cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024" : 15 Documents clear
Nilai Tukar Nelayan Usaha Pancing Tonda di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Zebua, Angel S.G.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57423

Abstract

Abstract The objectives of the study are: 1) to describe the profile of fishermen in the trolling fishing business and 2) to determine the Fishermen's Exchange Rate from the trolling fishing business in Jiko Village, Motongkad District. This research was conducted in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency in November 2023 until the report was completed. The basic method used in this study is the survey method. The survey research method is a method where data collection can use questionnaires and interviews obtained from data in the form of people, which from this data will be able to represent a certain population according to the interests of the study. The population in this study were all fishermen who were married in Jiko Village totaling 10 people. Data collection was carried out by census, namely research that takes data as a whole from a population. The data obtained in this study will be analyzed using qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis is a method of analyzing or processing data by systematically arranging it in the form of sentences/words, categories regarding a subject. Quantitative descriptive analysis is a method of data processing carried out by systematically compiling in the form of numbers or percentages, regarding an object being studied, so that general conclusions are obtained. The calculation of NTN is carried out using the formula NTN = Yt / Et. Based on the results and discussion of this study, it can be concluded: 1) the total income of fishermen's businesses with trolling fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, with an NTN of 1.34, while fishermen's income can cover the costs of fishermen's businesses with trolling fishing gear with an NTN of 3.85; and 2) observations and calculations in October and November 2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: fishermen; trolling fishing; income; NTN Abstrak Tujuan penelitian yaitu : 1) menggambarkan profil nelayan pada usaha pancing tonda dan 2) menentukan Nilai Tukar Nelayan dari usaha pancing tonda yang ada di Desa Jiko Kecamatan Motongkad. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jiko, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada bulan November 2023 sampai pada selesai penyusunan laporan. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Metode penelitian survei adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari data berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi tertentu sesuai dengan kepentingan penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua nelayan yang sudah berkeluarga di Desa Jiko berjumlah 10 orang. Pengambilan data dilakukan secara sensus yaitu penelitian yang mengambil data secara keseluruhan dari suatu populasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis depkriptif kualitatif yaitu suatu cara analisis atau pengolahan data dengan jalan menyusun secara sistematis dalam bentuk kalimat/kata-kata, kategori-kategori mengenai suatu subjek. Analisis deskriptif kuantitatif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun secara sistematis dalam bentuk angka-angka atau persentase, mengenai suatu objek yang diteliti, sehingga diperoleh kesimpulan umum. Perhitungan NTN dilakukan dengan rumus NTN = Yt/Et. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan : 1) pendapatan total usaha nelayan dengan alat tangkap tonda dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dengan NTN sebesar 1,34, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan dengan alat tangkap tonda dengan NTN sebesar 3,85; dan 2) pengamatan dan perhitungan pada bulan Oktober dan November 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100. Kata kunci: nelayan; pancing tonda; pendapatan; NTN
Analisis Finansial Usaha Alat Tangkap Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Mangaluk, Anastasya S.; Tambani, Grace O.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57424

Abstract

Abstrak Perikanan dan Kelautan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang menunjang peningkatan ekonomi Nasional. Sumberdaya perikanan yang sangat melimpah merupakan keuntungan yang dimiliki negara sehingga perlu dilakukan upaya untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan. Upaya tersebut melibatkan banyak pihak yang selanjutnya terlibat dalam pembangunan perikanan Nasional. Alat tangkap yang tepat digunakan nelayan adalah alat tangkap yang dianggap berhasil memberikan kemampuan kerja yang baik ketika dioperasikan sehingga dapat mendukung pemenuhan keberlanjutan perikanan. Soma pajeko (purse seine) dalam bahasa daerah di Sulawesi Utara yaitu salah satu alat tangkap yang aktif dan sering digunakan masyarakat tradisional yang tinggal di pesisir pantai, jenis ikan yang di tangkap sangat bervariasi seperti ikan kembung (rastrelliger), tongkol (euthynnus affinis), cakalang (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) dan lain sebagainya. Soma pajeko biasa dioperasikan di berbagai daerah perairan laut Indonesia, selain itu soma pajeko juga adalah nama lokal dari daerah Sulawesi utara, Gorontalo, Maluku Utara dan sekitarnya. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Usaha alat tangkap soma pajeko yang ada di Desa Likupang Kampung Ambong yang akan dianalisis adalah Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Rentabilitas, dan Break even point. Hasil penelitian menyatakan bahwa Operating profit sebesar Rp. 1.402.800.000, Net profit sebesar Rp. 1.278.577.500, Profit rate 2,31% artinya usaha yang dijalankan cukup menguntungkan. Nilai Benefit cost ratio 3,31 yang artinya usaha ini layak untuk dijalankan karena nilai BCR >1. Nilai dari rentabilitas 99,72%, dan nilai penjualan BEP adalah Rp.47.591.616. Kata Kunci : Analisis Finansial, Soma Pajeko, Desa Likupang   Abstract Fisheries and Maritime Affairs in Indonesia is one of the sectors that supports the improvement of the national economy. The abundance of fishery resources is an advantage that the country has, so efforts need to be made to utilize fishery resources. This effort involves many parties who are then involved in fisheries development National. The appropriate fishing gear used by fishermen is fishing gear that is considered successful in providing good working capabilities when operated so that it can support the fulfillment of fisheries sustainability. Soma pajeko (purse seine) in the regional language of North Sulawesi is an active fishing tool and is often used by traditional communities living on the coast. The types of fish caught vary greatly, such as mackerel (rastrelliger), tuna (euthynnus affinis), skipjack tuna (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) and so on. Soma pajeko is usually operated in various areas of Indonesian sea waters, apart from that, soma pajeko is also the local name for the areas of North Sulawesi, Gorontalo, North Maluku and surrounding areas. Financial analysis aims to find out estimates in terms of funding and cash flow, so that it can be seen whether the business being run is feasible or not. The soma pajeko fishing gear business in Likupang Village, Kampung Ambong that will be analyzed is Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Profitability, and Break even point. The research results stated that the operating profit was IDR. 1,402.800.000, Net profit of Rp. 1,278.577.500, Profit rate 2,31%, meaning the business being run is quite profitable. The benefit cost ratio value is 3,31, which means this business is feasible to run because the BCR value is >1. The value of profitability is 99,72%, and the BEP sales value is IDR 47.591.616. Keywords: Financial Analysis, Soma Pajeko, Likupang Village
Kontribusi Perempuan Petibo terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Sundah, Renaldy B.; Longdong, Florence V.; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Srie J.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57425

Abstract

Abstract Indonesia is climatologically and geographically a potential region with a variety of abundant natural resources. Climatologically, Indonesia has a tropical climate with 17,504 islands with a land area of ​​1,922,570 km2 and a water area of ​​3,257,483 km2. Indonesia has very large and diverse marine and fisheries potential, both renewable and non-renewable, in the form of regional potential, natural resources, and marine services. Jiko Village is one of the villages in Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency which is located on the coast. In general, most of the residents of Jiko Village work as fishermen. Many women who are housewives also contribute to their livelihoods by selling fish or commonly called petibo, and opening stalls. Petibo refers to commercial businesses related to fish, ranging from local traders to large-scale businesses in the fish supply chain. This region utilizes fisheries potential as its main source of income. The data analysis used in this study is qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative data will be explained descriptively qualitatively such as the condition of the respondent's family and quantitative data will be explained descriptively quantitatively regarding how much income petibo women have and their contribution to family income. Based on the results of the study, it can be concluded as follows: 1) the average income of petibo women in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency is Rp25,913,333 per year; and 2) the contribution of petibo women's income to family income in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency is 38.34%.  Keywords: women, petibo, income, contribution   Abstrak Indonesia secara klimatologis dan geografis merupakan wilayah potensial dengan berbagai macam kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Secara klimatologis, Indonesia memiliki iklim tropis dengan jumlah pulau 17.504 dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dan beragam, baik yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui, berupa potensi wilayah, SDA, dan jasa-jasa kelautan. Desa Jiko merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang terletak di pesisir pantai. Pada umumnya sebagian penduduk Desa Jiko bermata pencaharian sebagai nelayan. Banyaknya para perempuan yang sebagai ibu rumah tangga juga berkontribusi dalam pencaharian berupa menjual ikan atau biasa disebut dengan petibo, dan membuka warung. Petibo merujuk pada bisnis komersial yang terkait dengan ikan, mulai dari pedagang lokal hingga bisnis skala besar dalam rantai pasokan ikan. Wilayah ini memanfaatkan potensi perikanan sebagai sumber utama penghasilan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif akan dijelaskan secara deskriptif kualitatif seperti kondisi keluarga responden dan data kuantitatif akan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif terkait berapa besar pendapatan perempuan petibo dan kontribusinya dalam pendapatan keluarga.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) pendapatan rata-rata perempuan petibo di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp25.913.333 per tahun; dan 2) kontribusi pendapatan perempuan petibo terhadap pendapatan keluarga di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar 38,34%. Kata kunci: perempuan; petibo; pendapatan; kontribusi
Kajian Sosial Ekonomi Pelaku Usaha Perikanan Suntung (Loligo Sp) di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Takahipe, Teofianus A.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.; Andaki, Jardie A.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57426

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the activities and socio-economic conditions of squid fishermen in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City. The method used in this study is a survey. A survey is a means of collecting data from sources or research informants by conducting observations and interviews to collect data and research materials. The data collected are primary and secondary data. The results show that the social conditions of squid fishermen include: the age of fishermen in Makawidey Regency is in productive age, fishermen's education is in elementary school with a percentage of 50,000, the condition of the fishermen's house already has a semi-permanent house with a percentage of 100%, the number of family dependents is 1-2 people with the highest percentage of 66.67, the length of time as a fisherman has been more than 30 years with the highest percentage of 50.00%. The economic conditions of squid fishermen are: initial capital of IDR 500,000-IDR 1,000,000 with a percentage of 50.00%, and fishermen's income with an average of IDR 51,840,000 per year, and fishermen's expenditure with an average of IDR 13,566,667 per year. Keywords: socio-economic conditions; squid; Makawidey Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui aktivitas dan kondisi sosial ekonomi nelayan cumi-cumi di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Survei adalah sarana mengumpulkan data dari narasumber atau informan penelitian dengan melakukan pengamatan dan wawancara untuk mengumpulkan data dan bahan penelitian.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder Hasil menunjukkan bahwa kondisi sosial nelayan cumi-cumi meliputi: umur nelayan di kabupaten Makawidey berada di usia produktif, pendidikan nelayan pada sekolah dasar dengan presentase 50,000, keadaan rumah nelayan sudah memiliki rumah yang semi permanen dengan presentase 100%, jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1-2 orang dengan presentase terbanyak 66,67, lamanya menjadi nelayaan sudah lebih dari 30 tahun dengan presentase terbanyak 50,00%. Kondisi konomi nelayan cumi-cumi yaitu : modal awal Rp500.000- Rp1.000.000 dengan presentase 50,00%, dan pendapatan nelayan dengan rata- rata per tahunnya Rp51.840.000, dan pengeluaran nelayan dengan rata-rata per tahunnya Rp13.566.667. Kata Kunci : Kondisi sosial ekonomi; cumi-cumi; Makawidey
Kontribusi Usaha ”Dive Into Lembeh” terhadap Pendapatan Masyarakat di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Heriyanto, Marcella F.P.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Dien, Christian R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57427

Abstract

Abstract Dive Into Lembeh Resort is one of the resorts in Kasawari Village, Aertembaga District, Bitung City. The distance from the center of Manado City is around 2 hours. Kasawari Village is known for its potential marine beauty as a tourist object and attraction. Located in a coastal area, Kasawari Village has great potential for developing tourism businesses. Tourism businesses such as resorts, lodging, water sports (diving) can be found in Kasawari Village. This resort is located on the edge of the beach making it a special attraction for visitors who will stay here. The beauty of the beach, diving spots and various other facilities can be enjoyed by visitors at this resort. The existence of this resort provides job opportunities for the surrounding community. Employees are dominated by the Kasawari Village community. This is what interests researchers to find out whether Dive Into Lembeh Resort can contribute to both labor absorption and community income. The purpose of this study is to determine the contribution of Dive Into Lembeh Resort to labor absorption and to find out how much it contributes to community income. The basic research method used is a survey. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is taken from respondents, namely employees of Dive Into Lembeh Resort who are members of the Kasawari Village community and secondary data is generally in the form of evidence, records or historical reports that have been compiled in the Dive Into Lembeh Resort archives. Primary data collection is carried out by observation, interviews and filling out questionnaires. Based on the results of the study, it can be seen that the contribution of Dive Into Lembeh Resort to workforce absorption is 48%, meaning that 48% of the workforce working at Dive Into Lembeh Resort comes from the Kasawari Village community. Contribution to total community income is 84.4%, meaning that 84.4% of the total respondent income comes from Dive Into Lembeh Resort, the remaining 15.6% comes from outside Dive Into Lembeh Resort. Keywords: absorption; workforce; income; contribution; resort Abstrak Dive Into Lembeh Resort merupakan salah satu resort yang ada di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Jarak tempuh dari pusat Kota Manado berkisar 2 jam. Kelurahan Kasawari dikenal karena potensi keindahan bahari sebagai objek dan daya tarik wisata. Terletak di daerah pesisir, membuat Kelurahan Kasawari memiliki potensi yang besar untuk pengembangan usaha pariwisata. Usaha wisata seperti resort, penginapan, olaraga air (diving) bisa dijumpai di Kelurahan Kasawari. Resort ini terletak di pinggiran pantai menjadikan daya tarik tersendiri untuk pengunjung yang akan menginap di tempat ini. Keindahan pantai, diving spot dan berbagai fasilitas lainnya bisa dinikmati oleh pengunjung di resort ini. Keberadaaan resort ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Pegawai didominasi oleh masyarakat Kelurahan Kasawari. Hal inilah yang menarik minat peneliti untuk mengetahui apakah Dive Into Lembeh Resort dapat memberikan kontribusi baik terhadap penyerapatan tenaga kerja ataupun pendapatan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kontribusi Dive Into Lembeh Resort terhadap penyerapan tenaga kerja dan mengetahui berapa besar kontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Metode dasar penelitan yang digunakan adalah survei. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari responden yaitu karyawan Dive Into Lembeh Resort yang merupakan masyarakat Kelurahan Kasawari dan data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip Dive Into Lembeh Resort. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara dan pengisian kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi Dive Into Lembeh Resort terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 48%, artinya 48% tenaga kerja yang bekerja di Dive Into Lembeh Resort berasal dari masyarakat Kelurahan Kasawari. Kontribusi terhadap total pendapatan masyarakat sebesar 84,4%, atinya bahwa 84,4% dari total pendapatan responden berasal dari Dive Into Lembeh Resort, sisanya yang 15,6% berasal dari luar Dive Into Lembeh Resort. Kata Kunci: penyerapan; tenaga kerja; pendapatan; kontribusi; resort

Page 2 of 2 | Total Record : 15