cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020): April 2020" : 16 Documents clear
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA PRODUK PENGALENGAN IKAN TUNA DI PT. SAMUDRA MANDIRI SENTOSA, KOTA BITUNG, PROVINSI SULAWESI UTARA Talumesang, Anastasia S.; Longdong, Florence V.; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28972

Abstract

AbstractAdded value is value added that occurs because a commodity experiences a process of processing, transporting, and storing in a production process (use / giving functional input). This study aims to identify and analyze the added value of tuna canning products at PT. Samudra Mandiri Sentosa, Bitung City, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data taken in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data is data obtained from interviews using a questionnaire and direct observation to the field. Primary data collection in this study was conducted by sampling method, while sampling using purposive sampling method with respondents, namely managers in the production company PT. Samudra Mandiri Sentosa, Bitung City, North Sulawesi Province which is the informant for the research topic. Secondary data is supporting data on primary data obtained from various written sources both from related institutions, companies and libraries related to value added analysis. Analysis of the data used in this research is descriptive qualitative analysis and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis that is used to provide an overview and information about tuna canning products by using the author's sentence in a systematic and easy to understand manner in accordance with the data obtained. The data depicted in a qualitative descriptive analysis in the form of the general state of the Bitung city fishing industry, the general state and organizational structure of the company PT. Samudra Mandiri Sentosa, workers and company products and processing activities. Quantitative descriptive analysis was conducted to analyze the added value of tuna canning products. Data analysis was assisted by using Microsoft Excel software. Systematically the value added function (NT) using the method of Hayami, et al (1987) in Nurhayati (2004) can be formulated as follows: NT = f (T, H, U, h)Keywords: PT. Samudra Mandiri Sentosa, Fish Canning, Value Added AbstrakNilai tambah merupakan pertambahan nilai yang terjadi karena suatu komoditi mengalami proses pengolahan, pengangkutan, dan penyimpanan dalam suatu proses produksi (penggunaan/pemberian input fungsional). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai tambah pada produk pengalengan ikan tuna di PT. Samudra Mandiri Sentosa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Data yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sampling, adapun pengambilan sampling menggunakan metode purposive sampling dengan responden yaitu manajer dibidang produksi perusahaan PT. Samudra Mandiri Sentosa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan informan untuk topik penelitian. Data sekunder merupakan data pendukung pada data primer yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis baik dari instansi terkait, perusahaan maupun pustaka yang berhubungan dengan analisis nilai tambah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yang digunakan untuk memberi gambaran serta keterangan mengenai produk pengalengan ikan tuna dengan menggunakan kalimat penulis secara sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Data yang digambarkan dalam analisis deskriptif kualitatif berupa keadaan umum industri perikanan kota Bitung, keadaan umum dan struktur organisasi perusahaan PT. Samudra Mandiri Sentosa, pekerja dan produk perusahaan serta kegiatan pengolahan. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk pengalengan ikan tuna. Analisis data dibantu dengan menggunakan software microsoft excel. Secara sistematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat di rumuskan sebagai berikut : NT = f (T, H, U, h)Kata Kunci : PT. Samudra Mandiri Sentosa, Pengalengan Ikan, Nilai Tambah
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PEMASARAN IKAN ASIN DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Oping, Herlina Agnes; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28978

Abstract

AbstractThis study aims to find out about the salted fish marketing chain in Nain Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency and analyze the added value of salted fish marketing chain in Nain Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency. This research was conducted in August 2019 to December 2019. Based on the results of marketing chain 1 research, from producers to collectors to retailers to end consumers. Marketing chain 2, namely: from traders to retailers to end consumers. Lastly, marketing chain 3 is from direct producers to end consumers. The results of the analysis in each marketing chain are distinguished according to the type of demersal salted fish and pelagic salted fish. Based on the results of the analysis of added value, the added value of demersal salted fish is greater than the value added of pelagic salted fish. Judging from the margin assessment, it can be concluded that the marketing chain 3 is the most efficient because margin = 0, meaning that the price agreed by consumers is the same as that received by producers. However, the assessment of the products offered is the best value chain 2 because the biggest added value is part of the producers.KewWords: Value Added, Marketing Chains, Salted Fish, Nain AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang rantai pemasaran ikan asin di Desa Nain, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dan menganalisis nilai tambah rantai pemasaran ikan asin di Desa Nain, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 hingga Desember 2019. Berdasarkan hasil penelitian rantai pemasaran 1, dari produsen ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer hingga ke konsumen akhir. Rantai pemasaran 2 yaitu: dari pedagang ke pengecer sampai ke konsumen akhir. Terakhir rantai pemasaran 3 yaitu dari produsen langsung ke konsumen akhir. Hasil analisis pada setiap rantai pemasaran dibedakan sesuai jenis ikan asin demersal dan ikan asin pelagis. Berdasarkan hasil Analisis nilai tambah yang diakui nilai tambah jenis ikan asin demersal lebih besar dibandingkan dengan nilai tambah ikan asin pelagis. Dilihat dari penilaian margin dapat disimpulkan mengenai rantai pemasaran 3 yang paling efisien karena margin = 0, artinya harga yang disetujui konsumen sama dengan yang diterima produsen. Namun demikian, penilaian atas produk yang ditawarkan adalah rantai nilai 2 yang paling baik karena nilai tambah terbesar merupakan bagian dari produsen.Kata Kunci: Nilai Tambah, Rantai pemasaran, Ikan Asin, Nain
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Enrico, Luis J.; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28974

Abstract

AbstractResearch Objectives To find out whether the community knows the functions and benefits of marine protected areas. And find out how the perception of the people of Bulutui Village towards the marine protected areas in Bulutui Village. Sampling using the Purposive Sampling method. Data collection techniques are done by observation and questionnaires. The observation made was to look directly at the research location and the questionnaire in this study was used as a guide in interviewing respondents to find out Community Perceptions of Marine Protected Areas in Bulutui Village. Analysis of the data used in this study is the Guttman scale analysis and Likert scale analysis. Guttman scale is a scale used for answers that are clear (firm) and consistent. For example: sure-no, yes-no, right-wrong, positive-negative, ever-yet, agree-disagree, and so forth. Likert scale is used to measure the attitudes, opinions and perceptions of a person or group of people about social phenomena. The results of the Guttman scale analysis show that, on average, respondents said they knew and understood the functions and benefits of marine protected areas (DPL), those who stated it were 82.50%, and those who stated they did not know and did not understand the functions and benefits of the area. marine protection (DPL) is only 17.50%. Bulutui Village people's perception of the marine protected area is assessed based on 6 criteria and almost all people have a good perception. In fact there are several criteria that have very good and very positive perceptions from the community, they strongly agree that the benefits of the marine protected area for the coastal environment and also the management of the marine protected area are carried out jointly both from the local government and also the entire community of Bulutui Village.Keywords: Perception, Marine Protection Area, Bulutui VillageAbstrakTujuan penelitian Untuk mengetahui apakah masyarakat mengetahui fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut. Serta mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadap daerah perlindungan laut di Desa Bulutui. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner. Observasi yang dilakukan ialah melihat langsung di lokasi penelitian dan kusioner dalam penelitian ini digunakan sebagai panduan dalam mewawancarai responden untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Daerah Perlindungan Laut di Desa Bulutui. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skala Guttman dan analisis skala Likert. Skala Guttman  ialah  skala  yang  digunakan  untuk  jawaban  yang  bersifat  jelas (tegas) dan konsisten. Misalnya: yakin-tidak, ya-tidak, benar-salah, positif-negatif, pernah-belum, setuju-tidak setuju, dan lain sebagainya. Skala Likert dugunakan untuk mengkur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Hasil analisis skala Guttman, diketahui bahwa responden rata-rata menyatakan mengetahui dan paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut (DPL), mereka yang menyatakan itu sebesar 82,50%, dan mereka yang menyatakan kurang mengetahui dan kurang paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut(DPL) hanya 17,50%. Persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadapan daerah perlindungan laut yang dinilai berdasarkan 6 kriteria dan hampir semua masyarakat masyarakat mempunyai persepsi yang baik. Bahkan ada beberapa kriteria yang mempunyai persepsi yang sangat baik dan sangat positif dari masyarakat, mereka sangat setuju kalau manfaat dari daerah perlindungan laut bagi lingkungan pesisir dan juga pengelolaan daerah perlindungan laut dilakukan secara bersama-sama baik dari pemerintah setempat dan sejuga seluruh masyarakat Desa Bulutui.Kata kunci : Persepsi, Daerah Perlindungan Laut, Desa Bulutui
EKSISTENSI BUDAYA MARITIM KELOMPOK NELAYAN KELURAHAN MALALAYANG DUA, KOTA MANADO, PROVINSI SULAWESI UTARA Kambey, Melinda A.; Aling, Djuwita R.R.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28979

Abstract

AbstractThis research was conducted to find out the forms of maritime culture in the Aurora Fishermen group, and the reasons for maintaining maritime culture which was considered as material for the formulation of local government policy on maritime. This is done using the census method to obtain primary and secondary data. Data analysis was performed descriptively qualitatively, based on Adaptation, Goal Attention, Integration, and Latency (AGIL). The results were obtained that the maritime activities of the Aurora fishing group were influenced by the ethnic origin culture of the members of the fishing group, the Sangihe. Thus it can be concluded that the maritime culture of the Aurora fishermen group is a culture of culture before going to sea originating from the ancestors of members of the fishing group, and forms of art culture that must be preserved as ancestral heritage, namely cultural arts such as Tulude, Masamper, and Ampa Wayer which are performed once in a year.Keywords: Maritime Culture; Fishing group; Tulude; Masamper; Ampa wayer. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk budaya maritim pada kelompok Nelayan Aurora, dan  alasan  mempertahankan budaya maritim yang dipertimbangkan sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah daerah tentang kemaritiman.  Hal ini dilakukan menggunakan cara sensus untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, berdasarkan   Adaptation, Goal attainment, Integration, dan Latency (AGIL). Diperoleh hasil bahwa kegiatan kemaritiman kelompok nelayan Aurora dipengaruhi oleh budaya asal suku dari anggota kelompok nelayan yaitu suku Sangihe. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya maritim kelompok nelayan Aurora adalah budaya kebiasaan sebelum melaut yang berasal dari suku nenek moyang anggota kelompok nelayan,  dan bentuk budaya kesenian  yang harus dipertahankan sebagai warisan nenek moyang yaitu budaya kesenian seperti Tulude, Masamper, dan Ampa Wayer yang dilakukan sekali dalam setahun.Kata Kunci : Budaya Maritim;  Kelompok nelayan; Tulude; Masamper; Ampa wayer
STRATEGI ADAPTASI SOSIAL DAN EKONOMI NELAYAN ALAT TANGKAP SERO DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Liando, Vicky Yehezkiel; Aling, Djuwita R.R.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28969

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the general condition of the study area and secondly, to find out the adaptation of sero fishing gear life in Jayakarsa Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Adding information and knowledge about the life adaptation of sero fishermen in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency. This research was carried out in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. approximately 4 months, from September to December 2019. This research method uses a case study method that emphasizes the deeper understanding of the problem under study. Research respondents were selected using census techniques so that all members of the population were investigated one by one. This data collection method uses a census, research respondents were selected using a census technique of 4 sero fishermen. This census is intended that all sero fishermen have the same opportunity to become respondents in which questionnaires will be filled in as a systematic structured guide and interview. The data obtained in this study were then analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. Qualitative descriptive analysis is an analysis to provide a description and description using the author's sentence systematically and easily understood in accordance with the data obtained. Quantitative descriptive analysis is an analysis of data by providing a discussion or study of existing data using calculations. Results: Sero fishermen adapt socially and economically. Socially, that is utilizing the social relationships that are created, activities in the organization, fasting at a certain time. Economically, it is diversification of employment sources, assistance from family members of fishermen, the role of fishermen wives, and the role of children.Keywords: Adaptation Strategy, Sero Fishermen, Jayakarsa AbstrakTujuan penelitian adalah mengetahui keadaan umum daerah penelitian dan kedua, mengetahui adaptasi hidup nelayan alat tangkap sero di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Menambah informasi serta pengetahuan mengenai adaptasi hidup nelayan sero Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jayakarsa, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. kurang lebih 4 bulan, yaitu dari bulan September-Desember 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu lebih menekankan kedalaman pemahaman atas masalah yang diteliti. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus jadi semua anggota populasi diselidiki satu persatu. Metode pengumpulan data ini menggunakan sensus, responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus atas 4 orang nelayan sero. Sensus ini dimaksudkan semua nelayan sero mendapat kesempatan yang sama untuk dijadikan responden dimana akan dilaksanakan pengisian kuisioner sebagai panduan dan wawancara terstruktur secara sistematis. Data yang diperoleh dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta keterangan dengan menggunakan kalimat penulis secara sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupaka analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Hasil: Nelayan sero beradaptasi secara sosial dan secara ekonomi. Secara sosial yaitu memanfaatkan hubungan sosial yang tercipta, kegiatan dalam organisasi, puasa pada waktu tertentu. Secara ekonomi adalah penganekaragaman sumber pekerjaan, bantuan anggota keluarga nelayan, peran istri nelayan, dan peran anak – anak.Kata Kunci : Strategi Adaptasi, Nelayan Sero, Jayakarsa
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PEMASARAN RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Panigoro, Regina; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28975

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) to find out the number of seaweed marketing chains and 2) and analyze the value added of the seaweed marketing chains in Nain Villalge. The basic research used is a survey method. The population in this study are seaweed farmers and traders who are in the seaweed marketing chain in Nain Village. Data collection techiques using sampling and methods by accidental sampling for farmers and census for traders. The data collected consists of primary data and secondary data. The results of the study there are two seaweed marketing chains in Nain Village. Chain 1: Cultivators – Collecting Traders – Company, and Chain 2: Cultivators – Company. The analysis results value added in the two marketing chains is same, namely Rp.5.445/kg but the first chain enjoyed by producers or cultivators. In the first marketing chain there is a markerting margin Rp. 1.000/ kg and this is enjoyed by the collectors while in the second marketing chain the marketing margin is zero, so the second marketing chain is better than the first marketing chain.Keywords: Value Added, Marketing Chain, Seaweed, Nain Village AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) mengetahui berapa macam rantai pemasaran rumput laut dan 2) menganalisis nilai tambah pada rantai pemasaran di Desa Nain. Dasar penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya rumput laut dan pedagang yang berada dalam rantai pemasaran rumput laut di Desa Nain. Teknik pengambilan data menggunakan sampling dengan cara accidental sampling untuk pembudidaya dan sensus untuk pedagang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian terdapat dua rantai pemasaran rumput laut di Desa Nain. Rantai 1: Pembudidaya – Pedagang Pengumpul – Perusahaan dan rantai 2: Pembudidaya – Perusahaan. Hasil analisis diperoleh nilai tambah pada kedua rantai pemasaran itu sama yaitu Rp. 5.445/kg namun pada rantai pemasaran pertama dinikmati oleh produsen atau pembudidaya. Pada rantai pemasaran pertama terdapat margin pemasaran sebesar Rp. 1.000/kg dan ini dinikmati oleh pedagang pengumpul sedangkan pada rantai pemasaran kedua margin pemasarannya sama dengan nol, jadi rantai pemasaran kedua lebih bagus dari rantai pemasaran yang pertama.Kata Kunci : Nilai Tambah, Rantai Pemasaran, Rumput Laut, Desa Nain

Page 2 of 2 | Total Record : 16