cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Indonesian History
ISSN : 22526633     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Indonesia History merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendekatan kajian sejarah dan sejarah Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES dan dikelola oleh Tim Jurnal Jurusan Sejarah FIS-UNNES. Jurnal ini terbit 2 kali setiap tahunnya pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Peran Kabupaten Lahat dalam Revolusi Fisik di Sumatera Selatan Tahun 1947-1949 Pahlevi, Muhammad Reza
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46967

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merekonstruksi kembali bagaimana situasi di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Lahat pada masa Revolusi Fisik tahun 1947-1949. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana peran Kabupaten Lahat dalam Revolusi Fisik tahun 1947-1949. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kabupaten Lahat dalam Revolusi Fisik tahun 1947-1949. Metode yang digunakan adalah metode sejarah (historis) yang dilakukan melalui tahapan-tahapan seperti heuristik (pengumpulan sumber-sumber), kajian terhadap literatur yang berkaitan dengan objek penelitian, verifikasi data, interpretasi, dan terakhir penulisan sejarah itu sendiri (historiografi). Sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu sumber primer dan sumber sekunder yang diperoleh dari buku maupun informan yang berkaitan dengan pemasalahan. Perjuangan rakyat Lahat merupakan rangkaian dari perjuangan rakyat Sumatera Selatan dalam menghadapi Belanda setelah berakhirnya Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang. Setelah pertempuran itu, Belanda melancarkan Agresi Militer I tanggal 21 Juli 1947 yang kemudian disusul dengan Agresi Militer kedua pada tanggal 19 Desember 1948. Kabupaten Lahat memegang peran yang penting pada masa awal kemerdekaan karena pernah menjadi pusat pemerintahan sipil pada masa Kereseidenan Palembang dan sekaligus menjadi salah satu Markas Divisi TKR di Sumatera Selatan ketika itu.
Intangible Conservation: Keberadaan Wingko Babat Kuliner Khas Semarang Tahun 1946-2019 Sarwopeni, Suwati Dwi; Saraswati, Ufi
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47029

Abstract

Semarang merupakan tempat pendatang bagi warga asing maupun warga lokal pulau Jawa sendiri, sehingga memunculkan akulturasi dan asimilasi dari berbagai aspek, tak terkecuali kuliner. Salah satu hasil budaya kulinernya yaitu wingko babat. Wingko babat merupakan kuliner khas Semarang yang semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi sebab munculnya wingko-wingko merek lain. Namun, seiring berjalannya waktu, kuliner tradisional mulai kurang diminati. Sehingga perlu adanya upaya konservasi agar keberadaan wingko sebagai makanan tradisional tetap eksis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah: Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sejarah awal kuliner wingko di Semarang telah ada sejak tahun 1946. Keberadaan wingko babat sejak tahun 1946 merupakan awal pemicu berdirinya produsen-produsen wingko babat di Semarang. Namun, seiring dengan perkembangan selera makan masyarakat, hal tersebut mendorong upaya pemerintah, wirausahawan, lingkungan akademisi serta masyarakat lokal Semarang untuk melestarikan wingko babat agar tetap eksis di kalangan millenial. Upaya tersebut, antara lain: mengadakan event kuliner, inovasi pada produksi wingko, mengadakan program penelitian, serta lebih mengutamakan mengkonsumsi wingko.
PERKEMBANGAN INDUSTRI JENANG MUBAROK FOOD DI DESA GLANTENGAN TAHUN 1980-1998 Susanti, Salma Hanifah Putri; WijayatI, Putri Agus
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.47091

Abstract

Pada tahun 1980-1997, seiring dengan berkembangnya ekonomi industri di dalam masyarakat, membuat salah satu industri Jenang di Kudus meroket. Namun, ditengah perkembangan tersebut, terjadinya krisis ekonomi yang melanda di Indonesia memberikan dampak bagi sektor industri. Salah satunya adalah industri Jenang Mubarokfood. Industri Jenang Mubarokfood berada di Desa Glantengan. Penelitian ini membahas tentang sejarah industri jenang di Kudus dan peran industri Jenang Mubarokfood. Terutama terkait perkembangan Mubarokfood dan dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar industri. Penelitian ini berkonsentrasi di sepanjang tahun 1980-1998, ketika perkembangan industri Jenang Mubarokfood semakin berkembang. Penelitian ini mengambil satu lingkup spasial yang terjadi di Kabupaten Kudus. Lebih lanjut penelitian ini mencoba melihat sejarah awal terbentuknya industri Jenang di Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri Jenang Mubarokfood menjadi cikal bakal berkembangnya industri jenang yang lain. Tak hanya itu, sejarah jenang di Kudus tidak lepas dari perkembangan tradisi yang ada di masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Glantengan. Saat terjadi perkembangan industri jenang, memberikan banyak hal bagi masyarakat di Kudus. Hal tersebut terlihat setelah adanya industri Jenang Mubarokfood, yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya penduduk Glantengan
Dari Perizinan Hingga Pelarangan: Perjudian Di Kota Semarang Tahun 1970-1997 prabowo, dwi hendro; Wijayati, Putri Agus
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47197

Abstract

Perkembangan kota Semarang sebagai sebuah kota modern dapat dilihat dari penduduknya yang terdiri dari beragam etnis, profesi, dan struktur sosial. Secara historiografis perkembangan etnis di Semarang dijelaskan oleh De Graaf menyatakan bahwa sudah lama terjadi interaksi pertukaran komoditas barang dagangan dan hasil kebudayaan, antara orang Jawa dan Tionghoa yang terjadi di Kota Semarang. Pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi, (1) Bagaimana perjudian muncul dari sekedar permainan biasa dari hiburan masyarakat, berubah menjadi permainan yang diatur pemerintah kota Semarang, (2) Bagaimana perjudian di kota Semarang diatur dan diarahkan sehingga menjadi sumber dana pendapatan bagi pemerintah kota, (3) Bagaimana wacana perjudian dibentuk dan dilarang keberadaannya, serta dicitrakan sebagai kegiayan yang mengancam moralitas masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan dalam proses penelitian ini menggunakan metode sejarah. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perjudian di Kota Semarang berhubungan dengan berbagai pihak baik pemain, oknum tertentu, dan juga pemerintah.
Erupsi Merapi dan Perubahan Pemukiman di Kecamatan Pakem, Turi, dan Cangkringan Kabupaten Sleman tahun 1990-2010 Kurniawan, Yanuar Rezza; Wasino, Wasino
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47304

Abstract

Gunung Merapi menurut catatan sejarah sudah menunjukan aktivitas vulkaniknya (erupsi) sejak tahun 1003. Pada kurun waktu 1990an sampai 2010 telah terjadi erupsi Gunung Merapi sebanyak tujuH kali, yakni pada tahun 1992, 1994, 1997, 1998, 2001, 2006 dan 2010. Erupsi Gunung Merapi selalu memberikan dampak positif dan negatif kepada masyarakat yang tinggal di Kabupaten Sleman. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui bagaimana dampak dari erupsi Gunung Merapi dan juga dampaknya bagi masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian sejarah. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Perubahan Permukiman yang terjadi di Kecamatan Pakem Turi Cangkringan ini pasca erupsi Gunung Merapi tahun 1994 dan 2010. Erupsi tahun 1994 mengarah ke permukiman masyarakat dusun Turgo dan Erupsi tahun 2010 mengarah ke permukiman masyarakat Umbuharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo. Banyak rumah penduduk yang rusak parah tidak dapat dihuni lagi dan sebagian hanya rusak ringan. Peran pemerintah dalam hal ini memberikan tempat relokasi, huntara dan juga huntap (hunian tetap) bagi masyarakat yang terdampak langsung erupsi Gunung Merapi tahun 1994 dan tahun 2010
Migrasi Tiga Gelombang: Jejak Wong Cilik Klaten Di Singapura Tahun 1920-1980 Fernandi, Muhammad Farhan; Soeharso, R
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47379

Abstract

Singapura merupakan negara pulau yang dikategorikan sebagai negara metropolitan dengan industri perdagangannya yang sangat maju di Asia Tenggara bahkan di tingkat dunia. Keberadaannya yang diakui dunia tidak terlepas dari penduduknya yang memainkan peran dalam perkembangan Singapura. Seluruh penduduk Singapura dari masa lalu hingga kini dapat dikatakan bukan penduduk asli karena Singapura saat itu hanya sebuah kecil yang dihuni oleh beberapa nelayan dan bajak laut yang menghuni wilayah tersebut. Dalam perkembangannya, pulau ini dibeli oleh Thomas Stanford Raffles dari Kesultanan Johor yang menjadi titik awal modernisasi di Singapura yang membuat para pendatang ramai-ramai mendatangi Singapura untuk memnuhi kebutuhan ekonominya hingga memutuskan menetap di pulau ini. Hal ini juga dilakukan oleh penduduk Klaten Klaten yang juga melakukan migrasi ke Singapura sudah sejak dekade ketiga abad 20. Kemudian juga disusul pada gelombang berikutnya ketika penduduk Klaten melakukan migrasi pada masa penjajahan Jepang ketika Jepang mengirimkan romusha ke berbagai wilayah. Para migran yang sudah melakukan migrasi tersebut pada akhirnya memutuskan untuk menetap di Singapura dan tidak kembali ke Indonesia. Pemerintah Singapura menetapkan kebijakan untuk mengintegrasikan penduduk yang heterogen dengan berbagai rasnya ke dalam satu perumahan publik yang membuat mereka saling hidup rukun dalam identitas Singapura.
Pers dan Orientasi Pemberitaan Sosial Politik Orde Baru dalam Sorotan Harian Sinar Harapan, 1966-1986 Dewi, Amalia Rusti Mutiara; Ba'in, Ba'in
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47391

Abstract

Pada awal periode pemerintahan Orde Baru, keberadaan pers di Indonesia sedang berada dalam fase penuh kebebasan. Kebebasan tersebut dipergunakan untuk melakukan konsolidasi kekuasaan oleh Presiden Soeharto. Beriringan dengan kebebasan pers, pemerintah dihadapkan pada situasi politik yang rumit. Sehingga artikel ini mengkaji tentang dinamika politik pada masa Orde Baru, dengan memfokuskan analisis kepada pemberitaan yang dilakukan oleh pers harian Sinar Harapan pada periode 1966 – 1986. Fokus kajian tertuju kepada maraknya kasus KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang terjadi dalam badan pemerintah, seperti isu adanya SPRI; kasus BULOG; dan masalah proyek TMII yang menjadi sorotan pada penulisan berita oleh harian Sinar Harapan. Penulisan berita yang memuat kritikan tajam terhadap pemerintah ternyata tidak sedikitpun berhasil menggoyahkan kekuasaan rezim ini. Pemerintah Orde Baru justru melakukan tindak represif sebagai reaksi terhadap pemberitaan yang mengandung kritik tajam kepada pemerintah dengan melakukan pembungkaman kepada sejumlah pers yang kritis, salah satunya adalah harian Sinar Harapan.
Peran Gedung Sobokartti Terhadap Pelestarian Kesenian Di Semarang Tahun 1992-2010 priliandana, yolanica; Amin, Syaiful
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47882

Abstract

Indonesia memiliki beberapa pusat kebudayaan yang tersebar diberbagai wilayah. Namun para seniman Indonesia saat itu kurang memiliki wadah untuk berkesenian dan mengembangkan berbagai kesenian di Indonesia. Maka dari itu Ir. Thomas Karsten membangun Gedung Sobokartti untuk menambah wadah berkesenian. Kesenian yang berkembang di Sobokartti ada beberapa macam seperti wayang, tari, pedalangan juga pranatacara. Setiap kesenian di Sobokartti memiliki gurunya masing-masing. Gedung Sobokartti memiliki masalah pendanaan dan kurangnya pengetahuan akan adanya Gedung berkesenian Sobokartti ini. Walaupun sudah di Cagar budaya namun masyarakat tidak begitu tertarik karena banyaknya budaya-budaya luar yang lebih unggul eksistensinya daripada budaya Jawa. Lalu bagaimana strateginya agar tetap lestari dan tidak kalah saing dengan budaya modern? Tujuan dalam penulisan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan Sobokartti dari pembuatan hingga sekarang. Juga untuk mengetahui apa peran serta strategi pengelolaan Sobokartti dalam melestarikan kebudayaan indonesia. Peneliti menulis skripsi dengan menggunakan metode sejarah. Peneliti melakukan wawancara dengan ketua perkumpulan Sobokartti yang baru ganti tahun 2019 lalu yaitu Bapak Sutrisno dan pelatih karawitan bapak Sudardi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perkumpulan Sobokartti untuk membuat sebuah pertunjukan harus mengeluarkan dana dari para pengelola sendiri dan hanya dapat memberikan penampilan seadanya.
Mendulang Rupiah Di Kawasan Bersejarah Pasca Revitalisasi Kota Lama Semarang Tahun 2017 Amrillah, M Alam
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i2.50285

Abstract

Revitalization of the old city area is an effort to maintain and preserve historical heritage in city of Semarang. The main problem that will be discussed in this paper is how the economic conditions are affected after the revitalization of informal workers in the old city area. This research, of course, has a purpose, including explaining how the background of the revitalization of the old city, and the changes that occurred afterwards, especially in the economic field and wanting to reveal the reality that occurs in the field by comparing the objectives of the revitalization of the old city. By carrying out historical research methods, this paper finds that the old city, which previously had a face that was not noticed, then became significant after the revitalization in 2017. In addition to knowing the economic conditions after revitalization which had a bad influence, especially on informal workers, with the restructuring of the city. long time was offset by the enforcement of informal workers, such as street vendors. This means that the initial goal of revitalization has not been achieved, namely the welfare of the community. This study reveals some of the progress of revitalization of the old city that has not run optimally
Kerusuhan Rasial di Kabupaten Brebes pada Tahun 1998 SARI, RATNA BELLA
Journal of Indonesian History Vol 10 No 2 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i2.51949

Abstract

Indonesia merupakan negara majemuk dan kemajemukannya tersebut sudah diwariskan ke beberapa generasi. Warisan kemajemukan yang sudah ada sejak lama tersebut, tentu saja memiliki berbagai tantangan dan tidak begitu saja selamanya dapat dikatakan harmonis. Berbagai konflik dan sentimen masa lalu juga mendorong sehingga menjadi sebuah stimulus mengapa konflik dapat terjadi. Konflik yang seringkali muncul di Indonesia adalah konflik antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa. Gambaran tentang adanya konflik tersebut, terjadi di Kabupaten Brebes pada 13 Februari 1998. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, tulisan ini mengungkap peristiwa yang mengatakan bahwa Etnis Tionghoa di Brebes menjadi sasaran amukan massa yang sudah mengalami puncak krisis akibat adanya permasalahan ekonomi, faktor kemarau panjang di Brebes dan puncaknya adalah menjadikan etnis Tionghoa di Brebes sebagai sasaran dari amukan massa.