cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Indonesian History
ISSN : 22526633     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Indonesia History merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendekatan kajian sejarah dan sejarah Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES dan dikelola oleh Tim Jurnal Jurusan Sejarah FIS-UNNES. Jurnal ini terbit 2 kali setiap tahunnya pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Perubahan Sosial di Kecamatan Bandungan 1997-2007 Titahanestu, Hangtuah
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i2.52292

Abstract

ABSTRACT The monetary crisis in Indonesia at the late of 1997 until its peak in mid-1998, it has had a huge impact on the economic, social, political and cultural order of Indonesian society. Bandungan is one of the affected areas, until the community and civil apparatus collaborate with each other to restore the situation that had been unstable. Entering the 2000s, Bandungan people are growing in developing the potentials possessed by the Bandungan area. The growing Bandungan area of community interest from other regions also increased. This led to social, economic and cultural changes in Bandungan society. The problems studied in this study are: (1) How is the general picture of Bandungan area in 1997-2007? (2) How did the Bandungan area develop in 1997-2007? (3) How did the social changes of Bandungan area in 1997-2007? This research uses historical research methods, namely: Heuristics, efforts to gather primary sources such as conducting interviews with sources and in related newspapers. Newspaper sources such as, Suara Merdeka. In addition, secondary sources, through references from books, journals and previous research. Verification or criticism of sources, such as conducting physical tests of found newspaper documents. Interpretation, such as conducting an analysis of the sources of findings in the form of newspapers and oral sources. Historiography by pouring and writing the results of research that has been verified and interpreted. The results of this study show: (1) Knowing and getting an overview of the Bandungan area in 1997-2007. (2) Bandungan area development process from 1997 to 2007. (3) The process of how social change occurred in the community in bandungan area in 1997-2007. Keywords: Monetary Crisis, Development, Social Change, Bandungan ABSTRAK Krisis moneter di Indonesia pada akhir tahun 1997 hingga puncaknya pada pertengahan tahun 1998, telah membawa dampak besar bagi tatanan kehidupan ekonomi, sosial, politik dan budaya masyarakat Indonesia. Bandungan menjadi salah satu daerah yang terkena dampaknya, hingga masyarakat dan aparat sipil saling berkolaborasi untuk memulihkan keadaan yang sempat labil tersebut. Memasuki tahun 2000-an, masyarakat Bandungan semakin berkembang dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh daerah Bandungan. Semakin berkembangnya daerah Bandungan ketertarikan masyarakat dari daerah lain juga ikut bertambah. Hal tersebut menyebabkan perubahan sosial, ekonomi dan budaya di masyarakat Bandungan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana gambaran umum daerah Bandungan pada tahun 1997-2007? (2) Bagaimana perkembangan daerah Bandungan pada tahun 1997-2007? (3) Bagaimana perubahan sosial daerah Bandungan pada tahun 1997-2007? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: Heuristik, usaha untuk mengumpulkan sumber primer seperti melakukan wawancara terhadap narasumber dan pada surat kabar terkait. Sumber surat kabar seperti, Suara Merdeka. Selain itu, sumber sekunder, melalui referensi dari buku, jurnal dan penelitian terdahulu. Verifikasi/kritik sumber, seperti melakukan uji fisik dokumen surat kabar yang ditemukan. Interpretasi, seperti melakukan analisis terhadap sumber-sumber temuan berupa surat kabar maupun sumber lisan. Historiografi dengan menuangkan dan menuliskan hasil penelitian yang sudah di verifikasi dan di interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Mengetahui dan mendapatkan gambaran umum daerah Bandungan pada tahun 1997-2007. (2) Proses perkembangan daerah Bandungan dari tahun 1997 sampai 2007. (3) Proses bagaimana perubahan sosial terjadi pada masyarakat di daerah Bandungan pada tahun 1997-2007. Kata Kunci: Krisis Moneter, Perkembangan, Perubahan Sosial, Bandungan.
Dari Hutan Mangrove Menjadi Tambak: Krisis Ekologis Di Kawasan Sayung, Demak (1990-1999) Munasikhah, Siti
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i2.52898

Abstract

Wilayah pesisir yang merupakan salah satu komponen penting dalam lingkungan hidup masyarakat, dapat menjelma menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan dan juga permasalahan bagi warga sekitar. Pesisir Sayung adalah contoh dari wilayah yang mengalami krisis ekologi akibat pemanfaatan secara berlebihan oleh masyarakatnya, hal ini menyebabkan beberapa masalah mulai muncul pada lingkungan hidupnya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budayanya. Salah satu krisis yang terjadi di pesisir Sayung adalah abrasi (erosi pantai) yang menggerus sebagian besar pantainya. Hal ini terjadi akibat hilangnya penghalang alami dari gelombang air laut yaitu hutan mangrove. Krisis yang terjadi bertambah buruk akibat pergeseran arus laut dari Semarang menuju ke timur, sehingga abrasi yang terjadi semakin meluas hingga menimbulkan permasalahan lain di wilayah pesisir Sayung. Permasalahan yang timbul akibat dari adanya konversi hutan mangrove menjadi tambak serta pergeseran arus laut adalah terjadinya banjir rob di wilayah pesisir. Banjir rob yang melanda pesisir Sayung telah menggenangi beberapa wilayahnya sehingga banyak desa yang mengalami permasalahan baik dari segi lingkungan maupun ekonomi.
Pengembangan Museum Ranggawarsita Sebagai Salah Satu Destinasi Wisata 2013-2018 ( Sebuah Kajian Sejarah Publik) RAKHIM, REZA ANDIKA
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the Ranggawarsita Museum as a tourist destination in 2013-2018 is an effort made by museum managers to increase public interest in visiting museums and maintaining and preserving cultural historical heritage in Central Java. The existence of a public history study from several experts aims so that the views and input from museum experts and cultural experts can be used as material to improve the quality of the Ranggawarsita Museum. The main problem that will be discussed in this paper is how the study of public history relates to the Ranggawarsita Museum and how to package the development of the Ranggawarsita Museum. This research was conducted with a purpose, including explaining how the Ranggawarsita Museum in the perspective and study of public history, the efforts of the Ranggawarsita Museum management in integrating Semarang tourist destinations with the Ranggawarsita Museum especially after the SKPD Plan and Strategy regulations issued by the Dinas Kebudayaan dan Pariwisata in 2013 , as well as how to package and update museum displays. This research was conducted using historical research methods. The results of this study found the Ranggawarsita Museum as a public history medium and as a place for historical heritage from the cultural results of the people of Central Java that can build, explore and maintain the community's collective memory of history in the past and must become one of the tourist destinations in order to maintain its existence and increase visits. to the Ranggawarsita Museum after the SKPD Plan and Strategy regulation issued by the Culture and Tourism Office. This study reveals several obstacles faced by the Ranggawarsita Museum as a tourist destination.
Survivalitas Pedagang Gilo-Gilo Semarang Tahun 1960-2000 Wardhana, Pradipta Mahatma Nandi
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i2.53363

Abstract

Gilo-gilo secara umum diartikan sebagai cara berdagang masyarakat yang menjajakan beraneka ragam makanan secara berkeliling. Sejak 1960, gilo-gilo menjadi sebuah representasi perjuangan kehidupan masyarakat kelas bawah di Semarang. Berbagai dinamika mewarnai kehidupan pedagang gilo-gilo, meningkatnya pengaruh globalisasi dan krisis ekonomi yang terjadi kemudian berdampak pada meningkatnya harga kebutuhan pokok. Penelitian ini membahas terkait bagaimana perkembangan pedagang gilo-gilo dan dampaknya bagi masyarakat sekitar. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan bagaimana kehidupan pedagang gilo-gilo di Semarang serta bagaimana dampaknya di masyarakat dengan melihat realita-realita yang terjadi di lapangan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian sejarah. Dari hasil penilitan ini diperoleh fakta bahwa pedagang gilo-gilo sejak tahun 1960 hadir mengisi kehidupan masyarakat semarang. Mengadopsi konsep dari HIK, kaum urban ini datang ke Semarang untuk berdagang demi kehidupan yang lebih baik. Gilo-gilo juga memberikan dampak ekonomi secara positif di masyarakat sekitar. Mulai bermunculan usaha-usaha rumahan berbasis makanan oleh masyarakat sekitar yang nantinya akan dititipkan pada pedagang gilo-gilo. Bukan hanya terkait aspek sosial ekonomi, namun gilo-gilo juga turut serta sebagai penyumbang khazanah budaya di Semarang.
Gelandangan Pada Masa Revolusi Kemerdekaan di Semarang Tahun 1945-1950 Salawati, Annisa Rizki
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i2.54008

Abstract

Artikel ini membahas mengenai gelandangan yang ada di Kota Semarang pada masa revolusi kemerdekaan. Permasalahan utama dalam artikel ini adalah bagaimana kondisi Kota Semarang Ketika terjadi revolusi kemerdekaan serta bagaimana Sikap para gelandangan dalam menyikapi revoulsi kemerdekaan yang terjadi di Kota Semarang tahun 1945-1950? Setelah Indonesia merdeka para pejuang dan masyarakat berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan karena itu ada upaya bangsa asing untuk menguasai wilayah Indonesia. Kota Semarang merupakan salah satu wilayah yang telah dikuasi oleh pihak asing, maka dari itu masyarakat Kota Semarang melakukan perlawanan fisik berupaya untuk mempertahankan wilayah kedaulatan negara Indonesia agar tidak dijajah Kembali. Seluruh masyarakat ikut serta dalam melakukan perlawanan, tidak hanya dari pihak tentara dan laskar-laskar yang melakukan perlawanan tetapi tidak ketinggalan juga munculnya golongan gelandangan yang berperan langsung dalam upaya mempertahankan kemerdekaan di Kota Semarang tahun 1945-1950. Menarik untuk mengangkat tema ini menjadi sebuah kajian tulisan sejarah yang dituangkan dalam artikel. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang munculnya gelandangan di kota Semarang dan peran gelandangan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan di Kota Semarang tahun 1945-1950. Artikel ini sendiri menggunakan metode penelitian sejarah dengan diperkaya sumber-sumber primer dan sumber lain yang relevan.
Masjid Sampangan di Surakarta Sebagai Sumber Sejarah Diplomasi Politik Mataram Jawa dan Madura Sejak Abad XVII Pranata, Galih; Rushanfichry, Ahmad; Al Faruq, Mohammad Yudik
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai Masjid Sampangan yang berdiri megah di pinggiran Kota Surakarta, pada kenyataannya menghadirkan nuansa historis yang melekat setiap jengkalnya. Bangunan ini disandingkan dengan sejarah hubungan diplomatis politik antara Madura dengan Jawa di bawah kuasa Mataram. Metode penelitian menggunakan paradigma kualitatif desktiptif dan penelusuran sumber berupa catatan lokal seputar Masjid Sampangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Sampangan merupakan bentuk modern dari sebuah surau berbentuk rumah panggung yang didirikan Cakraningrat I beserta rombongannya untuk transit dan menunaikan salat setelah menyandarkan perahu layarnya di Sungai Jenes.
Hierarki Pada Rumah Limas Palembang Hasyim Ning Syarifuddin, Syarifuddin; Hidayat, Rama Agas; Fajri, Iqbal; Supriyanto, Supriyanto
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hierarki merupakan elemen sentral pada penelitian mengenai Rumah Limas Palembang. Adat istiadat memiliki keterkaitan antara pola ruang dan kehidupan yang termaktub pada masyarakat Palembang terdahulunya hingga di masa sekarang. Beberapa golongan atau kelas sosial sudah tidak terdengar asing, baik itu lingkungan keluarga maupun masyarakat. Berfokus pada penelitian kali ini bagaimana rumah limas tersebut melahirkan kelas sosial masyarakat di Palembang. Pemaknaan khusus terhadap pola ruang merupakan simbol dari perwujudan hierarki tersebut. Pola ruang terbilang merepresentasikan hierarki atau tingkatan dari setiap masing-masing sosial masyarakat yang ada di kota Palembang. Karena di dalam rumah limas itu sendiri memiliki lima tingkat atau lima ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda. Maka dari itu keadaan inilah yang disebut dengan hierarki/suatu tingkatan pada penelitian kali ini.
Dari Pengamen Hingga Rumah Karaoke: Lokalisasi Gambilangu di Kota Semarang Tahun 1985-2005 Prameswari, Febria Ade Ayu
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i2.55111

Abstract

Prostitusi sebagai salah satu penyakit sosial yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia seperti Kota Semarang menjadi persoalan yang semakin rumit. Berbagai upaya seperti razia, penertiban, hingga penutupan lokalisasi telah dilakukan oleh pemerintah. Pada tahun 1985 pemerintah Kota Semarang tengah berupaya melakukan penutupan seluruh lokalisasi yang dipertegas dengan Surat Keputusan No. 462.3/529/1984 tertanggal 26 November 1984. Namun usaha pemerintah tidak segera memberikan hasil yang diharapkan. Penutupan lokalisasi tersebut terpaksa ditangguhkan karena adanya berbagai macam kendala. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca penutupan lokalisasi, permasalahan sosial justru semakin terbuka lebar, praktik prostitusi liar semakin bertambah, begitu pula jumlah WTS di lokalisasi Gambilangu yang mengalami lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu mencapai 850 orang pada tahun 1999. Di sisi lain keadaan ini turut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk membuka usaha kecil yang mampu menunjang perekonomian keluarga mereka seperti jasa cuci pakaian (laundry), salon kecantikan, warung makan, dan juga toko kelontong yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari.
SEJARAH TATA CARA PERNIKAHAN MASYARAKAT SAMIN DESA KLOPO DUWUR KABUPATEN BLORA 1970-2009
Journal of Indonesian History Vol 1 No 1 (2012): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the development of the procedure Samin society wedding in years 1970-2009 . This research study considered hist . Sources in this research study is Samin community . Data collection techniques used and the use of library research using interviews . Along with the progress of time , Samin society precisely in the 1970s marriage procedure Samin society is changing to keep track of the time outside of their community . This change is seen after the entry of modernization in their communities . Samin community mindset that is simple is also beginning to develop. Samin society marriage is growing after the enactment of the marriage law the government in 1974 and then following the marriage of the Department of Religion Act in 1985 which both require that marriage should be legalized Samin society by the State and the Office of Religious Affairs and Samin society where marriages begin either listed in civil and KUA. Keywords : Culture , Traditional Marriage , Society Samin  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan tata cara pernikahan masyarakat Samin di tahun 1970-2009. Penelitian ini tergolong penelitian sajarah. Sumber kajian dalam penelitian ini adalah masyarakat Samin. Tehnik pengumpulan data yang digunakan menggunakan studi kepustakaan dan menggunakan wawancara. Seiring dengan kemajuan jaman, masyarakat Samin tepatnya pada tahun1970-an tata cara pernikahan masyarakat Samin ini berubah mengikuti perkembangan jaman di luar komunitas mereka. Perubahan ini terlihat setelah masuknya modernisasi pada komunitas mereka. Pola pikir masyarakat Samin yang masih sederhana ini juga mulai berkembang. Pernikahan masyarakat Samin ini berkembang setelah diberlakukannya UU pernikahan dari pemerintah pada tahun 1974 dan kemudian menyusul UU pernikahan dari Departemen Agama pada tahun 1985 yang keduanya mengharuskan bahwa pernikahan masyarakat Samin harus disahkan oleh Negara maupun Kantor Urusan Agama dan dari sinilah pernikahan masyarakat Samin mulai dicatatkan baik di catatan sipil maupun KUA. Kata Kunci: Kebudayaan, Adat Pernikahan, Masyarakat Samin    
STRATEGI PNI DALAM MEMENANGKAN PEMILIHAN UMUM 1955 DI JAWA TENGAH
Journal of Indonesian History Vol 1 No 1 (2012): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe how the implementation, development of PN , PNI rivalry with another party, and the strategy undertaken by the PNI in winning the 1955 election in Central Java . Using methods of historical research . In analyzing the data result , use the approach of political marketing theory. The results showed that the implementation of the 1955 elections conducted simultaneously in Central Java. PNI lot of sympathizers of the officials or gentry class and rural communities who are loyal to Sukarno. The main discourse raised PNI is basically dealing with people's independence Marhaenism and minor problems. Later , as a figure of discourse Bung Karno PNI is an important message that is effectively able to capture the sound of sympathy and lower class communities. PNI victory in the 1955 elections due to the implementation of the strategy in winning the election. The strategy is to strengthen the organizational structure and wing motion of a party to the center of the area. PNI victory in Central Java caused PNI right strategy in approaching local leaders.Keywords: PNI, campaigns, political parties, elections 1955.  Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan, perkembangan PNI, rivalitas PNI dengan partai lain, dan strategi yang dilakukan oleh PNI dalam memenangkan pemilu tahun 1955 di Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode sejarah. Dalam menganalisis data hasil temuan, digunakan pendekatan dari  teori marketing politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilu 1955 dilakukan secara serempak di wilayah Jawa Tengah. PNI banyak mendapat simpatisan dari kalangan pejabat atau golongan priyayi dan masyarakat pedalaman yang loyal terhadap Sukarno. Wacana utama yang dimunculkan PNI pada dasarnya adalah berhubungan dengan marhaenisme dan masalah kemandirian rakyat kecil. Kemudian, wacana Bung Karno sebagai tokoh PNI merupakan pesan penting yang secara efektif mampu menjaring simpati dan suara dari masyarakat golongan bawah. Kemenangan PNI dalam pemilu 1955 disebabkan penerapan strategi dalam pemenangan pemilu. Strategi tersebut adalah penguatan terhadap struktur organisasi dan sayap gerak partai dari pusat sampai daerah. Kemenangan PNI di Jawa Tengah disebabkan strategi PNI yang tepat dalam melakukan pendekatan terhadap para pemimpin lokal. Kata kunci: PNI, kampanye, partai politik, pemilihan umum 1955