cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Indonesian History
ISSN : 22526633     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Indonesia History merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendekatan kajian sejarah dan sejarah Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES dan dikelola oleh Tim Jurnal Jurusan Sejarah FIS-UNNES. Jurnal ini terbit 2 kali setiap tahunnya pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
COMMUNITY DIVERSITY AND RELIGIOU COMMUNITY DIVERSITY AND RELIGIOUS TOLERANCE IN THE HISTORY OF THE KINGDOM OF SRIWIJAYA Agustina, Renita Agustina
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.44318

Abstract

The Sriwijaya Kingdom in its golden age was visited by many foreign traders (Arab, Indian Chinese) who came to Sriwijaya for trade and other interests, so that it would indirectly affect the diversity of society as well as lead to a tolerant life in Sriwijaya. The purpose of this study is to analyze the diversity of people in Sriwijaya in various aspects of life, tolerance between religious communities such as Buddhism, Islam and Hinduism, and the factors that emerge in the life of tolerance in Sriwijaya. The method used is the historical method or historical method. The steps in the historical method include heuristics (data collection / sources), verification (selection or source criticism), interpretation (historical interpretation) and finally historiography (writing history). This research explains the condition of the diversity of the Sriwijaya community, starting from the indigenous people, Arabs, Indians and Chinese, these foreigners are in Sriwijaya because of the economic factors they enter into trading. The diversity of people in Sriwijaya was very much protected by the king of Sriwijaya, there was no emphasis, The Sriwijaya Kingdom in its golden age was visited by many foreign traders (Arab, Indian Chinese) who came to Sriwijaya for trade and other interests, so that it would indirectly affect the diversity of society as well as lead to a tolerant life in Sriwijaya. The purpose of this study is to analyze the diversity of people in Sriwijaya in various aspects of life, tolerance between religious communities such as Buddhism, Islam and Hinduism, and the factors that emerge in the life of tolerance in Sriwijaya. The method used is the historical method or historical method. The steps in the historical method include heuristics (data collection / sources), verification (selection or source criticism), interpretation (historical interpretation) and finally historiography (writing history). This research explains the condition of the diversity of the Sriwijaya community, starting from the indigenous people, Arabs, Indians and Chinese, these foreigners are in Sriwijaya because of the economic factors they enter into trading. The diversity of people in Sriwijaya was very much protected by the king of Sriwijaya, there was no emphasis,
Budaya, Ekonomi, Dan Agama Etnis Tionghoa Di Semarang Tahun 1959 - 2000 Hakim, Muhammad Irfan
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.45422

Abstract

Ethnic Chinese in Indonesia experience many different treatments from native Indonesians. This treatment has emerged since the time when the VOC controlled Indonesia. This treatment resurfaced at the end of the Old Order and during the New Order era until it finally disappeared. When Suharto fell from the presidency, then the Reformation period emerged. In this research, the writer discusses the development of Chinese culture, economy and religion in Semarang. This study uses four stages of historical research methods, namely heuristics, source criticism, interpretation and historiography by analyzing the sources obtained in the field. The result of this research is that Chinese ethbists in Semarang have experienced different treatment in the three periods of government. During the Old Order era they were still free to carry out religious and cultural activities, as well as economically. During the New Order era, cultural and religious activities were prohibited and only economic activities were allowed. During the Reformation era, Chinese ethnic groups were allowed to practice their beliefs and culture and were not limited to the economy..
REFORMASI TAHUN 1998: PERANAN DAN DAMPAKNYA BAGI KOTA SOLO Sirot, Ikhsan
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.45435

Abstract

Artikel ini membahas mengenai peranan dan dampak yang diterima kota Solo pada reformasi tahun 1998. Permasalahan utama dalam artikel ini adalah bagaimana kondisi menjelang reformasi, bagaimana sikap terhadap turunnya presiden Soeharto, serta bagaimana dampak akibat gerakan reformasi. Gerakan reformasi merupakan suatu gerakan yang menghendaki adanya suatu perubahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ke arah yang lebih baik lagi secara konstitusional. Artinya, adanya perubahan kehidupan dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan budaya kota Solo ke arah yang lebih baik lagi. Gerakan reformasi ini lahir atas jawaban dari krisis yang melanda berbagai sendi kehidupan masyarakat Solo khususnya. Menarik untuk mengangkat tema ini menjadi sebuah tulisan sejarah yang dituangkan dalam artikel ini. Artikel ini sendiri menggunakan metode penelitian sejarah dengan di dukung oleh sumber primer serta sumber-sumber lain yang relevan terkait peristiwa ini. Kata Kunci: Reformasi, Politik, Sosial, Ekonomi.
Sejarah Sekolah Menengah Indutri Kerajinan Negeri Jepara/SMKN 2 Jepara tahun 1980-2000 Aristita, Shabrina
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46461

Abstract

Abstract Perkembangan industri mebel ukir Jepara telah menyebabkan kebutuhan pengrajin yang terampil serta menguasai berbagai macam motif dan desain ukir untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Dalam menghadapi tantangan perkembangan industri tersebut, hasil pekerjaan pengrajin mebel ukir pada waktu itu masih belum sempurna baik dari segi bentuk konstruksinya maupun motif dan ragam hiasnya. Oleh sebab itu pemerintah kabupaten Jepara berpendapat bahwa para pengrajin ukir perlu dididik serta diberi bimbingan untuk meningkatkan keterampilannya. Pada tahun 1959, hal tersebut diwujudkan dengan mendirikan sekolah kriya kayu tingkat menengah pertama di Jepara yaitu Sekolah Teknik Menengah jurusan dekorasi ukir. Kemudian untuk mengembangkan sekolah, pada tahun 1979 Sekolah Teknik Menengah jurusan dekorasi ukir diubah menjadi Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi, (1) Latar belakang didirikannya Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara yang berlokasi di Jepara, (2) Perkembangan Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara pada tahun 1980-2000, (3) Dampak berdirinya Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara serta peranan tamatanya pada industri mebel ukir Jepara tahun 1980-2000. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan arsip sebagai sumber utamanya didukung sumber-sumber pustaka lain yang berkaitan Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa berdirinya Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara merupakan pengembangan dari sekolah sebelumnya yaitu Sekolah Teknik Menengah Dekorasi Ukir sebagai sekolah kriya ukir kayu tingkat menengah pertama di Jepara. Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara menjadi sekolah menengah industri kerajinan pertama yang didirikan di Jawa Tengah dan kelima di Indonesia. Selama kurun waktu 1980-2000, Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara telah menjadi salah satu faktor pendorong perkembangan industri mebel ukir di Jepara. Keberadaan Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara membawa perubahan pada ketersediaan tenaga kerja kriya ukir kayu yang lebih profesional. Hal tersebut karena sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara telah mampu meningkatkan keterampilan kriya ukir kayu yang dimiliki oleh pengrajin. Keberadaan Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Baik bagi masyarakat yang menjalankan usaha mebel ukir ataupun masyarakat biasa yang ingin terjun pada usaha mebel ukir. Melalui tamatannya, Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri Jepara juga mendukung perkembangan keberadaan perusahaan-perusahaan mebel ukir di Jepara Kata kunci: Sekolah,Kriya Ukir Kayu, Industri Mebel, Jepara
BENTUK PERJUANGAN LASKAR HIZBULLAH KARESIDENAN KEDU DALAM PERANG KEMERDEKAAN TAHUN 1944-1947 Hidayat, Lukman
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46533

Abstract

Terbentuknya Laskar Hizbullah pada masa pendudukan Jepang, adalah salah satu bentuk perlawanan Umat Islam yang bersifat kooperatif untuk melindungi kepentingan Umat Islam yang lebih besar. Pembentukan Laskar Hizbullah tidak bisa lepas dari kalangan pesantren, begitu juga munculnya Laskar Hizbullah Kedu. Pondasi pembentukan Laskar Hizbullah menentukan arah bentuk perjuangan yang berbeda dengan barisan pejuang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana bentuk perjuangan Laskar Hizbullah Karesidenan Kedu? (2) Bagaimana perjuangan Laskar Hizbullah Karesidenan Kedu dalam Perang Kemerdekaan?. Untuk merekontruksi permasalahan ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa bentuk perlawanan Laskar Hizbullah Kedu dipengaruhi oleh konsep- konsep Perang Sabil atau Jihad fi- Sabilillah. Konsep ini tidak bisa lepas dari unsur Ulama, kiai pimpinan pesantren, pimpinan tarekat, dan santri sebagai pondasi utama pembentukan laskar. Unsur-unsur inilah yang kemudian melahirkan Fatwa Jihad Kedu yang menjadi sumbu ledak perlawanan di wilayah Karesidenan Kedu bahkan seluruh pulau Jawa. The formation of the Hizbullah Army during the Japanese invasion, was a form of cooperative Islamic resistance to protect the interests of the larger Moslems. The formation of the Hizbullah Army could not be separated from the pesantren circles, so did the emergence the Hizbullah Army of Kedu. The foundation of the Hizbullah Army formation determines the direction of the form of the struggle which is different from the of other fighters. This study aims to know (1) How the form of the struggle of The Residency’s Kedu Hizbullah Armi (2) How the struggle of The Residency’s Kedu Hizbullah in the war for independent?. In order the reconstruct the problem, this study uses history methodology, that is Heuristic, Criticsm, Interpretation, and Historiografi. The results of this study reveal that the form of Kedu’s Hizbullah Army resistance is influenced by the concepts of the Sabil War or Jihad fi Sabilillah. This concept cannot be separated from the elements of Ulama, Kiai as a pesantren leaders, tarekat leaders, and santri as the main foundation for the army formation. These elements then form the Kedu’s Fatwa Jihad which became the axis of the explosive resistance in the Kedu Residency region and even the entire island of Java.
Iksan Skuter: Perjalanan Karir Bermusik Dan Kontribusinya Dalam Bidang Sosial Budaya Di Indonesia Tahun 2000-2018 Cahyani, Fitri Dwi Nur; Witasari, Nina
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46911

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perjalanan karir bermusik Iksan Skuter serta kontribusinya dalam bidang sosial budaya di Indonesia. Di sisi lain penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Iksan Skuter yang pada akhirnya mempengaruhi musikalitasnya. Iksan Skuter merupakan seorang musisi yang telah malang melintang dalam blantika musik Indonesia. Ia mengawali karirnya sebagai seorang gitaris serta pencipta lagu hingga dalam perjalanannya ia memutuskan untuk bersolo karir dalam jalur independent. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iksan Skuter mengenal musik sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Karir bermusiknya dimulai pada tahun 2000 dengan bergabung bersama homeband Universitas Brawijaya, Malang. Tahun 2002 ia bergabung dengan Draf Band yang dalam perjalanannya berhasil masuk dalam pentas musik nasional dan berganti nama menjadi Putih Band di bawah naungan label Alfa Record. Tahun 2012 Iksan memulai babak baru dalam karir bermusiknya dengan menjadi solois yang ada di jalur independent yang konsisten menciptakan lagu yang meupakan kritik sosial politik dan penuh pesan moral. Selama bersolo karir inilah Iksan membangun Institut Musik Jalanan, Warung Srawung, hingga menciptakan album khusus untuk anak-anak sebagai bentuk kontribusinya dalam bidang sosial budaya di Indonesia. Kata Kunci: Iksan Skuter, Perjalanan Karir, Kontribusi
EKSISTENSI KI ENTHUS SEBAGAI DALANG EDAN TAHUN 1984-2018 DI KABUPATEN TEGAL Affuan, Febri Dwi Haryanto
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46912

Abstract

In 1984, various puppet arts emerged. One of them is in the north coast area which creates its own style in puppetry. One of them is the puppeteer Ki Enthus Susmono, who has his own characteristics compared to other puppeteers. This style can be seen from the performance of the typical Tegalan puppet. The uniqueness of Ki Enthus Susmono is that he develops puppets with the contents of the stories that he makes himself out of the norms of Yogyakarta and Surakarta with the contents of the stories adjusting to current issues, making Wayang Rai Wong with the faces of important figures, Ki Enthus Susmono often criticizes Government policies. Based on this background, the writer wants to know the existence of Wayang Wong and how dim it was when Ki Enthus Susmono died. This study uses a historical methodology. Beginning with collecting sources or what are known as heuristics. Consists of primary sources, consisting of newspapers, pictures of his time, documents, or live witness interviews. Secondary sources consist of books, previous research, and articles. The next step is source criticism, not only external criticism of the shape of the archive itself, I also do it regarding the suitability of the contents of the archive or source with what the writer will later narrate. Furthermore, the authors do historiography or write down what has been obtained from the process of searching for research sources. The results of the study discussed the existence of Ki Enthus Susmono in developing Ki Enthus Susmono's works, for example, such as the Rai Wong puppet and Wayang Santri in Tegal Regency. Ki Enthus Susmono created a puppet concept with a face similar to that of a cleric and political figure called the Rai Wong puppet. Ki Enthus Susmono also made puppets with the theme of Islamic da'wah which were called puppets. Ki Enthus Susmono changed the wayang santri to the Yogyakarta and Surakarta standard to become the typical Tegalan standard. In addition, in the development of Wayang Santri, it uses wayang kulit and puppet show Wayang santri functions as a medium of preaching to the community, social criticism of the problems that are developing in society. The conclusion is that Ki Enthus Susmono used Wayang Rai Wong and Wayang Santri as performances and education for critics of the government. Seeing this, Wayang Rai Wong and Wayang Santri have a major influence on the development of the Tegal Regency government. After his death, Tegalan's grip receded in his performance. Pada tahun 1984 muncul berbagai kesenian wayang. Salah satunya didaerah pesisir utara melahirkan corak tersendiri dalam pedalangan. Salah satunya adalah dalang Ki Enthus Susmono sebagai dalang yang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan dalang lainnya. Corak tersebut dapat dilihat dari pementasan wayang khas Tegalan. Keunikan Ki Enthus Susmono yaitu mengembangkan wayang dengan isi ceritanya di buat sendiri keluar dari pakem Yogyakarta dan Surakarta dengan isi ceritanya menyesuaikan isu terkini. Ki Enthus Susmono Sering mengkritik kebijakan Pemerintah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis ingin mengetahui eksistensi Ki Enthus Susmono sebagai dalang edan di Kabupaten Tegal Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah. Diawali dengan mengumpulkan sumber atau yang dikenal sebagai heuristik. Terdiri dari sumber primer, terdiri dari koran, gambar pada masanya, dokumen, atau wawancara saksi hidup. Sumber sekunder terdiri dari buku, penelitian terdahulu, serta artikel. Langkah selanjutnya adalah kritik sumber, tak hanya kritik eksternal mengenai wujud dari arsip itu sendiri, juga saya lakukan mengenai kesesuaian isi arsip atau sumber dengan apa yang nanti penulis narasikan. Setelah itu, penulis membuat gagasan untuk menghidupkan kembali cerita sejarah. Selanjutnya penulis melakukan historiografi atau menulis apa yang sudah didapatkan dari proses pencarian sumber penelitian. Hasil penelitian membahas eksistensi Ki Enthus Susmono dalam mengembangkan karya Ki Enthus Susmono contohnya seperti wayang Rai Wong dan Wayang Santri di Kabupaten Tegal. Ki Enthus Susmono membuat konsep wayang dengan wajah yang mirip dengan seorang tokoh ulama maupun tokoh politik yang disebut dengan wayang Rai Wong. Ki Enthus Susmono juga membuat wayang dengan tema dakwah islam yang dinamakan dengan wayang santri. wayang santri yang awalnya masih menggunakan pakem Yogyakarta dan Surakarta diubah oleh Ki Enthus Susmono menjadi pakem khas Tegalan. Selain itu dalam pengembangannya Wayang Santri menggunakan wayang kulit dan wayang golek. Wayang santri berfungsi sebagai media dakwah kepada masyarakat, kritik sosial terhadap permasalahan yang sedang berkembang di masyarakat. Kesimpulannya adalah Ki Enthus Susmono menggunakan Wayang Rai Wong dan Wayang Santri sebagai pertunjukan serta edukasi kritik terhadap pemerintah. Melihat hal tersebut, Wayang Rai Wong dan Wayang Santri memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pemerintah Kabupaten Tegal. Sepeninggalnya beliau, pakem Tegalan surut dalam pementasan.
Perkembangan Konveksi Jilbab Wafda Collection Di Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun 1991-2016 Anis, Anis Nurul Chabibah; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46913

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan adanya peraturan diperbolehkkannya penggunaan jilbab di Indonesia salah satunya dengan berkembangnya konveksi jilbab di Indonesia khususnya di Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Pengguna jilbab yang semakin hari semakin banyak membuat konveksi jilbab memiliki inovasi baru untuk terus mengikuti tren yang sedang terjadi di masyarakat. Berbagai macam jilbab yang diproduksi oleh Wafda Collection yang tetap mengikuti tren yang ada di masyarakat. Konveksi jilbab Wafda Collection hanya memproduksi jilbab saja yang sudah berdiri sejak tahun 1991. Perkembangan konveksi jilbab Wafda Collection dari tahun 1991 hingga 2016 tentu saja mengalami pasang surut, selain itu perjalanannya setiap tahun yang tetap memiliki peningkatan dan juga naik turun baik dalam produksi maupun penghasilan. Meskipun kompetitor diluar sana banyak, Wafda Collection tetap bisa bersaing dan tetap bisa mengembangkan produksi jilbab setiap tahunnya. Ketika menghadapi krisis moneter konveksi jilbab Wafda Collection mengalami masa kejayaan, produksi jilbab yang meningkat dan penghasilan yang meningkat juga. Kata kunci: Konveksi jilbab, Wafda Collection, Demak
Era Kejayaan Angkutan Umun Di Kota Semarang Tahun 1990-1999 Aljusta, Berliana Winalda Dhifal
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46920

Abstract

Artikel ini membas mengenai sebuah transportasi yang berkembang di Kota Semarang yaitu angkot. Permasalahan utama dalam artikel ini adalah problema angkot yang terjadi sepanjang tahun 1990-1999 serta pandangan masyarajatterhadap angkot di Kota Semarang pada tauhun 1990-1999. Padat tahun 1975 berkembang transportasi umum di kota Semarang berupa kendaraan berjenis Daihatsu, Suzuki dan Kijang atau masyarakat Semarang menyebutnya dengan sebutan angkot. Hinggga pada tahun 1990, jumlah angkot di kota ini mencapai 1.379. Tinggiya jumlah angkot yang masuk, dipandang sebagai akar permasalahan yang perlu diurai sehingga jumlahnya perlu dikurangi. Melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti program massalisasi angkot. Dalam perkembanganya timbul masalah baru yaitu adanya angkot illegal dan tarif yang terus berbubah membuat kondisi semakin merugikan para pengemudi angkot. Menarik untuk mengangkat tema ini menjadi tulisan sejarah yang dituangkan dalam artikel ini. Artikel ini sendiri menggunakan metode penelitian sejarah dengan diperkaya sumber-sumber primer dan sumber lain yang relevan. Kata Kunci: Angkot, Massalisasi, Angkot Ilegal, Semarang.
Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Bojonegoro Tahun 1982-2008 Armylia, Manzila; Wasino, Wasino
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46944

Abstract

Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 1982-2008. (2) mengetahui dampak penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 1982-2008. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang meliputi empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiogafi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan upaya penanggulangan kemiskinan difokuskan pada bidang pendidikan, ketahanan pangan dan kesehatan. Pelaksanaan kebijakan dengan dibuatnya beberapa program sangat berperan dalam perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro. Dalam usaha menanggulangi kemiskinan melalui bidang pendidikan, ketahanan pangan dan kesehatan menjadikan penduduk di Kabupaten Bojonegoro keluar dari angka kemiskinan karena sudah mempunyai kualitas pendidikan yang baik sehingga penduduk mempunyai mutu prestasi yang berkompeten, dalam masalah ketahanan pangan penduduk miskin mampu keluar dari rawan pangan dan kelaparan, dan penduduk miskin mempunyai kesehatan yang baik karena penduduk miskin dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan secara murah, mudah, cepat dan berkualitas.Kata Kunci: Kemiskinan, Penanggulangan, Kebijakan.