12000 in 2015, and rose to 12,000-15,000 in 2016. d) Increased export of fishery company PT. STM of 196,034.50 in 2014 to 294,911.4 in 2015 and falling back to 200,403.95 in 2016. e) The increase in exports of fishery company PT. Bogi of 116,196.20 in 2015 to 285,797.3 in 2016. 2. Moratorium Policy turn out to be a positive impact on the company's progress fishery indicated by the decline in the economic sector in Bitung. 3. It was not able to improve the progress of the fishing company in the city of Bitung in general and in particular. 1. moratorium greatly affect the fishing company therefore Policy Minister about the moratorium should be revoked. 2. This study still needs further research is therefore suggested that interested readers can conduct advanced research.Keywords: fisheries, companies, moratorium, conditions
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PASOK PRODUK TUNA BEKU DI PT. SARI TUNA MAKMUR KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Theis, Chatrin Claudia Enggelina; Tambani, Grace O.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16983

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Mengidentifikasi nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, dan 2) Menganalisis nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara terfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk tuna beku. Secara matematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat dirumuskan sebagai berikut: NT = f (T, H, U, h).Hasil penelitian dapat disimpulkan : 1) Nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung, berupa nilai tambah pada jumlah tenaga kerja dan pendapatan/upah, dan 2) Nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung tergolong tinggi, baik pada nilai tambah pada jumlah tenaga kerja maupun pendapatan/upah.Kata kunci : nilai tambah, rantai pasok, produk tuna beku. 

Page 2 of 3 | Total Record : 23